Pengaruh Perputaran Terhadap Profitabilitas
Pengaruh Perputaran Terhadap Profitabilitas
3 ISSN 2615-2142
Indra Prasetyo
Universitas Wijaya Putra Surabaya
ABSTRACT
This study aims to determine: accounts receivable turnover and inventory turnover on profitability with
liquidity as an intervening variable in Regional Owned Enterprises and Regional Public Service
Agencies of Gresik Regency. The data used is secondary data by means of documentation, both financial
reports and profiles of Regional Owned Enterprises and Regional Public Service Agencies in Gresik
Regency. Data processing using path analysis. The results showed that cash turnover had no effect on
liquidity. Accounts receivable turnover has an effect on liquidity. Inventory turnover has no effect on
liquidity. Cash turnover has an effect on profitability. Accounts receivable turnover has an effect on
profitability. Inventory turnover has an effect on profitability. Liquidity has no effect on profitability.
Cash turnover has no significant effect through liquidity. Accounts receivable turnover has no
significant effect through liquidity. Inventory turnover has no significant effect through liquidity.
Keywords: cash turnover, accounts receivable turnover, inventory turnover, liquidity, profitability
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: perputaran piutang dan perputaran persediaan
terhadap profitabilitas dengan likuiditas sebagai variabel intervening pada Badan Usaha Milik
Daerah Dan Badan Layanan Umum Daerah Kabupaten Gresik. Data yang digunakan adalah
data sekunder dengan cara dokumentasi baik itu laporan keuangan dan profil dari Badan
Usaha Milik Daerah dan Badan Layanan Umum Daerah yang ada di Kabupaten Gresik.
Pengolahan data menggunakan path analysis. Hasil penelitian menunjukkan perputaran kas
tidak berpengaruh terhadap likuiditas. Perputaran piutang berpengaruh terhadap likuiditas.
Perputaran persediaan tidak berpengaruh terhadap likuiditas. Perputaran kas berpengaruh
terhadap profitabilitas. Perputaran piutang berpengaruh terhadap profitabilitas. Perputaran
persediaan berpengaruh terhadap profitabilitas. Likuiditas tidak berpengaruh terhadap
profitabilitas. Perputaran kas tidak berpengaruh signifikan melalui likuiditas. Perputaran
piutang tidak berpengaruh signifikan melalui likuiditas. Perputaran persediaan tidak
berpengaruh signifikan melalui likuiditas.
Pembahasan
Pengujian Deskriptif dan rata-rata sebesar 41,3400 dengan
standar deviasi sebesar 76,0501. Perputaran
Piutang (X2) mempunyai nilai minimum
sebesar -2,30 nilai maximum sebesar 16,75
dan rata-rata sebesar 3,5333 dengan
standar deviasi sebesar 5,6039. Perputaran
Persediaan (X3) mempunyai nilai
minimum sebesar -251,57 nilai maximum
sebesar 37,44 dan rata-rata sebesar -7,4823
dengan standar deviasi sebesar 61,4112.
Variabel intervening dalam penelitian ini
adalah Likuiditas (Y1) mempunyai
mempunyai nilai minimum sebesar 0,69
nilai maximum sebesar 6,77 rata-rata
Hasil analisis diatas menunjukkan
sebesar 2,3574 dengan standar deviasi
bahwa jumlah observasi (N) adalah
sebesar 1,5070. Profitabilitas (Y2)
sebanyak 30. Variabel eksogen Perputaran
mempunyai mempunyai nilai minimum
Kas (X1) mempunyai nilai minimum
sebesar -9,34 nilai maximum sebesar 87,79
sebesar -9,38 nilai maximum sebesar 327,11
rata-rata sebesar 8,0639 dengan standar Berdasarkan Uji Glejser -
deviasi sebesar 17,0149. Persamaan II menunjukkan nilai sig
Uji Asumsi Klasik Perputaran Kas (X1) (0,872),sig Perputaran
Uji Normalitas Piutang (X2) (0,919),sig Perputaran
Model regresi yang baik adalah Persediaan (X3) (0,483),sig Likuiditas (Y1)
distribusi data normal atau mendekati (0,889), lebih dari 0,05 sehingga dapat
normal. Jika pada uji non-parametrik disimpulkan bahwa variabel Perputaran
Kolmogorov-Smirnov (K-S) menunjukkan Kas (X1), Perputaran Piutang (X2),
nilai signifikansi di atas 0,05, maka data Perputaran Persediaan (X3), dan Likuiditas
residual terdeistribusi secara normal. (Y1) terbebas dari penyimpangan
Sedangkan jika hasil menunjukkan nilai heteroskedastisitas.
signifikansi di bawah 0,05, maka data Uji Multikolonieritas
residual terdistribusi tidak normal. Uji multikolinearitas bertujan
Nilai Uji statistik non-parametrik untuk menguji apakah dalam model ini
Kolmogorov-Smirnov (K-S) pada ditemukan adanya korelasi antar variabel
persamaan regresi I memiliki nilai eksogen atau tidak. Pengujian
signifiksansi 0,069. Hal ini berarti Nilai uji multikolinearitas dapat dilakukan dengan
statistik lebih besar dari 0,05. Hal ini dapat melihat nilai tolerance dan variance inflation
disimpulkan bahwa model-model regresi factor (VIF). Model regresi terdapat
dalam penelitian ini layak digunakan multikolineritas dapat diketahui jika nilai
karena memenuhi asumsi normalitas. tolerance ≥ 0,10 atau sama dengan nilai VIF
Nilai Uji statistik non-paametrik ≤ 10.
Kolmogorov-Smirnov (K-S) ada Tabel 1
persamaan regresi II memiliki nilai Hasil Uji Multikolinearitas – Persamaan
signifikansi 0,200 Hal ini berarti bahwa Regresi 1
model-model regresi memenuhi asumsi
normalitas. Berdasarkan kedua hasil uji
normalitas dapat disimpulkan bahwa
model-model regresi dalam penelitian ini
layak digunakan karena memenuhi asumsi
normalitas.
Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas menguji
apakah dalam model terjadi
ketidaksamaan variance dari residual satu
pengamatan ke pengamatan lain. Dasar Tabel 2
mengambilan keputusan pada uji glejser Hasil Uji Multikolinearitas – Persamaan
yaitu jika nilai signifikansi di atas 0,05, Regresi 2
maka model regresi tidak mengandung
heteroskedastisitas.
Berdasarkan Uji Glejser -
Persamaan I menunjukkan variabel
eksogen pada persamaan 1 nilai sig
Perputaran Kas (X1) (0,572), sig Perputaran
Piutang (X2) (0,619), sig Perputaran
Persediaan (X3) (0,618), lebih dari 0,05
sehingga dapat disimpulkan bahwa
variabel Perputaran Kas (X1), Perputaran
Berdasarkan hasil Uji multikolinearitas
Piutang (X2), Perputaran Persediaan (X3)
dapat disimpulkan bahwa hasil
terbebas dari penyimpangan
perhitungan nilai collinearity statstics
heteroskedastisitas.
menunjukkan tidak ada variabel eksogen
yang memiliki tolerance ≥ 0,10 dan hasil Berdasarkan hasil analisis yang
perhitungan nilai VIF ≤ 10. Jadi dapat tersaji pada tabel diatas maka didapatkan
disimpulkan bahwa tidak terdapat hasil penelitian :
multikolinearitas antar variabel dalam Y1= -0,069 p1X1 + 0,666 p2X2 + 0.011
model regresi. p3X3 + e
Uji Koefisien Determinasi (R2) 1) Pengaruh Perputaran Kas Terhadap
Koefisien determinasi (R2) Likuiditas
mengukur seberapa jauh kemampuan Berdasarkan Tabel diatas
model dalam menjelaska variasi variabel dapat disimpulkan bahwa nilai
eksogen. Berdasarkan perhitungan koefisien path Perputaran Kas (X1)
Koefisien Determinasi, menunjukkan terhadap Likuiditas (Y1) sebesar -
angka R square (r ) pada persamaan regresi
2 0,069 dengan nilai signifikansi 0,797
I adalah 0,369 sehingga dapat diketahui (0,797>0,05). Dengan demikain
angka koefisien determinasi sebesar 36,9%. hipotesis 1 dapat disimpulkan
Angka tersebut mempunyai maksud Perputaran Kas (X1) secara signifikan
bahwa pengaruh Perputaran Kas, berpengaruh negatif terhadap
Perputaran Piutang dan Perputaran Likuiditas (Y1). Artinya Perputaran
Persediaan secara simultan terhadap Kas tidak berpengaruh signifikan
Likuiditas adalah 36,9%, sedangkan terhadap Likuiditas pada Badan
sisanya sebesar 63,1% dipengaruhi oleh Usaha Milik Daerah dan Badan
faktor lain. Layanan Umum Daerah Kabupaten
Berdasarkan perhitungan Koefisien Gresik.
Determinasi,, menunjukkan angka R square 2) Pengaruh Perputaran Kas Terhadap
(r2) pada persamaan regresi II adalah 0,851 Likuiditas
sehingga dapat diketahui angka koefisien Berdasarkan Tabel diatas
determinasi sebesar 85,1%. Angka tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai
mempunyai maksud bahwa pengaruh koefisien path Perputaran Piutang (X2)
Perputaran Kas, Perputaran Piutang dan terhadap Likuiditas (Y1) sebesar 0,666
Perputaran Persediaan secara simultan dengan nilai signifikansi 0,010
terhadap Profitabilitas adalah 85,1%. (0,010<0,05). Dengan demikain
sedangkan sisanya sebesar 14,9% hipotesis 2 dapat disimpulkan
dipengaruhi oleh faktor lain. Perputaran Piutang (X2) secara
Uji Path Analysis dan Uji Sobbel signifikan berpengaruh positif
Bootstrapping terhadap Likuiditas (Y1). Artinya
Perputaran Piutang berpengaruh
Pengaruh Perputaran Kas, Perputaran signifikan terhadap Likuiditas pada
Piutang dan Perputaran Persediaan Badan Usaha Milik Daerah dan Badan
terhadap Likuiditas Layanan Umum Daerah di
Untuk mengetahui Kabupaten Gresik.
pengaruh Perputaran Kas, Perputaran 3) Pengaruh Perputaran Kas Terhadap
Piutang dan Perputaran Persediaan Likuiditas
terhadap Likuiditas bisa dilihat pada tabel Berdasarkan Tabel diatas
dibawah ini dapat disimpulkan bahwa nilai
Tabel 3 koefisien path Perputaran Persediaan
Hasil Persamaan Regresi I (X3) terhadap Likuiditas (Y1) sebesar -
0.011 dengan nilai signifikansi 0,960
(0,960>0,05). Dengan demikian
hipotesis 3 dapat disimpulkan
Perputaran Persediaan (X3) secara
signifikan berpengaruh negatif
terhadap Likuiditas (Y1). Artinya 2) Pengaruh Perputaran Piutang
Perputaran Persediaan tidak Terhadap Profitabilitas
berpengaruh signifikan terhadap Berdasarkan Tabel diatas
Likuiditas pada Badan Usaha Milik dapat disimpulkan bahwa nilai
Daerah dan Badan Layanan Umum koefisien path Perputaran Piutang (X2)
Daerah di Kabupaten Gresik. terhadap Profitabilitas (Y2) sebesar
Pengaruh Perputaran Kas, Perputaran 0.860 dengan nilai signifikansi 0,000
Piutang dan Perputaran Persediaan (0,000<0,05). Dengan demikian
terhadap Profitabilitas hipotesis 5 dapat disimpulkan
Untuk mengetahui pengaruh Perputaran Piutang (X2) berpengaruh
Perputaran Kas, Perputaran Piutang dan positif secara signifikan terhadap
Perputaran Persediaan terhadap Likuiditas Profitabilitas (Y2). Artinya Perputaran
bisa dilihat pada tabel dibawah ini Piutang berpengaruh signifikan
Tabel 4 terhadap Profitabilitas pada Badan
Hasil Persamaan Regresi II melalui Path Usaha Milik Daerah dan Badan
Analysis Layanan Umum Daerah di
Kabupaten Gresik.
3) Pengaruh Perputaran Persediaan
Terhadap Profitabilitas
Berdasarkan Tabel diatas
dapat disimpulkan bahwa nilai
koefisien path Perputaran
Persediaan (X3) terhadap
Profitabilitas (Y2) sebesar -0,265
dengan nilai signifikansi 0,004
(0,004<0,05). Dengan demikian
hipotesis 6 dapat disimpulkan
Perputaran Persediaan (X3)
berpengaruh positif secara
Berdasarkan hasil analisis yang tersaji pada signifikan terhadap Profitabilitas
tabel diatas maka didapatkan hasil (Y2). Artinya Perputaran
penelitian : Persediaan berpengaruh signifikan
Y2=0.513p4X1+0.860p5X2 terhadap Profitabilitas pada Badan
- 0.265p6X3 – 0.107 p7Y1 + e Usaha Milik Daerah dan Badan
1) Pengaruh Perputaran Kas Terhadap Layanan Umum Daerah di
Profitabilitas Kabupaten Gresik.
Berdasarkan Tabel diatas 4) Pengaruh Likuiditas Terhadap
dapat disimpulkan bahwa nilai Profitabilitas
koefisien path Perputaran Kas (X1) Berdasarkan Tabel 4.14
terhadap Profitabilitas (Y2) sebesar dapat disimpulkan bahwa nilai
0,513 dengan nilai signifikansi 0,000 koefisien path Likuiditas (Y1)
(0,000<0,05). Dengan demikian terhadap Profitabilitas (Y2) sebesar
hipotesis 4 dapat disimpulkan -0.107 dengan nilai signifikansi
Perputaran Kas (X1) berpengaruh 0,798 (0,798>0,05). Dengan
positif secara signifikan terhadap demikain hipotesis 7 dapat
Profitabilitas (Y2). Artinya Perputaran disimpulkan Likuiditas (Y1)
Kas berpengaruh signifikan terhadap berpengaruh negatif secara
Profitabilitas pada Badan Usaha Milik signifikan terhadap Profitabilitas
Daerah dan Badan Layanan Umum (Y2). Artinya Likuiditas tidak
Daerah di Kabupaten Gresik. berpengaruh signifikan terhadap
Profitabilitas pada Badan Usaha
Milik Daerah dan Badan Layanan adalah RSUD Ibnu Sina dan terendah
Umum Daerah di Kabupaten adalah PDAM Giri Tirta.
Gresik. Berdasarkan analisis dan pengujian
yang telah dilakukan dengan path analysis,
Uji Sobbel dan Bootstrapping maka dapat diambil kesimpulan tidak
Uji Sobbel test digunakan untuk terdapat pengaruh signifikan antara
menguji apakah pengaruh variabel variabel perputaran kas terhadap
intervening yang dihasilkan pada analisis likuiditas. Variabel perputaran perputaran
jalur signifikan atau [Link] sobbel piutang berpengaruh signifikan terhadap
dilakukan dengan cara menguji kekuatan likuiditas. Variabel perputaran persediaan
pengaruh tidak langsung X1, X2 dan X3 ke tidak berpengaruh signifikan terhadap
Y2 melalui Y1. Pengaruh Perputaran Kas likuiditas. Variabel perputaran kas
Terhadap Profitabilitas melalui berpengaruh signifikan terhadap
Likuiditas profitabilitas. Variabel perputaran piutang
Nilai |t hitung| (-3,6195) < nilai t berpengaruh signifikan terhadap
tabel (2,05553) sehingga dapat disimpulkan profitabilitas. Variabel perputaran
bahwa tidak ada pengaruh langsung dari persediaan berpengaruh signifikan
Perputaran Kas (X1) terhadap Profitabilitas terhadap profitabilitas. Variabel likuiditas
(Y2) melalui Likuiditas (Y1). tidak berpengaruh signifikan terhadap
profitabilitas.
Pengaruh Perputaran Piutang Terhadap Berdasarkan hasil analisis statistik
Profitabilitas melalui Likuiditas dengan cara Uji Sobbel dan Bootstrapping
Nilai |t hitung| (0,0036) < nilai t Perputaran kas tidak berpengaruh
tabel (2,0553) sehingga dapat disimpulkan signifikan terhadap profitabilitas melalui
bahwa tidak ada pengaruh langsung dari likuiditas. Perputaran piutang tidak
Perputaran Piutang (X2) terhadap berpengaruh signifikan terhadap
Profitabilitas (Y2) melalui Likuiditas (Y1). profitabilitas melalui likuiditas Perputaran
Pengaruh Perputaran Piutang Terhadap persediaan tidak berpengaruh signifikan
Profitabilitas melalui Likuiditas terhadap profitabilitas melalui likuiditas.
Nilai t hitung (-0.1177) < nilai t tabel
(2,0553) sehingga dapat disimpulkan DAFTAR PUSTAKA
bahwa tidak ada pengaruh langsung dari Astuti Eka. 2014. Pengaruh Perputaran
Perputaran Persediaan (X3) terhadap Piutang dan Perputaran Kas terhadap
Profitabilitas (Y2) melalui likuiditas (Y1). Likuiditas pada PT Indonesian Capital
Market Electronic Library, Jurnal
SIMPULAN STIE La Tansa Mashiro, Surabaya,
Hasil statistik deskriptif 2014).
menyatakan bahwa perusahaan daerah Brigham dan Houston. 2017. Dasar Dasar
yang mengalami perputaran kas tertinggi Manajemen Keuangan, Salemba, Jakarta.
adalah RSUD Ibnu Sina dan terendah Kasmir, 2015, Analisa Laporan
adalah PDAM Giri Tirta. Lalu perusahaan Keuangan,Edisi kesatu, Raja Grafindo
daerah yang melakukan perputaran Persada, Jakarta.
piutang paling tinggi adalah RSUD Ibnu Manullang, M. dan Sinaga, D.. 2015.
Sina dan terendah adalah PDAM Giri Tirta. Pengantar Manajemen Keuangan, Andi,
Perusahaan daerah melakukan perputaran Yogyakarta.
persediaan paling tinggi adalah RSUD Mayasari Asrini. 2016. Pengaruh Perputaran
Ibnu Sina dan terendah adalah PDAM Giri Piutang, Arus Kas dan Perputaran
Tirta. Untuk likuiditas, tingkat likuiditas Persediaan Terhadap Profitabilitas
yang paling tinggi dan terendah adalah dengan Likuiditas sebagai Variabel
PDAM Giri Tirta. Dan, perusahaan daerah Intervening pada Perusahaan Food and
yang melakukan profitabilitas tertinggi Beverages yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia Periode 2012-
2016,JurnalUniversitas
Pandanaran, Semarang, 2016.
Siregar Qahfi. 2016. Pengaruh Perputaran
Persediaan dan Perputaran Piutang
Terhadap Likuiditas pada Perusahaan
Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia. Jurnal Universitas
Sumatra
Utara Medan, 2016.
Surya, Sarjito. 2017. Pengaruh Perputaran
Kas dan Perputaran Persediaan
Terhadap Profitabilitas,
Jurnal ISSN Jakarta, 2017.
Subramaryam, 2015, Analisa Laporan
Keuangan, Salemba, Jakarta.
[Link] diakses
tanggal 20 Januari 2020.
[Link] diakses
tanggal 20 Januari 2020
([Link]
ses tanggal 20 Januari 2020)