Part : Special Editon
Lenght : Chaptered
Rating : T
Genre : School, Comedy, Romance and Sad
Author : Ji~Ra (@deeFA_Kyu and @Adistri_Kim)
Main Cast : Kim Ah Ra
Choi Si Won (Super Junior)
Lee Hye Ji (You)
T.O.P (Big Bang)
Onew (SHINee)
Chansung (2PM)
(Mohon kritik dan sarannya, ^^ maaf kalau kurang menarik. Read and Comment ya.)
*Authors Bow*
=================================================================
KRRRRRRRRRRRRRRRRRRRIIIIIIIIIINNNNGGGGGG!!!!!!
Hyeji mengapai alarm di sampingnya dan menekan sebuah tombol hingga alarm itu
diam. Ia bangun dengan malas dari tidurnya. Ia berjalan gontai menuju kamar mandi. Air
yang deras membasahi sekujur tubuhnya. Air yang dingin itu sama seperti hatinya. Empat
tahun sudah Ah Ra meninggalkannya. Empat tahun yang sangat sepi baginya. Empat tahun ia
menjalani hidup yang penuh perjuangan seperti sekarang.
@ Jalan Kota Seoul
Hye Ji terus memandangi jamnya.
“Aku udah telat nih!!. ” Hye Ji menggerutu kesal.
‘Hari ini kita kedatangan tamu yang sangat special sekali. Dia sudah sangat lama menghilang
darr kita. Akhirnya ia kembali juga. Dan kesempatan yang sangat berharga bisa berada di
sampingnya hari ini…anyeonghaseyo…’ Kata seorang MC di sebuah TV besar di jalanan.
“Ah…. Udh merah.” Hye Ji melangkahkan kakinya menyeberangi jalan. Berita yang
di siarkan di TV itu tidak terdengar olehnya. Berita yang sangat penting bagi hidupnya di
lewatkan begitu saja.
Hye Ji membuka pintu depan sebuah gedung yang sangat besar itu.
“Kau telat lagi?. Bukannya akan berubah?.” Hye Ji menoleh ke samping, Onew
berdiri dengan senyum yang sangat jahil.
“Sebenarnya aku tidak telat. Hanya saja… ahh…sudahlah.” Hye Ji menghentikan
bicaranya. Ia tidak mau Onew tau ia masih sedih karena kepergian Ah Ra.
“Yasudah… ayo masuk!. Kaja!.” Hye Ji berlari menaiki tangga. Lift di gedung itu
memang sudah dua hari rusak. Onew mengikuti Hye Ji di belakang dengan pasrah.
“AAAAAAAAAAAAAA!!!!”
Di tengah tangga, tiba-tiba Hye Ji tergelincir dan hendak jatuh ke bawah. Onew yang
kaget mendengar teriakan Hye Ji reflek melihat ke atas. Dengan cepat ia menangkap tubuh
Hye Ji.
“Aku selamat?.” Hye Ji membuka matanya. Betapa kagetnya ia, Onew
menggendongnya. Jarak muka mereka sangat dekat sekali. Seumur-umur berteman dengan
Onew, tidak pernah mereka sedekat ini. Muka Hye Ji memerah dan jantungnya berdetak
kencang.
“Kenapa?. Kenapa jantungku gini?.” Batin Hye Ji. Cukup lama sekali mereka di
posisi itu. Diam menbisu tanpa bicara.
“Kalian sedang apa?.” Suara seseorang di belakang mereka sontak membuat Onew
dan Hye Ji menjauh. Muka mereka berdua sangat merah.
“Kalian…. Jangan-jangan?.” Orang itu tersenyum jahil.
“CHANSUNG!. MENGAGETKAN SAJA!.” Onew dan Hye Ji sama-sama menjerit
sangat keras pada cowok yang berdiri di samping mereka. Chansung hanya tersenyum jahil.
Empat tahun semenjak meninggalnya Ah Ra, hidup semuanya jadi berubah drastis.
Hye Ji yang tidak bisa apa-apa, berusaha sekuat tenaga belajar dengan keras dan lulus dengan
nilai terbaik di bawah Onew. Ia juga di terima di fakultas kedokteran terkenal di Korea.
Chansung juga lulus dengan nilai terbaik di universitas kedokteran. Ia bertekat menjadi
dokter karena ia tidak mau banyak orang yang pergi seperti orang yang di cintainya, Ah Ra.
Sementara Onew menjadi pilot di perusahaan penerbangan Internasional milik negara, karena
kepandaiannya ia langsung di terima tanpa tes.
“Sampai kapan kalian di sini?.” Onew memandang Chansung dan Hye Ji.
“Tiga bulan. Dari training kalian hingga masa simulasi sebelum kalian benar-benar
akan menjadi pilot sesungguhnya, kami yang menjaga kesehatan kalian. Jadi kami akan tetap
di sini hingga kalian selesai semua.” Hye Ji berjalan dengan santai. Onew senyum-senyum
sendiri mendengar perkataan Hye Ji. Chansung hanya geleng-geleng kepala saja.
Ya…. Chansung dan Hye Ji baru di pindah tugas. Mereka harus memantau kesehatan para
pilot yang akan siap pakai.
@ CC Prince Café
Hye Ji membuka pintu depan café itu. Ia melihat-lihat ke dalamnya.
“Ah… ahjussi!.” Teriak Hye Ji pada seorang pria.
Pria itu melambaikan tangannya dan berjalan mendekati Hye Ji.
“Baru datang?. Duduklah.” Pria itu dan Hye Ji berjalan ke salah satu meja di café itu.
“Siwon ahjussi… Bagaimana?.” Hye Ji memandang khawatir pada Siwon.
“Maksudnya?.” Siwon tidak mengerti dengan pembicaraan Hye Ji.
“Kau tidak sedih Ah Ra pergi?. Sudah empat tahun. Bagaimana denganmu?.” Hye Ji
menatap Siwon [Link] tersenyum manis pada Hye Ji.
“Aku memang sangat sedih. Sampai sekarag aku tidak akan melupakannya. Aku juga
selalu berusaha lebih baik untknya. Agar ia senang melihatku di sana.” Walaupun ada sedikit
raut sedih di wajah Siwon namun ia terlihat bahagia.
“Apa kau sudah mendapat wanita lain?.”
“Aku tidak akan bisa melupakan Ah Ra. Aku berjanji padanya dan diriku. Hanya Ah
Ra satu-satunya yang mampu mendampingiku dan ada di sisiku. Mugkin sampai aku mati ia
tetap satu-satunya wanita yang aku cintai.”
“Aigoo…apa ahjussi akan jadi pria lajang selmanya?. Hingga mati gitu?.” Hye Ji
menatap Siwon tidak percaya. Siwon mengangguk dan tertawa kecil.
“Bagaimana denganmu?.” Siwon menatap Hyeji.
“Aku…” Hye Ji tidak melanjutkan bicaranya, ia terpaku dan diam melihat TV di
depannya. Seorang yang sangat di rindukannya bertahun-tahin. seseorang yang sangat ingin
ia temui ada di depannya.
“Ahjussi… aku harus pergi.” Hye Ji mengambil tasnya dan berlari keluar café.
“Ya… Hye Ji-ya...” Siwon binggung menatap Hye Ji di belakang.
***
Chansung terduduk diatas atap gedung. Ia memandangi pesawat-pesawat yang lewat.
Tiba-tiba seseorang menutup matanya.
“Siapa?.” Chansung meraba tangan yang menutup matanya. Ia tersenyum jahil dan
tertawa kecil.
“Ah Ra. Aku tau itu kau.” Ah ra melepaskan tangannya dan duduk dengan wajah
cemberut di samping Chansung.
“Gak seru!. Cepet banget nebaknya.”
“Abis…. Kamu dari dulu gak berubah. Bau dan tangannya masih sama.” Chansung
tersenyum melihat Ah Ra yang manyun. Ia menarik tangan Ah Ra hingga tubuh, Ah Ra dekat
sekali dengannya. Ia memeluk Ah Ra dari belakang.
“Bogoshippo.” Kata chansung mengeratkan pelukannya.
“Aku juga. Sedang apa di sni?. Kenapa melamun tadi?.”
“Tidak…aku hanya menghirup udara segar saja.”
“Bagaimana keadaanmu?. Kau jangan terlalu lelah. Nanti kau yang sakit bukan
pasienmu.”
“Baik ny. Hwang.” Chansung tersenyum jahil. Ah ra mencubit Chansung lembut.
Entah Chansung yang hanya bisa melihat sosok Ah Ra, atau hanya bayangan di dalam
kepalanya saja. Hanya ia yang tau.
@ Eden Park
Hye Ji memandang sekeliling. Ia terpaku melihat seorang laki-laki yang duduk santai
di atas kursi taman. Hye Ji berjalan pelan ke arahnya. Badannya gemetar hebat dan
jantungnya berdetak kencang. Hye Ji berdiri terpaku di depan laki-laki itu. Ia memandangi
Hye Ji dengan tersenyum.
“Sudah lama tidak bertemu.” Kata laki-laki itu santai.
Hye Ji memandanginya dengan sedih. Ia tidak tau mau berkata apa. Ia duduk d sampingnya.
“Kau sudah berubah ya?. Rambutmu sudah panjang, bergelombang, bajumu juga,
sudah feminim. Banyak yang tidak bisa aku liat ya?.” Ia tetap berkata santai.
“Kenapa kau meninggalkanku?. Kenapa?.”
TOP hanya diam saja. Ia menarik nafas yang sangat dalam.
“Aku tidak ada niat meninggalkanmu… aku… aku…, sebenarnya dari dulu tidak ada
yang tau aku anak presiden Korea. Karena aku tidak ingin mereka tau itu, aku masih tidak
pantas di akui jadi anak presiden. Tapi… semua akhirnya tersebar. Aku terpaksa pergi jauh
dari Korea dan menjalani hidup di Amrik. Aku sudah jadi pengusaha sukses. Dan aku
kembali sebagai Choi Seung Hyun yang lebih pantas.” Kata TOP panjang lebar.
Hye Ji hanya diam saja. Ia tidak tau harus berkata apa. Ia tidak tau harus memaafkan TOP
atau tidak.
“Maaf… aku kembali untuk mendapatkan cintamu lagi. Maaf… aku benar-benar
mencintaimu Hye Ji.”
Hye Ji tetap diam. Ia tidak tau harus menjawab apa. Sulit baginya mengatakan “iya”.
@ Hye Ji’s House
Hye Ji merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
“Kenapa aku tidak bisa berkata iya?. Bukankah ini yang aku harapkan dari dulu?. Ada
apa denganku sih?.” Gerutu Hye Ji pelan. Ia bangun dan membuka laci di dekatnya. Ia
mengambil sebuah kertas. Surat dari Ah Ra. Ia membacanya lagi.
“Apa benar kata Ah Ra?. Onew mencintaiku?.” Hye Ji memandangi kertas itu dalam
dan penuh makna.
@ Onew’s House
“Ya… Onew!.” Hye Ji membuka pintu kamar Onew yang tidak terkunci. Ia terkaget-
kaget melihat isi kamar itu. Seluruh kamar itu penuh dengan foto kenangan ia dan Onew.
Foto dari kecil hingga mereka lulus di universitas. Hye Ji tercenggang melihatnya. Ia tidak
percaya dengan matanya.
“Jadi semua itu benar?.” kata Hye Ji yang masih melonggo.
Keesokan paginya…
Hye Ji sudah berdiri di depan lapangan besar. Ia memandangi pesawat yang berjalan
dan turun.
Sebuah pesawat turun dengan baik, Onew turun dari pesawat itu dengan memakai
seragam pilotnya. Ia terlihat sangat gagah dengan memengang helm di tanga kirinya. Ia
berjalan dengan sangat mempesona seakan ada cahaya yang memancar di bekangnya.
Hye Ji hanya tercengang memandangi Onew. Baru kali ini ia sadar kalau Onew sangat
tampan dan gagah. Dan baru kali ini juga jantungnya berdebar kencang melihat Onew.
“Sedang apa di sini?. Menungguku?.” Tanya Onew yang sudah berdiri di depan Hye
Ji. Ia tersentak.
“Aku ingin mengajakmu makan.”
***
Tidak terasa waktu berjalan sangat cepat sekali. Hye Ji dan Chansung sebentar lagi
akan balik ke tempat mereka semula. Pulang kembali ke universitas mereka dan bekerja d
rumah sakit. Hye Ji dan Onew semenjak ini tambah dekat saja. Perpisahan kerja ini membuat
mereka sedih, tapi tidak ada yang menampakkannya.
Na mi mi mi mi mi mi michigo shippeo
Deo pali tik tik tik tik tik tik tik tikgo shippeo
HP Hye Ji berbunyi. Hye Ji melihat hpnya.
Kita ketemu di eden park.
Ini terakhir kalinya.
_TOP_
Hye Ji diam memandangi sms yang masuk itu.
“Siapa?.” Tanya Onew di samping Hye Ji.
“Ahh… Taehee ingin bertemu.”
Onew hanya mengangguk.
@ Eden Park
“Ada apa?.” Hye Ji sudah duduk di samping TOP. Ia memandangi TOP dalam.
“Bagaimana?. Besok aku pulang ke Amrik. Kau mau bersamaku?.” TOP tidak
menatap Hye Ji, ia hnya melihat ke arah anak-anak yang bermain. Hye Ji terdiam lama. Ia
tidak tau harus berkata apa. Tanpa mereka sadari, seorang laki-laki memerhatikan mereka
dari jauh. Ia memerhatikan dengan pandangan sedih.
“Kenapa kau harus berbohong?.” Batin cowok itu. Ia berbalik dan pergi dari tempat
itu. Hye Ji masih saja diam tanpa menjawab.
“Aku tidak bisa. Aku memang dulu mencintaimu. Tapi cinta itu sebelum kau pergi.
Sekarang aku sudah menyadari sebenarnya aku mencintai siapa. Aku tidak bisa ada di sisimu.
Maaf… Kita akan selmnya jadi teman kan?.”
TOP tersenyum pada Hye Ji dan mengacungkan jempolnya. Ia sudah tau Hye Ji akan
menjawab seperti itu. memang ia sudah sangat telat.
Hye Ji berjalan pelan menuju rumahnya.
“Kau baru pulang?.”
Hye Ji terkaget mendengar suara itu. Onew sudah berdiri di depan rumahnya.
“Kau bikin aku kaget!. Kenapa?.” Hye Ji memandangi Onew dengan binggung.
“Kau tadi bertemu dengan TOP kan?. Kau senang?.” Tanya Onew tajam.
“Senang?. Apa maksudmu?.”
“Kau sudah jadian dengannya?. Selamat!.”
“Jadian?. Siapa?. ” Onew tidak mendengar Hye Ji bicara lagi. Ia berjalan melewati
Hye Ji.
“Kau kenapa?. Cemburu?. Gak suka kalau aku ketemu dengannya?. Memang masalah
buat kamu?.” Hye Ji berteriak pada sosok Onew yang terus berjalan meninggalkannya tanpa
memperdulikannya.
“Kau laki-laki paling pengecut!.” Ketus Hye Ji. Namun sama sekali tidak di gubris
olehnya.
“Ya.. Onew!. Orang yang aku cintai itu kau!. Kenapa mesti jadian dengan orang
lain?.” Setelah berkata, Hye Ji menutup mulutnya. Ia kelepasan. Onew berhenti dan berbalik
menatap Hye Ji tidak percaya.
“Kau bilang apa tadi?.”
“Gak ada…” Hye Ji pura-pura tidak tau.
“Ya…. Kau bilang apa tadi?. Ulangi!.”
“Aku kan udah bilang. GAK ADA!!.” Ia meninggikan suaranya. Onew langsung
meninggalkannya kembali keluar dari halaman rumah Hye Ji.
Tidak tahan Hyeji mengejarnya. Dan menghentikan langkahnya.
“Hmm…hmm…hmm… aku… aku…aku… saranghaeyo Onew!.” Sontak Onew
memeluk Hye Ji tidak percaya. Ia sangat bahagia. Sesuatu yang di nantinya dari kecil jadi
kenyataan?. Ini tidak pernah ia pikirkan.
“Laki-laki bodoh!.” Gerutu Hyeji melepaskan pelukannya.
“Kaja!.” Onew menarik tangan Hye Ji dan berlari kencang.
“Mau kemana?.” Hye Ji menatap Onew binggung.
“Nanti kau pasti tau!!”
Onew membantu Hye Ji naik ke dalam pesawat. Onew pun duduk di samping Hye Ji.
“Sudah siap?” Onew memandang Hye Ji. Hye Ji tersenyum pada Onew.
Onew perlahan menerbangkan pesawatnya. Mereka berdua menyunsuri langit malam yang
penuh bintang dengan pesawat. Onew turun dengan memegang erat tangan Hyeji, seperti
tidak akan membiarkannya pergi kemanapun lagi. Mereka duduk di lapangan terbang itu,
memandang langit indah malam ini. Tak henti-hentinya wajah mereka tersenyum. Begitu
indah dan menakjubkan. Bintang-bintang yang tadinya tidak bisa di gapai di langit, sekarang
seakan ada di sekeliling mereka. Terasa bisa memetiknya. Mereka berdua sangat senang dan
tertawa dengan gembira.
Mereka berdua pun telah turun.
“Kau tau bintang-bintang itulah cintaku. Ia seperti cintaku. Yang jauh di atas dan gak
mungkin kecapai. Tapi hari ini kita bisa mencapainya. Aku sangat senang.” Kata Onew terus
menatap sosok gadis di hadapannya dalam.
Namun Hyeji sama sekali tidak tersenyum, ia malah cemberut.
“Aneh!.” Ketusnya.
“Kau kira aku percaya?. Udah ah!. Aku mau pulang saja.” Sambungnya lagi.
“Saranghae.” Kata Onew datar, namun menghentikan langkah Hyeji.
“Apa-apa?. Perasaan apa tuh?. Gak sepenuh hati.” Kata Hyeji.
Onew lalu mendekat, membuat ia takut. Wajahnya mendekat tanpa senyuman.. Ia
mendekatkan wajahnya pada Hye Ji dan menciumnya lembut.
“Saranghae.” Katanya dengan sedikit malu.
“Ya...sengaja ya?.” Kata hyeji pura-pura cemberut.
“Hmm...marah-marah tapi mukanya merah. Mau lagi?. Nanti aku sering terbang.
Susah untuk mendapatkan itu lagi.” Goda Onew.
“Gak...” Jawabnya sambil tertawa.
@ Pemakaman
Onew dan Hye Ji terlihat di depan makam Ah Ra di atas bukit. Mereka membawa
rangkaian bunga.
“Ah Ra…. Annyeong?. Sudah lama ya aku gak ke sini?. Mianhaeyo…. Maafkan aku
Ah Ra. Kau tau?. Aku akan menikah dengan Hye Ji. Impianku tercapai Itu semua berkatmu.
Gumawoeyo… kau yang selalu mendegar setiap curhatanku tentangnya tanpa bosan. Kau
yang menyatukan kami berdua. Gumawo. Jeongmal gumawo…” Onew tersenyum pada
makam Ah Ra.
Hye Ji mukanya terlihat sangat merah. Ia malu sekali pada Ah Ra.
“Terlihat konyol kan?. Aku saja tidak menyangka. Aku baru sadar kalau aku
menyukainya. Gumawo…. Karena kau aku sadar perasaan yang dari kecil terpendam itu.
Gumawo Ah Ra…” Hye Ji tersenyum menatap makam itu. Ia memang merindukan Ah Ra.
Ah ra banyak skali memberi perubahan baginya.
Onew merangkul pundak Hye Ji dan pergi dari tempat itu dengan kebahagiaan.
“Ah Ra… kami tau kau tersenyum melihat kami. Kami akan selalu bersama. Kami
janji itu!”
END