Biaya MRI di RS Panti Nirmala Malang
Biaya MRI di RS Panti Nirmala Malang
Dalam era globalisasi ini dimana perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
demikian pesat, telah mengubah segala menjadi lebih modern, cepat dan terbuka dan mudah
diakses bagi semua yang membutuhkan, termasuk kebutuhan pelayanan kesehatan yang
dibutuhkan oleh masyarakat pada umumnya. Salah satu upaya yang berpicu dari kebutuhan
masyarakat adalah upaya pelayanan akan kesehatan. Hal tersebut yang dapat dipakai sebagai
pola pikir Rumah Sakit untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang diinginkan oleh
masyarakat secara umum yang sesuai dengan ilmu perkembangan teknologi saat ini dengan
pelayanan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam perkembangannya, Rumah Sakit Panti Nirmala Malang merupakan suatu
institusi yang sangat kompleks, yang memerlukan manajemen yang baik untuk memenuhi
kriteria yang diharapkan dan yang distandarkan oleh pemerintah. Di dalam Rumah Sakit yang
komplek ini masih terbagi atas unit dan instansi yang terkait di dalamnya yang juga
memberikan penunjang pemeriksaan dan pelayanan sebagai alur pemeriksaan terhadap pasien
sesuai dengan yang dibutuhkan, salah satunya pelayanan Radiologi.
Instalasi Radiologi sendiri merupakan salah satu bagian penunjang Medis dari Rumah
Sakit yang memberikan pelayanan tentang pemeriksaan imaging yang harus memiliki standar
dari pemerintah baik secara prosedur pemeriksaan maupun pengelolaan manajemen di
dalamnya. Khususnya Instalasi Radiologi dan Diagnostik Imaging dan Radiodiagnostik
Imaging Rumah Sakit Panti Nirmala Malang yang memiliki manajemen dan prosedur yang
diharapkan. Oleh karena itu untuk menciptakan Instalasi Radiologi dan Diagnostik Imaging
Rumah Sakit Panti Nirmala Malang yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan, Instalasi
Radiologi selalu berusaha melakukan perubahan-perubahan yang mengarah kepada kemajuan
teknologi sesuai dengan Visi, Misi, Tujuan, dan Falsafah Rumah Sakit serta sesuai dengan
standar pemerintah yang diharapkan.
BAB II
LATAR BELAKANG
Sebagaimana kita ketahui bersama dengan perkembangan era globalisasi saat ini
membuat masyarakat semakin mengerti akan hukum, pengetahuan dan pelayanan kesehatan
yang optimal, menjadikan kita sebagai pelayan medis juga harus semakin berhati-hati dalam
memberikan pelayanan kesehatan yang harus sesuai dengan prosedur dan standar yang ada.
Ditinjau dari segi lain hal ini juga berdampak pada tatanan kita sebagai pelayanan kesehatan
untuk bisa mengerti dan memahami keinginan pasien atas permintaan pelayanan kesehatan di
Rumah Sakit khususnya di Instalasi Radiologi dan Diagnostik Imaging Rumah Sakit Panti
Nirmala Malang. Pada prinsipnya upaya peningkatan mutu pelayanan yang efektif dan efisien
bisa tercapai dengan hasil yang optimal harus disertai adanya kerjasama yang baik antara
petugas dan pasien pada khususnya.
BAB III
TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS
a. Tenaga dokter
Tabel 4.1. Kebutuhan tenaga dokter :
Jumlah Tenaga
Nama Jabatan
Kebutuhan Tenaga Tenaga yang ada
Kepala Instalasi Radiologi 1 1
Dokter Spesialis Radiologi 1 1
Dokter Spesialis Radiologi Konsultan Intervensional 1 1
Dokter Spesialis Radiologi Konsultan Thorak 1 1
Dokter Spesialis Radiologi (K) Abdomen 1 1
Dokter Spesialis Neuro Imaging Radiologi 1 1
Dokter Spesialis Jantung Dan Pembuluh Darah 1 1
Total 7 7
Keterangan:
1) 1 orang sebagai kepala instalasi radiologi (on site)
2) 5 orang dokter spesialis Radiologi yang mempuyai SIP jadwal diatur bergantian oleh kepala Instalasi Radiologi (part
time)
3) 1 orang orang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (part time)
b. Tenaga petugas Instalasi Radiologi
Tabel 4.2. Kebutuhan tenaga petugas Instalasi Radiologi
Jumlah Tenaga
Nama Jabatan
Kebutuhan Tenaga Tenaga yang ada
Kepala Instalasi Radiologi 1 1
KUPR 1 1
PPR 1 1
Radiografer Pelaksana 8 8
Perawat Pelaksana 2 2
Fisikawan Medis 1 1
Total 14 14
Keterangan:
1) Pelaksana C Arm di IKO oleh Petugas Radiologi dan USG di IPI dan di Poli kandungan oleh dokter yang kompeten
dan mempunyai SIP dan SIK.
2) Tenaga Pelaksana Elektomedis (ATEM) berada di bagian umum dan mengerjakan semua peralatan medis yang berada
di rumah sakit termasuk instalasi radiologi.
4.2.2. Orientasi Instalasi Radiologi
Kegiatan orientasi bagi petugas radiologi hanya diberikan kepada petugas yang
baru masuk kerja sehingga karyawan baru dapat berhubungan cepat dengan
lingkungan kerja dengan menggunakan logbook yang sudah disiapkan oleh
bagian PSDM yang meliputi:
a. Orientasi umum
Orientasi umum merupakan pengenalan karyawan baru tentang RS Panti
Nirmala. Dilaksanakan sesuai dengan penjdawalan dari Subbagian SDM
dan Diklat. Jenis kegiatan orientasi meliputi visi misi rumah sakit, struktur
organisasi rumah sakit dan peraturan perusahaan rumah sakit, prosedur
ketenagaan rumah sakit serta orientasi yang dari komite Mutu, PPI,
Manajemen Fasilitas
b. Orientasi Khusus
Orientasi khusus merupakan pengenalan karyawan baru tentang Instalasi
Radiologi RS Panti Nirmala. Dilaksanakan selama 2 bulan awal sejak
karyawan mulai bekerja meliputi kebijakan, pedoman organisasi, pedoman
pelayanan dan prosedur.
c. Fisikawan Medis
No Indikator Komponen Indikator Mutu Target
I Sasaran Kerja Karyawan (60%)
a Manajemen 1 Melaksanakan QC dan QA 9
Instalasi Radiologi
Menyiapkan peralatan medis yaitu QA/QC masing-masing alat
2
radiologi di luar Radiologi
Melakukan kalibrasi dengan QC dan QA pada semua peralatan
3
(di radiologi dan luar radiologi)
Melaksanakan keselamatan radiasi melalui survey radiasi
4
lapangan/kecelakaan radiasi
b Admintrasi 1 Supervisi Peralatan 1
Instalasi Radiologi
2 Membuat laporan dan menganalisa data dosimeter dan TLD
3 Monitor, analisa dan membuat laporan alat proteksi radiasi
4 Membantu menyusun laporan admintrasi
5 Melaksanakan program keselamatan pasien dan peningkatan mutu
II Perilaku Kinerja (40%)
a Disiplin kerja
b Tanggung jawab
c Sikap/ kepribadian
d Kerjasama dengan rekan kerja
e Pelayanan terhadap pasien/ pelanggan
d. Radiografer
No Indikator Komponen Indikator Mutu Target
I Sasaran Kerja Karyawan (60%)
a Manajemen 1 Melaksanakan X Ray 4
Instalasi Radiologi
2 Melaksanakan Citobed 1
3 Melaksanakan C arm 1
e. Perawat
No Indikator Komponen Indikator Mutu Target
I Sasaran Kerja Karyawan (60%)
a Melaksanakan Tindakan Mandiri Keperawatan 1 Assemen Pasien 10
2 TTV
3 Edukasi
4 Asistensi USG
5 Pemantauan penerapan kewaspadaan standar
b Melaksanakan Tindakan Koborasi Keperawatan 1 Memasang infus 1
2 Memasang kateter
3 Memasang oksigen
4 Memberikan obat IV
c 1 Melakukan billing 2
2 Memberikan edukasi pemeriksaan
Administrasi 3 Persiapan dan penjadwalan pasien
4 Melakukan pengecekan dan packing hasil ekspertise
5 Cek billing, total pemakaian film, mutu
II Perilaku Kinerja (40%)
a Disiplin kerja
b Tanggung jawab
c Sikap/ kepribadian
d Kerjasama dengan rekan kerja
e Pelayanan terhadap pasien/ pelanggan
4.3.2. Penggantian
Rencana kegiatan pokok penggantian fasilitas Instalasi Radiologi Rumah Sakit Panti Nirmala Malang tahun 2024 adalah :
1) Penggantian Unit X Ray Konvensional
2) Penambahan helium MRI
4.3.3. Penambahan/ Investasi
Rencana kegiatan pokok penambahan fasilitas Instalasi Radiologi Rumah Sakit Panti Nirmala Malang tahun 2024 adalah :
1) Penambahan PACS
4.3.4. Rencana Anggaran Belanja
No. Nama Barang Jumlah Harga Satuan Total Harga Keterangan
MRI 1,5 MERK SIEMENS TAHUN PEMASANGAN 31 MARET 2017 (Kontrak service 1 Juli 2021 sampai dengan 30 Juni 2024)
1 AXXESS60 MAGNET Supervisory unit 1 Rp 260,000,000.00 260,000,000.00 tidak temasuk kontrak service
2 Body Coil 1 Rp 938,000,000.00 938,000,000.00 tidak temasuk kontrak service
3 Gradient Coil 1 Rp 3,661,000,000.00 3,661,000,000.00 tidak temasuk kontrak service
4 Maintenance injektor + Kalibrasi 1 Rp 10,000,000.00 10,000,000.00 tidak pernah kalibrasi
5 Kalibrasi MRI 1 Rp 3,300,000.00 3,300,000.00 Berakhir 24 Desember 2023
6 Lampu Sorot 50W 10 Rp 100,000.00 1,000,000.00 untuk ruang gantry MRI
7 Lampu FAR 80W 27 Rp 150,000.00 4,050,000.00 untuk ruang gantry MRI
8 Head matrix Coil 1 Rp 330,000,000.00 330,000,000.00 tidak temasuk kontrak service
9 Neck matrix Coil 1 Rp 199,000,000.00 199,000,000.00 tidak temasuk kontrak service
10 Extremity matrix Coil 1 Rp 120,000,000.00 120,000,000.00 tidak temasuk kontrak service
11 Coolhead 1 Rp 743,000,000.00 743,000,000.00 tidak temasuk kontrak service
12 Helium Liquid (500L) 1 Rp 748,000,000.00 748,000,000.00 Volume pada tgl 10/07/2023 81.0%
13 Body matrix coil 1 Rp 229,000,000.00 229,000,000.00 tidak temasuk kontrak service
14 Flex small coil 1.5T 1 Rp 151,000,000.00 151,000,000.00 tidak temasuk kontrak service
15 Flex large coil 1.5T 1 Rp 150,000,000.00 150,000,000.00 tidak temasuk kontrak service
TOTAL MRI 7,547,350,000.00
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
1 Identifikasi Pasien Pasien mendapatkan Inst Karena tidak dilakukan R.1 Kemungkinan Sehingga terjadi Karena tidak dilakukan SPO pemeriksaan radiologi
pemeriksaan radiologi yang Radiologi identifikasi identitas terjadi pengulangan identifikasi identitas pasien dan Ceklist identitas pasien
tepat sesuai dengan surat pasien dan surat ketidaktepatan pemeriksaan
surat pengantar pemeriksaan
pengantar pemeriksaan 100 % pengantar pemeriksaan pasien atau atau terjadi
dalam 1 tahun jenis kesalahan Kemungkinan terjadi
pemeriksaan diagnosa ketidaktepatan pasien atau
yang akan jenis pemeriksaan yang akan
dilakukan dilakukan Sehingga terjadi
pengulangan pemeriksaan atau
terjadi kesalahan diagnosa
2 Pemeriksaan Radiologi Pemeriksaan radiologi dapat Inst karena tidak dilakukan R.2 kemungkinan sehingga terjadi karena tidak dilakukan SOP pemeriksaan radiologi
dengan persiapan dikerjakan sesuai dengan Radiologi persiapan sesuai hasil kesalahan persiapan sesuai pemeriksaan
jadwal dan memberikan hasil pemeriksaan yang akan pemeriksaan diagnosa dan
yang akan dilakukan
pemeriksaan yang optimal 100 dilakukan menjadi tidak terapi sesuai
% dalam 1 tahun optimal hasil kemungkinan hasil
pemeriksaan pemeriksaan menjadi tidak
yang dilakukan. optimal sehingga terjadi
kesalahan diagnosa dan terapi
sesuai hasil pemeriksaan yang
dilakukan.
3 Asesmen alergi Meniadakan risiko kejadian Inst karena tidak dilakukan R.3 kemungkinan sehingga bisa karena tidak dilakukan Informed concent
reaksi alergi terhadap Radiologi asesmen alergi serta akan terjadi efek terjadi asesmen alergi serta tidak SPO pemeriksaan dengan
pemberian obat kontras pada tidak dilakukan test alergi pada penundaan kontras
dilakukan test alergi sebelum
pemeriksaan radiologi 100 % alergi sebelum pasien saat pelayanan serta
dalam 1 tahun pemeriksaan dengan dilakukan kemungkinan pemeriksaan dengan kontras
kontras pemeriksaan pasien kemungkinan akan terjadi efek
dengan kontras mengalami alergi pada pasien saat
alergi obat dilakukan pemeriksaan dengan
sampai syok kontras sehingga bisa terjadi
alergi penundaan pelayanan serta
kemungkinan pasien
mengalami alergi obat sampai
syok alergi
4 Paparan radiasi pasien Meminimalkan resiko paparan Inst karena paparan radiasi R.4 kemungkinan sehingga akan karena paparan radiasi yang Informed concent
dan petugas pada radiasi yang diterima oleh Radiologi yang diterima oleh terjadi efek mengganggu diterima oleh pasien dan Pemakaian TLD
pemeriksaan dengan pasien dan petugas tidak pasien dan petugas radiasi kesehatan Pemakaian dosimeter
petugas melebihi standar
menggunakan Sinar-X melebihi NBD (Nilai Batas melebihi standar pasien dan
sesuai dengan standart Dosis) yang ditentukan pada petugas kemungkinan terjadi efek
pemeriksaan radiologi 100 % radiasi sehingga akan
dalam 1 tahun mengganggu kesehatan pasien
dan petugas
5 MR Safety pada Memberikan kepastian Inst karena tidak dilakukan R.5 kemungkinan sehingga hasil karena tidak dilakukan Informed concent
pemeriksaan MRI keamanan dan kenyaman bagi Radiologi assesment MR Safety terjadi gangguan pemeriksaan assesment MR Safety sebelum Pemakaian TLD
pasien pada pemeriksaan MRI sebelum dilakukan pada hasil menjadi tidak Pemakaian dosimeter
dilakukan pemeriksaan MRI
100 % dalam 1 tahun pemeriksaan MRI pemeriksaan optimal
kemungkinan terjadi gangguan
pada hasil pemeriksaan
sehingga hasil pemeriksaan
menjadi tidak optimal
6 Pengecekan dan Meminimalkan kesalahan Inst karena tidak dilakukan R.6 kemungkinan sehingga karena tidak dilakukan Informed concent
supervisi Billing billing dan administrasi Radiologi pengecekan billing dan terjadi kemungkinan pengecekan billing dan Form Safety MRI
administrasi pemeriksaan radiologi 100 % administrasi kesalahan input bisa terjadi
administrasi kemungkinan
dalam 1 tahun jenis kerugian baik
pemeriksaan bagi pasien atau terjadi kesalahan input jenis
dan biaya bagi Rumah pemeriksaan dan biaya
pemeriksaan Sakit pemeriksaan sehingga
kemungkinan bisa terjadi
kerugian baik bagi pasien atau
bagi Rumah Sakit
31 Pemeliharaan Chiller MRI Kegiatan pemeriksaan MRI Inst Karena tidak dilakukan R31 mungkin terjadi sehingga Karena tidak dilakukan Ceklis pemeliharaan dan
dan monitoring gas dapat berjalan dengan baik, Radiologi pemeliharaan chiller dan kerusakan pada pelayanan pemeliharaan chiller dan monitoring gas helium
helium alat MRI terjaga dengan baik monitoring gas helium alat MRI pemeriksaan
monitoring gas helium
100 % dalam 1 tahun MRI tidak
berjalan dengan mungkin terjadi kerusakan
baik pada alat MRI sehingga
pelayanan pemeriksaan MRI
tidak berjalan dengan baik
32 Pemeliharaan AC Memastikan kondisi suhu Inst Karena tidak dilakukan R32 mungkin saja Sehingga suhu Karena tidak dilakukan Ceklist suhu ruangan
ruangan ruang terjaga supaya Radiologi pengecekan AC dan ada AC yang ruangan naik pengecekan AC dan suhu
suhu ruangan secara tidak berfungsi dan
ruangan secara rutin mungkin
rutin meningkatkan
resiko alat saja ada AC yang tidak
menjadi over berfungsi Sehingga suhu
heat ruangan naik dan
meningkatkan resiko alat
menjadi over heat
33 QC alat radiodiagnostik Memberikan jaminan mutu Inst Karena tidak dilakukan R33 Kemungkinan Sehingga hasil Karena tidak dilakukan QC Ceklist maintenence
dan imaging bahwa alat radiologi diagnostik Radiologi QC pada alat sebelum terjadi pemeriksaan pada alat sebelum tindakan
imaging layak, aman dan siap tindakan pemeriksaan penurunan tidak optimal
pemeriksaan Kemungkinan
bagi pasien saat pemeriksaan kualitas alat dan
100 % dalam 1 tahun kemungkinan terjadi penurunan kualitas alat
terjadi Sehingga hasil pemeriksaan
kesalahan tidak optimal dan
diagnosa kemungkinan terjadi kesalahan
diagnosa
4.3 Upaya Keselamatan
4.5.1 Upaya Keselamatan Pasien
Upaya keselamatan pasien yang dilakukan antara lain:
1) Mengidentifikasi pasien dengan benar sejak awal pasien masuk sampai
dengan pasien keluar terhadap semua pelayanan yang diterima oleh pasien
2) Meningkatkan komunikasi lisan yang efektif menggunakan prosedur :
Write back, Read back dan Repeat Back (reconfirm)
3) Meningkatkan keamanan obat obatan yang harus diwaspadai (high-alert
medikation)
4) Mengurangi risiko cidera pasien akibat terjatuh
5) Memberikan informasi kepada pasien dan atau keluraga pasein tentang
dosis radiasi yang diterima oleh pasien dengan mengisi inform concent
6) Melakukan pengecekan ketepatan penyerahan hasil pemeriksaan.
7) Untuk wanita hamil apabila dilakukan pemeriksaan radiologi
menggunakan apron yang diletakkan di daerah abdomen dengan
persetujuan (Informed Consent).
4.5.2 Upaya Keselamatan Staf
Upaya keselamatan staf yang dilakukan antara lain:
1) Melakukan skrining Kesehatan awal untuk karyawan baru Subbagian
Casemix, berupa pemeriksaan X-Ray thorax dan Laboratorium, serta
skrining untuk HIV, Hepatitis, TB dan Covid-19
2) Mengikuti pelatihan pengendalian pajanan kerja yang berbahaya.
3) Mengikuti pendidikan, pelatihan, dan intervensi terkait pengelolaan
kekerasan di tempat kerja
4) Mengikuti pendidikan, pelatihan, dan intervensi terhadap karyawan yang
berpotensi melakukan kejadian tidak diharapkan (KTD) atau kejadian
sentinel
5) Mengikuti pelatihan tata laksana kondisi terkait pekerjaan yang umum
dijumpai seperti cedera punggung atau cedera lain yang lebih darurat
6) Dilakukan konseling bila dinilai memerlukan pengelolaan kesehatan
mental karyawan
7) Setiap karyawan harus menggunakan TLD yang dievaluasi 3 bulan sekali
oleh BPFK
8) Penggunaan C Arm menggunakan alat dosimeter
9) Pemeriksaan berkala dilakukan sesuai jadwal dari K3
10) Bagi petugas yang hamil tidak boleh melakukan pemeriksaan Radiology
Diagnostic Imaging
11) Penggunaan APD yang tepat dan sesuai standar
4.5.6 Logistik
Pengelolaan perbekalan logistik di instalasi radiologi adalah sangat
penting untuk kebutuhan asuhan pasien. Adapun tata laksana pengelolaan
logistik ditetapkan oleh rumah sakit dengan cara mengidentifikasi film dan
bahan perbekalan penting yang diperlukan mulai dari pemesanan barang
termasuk bila terjadi kondisi kekosongan, akan di atur sesuai dengan
ketentuan yang berlaku di Instalasi Farmasi , setelah barang yang dipesan
datang, diberi label dengan beberapa warna yang terdiri dari :
1) Warna merah untuk film dengan kadaluarsa kurang dari satu bulan
2) Warna kuning untuk film dengan kadaluarsa satu bulan sampai tiga
bulan
3) Warna hijau untuk film dengan kadaluarsa lebih dari tiga bulan
Kemudian barang disimpan, didistribusikan sesuai pedoman dari
pembuatnya atau instruksi pada kemasan, untuk memastikan akurasi dan
presisi hasil pemeriksaan dilakukan audit setiap bulan sekali yang meliputi
suhu ruangan, label dari pabrik, perubahan fisik dan masa kadaluwarsa dan
didokumentasikan dalam bentuk ceklist
.
4.6 Rapat
1) Rapat rutin
Rapat rutin dilakukan tiap 1 bulan sekali jumat kedua membahas tentang:
a. Evaluasi kegiatan pemeriksaan di Instalasi radiologi meliputi USG, X Ray, CT
Scan, MRI.
b. Evaluasi SDM di Instalasi Radiologi
c. Perencanaan dan upaya peningkatan kinerja SDM di Instalasi Radiologi
Rumah Sakit Panti Nirmala Malang
d. Evaluasi kinerja petugas di Instalasi Radiologi
e. Perencanaan sarana dan prasarana yang disesuaikan dengan kemajuan
tehnologi kedokteran setiap tahun
f. Mengevaluasi mutu pelayanan tiap bulan sekali
g. Rekomendasi dan usulan untuk peningkatan kinerja pelayanan Radiologi
2) Rapat insidentil
Rapat insidentil sewaktu waktu tergantung kondisi ruangan, kendala atau regulasi
baru yang mengharuskan untuk diadakannya rapat, rincian pelaksanaan rapat rutin
dengan membahas tentang kondisi, kendala atau regulasi baru.
4.7 Laporan
Laporan Instalasi Radiologi meliputi:
a. Laporan Harian, Laporan Bulanan, Laporan Triwulan, Laporan Semester dan
Laporan Tahunan.
Rincian Laporan antara lain:
1) Laporan realisasi kegiatan pelayanan Diagnostik Imaging di Instalasi
Radiologi yang meliputi kunjungan X-Ray, USG, CT Scan, dan MRI pasien
rawat jalan dan rawat inap dalam satu bulan, triwulan semester dan tahun
beserta analisa, evaluasi dan rencana tindak lanjut
2) Laporan kunjungan pasien rujukan luar satu bulan, triwulan semester dan
tahun beserta analisa, evaluasi dan rencana tindak lanjut
3) Jumlah pemakaian film dalam satu bulan, triwulan semester dan tahun beserta
analisa, evaluasi dan rencana tindak lanjut
4) Laporan jumlah ketenagaan Instalasi Radiologi dan seluruh kegiatan orientasi,
pelatihan baik internal atau eksternal dalam satu bulan, triwulan semester dan
tahun beserta analisa , evaluasi dan rencana tindak lanjut
5) Laporan pengelolaan peralatan beserta evaluasi dan rencana tindak lanjut
6) Laporan kegiatan peningkatan mutu rumah sakit beserta evaluasi dan rencana
tindak lanjut
7) Laporan tahunan Instalasi Radiologi diteruskan pada direktur Rumah Sakit
Panti Nirmala Malang yang berisi seluruh kegiatan Instalasi Radiologi selama
satu tahun sesuai dengan program kerja tahunan.
BAB V
CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
Jumlah Tenaga
Nama Jabatan
Kebutuhan Yang Ada
Kepala Instalasi Radiologi 1 1
Dokter Spesialis Radiologi 1 1
Dokter Spesialis Radiologi Konsultan Intervensional 1 1
Dokter Spesialis Radiologi Konsultan Thorak 1 1
Dokter Spesialis Radiologi (K) Abdomen 1 1
Dokter Spesialis Neuro Imaging Radiologi 1 1
Dokter Spesialis Jantung Dan Pembuluh Darah 1 1
Jumlah tenaga dokter radiologi 7 7
1 orang sebagai kepala instalasi radiologi
4 orang dokter spesialis Radiologi yang mempuyai SIP jadwal diatur bergantian oleh
kepala Instalasi Radiologi ( Part time)
1 orang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (Part time)
b) Tenaga Petugas radiologi
5.2.2 Orientasi
a) Orientasi umum untuk karyawan baru Instalasi Radiologi dilaksanakan dengan
menghadiri kegiatan yang sudah dijadwalkan dari Subbagian SDM dan Diklat.
Karyawan baru akan mengisi laporan kegiatan orientasi umum tersebut dan
setelah kegiatan selesai dilaksanakan, laporan tersebut diserahkan ke
Subbagian SDM dan Diklat.
Tabel 5.1. Laporan kegiatan orientasi umum
Tgl/ TT
Jenis Materi Pemateri
jam
Orientasi 1. Falsafah, tujuan, visi dan misi RS Panti
Rumah Nirmala Malang.
Sakit 2. Struktur Organisasi RS Panti Nirmala
Malang.
3. Sejarah RS Panti Nirmala
1. Peraturan Perusahaan Rumah Sakit Panti
Nirmala Malang.
2. Prosedur Ketenagaan RS Panti Nirmala
Malang
Customer Service
Orientasi Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit
Tim Peningkatan Mutu Rumah Sakit dan
Rumah Keselamatan Pasien
Sakit Penanggulangan kebakaran, bencana dan
pencegahan kecelakaan kerja
Penanggulangan kegawat daruratan
Budaya Keselamatan RS
Sasaran Keselamatan Pasien (SKP)
Kompetensi dan kewenangan Staf
Penanggulangan kegawat daruratan
Hak pasien dan Keluarga (HPK)
Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK)
Manajenen Komunikasi dan Informasi
(MKI)
Orientasi Kebijakan
Khusus Pedoman Pengorganisasian
Instalasi Peraturan tentang JKN
Radiologi SPO
Uraian tugas
Pengenalan alat alat Radiologi
Proteksi radiasi
Uraian Tugas administrasi pennerimaan
pasien di radiologi
Uraian Tugas pelaksanaan X Ray
Uraian Tugas pelaksanaan C Arm
Uraian Tugas pelaksanaan CT Scan
Uraian Tugas pelaksanaan MRI
Uraian Tugas pelaksanaan Asistensi USG
Uraian Tugas pelaksanaan
b) Orientasi khusus untuk karyawan baru Instalasi Radiologi dilaksanakan
dengan observasi dan praktik langsung sesuai uraian tugas yang ada di
Instalasi Radiologi dalam kurun waktu 2 bulan. Karyawan baru akan mengisi
laporan kegiatan orientasi khusus dan laporan tersebut digunakan sebagai
salah satu bahan penilaian untuk proses selanjutnya. Laporan yang harus diisi
sesuai dengan jabatan yang karyawan baru Instalasi Radiologi, yaitu:
1) Orientasi Dokter Radiologi
Table 5.2 . Laporan kegaiatan orientasi khusus Tenaga Dokter Radiologi
Minggu Ke PJ
No Materi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Pengenalan Personil, Ka. Inst.
Sosialisai Struktur Radiologi
Organisasi, Visi, Misi,
Falsafah dan Tujuan Ins
Radiologi
2. Mengetahui alur Ka. Inst.
pemeriksaan Radiologi Radiologi
3. Mengetahui dan memahami Ka. Inst.
macam-macam pencatatan Radiologi
dan pelaporan hasil
Radiologi
4. Mengetahui dan memahami Ka. Inst.
pencatatan pelaporan Radiologi
keuangan
5. Mengetahui dan memahami Ka. Inst.
perencanaan, penggunaan, Radiologi
penerimaan dan penggunaan
obat kontras dan film
6. Mengetahui dan memahami Ka. Inst.
pencatatan, penyimpanan dan Radiologi
pemusnahan arsip
7. Mengetahui dan memahami Ka. Inst.
cara pemasukkan data ke Radiologi
computer
1. X Ray
Pelaksanaan foto konvensional Tgl
1. [Link] Non kontras TT
- Proses penerimaan/pengertian surat Nama
permintaan foto
- Proses identifikasi pasien
- Proses edukasi ke pasien tentang proses
Radiografi, posisi, waktu pengerjaannya.
- Proses penerapan faktor eksposi
2. [Link] kontras
- Proses penerimaan/pengertian surat
permintaan foto kontras
- Proses identifikasi pasien
- Proses edukasi tentang persiapan foto
dengan kontras
- Proses edukasi ke pasien tentang proses
Radiografi, posisi, waktu pengerjaannya.
- Proses edukasi tentang efek radiasi kepada
pasien
- Proses penerapan faktor eksposi dengan
kontras
2. CT SCAN
1. CT Scan Non Kontras Tgl
- Proses identifikasi pasien TT
- Proses penerimaan/pengertian surat Nama
permintaan CT Scan
- Proses edukasi tentang pelaksanaan CT
Scan dan lamanya pengerjaan.
- Proses edukasi tentang efek radiasi
kepada pasien
- Proses penerapan SOP CT Scan Non
Kontras (Head, Ekstremitas, Thorax N.
Kontras, Abdomen N. Kontras)
2. CT Scan dengan Kontras.
- Proses identifikasi pasien
- Proses penerimaan/pengertian surat
permintaan CT. Scan\Proses edukasi
kepada pasien tentang persiapan CT.
Scan dengan Kontras dan persiapan
Laborat yang harus dijalani.
- Proses edukasi pemberian obat kontras
dan efek obat kontras
- Proses edukasi tentang pelaksanaan CT.
Scan dan lamanya pengerjaan.
- Proses edukasi tentang efek radiasi
kepada pasien
- Proses penerapan SOP CT. Scan dengan
kontras Head, Thorax, Abdomen,
Ekstremitas dan CT. Angio)
3. C- R
Penerapan C-R Tgl
- Identifikasi pasien
TT
- Proses edit identitas pasien
Nama
- Proses edit gambar pasien yang telah
diekspos
- Proses pemilihan print out foto
4. USG
USG (Ultrasonography) Tgl
- Proses identifikasi pasien TT
- Proses edukasi ke pasien tentang Nama
persiapan pasien USG
- Proses edit identitas pasien pada
monitor USG
- Proses edukasi kepada pasien tentang
proses USG
- Proses Asisten Dokter USG
5. ADMINISTRASI
Penyerahan hasil Foto Tgl
TT
Nama
Pemeliharaan Alat Tgl
TT
Nama
Inventaris Linen dan distribusi linen Tgl
TT
Nama
Sterilisasi Alat dan distribusinya Tgl
TT
Nama
Laporan – Laporan Instalasi Radiologi dan Tgl
Diagnostik Imaging TT
- Laporan Bulanan Nama
NO MATERI SASARAN
1 PPR Radiografer dan fisikawan medis
2 Pendidikan Radiografi Radiografer
3 Seminar tentang Radiologi Perawat, fisikawan medis dan radiografer
4 Seminar USG Perawat, fisikawan medis dan radiografer
5 Seminar CT Scan Radiografer dan fisikawan medis
6 Pemantapan pelatihan CT Scan Angiografi Perawat, fisikawan medis dan Radiografer
7 Pelatihan teknik radiografi Radiografer dan fisikawan medis
8 Pelatihan MRI dasar Radiografer dan fisikawan medis
9 Pelatihan MRI lanjutan Radiografer dan fisikawan medis
10 Evaluasi TLD oleh BPFK Seluruh petugas radiologi
Anggaran
No Kegiatan
Jumlah Biaya Total Biaya
1 PPR 1 15,000,000 15,000,000
2 Pendidikan S1 Keperawatan 1 35,000,000 35,000,000
3 Seminar Radiografer 10 2,500,000 25,000,000
4 Seminar Perawat Radiologi 2 2,500,000 5,000,000
5 Seminar Fisikawan Medis 1 2,500,000 2.500,000
Tunjangan Bahaya Radiasi (14 orang X 168 1,150,000 193,200,000
6
12 Bulan )
Pembacaan TLD oleh BPFK (16 TLD 64 250,000 16,000,000
7
x 4 dalam 1 thn)
Total 291.700.000
Petugas
Pengukuran dan Evaluasi hasil personal dosimetri
Radiologi
2 Uji Fungsi Saat alat baru atau ganti spare part Sesuai
Alat/ kondisi alat
Pengganti
an
3 Uji Alat yang menggunakan sumber radiasi 4 tahun
Kesesuaia sekali
n Alat
4 Kalibrasi Semua alat kesehatan harus dilakukan kalibrasi Tiap tahu
sekali
5 Inventaris Semua peralatan medis dan non medis dilakukan inventaris. Tiap tahu
asi Pembagian inventaris medis oleh bagian keperawatan dan non sekali
medis oleh bagian tim logistik pusat.
Pemeliharaan fasilitas peralatan yang ada di Instalasi Radiologi yaitu:
a. Inventaris fasilitas yang ada di Instalasi Radiologi dilakukan 1 tahun sekali
atau bila ada perubahan fasilitas yang ada.
b. Fasilitas Instalasi Radiologi terdiri dari:
1) Pemeliharaan fasilitas tidak bergerak, antara lain ruang Instalasi
Radiologi, mebelair, lampu, dan AC.
2) Pemeliharaan fasilitas bergerak, antara lain komputer dan jaringannya,
laptop, telepon, alat perkantoran, alat scanner, alat printer, dan UPS.
3) Pemeliharaan aplikasi - aplikasi komputer dari peralatan medis
radiodiagnostik dan imaging
c. Pemeliharaan fasilitas tidak bergerak:
1) Untuk ruang Instalasi Radiologi dan mebelair dilakukan pemeliharaan
berupa pembersihan ruang 2 kali sehari oleh petugas kebersihan.
2) Lampu dan AC dilakukan pemeliharaan sesuai dengan jadwal dari
Subbagian Pemeliharaan atau bila terjadi kendala.
d. Pemeliharaan fasilitas bergerak
1) Untuk komputer dan jaringannya, laptop, alat scanner, alat printer dan
UPS pemeliharaan dilakukan sesuai dengan jadwal dari Subbagian
SIMRS atau bila terjadi kendala.
2) Untuk telepon dan alat perkantoran pemeliharaan dilakukan sesuai
dengan jadwal dari Subbagian Pemeliharaan atau bila terjadi kendala.
e. Pemeliharaan aplikasi-aplikasi komputer peralatan medis oleh masing
masing vendor.
f. Pemeliharaan seluruh fasilitas yang ada di Instalasi Radiologi dilaksanakan
setiap harinya oleh karyawan Instalasi Radiologi dengan cara pengecekan
fungsi dari peralatan dan aplikasi yang ada
5.3.2 Penggantian
Rencana pelaksanaan penggantian fasilitas Instalasi Radiologi Rumah Sakit Panti
Nirmala Malang tahun 2024 diharapkan adanya penggantian Alat X Ray
Konvensional.
5.3.3 Penambahan/ Investasi
Rencana penambahan atau investasi fasilitas Instalasi Radiologi Rumah Sakit
Panti Nirmala Malang tahun 2024 tindakan yang dilakukan dengan cara menerima
penawaran dari beberapa vendor untuk semua jenis alat kemudian pihak
managemen menentukan pilihan dan memesankan barang tersebut setelah barang
datang dilakukan kalibrasi, uji fungsi dan uji kesesuaian alat terhadap alat dan
dilakukan evaluasi pemakaian.
Alat tersebut diatas adalah penambahan PACS.
5.4. Mutu
1. Kegiatan pemantauan indikator mutu dilakukan setiap hari dan bila ada kejadian
langsung di tindak lanjuti di unit atau bila perlu ke Komite Mutu
2. Pelaporan dilakukan setiap bulan
3. Menerapkan keselamatan pasien di Unit Radiologi
4. Mengikuti pelatihan–pelatihan keselamatan pasien yang diadakan oleh tim KPRS
5. Mengembangkan sistem informasi pencatatan dan pelaporan internal tentang
insiden
6. Manajemen Risiko :
a) Mengidentifikasi risiko yang terjadi
b) Melakukan greeding risiko dan peringkat sesuai risiko yang terjadi
c) Melaksanakan tindakan pengendalian resiko yang ada
d) Insiden risiko dilaporkan melalui laporan insiden keselamatan pasien di setiap
unit setiap bulan.
e) Setiap insiden keselamatan pasien dilaporkan dalam waktu 2 x 24 jam kepada
KMKeP dengan menggunakan form pelaporan yang telah tersedia
f) Sedangkan untuk risiko non klinis, dilakukan dengan pencatatan kejadian risiko
yang telah ditentukan oleh unit terkait dan dilaporkan kepada Komite Mutu
g) Pelaporan dilakukan setiap 6 bulan sekali
7. Insiden Keselamatan Pasien dilakukan bila ada kejadian dan dilaporkan tiap bulan.
5.7. Rapat
Rapat dilakukan tiap 1 bulan sekali pada hari Jumat minggu ke dua dalam bulan dan bila
kondisi insidentil bisa sewaktu waktu sesuai kondisi di unit masing masing.
5.8. Laporan
1) Kegiatan laporan dilakukan tiap bulan kepada Komite Mutu, Komite PPIRS dan
Komite K3
2) Laporan kegiatan program dilaporkan tiap bulan, triwulan, semester dan tahunan ke
kepala bidang penunjang medik
3) Laporan manajemen risiko dilaporkan tiap 6 bulan sekali ke komite mutu.
BAB VI
SASARAN
a. Pelayanan X-Ray rawat inap dan rawat jalan menjadi 707 per bulan
b. Pelayanan USG rawat inap dan rawat jalan menjadi 221 per bulan
c. Pelayanan Echocardiografi rawat inap dan rawat jalan menjadi 67 per bulan
d. Pelayanan CT Scan rawat inap dan rawat jalan menjadi 120 per bulan
e. Pelayanan pemeriksaan MRI meningkat dengan target 99 pasien per bulan
6.3. Fasilitas
Sasaran pemeliharaan, penggantian dan penambahan fasilitas di Instalasi radiologi
adalah :
1) Semua peralatan dan ruangan radiologi harus memenuhi standar yang telah
ditetapkan oleh BPFK (Balai Pengawas Fasilitas Kesehatan) dan BAPETEN
(Badan Pengawas Tenaga Nuklir)
2) Semua peralatan dalam kondisi baik dan siap pakai dan aman untuk pelayanan.
3) Peralatan yang tersedia mencukupi sesuai dengan kebutuhan dan pelayanan dan
diharapkan.
4) Pengajuan penambahan PACS dapat terpenuhi.
6.4. Mutu
a) Sasaran indikator mutu instalasi Radiologi adalah :
1) Pemantauan indikator mutu telah dipahami oleh semua karyawan Instalasi
Radiologi
2) Seluruh karyawan Subbagian Casemix terlibat aktif dalam pemantauan
indikator mutu
3) Indikator mutu terisi dengan baik sesuai ketentuan.
4) Jenis Mutu di Instalasi radiologi antara lain :
a) Kesalahan Identifikasi Pasien (Mutu Prioritas Unit)
b) Ketepatan posisi pemeriksaan radiologi
c) Insiden pasien jatuh di lingkungan rumah sakit
d) Pemeriksaan ulang radiologi
e) Penolakan Expertise
f) Ketepatan Penyerahan Hasil Pemeriksaan Radiologi
g) Ketepatan Penyerahan Hasil Pemeriksaan Radiologi Rujukan Luar
.
b) . Sasaran manajemen risiko Instalasi Radiologi :
1) Identifikasi pasien
2) Pemeriksaan radiologi dengan persiapan
3) Asesmen alergdi pada pemeriksaan Radiologi dengan kontras
4) Paparan radiasi yang diterima oleh pasien dan petugas dalam batas nilai
standar
5) MR Safety pada pemeriksaan MRI
6) Pemeliharaan chiller dan monitoring gas Helium
7) Pemeliharaan AC ruangan
8) QC alat radiodiagnostik dan imaging
c) Sasaran kegiatan insiden keselamatan pasien dilakukan kepada tim Komite Mutu
bila ada kejadian
6.8. Rapat
Sasaran kegiatan rapat untuk khusus petugas radiologi yang terdiri dari :
1) Dokter radiologi
2) Fisikawan Medis
3) Radiografer
4) Perawat
6.9. Laporan
Sasaran laporan difokuskan kepada seluruh kegiatan pelayanan di Instalasi Radiologi
RS Panti Nirmala yang meliputi X Ray, USG, CT Scan dan MRI termasuk SDM,
fasilitas, mutu dan upaya keselamatan dan manajemen risiko.
BAB VII
JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Waktu (Minggu ) PJ
No Materi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Mengetahui alur pemeriksaan Radiologi Ka. Inst.
Radiologi
2. Mengetahui dan memahami macam-macam Ka. Inst.
pencatatan dan pelaporan hasil Radiologi Radiologi
3. Mengetahui dan memahami pencatatan Ka. Inst.
pelaporan keuangan Radiologi
4. Mengetahui dan memahami perencanaan, Ka. Inst.
penggunaan, penerimaan dan penggunaan obat Radiologi
kontras dan film
5. Mengetahui dan memahami pencatatan, Ka. Inst.
penyimpanan dan pemusnahan arsip Radiologi
6. Mengetahui dan memahami cara pemasukkan Ka. Inst.
data ke computer Radiologi
7. Mengetahui dan memahami prosedur Ka. Inst.
pencegahan bahaya fisik, kimia,Bahan Radiologi
Berbahay (B3) dan biologis serta tindakan yang
perlu dilakukan bila terjadi kecelakaan di
Radiologi
8. Mengetahui dan mempelajari serta melakukan Ka. Inst.
pengexpose dengan beberapa posisi (AP, Lat, Radiologi
Lordotik, Coronal, Sagital, Axial)
9. Mengetahui dan memahami macam-macam alat Ka. Inst.
dan film dan obat kontras yang digunakan Radiologi
10. Mengetahui, memahami dan mempelajari Ka. Inst.
macam-macam metode pemeriksaan Radiologi
11. Mengetahui dan mempelajari cara Ka. Inst.
melaksanakan maupun kegunaan kontrol Radiologi
kualitas baik internal maupun eksternal
12. Mencoba mengevaluasi data hasil Radiologi Ka. Inst.
Radiologi
2. Jadwal Orientasi Bagi Fisikawan Medis
Waktu ( Minggu ) PJ
No Materi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pengenalan alat-alat di Radiologi Ka. Inst. Radiologi
2 Proteksi Radiasi Ka. Inst. Radiologi
3 Pengenalan SPO Radiologi secara umum Ka. Inst. Radiologi
4 Pengadaan prosedur QA/QC dalam radiologi diagnostik Ka. Inst. Radiologi
5 Melakukan penghitungan dosis terutama untuk menentukan Ka. Inst. Radiologi
dosis janin pada wanita hamil
6 Berpartisipasi dalam investigasi dan evaluasi kecelakaan Ka. Inst. Radiologi
radiasi
7 Menyiapkan alat pelayanan fisika medik yang meliputi alat Ka. Inst. Radiologi
keselamatan kerja terhadap radiasi
8 Menyiapkan alat pelayanan fisika medik yang meliputi alat Ka. Inst. Radiologi
dosimetri diagnostik
9 Menyiapkan alat pelayanan fisika medik yang meliputi alat Ka. Inst. Radiologi
QA/QC diagnostik
Waktu ( Minggu) PJ
NO Materi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pengenalan alat-alat di Radiologi Fisikawan
medis
2 Proteksi Radiasi Ka. Inst.
Radiologi
3 Maintenance alat Fisikawan
medis
4 Pengenalan SPO Radiologi secara umum Ka. Inst.
Radiologi
1. Pelaksana X Ray
5 Pelaksanaan foto konvensional PPR
1. [Link] Non kontras
- Proses penerimaan/pengertian surat permintaan foto
- Proses identifikasi pasien
- Proses edukasi ke pasien tentang proses Radiografi,
posisi, waktu pengerjaannya.
- Proses penerapan faktor eksposi
2. [Link] kontras
- Proses penerimaan/pengertian surat permintaan foto
kontras
- Proses identifikasi pasien
- Proses edukasi tentang persiapan foto dengan
kontras
- Proses edukasi ke pasien tentang proses Radiografi,
posisi, waktu pengerjaannya.
- Proses edukasi dosis radiasi kepada pasien
- Proses penerapan faktor eksposi dengan kontras
2. Pelaksana CT SCAN
6 1. CT Scan Non Kontras PPR
- Proses identifikasi pasien
- Proses penerimaan/pengertian surat permintaan
CT Scan
- Proses edukasi tentang pelaksanaan CT Scan dan
lamanya pengerjaan.
- Proses edukasi tentang dosis radiasi kepada
pasien
- Proses penerapan SOP CT Scan Non Kontras
(Head, Ekstremitas, Thorax N. Kontras, Abdomen
N. Kontras)
2. CT Scan dengan Kontras.
- Proses identifikasi pasien
- Proses penerimaan/pengertian surat permintaan
CT. Scan\Proses edukasi kepada pasien tentang
persiapan CT. Scan dengan Kontras dan persiapan
Laborat yang harus dijalani.
- Proses edukasi pemberian obat kontras dan efek
obat kontras
- Proses edukasi tentang pelaksanaan CT. Scan dan
lamanya pengerjaan.
- Proses edukasi tentang dosis radiasi kepada
pasien
- Proses penerapan SOP CT. Scan dengan kontras
Head, Thorax, Abdomen, Ekstremitas dan CT.
Angio)
3. Pelaksana C- R
8 Penerapan C-R PPR
- Identifikasi pasien
- Proses edit identitas pasien
- Proses edit gambar pasien yang telah diekspos
- Proses pemilihan print out foto
4. Pelaksana USG
9 USG (Ultrasonography) Ka
- Proses identifikasi pasien Instalasi
- Proses edukasi ke pasien tentang persiapan pasien Radiologi
USG
- Proses edit identitas pasien pada monitor USG
- Proses edukasi kepada pasien tentang proses USG
- Proses Asisten Dokter USG
5. Pelaksana Administrasi Pasien
10 Penerimaan pasien di Radiologi Ka
- Proses identifikasi pasien Instalasi
- Proses pemberian edukasi tentang tarif foto Radiologi
- Pemberian edukasi tentang persiapan foto baik non
kontras maupun kontras
- Proses pemberian edukasi tentang proses Radiografi
- Proses pemberian edukasi tentang lamanya waktu
Radiografi dan penyerahannya
11 Melakukan penerimaan pendaftaran pasien baru baik Ka
rawat inap maupun rawat jalan Instalasi
Radiologi
12 Menerangkan kepada pasien tentang permintaan foto yang Ka
dimaksud Instalasi
Radiologi
13 Menerangkan kepada pasien tentang tarif pembayaran foto Ka
Instalasi
Radiologi
14 Memasukkan hasil expertice dan film ke dalam sampul Ka
Instalasi
Radiologi
15 Menyerahkan hasil foto kepada pasien/keluarga Ka
Instalasi
Radiologi
16 - Laporan Administrasi dan komputerisasi Ka
- Memasukkan produk Radiografi yang akan Instalasi
dilaksanakan Radiologi
- Penyerahan total biaya kepada pasien
17 - Laporan Tahunan
18 - Sterilisasi Alat dan distribusinya
19 Laporan – Laporan Instalasi Radiologi dan Diagnostik
Imaging
- Laporan Bulanan
- Laporan Indikator Mutu
- Laporan Tahunan
- Laporan Investigasi dan Pembuatan Kronologis pasien
safety
3 Uji Kesesuaian Alat yang menggunakan sumber radiasi 4 tahun sekali BPFK Sertifikat dan label
Alat layak pakai
4 Kalibrasi Semua alat kesehatan harus dilakukan kalibrasi Tiap tahun BFPK Sertifikat layak pakai
sekali
5. Penambahan Inventasi : Pencatatan dan pendokumentasian saat ada kejadian penambahan inventasi
7.4. Mutu
1. Pengisian indikator mutu dilaksanakan setiap hari pada aplikasi indikator mutu RS
Panti Nirmal. Analisis dan rekomendasi indikator mutu dilakukan setiap bulan.
2. Manajemen Risiko
Pemantauan manajemen risiko dilakukan setiap hari dan dievaluasi 6 bulan sekali
3. Insiden Keselamatan Pasien
Dilakukan pengisian dan pelaporan tiap ada kejadian insiden dan dilaporkan pada
komite mutu.
7.8. Rapat
Rapat dilakukan tiap 1 bulan sekali pada hari Jumat minggu ke dua dalam bulan dan bila
kondisi insidentil bisa sewaktu waktu sesuai kondisi di unit masing masing.
7.9. Laporan
Bulan
Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Laporan kegiatan X Ray, USG, MRI , CT
Laporan SDM
Laporan Fasilitas
Laporan Mutu
Laporan Upaya keselamatan
Laporan pengembangan Pelayanan
Rapat
Laporan
BAB VIII
EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN
8.4. Mutu
1. Evaluasi
a. Evaluasi tentang peningkatan mutu rumah sakit melalui pengisian indikator
mutu, dilakukan oleh Komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien.
b. Hasil evaluasi di analisa dan dibuatkan tindak lanjut, serta umpan balik dan
saran yang harus dilakukan.
c. Evaluasi manajemen risiko dilakukan oleh Komite PMKP, sekurang-kurangnya
setiap tahun sekali
d. Evaluasi dilakukan sekurang-kurangnya setiap tahun sekali, baik untuk risiko
klinis maupun risiko non klinis
2. Pelaporan
a. Pelaporan kejadian pemantauan indikator keselamatan pasien dilakukan dalam
waktu 2 x 24 jam
b. Pelaporan pemantauan indikator mutu dilakukan setiap bulan
c. Pelaporan manajemen risiko dilakukan setiap satu bulan sekali dalam bentuk
laporan bulanan
8.5. Upaya Keselamatan
8.5.1. Upaya Keselamatan bagi Pasien
1. Evaluasi
a. Evaluasi tentang upaya keselamatan pada pasien melalui laporan
insiden, dilakukan oleh Komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan
Pasien
b. Hasil evaluasi di analisa dan dibuatkan tindak lanjut, serta umpan balik
dan saran yang harus dilakukan
2. Pelaporan
a. Pelaporan kejadian pemantauan indikator upaya keselamatan pada
pasien, dilakukan dalam waktu 2 x 24 jam
b. Pelaporan pemantauan indikator mutu dilakukan setiap bulan
8.5.2. Upaya Keselamatan bagi Staff
1. Evaluasi
a. Evaluasi penggunaan TLD dilakukan tiap 3 bulan sekali oleh BPFK
(Badan Pengawasan Fasilitas Kesehatan)
b. Evaluasi penggunaan C arm dilaporkan tiap bulan ke kepala bidang
penunjang medik
c. Evaluasi pemeriksaan berkala dilaksanakan bersamaan ijin alat
operasional
d. Evaluasi tentang insiden ketidakpatuhan penggunaan alat pelindung diri
saat bekerja, dilakukan oleh Tim Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
e. Hasil evaluasi di analisa dan dibuatkan tindak lanjut, serta umpan balik
dan saran yang harus dilakukan
2. Pelaporan
Pelaporan kejadian pemantauan indikator upaya keselamatan pada staf
dilakukan dalam waktu 2 x 24 jam
8.5.3. Upaya Keselamatan bagi Gedung dan Faslitas
1. Evaluasi :
a. Evaluasi peralatan semua dilakukan quality kontrol dan dilakukan oleh
petugas fisikawan medis
b. Evaluasi hasil surveymeter untuk lingkungan sekitar area radiasi
dilaporkan langsung ke direksi.
c. Ijin operasional alat masih berlaku.
2. Pelaporan
a. Pelaporan kejadian pemantauan indikator keselamatan pasien dilakukan
dalam waktu 2 x 24 jam
b. Pelaporan pemantauan indikator mutu dilakukan setiap bulan
c. Pelaporan kesesuaian uji fungsi alat 1 tahun sekali langsung kepada
Direksi
d. Pelaporan dilakukan setiap bulan ke Komite K3 dengan mengisi lembar
laporan K3
8.5.4. Upaya Keselamatan Terkait Infeksi Rumah Sakit
1. Evaluasi :
a. Evaluasi tentang insiden ketidakpatuhan cuci tangan dan audit kepatuhan
penggunaan APD dilakukan oleh Komite Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi.
b. Hasil evaluasi dianalisa dan dibuatkan tindak lanjut, serta umpan balik dan
saran yang harus dilakukan
c. Evaluasi terhadap kejadian ketercampuran sampah medis dan non medis
2. Pelaporan
a. Petugas radiologi melaporkan semua kejadian terkait dengan pencegahan
dan pengendalian infeksi rumah sakit, pada formulir yang sudah
disediakan.
b. Pelaporan kejadian infeksi dilakukan setiap bulan ke Panitia Pencegahan
dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit
c. Pelaporan kejadian infeksi juga terkait dengan pencatatan indikator mutu
rumah sakit
8.6. Pengembangan Pelayanan
1. Evaluasi
Evaluasi jumlah pemeriksaan X Ray
2. Pelaporan
a. Evaluasi jumlah pemeriksaan X-Ray dan maintenance serta kerusakan alat X
Ray.
b. Hasil evaluasi dianalisa dan dibuatkan tindak lanjut, serta umpan balik dan
saran yang harus dilakukan
8.7. Monitoring dan Evaluasi
1. Evaluasi
a. Monitoring seluruh kegiatan mulai dari pelayanan X Ray, USG, CT Scan dan
MRI, kegiatan SDM, fasilitas, upaya keselamatan, pengembangan pelayanan
dievalusi tiap bulan.
b. Hasil evaluasi dianalisa dan dibuatkan tindak lanjut, serta umpan balik dan
saran yang harus dilakukan
2. Pelaporan
a. Pelaporan dan pencatatan kegiatan pelayanan, kebutuhan SDM, fasilitas,
mutu, upaya keselamatan dilakukan dalam waktu 2 x 24 jam
b. Pelaporan dan kegiatan dilakukan setiap bulan
8.8. Rapat
1. Evaluasi
a. Monitoring kegiatan rapat tiap bulan harus dihadiri oleh seluruh petugas
radiologi.
b. Hasil kegiatan rapat dievaluasi dianalisa dan dibuatkan tindak lanjut, serta
umpan balik dan saran yang harus dilakukan.
2. Pelaporan
Pelapoaran hasil rapat diserahkan ke bagian sekretariat untuk bahan evaluasi.
8.9. Laporan
1. Evaluasi
Evaluasi hasil laporan harian, bulanan maupun tahunan dievaluasi untuk dianalisa
dan ditindaklanjuti
2. Pelaporan
Pelaporan hasil rapat rutin maupun isendentil dilaporkan kepada kepala bidang
penunjang medis sebagai bahan evaluasi.
BAB IX
PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
9.4. Mutu
9.4.1. Indikator Mutu
1. Pencatatan Pelayanan
a. Pemantauan indikator mutu internal dilakukan setiap hari sesuai dengan
indikator di unit Radiologi dilakukan setiap hari pada aplikasi RS Panti
Nirmala dengan sismadak versi 5.0.
b. Pencatatan indikator mutu juga berhubungan dengan pencatatan kejadian
keselamatan pasien
2. Pelaporan
a. Pelaporan kejadian pemantauan indikator keselamatan pasien dilakukan
dalam waktu 2 x 24 jam berupa hasil indikator mutu, analisis serta
rekomendasi kepada Komite Mutu dan kepada Kepala Bidang penunjang
medis
b. Pelaporan pemantauan indikator mutu dilakukan setiap bulan
c. Pelaporan tribulan pemantauan indikator mutu berupa hasil indikator
mutu, analisis serta rekomendasi kepada Komite Mutu dan kepada Kepala
Bidang penunjang medis
d. Pelaporan tahunan pemantauan indikator mutu berupa hasil indikator
mutu, analisis serta rekomendasi kepada Komite Mutu dan kepada Kepala
Bidang penunjang medis.
3. Evaluasi pelayanan
a. Evaluasi tentang peningkatan mutu rumah sakit melalui pengisian
indikator mutu, dilakukan oleh Komite Mutu
b. Hasil evaluasi di analisa dan dibuatkan tindak lanjut, serta umpan balik
dan saran
9.8. Rapat
1. Pencatatan
Kegiatan rapat dilakukan pencatatan dan harus diketahui oleh kepala bidang
penunjang medik.
2. Pelaporan
Pelaporan hasil rapat diserahkan ke bagian sekretariat untuk bahan evaluasi.
3. Evaluasi
a. Monitoring kegiatan rapat tiap bulan harus dihadiri oleh seluruh petugas
radiologi
b. Hasil kegiatan rapat dievaluasi di analisa dan dibuatkan tindak lanjut, serta
umpan balik dan saran yang harus dilakukan
9.9. Laporan
1. Pencatatan
Pencatatan seluruh kegiatan tiap hari dan tiap ada kejadian
2. Pelaporan
a. Laporan realisasi kegiatan Pelayanan Diagnostik Imaging di Instalasi Radiologi
yang meliputi X-Ray, USG, CT Scan, dan MRI
b. Laporan kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap
c. Serta laporan seluruh kegiatan pelayanan di Instalasi Radiologi pada bulan
tersebut
3. Evaluasi
a. Evaluasi semua hasil kegiatan kepala bidang penunjang medik.
b. Hasil dianalisa untuk ditindaklanjuti.