1) Tradisi minum tuak, kepercayaan animisme dan dinamisme pada masa
sebelum datangnya Wali Songo, diluruskan oleh para wali dengan metode
dakwah yang penuh kelembutan dan kedamaian serta pelan-pelan dan
bertahap. Metode ini disebut dengan….
A. Tadrij
B. Takiri
C. Tarkhim
D. ‘Adamul Haraj
E. Ahlul Halli wal ‘aqd
Jawaban: A
Pembahasan:
Dalam mengembangkan ajaran Islam di bumi Nusantara para wali
memulai dengan beberapa langkah strategis yaitu: Tadrij dan 'Adamul
Haraj.
Tadrij artinya bertahap.
Tidak ada ajaran yang diberlakukan secara mendadak, segala sesuatu
melalui proses penyesuaian, bahkan sering bertentangan dengan Islam.
Misalnya tradisi minum tuak, kepercayaan animisme dan dinamisme,
maka secara bertahap, hal tersebut diluruskan oleh para wali dengan
metode dakwah yang penuh kelembutan dan kedamaian.
2) Dalam menyebarkan ajaran Islam para Wali Songo juga tidak mengusik
tradisi asli masyarakat Nusantara, tidak menyakiti, bahkan tidak
mengusik agama dan kepercayaan mereka, namun memperkuatnya
dengan cara-cara yang islami. Pendekatan ini disebut dengan….
A. Tadrij
B. Takiri
C. Tarkhim
D. ‘Adamul Haraj
E. Ahlul Halli wal ‘aqd
Jawaban: D
Pembahasan:
‘Adamul Haraj (tidak menyakiti)
Para wali tidak menyebarkan ajaran Islam dengan mengusik tradisi asli
masyarakat Nusantara, bahkan tidak mengusik agama dan kepercayaan
mereka, namun memperkuatnya dengan cara-cara yang islami. Para wali
menyadari betul ciri khas Nusantara yang beragam suku, multi etnis,
beragam budaya, dan ragam bahasa merupakan anugerah Allah Swt.
yang tiada tara. Oleh karena itulah para wali mensyukuri dengan tidak
merusak budaya yang telah ada dengan mengatasnamakan Islam, namun
justru merawat, memperkaya serta memperkuat budaya Nusantara, agar
bisa berdiri sejajar dengan peradaban dunia yang lain
3) Salah satu fokus dakwah Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik
adalah penghapusan sistem kastanisasi pada ajaran Hindu, yaitu
pengelompokan atau penggolongan manusia berdasarkan golongan
tertentu. Kasta yang terdiri dari golongan tokoh agama, pendeta dan
rohaniawan yang bekerja di bidang spiritual adalah kasta….
A. Brahmana
B. Ksatria
C. Waisya
D. Sudra
E. Biasa
Jawaban: A
4) Sunan Ampel mengenalkan ajaran yang sangat berkaitan dengan
kebiasaan masyarakat kala itu, yaitu ajaran Moh Limo. Moh Limo berasal
dari bahasa Jawa yaitu emoh (tidak mau) dan limo (lima). Artinya ajaran
yang mengajak masyarakat untuk tidak mau berjudi, mengundi nasib dan
memasang taruhan adalah….
A. moh main
B. moh maling
C. moh madat
D. moh ngombe
E. moh madon
Jawaban: A
5) Inti dari ajaran Sunan Drajat adalah Catur Piwulang (Empat
Pengajaran).
Makna dari salah satu ajaran untuk Paring teken marang wong kang
kalunyon lan wuto adalah….
A. memberikan pertolongan kepada orang yang sedang kesulitan
B. memberikan pakaian kepada orang yang sedang kedinginan
C. memberikan makan kepada orang yang sedang kelaparan
D. memberikan tempat berteduh bagi orang yang kehujanan
E. memberikan tempat tinggal bagi orang yang tuna wisma
Jawaban: A
6) Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada umat Hindu,
Sunan Kudus melakukan strategi sebagai berikut….
A. membangun pancuran wudu berjumlah 8 dan meletakkan arca di
atasnya
B. tidak menghapus tradisi dan adat istiadat yang berkembang di
masyarakat
C. tidak menyembelih sapi pada saat Idul Adha karena sapi adalah hewan
yang dianggap suci bagi umat Hindu
D. membiarkan pelaksanaan selamatan, upacara adat, pemberian sesajen
tetap berkembang di masyarakat
E. menyusun syair-syair yang berisi tentang kecintaan kepada Allah Swt.
dan disenandungkan dengan iringan musik gamelan
Jawaban: C
7) Pandangan politik Sunan Giri, sering dijadikan rujukan, bahkan ketika
Raden Patah melepaskan diri dari kerajaan Majapahit untuk mendirikan
Kerajaan Demak Bintoro, Sunan Giri dipercaya meletakkan dasar-dasar
kerajaan masa perintisan atau ahlal-halli wa al-‘aqd, yaitu….
A. sebuah lembaga yang berwenang dalam memutuskan pengangkatan
pemimpin dalam politik Islam
B. sebuah lembaga yang memberikan keputusan tentang vonis atau
hukuman bagi orang yang melakukan kesalahan
C. sebuah lembaga yang menyusun peraturan perundang-undangan
sebagai dasar hukum pemerintahan
D. sebuah lembaga yang mengurus tentang pengelolaan upeti dan pajak
dari masyarakat
E. sebuah lembaga yang menentukan arah kebijakan politik dan strategi
perang kerajaan
Jawaban: A
BACA JUGA
Asesmen Sumatif Akhir Semester Genap PAIBP Kelas 10
SMA/MA/SMK/MAK Kurikulum Merdeka + Kunci Jawabannya
Sumatif Akhir Semester 1 PAIBP Kelas 10 (PAIBP Kelas XI
SMA/SMK/MA Kurikulum Merdeka) ~ [Link]
Latihan Soal Online PAIBP Kelas 10 Bab 1 Meraih Kesuksesan
dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja (PAIBP Kelas
X SMA/SMK Kurikulum Merdeka) ~ [Link]
8) Dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, para Wali Songo
memanfaatkan tradisi, adat istiadat serta kesenian yang telah
berkembang sebelumnya, dan disesuaikan dengan nafas dan ajaran
Islam. Di antara para wali yang mahir dalam memainkan kesenian wayang
kulit dan menjadikannya sebagai media dakwah yang efektif adalah….
A. Sunan Gresik
B. Sunan Ampel
C. Sunan Bonang
D. Sunan Kalijaga
E. Sunan Gunung Jati
Jawaban: D
9) Salah satu dari Wali Songo yang di masa mudanya pernah melakukan
tindakan pencurian dan perampokan kepada pejabat-pejabat korup di
kerajaan yang menyelewengkan uang upeti dari masyarakat, kemudian
membagikan hasil curian tersebut kepada orang-orang miskin dan
terlantar adalah….
A. Sunan Muria
B. Sunan Drajat
C. Sunan Kalijaga
D. Sunan Kudus
E. Sunan Giri
Jawaban: C
10) Berikut ini yang bukan merupakan ragam metode dakwah yang
dilakukan oleh Sunan Gunung Jati dalam proses Islamisasi tanah Jawa,
yang memiliki standar ganda sebagai seorang raja sekaligus sebagai
seorang ulama adalah….
A. Metode muidlah hasanah/nasihat-nasihat yang baik
B. Metode al-hikmah/menggunakan cara-cara yang bijaksana
C. Metode takiri yaitu menganggap kair orang yang tidak satu iman
D. Metode ta’awun yaitu saling tolong menolong dan berbagi ketugasan
E. Metode tadarruj/berjenjang, tingkatan belajar seorang murid
(pesantren)
Jawaban: C
Berikut adalah 45 contoh soal pilihan ganda Bab 10 Peran Tokoh Ulama dalam Penyebaran
Islam di Indonesia (Metode Dakwah Islam oleh Wali Songo di Tanah Jawa) mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 10 SMA/SMK beserta jawabannya materi:
A. Dakwah Islam Periode Pra Wali Songo
B. Sejarah Dakwah Islam Masa Wali Songo
C. Metode Dakwah Wali Songo
D. Wali Songo dan Pembentukan Masyarakat Islam di Nusantara
E. Hikmah dan Pesan Damai dari Dakwah Wali Songo di Tanah Jawa
A. Dakwah Islam Periode Pra Wali Songo
Soal 1:
Siapakah yang pertama kali menyebarkan ajaran Islam ke tanah Jawa melalui jalur
perdagangan dengan Nusantara?
A) Syekh Maulana Malik Ibrahim
B) Ratu Simha
C) Para pedagang Arab
D) Suku Lor
E) Keluarga Jawani
Jawaban: C) Para pedagang Arab
Soal 2:
Keluarga mana yang datang ke Nusantara pada zaman Raja Nashirudin bin Badr dan
mendirikan perkampungan dengan nama Loran atau Leran?
A) Keluarga Syiah
B) Keluarga Rumai
C) Keluarga Jawani
D) Keluarga Lor
E) Keluarga Al-Kurdi
Jawaban: D) Keluarga Lor
Soal 3:
Makam Fatimah binti Maimun di Desa Pesucian, Gresik, Jawa Timur, dianggap sebagai bukti
sejarah tertua di Nusantara yang berkaitan dengan peristiwa migrasi dari:
A) Arab
B) Persia
C) India
D) Cina
E) Afrika
Jawaban: B) Persia
Soal 4:
Kapan Islam pertama kali terdeteksi melalui jaringan kekeluargaan tokoh-tokoh masyarakat
yang beragama Islam di Nusantara?
A) Abad ke-3
B) Abad ke-7
C) Abad ke-10
D) Abad ke-14
E) Abad ke-15
Jawaban: C) Abad ke-10
Soal 5:
Siapakah tokoh yang memulai dakwah Islam pada seperempat akhir abad ke-14 dan
seperempat awal abad ke-15 di Nusantara?
A) Ratu Simha
B) Syekh Maulana Malik Ibrahim
C) Zainal Abidin
D) Raja Chermen
E) Suku Lor
Jawaban: B) Syekh Maulana Malik Ibrahim
Soal 6:
Migrasi keluarga-keluarga Persia terbesar ke Nusantara terjadi pada abad ke-10 Masehi.
Salah satu keluarga ini menetap di Pasai, Sumatera Utara, dan menyusun khat Jawi. Keluarga
ini adalah:
A) Keluarga Jawani
B) Keluarga Syiah
C) Keluarga Lor
D) Keluarga Rumai
E) Keluarga Al-Kurdi
Jawaban: A) Keluarga Jawani
Soal 7:
Dalam prasasti makam Fatimah binti Maimun, tertulis tahun berapa secara arkeologis?
A) 300 H
B) 475 H
C) 912 M
D) 969 M
E) 1082 M
Jawaban: B) 475 H
Soal 8:
Apa yang menjadi pertanda bahwa Islam belum dianut secara luas oleh penduduk pribumi
Nusantara pada berabad-abad setelah kedatangan para saudagar Arab dan Persia?
A) Tidak ada masjid yang didirikan
B) Tidak ada makam-makam kuno
C) Tidak ditemukan nisan-nisan Islam
D) Adanya semacam penolakan dan kendala dalam penyebaran Islam
E) Tidak ada referensi sejarah tertulis
Jawaban: D) Adanya semacam penolakan dan kendala dalam penyebaran Islam
Soal 9:
Keluarga mana yang datang ke Nusantara pada masa pemerintahan Ruknuddaulah bin Hasan
bin Buwaih ad-Dailami dan mendirikan perkampungan dengan nama Siak?
A) Keluarga Jawani
B) Keluarga Syiah
C) Keluarga Lor
D) Keluarga Rumai
E) Keluarga Al-Kurdi
Jawaban: B) Keluarga Syiah
Soal 10:
Siapakah tokoh yang mendirikan masjid untuk beribadah dan kegiatan dakwah di Desa
Pesucian serta membentuk komunitas muslim di Leran pada akhir abad ke-14?
A) Ratu Simha
B) Zainal Abidin
C) Syekh Maulana Malik Ibrahim
D) Raja Chermen
E) Suku Lor
Jawaban: C) Syekh Maulana Malik Ibrahim
B. Sejarah Dakwah Islam Masa Wali Songo
Soal 1:
Apa arti kata "Wali" dalam konteks Wali Songo?
A) Orang yang menentang Islam
B) Orang yang mencintai dan dicintai Allah
C) Pemimpin pemerintahan
D) Guru agama Hindu-Budha
E) Ahli ilmu falak
Jawaban: B) Orang yang mencintai dan dicintai Allah
Soal 2:
Apa yang menjadi arti dari kata "Songo" dalam Wali Songo?
A) Sembilan orang suci
B) Pemimpin agama
C) Orang-orang terhormat
D) Pemimpin pemerintahan
E) Pemeluk Islam baru
Jawaban: A) Sembilan orang suci
Soal 3:
Menurut Prof. K.H. R. Moh. Adnan, kata yang sebenarnya adalah "Wali Sana" yang berarti
apa?
A) Orang-orang terpuji
B) Orang yang datang dari Sana
C) Guru suci
D) Pemimpin agama
E) Orang-orang berilmu
Jawaban: A) Orang-orang terpuji
Soal 4:
Apa yang dimaksud dengan "waliyullah" dalam konteks tokoh Wali Songo?
A) Orang yang berkecimpung dalam urusan duniawi
B) Orang yang memiliki kedudukan pemerintahan
C) Orang yang dihormati dalam masyarakat
D) Orang yang dicintai dan dekat dengan Allah serta terpelihara dari kemaksiatan
E) Orang yang mendalami ilmu falak
Jawaban: D) Orang yang dicintai dan dekat dengan Allah serta terpelihara dari kemaksiatan
Soal 5:
Apa yang dimaksud dengan "waliyul amri" dalam konteks tokoh Wali Songo?
A) Orang yang berhubungan dengan agama Hindu-Budha
B) Orang yang memiliki kedudukan pemerintahan
C) Orang yang dihormati dalam masyarakat
D) Orang yang mendalami ilmu falak
E) Orang yang datang dari Arab
Jawaban: B) Orang yang memiliki kedudukan pemerintahan
Soal 6:
Dari mana asal mula gelar "Sunan" yang disematkan pada para Wali Songo?
A) Kata yang menghormati guru suci
B) Nama panggilan untuk raja atau tuan puteri
C) Kata yang berasal dari bahasa Arab untuk orang yang memiliki pengaruh
D) Sebuah singkatan dari kata "suhun-kasuhun-sinuhun"
E) Sebutan untuk pemuka agama Hindu-Budha
Jawaban: D) Sebuah singkatan dari kata "suhun-kasuhun-sinuhun"
Soal 7:
Apa yang menjadi wilayah penyebaran Islam oleh para Wali Songo?
A) Sumatera
B) Kalimantan
C) Sulawesi
D) Jawa Barat hingga Jawa Timur
E) Papua
Jawaban: D) Jawa Barat hingga Jawa Timur
Soal 8:
Metode yang dipergunakan oleh para Wali Songo untuk penyebaran agama Islam adalah
dengan:
A) Memaksa penduduk untuk memeluk Islam
B) Melakukan konversi massal
C) Memisahkan diri dari budaya lokal
D) Memanfaatkan budaya lokal yang ada
E) Menciptakan budaya baru yang berdiri sendiri
Jawaban: D) Memanfaatkan budaya lokal yang ada
Soal 9:
Apa yang membuat Islamisasi Jawa berjalan damai dan mudah diterima oleh masyarakat?
A) Adanya dukungan pemerintah pusat
B) Keberadaan militer yang kuat
C) Penekanan dan penindasan terhadap budaya lokal
D) Metode dakwah yang lembut dan penuh kedamaian
E) Keputusan Raja untuk memeluk Islam
Jawaban: D) Metode dakwah yang lembut dan penuh kedamaian
Soal 10:
Berapa jumlah Wali Songo yang diyakini oleh masyarakat sebagai tokoh yang berperan
dalam menyebarkan Islam di Jawa?
A) Tujuh
B) Delapan
C) Sembilan
D) Sepuluh
E) Sebelas
Jawaban: C) Sembilan
C. Metode Dakwah Wali Songo
Soal 1:
Metode dakwah yang dilakukan oleh Wali Songo dengan jumlah jamaah yang cukup banyak
melalui ceramah disebut:
A) Ceramah Massal
B) Tanya Jawab - Diskusi
C) Keteladanan
D) Pendidikan
E) Bi'tsah dan Ekspansi
Jawaban: A) Ceramah Massal
Soal 2:
Metode dakwah yang melibatkan diskusi dan pertanyaan dari para murid, serta berfungsi
untuk memahami pemikiran orang lain adalah:
A) Ceramah Massal
B) Tanya Jawab - Diskusi
C) Keteladanan
D) Pendidikan
E) Bi'tsah dan Ekspansi
Jawaban: B) Tanya Jawab - Diskusi
Soal 3:
Metode dakwah yang dilakukan dengan memberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari
maupun dalam ibadah disebut:
A) Ceramah Massal
B) Tanya Jawab - Diskusi
C) Keteladanan
D) Pendidikan
E) Bi'tsah dan Ekspansi
Jawaban: C) Keteladanan
Soal 4:
Lembaga yang digunakan oleh Wali Songo untuk mentransfer ilmu dan nilai-nilai Islam
kepada para santri adalah:
A) Ceramah Massal
B) Pesantren
C) Keteladanan
D) Pendidikan
E) Bi'tsah dan Ekspansi
Jawaban: B) Pesantren
Soal 5:
Strategi mengirimkan utusan kepada daerah tertentu untuk melakukan ekspansi dan perluasan
syiar Islam adalah:
A) Ceramah Massal
B) Tanya Jawab - Diskusi
C) Keteladanan
D) Bi'tsah dan Ekspansi
E) Kesenian
Jawaban: D) Bi'tsah dan Ekspansi
Soal 6:
Metode dakwah yang memanfaatkan kekayaan budaya, kesenian, dan bahasa daerah dengan
menyisipkan nilai-nilai Islam disebut:
A) Ceramah Massal
B) Tanya Jawab - Diskusi
C) Keteladanan
D) Pendidikan
E) Kesenian
Jawaban: E) Kesenian
Soal 7:
Metode dakwah yang melibatkan kunjungan dan silaturahim kepada masyarakat dengan
pesan damai, akhlak baik, dan adab adalah:
A) Ceramah Massal
B) Tanya Jawab - Diskusi
C) Keteladanan
D) Pendidikan
E) Bi'tsah dan Ekspansi
Jawaban: E) Bi'tsah dan Ekspansi
Soal 8:
Aliran teologi yang dianut oleh para Wali Songo dalam ajaran Islam adalah:
A) Wahhabi
B) Syiah
C) Asy’ariyah
D) Ibadiyah
E) Salafi
Jawaban: C) Asy’ariyah
Soal 9:
Apa yang menjadi peran utama para Wali Songo dalam upaya dakwah Islam?
A) Memberikan keputusan hukum
B) Melakukan perang untuk memperluas wilayah
C) Menyampaikan ajaran dengan kelembutan dan kedamaian
D) Memisahkan diri dari budaya lokal
E) Melakukan ekspansi perdagangan
Jawaban: C) Menyampaikan ajaran dengan kelembutan dan kedamaian
Soal 10:
Apa yang menjadi hasil utama dari upaya dakwah Wali Songo terhadap masyarakat Jawa?
A) Mereka mengubah seluruh budaya Jawa menjadi Islam
B) Mereka mendirikan kerajaan-kerajaan baru
C) Masyarakat Jawa mengabaikan ajaran Islam
D) Masyarakat Jawa menganut ajaran Islam dengan damai dan melibatkan budaya lokal
E) Masyarakat Jawa menjadi penganut Hindu-Budha
Jawaban: D) Masyarakat Jawa menganut ajaran Islam dengan damai dan melibatkan budaya
lokal
D. Wali Songo dan Pembentukan Masyarakat Islam di Nusantara
Siapakah tokoh pertama yang dipercaya sebagai penyebar ajaran Islam di tanah Jawa dan
dikenal dengan julukan Syekh Maghribi?
A) Sunan Ampel
B) Sunan Gresik
C) Sunan Kudus
D) Sunan Bonang
E) Sunan Kalijaga
Jawaban:
B) Sunan Gresik
Soal 2:
Sunan Ampel merupakan putra dari tokoh Wali Songo yang mana?
A) Sunan Gresik
B) Sunan Bonang
C) Sunan Kudus
D) Sunan Kalijaga
E) Sunan Muria
Jawaban:
A) Sunan Gresik
Soal 3:
Sunan Drajat melakukan dakwah pertama kali di wilayah mana?
A) Tuban
B) Gresik
C) Demak
D) Lamongan
E) Kudus
Jawaban:
B) Gresik
Soal 4:
Metode dakwah yang dilakukan oleh Sunan Kudus mengadopsi cara-cara yang telah
dilakukan oleh Wali Songo yang mana?
A) Sunan Ampel
B) Sunan Bonang
C) Sunan Gresik
D) Sunan Kalijaga
E) Sunan Muria
Jawaban:
B) Sunan Bonang
Soal 5:
Sunan Muria lebih suka berdakwah kepada golongan yang termasuk dalam kategori apa?
A) Rakyat jelata
B) Bangsawan
C) Ningrat
D) Abangan
E) Santri
Jawaban:
A) Rakyat jelata
Soal 6:
Sunan Gunung Jati lahir pada tahun berapa?
A) 1400 M
B) 1450 M
C) 1500 M
D) 1550 M
E) 1600 M
Jawaban:
B) 1450 M
Soal 7:
Sunan Kalijaga dikenal sebagai salah satu Wali Songo yang gemar berdakwah di desa-desa
terpencil. Apa jenis strategi dakwah yang diterapkan oleh Sunan Kalijaga?
A) Metode frontal
B) Metode hikmah
C) Metode radikalisme
D) Metode ta'awun
E) Metode santri
Jawaban:
B) Metode hikmah
Soal 8:
Apa nama putra Sunan Kalijaga yang juga merupakan salah satu Wali Songo?
A) Sunan Ampel
B) Sunan Drajat
C) Sunan Gresik
D) Sunan Bonang
E) Sunan Kudus
Jawaban:
D) Sunan Bonang
Soal 9:
Sunan Bonang mengenalkan ajaran Moh Limo kepada masyarakat. Apa yang dimaksud
dengan Moh Limo?
A) Lima hal yang tercela
B) Lima ajaran pokok
C) Lima pilar Islam
D) Lima langkah dakwah
E) Lima prinsip kehidupan
Jawaban:
A) Lima hal yang tercela
Soal 10:
Siapakah Wali Songo yang dikenal sebagai "Syekh Maghribi"?
A) Sunan Ampel
B) Sunan Gresik
C) Sunan Kudus
D) Sunan Bonang
E) Sunan Kalijaga
Jawaban:
B) Sunan Gresik
E. Hikmah dan Pesan Damai dari Dakwah Wali Songo di Tanah Jawa
Soal 1:
Metode dakwah yang diterapkan oleh para Wali Songo adalah dengan menggunakan
pendekatan budaya dan akulturasi. Pendekatan ini bertujuan untuk:
A) Menggantikan budaya lokal dengan budaya Islam
B) Menciptakan konflik budaya
C) Menggunakan cara-cara kekerasan
D) Mempercepat perubahan budaya
E) Mengurangi harmoni masyarakat
Jawaban:
A) Menggantikan budaya lokal dengan budaya Islam
Soal 2:
Salah satu sifat uswatun hasanah yang diaplikasikan oleh Wali Songo dalam berdakwah
adalah:
A) Agresifitas dalam berbicara
B) Menciptakan konflik untuk memperkuat keyakinan
C) Menggunakan tindakan kekerasan
D) Kepedulian terhadap norma dan sopan santun
E) Penggunaan bahasa kasar dalam dakwah
Jawaban:
D) Kepedulian terhadap norma dan sopan santun
Soal 3:
Apa yang menjadi hasil dari proses akulturasi dan asimilasi budaya yang dilakukan oleh Wali
Songo?
A) Hilangnya budaya lokal
B) Munculnya budaya baru yang menciptakan konflik
C) Adaptasi budaya lama dengan nilai-nilai Islam
D) Penolakan masyarakat terhadap budaya baru
E) Pertentangan antara budaya lokal dan Islam
Jawaban:
C) Adaptasi budaya lama dengan nilai-nilai Islam
Soal 4:
Pentingnya strategi dakwah berlandaskan hikmah dan kepribadian yang baik, seperti yang
dilakukan oleh para Wali Songo, adalah untuk:
A) Memaksakan pandangan agama
B) Menghilangkan variasi budaya
C) Menegakkan otoritas agama
D) Meningkatkan konflik antaragama
E) Menciptakan harmoni dalam masyarakat
Jawaban:
E) Menciptakan harmoni dalam masyarakat
Soal 5:
Dalam konteks dakwah, apa yang seharusnya menjadi tujuan utama dari interaksi antara
pemeluk agama yang berbeda?
A) Menegakkan dominasi satu agama atas yang lain
B) Memenangkan perdebatan
C) Mencapai keseragaman budaya
D) Membangun dialog yang penuh pengertian
E) Meningkatkan jumlah pengikut agama tertentu
Jawaban:
D) Membangun dialog yang penuh pengertian