0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

Dukungan Keluarga dan Diet Lansia Hipertensi

Diunggah oleh

Dimas Bayu Anugrah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

Dukungan Keluarga dan Diet Lansia Hipertensi

Diunggah oleh

Dimas Bayu Anugrah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGANKEPATUHAN DIET HIPERTENSI

PADA LANSIA DI PUSKESMAS ARIODILLAH

Dewi Rury Arindari1, Rina Puspita2*


1
Program Studi Ilmu Keperawatan STIK Siti Khadijah Palembang
2
Program Studi D-III Kebidanan STIK Siti Khadijah Palembang
rinapuspitasaid@[Link]

ABSTRAK
Fenomena kejadian hipertensi yang semakin meningkat berhubungan dengan kurangnya
kepatuhan penderita hipertensi salah satunya dalam diet hipertensinya. Perubahan gaya hidup
masyarakat secara global membuat konsumsi sayuran segar dan serat berkurang, kemudian
konsumsi garam, lemak, gula yang semakin terus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah
Menganalisis Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Pada Lansia di
Puskesmas Ariodillah. Desain penelitian ini adalah Analitik cross sectional. Populasinya semua
lansia yang terkena hipertensi di Puskesmas Ariodillah. Tekhnik sampling menggunakan total
sampling dengan sampelnya sejumlah 54 orang. Variabel independent dukungan keluarga dan
dependent kepatuhan diet hipertensi pada [Link] penelitian menggunakan lembar
kuesioner dan wawancara dengan data editing, coding, scoring, tabulating dan uji statistic
menggunakan chi-square. Hasil penelitian sebagian besar (66.7%) responden mendapatkan
dukungan keluarga yang baik, sejumlah 37 orang hampir dari setengahnya (68,5%) responden
patuh terhadap diet hipertensi. Uji chi-square menunjukkan bahwa nilai signifikansi 𝜌= 0,004
<(0,05) sehingga H0 ditolak. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan
keluarga dengan kepatuhan diet hipertensi pada lansia di Puskesmas Ariodillah.

Kata kunci: dukungan keluarga, kepatuhan, diet hipertensi


Daftar Pustaka: 24 (2010-2020)
Hipertensi menimbulkan beberapa
dampak pada lansia meliputi fisik,
PENDAHULUAN psikologis dan ekonomi. Secara fisik
Hipertensi merupakan penyakit hipertensi dapat menimbulkan beberapa
degeneratif yang sering dialami oleh lanjut komplikasi meliputi: Diabetes Mellitus,
usia (lansia) akibat penurunan daya tahan Gagal Ginjal, Stroke maupun Jantung
tubuh yang dapat berakhir dengan kematian. Koroner. Dampak psikologis pada lansia
Usia tua merupakan salah satu predisposisi berkaitan dengan adanya perubahan
terjadi perubahan struktural dan fungsional penampilan tubuh dari dirinya tidak mampu
pada system pembuluh darah perifer yang mengingat dengan jelas, kesepian, takut
bertanggungjawab pada perubahan tekanan kehilangan orang yang dicintai serta takut
darah. Hipertensi adalah penyakit the silent menghadapi kematian (Nurarif& Kusuma,
(tanpa keluhan) dan terjadi dalam jangka 2016). Peningkatan tekanan darah ke otak
lama dan terus menerus pemicu stroke dan menyebabkan penurunan vaskularisasi di
seranganjantung (Novian & Arista 2013). area lansia sehingga berdampak pada
kesulitan berkonsentrasi.

94
Dampak ekonomi dari Hipertensi terus meningkat sampai tahun 2021 sebesar
adalah kecendrungan mengkonsumsi 1,56 milliar. Dinas Kesehatan Kota
makanan yang tidak sesuai dengan Palembang pada tahun 2018 mencatat angka
dianjurkan oleh tenaga kesehatan dan kejadian Hipertensi sebesar 1432 jiwa dan
ketidakpedulian penderita dengan diet yang mengalami peningkatan pada tahun 2019
dijalankan karena kurangnya penghasilan menjadi 3981 jiwa dan meningkat kembali
lansia dan pengeluaran dana untuk biaya pada tahun 2020 sebanyak 4631 jiwa.
transportasi pengobatan lansia ke pusat Hipertensi menempati posisi pertama
sebagai penyakit tidak menular di Provinsi
pelayanan kegiatan setiap satu bulan sekali Sumatera Selatan yaitu sebesar 54,3%
(Suwardana, 2014). persetiap 10.000 penduduk.
World Health Organization (WHO) Berdasarkan informasi yang
(2019) telah mengelompokkan lansia diperoleh dari Puskesmas Ariodillah
sebagai penduduk yang berumur 60 tahun diketahui lansia yang menderita Hipertensi
atau lebih. Proporsi dari populasi lansia pada tahun 2018 yaitu 251 lansia, meningkat
adalah sebesar 11,7% dari total populasi menjadi 321 lansia pada tahun 2019, dan
dunia dan diperkiraan jumlah ini akan terus meningkat kembali menjadi 456 pada tahun
meningkat seiring dengan peningkatan usia 2020.
harapan hidup. Hampir 1 miliar atau sekitar Beberapa faktor yang mempengaruhi
seperempat dari seluruh populasi lansia di kejadian Hipertensi pada lansia adalah
dunia terkena tekanan darah tinggi. riwayat keluarga, kurangnya aktivitas fisik,
Prevalensi lansia dengan Hipertensi pola konsumsi makan yang mengandung
di Asia Tenggara (2017), dilaporkan natrium dan lemak jenuh serta kepatuhan
sebanyak 156.273 orang dengan tingkat diet (Hamid, 2013).
kematian 14,7% setiap tahunnya. Jumlah Menurut WHO (2019), prevalensi
penderita Hipertensi akan terus meningkat Kepatuhan diet tertinggi terjadi diwilayah
tajam dan diprediksikan pada tahun 2025 Afrika sebesar (27%) dan terendah di
meningkat menjadi 29% atau sekitar 1,2 Amerika Serikat (18%) (WHO, 2019).
miliar lansia diseluruh dunia menderita Prevalensi kepatuhan diet di
Hipertensi (WHO South-East Asia, 2017). Indonesia menunjukkan angka kepatuhan
Kementerian Kesehatan Republik diet tertinggi terjadi di Jawa Tengah
Indonesia (2018), melaporkan bahwa (44,1%), dan terendah di Kalimantan Selatan
prevalensi Hipertensi di Sumatera Selatan (22,2%) (Kemenkes RI, 2019).
adalah 35,8%. Angka ini lebih tinggi Beberapa faktor yang mempengaruhi
dibandingkan angka nasional yaitu sebesar kepatuhan diet adalah pengetahuan, usia,
31,7%. Angka ini menempatkan Sumatera jenis kelamin, status sosial ekonomi, dan
Selatan pada urutan ke-5 sebagai provinsi dukungan keluarga (Friedman, 2013).
dengan kasus Hipertensi yang tinggi. Pada
tahun 2019 jumlah kasus Hipertensi
meningkat sebesar 63.309.620 orang dan

95
Dukungan keluarga adalah suatu menjalankan diet dan pola makan
bentuk dorongan yang senantiasa yang tidak teratur. Keluarga kurang dalam
memberikan bantuan sebagai sumber member perhatian terhadap lansia terutama
pertolongan yang praktis dan konkrit terhadap pola diet yang baik bagi lansia
meliputi dukungan instrumental, dukungan penderita hipertensi. Berdasarkan uraian
emosional, dukungan informasional, diatas maka peneliti tertarik untuk
dukungan penilaian, dukungan informatif melakukan penelitian untuk mengetahui
(Friedman, 2013). “Hubungan Dukungan Keluarga dengan
Hasil penelitian terdahulu oleh Dori kepatuhan diet Hipertensi pada lansia di
dkk (2010), Tumenggung (2012) dan Dewi Puskesmas Ariodillah Palembang.
dkk (2013), menunjukkan bahwa ada
hubungan antara dukungan keluarga dengan METODE
kepatuhan diet Hipertensi. Penelitian ini adalah penelitian
Peran perawat sebagai salah satu kuantitatif dengan desain studi korelasional
bagian dari tenaga kesehatan sangat penting dengan pendekatan cross sectional. Populasi
dalam penanganan Hipertensi melalui dalam penelitian adalah 54 responden dan
pemberian informasi dan dukungan diperoleh sampel sebanyak 54 responden.
pengetahuan bagi penderita Hipertensi untuk Pemilihan sampel menggunakan total
meningkatkan kesadaran tentu pentingnya sampling. Data dalam penelitian ini
pencegahan dan penanganan Hipertensi didapatkan dalam kuesioner, kuesioner
dengan membentuk sikap yang positif agar dukungan keluarga yang diambil dari adopsi
dapat melakukan diet Hipertensi disertai Maghfirah (2017), serta kuesioner kepatuhan
dukungan keluarga yang optimal dan diet hipertensi juga diambil dari adopsi
sehingga dapat mencegah kemungkinan Puspita (2018).Untuk mengukur dukungan
terjadinya komplikasi. keluarga dan kepatuhan diet hipertensi pada
Hasil studi pendahuluan dilakukan di lansia di Puskesmas [Link]
Puskesmas Ariodillah diperoleh informasi analisis data yang digunakan dalam
bahwa lansia yang menderita Hipertensi penelitian ini adalah analisis univariat dan
setiap tahunnya mengalami peningkatan. bivariat untuk mencari hubungan antara dua
Berdasarkan hasil wawancara dengan 10 variabel yaitu variabel bebas dan variabel
lansia yang tinggal bersama dengan terikat dengan menggunakan uji Chi-square.

HASIL PENELITIAN
Analisis Univariat
Dukungan Keluarga Pada Lanjut Usia di Puskesmas Ariodillah

96
Distribusi Frekuensi Dukungan Keluarga di Puskesmas Ariodillah(N=54)
Dukungan Frekuensi (f) Presentase
Keluarga
Baik 36 66,7
Kurang 18 33,3
Total 54 100

Tabel 1 menunjukkan bahwa baik yaitu 36 lansia (66,7%) dan


mayoritas responden memiliki dukungan keluarga dalam kategori
dukungan keluarga dalam kategori kurang yaitu 18 lansia (33,3%).
Kepatuhan Diet Hipertensi Pada
Lansia di Puskesmas Ariodillah.
Distribusi Frekuensi Kepatuhan Diet Hipertensi di Puskesmas Ariodillah (N=54)

Kepatuhan Frekuensi (f) Presentase (%)


Diet
Hipertensi
Patuh 37 68,5
Tidak patuh 17 31,5
Total 54 100

Tabel 2. Menunjukkan bahwa kategori patuh yaitu 37 lansia (68,5%)


mayoritas responden memiliki dalam kategori tidak patuh 17 lansia (
kepatuhan diet hipertensi dalam
31,5%)

Analisa Bivariat
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi pada Lansia
(n=54) di Puskesmas Ariodillah

Kepatuhan diet hipertensi 𝝆


Variabel Patuh Tidak patuh Total value
n % n % n %
Dukungan Kurang 17 94,4 1 5,6 18 100
keluarga Baik 20 55,6 16 44,4 36 100 0,04

Total 37 68,5 17 31,5 54 100

97
Dari tabel 3 diatas, didapatkan hipertensi sebanyak 20 responden
dukungan keluarga kurang di (55,6%). Sedangkan dukungan
Puskesmas Ariodillah. Hasil uji Chi- keluarga dengan kepatuhan diet
Square antara dukungan keluarga hipertensi tidak patuh sebanyak 1
dengan kepatuhan diet hipertensi pada responden (5,6%) dan dukungan
lansia menunjukkan bahwa dukungan keluarga baik dengan kepatuhan diet
keluarga kurang dengan kepatuhan diet hipertensi tidak patuh sebanyak 36
hipertensi patuh sebanyak 17 responden (100%).
responden (94,4%) dan kepatuhan diet

PEMBAHASAN interaksi antara keluarga dan fasilitas


Analisa Univariat kesehatan. Dukungan keluarga
Dukungan Keluarga merupakan faktor penting dalam
Hasil penelitian diketahui bahwa proses pengobatan dan pencegahan
dari 54 responden lansia di Puskesmas penyakit hipertensi. Keluarga memiliki
Ariodillah, dukungan keluarga tinggi peranan penting dalam pengawasan
adalah sebanyak 36 orang (66,7%), dan pencegahan terjadinya komplikasi
sedangkan dukungan keluarga rendah hipertensi serta dapat memberikan
sebanyak 18 orang (33.3%). dukungan dan membuat keputusan
Penelitian ini sesuai dengan teori mengenai perawatan yang telah
(Siti & Sastraprawira, 2019) dukungan dilakukan oleh pasien hipertensi
adalah salah satu faktor yang (Tumenggung, 2013).
menentukan tingkat kepatuhan pasien Penelitian terdahulu oleh
dalam menjalankan proses perawatan. Prihattiny (2020), menyatakan bahwa
Dukungan keluarga sangat penting dukungan keluarga dengan kepatuhan
dalam pemeliharaan kesehatan, karena diet hipertensi pada lansia di
adanya dukungan keluarga pencapaian Puskesmas Tomohon Utara
keluarga sehat akan tercapai. Tugas- menunjukkan dari 30 responden lansia
tugas keluarga dalam memelihara yang mendapatkan dukungan keluarga
kesehatan adalah: 1) menyadari adanya baik adalah sebanyak 20 responden
gangguan perkembangan kesehatan (66,6%). Hal ini sejalan dengan hasil
dalam anggota keluarganya; 2) Nita (2018), yang menyatakan bahwa
mengambil keputusan dalam memilih dari 81 responden mayoritas
tindakan kesehatan yang tepat; 3) mendapatkan dukungan dari keluarga
merawat anggota keluarga yang sakit; yaitu sebanyak 49 orang (60,5%).
4) menjaga suasana rumah yang Keluarga adalah support system
mendukung terhadap kesehatan dan utama bagi lansia dalam
perkembangan kepribadian anggota mempertahankan kesehatannya. Peran
keluarganya dan 5) menjaga hubungan keluarga dalam merawat lansia untuk

98
menjaga dan merawat kondisi fisik memfasilitasi lansia untuk memenuhi
lansia, meningkatkan status mental kebutuhan spiritualnya.
lansia, mengantisipasi adanya
perubahan social dan ekonomi serta
memberikan motivasi dan

keluarga dengan kepatuhan diet


Kepatuhan Diet Hipertensi penderita hipertensi dengan nilai 𝜌
0,001.
Hasil penelitian didapatkan 54 Penelitian lainnya oleh Oktavia
responden lansia di Puskesmas (2018) dari 49 responden yang
Ariodillah yang patu pada diet mendapatkan dukungan dari keluarga
hipertensi adalah sebanyak 37 orang mayoritas patuh terhadap diet
(68,5%) dan 17 orang tidak patuh hipertensinya yaitu sebesar 39
(31,5%). responden (48,1%), dan dari 32
Penelitian ini sesuai dengan responden yang tidak mendapatkan
teori Devita (2014) menyatakan bahwa dukungan dari keluarga mayoritas
patuh adalah suka dalam menurut tidak patuh terhadap diet hipertensinya
perintah dan taat sedangkan kepatuhan yaitu sebesar 17 responden (21%).
adalah perilaku sesuai aturan. Dukungan keluarga sangat
Kepatuhan seseorang dipengaruhi erat kaitannya dengan kepatuhan
keyakinan lansia terhadap manfaat diet pasien dalam menjalankan [Link]
hipertensi seperti menghindari itu disebabkan karena keluarga
berlemak, makanan mengandung mempunyai hubungan yang sangat erat
garam terlalu tinggi. Sehingga pada dengan kehidupan tiap [Link]
akhirnya dapat menimbulkan karena itu diharapkan kesadaran bagi
kepercayaan dirinya untuk menghadapi keluarga agar memberikan dukungan
dan mengelola penyakitnya dengan penuh terhadap anggota keluarganya
lebih baik. yang menderita hipertensi agar patuh
Penelitian ini sejalan dengan menjalankan diet dengan patuh.
Tumenggung (2013) menyatakan
bahwa terdapat hubungan dukungan
Hasil analisis diketahui
dukungan keluarga dengan kepatuhan
Analisa Bivariat diet hipertensi menunjukkan bahwa 17
Hubungan Dukungan Keluarga responden (94,4%) responden dengan
Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi kepatuhan diet hipertensi patuh
Pada Lansia di Puskesmas memiliki dukungan keluarga 20
Ariodillah. responden (55,6%) responden dengan
kepatuhan diet patuh memiliki
dukungan keluarga baik. Responden

99
dengan kepatuhan diet hipertensi yang dukungan keluarga dengan kategori
tidak patuh dengan dukungan keluarga kurang, (95%) tidak patuh dalam
kurang 1 responden (5,6%) dan menjalankan diet hipertensi.
responden dengan kepatuhan diet Penelitian ini sejalan
hipertensi yang tidak patuh dengan dengan hasil penelitian Dewi dkk
dukungan keluarga baik berjumlah 16 (2016) keluarga adalah kumpulan dua
responden (44,4%). orang atau lebih yang mempunyai
Penelitian ini sesuai dengan hubungan darah yang sama atau tidak,
teori Azizah (2011) dukungan keluarga yang terlibat dalam kehidupan yang
dalam kategori sedang memiliki arti terus menerus, yang tinggal dalam satu
bahwa responden tidak mendapatka atap, mempunyai ikatan emosional dan
dukungan keluarga yang sepenuhnya. mempunyaikewajiban satu orang
Dukungan keluarga dengan kategori dengan yang lainnya. Dukungan
sedang masih dengan usia lansia keluarga merupakan suatu bentuk
mampu memiliki pengetahuan perilaku melayani yang dilakukan
kepatuhan diet karena faktor usia. keluarga, baik dalam bentuk dukungan
Sebagian besar responden memiliki emosional (perhatian dan kasih
kepatuhan diet patuh sebanyak 35 saying), dukungan penghargaan
responden (85,4%). Kepatuhan diet (menghargai dan memberikan umpan
dalam penilaian ini balik positif), dukungan informasi
dapat dipengaruhi oleh faktor (saran, nasihat, informasi) maupun
dukungan keluarga. dukungan dalam bentuk instrumental
Penelitian ini sejalan (bantuan tenaga, uang dan waktu).
dengan hasil penelitian Rangkuti Dukungan keluarga dengan
(2021) menunjukkan bahwa dukungan kepatuhan diet hipertensi tidak
keluarga dikategorikan baik sejumlah patuhnya lansia terhadap dietnya
55 orang, dimana 55 orang (100%) karena kurang support dari keluarga,
diantaranya patuh dalam melaksanakan karena sebagai keluarga harus selalu
diet. Sedangkan 19 orang yang memberi dukungan apapun itu.

KESIMPULAN (68,5%), dan didapatkan untuk


1. Distribusi frekuensi Dukungan hasil tidak patuh 17 responden
Keluarga Di Puskesmas Ariodillah (31,5%).
didapatkan hasil baik 36 responden 2. Ada hubungan dukungan keluarga
(66,7%), dan didapatkan hasil dengan kepatuhan diet hipertensi
kurang yaitu 18 responden (33,3%) pada lansia di Puskesmas
Distribusi frekuensi Kepatuhan Ariodillah dengan 𝜌value 0,004
Diet Hipertensi Di Puskesmas <0,05.
Ariodillah didapatkan hasil
sebagian besar patuh 37 responden

100
SARAN meningkatkan Kepatuhan Diet
1. Bagi STIK Siti Khadijah Hipertensi pada lansia agar patuh
Palembang menjalankan diet tersebut.
Diharapkan dapat menambah 3. Bagi Peneliti Selanjutnya
pengetahuan dan wawasan Diharapkan dapat memberikan
mengenai dukungan keluarga hasil yang lebih baik lagi dari
dengan kepatuhan diet hipertensi peneliti sebelumnya yang sudah
pada [Link] hasil penelitian ini melakukan terlebih dahulu
bias dijadikan sebagai pengabdian penelitian dan menggunakan
kepada masyarakat dan dijadikan metode [Link]
referensi bagi STIK Siti Khadijah Dukungan Keluarga dengan
Palembang. Kepatuhan Diet Hipertensi Pada
2. Bagi Puskesmas Ariodillah Lansia hasilnya lebih baik dari
Diharapkan dapat meningkatkan sebelumnya.
Dukungan Keluarga pada lansia
agar dapat membantu

DAFTAR PUSTAKA Friedman. (2013). Keperawatan


Keluarga. Yogyakarta: Gosyen
A.H., & Kusuma, H. 2016. Asuhan Publishing
Keperawatan Praktis Friedman (2013) Hubungan Dukungan
Berdasarkan Penerapan Keluarga Dengan Kualitas
Diagnosa Nanda, Nic, Noc Hidup Lansia yang Mengalami
dalam Berbagai Kasus. Hipertensi di Wilayah Kerja
Yogyakarta: Penerbit Puskesmas Mandalle
Mediaction Kabupaten Pangkep. Diakses
Adriani (2017).Perilaku keluarga pada tanggal 9 juni 2021
dalam mendukung manajemen dari[Link]
hipertensi di Kabupaten aded_files/temporary
[Link] Indonesian Journal [Link] (2017).Hubungan dukungan
of Health Science, 10(2), 36- keluarga dengan kepatuhan diet
50. rendah garam dan diDusun
Dalimartha, [Link] Herbal Ladon: -Journal Keperawatan
Tumpas [Link] (e-KP) Volume 5 Nomor 1,
pertama. Jakarta: Penebar Februari 2017
swadaya.

101
Novian & Arista.(2013). Kepatuhan [Link]/bitstream. Diakses pada
diet pasien [Link] tanggal 18 februari 2017.

Kesehatan Masyarakat 9 (1) Sutrisno, (2013). Tentang Pengaruh


(2013) 100-105. Diakses pada Edukasi Perawat Terhadap
tanggal 8 juni 2021 Penurunan Tekanan Darah
(Nurarif & Kusuma, 2016).(2016). Pada Lansia Dengan Hipertensi
Terapi Komplementer di Wilayah Kerja Puskesmas
[Link] of Chemical Purwodadi Kabupaten
Information and Modeling, Grobongan diunduh pada 30
53(9), 1689-1699. Diakses mei 2017 di akses
pada tanggal 10 juni 2021 [Link]/datapublik
[Link] /[Link]
1107415324.004 Suwandi, [Link] Dukungan
Notoatmojo, S. (2010).Metodologi Keluarga Dalam Diet
Penelitian Kesehatan. Hipertensi dengan Frekuensi
Yogyakarta: Rineka Cipta. Kekambuhan Hipertensi pada
Novian A. (2013).Faktor Yang Lansia di Wilayah Kerja
Berhubungan Dengan Posyandu Desa Belimbing
Kepatuhan Diit Pasien Sukoharjo (Skrpsi, Universitas
[Link] Indonesia dari Muhammadiyah Surakarta).
Semarang KEMAS 9 (1) (2013) Sutanto.(2010). CEKAL (Cegah dan
100-105. Diakses pada tanggal 5 Tangkal)Penyakit Modern
juni 2021 dari (Hipertensi, Stroke, Jantung,
([Link] Kolestrol, dan Diabetes).
[Link]/kemas). Yogyakarta: ANDI OFFSET.
Nisfiani, (2014).Hubungan dukungan Sugiyono. (2016). Metode Penelitian
keluarga dengan kepatuhan diit Kuantitatif, Kualitatif, dan
hipertensi pada lanjut usia R&D. Bandung: Alfabeta.
didesa Begajah kecamatan Suwandi, [Link] Dukungan
Sukoharjo Kabupaten Keluarga dalam Diet Hipertensi
Sukoharjo. dengan Frekuensi Kekambuhan
Notoadmojo (2014), pendidikan dan Hipertensi di Wilayah Kerja
prilaku kesehatan: Rineka Cipta, Posyandu Desa Blimbing
Jakarta [Link]
Nugroho, W (2018). Komunikasi Muhammadiyah Surakarta.
dalam Keperawatan Gerontik. Suwardana (2014) Hubungan Kualitas
Jakarta: EGC. Hidup Lansia Dengan Hipertensi
Purnawan, [Link] yang diWilayah Kerja Puskesmas
mempengaruhi dukungan Perumnas II Kelurahan Sungai
[Link]://[Link]. Beliung Kecamatan Pontianak

102
Barat. Diakses pada tanggal 10 [Link] Health Statistic Report
Juni 2021 dari[Link] [Link]: World Health
.[Link]/[Link]/jmkeperawatanF Organization; 2015.
K/article/download/33088/75676 WHO.(2015). Hipertensi Indonesia.
581308 Diakses pada tanggal 9 juni 2021
Tumenggung, I. (2013). Hubungan dari([Link]
Dukungan Sosial Keluarga ?sa=t&source=web&rct=j&url=h
Dengan Kepatuhan Diet Pasien ttp://[Link]/a/w
Hipertensi di RSUD Toto Kabila ho-1-diakes pada tanggal 3 juni
Kabupaten 2021
Bone Balango. (online).([Link] Zakaria, (2017) Konsep Keluaga.
[Link]/[Link]/JHS/art Diakses pada tanggal 3 juni 2021
icle/view/1085Diakses tanggal 3 dari[Link]
juni 2021). 3/3/BAB%[Link]

103

Anda mungkin juga menyukai