0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan19 halaman

Minat Penggunaan Dompet Digital di Bogor

Diunggah oleh

Revi Milado
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan19 halaman

Minat Penggunaan Dompet Digital di Bogor

Diunggah oleh

Revi Milado
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS MINAT PENGGUNAAN DOMPET DIGITAL FINANCIAL

TECHNOLOGY (FINTECH) UNTUK BERTRANSAKSI


(Studi Kasus Masyarakat Kota Bogor)

Yuni Kartika¹
Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka
E-Mail : yunikartika0106@[Link]

ABSTRACT
This research discusses Financial Technology (Fintech) in relation to its perceived benefits,
level of trust, and ease of use in Bogor City. The population studied was the people of Bogor
City who had internet access, with sampling using a survey and questionnaire method
involving 100 respondents. Data analysis was carried out using multiple linear regression
techniques. The results of the study show that the two independent variables have a
significant influence on people's interest in using Fintech Digital Wallets to make
transactions, either separately or simultaneously.

Keywords: Fintech, benefit perception, convenience perception, digital wallet, trust

ABSTRAK
Penelitian ini membahas Financial Technology (Fintech) dalam kaitannya dengan persepsi
manfaat, tingkat kepercayaan, dan kemudahan penggunaannya di Kota Bogor. Populasi yang
diteliti adalah masyarakat Kota Bogor yang telah menmpunyai akses untuk menggunakan
internet, dengan pengambilan data sampel dilapangan ini menggunakan metode survei dan
kuesioner yang melibatkan 100 responden. Analisis terhadap data dapat dilakukan dengan
menggunakan atau mengaplikasikan teknik dari regresi linier berganda. Hasil penelitian nanti
dapat menunjukkan bahwa kedua variabel independen memiliki perbedaan pengaruh yang
signifikan baik secara minat masyarakat dalam menggunakan Dompet Digital Fintech untuk
melakukan transaksi, baik secara terpisah maupun bersamaan.

Kata Kunci : Fintech, Persepsi Manfaat, Persepsi Kemudahan, Dompet Digital, Kepercayaan
I. PENDAHULUAN memiliki akses ke layanan keuangan
formal.
Teknologi saat ini berkembang
sangat pesat, memungkinkan manusia
untuk menyelesaikan berbagai aktivitas

dengan lebih mudah. Salah satu aktivitas


yang paling terdampak oleh kemajuan
teknologi adalah penggunaan Internet. (Gambar 1.1 : Profil dan
Internet mempermudah komunikasi, Perkembangan Fintech Lending di
memperluas wawasan, memudahkan Indonesia Periode Bulan Juli-Agustus
belanja online, membantu promosi Tahun 2019, OJK)
perusahaan, menyediakan hiburan, dan
memberikan akses cepat ke informasi. Di Peningkatan penggunaan dompet

Indonesia, dampak dari jangkauan global digital tidak terlepas dari berbagai faktor

Internet sangat terlihat, terutama dalam hal yang memengaruhi minat masyarakat.

metode pembayaran. Fintech, atau Adapun faktor-faktor kemudahan dalam

teknologi finansial, adalah layanan pengaplikasian, persepsi pada manfaat,

keuangan berbasis elektronik yang serta tingkat kepercayaan terhadap

menyimpan nilai moneter dalam media platform Fintech berperan penting dalam

digital seperti chip atau server. Dengan menentukan seberapa besar masyarakat

perkembangan teknologi ini, penggunaan tertarik untuk beralih ke sistem

layanan fintech di Indonesia semakin pembayaran digital ini. Dalam hal ini,

meluas, agar lebi mudah serta bisa efisien. penting untuk memahami bagaimana

Penggunaan dompet digital sebagai salah persepsi kemudahan dan manfaat yang

satu bentuk Fintech membantu dirasakan pengguna memengaruhi minat

mengurangi timbulnya ketergantungan mereka dalam menggunakan dompet

terhadap jenis uang tunai dan digital. Selain itu, kepercayaan menjadi

mempromosikan pembayaran digital yang elemen krusial karena berkaitan dengan

lebih aman dan praktis. Serta, inovasi ini keamanan data dan transaksi pengguna. Di

juga memberikan kontribusi terhadap Indonesia, pemerintah dan berbagai pihak

inklusi dalam keuangan, dengan terus mendorong penggunaan pembayaran

menjangkau lebih banyak lapisan non-tunai sebagai bagian dari upaya

masyarakat yang sebelumnya tidak menciptakan less cash society. Sejak


peluncuran Gerakan Nasional Non Tunai
(GNNT) oleh Bank Indonesia pada tahun signifikan. Oleh karena itu, penelitian
2014, penggunaan dompet digital sebagai mengenai persepsi manfaat ini bisa untuk
salah satu alat pembayaran semakin memberikan wawasan yang lebih
meningkat. Dukungan infrastruktur komprehensif terkait bagaimana Fintech
teknologi serta semakin luasnya penetrasi dapat meningkatkan pengadopsian dompet
internet menjadi faktor pendukung utama digital. Kepercayaan terhadap layanan
dalam perkembangan ini. Bank Indonesia Fintech juga bisa menjadi satu faktor
pada tahun 2014 menggadakan GNNT utama atau kunci yang harus diperhatikan.
atau Gerakan Nasional Non Tunai yang Dalam dunia digital, keamanan data dan
tepatnya pada tanggal 14 Agutus 2014, privasi pengguna sering kali menjadi
gerakan itu bertujuan untuk menciptakan perhatian utama. Pengguna perlu merasa
mindset pada masyarakat bahwa yakin bahwa data pribadi dan transaksi
berjalannya sistem pembayaran non tunai mereka dilindungi dari ancaman seperti
akan mengindikasikan masyarakat yang kebocoran data atau penipuan. Jika
sudah modern. Selain itu juga berguna pengguna merasa aman dan percaya pada
untuk menyadarkan masyarakat akan platform dompet digital yang mereka
peredaran uang palsu (Anggreni, N. K. A. gunakan, hal ini akan mendorong mereka
(2015). untuk lebih sering bertransaksi secara
digital. Dengan latar belakang ini, penting
Kondisi ini membuka peluang
untuk menganalisis lebih lanjut minat
untuk menganalisis lebih dalam terkait
penggunaan dompet digital dalam konteks
faktor-faktor yang mendorong minat
persepsi manfaat, kepercayaan.
penggunaan dompet digital dalam
Pemahaman yang lebih baik mengenai
bertransaksi. Dalam konteks minat
dinamika ini akan membantu industri
pengguna, penting untuk mengkaji
fintech serta pihak terkait dalam
persepsi manfaat yang dirasakan pengguna
mengembangkan strategi yang lebih
dompet digital. Kemudahan akses,
efektif untuk meningkatkan penggunaan
efisiensi waktu, serta berbagai promosi
dompet digital di masyarakat. Masyarakat
yang ditawarkan menjadi beberapa faktor
masih memiliki pemahaman yang rendah
manfaat yang diharapkan dapat
terkait literasi keuangan, khususnya dalam
meningkatkan minat masyarakat. Namun,
hal perkembangan teknologi, termasuk
kendala seperti kurangnya pemahaman
fintech. fintech, sebagai bagian dari inovasi
atau ketidakpercayaan terhadap teknologi
keuangan, belum sepenuhnya dipahami
baru ini dapat menjadi penghambat yang
oleh sebagian besar masyarakat. Banyak
yang belum menyadari manfaat serta risiko Januari 2019, terdapat 99 perusahaan
yang mungkin timbul dari penggunaan fintech yang terdaftar atau berizin di OJK.
layanan keuangan berbasis teknologi ini, Hal ini menunjukkan pertumbuhan industri
terutama dalam konteks fintech fintech yang pesat dan makin besarnya
Peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman kepercayaan masyarakat terhadap platform
online. ini sebagai alternatif pembiayaan. Dari sisi
pengguna, terdapat 267.496 rekening
Menurut data dari Otoritas Jasa
lender atau pemberi pinjaman, sementara
Keuangan (OJK), fintech P2P lending
jumlah rekening borrower atau peminjam
mengalami perkembangan yang pesat
mencapai 5.160.120. Perbedaan signifikan
hingga Januari 2019. Akumulasi total
antara jumlah pemberi pinjaman dan
pinjaman melalui platform P2P lending
peminjam ini menunjukkan bahwa
mencapai Rp25,9 triliun, yang
permintaan terhadap layanan pinjaman
menunjukkan adanya peningkatan
online sangat tinggi. Meskipun begitu,
signifikan dalam adopsi layanan ini oleh
literasi dan pemahaman yang lebih baik
masyarakat. Ini mengindikasikan bahwa
mengenai fintech perlu terus ditingkatkan
semakin banyak orang yang mulai
agar masyarakat dapat memanfaatkan
memanfaatkan layanan keuangan berbasis
layanan ini dengan bijak dan aman.
teknologi untuk meminjam dana atau
menawarkan pinjaman. Lebih lanjut, data Inovasi teknologi hadir untuk
tersebut juga mengungkapkan bahwa memudahkan kehidupan sehari-hari dan
outstanding pinjaman, atau pinjaman yang meningkatkan produktivitas masyarakat.
masih berjalan, mencapai Rp5,7 triliun. Dalam konteks ini, Financial Technology
Angka ini memperlihatkan bahwa (Fintech) muncul sebagai salah satu solusi
meskipun adopsi fintech meningkat, masih digital yang dapat mempermudah transaksi
banyak pinjaman yang aktif dan belum keuangan. Namun, kenyataannya, banyak
diselesaikan oleh para peminjam. Fakta ini masyarakat yang masih enggan
menunjukkan adanya potensi risiko yang menggunakan layanan berbasis teknologi
perlu dipahami oleh masyarakat dalam seperti fintech. Salah satu kebiasaan yang
penggunaan layanan fintech, khususnya masih mendominasi adalah preferensi
terkait pengelolaan pinjaman. masyarakat untuk melakukan transaksi
Perkembangan fintech ini juga terlihat dari secara tunai, baik saat membeli barang
peningkatan jumlah perusahaan yang maupun jasa. Hal ini menunjukkan bahwa
bergerak di sektor P2P lending. Hingga meskipun teknologi telah tersedia, adopsi
layanan digital masih relatif rendah. Henri yang seharusnya lebih melek teknologi.
Kasyfi seorang yang memiliki status Preferensi masyarakat terhadap transaksi
jabatan sebagai Sekretaris Jendral APJII tunai ini menjadi perhatian penting dalam
memberikan penyampaian tentang hasil mengembangkan ekosistem fintech di
survei yang dilakukan di lapangan Indonesia. Padahal, fintech hadir dengan
mendapatkan nilai di angka 7,39% berbagai manfaat, seperti kemudahan
bedasarkan para pengguna internet yang transaksi, kecepatan proses, serta
menggunakan dan mengakses platform keamanan yang lebih baik dibandingkan
layanan dibidang keuangan tersebut. dengan pembayaran tunai. Namun,
Angka ini mencerminkan bahwa meskipun persepsi masyarakat yang melihat fintech
penggunaan internet semakin meluas di sebagai sesuatu yang kompleks perlu
Indonesia, khususnya di kalangan diubah melalui edukasi dan literasi
masyarakat urban, pemanfaatan internet keuangan yang lebih masif, agar
untuk layanan keuangan digital masih masyarakat lebih memahami manfaat dan
sangat terbatas. Fakta ini menunjukkan kemudahan yang ditawarkan oleh layanan
bahwa meski infrastruktur digital digital ini. Berdasarkan latar belakang
berkembang pesat, adopsi fintech belum tersebut, penulis tertarik untuk melakukan
menjadi pilihan utama masyarakat dalam penelitian ilmiah terkait minat masyarakat
bertransaksi. Tidak hanya di kalangan dalam menggunakan dompet digital
umum, Hasil dari observasi yang telah fintech untuk bertransaksi. Penelitian ini
dilaksanakan oleh peneliti bernama Wildan bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor
dalam yang memengaruhi minat masyarakat,
termasuk persepsi kemudahan, manfaat,
dalam penelitiannya menunjukkan bahwa dan kepercayaan terhadap layanan fintech.
beberapa mahasiswa juga merasa tidak ada Dengan menganalisis faktor-faktor
minat untuk mengaplikasikan layanan dari tersebut, diharapkan dapat diperoleh
fintech tersebut. Karena menurut asumsi pemahaman yang lebih mendalam
dari mereka para pengguna aplikasi fintech mengenai kendala yang dihadapi
menganggap lebih rumit dibandingkan masyarakat dalam mengadopsi layanan
dengan transaksi tunai. Pandangan ini dompet digital.
menunjukkan bahwa persepsi mengenai
kemudahan penggunaan masih menjadi Bedasarkan penjelasan dari latar
tantangan utama dalam adopsi fintech, belakang di atas dengan pemilihan topik
khususnya di kalangan generasi muda mengenai fintech penulis memiliki
ketertarikan untuk melaksanakan jasa, mentransfer uang, membayar
penelitian ilmiah dengan menggunakan tagihan, dan melakukan berbagai transaksi
judul " Analisis Minat Pengguna Dompet keuangan lainnya dengan mudah melalui
Digital Financial Tehconolgy (FINTECH) ponsel atau perangkat digital lainnya.
Untuk Bertransaksi". Fokus terhadap Layanan ini memanfaatkan konektivitas
sebuah objek penelitian yang akan internet dan memberikan alternatif yang
digunakan dalam melakukan penelitian di lebih praktis serta efisien dibandingkan
lapangan ini yaitu masyarakat yang dengan metode pembayaran konvensional.
diruang lingkup Kota Bogor. Beberapa dompet digital juga
menawarkan fitur tambahan seperti
II. TINJAUAN PUSTAKA cashback, diskon, dan promosi yang
1. Dompet Digital menarik, sehingga semakin diminati oleh
Digital payment (Dompet Digital) konsumen. Keunggulan utama dompet
didefinisikan sebagai segala jenis digital adalah kemudahannya dalam
pembayaran yang memakai instrumen melakukan transaksi dengan cepat dan
digital. Pada Digital Payment ada 2 aman. Dompet digital juga membantu
pemain utama yaitu The Payer mengurangi ketergantungan masyarakat
(pembayar) dan juga The Payee (penerima terhadap uang tunai dan mendukung
bayaran), keduanya memakai instrumen terciptanya less cash society. Selain itu,
elektronik dalam melakukan pembayaran dengan fitur keamanan yang canggih,
(Mane, 2019). Pada digital payment, seperti enkripsi data dan verifikasi dua
transaksi dilakukan tidak melibatkan uang langkah, dompet digital dapat melindungi
kertas/uang tunai berbentuk fisik (hard pengguna dari risiko penipuan dan
cash) melainkan memakai uang elektronik pencurian. Meski demikian, adopsi
atau yang sering kita sebut dengan dompet digital masih menghadapi
Electronic Money (Mane, 2019). tantangan, seperti rendahnya literasi
keuangan dan kepercayaan terhadap
Dompet digital adalah layanan keamanan teknologi ini, terutama di
berbasis teknologi yang memungkinkan kalangan masyarakat yang belum terbiasa
pengguna untuk menyimpan uang secara dengan transaksi digital.
elektronik dan melakukan berbagai
transaksi tanpa memerlukan uang tunai. Dompet elektronik, yang juga dikenal
Dengan menggunakan dompet digital, dengan sebutan e-wallet, dompet digital,
pengguna dapat membayar barang dan atau digital wallet, merupakan alat
pembayaran berbasis teknologi yang merupakan uang tunai yang beredar dalam
memungkinkan transaksi keuangan bentuk fisik, sementara uang giral adalah
dilakukan secara elektronik. Menurut uang yang tersimpan dalam rekening bank
Bank Indonesia (2016), penyelenggara atau giro yang dapat digunakan untuk
layanan dompet elektronik bisa berupa transaksi secara digital. Dengan
bank atau lembaga keuangan lainnya yang munculnya teknologi dompet digital, uang
beroperasi di Indonesia. Dompet digital tunai kini dapat dikonversi menjadi data
ini mempermudah pengguna dalam elektronik yang disimpan pada media
mengelola transaksi keuangan tanpa perlu penyimpanan digital, seperti server atau
membawa uang tunai secara fisik, kartu chip, sehingga memudahkan
sehingga lebih praktis dan aman pengguna untuk bertransaksi secara
digunakan dalam kehidupan sehari-hari. non-tunai.
Pengguna dapat mengakses dompet digital
melalui telepon pintar, yang membuat Uang elektronik atau e-money
layanan ini sangat mudah diakses oleh merupakan bentuk uang tunai yang telah
siapa saja yang memiliki smartphone dan diubah menjadi data elektronik untuk
koneksi internet. Di Indonesia, beberapa disimpan dalam sistem dompet digital.
perusahaan penyedia dompet digital yang Data ini dapat diakses kapan saja dan di
terkenal adalah OVO, yang awalnya mana saja selama pengguna memiliki
dikembangkan oleh Bank Nobu dan Grab, akses ke perangkat yang mendukung.
serta Go-Pay yang merupakan layanan Teknologi ini memberikan keuntungan
dari perusahaan Go-Jek. Layanan ini bagi masyarakat dalam hal kemudahan
biasanya digunakan untuk berbagai jenis bertransaksi dan meningkatkan keamanan,
transaksi, termasuk pembelanjaan barang karena pengguna tidak lagi harus
dan jasa. Pengguna dapat mengisi ulang membawa uang tunai yang rentan
atau men-top up saldo dompet digital terhadap kehilangan atau pencurian.
mereka melalui transfer bank dari Dengan semakin berkembangnya dompet
berbagai bank besar seperti BCA dan digital di Indonesia, masyarakat mulai
Mandiri, serta dari minimarket seperti terbiasa dengan metode pembayaran yang
Alfamart dan Indomaret menggunakan lebih modern dan efisien ini. Pada
uang tunai. Dalam dunia transaksi dasarnya Uang giral diciptakan ketika
perdagangan, terdapat dua jenis uang yang uang tunai disetorkan ke media
diakui sebagai alat pembayaran, yaitu penyimpanan uang elektronik. Uang jenis
uang kartal dan uang giral. Uang kartal elektronik ini hanya dapat digunakan
sebagai alat pembayaran non-tunai, di dimensi yang membentuk persepsi
mana transaksi dilakukan secara kemudahan. Pertama, individu akan
elektronik untuk pembayaran atau transfer merasa lebih mudah dan terampil dalam
dana. menggunakan teknologi tertentu.
Kemampuan untuk menggunakan
2. Persepsi Kemudahan (Perceived teknologi dengan baik dapat
Ease) meningkatkan kepercayaan diri pengguna
Menurut Yani, dkk., (2018) persepsi dan membuat mereka merasa lebih
kemudahan artinya seseorang meyakini nyaman dalam menjalani proses transaksi
bahwa penggunaan teknologi akan lebih atau interaksi lainnya. Dengan demikian,
mudah dan tidak merepotkan (free of keterampilan individu dalam
effort). Dimensi persepsi kemudahan, menggunakan teknologi menjadi faktor
menurut Lee dan Wan (2010) dalam penentu dalam tingkat adopsi dan
Karim (2017) ada tiga hal, yaitu: pemanfaatan teknologi tersebut. Dimensi
kedua adalah kemudahan dalam
1). Individu lebih mudah dan terampil
mempelajari teknologi. Jika suatu
dalam menggunakan suatu teknologi;
teknologi mudah dipahami dan dipelajari,
2). Teknologi tersebut mudah pengguna baru akan lebih cepat
dipelajari; serta beradaptasi dan merasakan manfaatnya.
3). Teknologi tersebut sangat mudah Pendidikan dan pelatihan yang efektif
dioperasikan juga berkontribusi pada pengembangan
pemahaman pengguna terhadap teknologi,
Persepsi kemudahan berperan penting
sehingga mengurangi rasa cemas atau
dalam mendorong individu untuk
ketidakpastian yang mungkin timbul saat
menggunakan teknologi, karena jika
mencoba teknologi baru. Hal ini menjadi
mereka merasa bahwa teknologi tersebut
penting terutama dalam konteks pengguna
tidak merepotkan, mereka akan lebih
yang belum familiar dengan teknologi
cenderung untuk mengadopsinya. Hal ini
digital. Dimensi ketiga, yaitu kemudahan
menunjukkan bahwa persepsi kemudahan
dalam pengoperasian teknologi, juga tidak
dapat memengaruhi keputusan pengguna
kalah penting. Jika teknologi tersebut
dalam memilih dan memanfaatkan
dirancang dengan antarmuka yang
berbagai jenis teknologi, termasuk dalam
sederhana dan intuitif, pengguna akan
konteks layanan digital seperti fintech.
lebih mudah mengoperasikannya tanpa
Bisa penulis jabarkan mengenai tiga
memerlukan bantuan tambahan. Desain
yang ramah pengguna dapat membantu efisiensi, atau mencapai tujuan yang lebih
mempercepat proses transaksi dan baik, mereka akan lebih termotivasi untuk
meningkatkan pengalaman pengguna mengintegrasikan teknologi tersebut dalam
secara keseluruhan. Dengan aktivitas sehari-hari mereka. Dengan kata
mempertimbangkan ketiga dimensi ini, lain, persepsi manfaat berperan sebagai
penyedia teknologi diharapkan dapat pendorong utama yang mendorong
menciptakan solusi yang tidak hanya individu untuk mencari dan menerapkan
efektif tetapi juga mudah diakses oleh solusi teknologi yang relevan. Selain itu,
berbagai kalangan masyarakat. persepsi manfaat tidak hanya berkaitan
dengan peningkatan kinerja individu,
3. Persepsi Manfaat
tetapi juga dapat berdampak pada
Menurut Irmadhani (2012), persepsi
produktivitas organisasi secara
manfaat adalah tingkat keyakinan
keseluruhan. Ketika karyawan percaya
pengguna bahwa teknologi yang
bahwa teknologi yang digunakan dapat
digunakan dapat meningkatkan kinerja
memudahkan proses kerja, mereka
mereka. Dimensi persepsi manfaat
cenderung lebih terlibat dan berkomitmen
(perceived usefulness) menurut Venkatesh
dalam pekerjaannya. Hal ini dapat
& Davis (2000) ada empat hal, yaitu:
menciptakan lingkungan kerja yang lebih
1). Meningkatkan kinerja;
inovatif dan responsif terhadap perubahan.
2). Meningkatkan produktivitas;
Oleh karena itu, penyedia teknologi perlu
3). Meningkatkan efektivitas; dan
memastikan bahwa produk atau layanan
4). Bermanfaat bagi individu.
yang mereka tawarkan tidak hanya
memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi
Persepsi manfaat mengacu pada
juga jelas memberikan manfaat yang
tingkat keyakinan terhadap pada pengguna
terlihat dan dapat diukur bagi pengguna.
bahwa mengaplikasikan teknologi yang
Aspek pertama, yaitu meningkatkan
mereka gunakan bisa untuk memberikan
kinerja, berhubungan dengan kemampuan
peningkatan signifikan dalam kinerja
individu atau kelompok untuk mencapai
mereka. Keyakinan ini penting karena
hasil yang lebih baik dalam tugas yang
dapat mempengaruhi keputusan individu
mereka lakukan. Ketika teknologi baru
untuk mengadopsi dan menggunakan
diadopsi, alat-alat tersebut sering kali
teknologi tertentu. Jika pengguna merasa
dirancang untuk menyederhanakan proses
bahwa teknologi akan membantu mereka
kerja, mengurangi beban pekerjaan, dan
dalam menyelesaikan tugas, meningkatkan
mempercepat penyelesaian tugas.
Misalnya, perangkat lunak manajemen dibandingkan dengan tujuan yang telah
proyek dapat membantu tim ditetapkan. Teknologi yang dirancang
merencanakan, mengatur, dan memantau untuk mendukung pengambilan keputusan,
kemajuan proyek secara real-time, seperti analisis data dan alat pemantauan,
sehingga kinerja tim dapat ditingkatkan. dapat memberikan wawasan yang lebih
Dengan kinerja yang lebih baik, individu baik dan memfasilitasi strategi yang lebih
dapat lebih cepat mencapai target yang tepat.
ditetapkan, yang pada gilirannya
meningkatkan rasa percaya diri dan Dengan demikian, individu dan
kepuasan kerja. Aspek kedua, organisasi dapat mengarahkan sumber
meningkatkan produktivitas, berkaitan daya mereka secara lebih efisien untuk
dengan kemampuan individu atau mencapai hasil yang diinginkan, yang pada
organisasi untuk memproduksi lebih akhirnya mengarah pada peningkatan
banyak output dalam waktu yang lebih kinerja keseluruhan. Aspek keempat
singkat. Teknologi yang efisien adalah bahwa teknologi harus bermanfaat
memungkinkan pengguna untuk bagi individu secara keseluruhan. Manfaat
menyelesaikan lebih banyak tugas dalam ini bisa berupa peningkatan keterampilan,
periode yang sama dengan usaha yang akses ke informasi yang lebih luas, atau
lebih sedikit. Contohnya, penggunaan kemampuan untuk berkolaborasi dengan
otomatisasi dalam proses produksi dapat lebih baik. Ketika individu merasa bahwa
mengurangi waktu dan tenaga kerja yang teknologi yang mereka gunakan
diperlukan, sehingga meningkatkan jumlah memberikan keuntungan nyata, seperti
produk yang dapat dihasilkan. Dengan mengurangi stres atau meningkatkan
produktivitas yang lebih tinggi, perusahaan kualitas hidup, mereka akan lebih
dapat meningkatkan profitabilitasnya dan termotivasi untuk mengadopsi dan
bersaing lebih baik di pasar, sementara memanfaatkan teknologi tersebut. Dalam
individu merasakan pencapaian yang lebih konteks ini, manfaat yang diperoleh dari
besar dalam pekerjaan mereka. teknologi tidak hanya terbatas pada hasil
Meningkatkan efektivitas adalah aspek kerja, tetapi juga mencakup peningkatan
ketiga yang sangat penting, yang berkaitan kesejahteraan pribadi dan kepuasan hidup
dengan seberapa baik suatu teknologi secara umum.
dapat membantu pengguna mencapai
tujuan yang diinginkan. Efektivitas 4. Kepercayaan
mencakup kualitas hasil yang dicapai
Kepercayaan adalah ukuran keyakinan melakukan pengawasan berlebihan, yang
seseorang dalam mempercayai orang lain dapat menghambat perkembangan
untuk bisa dipercaya tanpa harus kolaborasi yang sehat. Di sisi lain,
mengawasi dan mengendalikannya. (Bella membangun dan mempertahankan
dalam Azizi, 2016). Dan dimensi kepercayaan membutuhkan waktu,
kepercayaan menurut Chuang, [Link]. konsistensi, dan pengalaman positif dalam
(2016) dalam El tin (2019), ada tiga, yaitu interaksi. Ketika individu merasa dihargai
: dan dipahami, mereka lebih cenderung
1). Persepsi kualitas layanan; untuk membangun kepercayaan satu sama
2). Keyakinan pada layanan; dan lain. Namun, kepercayaan juga bisa mudah
3). Persepsi keamanan layanan. hancur; tindakan yang tidak konsisten atau
pelanggaran terhadap komitmen dapat
Kepercayaan merupakan aspek merusak kepercayaan yang telah dibangun.
fundamental dalam hubungan Oleh karena itu, penting untuk menjaga
interpersonal yang mencerminkan komunikasi yang terbuka dan transparan,
keyakinan terhadap seseorang mengenai serta memenuhi janji dan tanggung jawab
integritas dan kemampuan orang lain. yang telah disepakati. Dalam era digital
Dalam konteks ini, kepercayaan berarti saat ini, di mana interaksi seringkali
meyakini bahwa individu lain dapat dilakukan secara virtual, menjaga
diandalkan untuk bertindak dengan cara kepercayaan menjadi semakin penting
yang konsisten, jujur, dan bertanggung karena kurangnya interaksi tatap muka
jawab tanpa perlu diawasi secara langsung. dapat mengurangi peluang untuk
Ketika seseorang mempercayai orang lain, membangun hubungan yang kuat.
mereka memberikan ruang untuk otonomi
dan kebebasan, yang pada gilirannya dapat Kepercayaan yang terbangun tidak
memperkuat hubungan tersebut. Dalam hanya berfungsi sebagai pondasi bagi
banyak situasi, seperti di lingkungan kerja hubungan interpersonal yang baik, tetapi
atau dalam kolaborasi sosial, kepercayaan juga sebagai kunci untuk menciptakan
menciptakan ikatan yang memungkinkan lingkungan yang kolaboratif dan produktif,
individu untuk bekerja sama secara lebih baik dalam konteks pribadi maupun
efektif dan harmonis. Tanpa adanya profesional. Mengenai dimensi dalam
kepercayaan, hubungan tersebut mungkin kepercayaan, persepsi kualitas layanan
akan diwarnai oleh ketidakpastian, mengacu pada penilaian pengguna
keraguan, dan kecenderungan untuk terhadap seberapa baik layanan yang
diberikan memenuhi harapan mereka. keamanan layanan adalah aspek penting
Kualitas layanan dapat diukur melalui lainnya yang mempengaruhi keputusan
berbagai dimensi, seperti kecepatan, pengguna dalam memilih dan
ketepatan, keandalan, serta kemudahan menggunakan layanan, terutama dalam
akses. Ketika pelanggan merasa bahwa konteks transaksi digital. Pengguna ingin
layanan yang mereka terima berkualitas memastikan bahwa informasi pribadi dan
tinggi, mereka cenderung lebih puas dan finansial mereka dilindungi dengan baik
loyal terhadap penyedia layanan tersebut. dari risiko pencurian atau penyalahgunaan.
Dalam konteks teknologi dan layanan Persepsi keamanan ini mencakup berbagai
digital, persepsi kualitas layanan juga elemen, seperti kebijakan privasi, metode
mencakup seberapa baik platform tersebut enkripsi data, dan langkah-langkah
berfungsi, serta bagaimana interaksi perlindungan yang diterapkan oleh
pengguna dengan antarmuka dan penyedia layanan. Ketika pengguna
dukungan pelanggan. Dengan demikian, merasa aman saat menggunakan layanan,
kualitas layanan yang baik menjadi faktor mereka lebih mungkin untuk melakukan
kunci dalam membangun reputasi dan transaksi dan berinteraksi lebih lanjut,
kepercayaan pelanggan. Keyakinan pada yang pada akhirnya berkontribusi pada
layanan berkaitan dengan tingkat loyalitas dan kepercayaan terhadap merek
kepercayaan pengguna terhadap atau platform tersebut. Membangun
kemampuan layanan untuk memenuhi persepsi keamanan yang kuat sangat
kebutuhan dan harapan mereka. Keyakinan penting untuk meningkatkan kepuasan
ini dipengaruhi oleh pengalaman pelanggan dan mendorong pertumbuhan
sebelumnya, ulasan dari pengguna lain, layanan di era digital saat ini.
dan informasi yang tersedia tentang
layanan tersebut. Ketika pengguna 5. Minat
memiliki keyakinan yang tinggi terhadap Menurut Shomad dan Purnomosidhi
layanan, mereka akan lebih cenderung (2012) dalam Rahayu (2018) minat
untuk menggunakannya secara reguler dan tersebut merupakan suatu dorongan atau
merekomendasikannya kepada orang lain. keinginan setiap individu untuk
Hal ini menunjukkan bahwa keyakinan melakukan perilaku-perilaku tertentu. Hal
berperan sebagai pendorong utama dalam ini berarti, tanpa adanya minat, sesorang
adopsi teknologi dan layanan baru, serta tidak mungkin melakukan suatu
berkontribusi pada keberhasilan jangka perbuatan. Menurut Jogiyanto (2007)
panjang dari penyedia layanan. Persepsi
dalam Wildan (2019), dimensi minat ada Di sisi lain, minat juga dapat
tiga macam, yaitu : dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal
1). Rasa ingin menggunakan; dan internal, seperti tren pasar,
2). Keadaan selalu menggunakan; rekomendasi dari orang lain, serta
serta kemudahan akses terhadap informasi.
3). Dorongan untuk terus Misalnya, dalam konteks layanan fintech,
menggunakan di masa yang akan datang. minat masyarakat terhadap dompet digital
mungkin meningkat seiring dengan
Minat merujuk pada ketertarikan semakin populernya transaksi non-tunai
atau perhatian seseorang terhadap sesuatu, dan kampanye edukasi yang dilakukan
yang sering kali memengaruhi keputusan oleh penyedia layanan. Selain itu,
dan perilaku individu. Dalam konteks pengalaman positif dari pengguna lain
penggunaan teknologi atau layanan melalui ulasan dan testimoni dapat
tertentu, minat dapat berperan sebagai memperkuat minat individu untuk
pendorong utama bagi individu untuk mencoba layanan tersebut. Dengan
mencoba dan mengadopsi inovasi baru. demikian, mendorong minat pengguna
Minat ini sering kali muncul dari bukan hanya tentang meningkatkan
faktor-faktor seperti pengalaman kesadaran, tetapi juga menciptakan
sebelumnya, informasi yang diperoleh, konteks yang relevan dan memberikan
serta persepsi terhadap manfaat yang informasi yang diperlukan untuk
ditawarkan. Ketika individu memiliki membantu mereka memahami dan
minat yang tinggi terhadap suatu produk merasakan nilai dari layanan yang
atau layanan, mereka cenderung lebih aktif ditawarkan dalam dimensi minat, pertama
dalam mencari informasi, mengeksplorasi terdapat rasa ingin menggunakan merujuk
fitur-fitur yang ada, dan akhirnya pada ketertarikan awal yang dimiliki
mengambil langkah untuk individu terhadap suatu produk atau
menggunakannya. Oleh karena itu, layanan. Aspek ini sering kali dipicu oleh
memahami minat pengguna sangat penting berbagai faktor, seperti rekomendasi dari
bagi penyedia layanan untuk merancang teman, iklan yang menarik, atau
strategi pemasaran yang efektif dan pengalaman positif dari pengguna lain.
menciptakan pengalaman yang menarik Ketika seseorang merasa penasaran dan
bagi calon pengguna. tertarik untuk mencoba sesuatu, mereka
akan lebih cenderung untuk
mengeksplorasi fitur-fitur yang ditawarkan
serta memahami manfaat yang bisa produk dan menemukan area yang perlu
diperoleh. Rasa ingin ini sangat penting ditingkatkan. Ketiga Dorongan agar bisa
dalam konteks pemasaran, karena dapat terus mengaplkasikan pada masa yang
menentukan apakah individu akan akan mendatang mencakup motivasi dan
mengambil langkah awal untuk keinginan pengguna untuk
menggunakan layanan atau produk mempertahankan hubungan jangka
tersebut. Penyedia layanan perlu panjang dengan produk atau layanan yang
memanfaatkan momen ini dengan mereka gunakan. Aspek ini sering
memberikan informasi yang jelas dan dipengaruhi oleh pengalaman positif yang
menarik, sehingga dapat menarik perhatian telah diperoleh, serta persepsi pengguna
calon pengguna dan mendorong mereka terhadap inovasi dan perbaikan yang
untuk mencoba layanan yang ditawarkan. dilakukan oleh penyedia layanan. Jika
Kedua Keadaan selalu menggunakan pengguna merasa bahwa layanan tersebut
merujuk pada kebiasaan individu untuk selalu relevan dan bermanfaat, mereka
secara konsisten menggunakan produk akan terdorong untuk terus
atau layanan setelah mencoba dan menggunakannya meskipun ada pilihan
merasakan manfaatnya. Hal ini lain di pasar. Penyedia layanan perlu
mencerminkan tingkat kepuasan dan berupaya untuk terus menjaga minat
kenyamanan pengguna dengan layanan pengguna dengan memperkenalkan
yang ada. Ketika pengguna merasa bahwa fitur-fitur baru, memberikan dukungan
produk atau layanan tersebut memberikan pelanggan yang baik, dan merespons
nilai yang signifikan dalam kehidupan umpan balik dengan serius. Dengan
sehari-hari mereka, mereka akan lebih menciptakan pengalaman yang
cenderung untuk menjadikannya bagian memuaskan dan memenuhi harapan
dari rutinitas. Misalnya, dalam konteks pengguna, penyedia layanan dapat
dompet digital, jika pengguna menemukan membangun loyalitas yang kuat,
bahwa aplikasi tersebut memudahkan memastikan bahwa pengguna akan tetap
transaksi, menghemat waktu, dan setia dan terus menggunakan layanan
memberikan berbagai penawaran menarik, mereka di masa depan.
mereka akan lebih mungkin untuk terus
menggunakannya secara reguler. III. METODE PENELITIAN
Keterlibatan yang konsisten ini dapat
menjadi indikator penting bagi penyedia Penelitian ini menerapkan metode
layanan untuk mengevaluasi kinerja deskriptif kuantitatif sebagai pendekatan
utama untuk menganalisis data yang Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa
diperoleh. Dengan menggunakan alat sampel yang diambil tidak mewakili
analisis statistik berupa regresi linier seluruh populasi secara acak, sehingga
berganda, penelitian ini bertujuan untuk hasil yang diperoleh mungkin tidak dapat
menguji hubungan antar variabel secara diaplikasikan ke seluruh penduduk. Oleh
sistematis. Untuk melaksanakan pengujian karena itu, peneliti harus berhati-hati
ini, peneliti memanfaatkan perangkat dalam menarik kesimpulan dan
lunak SPSS versi 23, yang dikenal luas menafsirkan data. Keterbatasan ini
dalam pengolahan dan analisis data menjadi penting untuk diperhatikan,
statistik. Penggunaan SPSS terutama ketika hasil penelitian digunakan
memungkinkan peneliti untuk memperoleh untuk memberikan rekomendasi atau
hasil yang akurat dan dapat kebijakan. Meskipun demikian, penelitian
dipertanggungjawabkan. ini tetap memberikan wawasan berharga
mengenai fenomena yang diteliti dan dapat
Penelitian ini memfokuskan pada menjadi landasan untuk penelitian lebih
penduduk Kota Bogor yang memiliki lanjut. Dengan demikian, meskipun ada
akses internet sebagai populasi yang kendala dalam generalisasi, hasil
diteliti. Namun, karakteristik populasi ini penelitian ini tetap dapat memberikan
mempersulit penentuan bingkai sampel kontribusi signifikan terhadap pemahaman
yang pasti, karena terdapat banyak faktor tentang populasi yang menjadi fokus studi.
yang dapat mempengaruhi hasil. Ferdinand Metode non-probability sampling yang
(2013) berpendapat bahwa peneliti digunakan dalam penelitian ini adalah
diperbolehkan menggunakan metode survei dan kuesioner. Pada tahap awal,
non-probability sampling dalam situasi peneliti mendistribusikan kuesioner secara
seperti ini, karena metode tersebut daring kepada sejumlah responden yang
memberikan fleksibilitas dalam termasuk dalam elemen populasi.
pengambilan sampel, meskipun memiliki
beberapa keterbatasan. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Meskipun metode non-probability Berdasarkan data yang telah
sampling memberikan kemudahan dalam penulis olah, berikut merupakan hasil Uji
pengumpulan data, ada tantangan yang R Square pada penelitian ini:
harus dihadapi, yaitu kesulitan dalam
melakukan generalisasi hasil penelitian. Tabel 1. Uji Determinasi (R2)
1 Regr 837. 2 204 40. .001b
Model Summary essio 271 .32 136
Std,Err n 3
or Resi 545. 97 5.0
Mode R Adjuste of the dual 629 91
dR Total 1382 99

I R Squar Square Estima .9


e te Sumber : data primer yang diolah, 2023
1 .777 .648 .623 2.275 Bedasarkan hasil penelitian dari
3 tabel di atas dapat disimpulkan mengenai
Sumber : data primer yang diolah, 2023 mengindikasikan bahwa nilai p-value
Bedasarkan hasil penelitian dari berada di bawah 0,05. Dengan demikian,
tabel di atas dapat disimpulkan kedua variabel independen dalam
menunjukkan bahwa nilai Adjusted R penelitian ini dianggap memiliki pengaruh
Square adalah 0,623. Hal ini yang signifikan terhadap variabel dalam
mengindikasikan bahwa dua variabel minat penggunaan fintech dengan
independen yang digunakan dalam model bersamaan pada hasil tingkat alpha 5%.
penelitian ini memberikan kontribusi
Untuk menganalisis seberapa besar
sebesar 62,3% dalam menjelaskan variasi
terdapat pengaruh pada masing-masing
pada minat pengguna terhadap fintech.
variabel independen pada minat
Dengan kata lain, kedua variabel tersebut
pembelian, kita dapat merujuk pada hasil
memiliki pengaruh yang signifikan
Uji Regresi Linier Berganda yang
terhadap minat penggunaan layanan
disajikan dalam tabel yang berada di
fintech di kalangan responden.
bawah ini. Analisis tersebut akan
memberikan wawasan lebih lanjut
Tabel 2. Hasil Uji F
mengenai kontribusi masing-masing
variabel dalam memengaruhi minat
ANOVAa
pengguna terhadap layanan fintech kita
Sum Me
bisa unutk melihat hasil Uji Regresi Linier
of an
Model DF F Sig Berganda pada tabel hasil di bawah ini.
Squa Squ
res are Tabel 1. Hasil Regresi Linear Berganda
Koefisie T Sig Meskipun kemudahan akses dan
n penggunaan juga penting, dalam konteks
Konstanta 1,096 0,465 0,643 penelitian ini, faktor kepercayaan
Persepsi 0,220 2,062 0,042 tampaknya lebih dominan dalam
Kemudahan membentuk keputusan pengguna untuk
bertransaksi menggunakan fintech. Selaras
Persepsi 0,243 2,261 0,026 dengan hasil penelitian yang dilakukan
Manfaat oleh Kurnianingsih dan Maharani (2020),
Kepercayaa 0,355 5,048 0,000 bahwa adanya kepercayaan memberikan
n pengaruh paling signifikan terhadap minat
Sumber : data primer yang diolah, 2023 dalam menggunakan fintech. Hal ini
menarik karena sebagian besar penelitian
Persamaan regresi berganda dari table di sebelumnya masih cenderung berfokus
atas adalah : pada persepsi manfaat dan kemudahan
Y = 1,096 + 0,220 X1 + 0,243 X2 + 0,355 penggunaan sebagai faktor utama dalam
X3 menentukan adopsi fintech.

Di antara ketiga faktor determinan Secara aspek sosial dan budaya,


yang dianalisis, kepercayaan menunjukkan perkembangan fintech yang berada di
pengaruh yang paling signifikan terhadap Indonesia masih berada pada tahap
minat penggunaan fintech, dengan nilai awalmula, yang membuat masyarakat
sebesar 0,355. Hal ini menunjukkan bahwa cenderung lebih skeptis dan mencari tahu
semakin tinggi tingkat kepercayaan mengenai keandalan layanan ini. Banyak
pengguna terhadap layanan fintech, individu yang merasa perlu untuk
semakin besar minat mereka untuk memastikan bahwa layanan fintech, seperti
menggunakan layanan tersebut. dompet digital, dapat dipercaya sebelum
Kepercayaan ini bisa mencakup mereka mengambil langkah untuk
aspek-aspek seperti keamanan data menggunakannya. Hal ini mencerminkan
pribadi, keandalan transaksi, dan reputasi ketidakpastian yang umum di kalangan
penyedia layanan. Sebaliknya, persepsi pengguna baru terhadap teknologi yang
kemudahan dianggap memiliki pengaruh relatif baru dan tidak dikenal, serta
paling kecil terhadap minat penggunaan keinginan untuk melindungi diri dari
fintech. potensi risiko yang mungkin timbul. Di
sisi lain, kondisi ini kontras dengan situasi
di negara-negara barat, di mana lebih cenderung untuk mengambil langkah
keberadaan fintech sudah lebih dikenal dan untuk mengadopsi teknologi ini dalam
diterima sejak awal tahun 2000. Di kehidupan sehari-hari mereka. Selain
negara-negara tersebut, masyarakat sudah kepercayaan, persepsi kemudahan dan
memiliki pemahaman yang lebih baik persepsi manfaat juga berperan penting
tentang manfaat dan risiko yang terkait dalam memengaruhi minat penggunaan
dengan layanan fintech, sehingga mereka fintech. Ketiga variabel tersebut memiliki
lebih siap untuk mengadopsi dan pengaruh positif dan signifikan, yang
memanfaatkan teknologi ini. Oleh karena mengindikasikan bahwa ketika masyarakat
itu, untuk mempercepat adopsi fintech di merasa bahwa layanan fintech mudah
Indonesia, penting bagi penyedia layanan digunakan dan memberikan manfaat yang
untuk fokus pada edukasi dan membangun jelas, mereka akan lebih termotivasi untuk
kepercayaan di kalangan masyarakat, agar menggunakan layanan tersebut. Oleh
mereka merasa lebih nyaman dalam karena itu, untuk meningkatkan minat
menggunakan layanan yang ditawarkan masyarakat dalam menggunakan fintech,
sebagaimana diungkapkan dalam penyedia layanan perlu fokus pada
penelitian oleh Venkatesh & Davis (2000) membangun kepercayaan serta
memastikan bahwa layanan mereka
user-friendly dan memberikan nilai tambah
V. KESIMPULAN DAN SARAN bagi pengguna.
KESIMPULAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian ini, Kepercayaan memiliki peranan
dapat disimpulkan bahwa kepercayaan yang sangat penting dalam menentukan
merupakan faktor yang paling berpengaruh minat masyarakat untuk menggunakan
terhadap minat masyarakat untuk layanan fintech. Untuk mempercepat
menggunakan layanan fintech. Hal ini adopsi teknologi ini di kalangan
menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat, diperlukan upaya edukasi
pengguna terhadap keamanan, yang efektif guna meningkatkan tingkat
transparansi, dan keandalan layanan sangat kepercayaan tersebut. Proses edukasi ini
menentukan keputusan mereka untuk sebaiknya dilakukan secara kolaboratif
bertransaksi melalui platform fintech. antara institusi pendidikan, perusahaan,
Ketika pengguna merasa yakin bahwa dan pemerintah, sehingga masyarakat
layanan tersebut dapat dipercaya, mereka mendapatkan informasi yang akurat dan
dapat dipercaya mengenai layanan fintech.
Selain itu, untuk memperkuat kepercayaan
masyarakat, peran pemerintah sangat vital
dalam menciptakan lingkungan yang
aman, nyaman, dan kondusif untuk
penggunaan fintech atau dompet digital.
Hingga saat ini.

Untuk penelitian di masa depan,


eksplorasi data dengan menggunakan jenis
dari variabel mediasi serta moderasi dapat
memberikan wawasan yang lebih dalam
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi
minat penggunaan fintech. Pendekatan ini
dapat membantu peneliti untuk memahami
bagaimana variabel lain dapat
memengaruhi hubungan antara
kepercayaan dan minat pengguna.
Selanjutnya, pengambilan data sampel
dilapangan dengan menggunakan cara dan
metode stratifikasi ini juga dapat
meningkatkan kualitas hasil kepada
penelitian. Pendekatan ini, peneliti dapat
memastikan bahwa sampel yang diambil
lebih representatif terhadap populasi yang
lebih luas, sehingga hasilnya dapat
digeneralisasi dengan lebih baik. Hal ini
sangat penting untuk memastikan bahwa
kesimpulan yang diambil dari penelitian
dapat diterapkan pada konteks yang lebih
luas dalam masyarakat.

Anda mungkin juga menyukai