0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan28 halaman

Kebijakan HSE PT Adyawinsa 2024

PJA

Diunggah oleh

Andry Harahap
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan28 halaman

Kebijakan HSE PT Adyawinsa 2024

PJA

Diunggah oleh

Andry Harahap
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROSES 2.

KEBIJAKAN DAN SASARAN


1. HSSE Policy Dan Objective
1). Apakah Manajemen Pelaksana Kontrak telah menandatangani dan
mengkomunikasikan kebijakan HSSE untuk pelaksanaan pekerjaan
kontrak kepada para pekerjanya?
KEBIJAKAN DAN SASARAN Doc. : 002 / HSEPLAN /HSE-AT&E / II /2024
2.1 KOMITMEN HSE Disahkan Oleh Direktur

KEBIJAKAN TENTANG KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN


LINDUNGAN LINGKUNGAN

PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical memiliki suatu komitmen utama dan berkelanjutan untuk
melindungi karyawan dan harta benda milik PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical dari suatu kerugian
yang tidak di inginkan.
Setiap kegiatan PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical mempunyai sasaran utama untuk mencapai
nilai tanpa kecelakaan. Pengawas setiap kegiatan bertanggung jawab atas semua aspek dari keselamatan kerja termasuk
penerapan dari prosedur-prosedur PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical , undang-undang dan peraturan-
peraturan yang berlaku. Penanggulangan bahaya tidak hanya dilakukan sebagai suatu reaksi terhadap suatu
kecelakaan atau sebagai hasil dari inspeksi yang telah dilakukan di tempat kerja. Lini managemen dan para karyawan
sangat dapat lebih produktif.
Guna mencapai komitmen ini dan menjaga agar lingkungan kerja tetap baik dimana keselamatan merupakan
perioritas utama PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical menyatakan :
Permintaan pada setiap karyawan untuk melakukan semua kegiatan operasinya dengan mencapai standar
tertinggi dari keselamatan kerja dengan memenuhi kompetensi dan keahlian dibidang masing masing
guna mencapai sasaran Nihil Kecelakaan.
Melakukan pemeriksaan secara berkala untuk mengetahui dan mengurangi potensi-potensi bahaya. Melakukan
audit dan Inspeksi sesuai dengan program serta menindak lanjuti hasil temuan untuk mencegah
kecelakaan, luka dan sakit akibat kerja.
Permintaan kepada seluruh Karyawan untuk Patuh dan Tunduk terhadap Peraturan dan Perundang undangan yang
berlaku di Lingkungan Kantor dan Lingkungan Kerja serta Mematuhi Peraturan HSSE di Lingkungan Pertamina
Mengembangkan perencanaan tindakan darurat beserta prosedur penanggulangan yang efektif, apakah
untuk Kesehatan, keselamatan Kerja dan Lindungan lingkungan atau besifat Keamanan. Dengan demikian akan
merungurangi dampak negative terhadap PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical
Melakukan perbaikan berkesinambungan terhadap kinerja HSSE di lingkungan kantor dan Lingkungan
kerja terutama di wilayah kerja PT Pertamina.
Melakukan pemeriksaan secara berkala serta memberi pengarahan pada setiap pekerja mengenai bahaya
dan larangan pemakaian obat-obat terlarang dan minuman keras, serta memberikan sanksi tegas jika ada pekerja
yang melanggar kebijakan dan perataturan PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical

Kami percaya bahwa kita semua telah sepakat untuk mencegah kecelakaan, mengurangi bahaya dan melindungi
harta benda hak milik sebagai falsafah hidup.

Jakarta, 3 Januari 2024


PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical

Rony Dosonugroho
Direktur

1
KEBIJAKAN DAN SASARAN Doc. : 002 / HSEPLAN /HSE-AT&E / II /2024
2.1 KOMITMEN HSE Disahkan Oleh Direktur

KEBIJAKAN TENTANG LARANGAN MEROKOK, MINUMAN


KERAS, PEMAKAIAN OBAT-OBATAN TERLARANG DAN
SENJATA API / BAHAN PELEDAK

Sehubungan dengan realisasi Kebijakan K3LL, maka kepada seluruh karyawan dan pengurus
PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical berlaku hal-hal sebagai berikut :

1. Dilarang merokok dalam lingkungan pekerjaan.


2. Dilarang meminum minuman keras dalam lingkungan pekerjaan.
3. Dilarang memakai obat-obatan terlarang (narkotika, psikotropika dan zat adiktif
lainnya) dalam lingkungan pekerjaan.
4. Dilarang membawa / menggunakan senjati api / bahan peledak.
Adalah tidak dibenarkan serta dikategorikan sebagai pelanggaran berat apabila ditemukan :

Menggunakan, memiliki, mentransportasikan atau menjual obat-obatan terlarang yang


dikategorikan sebagai narkoba,obat bius (tanpa resep dokter) atau sejenisnya, minuman keras
illegal, minuman beralkohol, senjata-senjata api/peledak yang diluar kewenangan sewaktu
memasuki wilayah kerja Perusahaan atau dalam kendaraan Perusahaan.

Adalah merupakan tanggung jawab bersama antara Perusahaan, pengurus dan seluruh
karyawan untuk melindungi lingkungan kerjanya maupun lingkungan sekitarnya (masyarakat
luas).

Pelanggaran terhadap kebijakan ini akan mendapatkan tindakan tegas yang sesuai dan tindakan
pemutusan hubungan kerja (PHK), diharapkan ini menjadi suatu peringatan dan dipahami
bersama serta senantiasa menjadi falsafal hidup.

Jakarta, 3 Januari 2024


PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical

Rony Dosonugroho
Direktur

2
KEBIJAKAN DAN SASARAN Doc. : 002 / HSEPLAN /HSE-AT&E / II /2024
2.1 KOMITMEN HSE Disahkan Oleh Direktur

KEBIJAKAN PERUSAHAAN
TENTANG SERAGAM KERJA, PERALATAN KERJA
DAN ALAT PELINDUNG DIRI ( APD )

Melengkapi kebijakan mengenai pemenuhan terhadap aspek HSE, maka perusahaan


menyatakan beberapa hal sebagai berikut :

Seragam kerja, peralatan kerja serta Alat Pelindung Diri ( APD ) yang baik dan berkualitas
sesuai standar kelayakan merupakan salah satu sarana keselamatan kerja.
Seragam kerja, peralatan kerja serta Alat Pelindung Diri ( APD ) merupakan salah satu
komponen wajib dalam pelaksanaan Sistim Manajemen HSE yang dilaksanakan perusahaan.
Seragam kerja wajib dikenakan selama pekerjaan berlangsung dan bekerja di perusahaan.

Untuk itu :

Perusahaan akan menyediakan seragam, peralatan kerja serta Alat Pelindung Diri (APD)
sesuai kebutuhan.
Seluruh karyawan diwajibkan untuk menggunakan seragam, peralatan kerja serta Alat
Pelindung Diri ( APD ) sesuai dengan petunjuk, ketentuan dan rambu – rambu yang ada di
lapangan.
Dan pekerja dilarang keras melepas atau tidak mengenakan APD pada saat di area proyek.

Dengan ketentuan ini, diharapkan kinerja dapat ditingkatkan dan menekan tingkat resiko
atau kecelakaan kerja. Akan tetapi, sebaik apapun peralatan yang dipakai, tidak akan ada artinya
apabila tidak bersikap hati – hati. Berperilaku aman saat bekerja merupakan penunjang
keselamatan terbaik di tempat kerja.

Jakarta, 3 Januari 2024


PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical

Rony Dosonugroho
Direktur

3
KEBIJAKAN DAN SASARAN Doc. : 002 / HSEPLAN /HSE-AT&E / II /2024
2.1 KOMITMEN HSE Disahkan Oleh Direktur

KEBIJAKAN HSE PERUSAHAAN


TENTANG INTERNAL AUDIT, EVALUASI, DAN PELAPORAN
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Tujuan mencegah dan menekan angka kecelakaan hanya dapat diraih dengan komitmen yang
kuat dan kerja keras komponen perusahaan dalam menjaga kelangsungan Sistim Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan kerja.

Untuk menjaga kelangsungan dan memperbaiki kinerja HSE serta memupuk kesadaran
karyawan, perlu dilakukan langkah – langkah sebagai berikut :

1. Inspeksi HSE yang dilaksanakan secara berkala maupun mendadak untuk memantau
pelaksanaan aturan HSE yang ada.
2. Internal Audit untuk mereview kembali segala kebijakan perusahaan harus kembali
dilaksanakan secara periodik minimal 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun guna mengetahui
performa dan mutu manajemen HSE di perusahaan dan melihat kebijakan yang ada telah sesuai
dengan keadaan.
3. Pelaporan dan evaluasi hasil inspeksi dilaksanakan sesuai dengan kondisi lapangan.

Hal ini ditujukan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu HSE dan pelaksanaannya di
perusahaan.

Dengan HSE yang baik, diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan di masa masa
mendatang.
Jakarta, 3 Januari 2024
PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical

Rony Dosonugroho
Direktur

4
KEBIJAKAN DAN SASARAN Doc. : 002 / HSEPLAN /HSE-AT&E / II /2024
2.1 KOMITMEN HSE Disahkan Oleh Direktur

KEBIJAKAN HSE PERUSAHAAN


TENTANG PENANGANAN DAN PENANGGULANGAN
BENCANA CORONA VIRUS 19 TERHADAP
ASPEK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Tujuan mencegah dan Menekan angka kecelakaan hanya dapat diraih dengan komitmen
yang kuat dan kerja keras komponen perusahaan dalam menjaga kelangsungan Sistim
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan kerja maupun di Lingkungan
sekitar terhadap bencana virus yang terjadi di negara Indonesia.

Untuk menjaga kelangsungan dan memperbaiki kinerja HSE serta memupuk kesadaran
karyawan, perlu dilakukan langkah – langkah sebagai berikut :

1. Inspeksi HSE terhadap Pekerja tetap dan Non tetap untuk melakukan Karantina mandiri
sekurang kurang nya 14 hari serta melakukan tes rapid / Swab PCR di Lokasi kerja.
2. Internal Cek terhadap semua pekerja baik Direktur,Pengawas,dan karyawan untuk melakukan
Cek Suhu Tubuh sebelum memasuki area atau wilayah kerja, menggunakan masker (Wajib)
serta mencuci tangan sebelum dan Sesudah melakukan kegiatan di Kantor atau di Lokasi
kerja
3. Patuhi semua Protokol Keselamatan COVID 19 di Lokasi Kerja maupun di Lingkungan
bermasyarakat.
4. SANKSI untuk Pelanggaran COVID 19 di berhentikan dari pekerjaan Permanent.
5. Reward bagi pekerja yang melaksanakan Protokol Kesehatan terhadap Covid 19 akan
diberikan Bonus Upah dan Suplemen Kesehatan Rutin selama Pandemic berakhir.

Hal ini ditujukan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu HSE dan pelaksanaannya di
perusahaan.

Dengan HSE yang baik, diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan di masa masa
mendatang.
Jakarta, 3 Januari 2024
PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical

Rony Dosonugroho
Direktur

5
KEBIJAKAN DAN SASARAN Doc. : 002 / HSEPLAN /HSE-AT&E / II /2024
2.1 KOMITMEN HSE Disahkan Oleh Direktur

SASARAN DAN OBJECTIVE SELAMA PROYEK BERLANGSUNG


Program Pelaksanaan Keterangan
Setiap Bulan selama Proyek berlangsung
( 7 Bulan )
Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV
Aspek Safety Briefing Setiap Hari Kerja
Keselamatan Safety Meeting Sebulan Sekali
Pelatihan HSE 1 bulan Sekali
Pelaporan Setiap Akhir Bulan
HSE
Inspeksi Sebulan 2 x
Audit 6 bulan Sekali
Aspek Hygen Industri Setiap Jum’at selesai Senam
Kesehatan Daily Check Setiap Hari sebelum beraktifitas
Up
Protokol Covid Untuk Pekerja yang akan
19 bekerja atau memasuki Lokasi
kerja
Aspek House Setiap hari selepas bekerja
Lingkungan Keeping

*Jadwal diatas dilakukan Setiap Bulan nya selama proyek berlangsung, waktu dan pelaksanaan nya
menyesuaikan dilokasi dan Waktu Pelaksanaan

Jakarta, 19 Februari 2024


PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical

Rony Dosonugroho
Direktur

6
KEBIJAKAN DAN SASARAN Doc. : 002 / HSEPLAN /HSE-AT&E / II /2024
2.1 KOMITMEN HSE Disahkan Oleh Direktur

OBJECTIVE, TARGET & KEBIJAKAN HSE


Target Program Objective
Tidak ada kecelakaan Merekrut tenaga ahli K3 (Safety Man) untuk merencanakan Manager HSE dan
kerja yang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan HRD/Administrasi
menghilangkan waktu Penerapannnya serta melakukan identifikasi bahaya dan rencana
kerja untuk tenaga kerja pengendalian terhadapnya di areal kerja
melebihi 2x24 jam dan Membentuk Komite HSE sesuai perundang-undangan yang berlaku Pimpinan
atau terhentinya proses untuk mendukung berjalannya penerapan Sistem Manajemen Perusahaan
melebihi shift berikutnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Menyediakan sumber daya yang dibutuhkan sesuai identifikasi bahaya HRD/Administrasi
dan perencanaan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
Meningkatkan derajat Ikut serta dalam program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan Manager HSE dan
kesehatan kerja tenaga Pemerintah HRD/Administrasi
kerja Melaksanakan kerjasama dengan rumah sakit terdekat sebagai rujukan HRD/Administrasi
penanganan kecelakan kerja ataupun keadan darurat di tempat kerja

Memprogramkan pemberian makanan, minuman sehat dan multi Manager HSE dan
vitamin bagi pekerja lapangan HRD/Administrasi
Meningkatkan Melaksanakan pendidikan dan pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Pengawas
pengetahuan tenaga kerja Kerja sesuai dengan kebutuhan, keahlian dan kompetensi tenaga kerja Operasional, Safety
mengenai Keselamatan secara rutin baik dilaksanakan sendiri maupun pihak luar Man
dan Kesehatan Kerja di
tempat kerja Menjalin kerjasama dengan dinas-dinas terkait yang memiliki Manager Proyek,
kewenangan khusus untuk memberikan pelatihan/pendidikan K3 di Safety Man dan Site
tempat kerja Manager
Meningkatkan dan Melaksanakan audit internal Sistem Manajemen Keselamatan Kerja Komite HSE
memelihara kinerja K3 minimal setiap enam bulan sekali ataupun jika ada kondisi yang
Perusahaan memerlukan tindakan audit Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja baik secata internal maupun eksternal
Melaksanakan inspeksi rutin guna memastikan bahwa perlatan, lokasi Safety Man
kerja dan tenaga kerja dalam keadaan/kondisi yang aman.
Meningkatkan kinerja Melaksanakan program manajemen limbah kantor Manager HSE
manajemen limbah Pemasangan poster dan sosialisasi kebersihan lingkungan kantor Safety Man

Mengidentifikasi semua pembuangan limbah B3 yang terjadi akibat


proses pekerjaan
Memastikan pekerja Melaksanakan Medical Check Up saat pekerjaan akan di mulai/awal Manager Proyek,
dalam kondisi sehat dan pelaksanaan proyek Safety Man dan Site
siap untuk bekerja Manager
Melaksanakan Daily Check Up rutin setiap hari Safety Man

7
KEBIJAKAN DAN SASARAN Doc. : 002 / HSEPLAN /HSE-AT&E / II /2024
2.1 KOMITMEN HSE Disahkan Oleh Direktur

8
2. HSSE Performance Indicator / KPI (Key Performance Indicator)
1). Apakah Pelaksana Kontrak telah menyusun HSSE performance
indicator (KPI HSSE Pelaksana Kontrak) terhadap pekerjaan tersebut?
Lampiran 5-1 - Pedoman No.A7-001/S00000/2020-S0 Revisi Ke-0

Formulir evaluasi Sementara Kinerja HSSE Pelaksana Kontrak Selama Pekerjaan Berlangsung
Tahapan WIP Assesment : I / II / III / IV / dst.
Nama Perusahaan : PT. ADYAWINSA TELECOMMUNICATION & ELECTRICAL
Jenis Pekerjaan : RENOVASI FAÇADE KANTOR PERTAMINA SUMBAGUT
Lokasi Pekerjaan : PT PERTAMINA PATRA NIAGA
Tanggal Penilai : 180 HARI KALENDER
I. PENCAPAIAN HSSE PERFORMANCE INDICATOR (KPI) PELAKSANA KONTRAK
I. A PENCAPAIAN LAGGING INDICATOR

No. Lagging Indicator Target Aktual Sanksi Kerja Indicator


1 Fatality atau Oil Spil ≥ 15 Bbls atau jumlah
0
Property Damage ≥ USD 1.000.000 insiden
Keterangan : Apabila terjadi insiden yang
2 Luka / cedera / sakit menyebabkan hari
termasuk dalam kategori lagging indicator
kerja hilang berikut maka pemberlakuan sanksi
(Day away from work) atau 5 ≤ oil spil < 15 jumlah mengacu pada Sesuai TKO No. B5-
0
Bbls atau Sesuai TKO No. B5- insiden 005/I00100/2019-S9 dan/ atau
USD 100.000 ≤ Proferty Damage < USD 005/I00100/2019- perubahanya tengtang pelaksanaan
1.000.000 S9 dan/ atau penilai kinerja dan koreksi sanki kepada
3 Luka / cedera / sakit menyebabkan penyedia barang / jasa dan atau
perubahanya perubahanya sehingga perhitungan
penanganan dan
perawatan korban melebihi P3K (Medical kinerja pelaksana kontrak pada tabel
jumlah dibawah tidak dilakukan
Treatment Cases / retricted work days / 0
transfer to another job) atau 1 ≤ oil spill < 5
insiden
Bbls atau USD ≤ Property Damage < USD
100.000

I.B PENCAPAIAN LEADING PROGRAM INDICATOR


No.
% Pencapaian =
Leading Indicator Rencana Realisasi Keterangan Pencapaian Proses Supreme
Jumlah Realisasi

jumlah pelaksana MWT yang


PROSES 1.
dibuktikan dengan laporan
Pelaksanaan HSSE Management Walk KEPEMIMPINAN
1 1 MWT diliat dengan
Through (MWT)/ Management Visit DAN
absensinya ) Versus rencana
AKUNTABILITAS
MWT yang disepakati
Jumlah reward yang
diberikan dibuktikan dengan PROSES 1.
dokumentasi KEPEMIMPINAN
2 Pemberian Reward aspek HSSE 6
(rewarddiberikan) kepada DAN
pekerja versus rencana yang AKUNTABILITAS
ditetapkan.
Jumlah Pelaporan kinerja
HSSE pelaksana Kontrak
yang disampaikan (email/ PROSES 2.
Penyampaian laporan kinerja HSSE
3 6 surat resmi/ dokumen tanpa KEBIJAKAN DAN
Pelaksana Kontrak kepada pertamina
tanda terima laporan / dll) SASARAN
kepada FPP Versus
pelaporan yang disepakati.
Jumlah pelaksanaan HSSE
PROSES 3.
Meeting yang dibuktikan
ORGANISASI,
dengan notulen HSSE
TANGGUNG
4 Pelaksanaan HSSE Meeting 6 Meeting dan dilengkapi
JAWAB, SUMBER
absensinya versus HSSE
DAYA, DAN
Meeting yang direncanakan.
DOKUMEN
(1xperbulan)
Jumlah pelaksanaan
HSSE Talk/ Tool Box
Meeting yang dibuktikan
dengan absensinya PROSES 3.
pelaksanaannya ORGANISASI,
Pelaksanaan HSSE Talk/ Tool Box (dilengkapi dengan materi TANGGUNG
5 100%
Meeting yang disampaikan) versus JAWAB, SUMBER
HSSE Talk/ Tool Box DAYA, DAN
Meeting yang DOKUMEN
direncanakan. (Setiap
hari selama proyek
berlangsung)
Jumlah pelaksanaan HSSE
Talk/ Tool Box Meeting yang
dibuktikan dengan PROSES 3.
absensinya pelaksanaannya ORGANISASI,
(dilengkapi dengan materi TANGGUNG
6 Pelaksanaan HSSE Talk/ Tool Box Meeting 180
yang disampaikan) versus JAWAB, SUMBER
HSSE Talk/ Tool Box Meeting DAYA, DAN
yang direncanakan. (Setiap DOKUMEN
hari selama proyek
berlangsung)
Jumlah pelaksanaan HSSE
Induction yang dibuktikan
dengan absensi beserta
materi HSSE Induction
PROSES 3.
versus HSSE Induction yang
ORGANISASI,
direncanakan.(sesuai jumlah
TANGGUNG
7 Pelaksanaan HSSE Induction 2 pekerja yang terdaftar dan
JAWAB, SUMBER
terlibat langsung dalam
DAYA, DAN
pekerjaan, min. 1x di awal
DOKUMEN
pekerjaan, bila ada
penambahan pekerja, setiap
pekerja baru harap langsung
diberi safety induction)
Jumlah pelaksanaan Training
HSSE yang dibuktikan
dengan absensi pelatihan PROSES 3.
beserta materi trainingnya ORGANISASI,
versus Training HSSE yang TANGGUNG
8 Pelaksanaan HSSE Training 4
direncanakan.(melihat JAWAB, SUMBER
JSA/HIRADC membutuhkan DAYA, DAN
training apa, apabila proyek DOKUMEN
6 bulan minimal 1 kali
pelatihan)
Jumlah Personil HSSE yang PROSES 3.
disediakan (dibuktikan ORGANISASI,
Ketersediaan Personil HSSE Pelaksana dengan dokumen penugasan TANGGUNG
9 6
Kontrak personil) versus jumlah JAWAB, SUMBER
personil HSSE yang DAYA, DAN
direncanakan. DOKUMEN
Jumlah Pekerja Pelaksana
Kontrak yang telah dilakukan
MCU dan DCU dengan PROSES 3.
dibuktikan oleh Rekap hasil ORGANISASI,
Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan (MCU
MCU dan Record hasil DCU TANGGUNG
10 dan DCU (untuk kegiatan yang berisiko 100%
(Daily Check Up)) (dalam JAWAB, SUMBER
tinggi))
persentase) versus jumlah DAYA, DAN
pekerja yang disyaratkan DOKUMEN
harus MCU dan DCU (dalam
100%).
Jumlah mitigasi Risk
Register/ HIRADC (untuk
proyek besar) dan/ atau
JHSEA (untuk proyek kecil)
yang diimplementasikan
Pelaksanaan mitigasi dalam dokumen Risk PROSES 4.
(dalam persentase) versus
11 Register/ HIRADC/ JHSEA selama 100% MANAJEMEN
jumlah mitigasi yang
pelaksanaan pekerjaan RESIKO
seharusnya diterapkan
sesuai Risk Register/ HIRADC
dan/ atau JHSSEA yang
berlaku (dalam 100%
persentase).
Jumlah ketersediaan
prosedur yang ditemukan di
lokasi kerja (dalam PROSES 5.
12 Ketersediaan prosedur di lokasi kerja 100% persentase) versus jumlah PERENCANAAN
prosedur yang harus berlaku DAN PROSEDUR
di lokasi/ pada kegiatan yang
diperiksa (dalam 100%).
Jumlah isian kartu PEKA atau
PATUH boleh via WEB
PATUH MOR tapi di- PROSES 6.
screenshoot atau dari kartu IMPLEMENTASI
Pengisian Kartu Pengamatan Keselamatan
13 72 PATUH di lokasi. Jumlahnya DAN
Kerja (PEKA)/ sejenisnya
versus jumlah target isian PENGENDALIAN
PEKA yang ditetapkan OPERASIONAL
terhadap pekerja.(pelaporan
setiap 1x perbulan)
Jumlah MOC yang
diberlakukan (dalam
persentase) versus jumlah
MOC yang seharusnya
diterapkan sesuai Prosedur
yang berlaku (dalam 100%). PROSES 6.
Pelaksanaan Pengelolaan Perubahan Note : apabila terjadi IMPLEMENTASI
14 (Management Of Change/ MOC) sesuai 100% perubahan organisasi/ DAN
prosedur yang berlaku modifikasi peralatan/ PENGENDALIAN
Perubahan HSSE Plan/ OPERASIONAL
Perubahan peralatan kerja/
dll yang menyebabkan
perubahan risiko kerja.
(sebelum melakukan MOC
diharapkan vendor
berkonsultasi ke tim user
untuk merumuskan
perubahan yang terjadi, apa
saja kontrol nya
Jumlah SIKA yang
PROSES 6.
diberlakukan (dalam
IMPLEMENTASI
Pelaksanaan Sistem Ijin Kerja Aman (SIKA) persentase) versus jumlah
15 100% DAN
sesuai prosedur yang berlaku SIKA yang seharusnya
PENGENDALIAN
diterapkan sesuai Prosedur
OPERASIONAL
yang berlaku (dalam 100%).
Jumlah pelaksanaan simulasi
keadaan darurat yang
dilaksanakan (dibuktikan PROSES 6.
dengan laporan IMPLEMENTASI
16 Simulasi Keadaan Darurat 1 pelaksanaa.n simulasi DAN
keadaan darurat) versus PENGENDALIAN
jumlah rencana simulasi OPERASIONAL
yang ditetapkan (1xper
6(enam) bulan)
Jumlah penilaian/ evaluasi
terhadap kinerja HSSE Sub
Kontraktor (yang dibuktikan PROSES 6.
dengan dokumen evaluasi IMPLEMENTASI
Penilaian terhadap kinerja Sub Kontraktor
17 N/A kinerja HSSE Sub Kontraktor) DAN
yang digunakan
versus rencana penilaian/ PENGENDALIAN
evaluasi yang ditetapkan. OPERASIONAL
(proyek ≤ 6bulan, minimal
1x)
Jumlah kasus Insiden yang
dilaporkan secara formal
versus jumlah kasus insiden
yang telah terjadi (Pelaporan
PROSES 7.
ini termasuk juga terkait
18 Pelaporan Insiden HSSE yang terjadi 100% JAMINAN :
insiden Nearmiss dan First
PEMANTAUAN
Aid Cases). (1xper 6(enam)
bulan, jika nihil menyusun
draft pernyataan nihil
diketahui user lokasi)
Jumlah investigasi yang
dilaksanakan (dibuktikan
PROSES 7.
dengan laporan investigasi)
19 Investigasi terhadap Insiden HSSE 100% JAMINAN :
versus jumlah insiden
PEMANTAUAN
tercatat yang harus di
investigasi.
2). Apakah KPI HSSE Pelaksana Kontrak menjadi program yang akan
dilaporkan secara rutin kepada FPP Pertamina oleh Manajemen
kontraktor?
KEBIJAKAN DAN SASARAN Doc. : 002 / HSEPLAN /HSE-AT&E / II /2024
2.1 KOMITMEN HSE Disahkan Oleh Direktur

SASARAN DAN OBJECTIVE SELAMA PROYEK BERLANGSUNG


Program Pelaksanaan Keterangan
Setiap Bulan selama Proyek berlangsung
( 6 Bulan )
Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV
Aspek Safety Briefing Setiap Hari Kerja
Keselamatan Safety Meeting Sebulan Sekali
Pelatihan HSE 1 bulan Sekali
Pelaporan Setiap Akhir Bulan
HSE
Inspeksi Sebulan 2 x
Audit 6 bulan Sekali
Aspek Hygen Industri Setiap Jum’at selesai Senam
Kesehatan Daily Check Setiap Hari sebelum beraktifitas
Up
Protokol Covid Untuk Pekerja yang akan
19 bekerja atau memasuki Lokasi
kerja
Aspek House Setiap hari selepas bekerja
Lingkungan Keeping

*Jadwal diatas dilakukan Setiap Bulan nya selama proyek berlangsung, waktu dan pelaksanaan nya
menyesuaikan dilokasi dan Waktu Pelaksanaan

Jakarta, 19 Februari 2024


PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical

Rony Dosonugroho
Direktur

6
TINJAUAN Doc. : 002 / HSEPLAN /HSE-AT&E / II /2024
8. PROGRAM TINJAUAN DAN RIVIEW HSEPLAN Disahkan Oleh Direktur

PROGRAM TINJAUAN TERHADAP IMPLEMENTASI HSE PLAN


NO TINJAUAN PROGRAM PIC

1 Akuntabilitas dan -Program HSSE yang melibatkan manajemen (MWT, Direktur Utama,
kepemimpinan Rapat HSSE, mempromosikan budaya HSSE, Manager HRD,
Penerapan Corporate Life Saving Rules (CSLR) Manager HSE,
Pertamina, Pengamatan Keselamatan Kerja, dll) Pengawas/Supervisor
dan Safetyman PT
-Mengkomunikasikan sistem reward/ consequences
AT&E
(Penghargaan/ sanksi) aspek HSSE yang akan
diberlakukan kepada pekerjanya selama pelaksanaan
pekerjaan

2 Kebijakan dan -Mengkomunikasikan kebijakan HSSE untuk Direktur Utama,


Sasaran pelaksanaan pekerjaan kontrak kepada para pekerja Manager HRD,
Manager HSE,
-KPI HSSE Pelaksana Kontrak menjadi program yang Pengawas/Supervisor
akan dilaporkan secara rutin kepada FPP Pertamina dan Safetyman PT
oleh Manajemen AT&E

3 Organisasi, Tanggung -Mempersiapkan dan mengesahakan rencana Direktur Utama,


Jawab, Sumber Daya pengkomunikasian aspek HSSE sesuai dengan Manager HRD,
dan Dokumen persyaratan HSSE Plan Manager HSE,
Pengawas/Supervisor
-Mempersiapkan materi/ tema komunikasi HSSE yang
dan Safetyman PT
akan diterapkan selama pelaksanaan pekerjaan
AT&E
-Menyiapkan HSSE sign / poster / banner / spanduk
terkait dengan pelaksanaan pekerjaan

- Menyiapkan nama-nama personil yang akan terlibat


dalam pelaksanaan pekerjaan kontrak sesuai dengan
jabatan dalam struktur organisasi yang telah
ditetapkan serta dilengkapi dengan tugas dan
tanggungjawabnya dalam penerapan HSSE Plan

-Memiliki program dan mendaftarkan asuransi


ketenagakerjaan (BPSJ Ketenagakerjaan) untuk
pekerjanya (termasuk pekerja kontrak) selama

1
TINJAUAN Doc. : 002 / HSEPLAN /HSE-AT&E / II /2024
8. PROGRAM TINJAUAN DAN RIVIEW HSEPLAN Disahkan Oleh Direktur

pekerjaan berlangsung sesuai UU Nomor 24 Tahun


2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
beserta peraturan turunannya

-Menyiapkan dan mengesahkan program pelatihan


HSSE (Induction Training dan/ atau Training HSSE
Lanjutan) yang akan dilaksanakan selama
pelaksanaan pekerjaan

4 Manajemen Resiko -Menyusun dan mengesahkan dokumen Risk Direktur Utama,


Register/ HIRADC/ JHSSEA terkait pekerjaan kontrak Manager HRD,
yang akan dilaksanakan dengan cakupan aspek Manager HSE,
Health, Safety, Security dan Environment Pengawas/Supervisor
dan Safetyman PT
-Memberikan informasi yang cukup terkait potensi
AT&E
bahaya dan mitigasi pekerjaan terkait sesuai dengan
persyaratan HSSE Plan

5 Perencanaan dan -Menyusun dan mengesahkan prosedur yang Direktur Utama,


Prosedur mengatur cara kerja aman (Safe Work Practice) Manager HRD,
terkait pekerjaan yang akan dilaksanakan Manager HSE,
berdasarkan Corporate Life Saving Rules Pertamina Pengawas/Supervisor
dan standard keselamatan yang berlaku lainnya dan Safetyman PT
AT&E
- Menyusun dan mengesahkan rencana tanggap
darurat yang akan diberlakukan di lokasi pekerjaan
kontrak?memahami system pengkomunikasian /
pelaporan bila terjadi keadaan darurat

-Menyusun program pencegahan penyebaran


pandemic yang akan diberlakukan di lokasi pekerjaan

6 Implementasi dan -Menyusun dan mengesahkan Prosedur Pengelolaan Direktur Utama,


Pengendalian Perubahan (MOC) yang akan diberlakukan selama Manager HRD,
Operasional pelaksanaan pekerjaan Manager HSE,
Pengawas/Supervisor
-Menyusun dan mengesahkan Prosedur Ijin Kerja
dan Safetyman PT
Aman (SIKA) yang akan diberlakukan selama
AT&E
pelaksanaan pekerjaan

-Mempersiapkan Personil yang berwenang dan


2
TINJAUAN Doc. : 002 / HSEPLAN /HSE-AT&E / II /2024
8. PROGRAM TINJAUAN DAN RIVIEW HSEPLAN Disahkan Oleh Direktur

kompeten untuk mengurus Ijin Kerja Aman di Lokasi


Kerja

-Memastikan implementasi keselamatan transportasi


terhadap pengangkutan material, Personil, peralatan
yang digunakan

7 Jaminan -Menyusun dan mengesahkan Program Audit Internal Direktur Utama,


Pemantauan, HSSE yang akan dilakukan selama pekerjaan Manager HRD,
Pengukuran dan Manager HSE,
Audit -Menyusun dan mengesahkan Program Inspeksi HSSE Pengawas/Supervisor
yang akan dilakukan selama pekerjaan dan Safetyman PT
-Menyusun dan mengesahkan Prosedur Pelaporan AT&E
dan Investigasi Insiden yang berlaku di Pekerjaan

-Menyiapkan Tim Investigasi yang Kompeten

8 Tinjauan -Menyusun dan mengesahkan program tinjauan/ Direktur Utama,


review terhadap implementasi HSSE Plan selama Manager HRD,
pelaksanaan pekerjaan Manager HSE,
Pengawas/Supervisor
-Menetapkan periode pelaksanaan tinjauan/ review
dan Safetyman PT
terhadap implementasi HSSE Plan
AT&E

Jakarta, 19 Februari 2024


PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical

Rony Dosonugroho
Direktur

3
TINJAUAN Doc. : 002 / HSEPLAN /HSE-AT&E / II /2024
8. PROGRAM TINJAUAN DAN RIVIEW HSEPLAN Disahkan Oleh Direktur

FREKUENSI TINJAUAN PROGRAM TERHADAP IMPLEMENTASI HSEPLAN


No Kegiatan Jadwal Tinjauan Selama Project
tinjauan Hari Minggu Bulan
1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1
Senin

Selas

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu
0 1 2

1 Akuntabilitas ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓
dan
kepemimpinan
2 Kebijakan dan ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓
Sasaran
3 Organisasi, ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓
Tanggung
Jawab,
Sumber Daya
dan Dokumen
4 Manajemen ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓
Resiko
5 Perencanaan ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓
dan Prosedur
6 Implementasi ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓
dan
Pengendalian
Operasional
7 Jaminan ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓
Pemantauan,
Pengukuran
dan Audit
8 Tinjauan ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓

Jakarta, 19 Februari 2024


PT. Adyawinsa Telecommunication & Electrical

Rony Dosonugroho
Direktur

4
PT. ADYAWINSA TELECOMMUNICATION & ELECTRICAL
SOSIALISASI

Penyelenggara HSE Team Pembicara HSE Koordinator


Waktu / Tanggal Hari Senin / 19 Agustus 2024 Peserta Main power & staff project
Lokasi / Tempat Workshop

No. TOPIK PEMBAHASAN HASIL TINDAK LANJUT PIC Status


• Site Manager
Menjelaskan Target KPI yang telah
1 Sosialiasi KPI • HSE Cordinator Closed
disusun dalam pekerjaan
• Safety Lapangan
Menjelaskan kebijakan serta • Site Manager
2 Sosialisasi Kebijakan peraturan yang berlaku selama • HSE Cordinator Closed
bekerja • Safety Lapangan
Menjelaskan Prosedure serta proses
• Site Manager
yang harus dilakukan dalam
3 Sosialisasi Investigasi • HSE Cordinator Closed
pelaporan dan pelaksanaan
• Safety Lapangan
investigasi

Dibuat Oleh : Diketahuai Oleh : Diketahui Oleh :

(Andry Harahap) (Buaran Romdoni) (Fidelis Yohanes Pama Paji)


HSE Coordinator Site Manager Project Manager

Anda mungkin juga menyukai