DASAR2 SENI RUPA
Seni Rupa: Pengertian, Unsur-Unsur, Fungsi, dan Jenisnya
Pengertian Seni Rupa
Apa yang dimaksud dengan seni rupa (fine art)? Pengertian Seni Rupa adalah suatu cabang
seni yang menghasilkan karya seni dimana bentuk dan kualitasnya dapat dirasakan oleh
indera manusia, khususnya indera penglihatan dan indera peraba.
Ada juga yang mengatakan pengertian seni rupa adalah cabang kesenian yang menghasilkan
suat karya yang dapat dinikmati oleh masyarakat secara umum karena dapat memiliki bentuk
dan wujud nyata dan dapat dilihat.
Dengan kata lain, fine art merupakan suatu karya seni yang fokus pada keindahan visual dan
juga sentuhan. Bagi orang-orang tertentu, karya seni ini dapat menjadi suatu hiburan
tersendiri hanya dengan melihat atau menyentuhnya saja.
Melalui cabang seni ini seseorang dapat menunjukkan ekspresi dalam dirinya kepada orang
lain. Berdasarkan bentuknya, seni rupa dapat dibagi menjadi dua, yaitu;
1. Seni 2 Dimensi, yaitu karya seni yang hanya dapat dilihat dari satu sudut pandang
saja dan mempunyai dimensi panjang dan [Link]; seni lukisan, seni relief, seni
grafis, dan lainnya.
2. Seni 3 Dimensi, yaitu karya seni yang berbentuk seperti bangun ruang dan memiliki
volume dimana dimensinya terdiri dari panjang, lebar, dan tinggi. Contoh; seni
patung, seni arsitektur, seni kriya, seni keramik, dan lainnya.
Unsur-Unsur Seni Rupa
Warna merupakan unsur seni
Mengacu pada penjelasan di atas, ada beberapa unsur yang membentuk suatu seni. Adapun
unsur-unsur seni rupa adalah sebagai berikut:
1. Unsur Titik
Titik adalah unsur terkecil dan merupakan dasar dari semua ide seni yang akan dibuat oleh
seorang seniman.
2. Unsur Garis
Garis adalah unsur yang menggabungkan semua titik-titik menjadi suatu bentuk tertentu.
Garis tersebut akan membentuk ciri khas dan watak suatu karya seni (kaku, lentur, keras, dan
sebagainya.
3. Unsur Bidang
Bidang adalah hasil pengembangan dan penggabungan dari banyak garis sehingga
menghasilkan beberapa sisi dalam suatu karya seni.
4. Unsur Bentuk
Bentuk adalah unsur yang membuat suatu karya seni menjadi lebih bermakna dan hidup
dengan segala detail dan sentuhan yang membuatnya lebih indah.
5. Unsur Ruang
Unsur ruang merupakan unsur yang mempunyai sifat nyata dan semu, tergantung pada
dimensinya (2D dan 3D).
6. Unsur Warna
Warna merupakan unsur yang sangat penting pada suatu karya seni. Paduan warna dapat
membuat suatu karya seni menjadi lebih indah.
7. Unsur Tekstur
Dalam hal ini tekstur adalah sifat atau keadaan yang terdapat pada suatu karya seni. Dalam
seni, tekstur terdiri dari dua jenis yaitu tekstur semu dan tekstur nyata.
8. Unsur Terang dan Gelap
Unsur terang-gelap merupakan unsur yang dapat membuat suatu karya seni terlihat lebih
nyata karena berhubungan dengan detail suatu objek dalam seni rupa.
Fungsi Seni Rupa
Secara umum, fungsi seni rupa dapat dibagi menjadi dua. Adapun fungsi seni rupa adalah
sebagai berikut:
1. Fungsi Individu
Seni rupa dapat berfungsi sebagai pemuas kebutuhan individu, khususnya bagi seorang
seniman. Ada kepuasan batin yang dirasakan oleh seorang seniman ketika dapat
mengekspresikan dirinya melalui karya seni yang mereka ciptakan.
2. Fungsi Sosial
Selain kepuasan individu, kepuasan batin juga dapat dirasakan oleh masyarakat para pecinta
seni dari suatu seni rupa yang mereka lihat. Itu sebabnya ada banyak orang yang membeli
suatu karya seni yang mereka sukai meskipun harganya mahal.
Selain fungsi individu dan sosial, seni rupa juga memiliki fungsi lainnya yaitu;
Sebagai sarana pemenuh kebutuhan emosional individu, misalnya untuk
mengekspresikan diri demi kepuasan batin.
Sebagai sarana peribadatan atau media untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta.
Sebagai sarana komunikasi di dalam suatu kelompok masyarakat.
Memberikan edukasi kepada masyarakat, baik secara tersirat maupun secara tersurat.
Sebagai media untuk mengenang atau melestarikan budaya bangsa Indonesia.
Jenis-Jenis Seni Rupa
Setelah memahami pengertian dan fungsinya, tentunya kita juga perlu mengetahui apa saja
jenis-jenis seni rupa tersebut. Berikut ini adalah penjelasannya:
1. Seni Rupa Murni
Ini adalah suatu cabang seni yang menghasilkan karya yang lebih fokus pada nilai keindahan
atau estetisnya saja, dan tidak memperdulikan nilai-nilai praktis dari karya yang dibuat.
Adapun beberapa contoh yang termasuk ke dalam jenis seni ini adalah sebagai berikut;
Seni lukis
Seni grafis
Seni kaligrafi
Seni patung
Seni keramik
2. Seni Desain
Seni desain adalah cabang seni yang berhubungan dengan proses kreatif dalam merencanakan
atau merancang bentuk. Beberapa yang termasuk di dalam seni desain adalah sebagai berikut;
Arsitektur
Desain interior
Desain busana
Desain visual
Desain busana
3. Seni Kriya
Seni kriya adalah suatu karya seni yang diciptakan dengan menggunakan keterampilan
tangan serta memperhatikan nilai seni dan aspek fungsional suatu karya yang dihasilkan.
Beberapa yang termasuk seni kriya adalah sebagai berikut:
Kriya rotan
Seni pahat dan ukir kayu
Kerajinan kriya bambu
Kriya keramik
Kriya logam
20 Jenis Aliran Seni Rupa Modern Beserta Tokoh dan Gambarnya
Aliran Seni Rupa – Seni rupa merupakan cabang seni yang membuat karya seni dengan
media yang dapat dilihat oleh mata dan dirasakan dengan rabaan. Seni rupa juga dapat
diartikan sebagai hasil ciptaan yang memiliki kualitas, hasil, dan ekspresi atau semua hal
yang melebihi aslinya.
Biasanya kesan ini dapat diciptakan dengan mengolah konesep titik, bidang, garis, volume,
bentuk, tekstur, warna, dan pecahayaan dengan aturan estetika tertentu.
Apakah seni rupa memiliki aliran tertentu ? Apa saja aliran seni rupa tersebut dan
bagaimana contoh-contohnya ?
Kamu jangan khawatir, karena disini kita akan membahas aliran dalam seni rupa secara
lengkap dan jelas. Berikut aliran-aliran dalam seni rupa :
1. Aliran Seni Rupa Naturalisme
Naturalisme merupakan aliran dalam seni rupa yang berusaha melukiskan sebuah objek yang
mempunya kesamaan dengan keadaan alam.
Ciri-ciri aliran seni rupa naturalisme adalah wujudnya sama persis sesuai aslinya dan dapat
dilihat oleh mata kita. Perspektif, proposrsi, keseimbangan, pewarnaan, dan prinsip-prinsip
yang dimiliki seni rupa lainnya tergambar sesuai dengan pemandangan yang sebenarnya.
Kebanyakan dari aliran seni rupa naturalisme mengambil objek landscape atau pemandangan
alam.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa naturalisme adalah Wakidi Basuki
Abdullah, Gambir Anom, dan Abdullah Sudrio Subroto.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa aliran naturalisme adalah Theodore
Rousseu, Franss Hall, William Bliss Baker, dan William Hogart.
2. Aliran Seni Rupa Realisme
Realisme merupakan aliran seni rupa yang menggambarkan objek dengan keadaan yang
benar-benar nyata dan tidak berfokus pada objek.
Ciri-ciri aliran seni rupa realisme adalah penggambaran objek harus sangat diperhatikan dan
detail. Khususnya untuk menciptakan kesan dan suasasna dari objek tersebut.
Kebanyakan dari aliran seni rupa realisme mengambil objek seperti manusia ataupun hewan
dengan ekspresi yang terlihat hidup.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa realisme adalah Tarmizi dan Basuki
Abdullah.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa realisme adalah Charles Prancois,
Fransisco de Goya, Honore Daumier, dan Gustove Corbert.
3. Aliran Seni Rupa Romantisme
Romantisme merupakan aliran seni rupa yang lebih memperlihatkan nilai-nilai estetika,
fantastis, irasional, dan absurd. Pada umumnya menggambarkan kisah-kisah yang romantis
atau dramatis.
Ciri-ciri aliran seni rupa romantisme adalah lebih memainkan warna cerah dan mecolok pada
objek dan benda disekitar objek. Biasanya aliran romantisme menggambarkan objek yang
lebih sedikit.
Kebanyakan dari aliran romantisme ini mengambil objek manusia, khususnya objek pria dan
wanita dalam situasi yang romantis.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa romantisme adalah Raden Saleh.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa romantisme adalah Ferdinand
Victor, Victor Marie Hugo, Eugene Delacroix, Theoborre dan Gerriwult.
4. Aliran Seni Rupa Ekspresionisme
Ekspresionisme merupakan aliran seni rupa yang lebih memperlihatkan curahan batin
pembuatnya secara general dan bebas, baik dari imajinasi, dalam batin, ataupun perasaannya.
Ciri-ciri aliran seni rupa ekspresionisme adalah lebih menekankan pada ekspresi ketakutan,
kekerasan, kesedihan, kemiskinan, dan ekpresi manusia. Aliran seni rupa ekspresionisme
mengambil objek wajah manusia dan ekspresi yang diperlihatkannya.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa ekspresionisme adalah Affandi, Popo
Iskandar, dan Srihadi Soedarsono.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa ekspresionisme adalah Vincent
Van Gogh, Ernest Ludwig, Emile Nolde, Paul Gaugiuin, Karl Schmidt, JJ. Kandinsky, dan
Paul Klee.
5. Aliran Seni Rupa Impresionisme
Impresionisme merupakan aliran seni rupa yang memperlihatkan kesan pada objek yang di
gambarkan secara sekilas atau selintas saja.
Ciri-ciri aliran seni rupa impresionisme adalah objek yang digambarkan tanpa
memperlihatkan detail yang khusus dan cenderung kabur atau blur.
Sebagian besar aliran seni rupa impresionisme mengambil objek manusia dan ada juga yang
hewan.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa impresionisme adalah Solichin,
Kusnadi, Zaini dan Affandi.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa impresionisme adalah Claude
Monet, Casmile Pissaro, Vincent Van Gogh, Aguste Renoir, Mary Cassat, dan Edward
Degas.
6. Aliran Seni Rupa Kubisme
Kubisme merupakan aliran seni rupa yang cenderung memperlihatkan abstraksi objek ke
dalam bentuk geometri tertentuk untuk mendapatkan nilai seni yang indah.
Ciri-ciri aliran seni rupa kubisme adalah dalam penggambarannya, objek dirubah dalam
kombinasi bidang-bidang seperti persegi, segitiga, lingkaran, dan sebagainya.
Objek yang digambarkan biasanya berupa manusia dan hewan, dengan background alam atau
bangunan.
Toko Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa kubisme adalah Fajar Sidik dan Srihadi
Sudarsono.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa kubisme adalah Pablo Ruiz
Picasso, Gezanne, Metzinger, Salvador Felip Jacint Dali Domenech, Albert Glazes, Barque,
Fernand Leger, Robert Delaunay, Francis Picabia, dan Juan Gris.
7. Aliran Seni Rupa Fauvisme
Fauvisme merupakan aliran seni rupa yang menekankan pada corak warna yang bebas,
imajinatif, dan liar. Aliran seni rupa ini muncul sekitar abad ke XX Masehi.
Ciri-ciri aliran seni rupa fauvisme adalah wujud dari objek yang digambar tidak terlalu
penting, keliaran gambar sangat ditonjolkan, dan memiliki warna yang imajinatif.
Beberapa pelukis ada yang melukis fauvisme ini dalam bentuk landscape dan ada pula yang
tidak terikat pada objek tertentu.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa fauvisme belum diketahui.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa fauvisme adalah Henry Matisse,
Rauol Dufi, Andre Dirrain, Maurice de Vlamink Paul Cezanne, Paul Gauguin, Gustave
Moreau, dan Kess Van Dongen.
8. Aliran Seni Rupa Dadaisme
Dadaisme merupakan aliran seni rupa yang justru dianggap anti seni dan anti perasaan karena
aliran seni rupa ini lebih menggambarkan refleksi kekerasan dan kekasaran.
Ciri-ciri aliran seni rupa dadaisme adalah gambar suatu objek cenderung berbau kekerasan,
kasar, dan bersifat kritikan, sindiran ataupun plesetan.
Objek yang dijadikan bahan lukisan tanpa batasan dan sangat beragam, baik benda, manusia,
hewan ataupun tumbuhan.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa dadaisme adalah Hendra Gunawan.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran dadaisme adalah Juan Gross, Guillaume
Apollinaire, Marcel Duchamp, Max Ernst, Hans Arp, dan Picabia.
9. Aliran Seni Rupa Futurisme
Futurisme merupakan aliran seni rupa yang sangat menekankan keindahan gerak, garis,
visual, dan warna sebagai aliran seni rupa anti kubisme yang dikatakan statis.
Ciri-ciri aliran seni rupa futurisme adalah gambar suatu objek digambarkan dalam bentuk
sedang bergerak, sehingga memiliki gerak bayang disekitarnya.
Objek yang dijadikan bahan lukisan biasanya adalah makhluk hidup, misalkan kuda yang
berkaki lebih dari 4 karena digambarkan sedang bergerak dalam model bayangan.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa futurisme belum diketahui.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa futurisme adalah Boccioni, Carlo
Cara, Severini, Umberto, Ruigi Russalo, dan Gioccomo Ballad.
10. Aliran Seni Rupa Surealisme
Surealisme merupakan aliran seni rupa yang ditujukan untuk menggambarkan objek yang
sering dijumpai dalam mimpi atau imajinasi alam bawah sadar.
Ciri-ciri aliran seni rupa Surealisme adalah penggabungan antara dua objek nyata yang
berbeda wujud dan terkesan aneh. Objek yang digabung dalam lukisan bisa benda mati dan
makhluk hidup, asalkan bisa menjadi unik.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran surealisme adalah Gusti Putu Saderi dan Abdul
Rahman.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran surealisme adalah Andre Masson dan
Salvador Dali.
11. Aliran Seni Rupa Post Modern / Kontemporer
Kontemporer merupakan aliran seni rupa yang tidak terikat oleh pakem dan berkembang
sesuai perkembangan zaman. Aliran seni rupa ini merefleksikan situasi dan waktu secara
tematik.
Ciri-ciri aliran seni rupa kontemporer adalah penggambaran objek berupa refleksi situasi
situasi dan waktu yang tematik. Objek yang digambarkan adalah objek yang dinamis,
ekspresif, dinamis, dan mencolok.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa kontemporer adalah Jim Nyoman
Nuarta, Supankat, Sprinka, dan Angelina P.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa kontemporer adalah Frank
Auerbach, Richard Artschwager, dan Ida Applebroog.
12. Aliran Seni Rupa Konstruktivisme
onstruktivisme merupakan aliran seni rupa yang sangat menekankan pada penggambaran seni
sebuah bangunan.
Ciri-ciri aliran seni rupa konstruktivisme adalah objek utama yang dilukis merupakan
bangunan dengan latar berada disekitar bangunan dari sudut gambar.
Objek berupa bangunan klasik, modern, kuno, dan bangunan yang lainnya.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa konstruktivisme adalah Jim Nyoman
Nuarta, Supankat, Sprinka, dan Angelina P.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa konstruktivisme adalah Laszlo
Moholy-Nagy, Liubov Popova, Victor Pasmore, Oskar Schlemmer, dan Naum Gabo.
13. Aliran Seni Rupa Popular Art / Pop Art
Populer art adalah aliran seni rupa yang muncul akibat kejenuhan pada seni tanpa objek yang
jelas.
Ciri-ciri aliran seni rupa pop art adalah sebagian besar karya seni rupa pop art berupa seni
rupa karikatur yang menggambarkan krritik, humor, ataupun sindiran. Objek biasanya berupa
manusia yang digambarkan secara perspektif atau cara pandang lain.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa pop art adalah Nyoman Nuarta dan
Ris Purnomo.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa pop art adalah Tom Wasselman,
Claes Oldenburg, George Segal, Yoseph Benys, dan Cristo.
14. Aliran Seni Rupa Abstraksionisme
Abstraksionisme merupakan aliran seni rupa yang berkembang bertujuan untuk melepaskan
diri dari sensasi-sensasi figuratif suatu objek. Aliran seni rupa ini sangat menghindari
peniruan objek secara mentah dan menggantu bentuk dan porsinya.
Ciri-ciri aliran seni rupa Abstraksionisme adalah memiliki dua aliran, yaitu abstraksionisme
geometri dan abstraksionisme nonfiguratif.
Abstraksionisme geometri berbentuk objek abstrak geometris murni. Sedangkan
abstraksionisme nonfiguratif berbentuk garis dan warna.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa abstraksionisme adalah Fajar Sidik
dan Zaini.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa abstraksionisme adalah El Lisitzky,
Wassily Kadinsky, Alexander Rodchenko, dan Naum Goba.
15. Aliran Seni Rupa Neo – Klasik
Neo – Klasik merupakan aliran seni rupa yang bersifat klasik, objektif, dan rasional. Aliran
seni rupa ini muncul pertama kali setelah pecahnya revolusi Perancis.
Ciri-ciri aliran seni rupa Neo – Klasik adalah digambar dalam wujud hiperbolis, seimbang,
dan menggunakan batasan warna yang bersih dan statis. Objek yang dogambar berlatar istana
sentris dan akademis.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa Neo – Klasik belum diketahui.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa Neo – Klasik adalah Jean August
dan Dominique Ingres.
6. Aliran Seni Rupa Pointilisme
Pointilisme merupakan aliran seni rupa yang menggambarkan suatu objek menggunakan
titik-titik.
Ciri-ciri aliran seni rupa pointilisme adalah ketika objek digambar maka akan terlihat jelas
dari kejauhan, dan agak membaur jika dinikmati dari dekat. Titik yang digunakan terdiri dari
berbagai macam variasi, baik tebal tipis, besar kecil, ataupun berwarna hitam putih.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa pointilisme adalah Keo Budi
Harijanto dan Rijaman.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa pointilisme adalah Vincent van
Gogh dan Serat’s La Parade.
17. Aliran Seni Rupa Primitif
Primitif merupakan aliran seni rupa yang memperlihatkan sebuah objek berdasarkan gaya
penggambaran yang primitif di dinding goa.
Ciri-ciri aliran seni rupa primitif adalah objek yang digambar berupa manusia, hewan, dan
tumbuhan dalam bentuk garis sederhana. Detail objek tidak di tonjolkan, hanya pada
penggambaran yang minimalis berupa garis sederhana.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa primitif adalah S. Sudjojono.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa primitif adalah Ricardo Ponce.
18. Aliran Seni Rupa Optik
Optik merupakan aliran seni rupa yang memperlihatkan objek manipulasi visual yang bisa
menipu penglihatan mata.
Ciri-ciri aliran seni rupa optik adalah objek yang digambar hanya berupa bidang, garis,
atapun objek yang hanya berwarna hitam putih. Gambar mempunyai bentuk sederhana dan
tidak mempunyai detail yang rumit.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa optik adalah Agus Djaja.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa optik adalah Walter Gropius dan
Bridget Louise Riley.
19. Aliran Seni Rupa Pittura Metafisica
Pittura metafisica merupakan aliran seni rupa yang memperlihatkan sebuah objek dengan
sentuhan atau goresan metafisica. Aliran seni rupa ini merupakan penentang aliran kubisme
dan futuristik.
Ciri-ciri aliran seni rupa puttura metafisica adalah objek yang digambarkan biasanya
berbentuk boneka yang erat dengan hal yang bersifat metafisica dan biasanya berupa manusia
yang sedang melakukan aktifitas dengan latarbelakang tertentu.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa pittura metafisica belum diketahui.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa pittura metafisica adalah Carlo
Carra dan Giorgio de Chirico.
20. Aliran Seni Rupa Gotik
Gotik merupakan aliran seni rupa yang memperlihatkan suatu objek dengan garis tebal dan
bentuk ramping serta menekankan sesuatu berdasarkan pemilihan warna.
Ciri-ciri aliran seni rupa gotik adalah objek yang digambarkan biasanya adalah tokoh suci,
raja, ratu, ataupun kesatria. Biasanya lukisan dengan aliran seni rupa gotik terdapat di
kerajaan-kerajaan, rumah ibadah, dan juga kastil atau bangunan klasik.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa gotik belum diketahui.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa gotik adalah Van Eyck, Mathias
Grunnewald, Albert Durer, dan Pieter Droughel.