Nama : Nurul Hotimah
SABAR
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahi rabbil alamin wabihi nasta’in waala umuriddunya waddin wassalatu wassalamu
ala asrofil ambiya’i wal mursalin waala alihi wasohbihi ajma’in ama ba’du
Segala puji kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala nikmatnya yang telah diberikan kepada
kita semua. Shalawat serta salam tak lupa kita sanjungkan kepada nabi besar Nabi Muhammad
SAW
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang “sabar”. Sabar berasal dari kata
“sobaro-yasbiru” yang artinya menahan. Menurut istilah, sabar adalah menahan diri dari
kesusahan dan menyikapinya sesuai syariah dan akal, menjaga lisan dari celaan, dan menahan
anggota badan dari perbuatan dosa bujuk rayu setan. Sabar adalah pilar kebahagiaan seorang
hamba, karena dengan kesabaran sesorang akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan
ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan.
Sabar merupakan ajaran yang banyak sekali disinggung dalam Al-Qur’an maupun hadis,
sehingga manusia senantiasa diarahkan untuk selalu bersabar dalan kehidupannya. Kesabaran
yang sebenarnya adalah kemampuan dalam mengendalikan sikap, mengendalikan hawa nafsu
sehingga bisa dengan ikhlas dan rela hati menerima kondisi yang sedang dihadapinya demi
mendapat balasan yang baik di akhirat.
Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah:153
َيا َأ ُّي َها ا َّل ِذي َن آ َم ُنوا ا ْس َت ِعي ُنوا ِبال َّص ْب ِر َوال َّص َلا ِة ۚ ِإ َّن ال َّل َه َم َع ال َّصا ِب ِري َن
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya
Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Dalam ayat tersebut Allah menjelaskan kepada orang-orang yang beriman bahwa Allah akan
selalu beserta mereka yang menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong. Allah juga
menjanjikan kedudukan yang tinggi (di surga) bagi hamba-hambanya yang bersabar. Seperti
firman Allah dalam QS Al-Furqaan:75
“Mereka itulah orang-orang yang dibalas dengan kedudukan-kedudukan tinggi (di surga) dengan
sebab kesabaran mereka”.
Demikian saya akhiri, kurang lebihnya saya mohon maaf. Kesempurnaan milik Allah, dan
kesalahan milik saya. Wabilahi taufik wal hidayah, wa ridho wal inayah,
Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Nama : Nazrey Filzah Baqi
Assalamualaikum Wr. Wb
Alhamdulillaah, wasyukurillaah. Washolatu wassalaamu alaa Rosuulillaah. Laa nabiyya ba’dah.
Amma ba’du.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang
telah melimpahkan rahmat dan kasih sayangnya kepada kita semua, sehingga kita semua dapat
berkumpul di sini tanpa suatu halangan apapun.
Sholawat beserta salam tidak lupa kita curahkan kepada junjungan nabi besar kita baginda Nabi
Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, Keluarganya, Sahabatnya, pengikutnya, dan kita
semua sehingga kita mendapatkan syafaatnya di Yaumil Akhir nanti. Aamiin Yaa Robbal
'Alamiin.
Hadirin Rahimakumullah....
Pada kesempatan ini izinkan saya memberikan sebuah kultum singkat tentang kejujuran.
Kejujuran terdiri dari kata jujur yang artinya mengakui, yaitu mengakui, memperlihatkan isu
sesuai dengan fakta yang ada. Kebalikan dari sifat jujur ialah bohong atau pendusta yaitu
memberikan isu yang tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Sikap jujur sangat dianjurkan dan diwajibkan dalam Agama Islam. Yang Maha Kuasa pun
menyuruh umatNya untuk selalu bersama orang-orang yang jujur dan benar.
Dalam Surat At-Taubah Ayat 119 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kau bersama orang-
orang yang benar." (QS. At Tauba:119)
Dalam firman tersebut Allah Subhanahu wa Ta'aala telah terang mengajurkan kita untuk besama
orang-orang yang benar, maksudnya sanggup menjadi orang-orang yang sholeh, berakhlak
mulia, selalu berkata jujur. Karena kejujuran itu membawa kebaikan.
Pada zaman kini terkadang sulit untuk menemukan kejujuran, bukan dalam hal besar saja, tetapi
mulai dari hal kecil seperti kita tidak dapat berkata jujur kepada teman, orang tua, dan lain
sebagainya.
Hadirin Rahimakumullah....