Pengertian Tulus Mengampuni
Pengertian Tulus Mengampuni
(RPP 1)
A. Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkrit (menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut pandang atau teori.
C. Materi pembelajarn
Pertemuan 1
Pengalamam mengampuni dan diampuni
Arti pengampunan
Bagaiman mengampuni
Arti penting mengampuni bagi orang Kristen
Pertemuan 2
Prinsip dasar mengampuni menurut Iman Kristen
Cara menghayati sebuah pengampunan
E. Sumber Belajar
1. Buku Pak dan Budi pekerti kelas VII
2. Alkitab& Kidung Jemaat .
3. Artikel : Kisah hidup Nelson Mandela dan Abraham Lincoln
4. Lingkungan Sekitar
F. Media Pembelajaran
1. Media :
1. Gambar tokoh Nelson Mandela dan kisah hidupnya
2. Gambar tokoh Abraham Lincoln dan kisah hidupnya
3. Kisah Hidup Yusuf
4. Gambar tentang perkelahian disekolah
5. Gambar Tuhan Yesus Disalibkan
G. Kegiatan Pembelajaran
ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Pertemuan 1 (1 x 120 Menit)
2. Evaluasi
1) Tuliskan sikap yang dapat diteladani dari Abraham
Lincoln!
2) Apa maksud pernyataan Yesus “ …….:Bukan sampai
tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh
kali”
3) Sebutkan sikap yang diinginkan oleh Yesus untuk kita
perbuat kepada orang lain yang membutuhkan
pengampunan dari kita!
ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
2. Sikap sosial
a. Teknik Penilaian : Penilaian sejawat (antar teman)
b. Bentuk Instrumen : Daftar Pertanyaan
c. Kisi-kisi :
No Sikap/nilai Butir Instrumen
1. Keterbukaan Tulus mengampuni kesalahan orang lain
2. Kerjasama Berpartisipasi mendamaikan teman yang beselisih
paham
3. Ramah dengan teman Menghargai teman berbagai kelemahan dan
kelebihan
4. Hormat pada orang tua Memaafkan kesalahan orang tua
5. Kejujuran Jujur mengakui kesalahan
6. Menapati janji Tidak menyimpan dendam kepada siapapun
7. Kepedulian Selalu memberikan bantu saat teman yang
membenci kita membutuhkan
8. Tanggung Jawab Mau memberikan bantuan pada orang yang pernah
menyakiti kita
Instrumen : lihat Lampiran3
3. Pengetahuan
a. Teknik Penilaian : Tes tertulis
b. Bentuk Instrumen: Daftar Pertanyaan/Uraian
c. Kisi-kisi :
Pertemuan 1
Pertemuan 2
No Indikator Butir Instrumen
1. Menyebutkan sikap yang dapat Tuliskan sikap yang dapat diteladani dari
diteladani dari Abraham Lincoln Abraham Lincoln!
2. Menjelaskan maksud pernyataan Apa maksud pernyataan Yesus “
Yesus “ …….:Bukan sampai tujuh …….:Bukan sampai tujuh kali, melainkan
kali, melainkan sampai tujuh sampai tujuh puluh kali tujuh kali”
puluh kali tujuh kali”
3. Menyebutkan sikap yang Sebutkan sikap yang diinginkan oleh Yesus
diinginkan oleh Yesus untuk kita untuk kita perbuat kepada orang lain yang
perbuat kepada orang lain yang membutuhkan pengampunan dari kita!
membutuhkan pengampunan dari
kita
Instrumen : lihat Lampiran3
4. Ketrampilan
a. Teknik Penilaian : Penilaian karya
b. Bentuk Instrumen: Produk
c. Kisi-kisi :
Pertemuan 1
N Keterampilan Butir Instrumen
o
1. Menulis puisi tentang Tuliskan sebuah puisi tentang pengampunan
pengampunan
Instrumen : lihat Lampiran3
Pertemuan 2
N Keterampilan Butir Instrumen
o
1. Menuliskan doa yang intinya Tulislah sebuah doa yang intinya peserta
peserta didik memohon didik memohon pengampunan dari Allah,
pengampunan dari Allah, memohon ampun atas semua kesalahan
memohon ampun atas semua yang telah kamu perbuat pada sesama
kesalahan yang telah kamu maupun Tuhan.
perbuat pada sesama maupun
Tuhan.
Instrumen : lihat Lampiran2
PERTEMUAN 1 DAN 2
I. Sintaks STAD (Student Team Achievement Division)
Pertemuan 1
1. Membagi siswa menjadi menjadi 4 kelompok (Kelompok A, B, C, dan D) masing-masing
beranggotakan 4-5 [Link] kelompok terdapat ketua sebagai pemimpin di Bantu
seorang sekretaris
2. Guru membagikan LKS kepada tiap kelompok
3. Dalam kelompok siswa ditugaskan menjawab pertanyaan yang tersedia dalam LKS
4. Setiap anggota kelompok kemudian mencatat jawaban hasil diskusi pada buku catatan
masing-masing siswa
5. Pelaksanaan unjuk kerja/presentasi dilakukan oleh tiap-tiap kelompok secara bergiliran
dan ditanggapi oleh kelompok yang lain
6. Pelaksanaan konfirmasi dilakukan dengan memberikan umpan balik berdasarkan hasil
presentasi
Pertemuan 2
1. Membagi siswa menjadi menjadi 4 kelompok (Kelompok A, B, C, dan D) masing-masing
beranggotakan 4-5 [Link] kelompok terdapat ketua kelas sebagai pemimpin di Bantu
seorang sekretaris
2. Guru membagikan nomor kepada setiap siswa
3. Guru membagikan LKS kepada tiap kelompok
4. Dalam kelompok siswa ditugaskan mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan
tiap anggota kelompok dapat mengerjakan atau mengetahui jawabannya.
5. Setiap anggota kelompok kemudian mencatat jawaban hasil diskusi pada buku catatan
masing-masing siswa
6. Guru memanggil salah satu nomor dan siswa yang nomornya dipanggil melaporkan hasil
kerja kelompoknya.
7. Kelompok yang lain memberikan tanggapan
8. Guru menunjuk nomor lain dan seterusnya
9. Guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan
Pertemuan 1
1. Tuliskan pemahaman kamu tentang arti mengampuni!
2. Mengapa hal pengampunan penting bagi orang Kristen!
3. Apakah menurut kamu, dalam hidup ini kita perlu mengampuni orang lain! Berilah
alasanmu!
4. Mengapa kita sulit mengampuni orang lain!
5. Apakah kita membutuhkan pengampunan dari orang lain?
Pertemuan 2
1. Apa tujuan Yesus mengajarkan perumpamaan ini kepada murid-muridnya?
2. Apa maksud pernyataan Yesus “ …….:Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh
puluh kali tujuh kali”
3. Sebutkan sikap yang diinginkan oleh Yesus untuk kita perbuat kepada orang lain yang
membutuhkan pengampunan dari kita!
4. Sebutkan dampak dari pengampunan bagi hidup manusia!
III. Jawaban
Pertemuan 1
1. Arti mengampuni : memaafkan seseorang dengan tulus hati, membebaskan seseorang dari
beban rasa bersalah serta tidak mengungkit-ungkit lagi kesalahannya.
2. Hal pengampunan penting bagi orang Kristen karena
Yesus selalu mengajarkan pengampunan kepada kita
pengampunan mengajarkan kepada kita untuk bagaimana memperbaiki dan
merekatkan kembali hubungan-hubungan kita yang pernah rusak (hubungan antara
manusia dan Allah serta hubungan manusia dengan manusia
3. Dalam hidup ini kita perlu mengampuni orang lain karena Kristus telah lebih dahulu
mengampuni dosa-dosa kita
4. Kita sulit mengampuni orang lain karena kita selalu berpikir kalau dirinya benar
5. Kita membutuhkan pengampunan dari orang lain agar kita terbebas dari rasa bersalah
kepada orang lain
Pertemuan 2
1. Tujuan Yesus mengajarkan perumpamaan ini kepada murid-muridnya yaitu jika mereka
tidak mengampuni sesama, bagimana mereka dapat mohon ampun pada Allah
2. Maksud pernyataan Yesus “ …….:Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh
kali tujuh kali” yaitu pengampunan yang diberikan kepada sesama tidak ada batasnya
3. sikap yang diinginkan oleh Yesus untuk kita perbuat kepada orang lain yang membutuhkan
pengampunan dari kita memberikan pengampunan dengan tulus dan lahir dari kebaikan
hati
4. Dampak dari pengampunan bagi hidupmanusia : hidup dalam kebahagiaan dan penuh
ucapan syukur.
LAMPIRAN 2
Materi Ajar :
INDAHNYA MENGAMPUNI
Sebagaimana yang dilakukan oleh Yusuf terhadap saudara-saudaranya. Setelah menjadi raja di
Mesir Yusuf tidak balas dendam, ia mengampuni mereka, menolong mereka dari kesulitan.
Inisiatif untuk memaafkan datang dari dalam diri [Link] ingin memperbaiki hubungan
dengan [Link] demikian, merekatkan kembali serta merekonsiliasi atau
mendamaikan kembali hubungan yang pada mulanya sudah rusak karena mereka melakukan
perbuatan yang jahat padanya.
Pengampunan yang tulus dan lahir dari kebaikan hati adalah pengampunan yang bersifat
“memperbaiki” dan “merekatkan” kembali hubungan-hubungan yang pernah rusak. Mengenai
perbaikan hubungan dan pendamaian ini perlu ditegaskan oleh guru karena disini letak benang
merah dengan topik berikutnya mengenai Allah mengampuni manusia melalui Yesus Kristus
dan memperbaiki hubungan yang rusak antara manusia dan Allah sejak manusia jatuh ke
dalam dosa
1. Matius 6:14-15
Yesus menekankan di sini bahwa para pengikut-Nya harus bersedia untuk mengampuni
kesalahan orang lain. Manusia telah menikmati pengampunan dari Allah dengan cuma-
cuma karena itu, manusia wajib mengampuni [Link] mengatakan hal ini sebagai
bagian dari tanggapan-Nya atas pertanyaan Petrus, berapa kali kita harus mengampuni?
Yesus menjawab tujuh puluh kali tujuh kali itu hanyalah simbol bahwa pengampunan itu
tak terbatas, semakin banyak pengasihan yang kita berikan bagi orang lain, semakin
diberkati hidup kita.
2. Kejadian 45:1-14
Bagian Alkitab ini bercerita tentang pertemuan antarsaudara yang amat
[Link] memperkenalkan diri pada [Link] memaafkan mereka
dan menerima mereka. Tidak hanya itu, ia juga menolong mereka dari kesulitan dan pada
akhirnya membawa mereka tinggal di dekatnya. Ketika Yusuf tidak bisa lagi menahan
hatinya, dia berseru nyaring sambil menangis (terjemahan harfiah).
Dengan cepat dia mengangkat seluruh beban kesalahan mereka karena perbuatan buruk
mereka dulu ketika ia berusaha menafsirkan kejadian tersebut menurut maksud dan
rencana Allah. Bahwa Allah yang mengatur supaya Yusuf berada di Mesir mendahului
saudara-saudaranya.
Yusuf mendesak saudara-saudaranya untuk membawa ayah mereka ke Mesir dan tinggal di
sana. Dia menjelaskan bahwa kelaparan tersebut akan berlangsung lima tahun lagi, tetapi di
Mesir dia dapat membantu Yakub dan keluarganya dengan menyediakan tempat tinggal
dan kebutuhan mereka.
Mereka bisa tinggal di tanah Gosyen yang terletak sekitar empat puluh mil dari letak Kairo
saat [Link] di delta sungai Nil, wilayah ini merupakan tempat terbaik untuk beternak.
Letaknya dekat On dan juga Memfis di mana Yusuf tinggal. Ketika saudara-saudara Yusuf
itu berangkat pulang, Yusuf mengirimkan beberapa kereta untuk mengangkut barang-
barang mereka bila mereka kembali ke Mesir, dan dia memenuhi kereta-kereta tersebut
dengan gandum, hadiah dan kebutuhan lainnya.
3. Matius 18:22-35
Dalam perumpamaan ini, Yesus mengajarkan bahwa pengampunan Allah, diberikan dengan
cuma-cuma kepada semua orang berdosa yang [Link] pada pengampunan itu,
maka kita wajib mengampuni sesama. Dengan kata lain, kita telah menerima kasih Allah
melalui pengampunan-Nya secara gratis, maka kita wajib mengampuni sesama tanpa
syarat.
Allah telah terlebih dahulu mengampuni kita, Dia mengirimkan Yesus Kristus untuk
menyelamatkan kita. Cara kita menjawab pengampunan Tuhan adalah dengan mengampuni
orang lain yang bersalah kepada kita ataupun rela meminta pengampunan pada seseorang yang
kita rugikan dan sakiti.
Banyak orang masih merasa sulit untuk mengampuni orang lain maupun meminta
pengampunan atas kesalahannya karena mereka selalu berpikir kalau dirinya benar. Memang,
jika mengandalkan kemampuan diri sendiri, sulit untuk mengampuni orang lain begitu saja.
Tetapi orang beriman dapat mengandalkan karunia Roh Kudus untuk membantu
menggerakkan hatinya dalam mengampuni orang lain.
KISAH NELSON MANDELA
Maka jawab Mandela:”Kamu harus terlebih dahulu mengampuni seseorang yang berada di
dekatmu dan paling banyak menyakitimu.
Jika kamu mampu melakukannya, kamu dapat mengampuni semua orang yang melakukan
kejahatan padamu”.Mengampuni berarti membebaskan dirimu dari kebencian dan membiarkan
perasaan damai menguasai hatimu.
KISAH ABRAHAM LINCOLN
Penanganannya atas kasu itu membuat Lincoln [Link] dalam hati, “Nalarnya sangat
[Link] tepat dan sangat lengkap. Begitu tertata serta benar-benar dipersiapkan! Aku
akan pulang dan lebih giat belajar hokum lagi.” Waktu berlalu….
Lincoln menjadi Presiden Amerika Serikat pada Maret [Link] kritikus utamanya, terdapat
Edwin M. Stanton, pengacara yang pernah menghina dan melukai hatinya begitu [Link]
Lincoln sudah mengampuninya, lalu mengangkatnya di posisi penting sebagai Sekretaris perang.
Ia tidak pernah lupa bahwa Stanton adalah pengacara berotak cerdas yang amat dibutuhkan
[Link] mengampuni yang dilakukan Lincoln membuatnya bisa berpikir tenang dan
bijaksana.
Sumber : http;//[Link]/2013/02/04/pengampunan
LAMPIRAN 3
3.1 Penilaian Sikap
Aspek Penilaian/
Skor Jumlah Konver Predika
No Nama Siswa 1 2 3 Skor si Nilai t
1-4 1-4 1–4
1
2
3
Aspek Penilaian :
1. Selalu mendoakan orang yang membenci kita
2. Memberikan maaf kepada orang meminta maaf
3. Menolong sesama yang membenci kita
Skor:
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Konversi Nilai :
Predikat/Konversi
Sangat Baik : apabila memperoleh skor :3,33< skor ≤ 4,00
Baik : apabila memperoleh skor :2,33< skor ≤ 3,33
Cukup : apabila memperoleh skor :1,33< skor ≤ 2,33
Kurang : apabila memperoleh skor :skor ≤ 1,33
Skor
No Sikap/nilai Aspek Penilaian
1-4
1 Berdoa Selalu mendoakan orang yang membenci kita
mandiri
2 Rendah Hati Memberikan maaf kepada orang meminta maaf
3 Peduli Menolong sesama yang membenci kita
Skor:
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Menapati janji
Hormat pada
Keterbukaan
Kepedulian
Kerjasama
Tanggung
Kejujuran
orang tua
Nama Siswa
Konversi Nilai
teman
Jawab
Predikat
No Skor
Skor:
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Konversi Nilai :
Predikat/Konversi
Sangat Baik : apabila memperoleh skor :3,33< skor ≤ 4,00
Baik : apabila memperoleh skor :2,33< skor ≤ 3,33
Cukup : apabila memperoleh skor :1,33< skor ≤ 2,33
Kurang : apabila memperoleh skor :skor ≤ 1,33
Skor
No Sikap/nilai Butir Instrumen
1-4
1. Keterbukaan Tulus mengampuni kesalahan orang lain
2. Kerjasama Berpartisipasi mendamaikan teman yang beselisih
paham
3. Ramah dengan teman Menghargai teman berbagai kelemahan dan
kelebihan
4. Hormat pada orang tua Memaafkan kesalahan orang tua
5. Kejujuran Jujur mengakui kesalahan
6. Menapati janji Tidak menyimpan dendam kepada siapapun
7. Kepedulian Selalu memberikan bantu saat teman yang
membenci kita membutuhkan
8. Tanggung Jawab Mau memberikan bantuan pada orang yang
pernah menyakiti kita
Skor:
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
3.2 PenilaianPengetahuan
Pertemuan 1
No Indikator Butir Instrumen Jawaban Skor
1. Menjelaskan arti Jelaskan arti Mengampuni! Memaafkan seseorang 3
mengampuni dengan tulus hati,
membebaskan
No Indikator Butir Instrumen Jawaban Skor
seseorang dari beban
rasa bersalah serta
tidak mengungkit-
ungkit lagi
kesalahannya
2. Menjelaskan penyebab Mengapa kita sulit Kita sulit mengampuni 1
kita sulit mengampuni mengampuni orang lain! orang lain karena kita
orang lain selalu berpikir kalau
dirinya benar
Pertemuan 2
No Indikator Butir Instrumen Jawaban Skor
1. Menyebutkan sikap Tuliskan sikap yang Jangan membiarkan sikap 3
yang dapat dapat diteladani dari atau perkataan buruk
diteladani dari Abraham Lincoln! orang lain mematahkan
Abraham Lincoln semangat kita untuk
bertindak
Keteranga
Nomor
1 2 3 4 5
Jumlah
Nama Siswa
Nilai
Skor
1-4 1-4 1-4 1-4 1-4
n
1.
2.
3.
..
Aspek Penilaian
1. Keterlibatan/ berpartisipasi dalam kelompok
2. Keantuasiasan dalam mengikuti diskusi
3. Kemampuan bekerja sama dengan anggota lain sebagai rasa bertanggungjawab
4. Kemampuan berargumentasi (alasan, usulan, mempertahankan pendapat) dalam
presentasi.
5. Kemampuan memberikan respon (memberikan respon yang sesuai dengan
permasalahan/ pertanyaan) dalam presentasi
Rubrik penilaian
Aspek Penilaian
Skala
1 2 3 4 5
1 tidak aktif Tidak mau Tidak mau Tidak mampu Tidak mampu
mengikuti bekerja sama
diskusi
2 kurang aktif Kurang antusias Kurang baik Kurang Kurang
mampu mampu
3 cukup aktif cukup antusias cukup baik cukup mampu cukup mampu
4 sangat aktif sangat antusias sangat baik sangat sangat
mampu mampu
Pertemuan 1
Kisi-kisi portofolio tugas individu:
No Indikator Butir Soal Skor
1. Menulis puisi tentang Tuliskan sebuah puisi tentang 20
pengampunan pengampunan
Format penilaian:
Aspek yang dinilai/ Skor
J
N Nama Relevans Deskrips Ketepata
Kelengkapan Kebersihan
Predik
o Siswa i i n Waktu
umlah
Nilai
1-4 1-4 1-4 1-4 1-4
at
1
2
3
Pertemuan 2
N Keterampilan Butir Instrumen
o
1. Menuliskan doa yang intinya Tulislah sebuah doa yang intinya peserta
peserta didik memohon didik memohon pengampunan dari Allah,
pengampunan dari Allah, memohon ampun atas semua kesalahan
memohon ampun atas semua yang telah kamu perbuat pada sesama
kesalahan yang telah kamu maupun Tuhan.
perbuat pada sesama maupun
Tuhan.
Format penilaian:
Aspek yang dinilai/ Skor
N Nama Relevans Deskrips Ketepata
Predikat
Kelengkapan Kebersihan
Jumlah
o Siswa i i n Waktu
Nilai
1-4 1-4 1-4 1-4 1-4
1
2
3
LEMBAR KEGIATAN SISWA
No. 01/Pertemuan 1/RPP 1/VII/Smtr 1/TP. 2014-2015
7. Informasi :
Perhatikan cerita dibawah ini!
Yusuf adalah anak dari bapak Yakub, Ibunya bernama [Link] mempunyai 11 orang
saudara laki laki dan seorang saudara [Link] rumahnya, Yusuf menjadi anak
kesayangan bapaknya. Bahkan ia pernah diberikan baju yang sangat indah oleh
bapaknya. Namun sayang, hal itu membuat saudara-saudaranya iri dan membenci Yusuf.
Kemudian Yusuf dibawa ke Mesir dan dijadikan [Link], karena Tuhan Allah selalu
menyertai Yusuf, akhirnya Yusuf menjadi seorang pemimpin yang terkenal dan kaya raya di
Mesir.
Yusuf ingin menguji saudara-saudaranya apakah mereka telah berubah, atau mereka akan
mengorbankan adiknya seperti dahulu ketika mereka membenci dan menjualnya sebagai
budak. Ternyata, saudara-saudaranya telah berubah.
Mereka membela adiknya Benyamin serta menangisinya, bahkan kakak tertua rela ditahan
untuk menggantikan adiknya. Dengan cara itu, Yusuf mengetahui bahwa kini saudara-
saudaranya telah berubah dan karena itu, sudah waktunya dia menyatakan dirinya pada
mereka dan memaafkan mereka. Yusuf tidak menanti supaya saudara-saudaranya ketakutan
dan mengemis untuk dimaafkan, tetapi dialah yang mengambil inisiatif untuk mendatangi
mereka.
b. Setiap anggota kelompok menuliskan hasil diskusi kelompok pada buku catatan masing-
masing!
7. Informasi :
Bacalah Kitab Injil Matius 18:22-35
e. Setiap anggota kelompok menuliskan hasil diskusi kelompok pada buku catatan masing-
masing!
f. Presentasi hasil diskusimu di depan kelas!