Jurnal Pembelajaranku
Pengantar Pendidikan Anak
Berkebutuhan Khusus
(Inklusif )
Nama : Handayani Siregar, [Link]
No. UKG : 201699587521
LPTK : UNIVERSITAS ASAHAN
PPG DALAM JABATAN
PILOTING TAHAP 2 TAHUN 2024
A. Pengertian Pendidikan Inklusif
Pendidikan Inklusif adalah pendidikan yang terbuka bagi siapa saja yang memiliki latar
belakang berbeda dan kondisi yang berbeda juga. Pendidikan Inklusif juga
diperuntukkan bagi peserta didik yang memiliki kebutuhan atau keterbatasan khusus .
Pendidikan Inklusif memberikan pemahaman mengenai peserta didik yang
berkebutuhan khusus bahwa mereka bukan sekedar masuk sekolah, melainkan
dilayani dengan baik. Sekolah harus bisa menyesuaikan segala kebutuhan anak
berkebutuhan khusus.
B. Tujuan Pendidikan Inklusif
Pendidikan Inklusif sudah pasti memiliki tujuan, salah satunya mewujudkan
penyelenggaraan pendidikan yang menghargai keanekaragaman dan tidak
diskriminatif bagi semua peserta didik.
Pendidikan Inklusif juga bertujuan memberikan kesempatan yang tak terhingga
kepada seluruh peserta didik tanpa memandang perbedaan kondisi, suku, ras,
golongan, status sosial ekonomi dalam memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai
dengan kebutuhan dan kemampuannya masing-masing
C. Prinsip – prinsip Pendidikan Inklusif
1. Hak untuk belajar
2. Keragaman sebagai kekuatan
3. Keterbukaan dan akses pendidikan
4. Pendekatan individual
5. Parsisipasi dan kolaborasi
6. Penghapusan diskriminasi
7. Pemahaman dan keterlibatan masyarakat
8. Evaluasi dan peningkatan keberlanjutan
D. Alur Pelaksanaan Pendidikan Inklusif
1. PPDB 2. IDENTIFIKASI 3. ASSESMENPROFIL PESERTA DIDIK
LANDASAN HASIL BELAJAR PERENCANAAN PEMBELAJARAN
PENILAIAN DAN EVALUASI PEMBELAJARAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
E. Yang perlu diperhatikan oleh Guru
1. Memperhatikan karakteristik dan kemampuan peserta didik
2. Guru mampu memilih media ajar yang tepat sesuai dengna kebutuhan peserta
didik
3. Guru menggunakan kosa kata sesuai kemampuan bahasa peserta didik
F. Sistem Dukungan Pendidikan Inklusif
Dalam pendidikan Inklusif yang turut berperan,yaitu :
1. Pemerintah
2. Masyarakat
3. Orang tua
4. Satuan pendidikan sebagai penyelenggara
Kepala Sekolah
Guru pembimbing yang khusus dan Umum
Teman sebaya
G. Refleksi
1. Pemahaman baru yang saya dapatkan setelah mempelajari konsep pendidikan
Inklusif saya menyadari bahwa setiap peserta itu tidak ada yang sama, terlebih
peserta didik ada yang berkebutuhan khusus dan butuh pendampingan dari guru.
Saya sebagai guru haru dapat memenuhi segala kebutuhan peserta didik ABK
dalam menjalani pembelajaran disekolah.
2. Bagian dari konsep pendidikan Inklusif yang menantang bagi saya adalah
bagaimana caranya untuk meniadakan perbedaan. Perbedaan kemampuan
memang sudah pasti tapi jika ada ABK yang tuna wicara misalnya maka bagi
sebagian peserta didik yang normal dan peserta didik yang khusus perbedaan itu
tetap ada. Inilah yang menjadi tantangan bagi saya sebagai seorang fasilitator.
Untuk berkomunikasi diantara mereka pasti sudah berbeda. Disini saya sebagai
guru perlu melibatkan orang tua dalam memberikan pelatihan – pelatihan
dirumah mengenai cara berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini harus ditangani
dengan serius secara berkesinambungan agar ABK tidak merasa terhambat dalam
memperoleh pendidikan. Anak Berkebutuhan Khusus juga menginginkan prestasi.
Sebagian dari mereka meyakini bahwa mereka mampu kerkolaborasi dengan
peserta didik lainnya hal ini tercermin dengan pernyataan Ki Hajar Dewantara
“Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri, Pendidik hanya dapat
merawat dan menuntun tumbuhnya Kodrat itu”
3. Hal – hal lain yang ingin saya pelajari dari pendidikan Inklusif dengan
pembelajaran yaitu Pemahaman yang lebih mendalam bagaimana caranya
menciptakan lingkungan yang tidak ada perbedaan antara ABK dan peserta didik
lainnya. Menciptakan lingkungan ini artinya membangun lingkungan yang aman
bagi ABK. Anak Berkebutuhan khusus bukan hanya sekedar mendaftar ke sekolah
kemudian diterima begitu saja, melainkan ABK harus dilayani dengan baik, sekolah
harus mulai berpikir bagaimana menyesuaikan keadaan sekolah untuk ana
berkebutuhan khusus. Yang ingin saya pelajari berikutnya adalah kemampuan
guru yang lebih dalam menggunakan media pengganti yang tepat dalam
pembelajaran bersama ABK. Saya harus terus mencari tahu alternative atau media
pembelajaran pengganti yang sesuai jika media yang awal disiapkan ternyata tidak
sesuai dengan ABK tersebut. Inilah yang ingin saya pelajari lebih lanjut.
H. UMPAN BALIK
Ibu Eni Yuli Setiawati, [Link]
Guru Matematika
“Pemaparan sangat sederhana tapi penuh dengan makna, saya
menjadi lebih mengerti apa pendidikan Inklusif sebenarnya,saya juga
menjadi tahu berbagai contoh cara memberikan pembelajaran
terhadap Anak Berkebutuhan Khusus.”
Ibu Nur Ayumi, [Link]
Guru BK
“Terimakasih Ibu Handayani Siregar atas informasi yang diberikan,
saya pribadi sebagai Sarjana Psikolog merasa puas dengan apa yang
ibu sampaikan,jadi mendapat informasi penting bagaimana menjadi
guru yang mengimplementasikan pendidikan Inklusif kepada
peserta didik yang berkebutuhan khusus.”
I. DOKUMENTASI
Penyebaran Informasi Pendidikan Inklusif