Nama : Reihan Benisaputri
Nim : 2317968
PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL
Topik 4. Experiental Learning untuk Pembelajaran Sosial Emosional
Lembar Kerja 4.3 Lembar Kerja Diskusi Kelompok
Kondisi Diskusi
Kami menyadari bahwa setiap peserta didik memiliki gaya
belajar yang berbeda yang tentu berpengaruh terhadap
kebutuhan belajar mereka. Oleh karena itu, seorang guru harus
mampu mengakomodir setiap kebutuhan peserta didik sebagai
bentuk upaya dalam membantu peserta didik untuk mencapai
tujuan pembelajaran yang diharapkan. Cara yang biasa kami
lakukan yakni dengan melakukan pembelajaran
berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi dapat berupa
empat aspek, yakni aspek konten, proses, produk, dan
lingkungan belajar. Untuk dapat mengakomodasi kebutuhan
Dalam satu kelas, setiap siswa peserta didik berdasarkan gaya belajar, kami dapat melakukan
memiliki gaya belajar tertentu. pembelajaran berdiferensiasi pada aspek konten dengan
Bagaimana Anda menyikapi membedakan sumber belajar yang akan para peserta didik
hal tersebut, dan bagaimana gunakan. Kami dapat mengelompokkan peserta didik
Anda mengakomodasi berdasarkan gaya belajar yang mereka miliki. Untuk kelompok
kebutuhan mereka? peserta didik dengan gaya belajar auditori, kami dapat
menyediakan sumber belajar berupa podcast, rekaman suara,
maupun video dan audio berisi materi pembelajaran. Untuk
kelompok peserta didik dengan gaya belajar visual, kami dapat
menyediakan sumber belajar berupa gambar, poster, grafik, dan
sebagainya. Untuk kelompok peserta didik dengan gaya belajar
kinestetik, kami dapat menyediakan sumber belajar berupa
puzzle atau teka-teki berisi pembelajaran. Selain pada aspek
proses, kami juga dapat melakukan pembelajaran
berdiferensiasi pada aspek produk, dimana kami akan
memberikan tugas untuk setiap kelompok berdasarkan gaya
belajar yang mereka miliki. Untuk kelompok auditori, peserta
didik dapat membuat suatu karya berupa video rekaman atau
podcast. Untuk kelompok visual, peserta didik dapat membuat
suatu catatan, poster, atau gambar. Sedangkan untuk kelompok
kinestetik, peserta didik dapat melakukan praktik secara
langsung yang hasilnya pun menjadi acuan bagi kelompok lain
yang mengamati.
Lingkungan sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam
mendukung perkembangan peserta didik. Berikut beberapa
fungsi lingkungan sekolah beserta contohnya.
• Memberikan Kesempatan Belajar yang Optimal
Lingkungan sekolah yang aman, terstruktur, dan
menyenangkan menciptakan kondisi yang optimal bagi
peserta didik untuk belajar dan berkembang. Misalnya,
ruang kelas yang nyaman dan dilengkapi dengan fasilitas
pembelajaran yang memadai dapat membantu peserta
didik fokus dan berpartisipasi aktif dalam proses belajar
Apa fungsi lingkungan sekolah mengajar.
dalam mendukung • Mendorong Interaksi Sosial yang Sehat
perkembangan siswa? Berikan Lingkungan sekolah menjadi tempat di mana peserta
contoh! didik dapat berinteraksi dengan teman sebaya dan guru.
Ini penting untuk mengembangkan keterampilan sosial,
kemampuan berkolaborasi, serta meningkatkan rasa
percaya diri dan empati. Misalnya, kegiatan
ekstrakurikuler seperti klub, organisasi peserta didik, dan
proyek kolaboratif dapat membantu memperkuat
hubungan sosial antar peserta didik.
• Menyediakan Dukungan Emosional dan Mental
Lingkungan sekolah yang inklusif dan mendukung
membantu peserta didik merasa didukung secara
emosional dan mental. Guru dan staf sekolah yang
responsif terhadap kebutuhan peserta didik, serta
menyediakan layanan konseling dan dukungan
psikologis, dapat membantu peserta didik mengatasi
tantangan emosional dan mental mereka. Misalnya,
pelaksanaan program konseling di sekolah atau kegiatan
promosi kesehatan mental dapat menjadi contoh
bagaimana lingkungan sekolah mendukung
kesejahteraan peserta didik.
• Mendorong Kreativitas dan Inovasi
Lingkungan sekolah yang mempromosikan kebebasan
berpikir, eksperimen, dan eksplorasi memungkinkan
peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dan
inovasi. Misalnya, laboratorium sains yang dilengkapi
dengan peralatan modern atau ruang seni yang
memfasilitasi ekspresi kreatif dapat menjadi contoh
bagaimana lingkungan sekolah dapat mendorong peserta
didik untuk mengembangkan potensi mereka.
• Membangun Budaya Pembelajaran yang Positif
Lingkungan sekolah juga berperan dalam membentuk
budaya pembelajaran yang positif di mana prestasi
akademik dihargai dan dihormati. Misalnya,
penghargaan prestasi, pengakuan publik atas pencapaian
peserta didik, dan adanya semangat kompetisi yang sehat
dapat membantu menciptakan budaya di mana setiap
peserta didik merasa termotivasi untuk belajar dan
berkembang.
Melalui fungsi-fungsi ini, lingkungan sekolah dapat berperan
sebagai wadah yang mendukung perkembangan holistik
peserta didik, baik secara akademis maupun non-akademis.
DESYIFA SUMELIAN
2317576
PEMBELAJARAN SOCIAL EMOSIONAL – TOPIK 4
PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL
TOPIK 4. EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL
RUANG KOLABORASI
Kasus 1 - Film Hichki tentang guru yang memiliki Tourette Syndrome.
1. Berdasarkan film tersebut, bagaimana lingkungan dapat mempengaruhi individu?
Jawaban: Menurut kelompok kami lingkungan sangat mempengaruhi setiap individu.
Lingkungan yang positif akan memberikan dampak yang positif, begitu juga sebaliknya.
Dalam film Hichki terdapat guru memiliki Tourette syndrome yaitu gangguan neurologis
yang ditandai dengan gerakan motorik atau vokal berulang yang tidak dapat dikendalikan
atau tics. Guru tersebut mengajar pada kelas 9F yang terkenal nakal, bodoh dan miskin.
Namun asumsi tersebut kurang tepat, anak-anak tersebut memiliki banyak potensi, kritis dan
kompak. Hal yang menyebabkan mereka membuat ulah karena mendapat diskriminasi dari
kelas lain dan guru-guru di sekolah tersebut. Selain itu mereka menyalurkan kecerdasan
dalam hal yang kurang tepat seperti berbuat usil, onar dan membuat strategi yang negatif.
Dengan kehadiran Ibu Naina sebagai wali kelas yang tepat, mereka dapat bangkit untuk
membuktikan potensi mereka dan dapat memenangkan berbagai penghargaan.
2. Bagaimana guru dengan keterbatasannya dapat merangkul peserta didik?
Jawaban: Keterbatasan yang dimiliki Bu Naina tidak mematahkan semangatnya untuk
mengajar dan mendidik. Bu Naina berusaha bekerja secara profesional, beberapa hal yang
dilakukannya adalah dengan memperkenalkan diri dan menyampaikan keterbatasannya. Ibu
Naina memiliki manajemen sosial emosional yang baik dan siap dalam menerima segala
konsekuensi yang terjadi. Beberapa hal yang dilakukan Bu Naina untuk merangkul peserta
didik:
● Memahami karakteristik peserta didik
● Melakukan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
● Menerapkan strategi pembelajaran yang menyenangkan seperti outing class
● Menerapkan kemampuan sosial emosional khususnya self awareness dan self
management
● Membuat pembelajaran bermakna
● Memotivasi peserta didik sehingga dapat berpikir kritis dan dapat melakukan refleksi
DESYIFA SUMELIAN
2317576
PEMBELAJARAN SOCIAL EMOSIONAL – TOPIK 4
3. Hal apa yang dimiliki guru tersebut sehingga bisa merubah suasana kelas menjadi
menyenangkan?
Jawaban: Hal yang dimiliki guru tersebut sehingga bisa merubah suasana kelas menjadi
menyenangkan adalah memiliki pendirian, mengutamakan persamaan hak dalam
memperoleh pendidikan, menganalisis latar belakang peserta didik untuk mengembangkan
setiap potensi, kekurangan peserta didik dijadikan kelebihan yang dapat menjadi peluang
kesuksesan peserta didik di masa depan
4. Apakah Anda bisa menjadi guru yang demikian?
Jawaban: Sebagai guru harus memiliki kemampuan memilih baik dan buruk, memilah serta
tidak mudah putus asa. Guru harus memiliki pendirian dan dapat diandalkan. Guru harus
mampu merancang pembelajaran yang menarik dengan menggunakan media, strategi,
pendekatan dan model yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Menurut
kelompok kami, kami berusaha untuk menjadi guru seperti Ibu Naina yang dapat
memfasilitasi peserta didik dengan segala potensi yang dimiliki serta memiliki tekad kuat
dalam mendidik