0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan31 halaman

Prinsip dan Jenis Layout Desain

Dasar pembuatan layout

Diunggah oleh

harviyanperdana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan31 halaman

Prinsip dan Jenis Layout Desain

Dasar pembuatan layout

Diunggah oleh

harviyanperdana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Selasa, 30 Juli 2024

Dasar
Layout
Dalam Desain
Bawaslu Kabupaten Batang Presented by Harviyan
Pengertian
Layout
Desain tata letak
suatu susunan, rancangan, atau tata letak ruang dari
sebuah elemen yang sengaja didesain untuk bisa
ditempatkan dalam suatu bidang yang sebelumnya
telah direncanakan sistemnya terlebih dahulu.
Fungsi Layout
Mendukung penataan elemen gambar
dan teks

Membuat tampilan lebih komunikatif

Pesan tersampaikan dengan efektif

Membantu orang yang melihat dalam


menangkap informasi desain

Penataan ruang dan isi desain


menjadi terkonsep secara harmonis
Elemen
dalam LAYOUT
1. Text

2. Gambar (image)

3. Garis (line)

4. Bentuk (shape)

5. Ruang putih (white space)


TEXT
Elemen teks termasuk judul, heading, dan paragraf.
Dalam desain text heavy, elemen-elemen ini harus ditata
dengan cara intuitif yang mudah dibaca. Pemilihan
typografi sangat penting untuk kemudahan pembacaan
maksud gambar.
GAMBAR
Foto dan visual lainnya, seperti ilustrasi membantu
memecah teks dan mengkomunikasikan pesan tertentu.
Elemen ini sangat efektif dalam melibatkan pemirsa
melalui emosi.
Garis digunakan untuk membagi bagian. Mereka juga
dapat menambahkan penekanan pada teks.

GARIS
Bila digunakan dengan baik, bentuk menambahkan
sentuhan bakat dan kepribadian pada tata letak. Persegi
panjang dan lingkaran adalah yang paling umum,
namun ada banyak cara untuk berkreasi dengan bentuk.

BENTUK
RUANG PUTIH
Menambahkan ruang di antara bagian-bagian tata
letak, mencegah pengguna kewalahan atau lelah saat
melihat desain yang sibuk.
PRINSIP LAYOUT
Hierarchy (hierarki)

Alignment (perataan)

Space (ruang)

Balance (keseimbangan)

Emphasis (penekanan)
HIERARCHY
Dalam desain, hierarchy mengacu pada urutan
kepentingan elemen dalam layout.

Hierarki visual yaitu sebuah prinsip tata letak (layout)


elemen desain yang tujuannya menampilkan hal penting
lebih dulu, kemudian yang lebih tidak penting.
PRINSIP

HIERARKI
VISUAL
Ukuran dan Skala Pola Membaca
Warna dan Kontras Kedekatan (proximity)
Tipografi Rule of Third
Ruang Kosong
UKURAN dan SKALA
Secara sederhana, gambar dengan terdapat ilustrasi yang lebih
besar akan menarik perhatian terlebih dahulu daripada yang kecil
WARNA dan KONTRAS
Pemilihan warna akan membuat satu elemen lebih menonjol daripada yang
lainnya. Warm colors, seperti merah atau kuning akan lebih standout jika
disandingkan dengan background berwarna gelap (cool color).
TIPOGRAFI
Mengkombinasikan beberapa ukuran font dalam satu
desain juga dapat membantu menentukan elemen
paling penting dari sebuah desain.
RUANG KOSONG
Adanya ruang kosong pada desain yang dibuat bisa
membuat objek utama menjadi “terlihat”.
Sebaliknya, menambah terlalu banyak gambar justru akan
membuat desain tampak ramai dan kehilangan fokus
POLA MEMBACA
Pola membaca F adalah pola yang
paling umum digunakan banyak
orang. Sebab, ini adalah pola yang
juga kita gunakan ketika membaca
sehari-hari.
Kita akan mulai membaca dari kiri
kemudian ke kanan, baru beranjak ke
informasi yang ada di bawahnya. Itu
sebabnya, web designer yang
bertugas mendesain website yang
padat dengan teks akan
menggunakan pola ini.
POLA MEMBACA
Pola membaca Z biasanya lebih
banyak dipakai untuk situs yang
berbasis gambar. Hal ini karena otak
manusia memproses gambar lebih
cepat ketimbang teks.
Lewat pola ini, informasi penting akan
diletakkan di paling atas.
Setelahnya, pengguna akan menyapu
pandangannya ke sebelah kanan,
untuk kemudian secara diagonal
melihat apa yang ada di kiri bawah. Itu
sebabnya, pola ini disebut sebagai
pola Z.
KEDEKATAN
Menempatkan beberapa objek berdekatan merupakan salah satu
prinsip dasar dalam menyampaikan pesan pada format visual.
Objek yang ditempatkan berdekatan menandakan bahwa elemen-
elemen tersebut memiliki hubungan.
RULE of THIRD
Rule of third merupakan salah satu prinsip hierarki visual, sekaligus teknik fotografi yang
sudah sangat umum. Untuk menghasilkan komposisi gambar yang seimbang, para
fotografer biasanya akan membagi bidang fotonya menjadi 3 bagian, sebelum
menangkap objek. Cara ini bisa membantu gambar terlihat “berbicara” dibandingkan
gambar yang selalu diletakkan di tengah bidang.
JENIS-JENIS
LAYOUT
MONDRIAN LAYOUT PICTURE WINDOW LAYOUT

BIG TYPE LAYOUT FRAME LAYOUT

CIRCUS LAYOUT MULTI PANEL LAYOUT

SILLHOUTTE LAYOUT COPY HEAVY LAYOUT


MONDRIAN LAYOUT

Tipe tata letak Mondrian terinspirasi dari


pelukis asal Belanda, Piet Mondrian.
Desainnya berciri khas asimetris,
mengandalkan warna biru, kuning, dan
merah, dengan garis hitam sebagai
pemisah setiap ruang.

Layout Mondrian sering dipakai sebagai


tata letak spanduk kegiatan, poster film,
jug amajalah fashion. Penempatan unsur
gambarnya adalah di dalam bidang
berbentuk segi empat, baik itu persegi
panjang, portrait, lanskap, maupun
poligon beraturan.
BIG TYPE LAYOUT

Mempunyai ciri khas menggunakan font


berukuran besar sebagai unsur utamanya.
Bila ada gambar yang menyertai, maka
fungsinya hanya sebagai elemen
pendukung.

Penggunaan layout ini fokus pada judul,


huruf pertama dalam kalimat, ataupun
pesan utama dalam sebuah iklan yang
bertujuan untuk menarik perhatian
audiens. Big type layout sering dipakai
dalam media promosi seperti brosur iklan
dengan desain minimalis dan artistik.
CIRCUS LAYOUT

Penyajian desain tidak terikat pada


ketentuan apapun. Komposisi setiap
elemennya tidak beraturan, biasa dipakai
untuk meluapkan ekspresi ramai,
kekacauan, atau kesibukan. Poster konser,
pameran, dan majalah sekolah banyak
memakain jenis tata letak ini.
Tata letak siluet mengacu pada karya
fotografi atau metode ilustratif yang
SILLHOUTTE menyorot bentuk bayangan sebuah
subjek. Tampilan visualnya dapat berupa
LAYOUT teks, ilustrasi, warna, atau pembiasan
warna halus.
PICTURE WINDOW
LAYOUT

Layout ini menampilkan gambar


berukuran besar, biasanya secara close
up yang menampilkan produk. Porsi teks
atau tulisan dalam tata letak ini tidak
terlalu banyak, umumnya gambar atau
foto diletakkan bagian atas, lalu judul dan
deskripsinya di bagian bawah.
FRAME LAYOUT

Tata letak ini mudah dikenali karena


gambar atau teksnya diletakkan di dalam
sebuah bingkai atau frame, baik berupa
shading ataupun border. Frame layout
memberi kesan rapi, bernuansa teratur,
dan seimbang.
MULTI PANEL
LAYOUT

Tata letak ini mudah dikenali karena


gambar atau teksnya diletakkan di dalam
sebuah bingkai atau frame, baik berupa
shading ataupun border. Frame layout
memberi kesan rapi, bernuansa teratur,
dan seimbang.
COPY HEAVY
LAYOUT

Fokus tata letak copy heavy adalah


pengaturan huruf, desainnya didominasi
penyajian copy atau teks. Layout ini
digunakan oleh hampir semua media,
terutama media cetak karena paling
sesuai untuk menyampaikan lebih banyak
informasi daripada layout yang
didominasi gambar. Contoh media yang
menerapkan layout jenis ini, yakni: Koran,
Majalah, Jurnal Online, Brosur, Infografis
Dan lain-lain
COPY HEAVY
LAYOUT

Fokus tata letak copy heavy adalah


pengaturan huruf, desainnya didominasi
penyajian copy atau teks. Layout ini
digunakan oleh hampir semua media,
terutama media cetak karena paling
sesuai untuk menyampaikan lebih banyak
informasi daripada layout yang
didominasi gambar. Contoh media yang
menerapkan layout jenis ini, yakni: Koran,
Majalah, Jurnal Online, Brosur, Infografis
Dan lain-lain
Thank
You!

Anda mungkin juga menyukai