0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
148 tayangan11 halaman

Teori dan Metodologi Kepelatihan Olahraga

ringkasan buku tentang kepelatihan olahraga

Diunggah oleh

dewi Mulyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
148 tayangan11 halaman

Teori dan Metodologi Kepelatihan Olahraga

ringkasan buku tentang kepelatihan olahraga

Diunggah oleh

dewi Mulyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS RINGKASAN BUKU

“kepelatihan olahraga teori dan metodologi”

I. IDENTITAS BUKU

a. Judul buku :Kepelatihan olahraga


b. Nama pengarang :Prof. Drs. Harsono,[Link]
c. Jenis buku :Nonfiksi
d. Penerbit :PT remaja rosdakarya offset - Bandung
e. Cetakan :Cetakan pertama, November 20015
Cetakan kedua, Januari 2017
Cetakan ketiga, September 2018
f. Tebal buku :227 halaman
g. Tahun terbit :2015
h. Ukuran buku :16 * 24 cm
i. Cover :Warna dasar putih dengan corak lintasan atletik merah

II. SISTEMATIKA PENULISAN

Cover
Identitas buku
Kata pengantar
Daftar isi
Prawacana
Bab 1 :Tugas dan peran pelatih
Bab 2 :Prinsip-prinsip Latihan
Bab 3 :Menetapkan sasaran (goal seting)
Bab 4 :Perencanaan program pelatihan
Bab 5 :Olahraga anak-anak
Daftar pustaka
Tentang penulis

III. IDE POKOK

Ide pokok kata pengantar


 Paragraf 1 :Penjelasan tentang mengupgrade buku edisi 1988 ke buku
terbaru 2015.
 Paragraf 2 :latar belakang kenapa buku 1988 di upgrade ke 2015.
 Paragraf 3 :Penjelasan tentang penghapusan beberapa topik pembahasan di
buku baru 2015.
 Paragraf 4 :Penjelasan penggantian materi yang dihapus.
 Paragraf 5 ;Menjelaskan buku yang ada kaitan nya dengan buku
kepelatihan olahraga ini.
 Paragraf 6 :Sedikit penjelasan tentang pentingnya pentingnya mendalami
cara melatih untuk anak-anak.
 Paragraf 7 :Melanjutkan pembahasan di paragraf 6.
 Paragraf 8 :Masih melanjukan pembahasan tentang cara melatih anak-
anak.

IV. PRAWACANA

Diprawacana ini penulis menuliskan latar belakang dari pembuatan


buku,tentang ketertarikan penulis terhadap dunia kepelatihan,serta ucapan rasa
sukur dan terimakasih terhadap pihak-pihak yang sudah membantu dan
mendukung dalam menyelesaikan penulisan buku kepelatihan olahraga teori dan
metodologi.
Masih di prawacana penulis menuliskan tentang profesi coaching,penulis
menjelaskan bahwa profesi coaching itu mencangkup segala aspek,sehingga
seorang pelatih memang harus melibatkan diri di [Link] melatih tentang
Teknik cabang olahraga yang mereka latih,pelatih pula harus mengetahui berbagai
subdisiplin ilmu,diantaranya yaitu ilmu faal olahraga,anatomi,kinesologi,body
mechanics,psikologi,gizi dan masih banyak lagi. Karena ada semacam ungkapan
yang berbunyi bahwa “tinggi-rendahnya prestasi atlet adalah cerminan dari tinggi
rendahnya ilmu dan keterampilan pelatihnya”.
Lalu di ahir paragraf penulis menjelaskan tujuan dari pembuatan buku
kepelatihan olahraga teori dan metodologi.

V. RINGKASAN ISI BUKU

BAB 1 : TUGAS DAN PERAN PELATIH


A. Pendahuluan
Seorang pelatih seringkali di citrakan sebagai seorang
pendidik,ilmuan,organisator,dan manager yang [Link] adapula yang mencitrakan
sebagai sosok yang punya disiplin,keras,galak,suka marah-marah,dan suka
“menyiksa”atletnya sewaktu Latihan.
Apapun dan baimanapun gaya atau filsafah pelatih,dia wajib memahami
peran,tugas,serta kewajiban yang sebenarnya sebagi seorang pelatih,agar dia bisa
sukses dalm karir-nya sebagi pengasuh para atlet-nya,termasuk perannya sebgai guru
dan pedagog. Dan bab ini membicarakan beberapa peran dan tugas,termasuk kode
etik yang wajib di patuhi oleh seorang pelatih sewaktu mengasuh anak-anak asuhan-
nya.

B. Pentingnya pelatih
Pelatih adalah sosok yang penting artinya bagi setiap atlet,karena tanpa
bimbingan dan pengawasan dari seorang pelatih,prestasi yang tinggi akan sukar
dicapai. Seorang pelatih akan lebih mudah melihat kesalahan-kesalahan Teknik yang
dilakukan oleh atlet daripada atlet itu sendiri,atlet biasanya sukar dalam dalam
merasakan sendiri apa yang telah slah dilakukan karena dia tidak dapat melihat sendiri
apa yang telah ia lakukan.
Makadari itu seorang pelatih harus tahu betul seluk beluk mengenai cabang
olahraga yang di latihnya,karena kalo pelatih hanya tau setengah-setengah malah akan
merusak atau menyesatkan [Link] dalam dunia pelatihan ada semanyam motto
yang berbunyi
1. Tinggi rendahnya prestasi atlit adalah cerminan dari tinggi rendahnya mutu
pengetahuan dan keterampilan pelatih-nya.
2. Apa yang dikiprahkan oleh atlet dalam pertandingan adalah cerminan dari
apa yang telah diberikan pelatihnya dalam Latihan.

C. Peranan IPTEK
Zaman sekranag,metode dan Teknik melatih sudah menjadi semakin scientific
dan semakin canggih. Banyak pelatih dalam usaha meningkatkan prestasi tinggi para
atlitnya hanya mengandalkan pada intensitas Latihan,padahal kualitas Latihan lah
yang justru lebih penting,dan manakala kita berbicara tentang kualitas ,kita mesti
berbicara juga tentang IPTEK olahraga. Yang artinya Latihan harus bisa kita
intervensi dengan bidang ilmu yang erat hubungan nya dengan olahraga,seperti
kinesiologi,psikologi,anatomi,biomekanika,teori,prinsip-prinsip,metodologi
Latihan ,terutama faal olahraga yang bisa menjadi factor dominan dan merupakan
bagian yang penting dalam coaching science.
Platiah juga harus bisa meningkatkan cara melatih statis-tradisional yang
sudah using ke cara melatih [Link] pelatih harus “adapt to change”harus peka
terhadap perubahan,ini selaras dengan postulat yang mengatakan “tanpa pembaharuan
tak aka nada perubahan,dan tanpa perubahan tak aka nada kemajuan”.

D. Coaching sebagai ilmu dan seni


Pelatiha atau coaching adalah sebuah ilmu atau science,karena didukung oleh
ilmu-ilmu yang erat hubungan nya dengan Latihan dan kepelatihan. Selain ilmu
coaching juga suatu seni atau [Link] itu terletak pada implementasi,aplikasi,dan
penerapan dari fakta-fakta ilmiah ke dalam bidang coaching,yang membutuhkan
kecakapan,keahlian,kecerdikan,bakat serta seni seorang pelatih.

E. Falsafah dan peran pelatih


Falsafah menurut martin dan Lumsden (1987) adalah suatu system dari
prinsip-prinsip yang dipakai untuk membimbing orang dalam kegiatan-kegiatan-
[Link] kita bisa mengetahui filsafah seorang pelatih itu dari hal-hal berikut :
1. Falsafah pelatih (coach) tergantung dari attitudes dan tujuan nya dari melatih
seorang atlet,serta tergantung kepribadian dari pelatih itu sendiri.
2. Prilaku atlet itu tergantung dari bagaimana didikan pelatih nya,seperti respect
terhadap lawan dan official-nya,Bahasa yang digunakan,prilaku diluar
gelanggang-nya,kesanggupan untuk mengatasi stress,semangat
pertandingan,solidaritas,serta penampilan luar-nya,hal-hal tersebut dapat
mencerminkan filsafat dari pelatihnya.
3. Motivasi menjadi pelatih dapat membentuk karakter serta filsafah-nya tentang
melatih anak didinya dikemudian hari.
4. Siapkah anda untuk menjadi seorang pelatih ? harus bisa menjawab pertanyaan
ini,karena kalo sudah menjadi pelatih kita menjadi orang tua,teman,guru dan
panutan anak didik kita nantinya.
5. Harapan orang dari seorang pelatih,falsafah seorang pelatih harus tercermin dari
pendapatnya,pandangan-nya,dan prilakunya dalam melaksanakan tugasnya
sebagai coach,dan dalam membina atlet-atletnya untuk meningkatkan
perkembangan Kesehatan fisik,mental spiritual dan sosial-nya,selain itu juga
untuk meningkatkan keterampilan motoric dan prestasi atlet,prilaku etis,moral
yang baik,kepribadian dan respek terhadap orang lain.
6. Dilemma pelatih itu saat di tuntut atlet nya harus selalu menang “win at all cost”
“victory at any price” antara harus tetap mengikuti kode etik yang benar seorang
pelatih atau menghalalkan segala cara agar bisa menang.

F. Tugas dan peran pelatih


Tugas seorang pelatih adalah jauh lebih luas dari soal melatih di lapang
saja,dia harus menjadi seorang guru,pendidik,orang tua,teman [Link] guru dia di
segani,sebagai orangtua dia cintai,sebagai teman dia dipercayai,inilah beberapat tugas
utama,peran dan kepribadian pelatih :
1. Prilaku seorang pelatih harus bebas dari cela dan cerca.
2. Bersifat kepemimpinan,Seorang pelatih harus merupakan seorang individu
yang [Link] dapat memimpin dan memberikan motivasi kepada
anak-anak asuhan-nya.
3. Sikap sportif,harus mencerminkan sikap sportivitas yang baik.
4. Harus memiliki kemampuan dan keterampilan yang mendalam dalam
cabang olahraga yang ia latihkan.
5. Harus memiliki keseimbangan emosional
6. Harus cerdas dan imajinatif
7. Memiliki ketegasan dan keberanian
8. Memiliki selera humor yang baik agar bisa seimbang
9. Memiliki kebugaran fisik yang baik
10. Menguasai ilmu psikologi anak
11. Bisa membuat suasana Latihan yang menyenangkan
12. Pelatih harus bisa menghargai wasit
13. Pelatih harus bisa menghargai tim tamu
14. Dapat dengan tegas memberikan pujian dan hukuman
15. Harus memberikan perhatian kepada anak-anak didiknya
16. Harus bisa memperhatikan kebutuhan dirinya sendiri
17. Memiliki pikiran yang fositif
18. Bertuturkata yang baik dan benar
19. Harus siap mental

G. Tipe kepribadian pelatih


Tutko dan Richards (1975),dua orang pakar dalm psikologi olahraga,secara
ekstensif membahas tipe-tipe kepribadian pelatih yang kemudian dikategorikan dalam
5 kategori yang dominan yaitu :
1. Authoritarian coach (pelatih otoriter) ciri-ciri nya :
 Berpegang teguh pada disiplin
 Bisa kejam dan sadis
 Ketat dalam rencana dan jadwal Latihan
 Biasanya bukan pribadi yang hangat
2. Nice guy coach (pelatih yang baik hati) ciri-ciri nya :
 Senang memberi pujian
 Sangat luwes dalam rencana Latihan sehingga kadang-kadang
justru membingungkan atlet
 Sering mencoba-coba beberapa alternatif metode dan system
 Disiplin kurang tinggi
 Atlet yang malas kurang tertangani dengan baik
3. Intens atau driven coach (pelatih pemacu) ciri-ciri nya :
 Otoriter
 Penuh semangat
 Agresif
 Menekankan pada disiplin dan hal-hal kecil karena ingin sempurna
 Tuntutan terhadap atllet terlalu tinggi kadang tidak realistic
 Memandang rendah lawan
 Kekalahan adalah malapetaka
 Pengetahuan yang lengkap tentang cabornya
4. Easy going coach (pelatih yang santai ) ciri-cirinya :
 Terkadang kurang serius dalam menangani tim
 Tidak membuat jadwal Latihan secara rinci
 Tidak bisa mengunggah semangat dan motivasi atlet
 Dalam suasana panik dia tetap tenang
 Memberikan kesan dingin dimata orang
 Tingkat fitness para atlet rendah
5. Business-like coach(pelatih tipe bisnis atau scientific) ciri-cirinya :
 Olahraga dianggap sebagai bisnis,karena itu tim nya terorganisir
dengan baik
 Mempertimbangkan hal-hal secara detail sebelum menerapkan-nya
pada Latihan
 Hubungan dengan atlet seperti hubungan bisnis jadi atlet kurang
dekat dengan nya
 Keras hati namun terbuka bagi gagasan-gagasan baru
 Tim tidak pernah ketinggalan zaman baik taktik,teknik dan strategi
 Atlet menaruh kepercayaan terhadap pelatih dan tidak pernah ragu

Namun pelatih yang ideal adalah pelatih yang dapat penerapkan


berbagai peran sesuai dengan kondisi dan tuntutan yang diperlukan.
BAB 2 :PRINSIP-PRINSIP LATIHAN

A. Pendahuluan
Agar senantiasa mampu dan fit untuk melakukan aktivitas jasmaniah makan
orang harus mengembangkan faktor-faktor fisiknya,misalnya kekuatan,daya
tahan,keterampilan-nya,dan unsur-unsur biomotorik yang lain.

B. Apa training itu ?


Proses penyempurnaan berolahraga melalui pendekatan ilmiah yang
berdasarkan prinsip- prinsip latihan, secara teratur dan terencana sehingga
mempertinggi kemampuan dan kesiapan olahrgawan.

C. Tujuan training
Membantu atlet meningkatkan keterampilan dan prestasinya semaksimal
mungkin. Untuk mencapai itu ada 4 aspek yang harus di tingkatkan,yaitu Latihan
fisik,tenik,taktik dan mental.

1. Latihan fisk (physical training) yang harus di latih yaitu kekuatan otot
(strength),kelentukan (flexsibility),kecepatan,stamina,kelincahan
(agility),daya ledak otot (power),daya tahan kekuatan (strength
endurance),pada tahapan ini volume Latihan 70%-80% maka intensitas
Latihan rendah atau medium.
a. Persiapan fisik umum (general physical fitness)
b. Persiapan fisik khusus (specific physical fitness)
c. Persiapan fisik yang di butuhkan masing-masing cabor.

2. Latihan Teknik (technical training)


Teknik yang sempurna = efisiensi [Link] yang sempurna adalah
Teknik yang secara biomekanik benar dan secara fisiologis efisien dan
agar Teknik sempurna di perlukan pengulangan gerak sebanyak mungkin
dan di kombinasi menjadi 3, Teknik dengan gaya,Teknik dengan skill dan
skill dengan taktik.

3. Latihan taktik (tactical training)


Tujuan dari Latihan taktik adalah untuk menumbuhkan perkembangan
interpretive atau daya tafsir pada atlet,menentukan pola permainan,bentuk
permainan,formasi permainan,taktik bertahan dan taktik [Link]
semua taktik yang di gabung dari awal sampai ahir itu di sebut strategi.
Dalam persiapan Latihan taktik itu seperti Latihan :
1. Mempelajari prinsip-prinsip tentang strategi olahraga.
2. Mempelajari peraturan permainan dan pertandingan.
3. Menyelidiki kemampuan strategis dan taktik calon lawan,agar bisa
membuat antisipasi.
4. Mengetahui potensi fisik dan mental calon lawan serta kekuatan
dan kelemahan-nya.
5. Mengetahui kira-kira kondisi dalam pertandingan.
6. Mengembangkan kemampuan taktik individu yang di dasarkan
pada kekuatan dan kelemahan individu itu sendiri.
7. Analisis performa di berbagai pertandingan untuk membangun rasa
percaya diri.
8. Menentukan sasaran dan objek yang realistis.
9. Mengajarkan atlet agar bisa memecahkan masalah (problem
solving) secara efektif.

4. Latihan mental (psychological training)


Latihan mental adalah Latihan yang lebih menekan kan kepada
perkembangan kedewasaan (maturitas) atlet serta perkembangan
emosional dan impulsive,misalnya semangat pertandingan,sikap pantang
menyerah,keseimbangan emosi meski dalam posisi
stress,sportivitas,percaya diri,kejujuran dst,gunanya yaitu untuk
mempertinggi efisiensi mental atlet,terutapa saat atlet dalam situasi stress
yang kompleks.

Meski ke 4 faktor Latihan tesebut (fisik,Teknik,taktik,mental) saling berhubungan


(interrelated) setiap factor harus di kembangkan secara [Link] Teknik dan fisik
harus menjadi dasar peningkatan prestasi atlet,sete;ah atlet menguasai fisik dan Teknik
barulah ke taktik,sedangkan untuk Latihan mental itu setiap sesilatihan harus ada Latihan
mental.
BAB 3 :MENETAPKAN SASARAN (SETTING GOAL)

A. Penting nya sasaran


1. Menentukan sasaran akan membantu mengerucutkan pada perhatian yang
harus dicapai.
2. Dapat membuat rencana dan membuat siasat untuk mencapainya.
3. Secara mental atlet akan merasa terikat dan berkewajiban mencapai
sasaran tersebut.
4. Dengan adanya sasaran atlet akan dididik atau mendidik dirinya sendiri.

B. Langkah-langkah sebelum menetapkan sasaran


1. Kenali diri sendiri
2. Keterampilan yang di butuhkan
3. Evaluasi pribadi
4. Perencanaan
5. Tetapkan sasaran

BAB 4 :PERENCANAAN PROGRAM PELATIHAN


A. Tahap -tahap Latihan
1. Tahap persiapan yang terdiri dari (TPU) tahapan persiapan umum,(TPK)
tahapan persiapan khusus.

a. Tahapan persiapan umum (sekitar 2 bulan)


1. Latihan fisik
2. Latihan Teknik dan taktik
3. Volume Latihan 6-%-70%
4. Intensitas Latihan
b. Tahapan persiapan khusus(2 bulan)
1. Latihan fisik
2. Konversi unsur-unsur fisik dasr
3. Latihan Teknik
4. Tujuan Latihan di TPK
5. performa

2. Tahapan pertandingan yang terdiri dari (TPP) tahapan pra pertandingan,


(TPUT) tahapan pertandingan utama.
a. Tahapan pra pertandingan( 2 bulan)
1. Teknik dan taktik
2. Fisik
3. Uji coba
4. Evaluasi
5. Bobot Latihan taktik 50% ,fisik 20%,fisik 10%,try out 20%.
b. Tahapan pertandingan utama (3 bulan)
1. Pengembangan potensi seoptimal mungkin
2. Perubahan Teknik
3. Latihan spesifik
4. Latihan taktik
5. Latihan Teknik
6. Volume intensitas 80% -90%
7. Unloading
8. Uji coba

3. Tahap transisi (4-5 minggu)


1. Tujuan Latihan
2. Lamanya Latihan
3. Evaluasi

BAB 5 :OLAHRAGA ANAK-ANAK


A. Karakteristik pertumbuhan dan perkembangan anak
Beberapa pedoman yang harus di perhatikan saat melatih anak-anak :
1. Variasi Latihan
2. Action,karena anak lebih senang doing daripada listening.
3. Pertandingan
4. Enjoyment (kesenangan)
5. Anak-anak adalah kelompok atlet yang sangat penting

B. Karakteristik anak,ciri priode anak-anak :


1. Pertumbuhan yang lambat namun stabil,tulang-tulang juga reltif masih lembek
2. Pola gerak dasar (jalan,lari dan lompat)
3. Sampai umur 12 tahun jantung dan paru-paru anatara laki-laki dan Perempuan
tidak berbeda secara signifikan.
4. Tidak boleh melakukan aktifitas Latihan yang over
5. Yang 12 tahun jangan lebih dari 5 meter,15-16 tahun jangan lebih 10
meter,yang 18 tahun lebih boleh 30 menit.
6. Keragaman
7. Anak yang dewasa dini memiliki peluang suskses besar.

Anda mungkin juga menyukai