0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan10 halaman

Terapi Musik untuk Reduksi Nyeri Kanker

terapi musik

Diunggah oleh

Putri Utina266
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan10 halaman

Terapi Musik untuk Reduksi Nyeri Kanker

terapi musik

Diunggah oleh

Putri Utina266
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Keperawatan Silampari

Volume 6, Nomor 1, Desember 2022


e-ISSN: 2581-1975
p-ISSN: 2597-7482
DOI: [Link]

PEMBERIAN TERAPI MUSIK DALAM MENGURANGI


NYERI PASIEN KANKER

Monika Rini Puspitasari1, Agung Waluyo2


Universitas Indonesia1,2
monika25sari@gmail.com1

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara literatur apakah pemberian terapi
musik dapat mengurangi rasa nyeri pada pasien kanker. Metode penelitian ini
menggunakan pencarian sumber pustaka secara online yang dibatasi antara tahun 2016-
2021. Basis data yang dipergunakan diantaranya EBSCO, Sage dan Pubmed dalam
Bahasa Inggris. Hasil penelitian yang didapatkan adalah 5 artikel penelitian yang
dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan jika pemberian terapi musik dapat
dipergunakan dalam manajamen nyeri pada pasien dengan nyeri kanker. Simpulan,
terapi musik dapat membantu menurunkan skala nyeri yang dirasakan sehingga
meningkatkan rasa kenyamanan dan kualitas hidup pasien kanker, sehingga kualitas
hidup penderitanya akan meningkat.

Kata Kunci: Kanker, Musik Terapi, Nyeri

ABSTRACT

This study aims to develop in the literature whether offering music therapy can reduce
pain in patients. This research method uses an online search for library sources limited
to 2016- 2021. The databases used include EBSCO, Sage, and Pubmed in English. The
results obtained are five research articles analyzed. The results showed that music
therapy could be used in pain management in patients with cancer. In conclusion, music
therapy can help reduce the perceived scale to improve the patient's taste and quality of
life so that the sufferer's quality of life will increase.

Keywords: Cancer, Music Therapy, Pain

PENDAHULUAN
Penyakit kanker merupakan masalah kesehatan global karena semakin
meningkatnya kasus baru dan kematian yang terjadi tidak hanya di Indonesia tetapi
diseluruh dunia. Dilaporkan terjadi 18,1 juta kasus baru dan 9,6 juta kasus kematian
disebabkan oleh kanker diseluruh dunia pada tahun 2018 (Bray et al., 2018). Tahun 2013
jumlah kasus kanker di Indonesia berjumlah 1,4 per 1000 penduduk dan terjadi
pengingkatan pada tahun 2018 menjadi 1,7 per 1000 penduduk (Kemenkes, 2019). Data
diatas menggambarkan pentingnya peningkatan pencegahan, pelayanan serta pengobatan
kanker, untuk mengurangi angka kasus baru serta kematian yang disebabkan kanker.
Gejala fisik, psikologis, sosial dan spiritual dapat dirasakan penderita kanker sejak
awal didiagnosa, menjalani pengobatan serta menjelang akhir hayatnya. Berdasarkan
penelitian diketahui gejala yang sering muncul diantaranya rasa nyeri, kelelahan,
gangguan tidur, berat badan menurun, nafsu makan menurun, perasaan sedih, khawatir
dan gelisah
1
2022. Jurnal Keperawatan Silampari 6 (1) 217-224

(Nayak et al., 2017). Sebanyak 50%-90% penderita kanker dilaporkan merasakan nyeri
sebagai gejala fisik yang sering dirasakan (Russo & Sundaramurthi, 2019).
Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat
kerusakan jaringan yang aktual dan potensial. Nyeri biasa terjadi karena adanya rangsangan
mekanik atau kimia pada daerah kulit diujungujung syaraf bebas yang disebut
nosireseptor (Andri et al., 2019). Nyeri merupakan pengalaman yang bersifat subyektif,
sehingga rasa nyeri yang dirasakan masing-masing individu akan berbeda satu sama lain.
Munculnya rasa nyeri kanker secara patofisiologi merupakan interaksi antara sel kanker,
sistem saraf perifer dan pusat serta sistem imun (Russo & Sundaramurthi, 2019). Nyeri
kanker dibagi menjadi nyeri nosiseptif dan neuropati.
Nyeri somatik dan viseral merupakan jenis nyeri nosiseptif. Nyeri nosiseptif
merupakan rasa nyeri yang muncul karena kerusakan pada jaringan non saraf baik
aktual maupun berpotensi terjadi dan disebabkan aktivasi pada nosiseptor. Nyeri
neuropati merupakan kombinasi kondisi inflamasi dan iskemik dari penekanan tumor
atau efek pengobatan berupa kemoterapi, radiasi atau pembedahan. Rasa nyeri sedang
dan berat disertai gejala neuropati yang mengganggu aktifitas harian ditemukan pada
40% penderita kanker (Oosterling et al., 2016). Nyeri kanker sering juga disebut mixed
mechanism karena merupakan gabungan dari beberapa mekanisme.
Rasa nyeri yang tidak teratasi dapat mempengaruhi kualitas hidup, gangguan
psikologis, gangguan fisik dan menimbulkan rasa ketidaknyamanan penderita kanker.
Manajemen nyeri dapat diberikan melalui terapi farmakologi dan non farmakologi.
Manajemen nyeri kanker berupa terapi farmakologi diberikan mengggunakan panduan
Four Step Analgetic Ladder WHO, dimana kekuatan analgetik yang digunakan akan
meningkat sesuai intensitas nyeri yang dirasakan (Scarborough & Smith, 2018). Terapi
non farmakologi atau terapi komplementer yang dapat digunakan untuk meningkatkan
efektifitas terapi farmakologi diantaranya penggunaan terapi akupuntur, terapi
herbal,massage, pijat refleksi, aromaterapi dan terapi musik.
Penggunaan terapi musik telah dipergunakan sejak lama di berbagai kebudayaan
untuk proses pengobatan. Efek positif dari terapi musik telah diidentifikasi pertama kali
oleh Florence Nightingale. Terapi musik berdasarkan penelitian mampu mengatasi
permasalahan berupa gangguan jasmani, psikologis, kognitif maupun masalah sosial
(Stegemann et al., 2019). Musik yang digunakan dalam terapi musik berkembang sesuai
dengan kebutuhan dan kondisi pasien.
Terapi musik merupakan jenis terapi non invasive yang dapat dilakukan dalam
pemberian asuhan keperawatan. Perawat memiliki berbagai peranan dalam manajemen
nyeri. Perawat terlibat dalam melakukan pengkajian, pemberian intervensi, evaluasi
hingga perencanaan pelaksanaan edukasi untuk mengatasi nyeri yang dirasakan
penderitanya. Pemberian intervensi berupa terapi nonfarmakologi dapat diberikan
perawat untuk meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan kenyamanan penderita.
Oleh karena itu, artikel ini akan mengkaji mengenai manfaat pemberian terapi
musik khususnya pada pasien kanker dengan nyeri dengan mereview artikel penelitian
sebelumnya.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan literature review dengan menggunakan berbagai
sumber pustaka secara daring yang relevan dengan topik. Database yang digunakan yaitu
EBSCO, Sage dan Pubmed. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian yaitu “music
therapy”, “pain” dan “cancer”. Kriteria inklusi dari artikel yang dipergunakan yaitu
artikel penelitian

2
2022. Jurnal Keperawatan Silampari 6 (1) 217-224

kuantitatif yang evidence based practice dengan menggunakan metode penelitian


eksperimen, full text dan tidak berbayar. Penelusuran literature dibatasi mulai dari tahun
2016-2021 dalam bahasa Inggris. Total artikel yang didapat setelah pencarian sebanyak 24,,
namun hanya teradapat 5 artikel yang dipergunakan dalam artikel ini.

HASIL PENELITIAN
Tabel. 1
Literature
Review

Author Tahun Tujuan Hasil Temuan


Arruda et al., 2016 Untuk mengevaluasi Dalam penelitian ini
Evaluation of the pengaruh pasif diketahui bahwa
Effects of Music and mendengarkan musik pemberian musik sebagai
Poetry in Oncologic dan puisi pada intervensi pada pasien
Pain Relief : A variasi skor rasa kanker dengan nyeri
Randomized Clinical sakit, depresi, dan memberikan hasil yang
Trial, harapan. lebih efektif dibandingkan
Randomised Clontrolled pemberian kelompok
Trial penerima intervensi puisi
dan kelompok kontrol.
Kelompok intervensi
Bilgiç & Acaroğlu, 2017 Untuk mengetahui memiliki penurunan skala
Effects of Listening to Pengaruh nyeri lebih signifikan
Music on the Comfort Mendengarkan dibanding kelopok kontrol.
of Chemotherapy Musik Terhadap Musik instrumental
Patients, Kenyamanan Pasien membantu mengurangi
Quasi experiment Kemoterapi rasa nyeri serta dapat
pre and post test meningkatkan fungsi
kognitif.
Terdapat efek yang
Deng et al., 2022 Untuk mengetahui signifikan pada kelompok
Aromatherapy Plus pengaruh aromaterapi yang mendapatkan
Music Therapy Improve perioperatif (AT) kombinasi aromaterapi dan
Pain Intensity and atau/plus terapi musik musik terapi dibandingkan
Anxiety Scores in (MT) pada tingkat kelompok lainnya dengan
Patients With Breast nyeri dan kecemasan, p<0.001. Penelitian ini
Cancer During dan mekanisme menunjukkan musik yang
Perioperative Periods: A potensial pada wanita diberikan dapat mengatasi
Randomized Controlled yang menjalani nyeri dan meningkatkan
Trial: Aromatherapy operasi kanker kenyamanan.
Plus Music Therapy on payudara
Pain and Anxiety
randomized, open-
labeled, controlled trial Terdapat penurunan skala
Krishnaswamy & Nair, nyeri yang signifikan
Effect of Music 2016 Untuk menilai pada responden yang
Therapy on Pain and pengaruh terapi mendapatkan terapi musik
Anxiety Levels of musik pada skor (p=0,003) dibandingkan
Cancer Patients: A nyeri dan tingkat kelompok kontrol
Pilot Study, Quasi kecemasan pasien (p=0,356). Musik yang
experiment pre post kanker dengan nyeri didengarkan dengan
study design frekuensi rendah
memberikan dampak
positf diantaranya
mengurangi nyeri.

3
2022. Jurnal Keperawatan Silampari 6 (1) 217-224

Guétin et al., 2016 Untuk mengetahui Rata-rata rasa nyeri yang


A Patient-Controlled, Intervensi Musik dirasakan turun secara
Smartphone-Based Berbasis Smartphone signifikan dari 5,1 (SD:
Music Intervention yang Dikendalikan 2,6) setelah penggunaan
to Reduce Pain-A Pasien untuk aplikasi pertama kali.
Multi- Center Mengurangi Nyeri- Sebanyak 16 responden
Observational Study Sebuah Studi (35,8%) melaporkan
of Patients with Observasi Multi-Pusat penurunan intensitas nyeri
Chronic Pain, Pasien dengan Nyeri lebih dari 33%. Jenis
Quasi experiment Kronis. musik yang dipilih secara
pre post study langsung dapat
design meningkatkan rasa
nyaman dan rileks bagi
pendengarnya.

Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa Nyeri merupakan salah satu gejala yang
banyak dirasakan pasien kanker. Manajemen nyeri yang dapat dilakukan selain terapi
farmakologi dan non [Link] non farmakologi yang mudah digunakan, tidak
membutuhkan biaya mahal dan tidak memberikan efek samping toksik untuk
mengurangi nyeri diantaranya terapi musik. Pemberian terapi musik sebagai terapi
komplementer dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada penderita kanker.
Penurunan skala nyeri yang dirasakan dapat membantu dalam peningkatan kualitas
hidup dan kenyamanan. Perawat dapat menggunakan terapi musik untuk meningkatkan
kualitas asuhan dan mengurangi intensitas nyeri serta sebagai pendamping dalam
penggunaan terapi farmakologi.
Dalam penelitian ini diketahui bahwa pemberian musik sebagai intervensi pada
pasien kanker dengan nyeri memberikan hasil yang lebih efektif dibandingkan
pemberian kelompok penerima intervensi puisi dan kelompok kontrol. Rata-rata rasa
nyeri yang dirasakan turun secara signifikan dari 5,1 (SD: 2,6) setelah penggunaan
aplikasi pertama kali. Sebanyak 16 responden (35,8%) melaporkan penurunan intensitas
nyeri lebih dari 33%. Jenis musik yang dipilih secara langsung dapat meningkatkan rasa
nyaman dan rileks bagi pendengarnya.

PEMBAHASAN
Kanker merupakan penyakit yang menakutkan bagi masyarakat di era modern saat
ini diseluruh dunia. Insiden kasus kanker terus meningkat dan mayoritas penderitanya
datang dalam kondisi stadium lanjut disertai masalah fisik yang mengganggu kualitas
hidup penderitanya. Nyeri merupakan keluhan yang sering muncul sejak awal hingga
akhir hidup dan selama proses pengobatan yang dijalani. Nyeri yang dirasakan dapat
bersifat kronik karena adanya proses metastasis ke tulang atau menekan sistem saraf dan
bersifat akut disebabkan efek samping pengobatan misalnya mukositis akibat kemoterapi
(Deng, 2019).
Nyeri merupakan pengalaman pribadi yang dirasakan masing-masing individu.
Persepsi nyeri dapat dimodifikasi oleh faktor genetik, lingkungan, patologis, kognitif
serta emosional, hal ini disebabkan karena rasa nyeri merupakan fenomena yang
kompleks dan bersifat sujektif (Lu et al., 2021). Manajemen nyeri kanker merupakan
bagian dari terapi paliatif dan kuratif yang berupa pemberian terapi farmakologi dan non
farmakologi (Mahmud et al., 2016).
Terapi farmakologi dan non farmakologi dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri. Saat
ini penggunaan terapi farmakologi dapat digabungkan dengan terapi non farmakologi
atau terapi komplementer (Complementary and Alternative Medicine/ CAM) untuk
mengurangi gejala nyeri yang dirasakan oleh pasien. Terapi musik merupakan terapi
4
2022. Jurnal Keperawatan Silampari 6 (1) 217-224
non farmakologi

5
2022. Jurnal Keperawatan Silampari 6 (1) 217-224

yang telah digunakan sejak lama di berbagai budaya dan dapat diterapkan pada pasien
kanker dengan keluhan nyeri (Hamlin & Robertson, 2017).
Banyak penelitian yang menunjukkan efek dari pemberian terapi musik terutama
untuk mengurangi nyeri. Hal ini sejalan dengan penelitian meta analisis yang dilakukan
Lee (2021) dari 97 percobaan yang mendapatkan intervensi musik terbukti mempunyai
efek untuk mengurangi nyeri, tekanan emosional efek nyeri, penggunaan anastesi,
penggunaan terapi opioid dan non opioid, dan tanda-tanda vital. Hasil dari meta analisis
dengan pemberian musik selama 30-60 menit dalam 1-3 sesi yang dilakukan pada 6
studi di 593 partisipan menunjukkan intervensi musik memiliki efek positif pada
manajemen nyeri (Yangöz & Özer, 2019).
Terapi musik memiliki keunggulan karena merupakan terapi yang mudah
dilakukan, tidak membutuhkan biaya mahal, non invasive, tidak perlu pendampingan
seorang terapis dan tidak memiliki efek samping setelah pemberian terapi (Widiyono et
al., 2019). Musik dapat memberikan dampak positif bagi individu yang
mendengarkannya secara fisiologi, psikologi, sosial dan emosional (Stegemann et al.,
2019).
Terapi musik merupakan bagian dari dalam terapi non farmakologi yang memiliki
fungsi mendukung proses terapi penyembuhan pasien. Mekanisme mendengarkan musik
dalam manajemen mengatasi nyeri terdiri dari berbagai proses kognitif. Proses kognitif
yang terlibat diantaranya perhatian yang muncul, badan kognitif, memahami makna dan
kenikmatan dari pemberian terapi musik, intergrasi musik serta energi kognitif (Howlin
& Rooney, 2020). Mendengarkan musik yang menenangkan dapat mengalihkan perhatian
dari stimulus rasa sakit dan memengaruhi hormon stres sehingga meningkatkan aktivitas
dopamin di otak limbik otak tengah (Lu et al., 2021; Singh & Chaturvedi, 2015).
Terapi musik yang diberikan memiliki irama, tempo, melodi, harmoni dan
dinamika musik yang menghasilkan frekuensi. Frekuensi yang dihasilkan saat terapi
musik berupa gelombang alpha dan beta melalui indra pendengaran, menimbulkan rasa
tenang dan kenyamanan (Roohi-azizi et al., 2017). Gelombang dengan frekuensi rendah
(gelombang alpha dan delta) dapat menimbulkan rasa tenang dan nyaman. Genre atau
jenis musik dengan frekuensi rendah dapat dipergunakan dalam terapi.
Penggunaan jenis musik yang dapat dipergunakan yaitu lagu film romatis, musik
tradisional, musik dengan vokal yang menenangkan, suara yang berasal dari bunyi-
bunyi alam, musik klasik, musik rohani atau lagu yang sedang populer saat ini (Spilioti &
Galanis, 2017). Musik tradisional dan instrumental yang berasal dari berbagai daerah di
Indonesia juga dapat dipergunakan untuk terapi musik. Hasil ini sesuai dengan penelitian
pada pasien pasca operasi selama 2 sesi dengan lama 20 menit dengan musik keroncong,
menunjukkan terjadinya penurunan skala nyeri yang signifikan. Nyeri pasca operasi
pasien kelompok intervensi (22,94±14,63) menurun secara signifikan dibandingkan
kelompok kontrol (2,06±21,90) dengan p= 0,003 (Vitani et al., 2016). Penggunaan
instrumental tradisional lainnya yang dapat digunakan yaitu lagu Morning Happiness”
dari Agus Teja Sentosa [Link] dengan suling bambu (timing buluh) Bali atau lagu Cening
Putri Ayu yang telah diaransemen ulang menggunakan gamelan Bali oleh Gus Teja
dapat digunakan untuk mengurangi intensitas nyeri serta meningkatkan fungsi kognitif
(Somoyani et al., 2017) Pemilihan jenis musik dapat dipilih langsung oleh pasien atau
pemberi terapi, sehingga dapat mempengaruhi dalam proses terapi bagi pendengarnya.
Penggunaan terapi musik sebagai terapi komplementer dapat digunakan untuk
mengurangi skala nyeri pada pasien kanker selama dan sesudah pengobatan.
Menurunnya skala nyeri yang dirasakan pasien kanker melalui pemberian terapi musik,
dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Pemberian intervensi terapi musik dapat
diterapkan
6
2022. Jurnal Keperawatan Silampari 6 (1) 217-224

karena mudah dilakukan, biaya yang murah, sifatnya invasif serta tidak memiliki efek
samping pada pasien kanker.

SIMPULAN
Terapi musik dapat membantu menurunkan skala nyeri yang dirasakan sehingga
meningkatkan rasa kenyamanan dan kualitas hidup pasien kanker, sehingga kualitas
hidup penderitanya akan meningkat.

SARAN
Diharapkan untuk penelitian selanjutnya agar dapat menerapkan intervensi serta
edukasi tentang penggunaan terapi musik sebagai terapi komplementer yang dilakukan
secara mandiri oleh pasien.

DAFTAR PUSTAKA
Andri, J., Panzilion, P., & Sutrisno, T. (2019). Hubungan antara Nyeri Fraktur dengan
Kualitas Tidur Pasien yang di Rawat Inap. Jurnal Kesmas Asclepius, 1(1), 55-64.
[Link]
Arruda, M. A. L. B., Garcia, M. A., & Garcia, J. B. S. (2016). Evaluation of the Effects
of Music and Poetry in Oncologic Pain Relief : A Randomized Clinical Trial.
Journal of palliative medicine, 19(9), 1–6. [Link]
Bilgiç, Ş., & Acaroğlu, R. (2017). Effects of Listening to Music on the Comfort of
Chemotherapy Patients. Western Journal of Nursing Research, 39(6), 745–762.
[Link]
Bray, F., Ferlay, J., Soerjomataram, I., Siegel, R. L., Torre, L. A., & Jemal, A. (2018).
Global Cancer Statistics 2018: GLOBOCAN Estimates of Incidence and Mortality
Worldwide for 36 Cancers in 185 Countries. CA Cancer Journal Clinical, 68,
394–
424. [Link]
Deng, C., Xie, Y., Liu, Y., Li, Y., & Xiao, Y. (2022). Aromatherapy Plus Music
Therapy Improve Pain Intensity and Anxiety Scores in Patients With Breast
Cancer During Perioperative Periods: A Randomized Controlled Trial:
Aromatherapy Plus Music Therapy on Pain and Anxiety. Clinical Breast Cancer,
1–6. [Link]
Deng, G. (2019). Integrative Medicine Therapies for Pain Management in Cancer
Patients. Cancer Journal (United States), 25(5),
343–348. [Link]
Guétin, S., Diego, E., Mohy, F., Adolphe, C., Hoareau, G., Touchon, J., & Koenig, J.
(2016). A Patient-Controlled, Smartphone-Based Music Intervention to Reduce Pain-
A Multi-Center Observational Study of Patients with Chronic Pain. European
Journal of Integrative Medicine, 8(3), 182–187.
[Link]
Hamlin, A. S., & Robertson, T. M. (2017). Pain and Complementary Therapies. Critical
Care Nursing Clinics of North America, 29(4), 449–460.
[Link]
Howlin, C., & Rooney, B. (2020). The Cognitive Mechanisms in Music Listening
Interventions for Pain : A Scoping Review. Journal Music Therapy, 57(2), 127–
167. [Link]
Kemenkes. (2019). Hari Kanker Sedunia 2019. 31 Januari, 2019–2020. Diambil dari
[Link]

7
2022. Jurnal Keperawatan Silampari 6 (1) 217-224

Krishnaswamy, P., & Nair, S. (2016). Effect of Music Therapy on Pain and Anxiety
Levels of Cancer Patients: A Pilot Study. Indian Journal of Palliative Care, 22(3),
307–311. [Link]
Lee, J. H. (2021). The Effects of Music on Pain : A Meta-Analysis. Journal of Music
Therapy, 58(3), 372. [Link]
Lu, X., Yi, F., & Hu, L. (2021). Music-Induced Analgesia: An Adjunct to Pain
Management. Psychology of Music, 49(5), 1165–1178.
[Link]
Mahmud, M., Wisudarti, C. F. R., & Nugraha, A. F. (2016). Penatalaksanaan Paliatif
Pasien dengan Nyeri Kanker. Jurnal Komplikasi Anastesi, 4(November), 87–98
Nayak, M. G., Vidyasagar, M. S., Mathew, S., Nayak, S., Nayak, B. S., Shashidhara, Y.
N., & Kamath, A. (2017). Quality of Life among Cancer Patients. Indian Journal
Palliatif Care, 23(4), 445-450. [Link]
Oosterling, A., Boveldt, N. T., Verhagen, C., Graaf, W. T., Ham, M. V., Drift, M., &
Engels, Y. (2016). Neuropathic Pain Components in Patients with Cancer:
Prevalence, Treatment, and Interference with Daily Activities. Pain Practice,
16(4), 413–421. [Link]
Roohi-azizi, M., Azimi, L., Heysieattalab, S., & Aamidfar, M. (2017). Changes of the
Brain’s Bioelectrical Activity in Cognition, Consciousness, and Some Mental
Disorders. Medical Journal of the Islamic Republic of Iran (MJIRI), 2017(3
September). [Link]
Russo, M. M., & Sundaramurthi, T. (2019). An Overview of Cancer Pain:
Epidemiology and Pathophysiology. Seminars in Oncology Nursing, 35(3), 223–
228. [Link]
Scarborough, B. M., & Smith, C. B. (2018). Optimal Pain Management for Patients
with Cancer in the Modern Era. CA: A Cancer Journal for Clinicians, 68(3), 182–
196. [Link]
Singh, P., & Chaturvedi, A. (2015). Complementary and Alternative Medicine in
Cancer Pain Management : A Systematic Review. Indian Journal Paliatif Care,
21(1), 105–
115. [Link]
Somoyani, N. K., Armini, N. W., & Erawati, N. L. P. S. (2017). Pengaruh Terapi Musik
Klasik dan Musik Tradisional Bali terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala I
Fase Aktif. Poltekkes Denpasar.
[Link]
Spilioti, E. D., & Galanis, P. (2017). The Effects of Music on Cancer Patients Submitted
to Chemotherapy Treatment. International Journal of Caring Sciences, 10(3),
1465– 1477. [Link]
Cancer-
Patients-Submitted-Spilioti-Galanis/7651ecc9a8072db53f46862d3aff61690f5b844c
Stegemann, T., Geretsegger, M., Phan-Quoc, E., Riedl, H., & Smetana, M. (2019).
Music Therapy and Other Music-Based Interventions in Pediatric Health Care: An
Overview. Medicines, 6(1), 25. [Link]
Vitani, R. A. I., Johan, A., & Rochana, N. (2016). Musik Keroncong Menurunkan Nyeri
Pascaoperasi di Ruang Perawatan Kritis. Jurnal Keperawatan dan Pemikiran
Ilmiah, 2(4), 1–10.
[Link]
Widiyono, W., Setiyarini, S., & Effendy, C. (2019). Self-Selected Individual Music
Therapy for Depression during Hospitalization for Cancer Patients: Randomized
Controlled Clinical Trial Study. Indonesian Journal of Cancer, 13(3), 59.
8
2022. Jurnal Keperawatan Silampari 6 (1) 217-224
[Link]

9
2022. Jurnal Keperawatan Silampari 6 (1) 217-224

Yangöz, Ş. T., & Özer, Z. (2019). The Effect of Music Intervention on Patients with
Cancer-Related Pain: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized
Controlled Trials. Journal of Advanced Nursing, 75(12), 3362–3373.
[Link]

10

Anda mungkin juga menyukai