0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
96 tayangan6 halaman

Capaian Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas IX

Alur tujuan pembelajaran kelas 9 bahasa inggris

Diunggah oleh

INDRO
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
96 tayangan6 halaman

Capaian Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas IX

Alur tujuan pembelajaran kelas 9 bahasa inggris

Diunggah oleh

INDRO
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CAPAIAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA

Nama penyusun : Indro Suryanto


Nama Sekolah : SMP Muhammadiyah 6 Surakarta
Mata pelajaran : Bahasa Inggris
Fase D, Kelas / Semester : IX (Sembilan) / I (Ganjil) & II (Genap)

Bahasa Inggris SMP Fase D Kelas IX


CAPAIAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA
BAHASA INGGRIS FASE D KELAS IX
(Sesuai Kemendikbudristek No. 033 Th. 2022 Tentang Capaian Pembelajaran)

II. CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS


A. Rasional Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa yang dominan digunakan secara global dalam
aspek pendidikan, bisnis, perdagangan, ilmu pengetahuan, hukum, pariwisata, hubungan
internasional, kesehatan, dan teknologi. Mempelajari bahasa Inggris memberikan
peserta didik kesempatan untuk berkomunikasi dengan warga dunia dari latar belakang
budaya yang berbeda. Dengan menguasai bahasa Inggris, maka peserta didik akan
memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berinteraksi dengan menggunakan
berbagai teks. Dari interaksi tersebut, mereka memperoleh pengetahuan,
mempelajari berbagai keterampilan, dan perilaku manusia yang dibutuhkan untuk dapat
hidup dalam budaya dunia yang beraneka ragam.
Pembelajaran bahasa Inggris umum pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah
(SD/MI/Program Paket A; SMP/MTs/Program Paket B; dan SMA/MA/Program Paket
C) dalam kurikulum nasional memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk
membuka wawasan yang berkaitan dengan diri sendiri, hubungan sosial, kebudayaan,
dan kesempatan kerja yang tersedia secara global. Mempelajari bahasa Inggris
memberikan peserta didik kemampuan untuk mendapatkan akses ke dunia luar dan
memahami cara berpikir yang berbeda. Pemahaman mereka terhadap pengetahuan
sosial-budaya dan interkultural ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Dengan memahami budaya lain dan interaksinya dengan budaya Indonesia, mereka
mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang budaya Indonesia, memperkuat
identitas dirinya, dan dapat menghargai perbedaan.
Pembelajaran bahasa Inggris difokuskan pada penguatan kemampuan menggunakan
bahasa Inggris dalam enam keterampilan berbahasa, yakni menyimak, berbicara,
membaca, memirsa, menulis, dan mempresentasikan secara terpadu, dalam berbagai
jenis teks. Capaian Pembelajaran minimal keenam keterampilan bahasa Inggris ini
mengacu pada Common European Framework of Reference for Languages:
Learning, Teaching, Assessment (CEFR) dan setara level B1. Level B1 (CEFR)
mencerminkan spesifikasi yang dapat dilihat dari kemampuan peserta didik untuk :
 mempertahankan interaksi dan menyampaikan sesuatu yang diinginkan,
dalam berbagai konteks dengan artikulasi jelas;
 mengungkapkan pokok pikiran utama yang ingin disampaikan secara
komprehensif; dan
 mempertahankan komunikasi walaupun terkadang masih terdapat jeda.
Pembelajaran bahasa Inggris pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah
(SD/MI/Program Paket A; SMP/MTs/Program Paket B; dan SMA/MA/Program Paket
C) diharapkan dapat membantu peserta didik berhasil mencapai kemampuan
berkomunikasi dalam bahasa Inggris sebagai bagian dari life skills. Pendekatan yang
digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris umum adalah pendekatan berbasis teks
(genre-based approach), yakni pembelajaran difokuskan pada teks, dalam berbagai
moda, baik lisan, tulisan, visual, audio, maupun multimodal. Hal ini sesuai dengan
pernyataan yang dikatakan oleh Halliday dan Mathiesen (2014: 3) bahwa “When people
speak or write, they produce text, and text is what listeners and readers engage with
and interpret.” Ada empat tahapan dalam pendekatan berbasis teks, dan keempat
tahapan ini dilakukan dalam pembahasan mengenai topik yang sama.
1. Building Knowledge of the Field (BKOF): Guru membangun pengetahuan atau latar
belakang pengetahuan peserta didik terhadap topik yang akan ditulis atau
dibicarakan. Pada tahapan ini, guru juga membangun konteks budaya dari
teks yang diajarkan.

Bahasa Inggris SMP Fase D Kelas IX


2. Modelling of the Text (MOT): Guru memberikan model/contoh teks sebagai acuan
bagi peserta didik dalam menghasilkan karya, baik secara lisan maupun tulisan.
3. Joint Construction of the Text (JCOT): Guru membimbing peserta didik dan
bersama-sama memproduksi teks.
4. Independent Construction of the Text (ICOT): peserta didik memproduksi teks
lisan dan tulisan secara mandiri (Emilia, 2011).
Komunikasi akan terjadi pada tingkat teks, bukan hanya sekadar kalimat. Artinya,
makna tidak hanya disampaikan oleh kata-kata, melainkan harus didukung oleh
konteks. Setiap teks memiliki tujuan, seperti mendeskripsikan, menjelaskan, bercerita,
dsb. (Agustien, 2020).
Pembelajaran bahasa Inggris umum di dalam kurikulum nasional membantu peserta
didik untuk menyiapkan diri menjadi pembelajar sepanjang hayat, yang memiliki Profil
Pelajar Pancasila seperti beriman dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif,
gotong royong, dan berkebhinekaan global. Profil ini dapat dikembangkan dalam
pembelajaran bahasa Inggris umum, karena pembelajarannya yang bersifat dinamis dan
fluid, yaitu memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk terlibat dalam
pemilihan teks atau jenis aktivitas belajarnya. Pembelajaran bahasa Inggris
memiliki peluang untuk mencapai Profil Pelajar Pancasila melalui materi teks
tertulis, visual, teks oral, maupun aktivitas-aktivitas yang dikembangkan dalam proses
belajar mengajar.
Mata pelajaran Bahasa Inggris pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah
(SD/MI/Program Paket A; SMP/MTs/Program Paket B; dan SMA/MA/Program Paket
C) dapat diselenggarakan sebagai mata pelajaran pilihan bagi satuan pendidikan
yang memiliki kesiapan sumber daya. Satuan pendidikan yang belum siap
memberikan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran pilihan dapat
mengintegrasikan muatan Bahasa Inggris ke dalam mata pelajaran lain dan/atau
ekstrakurikuler dengan melibatkan masyarakat, komite sekolah, relawan mahasiswa,
dan/atau bimbingan orang tua.

B. Tujuan Mata Pelajaran Bahasa Inggris


Mata pelajaran bahasa Inggris bertujuan untuk memastikan peserta didik dapat
melakukan hal-hal sebagai berikut.
1. Mengembangkan kompetensi komunikatif dalam bahasa Inggris dengan berbagai
teks multimodal (lisan, tulisan, visual, dan audiovisual).
2. Mengembangkan kompetensi interkultural untuk memahami dan menghargai
perspektif, praktik, dan produk budaya Indonesia dan budaya asing.
3. Mengembangkan kepercayaan diri untuk berekspresi sebagai individu yang
mandiri dan bertanggung jawab.
4. Mengembangkan keterampilan bernalar kritis dan kreatif.;

C. Karakteristik Bahasa Inggris


1. Jenis teks yang diajarkan dalam bahasa Inggris umum beragam, misalnya narasi,
deskripsi, eksposisi, prosedur, argumentasi, diskusi, teks khusus (pesan
singkat, iklan), dan teks otentik. Beragam teks ini disajikan bukan hanya
dalam bentuk teks tulisan saja, tetapi juga teks lisan (monolog atau dialog), teks
visual, teks audio, dan teks multimodal (teks yang mengandung aspek verbal,
visual dan audio), baik otentik maupun teks yang dibuat untuk tujuan
pengajaran, baik tunggal maupun teks ganda, yang diproduksi dalam kertas maupun
layar. Hal ini diupayakan untuk memfasilitasi peserta didik agar terampil
menggunakan teknologi (literasi teknologi), sehingga dapat meningkatkan
kemampuan mereka dalam menavigasi informasi digital.
2. Guru dapat menentukan jenis teks yang ingin diajarkan sesuai dengan kondisi di
kelas. Pembelajaran dapat dimulai dari jenis teks yang memuat topik yang sudah
dikenal oleh peserta didik untuk membantu mereka memahami isi teks yang
dibacanya dan kemudian mampu menghasilkan teks jenis tersebut dalam bentuk

Bahasa Inggris SMP Fase D Kelas IX


lisan dan tulisan. Selanjutnya, guru dapat memperkenalkan peserta didik dengan
jenis teks yang baru diketahui oleh peserta didik. Guru dapat membantu mereka
membangun pemahaman terhadap jenis teks baru tersebut, sehingga peserta didik
mampu menghasilkan karya dalam jenis teks tersebut, baik lisan maupun tulisan.
Pemilihan jenis teks juga dapat disesuaikan dengan kondisi yang sering dialami
oleh peserta didik baik di dalam konteks sekolah, maupun konteks di rumah
agar peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari dan mempraktikkan
teks tersebut dalam kehidupan nyata.
3. Proses belajar berfokus pada peserta didik (learner-centred) (Tyler, 1949, 1990),
yakni bahwa proses belajar harus difokuskan pada upaya mengubah perilaku peserta
didik (yang asalnya dari tidak mampu menjadi mampu), dalam menggunakan bahasa
Inggris pada enam keterampilan berbahasa dalam berbagai jenis teks.
4. Pembelajaran bahasa Inggris umum difokuskan pada kemampuan berbahasa peserta
didik sesuai dengan tahapan perkembangan kemampuan berbahasa. Pembelajaran
bahasa Inggris umum, mencakup elemen keterampilan reseptif (menyimak,
membaca, dan memirsa), serta keterampilan produktif (berbicara, menulis, dan
mempresentasikan).
Berikut elemen-elemen mata pelajaran serta deskripsinya

Elemen Deskripsi

Menyimak Kemampuan memahami informasi, memberikan apresiasi kepada


lawan bicara, dan memahami informasi yang didengar, sehingga
dapat menyampaikan tanggapan secara relevan dan kontekstual.
Proses yang terjadi dalam menyimak mencakup kegiatan seperti
mendengarkan, mengidentifikasi, memahami, menginterpretasi
bunyi bahasa, lalu memahami makna. Keterampilan menyimak
juga merupakan kemampuan komunikasi non-verbal yang
mencakup seberapa baik seseorang menangkap makna (tersirat dan
tersurat) pada sebuah paparan lisan dan memahami ide pokok dan
pendukung pada konten informasi maupun konteks yang melatari
paparan tersebut (Petri, 2017).

Membaca Kemampuan memahami, menggunakan, dan merefleksi teks sesuai


tujuan dan kepentingannya, untuk mengembangkan pengetahuan
dan potensi seseorang agar ia dapat berpartisipasi dengan
masyarakat (OECD, 2000).

Memirsa Kemampuan memahami, menggunakan, dan merefleksi teks


visual sesuai tujuan dan kepentingannya.

Berbicara Kemampuan menyampaikan gagasan, pikiran, serta perasaan


secara lisan dalam interaksi sosial.

Menulis Kemampuan menyampaikan, mengomunikasikan gagasan,


mengekspresikan kreativitas dan mencipta dalam berbagai genre
teks tertulis,
dengan cara yang efektif dan dapat dipahami, serta diminati oleh
pembaca dengan struktur organisasi dan unsur kebahasaan yang
tepat.

Mempresentasika Kemampuan memaparkan gagasan secara fasih, akurat, dapat


n dipertanggungjawabkan dengan cara yang komunikatif melalui
beragam media (visual, digital, dan audiovisual), dan dapat
dipahami oleh pendengar. Penyampaian dalam berbicara dan
mempresentasikan perlu disusun dan dikembangkan sesuai
dengan kebutuhan atau karakteristik penyimak.

Bahasa Inggris SMP Fase D Kelas IX


D. Capaian Pembelajaran Bahasa Inggris Setiap Fase D (umumnya kelas IX
SMP/MTs/Program Paket B)
Pada akhir Fase D, peserta didik menggunakan teks lisan, tulisan dan visual dalam
bahasa Inggris untuk berinteraksi dan berkomunikasi dalam konteks yang
lebih beragam dan dalam situasi formal dan informal. Peserta didik dapat
menggunakan berbagai jenis teks seperti narasi, deskripsi, prosedur, teks khusus
(pesan singkat, iklan) dan teks otentik menjadi rujukan utama dalam mempelajari
bahasa Inggris di fase ini. Peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk
berdiskusi dan menyampaikan keinginan/perasaan. Pemahaman mereka terhadap
teks tulisan semakin berkembang dan keterampilan inferensi mulai tampak ketika
memahami informasi tersirat. Mereka memproduksi teks tulisan dan visual dalam
bahasa Inggris yang terstruktur dengan kosakata yang lebih beragam. Mereka
memahami tujuan dan pemirsa ketika memproduksi teks tulisan dan visual
dalam bahasa Inggris.

Elemen Menyimak – Berbicara

Pada akhir Fase D, peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk berinteraksi
dan saling bertukar ide, pengalaman, minat, pendapat dan pandangan dengan guru,
teman sebaya dan orang lain dalam berbagai macam konteks familiar yang formal
dan informal. Dengan pengulangan dan penggantian kosakata, peserta didik
memahami ide utama dan detil yang relevan dari diskusi atau presentasi mengenai
berbagai macam topik yang telah familiar dan dalam konteks kehidupan di sekolah
dan di rumah. Mereka terlibat dalam diskusi, misalnya memberikan pendapat,
membuat perbandingan dan menyampaikan preferensi. Mereka menjelaskan dan
memperjelas jawaban mereka menggunakan struktur kalimat dan kata kerja
sederhana.
By the end of Phase D, students use English to interact and exchange ideas,
experiences, interests, opinions and views with teachers, peers and others in an
increasing variety of familiar formal and informal contexts. With some repetition
and rewording, they comprehend the main ideas and relevant details of discussions
or presentations on a variety of general interest topics. They engage in discussion
such as giving opinions, making comparisons and stating preferences. They explain
and clarify their answers using basic sentence structure and verb tenses

Elemen Membaca – Memirsa

Pada akhir fase D, peserta didik membaca dan merespon teks familiar dan tidak
familiar yang mengandung struktur yang telah dipelajari dan kosakata yang
familiar secara mandiri. Mereka mencari dan mengevaluasi ide utama dan
informasi spesifik dalam berbagai jenis teks. Teks ini dapat berbentuk cetak atau
digital, termasuk diantaranya teks visual, multimodal atau interaktif. Mereka
mengidentifikasi tujuan teks dan mulai melakukan inferensi untuk memahami
informasi tersirat dalam sebuah teks.
By the end of Phase D, students independently read and respond to familiar and
unfamiliar texts containing predictable structures and familiar vocabulary. They
locate and evaluate main ideas and specific information in texts of different genres.
These texts may be in the form of print or digital texts, including visual, multimodal
or interactive texts. They identify the purpose of texts and begin to make inference
to comprehend implicit information in the text.

Elemen Menulis – Mempresentasikan

Pada akhir Fase D, peserta didik mengomunikasikan ide dan pengalaman mereka
melalui paragraf sederhana dan terstruktur, menunjukkan perkembangan dalam
penggunaan kosakata spesifik dan struktur kalimat sederhana. Menggunakan
contoh, mereka membuat perencanaan, menulis, dan menyajikan teks informasi,
imajinasi dan persuasi dengan menggunakan kalimat sederhana dan majemuk
untuk menyusun argumen dan menjelaskan atau mempertahankan suatu pendapat.

Bahasa Inggris SMP Fase D Kelas IX


Mereka juga menyertakan informasi dasar dan detail, dan memvariasikan
konstruksi kalimat mereka dalam tulisan mereka. Peserta didik mengungkapkan
ide-ide dalam bentuk sekarang, masa depan, dan masa lalu. Mereka menggunakan
penanda waktu, kata keterangan frekuensi dan konjungsi umum untuk
menghubungkan ide. Upaya mereka untuk mengeja kata-kata baru didasarkan pada
hubungan bunyi-huruf Bahasa Inggris yang diketahui dan mereka menggunakan
tanda baca dan kapitalisasi dengan konsisten.

By the end of Phase D, students communicate their ideas and experience through
simple, organized paragraphs, demonstrating a developing use of specific
vocabulary and simple sentence structures. Using models, they plan, create and
present informative, imaginative and persuasive texts in simple and compound
sentences to structure arguments and to explain or justify a position. They include
basic information and detail, and also vary their sentence construction in their
writing. Students express ideas in the present, future, and past tenses. They use
time markers, adverbs of frequency and common conjunctions to link ideas. Their
attempts to spell new words are based on known English letter-sound relationships
and they use punctuation and capitalization with consistency.

Mengetahui, Surakarta Juli 2024


Kepala Sekolah Guru Bahasa Inggris

(Dra. Dwiyani Prastiyanti) (Indro Suryanto, S.S.)


NIP. 196410282008012004 NBM. 1159701

Bahasa Inggris SMP Fase D Kelas IX

Anda mungkin juga menyukai