0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan7 halaman

Mengatasi Bullying di Sekolah SMP

naskah drama

Diunggah oleh

sekarmaingame
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan7 halaman

Mengatasi Bullying di Sekolah SMP

naskah drama

Diunggah oleh

sekarmaingame
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Judul: Nisa

ANGGOTA KELOMPOK:
1. YASMIN H.S
2. SEKARLANGIT S.H
3. LUDIA AYU S.
4. ALIN PUTRI D.
5. DIVIA PUTRI U.
6. LU'LU DZAKIYYAH
7. SYARIFAH KHOIRUNNISA

SMPN 40 KOTA BEKASI


8A

TOKOH:
1. ALIN (BU TATA)
2. DIVIA (PROLOG)
3. LU'LU (KAMALA)
4. LUDIA (RENATA)
5. SEKAR (ASHA)
6. SYARIFAH (NISA)
7. YASMIN (ISABEL)

PENOKOHAN:
BU TATA (PROTAGONIS)
KAMALA (TRITAGONIS)
RENATA (ANTAGONIS)
ASHA (PROTAGONIS)
NISA (PROTAGONIS)
ISABEL (ANTAGONIS)

TEMA: BULLYING
PENULIS NASKAH: SEKARLANGIT
Nisa
Pada suatu hari, disekolah SMP BUDHI DHARMA
tepatnya di bangku 8 ada murid bernama Nisa, ia pernah
mengalami kecelakaan saat umur 6th dan menjadi
tunarungu. Akankah Nisa menghadapi masalah dari
teman temannya?

Bu Tata: Baik anak anak, pelajaran sampai disini dulu


ya. Pr jangan lupa dikerjakan. Silahkan
istirahat dulu.

Jam istirahat, jam favorit seluruh murid tentunya. Namun,


tidak untuk Nisa.

Isabel: Enak banget daritadi si tuli kerjaannya tidur aja.


Renata: Yaudah lu kalau mau tidur doang sono jadi tuli.
Kamala: Bangunin sono

Mereka bertiga membangunkan Nisa dengan


mendorong badannya.

Isabel: Mampus.
Renata: Heh ini istirahat, makan.
Kamala: Gabakal ngerti ni anak.
Renata: Ohya, lupa lu kan tuli.

Saat mereka bertiga peduli untuk membangunkan Nisa,


Nisa malah tidak menghiraukan dan kembali tidur.

Isabel: Kurang ajar.

Nisa ditarik dan dipojokan oleh mereka bertiga karena 1.


sudah dibaikin malah ngelunjak.
Renata: Kurang ajar lu ya, udah bagus kita bangunin
biar lo ga mati kelaperan.
Kamala: Kasih pelajaran Ren biar ni bocah kapok

Nisa yang memberontak semakin membuat ketiganya


tambah menyiksanya.

Isabel: Ngomong dong, punya mulut kan lu


Renata: HAHA NJIR bisanya oa oe kek
bocah pea

Mereka membully Nisa habis habisan, sampai Nisa


terluka di area tangannya. Lalu seseorang pun datang.

Asha: HEH JAM ISTIRAHAT TUH MAKAN,


. BUKAN BULLY ORANG. BUBAR GAK LU SEMUA

Saat Asha mengatakan hal itu, Isabel, Renata dan


Kamala pun pergi meninggalkan Nisa dengan
mendorongnya. Lalu Asha dengan peduli mengecek
keadaan Nisa.

Asha: Kamu gapapa?


Nisa: ... (Bingung)
Asha: Ohiya lupa..

Asha dengan siap mengeluarkan notes kecil dan


menulisnya, "Kamu tadi ngapain sampe mereka marah
segitunya?" Nisa membalas dengam menulis dinotes,
"Aku ga paham apa yang mereka lakuin, tapi ujung-
ujungnya aku di bully."
2.
Asha: Ohh.. yaudah kamu makan aja dulu ke kantin,
Ini jam istirahat (Bahasa isyarat)

Nisa membalas di notes, "Sha, boleh nanya?"


Balas Asha sambil menulisnya dinotes
Asha: Iyaa nanya apa?
Nisa: Rasanya bisa denger itu gimana? Emang
orang kaya aku seburuk itu ya dimata
. kalian? (Menulisnya di notes)
Asha: Kamu ga buruk kok, cuman tadi kamu
dimata orang yang salah, mereka bertiga
emang kaya gitu. (Menulisnya dinotes)

Saat perjalanan pulang, lagi lagi Nisa dihadang oleh


Isabel, Kamala & Renata.

Nisa: .... (Kabur)


Kamala: Mau kemana coba?

Tanpa berkata, Kamala dan Isabel memegang Nisa dan


Renata memukulnya dengan menggunakan kayu.

Renata: Bangsat, mati aja.

Nisa sudah merangai kesakitan namun tidak


satupun yang ada menolongnya.

Isabel: Woy udah Ren, kalau mati beneran repot.


Renata: Yaudah cabut.
Nisa: ... (Menangis)
3.
Mereka meninggalkan Nisa begitu saja. Dengan kondisi
badan penuh luka. Ia pulang kerumahnya dengan
menangis.

Isabel: Tumben si tuli ga masuk


Renata: Wkwk udah kapok kali
Isabel: Bagus lah
Kamala: Kalau beneran mati gimana njir
Renata: Palalu, gabakal

Saat Bu Tata memasuki ruang kelas, ia bertanya tentang


apa yang terjadi kepada Nisa.

Bu Tata: Anak-anak, kalian tau ga apa yang terjadi


sama Nisa?
Kamala: Kurang tau bu, Nisa emang kenapa?
Renata: Sakit kali buk
Bu Tata: Ooh, soalnya dia udah gamasuk dari 1
Minggu yang lalu dan ga ijin. Siapa tau kalian
ada yang tahu.
Asha: Saya tau buk, dia ga masuk karena kerjaan mereka
Asha menunjuk ke arah Renata, Isabel dan Kamala
Isabel: Hah? Apa apaan.
Renata: Gausah fitnah lu
Asha: Fitnah? Gue punya video kalian pas gebukin Nisa

Mereka terkejut, saat Asha memperlihatkan video itu. Bu


Tata yang kecewa apa yang dilakukan muridnya lalu
angkat suara.

4.
Bu Tata: Kalian selama ini membully Nisa? Kalian
punya rasa kemanusiaan gak sih? Nisa itu
dari kecil sudah ditinggal orangtuanya
dengan kondisi tuli, dan dia hanya
tinggal bersama neneknya berdua saja. Apa
perlu ibu lapor bk? Biar kalian bertiga
dikeluarkan dari Smp Budhi dharma.

Mereka bertiga menyadari atas kesalahan dan


mengintrospeksi diri atas perbuatan mereka. Saat pulang
sekolah, Renata, Isabel, Kamala, Asha dan Bu Tata
menjenguk Nisa dirumahnya.

Asha: Nisa, kami kesini mau meminta maaf apa


. yang terjadi sama kamu
Omong Asha dengan menulisnya dinotes
Renata: Kami minta maaf ya soal hari itu.
Isabel: Maaf banget ya Nis, pasti sakit ya luka memar lo
Kamala: (Mengangguk) Maafin gue juga ya

Nisa paham teman temannya sedang meminta maaf, dan


menulisnya di notes dengan tersenyum angguk. "Aku udah
maafin kalian dari dulu kok." Akhirnya semua berdamai dan
saling berpelukan.

Jangan sesekali merendahkan orang lain karena


kekurangannya karena setiap manusia mempunyai
kekurangannya masing-masing, tidak ada manusia yang
sempurna di hidup ini.

5.

Anda mungkin juga menyukai