PROGRAM KERJA
PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP)
RSUD PRATAMA
KABUPATEN TAKALAR
2024
I. Pendahuluan
Tujuan Pembangunan Kesehatan adalah tercapainya
kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat
mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, sebagai salah
satu unsur kesejahteraan umum dari Tujuan Nasional. Untuk itu perlu
ditingkatkan upaya guna memperluas dan mendekatkan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat dengan mutu yang baik dan biaya yang
terjangkau. Selain itu dengan semakin meningkatnya pendidikan dan
keadaan sosial ekonomi masyarakat, maka sistem nilai dan orientasi
dalam masyarakatpun mulai berubah. Masyarakat mulai cenderung
menuntut pelayanan umum yang lebih baik, lebih ramah dan lebih
bermutu termasuk pelayanan kesehatan. Dengan semakin
meningkatnya tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan Rumah Sakit
maka fungsi pelayanan Rumah Sakit Kelas D Pratama Kabupaten Takalar
secara bertahap perlu terus ditingkatkan agar menjadi lebih efektif dan
efisien serta memberi kepuasan kepada pasien, keluarga maupun
masyarakat.
Agar upaya peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit Kelas D
Pratama Kabupaten Takalar dapat seperti yang diharapkan maka perlu
disusun Program Kerja Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien
(PMKP) Rumah Sakit Kelas D Pratama Kabupaten Takalar.
1. Mutu
Pengertian mutu beraneka ragam dan di bawah ini ada beberapa
pengertian yang secara sederhana melukiskan apa hakekat mutu.
a) Mutu merupakan perwujudan atau gambaran hasil yang
mempertemukan kebutuhan dari pelanggan dan oleh karena itu
memberikan kepuasan (Juran, 1988).
b) Mutu merupakan keseluruhan karakteristik produk dan jasa dari
pemasaran rekayasa, pembuatan dan pemeliharaan yang
membuat produk dan jasa yang digunakan memenuhi harapan-
harapan pelanggan. (Feigenbaum, 1996).
c) Mutu adalah tingkat kesempurnaan suatu produk atau jasa.
d) Mutu adalah expertise, atau keahlian dan keterikatan
(commitment) yang selalu dicurahkan pada pekerjaan.
e) Mutu adalah kegiatan tanpa salah dalam melakukan pekerjaan.
2. Mutu Pelayanan Kesehatan
Adalah derajat kesempurnaan pelayanan untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat konsumen akan pelayanan kesehatan yang
sesuai dengan standar profesi dan standar pelayanan dengan
menggunakan potensi sumber daya yang tersedia di rumah sakit
secara wajar, efisien dan efektif serta diberikan secara aman dan
memuaskan sesuai dengan norma, etika, hukum dan sosio budaya
dengan memperhatikan keterbatasan dan kemampuan rumah sakit
dan masyarakat konsumen.
3. Keselamatan Pasien
Suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih
aman. Sistem tersebut meliputi assesmen risiko, identifikasi dan
pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien,
pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden
dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk
meminimalkan timbulnya risiko. Sistem tersebut diharapkan dapat
mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan
akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak melakukan
tindakan yang seharusnya dilakukan.( Komite Keselamatan Pasien
Rumah Sakit tahun 2015).
II. Tujuan
1. Tujuan Umum
Meingkatkan mutu layanan klinis dan keselamatan pasien di
RSUD Kelas D Pratama Takalar
2. Tujuan Khusus
a. Meningkatnya mutu pelayanan klinis
b. Meningkatnya mutu manajemen
c. Meningkatnya pemenuhan sasaran keselamatan pasien.
III. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan
Rumah sakit kelas D pratama membuat program peningkatan mutu
dan keselamatan pasien yang akan diterapkan pada semua unit setiap
tahun. Program peningkatan mutu dan keselamatan pasien rumah sakit
meliputi namun tidak terbatas pada:
a) Pengukuran dan pelaporan indikator mutu termasuk Indikator
Nasional Mutu (INM), Indikator Mutu Prioritas Rumah Sakit (IMP
RS), dan Indikator Mutu Prioritas Unit (IMP Unit).
b) Meningkatkan perbaikan mutu dan mempertahankan perbaikan
berkelanjutan.
c) Mengurangi varian dalam praktik klinis dengan menerapkan
Panduan Praktik Klinik (PPK)/algoritme/protokol dan melakukan
pengukuran dengan clinical pathway
e) Pelaporan dan analisis insiden keselamatan pasien.
f) Penerapan sasaran keselamatan pasien.
g) Evaluasi kontrak klinis dan kontrak manajemen.
h) Pelatihan semua staf sesuai perannya dalam program peningkatan
mutu dan keselamatan pasien.
i) Mengkomunikasikan hasil pengukuran mutu meliputi masalah
mutu dan capaian data kepada staf.
j) Penerapan manajemen risiko terintegrasi mencakup pelaksanaan
proses manajemen risiko yang dibuktikan dengan membuat daftar risiko
dan melakukan mitigasi risiko
NO KEGIATAN RINCIAN KEGIATAN
POKOK
1. Pembentukan Penetapan SK dan uraian tugasnya
Tim PMKP Rapat penyusunan program kerja
2 Peningkatan Melakukan identifikasi permasalahan yang
Mutu Pelayanan ada di unit
Klinis Menentukan indikator mutu prioritas
Melakukan pengukuran : Indikator Nasional
Mutu (INM), Indikator Prioritas RS dan
indikator Mutu Unit setiap bulan.
Melakukan evaluasi tiap 3 bulan
Melakukan analisis dan tindak lanjut tiap 3
bulan.
4. Penerapan Melaksanakan identifikasi resiko
Manajemen Melaksanakan analisis resiko
Resiko Menyusun rencana tindak lanjut
Melaksanakan tindak lanjut dan evaluasi
5. Pencapaian 6 ( Membuat panduan system pencatatan dan
enam) Sasaran pelaporan insiden keselamatan pasien (IKP)
Keselamatan Memonitor capaian sasaran
Pasien
keselamatan pasien
Melaksanakan pencatatan dan
pelaporan KTD, KTC, KNC dan KPC
Melaksanakan analisis kejadian
KTD, KTC,KNC dan KPC
Melaksanakan tindak lanjut
IV. Cara Melaksanakan Kegiatan
No Kegiatan Pelaksanaan Ket.
Penanggung
Pokok
Program jawab
1. Pembentukan Pembentukan Komite
- Direktur
Tim PMKP Mutu dan PIC Mutu
serta uraian tugasnya
Penyusunan program
- Komite
kerja PMKP
Mutu
2 Peningkatan Melakukan identifikasi PJ Unit
Mutu permasalahan yang
Pelayanan ada di unit
Klinis Penetapan indikator - Direktur
prioritas RS dan unit - Komite
Mutu
- PJ Unit
- Staf
Pengukuran dan
pengumpulan data : - PJ Unit
- Indikator Nasional Mutu - PIC Mutu
(INM)
- Indikator Prioritas RS
- Indikator mutu Unit
setiap bulan
Evaluasi dilakukan Komite
Mutu
tiap 3 bulan
Analisis dan tindak Komite
lanjut dilakukan tiap 3 Mutu
bulan sekali.
4. Penerapan Pembuatan panduan Komite
Manajemen manajemen resiko di Mutu (Sub
Resiko puskesmas Komite
Manajemen
risiko)
Membuat formulir Sub Komite
Manajemen
manajemen resiko
risiko
Mensosialisasikan Sub Komite
penerapan manajemen Manajemen
resiko di rapat bulanan risiko
Mengidentifikasi resiko PJ Unit
potensial dan
insiden di tiap unit
Membuat analisa Komite
berdasarkan score dan mutu
peringkatnya
Membuat evaluasi Komite
Mutu
tiap-tiap resiko dengan
cara penilaian resiko
Menyusun rencana Komite
tindak lanjut dan Mutu
melaksanakan hasil
evaluasi penilaian
resiko
5. Pencapaian 6 Pembuatan formulir Komite
pelaporan insiden mutu (Sub
( enam)
keselamatan pasien komite
Sasaran
Keselamata
Keselamatan
n pasien)
Pasien
Memilih dan Komite
menetapkan salah satu Mutu
indikator dalam 6
sasaran keselamatan
pasien
Membuat pedoman - Komite
peningkatan mutu dan Mutu
sasaran keselamatan
pasien
Pengukuran dan - PJ unit
pengumpulan data - PIC
indikator SKP
Melakukan evaluasi hasil Komite
monitoring indikator Mutu
mutu sasaran
keselamatan pasien
setiap 3 bulan sekali
Menganalisa dan
melakukan tindak lanjut
Komite
hasil evaluasi
Mutu
monitoring setiap 3
bulan sekali
V. Jadwal Kegiatan
No Kegiatan 2024
Oktober
Agustus
Februar
Septem
Novem
Desem
Januari
Maret
April
Juni
Mei
Juli
1. Penetapan SK PMKP dan uraian
tugasnya
2. Rapat penyusunan program kerja
PMKP
3. Menyusun prioritas masalah
berdasarkan
ketersediaan sumber daya yang ada
6. Melakukan pemilihan indicator Mutu
Prioritas RS berdasarkan masalah
yang ditemukan
9. Menentukan indikator mutu klinis
tiap unit
yang prioritas
10. Menetukan target indikator mutu
klinis yang
Ditentukan
11. Pengukuran dan pengumpulan data
indikator mutu Nasional/RS/Unit
12. Evaluasi, analisis, dan tindak lanjut
terhadap indikator mutu klinis
13. Melakukan identifikasi dan grading
VI. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan
resiko di tiap unit
14. Melaksanakan analisis
resiko/membuat FMEA
15. Menyusun rencana tindak lanjut
16. Melaksanakan tindak lanjut
17. Membuat panduan sistem
pencatatan dan
pelaporan insiden keselamatan
pasien (IKP)
18. Memonitor capaian sasaran
keselamatan
Pasien
19. Melaksanakan pencatatan dan
pelaporan
KTD, KTC,KNC dan KPC
20. Melaksanakan analisis kejadian KTD,
KTC,KNC dan KPC
21. Melaksanakan tindak lanjut
Monitoring dilakukan satu bulan sekali oleh penanggung jawab.
Evaluasi, analisa dan tindak lanjut peningkatan mutu layanan
klinis dan sasaran keselamatan pasien dilakukan 3 bulan sekali.
VII. Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan
1. Pencatatan dan pelaporan unit bisa dilakukan melalui data harian
atau bulanan.
2. Pencatatan dan pelaporan tim mutu dilakukan melalui data
harian, bulanan, semester dan tahunan yang dilaporkan ke
Direktur RSUD Kelas D Pratama Takalar.
VIII. Penutup
Demikian Kerangka Acuan Perencanaan Program Peningkatan
Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien ini disusun sebagai acuan
dalam pelaksanaan peningkatan mutu layanan klinis dan
keselamatan pasien di RSUD Kelas D Pratama Takalar tahun 2024.
Ketua Komite Mutu
drg. Ihyana Malik