0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan14 halaman

Desain Campuran Beton K-250 Teknik Sipil

Diunggah oleh

Zulkifli
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan14 halaman

Desain Campuran Beton K-250 Teknik Sipil

Diunggah oleh

Zulkifli
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Muhammad Zulkifli Prodi : Teknik Sipil

Npm : 23-611-035 Kelas : A1

Soal Uas Teknologi Bahan Dan Beton

1. Pengertian Tentang Beton


JAWAB : Beton adalah suatu bahan bangunan komposit yang terbuat dari
kombinasi semen sebagai bahan pengikat, agregat kasar, agregat halus, dan air.
Beton memiliki sifat yang kokoh namun bertekstur halus serta permukaan yang rata.
Biaya pembuatan konstruksi beton jauh lebih murah daripada konstruksi besi dan
baja.
2. Apa yang menyebabkan masyarakat sekarang beralih ke bahan matrial selain kayu.
jelaskan menurut pendapat anda ?
JAWAB : Masyarakat sekarang beralih ke bahan matrial selain kayu karena beberapa
faktor, termasuk kebutuhan akan sumber daya yang lebih berkelanjutan, keinginan
untuk mengurangi dampak lingkungan, dan ketersediaan bahan alternatif yang lebih
murah dan mudah diakses.
3. Bagaimana cara untuk mengetahui kadar lumpur pada pasir ?

JAWAB : Salah satu cara untuk mengetahui kadar lumpur pada pasir adalah dengan
melakukan analisis laboratorium yang disebut analisis gravimetri. Metode ini
melibatkan pengukuran berat lumpur dalam sampel pasir dengan cara membasahi
sampel dengan cairan yang mengendapkan lumpur, mengekstrak lumpur, dan
mengukur beratnya. Metode lain yang dapat digunakan adalah analisis
spektrofotometri, yang mengukur kadar lumpur berdasarkan kemampuannya untuk
menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu.

4. Berikan penjelasan mengenai material semen termasuk jenis semen yang sering
dipakai dalam pembangunan.
JAWAB : Semen adalah bahan yang sangat penting dalam konstruksi, digunakan
untuk mengikat bahan lain seperti pasir, kerikil, dan batu untuk membuat beton,
mortar, dan adukan lainnya. Jenis semen yang paling umum digunakan dalam
pembangunan adalah semen Portland, yang disebut demikian karena menyerupai
batu kapur yang ditemukan di kota Inggris. Semen Portland dibuat dengan
menggabungkan batu kapur, tanah liat, dan bahan lain seperti pasir dan kerikil, dan
kemudian menggiling campuran tersebut menjadi bubur halus. Bubur ini kemudian
dikeringkan dan dibakar pada suhu tinggi untuk membuat klinker, yang merupakan
bahan utama dalam semen Portland. Klinker kemudian dihaluskan dan dicampur
dengan bahan lain seperti pasir dan garam untuk membuat semen Portland akhir.
Semen Portland sangat serbaguna dan dapat digunakan dalam berbagai aplikasi
konstruksi, termasuk beton, mortar, adukan plester, dan adukan lainnya.
5. Buatkan perhitungan desain campuran beton :
Beton Untuk Struktur Plat Lantai Kekuatan Rencana K-250 (20 Mpa)
Pada Umur 28 Hari
Pengendalian Produksi beton cukup baik
Data Material Pasir Yang Digunakan Berdasarkan Hasil Uji Praktikum Lab. Data
Agregat Kasar Yang Digunakan Berdasarkan Hasil Uji Praktikum Lab.
Keperluan data yang lainya silahkan ditentukan sesuai dengan peraturan yang ada.
JAWAB :
 Mix Design

Dari data uji lab Analisa ayakan ageregat halus kita mendapatkan hasil ayakan dan
gradasi pasir sebagai berikut :

% Lolos Ayakan
Ukuran Ayakan
Pasir Kasar Pasir Sedang Pasir Agak Halus Pasir Halus Hasil Pengujian
ASTM mm Gradasi No. 1 Gradasi No. 2 Gradasi No. 3 Gradasi No. 4
3/8 in 9.50 100 100 100 100 100 100 100 100 100
No. 4 4.75 90 100 90 100 90 100 95 100 97
No. 8 2.36 60 95 75 100 85 100 95 100 93
No. 16 1.18 30 70 55 90 75 100 90 100 82
No. 30 0.60 15 34 35 59 60 79 80 100 62
No. 50 0.30 5 20 8 30 12 40 15 50 44
No. 100 0.15 0 10 0 10 0 10 0 15 12

Batas Gradasi Pasir (Sedang / No. 2)


100
90
80
Kumulatif Lolos (%)

70
60
50
40
30
20
10
0
0.075 0.15 0.3 0.6 1.2 2.4 4.8 9.6 19.2
Ukuran Lubang Ayakan (mm)

Batas Bawah Batas Atas % Lolos Ayakan


Dari data uji lab Analisa ayakan agregat kasar kita mendapatkan hasil ayakan dan
gradasi kerikil sebagai berikut :

% Lolos Ayakan
Ukuran Ayakan
Hasil Pengujian
Ukuran Maks. 10 mmUkuran Maks. 20 mmUkuran Maks. 40 mm
ASTM mm
3 in 76.00 100 100 100 100 100 100 100
1 1/2 in 38.00 100 100 100 100 95 100 100
3/4 in 19.00 100 100 95 100 35 70 75
3/8 in 9.60 50 85 30 60 10 40 12
No. 4 4.80 0 10 0 10 0 5 1

Batas Gradasi Krikil (Ukuran Maks 40 mm)


100

90

80

70
Kumulatif Lolos (%)

60

50

40

30

20

10

0
2.4 4.8 9.6 19.2 38.4 76.8 153.6
Ukuran Lubang Ayakan (mm)

Batas Bawah Batas Atas % Lolos Ayakan


 Hasil Uji Spefic Grafity Agregat Halus

 Hasil Uji Spefic Grafity Agregat Kasar

D. Berat Keranjang + Benda Uji SSD (Kondisi Dalam Air) 1,206.00 gr 1,202.00 gr
E. Berat Keranjang Dalam Air (Kondisi Kosong) 294.00 gr 291.00 gr
F. Berat Benda Uji Dalam Air (D – E) 912.00 gr 911.00 gr
G. Berat Benda Uji Kering Oven 1,476.00 gr 1,477.00 gr
G
>> Apparent Spec. Gravity = 5.02 5.08
D−F
>> Bulk Spec. Gravity
G
- On Dry Basic = 2.51 2.51
C−F
C
- SSD Basic = 2.55 2.55
C−F
C−G
>> % Water Absorption = × 100 1.63 % 1.56 %
G
Spesific Gravity Rata – Rata
>> Apparent Spec. Gravity 5.05
>> Bulk Spec. Gravity
- On Dry Basic 2.51
- SSD Basic 2.55
>> % Water Absorption 1.59 %
 Kadar air agregat halus

SAMPEL I II

A. Berat Tempat 221.00 gr 220.00 gr


B. Berat Tempat + Benda Uji 1,000.00 gr 1,000.00 gr
C. Berat Benda Uji (B – A) 779.00 gr 780.00 gr
D. Berat Benda Uji Kering (Setelah Di Oven) + Tempat 989.00 gr 988.00 gr
E. Berat Benda Uji Oven (D – A) 768.00 gr 768.00 gr
C−E
Kadar Air = × 100 1.43 % 1.56 %
E
Kadar Air Rata – Rata = 1.50 %

 Kadar air agregat Kasar

SAMPEL I II

A. Berat Tempat 55.0 gr 55.0 gr


B. Berat Tempat + Benda Uji 1,069.0 gr 1,056.0 gr
C. Berat Benda Uji (B – A) 1,014.0 gr 1,001.0 gr
D. Berat Benda Uji Kering (Setelah Di Oven) + Tempat 1,046.0 gr 1,040.0 gr
E. Berat Benda Uji Oven (D – A) 991.0 gr 985.0 gr
C−E
Kadar Air × 100 2.3 % 1.6 %
E
Kadar Air Rata – Rata 2.0 %

 Setelah itu kita akan menghitung beton Untuk Struktur Plat Lantai Kekuatan
Rencana K-250 (20 Mpa) Pada umur 28 hari dan pengendalian produksi beton cukup
baik
Dari tabel diatas nilai slump yang di pakai untuk membuat struktur plat adalah :
 Slump 50 – 80
Jadi rasio air / semen = 0.58 masih memenuhi persyaratan kekuatan dan ketahanan.

 Untuk mengetahui kadar air kita dapat lihat dari rasio air 0,58.
.
 Untuk kadar air nya yaitu , 185 kg/cm3

Untuk menentukan jumlah semen kita bisa bagi kadar air dan rasio semen yaitu

: = 316,83 kg
,

Jadi jumlah kadar semen adalah 316,83 kg/m3.


Untuk kadar semen maksimun adalah 325 kg/m3.
 Untuk berat beton kita dapat lihat di grafik berikut :

2700

2600
Berat Isi Beton (kg/m3)

2500
2,9
2400 2397.54 2,8
2,7
2300 2.64
2,6
2200 2,5
185 2,4
2100
100 120 140 Kadar
160 Air Bebas
180 (kg/m3)
200 220 240 260
Jadi berat beton dalam satu kubik adalah 2397,54 kg/m3.

untuk w/c pasir


2,398 – (325 – 185 ) = 1,888 kg/m3
jadi berat pasir = 1,888 kg
 Grafik Zona Pasir 2

 kadar agregat halus


= 0,37 % - 1,888
=658,56 kg
 kadar agregat kasar
=658,56 - 1,888
=1,894,44
 Proporsi campuran :
Air =185 liter
semen = 325 kg
agregat halus = 658,94 kg
agregat kasar = 1,189.44 kg
total = 2,398 kg
 Rencana campuran beton (mix Design).
12 Kadar semen 11:8 atau 7
C = W/FAS *jika FAS max > FAS bebas, C = W / FAS max
*jika FAS max < FAS bebas, C = W / FAS bebas
C = 316.83 kg/m3

13 Kadar semen maksimum Ditetapkan


C max = − *tidak ditentukan, jadi dapat diabaikan

14 Kadar semen minimum Ditetapkan, Butir [Link], Tabel 4,5,6


C min = 325.00 kg/m3

* seandainya kadar semen yang diperoleh dari perhitungan 12 belum mencapai syarat minimum yang
ditetapkan, maka harga minimum ini harus dipakai dan faktor air semen yang baru perlu disesuaikan.

15 Faktor air semen yang disesuaikan −


C disesuaikan = 325.00 kg/m3

16 Susunan besar butir agregat halus Grafik 3 s/d 6


Jenis pasir = Sedang (Daerah gradasi No. 2)

Batas Gradasi Pasir (Sedang / No. 2)


100 98 100
95
90
84
80
Kumulatif Lolos (%)

70
60 61
50
40 39
30
20
10 10
0
0.075 0.15 0.3 0.6 1.2 2.4 4.8 9.6 19.2
Ukuran Lubang Ayakan (mm)
21 Kadar agregat gabungan 20-(14+11)
= 2,398 -( 325.00 + 185 )
= 1,888.00 kg

* Kadar agregat gabungan = berat jenis beton dikurangi jumlah kadar semen dan kadar air

22 Kadar agregat halus 18 ×21


= 37 %× 1888.00
= 698.56 kg

23 Kadar agregat kasar 21-22


= 1,888.00 - 698.56
= 1,189.44

24 Proporsi campuran
a Air = 185.00 liter
b Semen = 325.00 kg
c Agregat halus = 698.56 kg
d Agregat kasar = 1,189.44 kg +
2,398.00 kg

25 Koreksi proporsi campuran


a Kadar air agregat halus = 1.5 %
b Penyerapan agregat halus = 3.63 % hasil tes propertis agregat
c Kadar air agregat kasar = 1.97 %
d Penyerapan agregat kasar = 3.72 %

Air = 24.a + (((25.b - 25.a) × 24.c / 100) + ((25.d - 25.c) × 24.d / 100)) = 220.69 liter
Semen = TETAP = 325.00 kg
Agregat halus = 24.c - ((25.b - 25.a) × 24.c / 100) = 683.68 kg
Agregat kasar = 24.d - ((25.d - 25.c) × 24.d / 100) = 1,168.62 kg
2,398.00 kg

Sampel Kubus 15 x 15 x 15 ; Jumlah = 3 buah


V= 0.15 x 0.15 x 0.15
= 0.00338
= 0.01013

a Air = 2.23453 liter


b Semen = 3.29063 kg
c Agregat halus = 6.92227 kg
d Agregat kasar = 11.8323 kg

*video penjelasan: [Link]

Sampel Silinder 15 x 30 ; Jumlah = 3 buah


V= Pi x 0.075 x 0.3
= 0.0053
= 0.0159

a Air = 3.50999 liter


b Semen = 5.1689 kg
c Agregat halus = 10.8735 kg
d Agregat kasar = 18.5862 kg

Anda mungkin juga menyukai