0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan15 halaman

E-LKPD Bangun Ruang Sisi Datar SMP

m
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan15 halaman

E-LKPD Bangun Ruang Sisi Datar SMP

m
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Terapan Sains & Teknologi E-ISSN: 2721-6209

Fakultas Sains dan Teknologi – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Vol. 4, No. 1, 2022

PENGEMBANGAN LKPD ELEKTRONIK MATERI BANGUN


RUANG SISI DATAR MENGGUNAKAN APLIKASI LIVE
WORKSHEET PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 17
MALANG
Viktor Bombang1, Trija Fayeldi2, Yuniar Ika Putri Pranyata3
1, 2, 3
Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang
Email : viktorbombang@gmail.com1, trija_fayeldi@[Link].id2
[Link]@[Link] 3

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD Elektronik materi


Bangun Ruang Sisi Datar menggunakan aplikasi Live Worksheet pada siswa SMPN
17 Malang berdasarkan asas kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Subjek uji coba
dalam penelitian pengembangan ini adalah siswa kelas VIII SMPN 17 Malang.
Penentuan subjek tersebut dilakukan secara acak yang terdiri dari 6 siswa untuk uji
coba lapangan skala kecil dan 20 siswa untuk uji coba lapangan skala besar. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, quisioner dan tes hasil belajar
berupa tes tertulis. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil
penelitian menunjukan bahwa aspek kevalidan produk E-LKPD yang dikembangkan
diperoleh skor 3,35 dengan persentase 83,82% dari ahli materi, skor 3,27 dengan
persentase 81,82% dari ahli pembelajaran dan skor 3,5 dengan persentase 87,5% dari
ahli media, sehingga aspek kevalidan termasuk dalam kategori sangat baik dan tidak
perlu direvisi. Pada aspek kepraktisan diperoleh skor 3,4 dengan persentase 85,54%
dari hasil angket respon peserta didik uji coba lapangan skala kecil dan skor 3,44
dengan persentase 86% hasil angket respon peserta didik uji coba lapangan skala
besar, tingkat kepraktisan masuk dalam kategori tinggi. Sedangkan pada aspek
keefektifan, diperoleh persentase ketuntasan nilai peserta didik sebesar 90%,
mengindikasikan bahwa E-LKPD masuk dalam tingkat keefektifan sangat baik.

Kata Kunci: E-LKPD, Aplikasi Live Worksheet, Bangun Ruang Sisi Datar.

Berdasarkan Permendikbud No. 58 tahun 2014 (Henri & Kenedi, 2018), dijelaskan bahwa
tujuan pembelajaran matematika yakni (1) memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan
antar konsep, mengaplikasikan konsep atau algoritma secara akurat, efisien, dan tepat dalam
pemecahan masalah. (2) menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi
matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan
pernyataan matematika, (3) memecahkan masalah yang mencakup kemampuan memahami
masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang
diperoleh, (4) mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau media lain untuk
memperjelas keadaan atau masalah. Untuk mewujudkan tujuan pembelajaran matematika tersebut,
sangat dibutuhkan peranan guru sebagai pendidik.
Made Pidarta (dalam Aisyah & Azmi, 2021), menjelaskan bahwa telah banyak usaha
yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan dalam bidang pendidikan matematika,
salah satunya adalah perbaikan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran di sekolah. Bahan
ajar merupakan salah satu sarana penunjang pembelajaran di sekolah. Bahan ajar yang ada selama
ini belum memfasilitasi dan merangsang kreativitas peserta didik untuk menemukan sendiri konsep
yang telah dipelajari (Sutrimo dkk, 2019). Salah satu bahan ajar yang dikembangkan oleh guru

27
Jurnal Terapan Sains & Teknologi E-ISSN: 2721-6209
Fakultas Sains dan Teknologi – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Vol. 4, No. 1, 2022
sebagai fasilitator dalam pembelajaran adalah LKPD interaktif (Herawati dkk, 2016). Lembar
Kerja Peserta Didik (LKPD) interaktif merupakan bahan ajar penunjang proses pembelajaran
peserta didik yang terdiri dari materi, dan latihan-latihan soal yang dapat diakses melalui perangkat
elektronik seperti komputer atau handphone (Hidayati & Zulandri, 2021). Penggunaan LKPD
Elektronik merupakan salah satu bentuk LKPD interaktif. Puspita & Dewi (2021) menjelaskan
bahwa LKPD Elektronik merupakan sekumpulan kegiatan mendasar yang harus dilakukan oleh
siswa untuk memaksimalkan pemahaman dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran daring.
LKPD Elektronik merupakan lembaran latihan peserta didik yang dikerjakan secara digital dan
dilakukan secara sistematis serta berkesinambungan selama jangka waktu tertentu menurut
Ramlawati dkk (dalam Hidayati & Zulandri, 2021). Selain itu (Sari, 2018) juga menjelaskan bahwa
LKPD Elektronik merupakan suatu bahan ajar yang disajikan dengan penyusunan secara sistematis
ke dalam unit pembelajaran tertentu dalam format elektronik yang terdapat gambar, video, animasi,
navigasi dan lainnya yang membuat pengguna lebih interaktif dengan program. LKPD Elektronik
dapat dirancang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan selama kegiatan Pengenalan Lapangan
Persekolahan (PLP) di SMP NEGERI 17 MALANG, penggunaan LKPD belum memotivasi dan
memberi pengaruh yang signifikan terhadap proses pembelajaran peserta didik. LKPD yang
digunakan hanya berisi tulisan-tulisan hitam putih berupa materi atau ringkasan sub bab, contoh
dan latihan soal yang stagnan. Adapun gambar-gambar matematik (grafik, bagan dan sebagainya)
yang disertakan dalam LKPD belum efektif dan kurang praktis. Peserta didik hanya diarahkan pada
kegiataan google meet, menyimak penjelasan guru, mengerjakan LKPD yang dibuat oleh guru di
google form dan dibagikan melalui google classroom. Siswa tidak diberi kesempatan untuk
berpikir, mencari tahu dan memecahkan sendiri persoalan yang dikerjakan. Hal ini didukung juga
dengan hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh Wulandari & Suparman (2020) yang
mengatakan bahwa bahan ajar yang digunakan oleh guru masih memiliki banyak kelemahan.
Penelitian tentang LKPD Elektronik telah banyak dilakukan oleh peneliti-peneliti terdahulu.
Hasil penelitian Cholidiyah, (2019) dapat disimpulkan bahwa E-LKPD yang dikembangkan sudah
valid untuk digunakan dalam pembelajaran. Selain itu hasil penelitian Oktariana dkk, (2019) juga
dapat disimpulkan bahwa Lembar Kerja Siswa berorientasi etnomatematika berbasis penemuan
terbimbing yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis dan potensial dalam meningkatkan hasil
belajar siswa pada materi bangun ruang sisi datar. LKPD Elektronik yang peneliti kembangkan
berbeda dengan LKPD Elektronik peneliti terdahulu. LKPD Elektronik ini dibuat melalui aplikasi
Live Worksheet yang memiliki berbagai fitur untuk mengubah lembar kerja tradisional cetak
(dokumen, pdf, jpg atau PNG) menjadi latihan online interaktif sekaligus otomatis mengoreksi
pekerjaan peserta didik. Pada aplikasi Live Worksheet, guru dapat memuat materi, video
pembelajaran, link, audio, dan berbagai jenis soal seperti soal pilihan ganda, isian singkat, drop &
down, dan lainnya sesuai kebutuhan peserta didik (Andriyani, dkk, 2020).

METODE PENELITIAN
Penelitian dan pengembangan di bidang pendidikan merupakan suatu jenis penelitian untuk
menghasilkan atau menguji keefektifan suatu produk tertentu (Sumandya, 2019). Hal ini sejalan
dengan pendapat Sugiyono (dalam Nasution & Oktaviani, 2020) menyatakan bahwa metode
penelitian dan pengembangan (research and development) adalah metode penelitian yang
digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Desain
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian pengembangan model
ADDIE yang meliputi 5 tahap yaitu 1) tahap analisis (analysis), 2) perencanaan. (design), 3)

28
Jurnal Terapan Sains & Teknologi E-ISSN: 2721-6209
Fakultas Sains dan Teknologi – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Vol. 4, No. 1, 2022
pengembangan (development), 4) implementasi (implementation) dan 5) Evaluasi (evaluation)
Dick & Carry (dalam Sholichah, 2017). Model ADDIE menyediakan kerangka kerja umum
yang terstruktur untuk pengembangan kemampuan pemecahan masalah serta adanya
evaluasi dan revisi dalam setiap tahapannya Sukmadinata (dalam Rhomdani, 2017). Tahap
analisis berguna untuk menentukan tujuan dari perangkat pembelajaran yang akan dikembangkan,
berdasarkan analisis kurikulum, analisis kebutuhan perangkat pembelajaran dan analisis
karakteristik peserta didik. Tahap perencanaan bertujuan untuk merancang perangkat pembelajaran
yang diharapkan, mengumpulkan bahan-bahan yang akan dipakai dan menyusun instrumen
penilaian yang akan digunakan pada materi bangun ruang sisi datar. Tahap perencanaan ini
mencakup desain isi LKPD Elektronik dan penyusunan instrumen penilaian yang terdiri atas
lembar validasi ahli pembelajaran, lembar validasi ahli materi, lembar validasi ahli media,
instrumen kisi-kisi soal pemecahan masalah, instrumen soal pemecahan masalah, pedoman
wawancara dan angket respon peserta didik.
Tahap pengembangan (development) bertujuan untuk menghasilkan produk yang sudah
direvisi berdasarkan validasi ahli materi, ahli media dan ahli pembelajaran. Validasi ahli berfungsi
untuk memvalidasi isi materi dalam perangkat pembelajaran sebelum dilakukan uji coba dan hasil
validasi akan digunakan sebagai pedoman perbaikan perangkat pembelajaran. Perangkat
pembelajaran yang telah disusun kemudian akan dinilai oleh ahli materi, ahli media, dan ahli
pembelajaran sehingga dapat diketahui apakah perangkat pembelajaran tersebut layak diterapkan
atau tidak. Hasil dari validasi ini digunakan sebagai bahan perbaikan untuk kesempurnaan
perangkat pembelajaran yang dikembangkan dan selanjutnya akan diujikan kepada peserta didik
dalam tahap uji coba lapangan skala kecil dan uji coba lapangan skala besar.
Subjek uji coba dalam penelitian pengembangan ini adalah peserta didik kelas VIII SMPN
17 Malang. Peserta didik sebagai sasaran pengguna produk ini dipilih secara acak yaitu 6 orang
peserta didik kelas VIII pada uji coba lapangan skala kecil dan 20 orang peserta didik kelas VIII
pada uji coba lapangan skala besar. Pada penelitian ini peneliti menggunakan data deskriptif
kualitatif dan kuantitatif agar bisa dihitung tingkat kepraktisan dan efektifitas berdasarkan hasil
wawancara, vailidasi ahli dan angket respon peserta didik pada uji coba lapangan skala kecil dan
skala besar. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 17 Malang pada semester genap tahun ajaran
2020/2021. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa pedoman wawancara untuk
analisis kebutuhan, instrumen penilaian LKPD Elektronik untuk menilai validitas LKPD Elektronik
yang telah dikembangkan, instrumen soal pemecahan masalah materi volume bangun ruang sisi
datar dan angket respon peserta didik untuk menilai keefektifan dan kepraktisan LKPD Elektronik
yang dikembangkan.
Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif dan
kuantitatif. Teknik analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk mengolah data yang dihimpun
berdasarkan wawancara guru matematika dan 6 orang siswa kelas VIII SMPN 17 Malang. Teknik
analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk mengolah data hasil angket validasi ahli, hasil
angket respon peserta didik terhadap produk yang dikembangkan dan hasil angket hasil
belajar siswa.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Wawancara guru matematika dan 6 peserta didik merupakan langkah awal sebelum
melakukan penelitian, untuk mengetahui kebutuhan awal LKPD sebagai acuan dalam

29
Jurnal Terapan Sains & Teknologi E-ISSN: 2721-6209
Fakultas Sains dan Teknologi – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Vol. 4, No. 1, 2022
mengembangkan E-LKPD menggunakan aplikasi Live Worksheet. Hasil analisis kebutuhan LKPD
dapat dilihat pada tabel-tabel berikut.

Tabel 1. Analisis Kebutuhan Guru


Pertanyaan Jawaban
Menurut Bapak/Ibu apakah fungsi dari Sebagai salah satu sarana atau media pembelajaran
LKPD di sekolah? untuk melihat sejauh mana tingkat pemahaman dan
pemecahan masalah peserta didik.
Apakah kendala yang dialami oleh Peserta didik kesulitan dalam memecahkan persoalan
Bapak/Ibu dalam pembelajaran matematika apalagi dalam suasana pembelajaran
matematika? daring.
Pembelajaran matematika yang Pembelajaran yang bukan sekadar menghafal rumus
diharapkan Bapak/Ibu seperti apa? maupun teori tetapi juga memahami.
Menurut Bapak/Ibu, apakah perlu adanya Sangat perlu karena selalu ada pergantian kurikulum
variasi LKPD yang baru? sehingga media atau sarana belajar seperti lembar
kerja juga disesuaikan.
Bagaimana pendapat Bapak/Ibu mengenai Menurut saya, perangkat pembelajaran E-LKPD ini
perangkat pembelajaran berupa LKPD sangat bagus dan membantu peserta didik dalam
Elektronik yang sedang dikembangkan? pembelajaran.

Berdasarkan tabel di atas, LKPD merupakan sarana pembelajaran yang membantu


peserta didik memahami konsep dan memecahkan persoalan matematika. Dalam pembelajaran
matematika guru seringkali kesulitan menginterpretasikan kemampuan memecahkan masalah
matematika karena pembelajaran daring. Selanjutnya, guru berharap bahwa pelajaran
matematika bukan sekadar teori menghafal rumus tetapi memahami teori dan konsep agar pandai
memecahkan persoalan matematika. Guru perlu mengembangkan LKPD yang bervariasi,
penyajian materi yang akurat, dan tampilan LKPD yang menarik untuk meningkatkan minat
belajar peserta didik. Lebih lanjut, guru berpendapat bahwa E-LKPD yang dikembangkan sangat
bagus karena terdapat video pembelajaran, latihan soal yang dibuat menarik sehingga dapat
meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik.

Tabel 2. Analisis Kebutuhan Peserta Didik


Tanggapan Peserta Didik
Pertanyaan YA TIDAK
Apakah kamu senang dalam pembelajaran 4 peserta didik 2 peserta didik
matematika?
Apakah kamu senang menggunakan LKPD 5 peserta didik 1 peserta didik
dalam pembelajaran matematika?
Apakah materi volume bangun ruang sisi 3 peserta didik 3 peserta didik
datar itu sukar dipahami?
Apakah kamu sering menggunakan LKPD 5 peserta didik 1 peserta didik
dalam pembelajaran matematika?
Apakah kalian setuju apabila LKPD 6 peserta didik -
disajikan lebih bervariasi dan menarik?
Menurut kamu, apakah LKPD yang kamu 3 peserta didik 3 peserta didik
gunakan kemarin menarik?
Menurut kamu, apakah tampilan gambar 2 peserta didik 4 peserta didik
pada sampul LKPD yang kemarin kamu
gunakan menarik?
Menurut kamu, apakah penyajian materi 2 peserta didik 4 peserta didik
dan soal latihan dalam LKPD yang kemarin

30
Jurnal Terapan Sains & Teknologi E-ISSN: 2721-6209
Fakultas Sains dan Teknologi – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Vol. 4, No. 1, 2022
Tanggapan Peserta Didik
Pertanyaan YA TIDAK
kamu gunakan membuat minat belajarmu
meningkat?

Berdasarkan tabel di atas, dapat dipahami bahwa walaupun sebagian besar peserta didik
senang dan sering menggunakan LKPD dalam pembelajaran matematika, akan tetapi LKPD
yang ada belum menjawab kebutuhan peserta didik. LKPD yang sementara digunakan tidak
menarik, tampilan gambar pada sampul LKPD kurang bagus sehingga berdampak terhadap
minat belajar peserta didik. Semua peserta didik menginginkan LKPD yang lebih bervariasi
untuk membangkitkan minat belajar.
Berdasarkan data yang diperoleh dari analisis kebutuhan, maka langkah selanjutnya yaitu
merencanakan pemecahan masalah melalui pengembangan E-LKPD menggunakan aplikasi Live
Worksheet pada materi volume bangun ruang sisi datar. Hasil dari tahap analisis kebutuhan
dijadikan sebagai dasar dalam menentukan desain awal produk dalam penelitian pengembangan.

Hasil Validasi dan Revisi Produk


Uji kevalidan dilakukan oleh dosen pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan
Malang sebagai ahli materi dan ahli media, serta guru Matematika SMPN 17 Malang sebagai ahli
pembelajaran. Uji kevalidan dilakukan dengan cara mengisi angket lembar validitas E-LKPD yang
berisi aspek dan pernyataan terkait produk serta saran dan masukan dari ahli. Kriteria dan
perhitungan rata-rata skor setiap aspek penilaian kevalidan E-LKPD digunakan rumus Widoyoko
(dalam Bari dkk, 2020), sebagai berikut:

Tabel 3. Kriteria Penilaian Kevalidan E-LKPD


Interval Rata-Rata Skor Kriteria Kualitatif Keterangan
Sangat Baik Tidak Perlu Direvisi
Baik Revisi Sebagian
Kurang Baik Revisi Sebagian
Tidak Baik Revisi Total
Widoyoko (dalam Bari dkk, 2020)

Keterangan :
rata-rata skor aspek penilaian produk
Jumlah skor tiap aspek penilaian produk
jumlah butir penilain tiap aspek penilaian produk

E-LKPD dinyatakan valid apabila memperoleh rata-rata skor minimal 2,0. Sedemikian
hingga, apabila rata-rata skor yang diperoleh, di bawah rata-rata minimum yaitu 2,00, maka E-
LKPD yang dikembangkan perlu untuk direvisi sebagian ataupun direvisi secara total.

31
Jurnal Terapan Sains & Teknologi E-ISSN: 2721-6209
Fakultas Sains dan Teknologi – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Vol. 4, No. 1, 2022
Hasil Uji Validitas E-LKLPD oleh Ahli Materi
Tabel 4. Data Hasil Validitas E-LKPD oleh Ahli Materi
Aspek Penilaian Skor Rerata Skor Persentase Kriteria
Kelayakan Penyajian 27 3,3 96,43% Sangat Baik
Kelayakan Isi 24 3,4 75% Sangat Baik
Kelayakan Bahasa 6 3,0 75% Baik

Jumlah 57 9,7 246,43% -


Rerata Skor - 3,35 83,82% Sangat Baik

Berdasarkan tabel 4 mengenai data hasil validasi oleh ahli materi diperoleh rerata skor 3,35
(di atas rata-rata minimum 2,00) dengan persentasi 83,82% yang termasuk dalam kriteria sangat
baik, tanpa revisi dan layak untuk diuji cobakan. Terlepas dari hasil validasi ahli materi masuk
dalam kategori sangat baik dan tanpa revisi, akan tetapi masih ada saran dan masukan yaitu untuk
menggunakan bahasa yang lugas dan sederhana agar siswa tidak bertanya-tanya.
Hasil Uji Validitas E-LKPD oleh Ahli Pembelajaran

Tabel 5. Data Hasil Validitas E-LKPD oleh Ahli Pembelajaran


Aspek Penilaian Skor Kriteria
Pernyataan 1 4 Sangat Baik
Pernyataan 2 3 Baik
Pernyataan 3 4 Sangat Baik
Pernyataan 4 3 Baik
Pernyataan 5 3 Baik
Pernyataan 6 3 Baik
Pernyataan 7 3 Baik
Pernyataan 8 3 Baik
Pernyataan 9 3 Baik
Pernyataan 10 4 Sangat Baik
Pernyataan 11 3 Baik
Total Skor 36 -
Rerata Skor 3,27 Sangat Baik
Persentase 81,82% -

Berdasarkan tabel 5 mengenai hasil validasi oleh ahli pembelajaran diperoleh skor 3,27 (di
atas rata-rata minimum 2,00) dengan persentase 81,82% yang termasuk dalam kriteria sangat baik,
tanpa revisi dan layak diuji cobakan. Masukan dan saran dari guru matematika selaku ahli
pembelajaran yaitu perbaiki kesalahan penulisan dalam E-LKPD serta kalimat yang kurang tepat.

Hasil Uji Validitas E-LKPD oleh Ahli Media

Tabel 6. Data Hasil Validitas E-LKPD oleh Ahli Media


Aspek Penilaian Skor Kriteria
Pernyataan 1 3 Baik
Pernyataan 2 3 Baik
Pernyataan 3 4 Sangat Baik
Pernyataan 4 4 Sangat Baik
Pernyataan 5 4 Sangat Baik
Pernyataan 6 3 Baik

32
Jurnal Terapan Sains & Teknologi E-ISSN: 2721-6209
Fakultas Sains dan Teknologi – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Vol. 4, No. 1, 2022
Aspek Penilaian Skor Kriteria
Pernyataan 7 3 Baik
Pernyataan 8 3 Baik
Pernyataan 9 3 Baik
Pernyataan 10 4 Sangat Baik
Pernyataan 11 4 Sangat Baik
Pernyataan 12 4 Sangat Baik
Total Skor 42 -
Rerata Skor 3,5 Sangat Baik

Persentase 87,5% -

Berdasarkan tabel 6 mengenai data hasil validasi oleh ahli media, diperoleh skor akhir atau
rerata skor 3,5 (di atas rata-rata minimum 2,00) dengan persentase 87,5% yang termasuk dalam
kategori sangat baik dan layak untuk diuji cobakan. Terlepas dari hasil validasi ahli materi masuk
dalam kategori sangat baik dan tanpa revisi, akan tetapi masih ada saran dan masukan yaitu ukuran
huruf diperbesar lagi dan perbanyak soal.

Hasil Revisi E-LKPD


Secara rinci perubahan yang terjadi pada E-LKPD setelah melalui proses validasi ahli
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 7. Kondisi produk setelah proses validasi ahli

NO Kondisi Sebelum Proses Validasi Kondisi Setelah Proses Validasi


1 Pada halaman kompetensi dasar, kompetensi Pada halaman kompetensi dasar, kompetensi inti,
inti, dan tujuan pembelajaran bahasa yang dan tujuan pembelajaran bahasa yang digunakan r
digunakan ruwet dan tidak lugas. lugas dan sederhana.
2 Ukuran huruf pada petunjuk penggunaan E- Ukuran huruf pada petunjuk penggunaan E-LKPD
LKPD terlalu kecil. besar.
3 Latihan soal yang diberikan hanya berjumlah Latihan soal yang diberikan lebih bervariasi dan
4 butir soal. bertambah menjadi 20 butir soal.

Gambar 1. Kondisi produk sebelum validasi ahli dimana bahasa yang digunakan ruwet dan tidak lugas

33
Jurnal Terapan Sains & Teknologi E-ISSN: 2721-6209
Fakultas Sains dan Teknologi – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Vol. 4, No. 1, 2022

Gambar 2. Kondisi produk sesudah validasi ahli dimana bahasa yang digunakan lebih sedrhana dan
lugas.

Gambar 3. Tampilan ukuran huruf sebelum dan sesudah validasi ahli.

Gambar 4. Tampilan jumlah butir soal sebelum validasi ahli.

34
Jurnal Terapan Sains & Teknologi E-ISSN: 2721-6209
Fakultas Sains dan Teknologi – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Vol. 4, No. 1, 2022

Gambar 5. Tampilan jumlah butir soal setelah validasi ahli.

Hasil Uji Coba Lapangan (Skala Kecil) dan Revisi Produk

Pada tahap ini pengujian produk dilakukan terhadap 6 siswa kelas VIII SMPN 17 Malang
yang dipilih secara acak. Peserta didik diberikan link berupa E-LKPD yang sudah dimodifikasi
dalam aplikasi Live Worksheet disertai demonstrasi petunjuk pengerjaan. Setelah selesai
mengerjakan, peserta didik diberikan angket untuk menilai E-LKPD yang dikembangkan peneliti,
dengan tujuan untuk mengetahui aspek kepraktisan produk E-LKPD menggunakan aplikasi Live
Worksheet pada materi volume bangun ruang sisi datar. Adapun kriteria dan rumus yang
digunakan dalam menganalisis data hasil angket menurut Arikunto (dalam Patmalasari dkk, 2017)
adalah sebagai berikut:

Keterangan:
P presentase skor
jumlah skor

Tabel 8. Kriteria Persentase Kepraktisan


Persentase (%) Tingkat Kepraktisan
Tinggi
Sedang
Kurang
Rendah

35
Jurnal Terapan Sains & Teknologi E-ISSN: 2721-6209
Fakultas Sains dan Teknologi – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Vol. 4, No. 1, 2022
Arikunto (dalam Patmalasari dkk, 2017)
E-LKPD dinyatakan praktis apabila tingkat kepraktisan berada pada kategori sedang
dengan persentase minimum 50%. Sehingga apabila tingkat kepraktisan berada pada kategori
kurang dengan persentase kurang dari 50%, maka E-LKPD dinyatakan tidak praktis untuk
digunakan.

Respon Uji Coba Lapangan (Skala Kecil)


Data uji coba lapangan (skala kecil) diperoleh dari siswa kelas VIII SMP Negeri 17
Malang yang berjumlah 6 orang. Analisis data dari uji coba lapangan (skala kecil) adalah sebagai
berikut:

Tabel 9. Hasil Angket Respon Peserta Didik pada Uji Coba Lapangan (skala kecil)
terhadap Produk E-LKPD Matematika
Aspek Penilaian Skor Rerata Skor Persentase Tingkat
Kepraktisan
Pernyataan 1 20 3,3 83,3% Tinggi
Pernyataan 2 19 3,2 79,2% Tinggi
Pernyataan 3 21 3,5 87,5% Tinggi
Pernyataan 4 20 3,3 83,3% Tinggi
Pernyataan 5 23 3,8 95,8% Tinggi
Pernyataan 6 22 3,6 91,7% Tinggi
Pernyataan 7 21 3,5 87,5% Tinggi
Pernyataan 8 20 3,3 83,3% Tinggi
Pernyataan 9 19 3,2 79,2% Tinggi
Pernyataan 10 22 3,3 91,7% Tinggi
Pernyataan 11 22 3,6 91,7% Tinggi
Pernyataan 12 20 3,3 83,3% Tinggi
Pernyataan 13 21 3,3 87,5% Tinggi
Jumlah Skor 270 44,2 1125% -
Rerata Skor - 3,4 85,54% Tinggi

Berdasarkan tabel 9 dapat diketahui bahwa semua aspek penilaian angket respon peserta
didik terhadap E-LKPD yang dikembangkan, melalui uji coba lapangan (skala kecil) diperoleh
total skor 270 dan rerata skor 3,4 serta pesentase 85,54 (di atas persentase minimum yaitu 50%)
dengan tingkat kepraktisan berada dalam kategori tinggi. Kendati demikian masih ada komentar
dan saran dari peserta didik. Komentar dan saran peserta didik dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 10. Komentar dan Saran Peserta Didik pada Uji Coba Lapangan (skala kecil)
Peserta Didik Komentar dan Saran
Komentar : Menurut saya E-LKPD ini
Peserta Didik 4 menyenangkan dan tidak membosankan,
Saran : Suara pada audio perintah mohon
untuk diperkeras lagi.
Komentar : Saya sangat menyukai E-LKPD
ini karena mengandung banyak warna dan
Peserta didik 6 gambar. Selain itu, banyak variasi soal yang
diberikan sehingga tidak membosankan.
Saran : -

36
Jurnal Terapan Sains & Teknologi E-ISSN: 2721-6209
Fakultas Sains dan Teknologi – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Vol. 4, No. 1, 2022

Hasil Uji Coba Lapangan (Skala Besar) Dan Penyempurnaan Produk

Pada tahap ini pengujian produk dilakukan terhadap 20 siswa kelas VIII SMPN 17
Malang yang dipilih secara acak. Peserta didik diberikan link berupa E-LKPD dalam aplikasi Live
Worksheet yang sudah direvisi berdasarkan saran dan masukan pada uji coba lapangan skala kecil,
disertai demonstrasi penggunaan produk. Setelah selesai mengerjakan E-LKPD, peserta didik
diberikan angket untuk menilai E-LKPD yang dikembangkan peneliti, dengan tujuan untuk
mengetahui aspek kepraktisan produk E-LKPD menggunakan aplikasi Live Worksheet pada materi
volume bangun ruang sisi datar. Analisis data dari hasil uji coba lapangan (skala besar) adalah
sebagai berikut:

Tabel 11. Hasil Angket Respon Peserta Didik pada Uji Coba Lapangan (Skala Besar)
terhadap Produk E-LKPD yang Dikembangkan
Aspek Penilaian Skor Rerata Skor Persentase Kriteria
Pernyataan 1 74 3,7 92,5% Tinggi
Pernyataan 2 68 3,4 85% Tinggi
Pernyataan 3 64 3,2 80% Tinggi
Pernyataan 4 77 3,85 96,25% Tinggi
Pernyataan 5 72 3,6 90% Tinggi
Pernyataan 6 62 3,1 77,5% Tinggi
Pernyataan 7 70 3,5 87,5% Tinggi
Pernyataan 8 73 3,65 91,25% Tinggi
Pernyataan 9 69 3,45 86,25% Tinggi
Pernyataan 10 64 3,2 80% Tinggi
Pernyataan 11 66 3,3 82,5% Tinggi
Pernyataan 12 63 3,15 78,75% Tinggi
Pernyataan 13 73 3,65 91,25% Tinggi
Jumlah Skor 895 44,75 1118,75% -
Rerata Skor - 3,44 86% Tinggi

Berdasarkan tabel 11 dapat diketahui bahwa semua aspek penilaian angket respon peserta
didik terhadap LKPD Elektronik yang dikembangkan melalui uji coba lapangan (skala besar)
diperoleh skor sebesar 895 dengan rerata skor 3,44 dan persentase sebesar 86% (di atas persentase
minimum yaitu 50%) yang tergolong dalam tingkat kepraktisan tinggi. Dalam pengisian angket
respon peserta didik, terdapat saran dan komentar untuk produk E-LKPD yang dikembangkan.
Adapun saran dan komentar peserta didik pada uji coba lapangan (skala besar) adalah sebagai
berikut:

Tabel 12. Saran dan Komentar Peserta Didik


pada Uji Coba Lapangan (skala besar)
Peserta Didik Saran dan Komentar
Saya sangat suka menggunakan E-LKPD ini
karena dalam E-LKPD ini banyak komposisi
Peserta Didik 6 warna dan gambar. Semua itu sangat membantu
dalam proses belajar matematika saya.
E-LKPD ini sangat bagus, menarik dan banyak

37
Jurnal Terapan Sains & Teknologi E-ISSN: 2721-6209
Fakultas Sains dan Teknologi – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Vol. 4, No. 1, 2022
Peserta Didik Saran dan Komentar
Peserta Didik 11 warna. Kata-katanya mudah dipahami, sangat
cocok untuk belajar dan soal-soalnya mudah
dipahami.
Menurut saya E-LKPD ini cocok untuk
digunakan karena bagus dilihat dan membuat
Peserta Didik 18 saya tidak malas belajar. Selain itu dapat
menumbuhkan semangat belajar dan wawasan
baru

Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Peserta Didik


Selama pembelajaran menggunakan produk E-LKPD yang dimodifikasi dalam aplikasi
Live Worksheet berlangsung, peserta didik merasa antusias dan tertarik untuk menyelesaikan
permasalahan yang disajikan dalam E-LKPD. Peserta didik merasa senang karena variasi soal yang
disajikan tidak monoton sehingga membantu peserta didik mengingat dan memahami pengertian
dan rumus-rumus pada materi volume bangun ruang sisi datar. Setelah proses pembelajaran selesai,
peneliti memberikan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang berupa tes
tertulis. Hasil dari tes kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik, digunakan untuk
mengetahui tingkat keefektifan produk yang dikembangkan. Tes kemampuan pemecahan masalah
matematika peserta didik langsung diberikan setelah penelitian lapangan skala besar. Data dari uji
coba lapangan (skala besar) diperoleh dari 20 peserta didik kelas VIII SMP Negeri 17 Malang yang
dipilih secara acak. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis untuk mengetahui tingkat
keefektifan produk E-LKPD yang dikembangkan. Adapun rumus dan kriteria yang digunakan
dalam menganalisis efektifitas E-LKPD menurut Widoyoko (dalam Bari dkk, 2020) adalah
sebagai berikut:

Presentase ketuntasan (p)

Tabel 13. Kriteria Penilaian Efektifitas E-LKPD


Persentase Ketuntasan (%) Keterangan
Sangat Baik
Baik
Cukup
20 40 Kurang
20 Sangat Kurang
Widoyoko (dalam Bari dkk, 2020),

E-LKPD dinyatakan efektif apabila tingkat efektifitas berada pada kategori baik dengan
persentase ketuntasan minimum 60%. Sehingga apabila tingkat efektifitas berada pada kategori
cukup dengan persentase kurang dari 60%, maka E-LKPD dinyatakan tidak efektif untuk
digunakan.
Setelah diperoleh data hasil uji coba lapangan selanjutnya data dianalisis untuk
menentukan kriteria keefektifan produk E-LKPD. Adapun hasil dari tes kemampuan pemecahan
masalah matematika pada uji coba lapangan (skala besar) dapat dilihat pada tabel berikut:

38
Jurnal Terapan Sains & Teknologi E-ISSN: 2721-6209
Fakultas Sains dan Teknologi – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Vol. 4, No. 1, 2022

Tabel 14. Hasil Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika


pada Uji Coba Lapangan (Skala Besar)
No Nama Peserta Didik Nilai Keterangan
1 Achmad Cahyo Widodo 87,5 T
2 Aliyah Mafazah 81,25 T
3 Aris Yoga Saputra 56,25 TT
4 Chalisa Evelyn Amelia 71,88 T
5 Dea Amy Paramita 93,75 T
6 Elsa Syelfina Margareta 100 T
7 Fatimatuz Zuhriyah 81,25 T
8 Ghaitsa Nida Alifia Marsha 71,88 T
9 Kinantya Rahmadita Putri 62,5 TT
10 Ilfan Alif 87,5 T
11 Naufal Akbar Hibatullah 75 T
12 Netya Fallah Ayu Khasanah 75 T
13 Nur Laili Asananta 93,75 T
14 Putri Adinda 75 T
15 Putri Ayu Septiana 87,5 T
16 Rendra Prasetyawan 75 T
17 Rohma Karima Gusniarin 75 T
18 Surya Dwi Winata 75 T
19 Vellisha Rahmawati 96,88 T
20 Wela Febi Amelia 75 T

Berdasarkan tabel 14 dapat dilihat bahwa dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah
matematika peserta didik kelas VIII yang berjumlah 20 orang, terdapat 18 peserta didik yang tuntas
dan 2 peserta didik yang tidak tuntas. Maka persentase peserta didik yang tuntas sebesar 90% (di
atas persentase ketuntasan minimum 60%), sedangkan persentase yang tidak tuntas 10%. Oleh
karena itu, tingkat keefektifan produk E-LKPD yang dikembangkan masuk dalam kriteria sangat
baik.

PENUTUP
E-LKPD menggunakan aplikasi Live Worksheet pada materi volume bangun ruang sisi
datar kelas VIII KD 3.1 dan KD 4.1 ini dinyatakan praktis dan efektif digunakan ditinjau dari aspek
kevalidan, kepraktisan dan keefektifan.
1. Aspek Kevalidan meliputi penilaian ahli materi, ahli pembelajaran dan ahli media. Dari hasil
penilaian ahli materi mengenai produk E-LKPD yang dikembangkan diperoleh rerata skor 3,35
dengan persentase 83,82% yang termasuk dalam kriteria sangat baik dan tidak perlu direvisi.
Dari hasil penilaian ahli pembelajaran diperoleh rerata skor 3,27 dengan persentase 81,82%
yang termasuk dalam kriteria sangat baik dan tidak perlu direvisi. Sedangkan dari hasil penilaian
ahli media diperoleh rerata skor 3,5 dengan persentase 87,5% yang termasuk dalam kriteria
sangat baik dan tidak perlu direvisi. Oleh karena itu, produk E-LKPD dinyatakan valid oleh para
ahli. Akan tetapi masih ada saran dan komentar dari ahli validasi untuk menggunakan bahasa
yang lugas dan sederhana, memperhatikan kesalahan penulisan dan kalimat yang kurang tepat,
ukuran huruf terlalu kecil serta memperbanyak soal.
2. Aspek Kepraktisan dinilai berdasarkan hasil angket respon peserta didik pada uji coba
lapangan skala kecil dan skala besar. Pada tahap uji coba lapangan skala kecil diperoleh rerata
skor 3,4 dengan persentase 85,54% masuk dalam kriteria tingkat kepraktisan tinggi.
Sedangkan pada tahap uji coba lapangan skala besar diperoleh rerata skor 3,44 dengan

39
Jurnal Terapan Sains & Teknologi E-ISSN: 2721-6209
Fakultas Sains dan Teknologi – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Vol. 4, No. 1, 2022
presentase 86% masuk dalam kriteria tingkat kepraktisan tinggi, sehingga produk E-LKPD
yang dikembangkan dinyatakan praktis untuk digunakan.
3. Aspek Keefektifan dinilai berdasarkan hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika
peseta didik pada uji coba lapangan skala besar. Hasil dari tes kemampuan pemecahan
masalah matematika peserta didik diperoleh persentase ketuntasan sebesar 90% dengan tingkat
keefektifan sangat baik. Oleh karena itu, produk E-LKPD yang dikembangkan dinyatakan
efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik.

E-LKPD yang dikembangkn melalui aplikasi Live Worksheet ini, mencakup beberapa menu
latihan soal berupa kotak centang, drop down, drag & drop, dan pilihan ganda, sehingga peneliti
lain yang akan merujuk skripsi ini disarankan untuk menggunakan pilihan menu yang lebih
bervariasi.

DAFTAR PUSTAKA

Aisyah, U., Nurmisdaramayani, N., & Azmi, F. 2021. Hubungan Kompetensi Sosial Guru
Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan Karakter Siswa Kelas VIII MTs
Miftahul Jannah Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura. Tarbiatuna: Journal of Islamic
Education Studies, 1(2), 190-200.

Andriyani, N., Hanafi, Y., Safitri B.Y.I., dan Hartini, S. 2020. Penerapan Model Problem Based
Learning Berbantuan Lkpd Live Worksheet Untuk Meningkatkan Keaktifan Mental Siswa
Pada Pembelajaran Tematik Kelas Va Sd Negeri Nogopuro. Prosding pendidikan profesi
guru. Vol.1(1). Hal 122- 130..

Bari, A. J., Ibrahim, M., & Yuliani, Y. 2020. Pengembangan Instrumen Penilaian Kinerja
Keterampilan Membuat Alat Laboratorium Respirometer Sederhana. JPBIO (Jurnal
Pendidikan Biologi), 5(1), 37-45.

Cholidiyah, A. C. 2019. Pengembangan E-LKPD Interaktif Berbasis Realistik yang Terintegrasi


Nilai Keislaman pada Materi Aritmetika Sosial kelas VII. Jurnal Penelitian, Pendidikan,
dan Pembelajaran, 14(2).

Hendri, S., & Kenedi, A. K. 2018. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis
Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas
VIII SMP. Jurnal Inspirasi Pendidikan, 8(2), 10-24.

Herawati, E. P., Gulo, F., & Hartono, H. (2016). Pengembangan lembar kerja peserta didik
(lkpd) interaktif untuk pembelajaran konsep mol di kelas X SMA. Jurnal Penelitian
Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia, 3(2), 168-178.

Hidayati, B. N., & Zulandri, Z. 2021. Efektifitas LKPD Elektronik sebagai Media Pembelajaran
pada Masa Pandemi Covid-19 untuk Guru di YPI Bidayatul Hidayah Ampenan. Jurnal
Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 4(2).

Nasution, M. D., & Oktaviani, W. 2020. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika


Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP Pab
9 Klambir V TP 2019/2020. Journal Mathematics Education Sigma [JMES], 1(1).

Oktariana, A., Luthfiana, M., & Refianti, R. 2019. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS)
Etnomatematika Berbasis Penemuan Terbimbing pada Materi Bangun Ruang Sisi
Datar. Jurnal Pendidikan Matematika: Judika Education, 2(2), 91-101.

40
Jurnal Terapan Sains & Teknologi E-ISSN: 2721-6209
Fakultas Sains dan Teknologi – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Vol. 4, No. 1, 2022

Patmalasari, D., Afifah, D.S.N., & Resbiantoro, G, 2017. Karakteristik Tingkat Kreativitas
Siswa yang Memiliki Disposisi Matematis Tinggi dalam Menyelesaikan Soal Matematika.
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika), 6.(1), 30-38.

Puspita, V., & Dewi, I. P. 2021. Efektifitas E-LKPD berbasis Pendekatan Investigasi terhadap
Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan
Matematika, 5(1), 86-96.

Rhomdani, R. W. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis Web


Menggunakan Blogmath (Blogger & Mathjax). JMPM: Jurnal Matematika dan
Pendidikan Matematika, 2017, 2.2: 145-155.

Sari, S. R. 2018. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Menerapkan Model Pembelajaran


Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament) Berbasis Permainan Ludo untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Perekayasaan Sistem ANtena
Kelas XI SMK Negeri 3 Surabaya. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 7(2).

Sholichah, I., 2017. Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Mind Mapping untuk
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik SMP. Skripsi S1, Unikama.
Malang: Tidak Dipublikasi

Sumandya, I. Wayan. 2019. Pengembangan Skenario Pembelajaran Matematika Berbasis


Vokasional untuk Siswa Kelas XI SMK. AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan
Matematika, 10.2: 244-253.

Sutrimo, S., Kamid, K., & Saharudin, S. 2019. LKPD Bermuatan Inquiry dan Budaya Jambi:
Efektivitas dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis. IndoMath:
Indonesia Mathematics Education, 2(1), 29-36.

Wulandari, H., & Suparman, S. 2020. Analisis Kebutuhan E-LKPD untuk Menstimulus
Kemampuan Berfikir Kritis. Science, Technology, Engineering, Economics, Education,
and Mathematics, 1(1).

41

Anda mungkin juga menyukai