0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan25 halaman

Pembelajaran IPAS untuk Generasi Muda

Diunggah oleh

ramdansaleh96
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan25 halaman

Pembelajaran IPAS untuk Generasi Muda

Diunggah oleh

ramdansaleh96
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

VI.

CAPAIAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL


A. Rasional
Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan yang dihadapi
manusia semakin kompleks. Ilmu pengetahuan dan teknologi
terus dikembangkan untuk menyelesaikan setiap tantangan
tersebut. Oleh karena itu, pola pendidikan Ilmu Pengetahuan
Alam dan Sosial (IPAS) perlu disesuaikan agar generasi muda
dapat menghadapi dan menyelesaikan tantangan masa depan
dengan baik. Mengingat peserta didik yang masih melihat segala
sesuatu dengan cara sederhana, utuh, dan terpadu, maka
pembelajaran IPA dan IPS di SD disampaikan dalam satu mata
pelajaran yaitu IPAS.
IPAS adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup
dan benda mati di alam semesta beserta interaksinya. IPAS juga
mempelajari kehidupan manusia sebagai individu dan sebagai
bagian dari masyarakat yang berinteraksi dengan lingkungannya.
Secara umum, ilmu pengetahuan merujuk pada pengetahuan
yang dikumpulkan serta disusun secara logis dan sistematis
dengan mempertimbangkan hubungan sebab-akibat. Ilmu
pengetahuan mencakup pengetahuan alam dan pengetahuan
sosial.
IPAS berperan dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila
sebagai gambaran ideal profil peserta didik Indonesia. IPAS
membantu peserta didik mengembangkan keingintahuan mereka
terhadap fenomena sekitar. Hal ini mendorong pemahaman
mereka tentang cara alam semesta beroperasi dan berinteraksi
dengan kehidupan manusia di bumi. Pemahaman ini penting
untuk mengidentifikasi permasalahan dan menemukan solusi
menuju pembangunan berkelanjutan, salah satunya terkait
perubahan iklim (penyebab, dampak, dan upaya
pencegahannya). Melalui pemahaman yang baik, peserta didik
diharapkan lebih sadar akan pentingnya bekerja sama dalam
menjaga harmoni bermasyarakat dan bertindak secara
bertanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan bumi.
Pembelajaran IPAS melatih sikap ilmiah peserta didik, termasuk
keingintahuan yang tinggi, kemampuan berpikir kritis dan
analitis, serta kemampuan menyelesaikan permasalahan sehari
yang dihadapinya.
Fokus utama yang ingin dicapai dari pembelajaran IPAS di
jenjang SD bukanlah pada jumlah konten materi yang dapat
diserap oleh peserta didik, tetapi pada kompetensi memanfaatkan
pengetahuan yang dimiliki. Pembelajaran IPAS perlu memberikan
peserta didik kesempatan untuk melakukan eksplorasi dan
investigasi serta mengembangkan pemahaman terkait
lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, mempelajari fenomena
alam serta interaksi manusia dengan alam dan antar manusia
sangat penting dilakukan pada tahapan ini.

B. Tujuan
Dengan mempelajari IPAS, peserta didik diharapkan dapat
1. mengembangkan rasa ingin tahu peserta didik sehingga
termotivasi untuk mengkaji fenomena yang ada di sekitar
manusia, memahami alam semesta dan kaitannya dengan
kehidupan manusia;
2. mengerti siapa dirinya, memahami lingkungan sosial
tempatnya berada serta memaknai kehidupan manusia dan
masyarakat berubah dari waktu ke waktu;
3. berperan aktif dalam memelihara, menjaga, melestarikan
lingkungan alam serta mengelola sumber daya alam dan
lingkungan dengan bijak;
4. mengembangkan keterampilan proses untuk
mengidentifikasi serta merumuskan hingga menyelesaikan
masalah melalui aksi nyata;
5. memahami anggota suatu kelompok masyarakat dan bangsa
serta memahami arti menjadi anggota masyarakat bangsa
dan dunia sehingga peserta didik dapat berkontribusi dalam
menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan dirinya
dan lingkungan di sekitarnya; dan
6. mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep di
dalam IPAS serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-
hari.
C. Karakteristik
Dalam pembelajaran IPAS, ada 2 elemen utama, yakni
pemahaman IPAS (sains dan sosial) dan keterampilan proses.
Dalam melaksanakan pembelajaran, elemen keterampilan proses
adalah cara yang dilakukan untuk memperoleh pemahaman IPAS
sehingga kedua elemen ini disampaikan dalam satu kesatuan
yang utuh yang tidak diturunkan menjadi tujuan pembelajaran
yang terpisah.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran IPAS adalah sebagai
berikut.

Elemen Deskripsi
Pemahaman IPAS Pemahaman IPAS merupakan
pemahaman terhadap fakta, konsep,
prinsip, hukum, teori, dan model pada
materi makhluk hidup dan
lingkungannya; zat dan
perubahannya; energi dan
perubahannya; konektivitas
antarruang dan waktu; interaksi,
komunikasi, dan sosialisasi; institusi
sosial; perilaku ekonomi dan
kesejahteraan; serta perubahan dan
keberlanjutan yang sesuai untuk
menjelaskan serta memprediksi suatu
fenomena atau fakta dan
menerapkannya pada situasi baru.
Keterampilan Proses Keterampilan inkuiri sains terkait
dengan pemahaman peserta didik
tentang konten sains yang
menyediakan struktur dan proses
dimana konten sains dapat tercakup,
meliputi mengamati; mempertanyakan
dan memprediksi; merencanakan dan
melakukan penyelidikan; memproses,
menganalisis data dan informasi;
Elemen Deskripsi
mengevaluasi dan refleksi; serta
mengomunikasikan hasil.
Keterampilan proses tidak selalu
merupakan urutan langkah,
melainkan suatu siklus yang dinamis
yang dapat disesuaikan berdasarkan
perkembangan dan kemampuan
peserta didik.

D. Capaian Pembelajaran
1. Fase B (Umumnya untuk Kelas III dan IV SD/MI/Program
Paket A)
Pada akhir Fase B, peserta didik memiliki kemampuan
untuk memahami karakteristik makhluk hidup; wujud zat
dan perubahannya; energi dan perubahannya; listrik dan
magnet; gaya; pergantian waktu, cuaca, dan musim;
interaksi sosial; letak geografis; serta keanekaragaman
bentang alam, sosial, budaya, dan ekonomi; untuk
digunakan dalam menyelesaikan tantangan yang dihadapi
dalam kehidupan sehari-hari. Konsep-konsep tersebut
memungkinkan peserta didik untuk menerapkan dan
mengembangkan keterampilan inkuiri sains mereka.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman IPAS Peserta didik memahami bentuk
dan fungsi pancaindra; siklus
hidup makhluk hidup dan upaya
pelestariannya; masalah yang
berkaitan dengan pelestarian
sumber daya alam sebagai upaya
mitigasi perubahan iklim; proses
perubahan wujud zat dan
perubahan bentuk energi; sumber
dan bentuk energi serta proses
perubahan bentuk energi dalam
Elemen Capaian Pembelajaran
kehidupan sehari hari; gejala
kemagnetan dalam kehidupan
sehari-hari, jenis gaya dan
pengaruhnya terhadap arah,
gerak, dan bentuk benda; peran,
tugas, dan tanggung jawab serta
interaksi sosial yang terjadi di
sekitar tempat tinggal dan
sekolah; mengenal letak
kota/kabupaten dan provinsi
tempat tinggalnya melalui peta
konvensional/digital; ragam
bentang alam serta
keterkaitannya dengan profesi
masyarakat; keanekaragaman
hayati, keragaman budaya,
kearifan lokal, sejarah keluarga
dan masyarakat tempat
tinggalnya, dan upaya
pelestariannya; serta perbedaan
kebutuhan dan keinginan, nilai
mata uang dan fungsinya.
Keterampilan Proses ● Mengamati
Di akhir fase ini, peserta didik
mengamati fenomena dan
peristiwa secara sederhana
dan dapat mencatat hasil
pengamatannya.
● Mempertanyakan dan
Memprediksi
Secara mandiri, peserta didik
mengajukan pertanyaan
tentang hal-hal yang ingin
diketahui saat melakukan
pengamatan dan membuat
Elemen Capaian Pembelajaran
prediksi berdasarkan
pengetahuan yang dimiliki
sebelumnya.
● Merencanakan dan Melakukan
Penyelidikan
Dengan panduan guru,
peserta didik membuat
rencana dan melakukan
langkah-langkah operasional
untuk menjawab pertanyaan
yang diajukan. Peserta didik
melakukan observasi
menggunakan alat bantu
pengukuran sederhana.
● Memproses, Menganalisis Data
dan Informasi
Dengan panduan guru,
peserta didik
mengorganisasikan data
dalam bentuk turus dan
diagram gambar untuk
menyajikan dan
mengidentifikasi pola. Peserta
didik membandingkan antara
hasil pengamatan dengan
prediksi dan memberikan
penjelasan.
● Mengevaluasi dan Refleksi
Peserta didik melakukan
refleksi terhadap penyelidikan
yang sudah dilakukan.
● Mengomunikasikan Hasil
Peserta didik
mengomunikasikan hasil
Elemen Capaian Pembelajaran
penyelidikan secara lisan dan
tertulis dalam berbagai media.

2. Fase C (Umumnya untuk Kelas V dan VI SD/MI/Program


Paket A)
Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan
untuk memahami sistem organ tubuh manusia; ekosistem;
siklus air; bunyi dan cahaya; energi; tata surya; letak dan
kondisi geografis; perjuangan para pahlawan; keragaman
budaya; dan kegiatan ekonomi yang berfungsi sebagai dasar
untuk melakukan suatu tindakan; untuk digunakan dalam
mengambil suatu keputusan atau menyelesaikan
permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari
berdasarkan pemahamannya terhadap materi yang telah
dipelajari. Konsep-konsep tersebut memungkinkan peserta
didik untuk menerapkan dan mengembangkan keterampilan
inkuiri sains mereka.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman IPAS Peserta didik memahami sistem
organ tubuh manusia yang
dikaitkan dengan cara menjaga
kesehatan tubuhnya; hubungan
antar komponen biotik dan abiotik
serta pengaruhnya terhadap
ekosistem; siklus air dan
kaitannya dengan upaya menjaga
ketersediaan air; fenomena
gelombang bunyi dan cahaya
dalam kehidupan sehari-hari;
upaya penghematan energi serta
pemanfaatan sumber energi
alternatif dari sumber daya yang
ada di sekitarnya sebagai upaya
mitigasi perubahan iklim; sistem
Elemen Capaian Pembelajaran
tata surya dan kaitannya dengan
rotasi dan revolusi bumi; letak
dan kondisi geografis negara
Indonesia melalui peta
konvensional/digital; sejarah
perjuangan para pahlawan di
lingkungan sekitar tempat
tinggalnya; keragaman budaya
nasional yang dikaitkan dengan
konteks kebinekaan berdasarkan
pemahamannya terhadap nilai-
nilai kearifan lokal yang berlaku
di wilayahnya; serta kegiatan
ekonomi masyarakat dan ekonomi
kreatif di lingkungan sekitar.
Keterampilan Proses ● Mengamati
Peserta didik mengamati
fenomena dan peristiwa secara
sederhana, mencatat hasil
pengamatannya, serta mencari
persamaan dan perbedaannya.
● Mempertanyakan dan
Memprediksi
Dengan panduan, peserta
didik mengidentifikasi
pertanyaan yang dapat
diselidiki secara ilmiah dan
membuat prediksinya.
● Merencanakan dan Melakukan
Penyelidikan
Secara mandiri, peserta didik
merencanakan dan melakukan
langkah-langkah operasional
untuk menjawab pertanyaan
yang diajukan. Peserta didik
Elemen Capaian Pembelajaran
melakukan observasi
menggunakan alat bantu
pengukuran sederhana.
● Memproses serta Menganalisis
Data dan Informasi
Peserta didik mengolah data
dalam bentuk tabel dan grafik
serta menjelaskan hasil
pengamatan dan pola atau
hubungan pada data. Peserta
didik membandingkan data
dengan prediksi dan
memberikan alasan
berdasarkan bukti.
● Mengevaluasi dan Refleksi
Melakukan refleksi dan
memberikan saran perbaikan
terhadap penyelidikan yang
sudah dilakukan.
● Mengomunikasikan Hasil
Peserta didik
mengomunikasikan hasil
penyelidikan secara utuh yang
ditunjang dengan argumen
dalam berbagai media.

VII. CAPAIAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


A. Rasional
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah aktivitas intelektual yang
memberi pengalaman belajar untuk memahami cara kerja alam
semesta dan kontribusi IPA terhadap keberlangsungan
kehidupan melalui pendekatan-pendekatan empiris yang dapat
dipertanggungjawabkan. Pemahaman IPA ini dapat mendorong
peserta didik untuk mengeksplorasi hal-hal yang belum
diketahui, menginvestigasi fenomena-fenomena, membuat
prediksi, dan memecahkan berbagai permasalahan sains yang
pada akhirnya terkait dengan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.
Pemahaman peserta didik terhadap IPA menjadi dasar dalam
melakukan aksi nyata untuk berkontribusi positif pada
pengembangan diri dan lingkungannya.
Pada Kurikulum Merdeka, IPA menjadi mata pelajaran tersendiri
pada Fase D dan Fase E. Hal tersebut bertujuan memberikan
kesempatan yang lebih luas pada peserta didik untuk
mempelajari topik-topik dalam bidang keilmuan fisika, kimia,
biologi, serta bumi dan antariksa. Pembelajaran IPA melatih sikap
ilmiah, antara lain keingintahuan yang tinggi, berpikir kritis,
analitis, terbuka, jujur, bertanggung jawab, objektif, tidak mudah
putus asa, tekun, solutif, sistematis, dan mampu mengambil
kesimpulan yang tepat.
Ilmu Pengetahuan Alam berperan sangat besar dalam kehidupan
peserta didik sehingga mereka dapat menjaga keselamatan diri,
orang lain, dan alam; mencari potensi-potensi yang terpendam
dari alam, baik yang terbarukan maupun yang tidak terbarukan;
serta membantu manusia mengambil keputusan dalam
menyelesaikan masalah.
Mata pelajaran IPA merupakan sarana yang strategis dalam
mengembangkan profil pelajar Pancasila. Peserta didik
membangun iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia melalui pemahamannya terhadap alam semesta
ciptaan Tuhan. Selanjutnya pendekatan saintifik dapat
meningkatkan kemampuan bernalar kritis dan kreatif dalam
memproses dan mengelola informasi baik kualitatif maupun
kuantitatif secara objektif, membangun keterkaitan antara
berbagai informasi, melakukan analisis, melakukan evaluasi,
menarik kesimpulan, dan menerapkan hal yang dipelajari dalam
situasi baru. Mata pelajaran IPA juga memfasilitasi peserta didik
untuk mandiri dan mampu berkolaborasi, serta dapat menggali
potensi yang dimiliki Indonesia dan mengidentifikasi masalah
yang ada di sekitarnya dalam perspektif global.
B. Tujuan
Dengan mempelajari IPA, peserta didik dapat:
1. mengembangkan ketertarikan dan rasa ingin tahu sehingga
peserta didik terpacu untuk mengkaji fenomena yang ada di
sekitar manusia, memahami bagaimana sistem alam
semesta bekerja, memberikan dampak timbal-balik bagi
kehidupan manusia, dan memahami kontribusi IPA dalam
keberlangsungan kehidupan;
2. berperan aktif dalam memelihara, menjaga, melestarikan
lingkungan alam, serta mengelola sumber daya alam dan
lingkungan dengan bijak;
3. melakukan kerja ilmiah dan menumbuhkan sikap ilmiah;
dan
4. mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-
konsep di dalam IPA sehingga dapat berkontribusi dalam
menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan dirinya
dan lingkungan di sekitarnya dalam perspektif global.

C. Karakteristik
IPA pada Fase D diajarkan secara terpadu, sedangkan pada Fase
E dapat diajarkan tersendiri melalui mata pelajaran Fisika,
Kimia, dan Biologi ataupun terpadu, seperti Fase D. Materi IPA
yang diajarkan terpadu pada Fase E dilaksanakan dengan unit of
inquiry, yaitu sebuah projek untuk menyelesaikan sebuah
masalah atau isu lingkungan dari berbagai sudut pandang baik
itu fisika, kimia, dan biologi.
Ada dua elemen utama dalam pendidikan IPA, yakni pemahaman
IPA dan keterampilan proses. Dalam melaksanakan
pembelajaran, elemen keterampilan proses adalah cara yang
dilakukan untuk memperoleh pemahaman IPA sehingga kedua
elemen ini disampaikan dalam satu kesatuan yang utuh dan
tidak diturunkan menjadi tujuan pembelajaran terpisah.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran IPA adalah sebagai
berikut.
Elemen Deskripsi
Pemahaman IPA Pemahaman fakta, konsep, prinsip,
hukum, teori dan model pada materi
makhluk hidup dan lingkungannya,
zat dan sifatnya, energi dan
perubahannya, gelombang, serta bumi
dan antariksa, yang sesuai untuk
menjelaskan dan memprediksi
fenomena serta menerapkannya pada
situasi baru.
Keterampilan Proses Keterampilan inkuiri sains terkait
dengan pemahaman peserta didik
tentang konten sains yang
menyediakan struktur dan proses
dimana konten sains dapat tercakup.
Keterampilan tersebut meliputi
keterampilan mengamati;
mempertanyakan dan memprediksi;
merencanakan dan melakukan
penyelidikan; memproses,
menganalisis data dan informasi;
mengevaluasi dan refleksi; dan
mengomunikasikan hasil.
Keterampilan proses tidak selalu
merupakan urutan langkah,
melainkan suatu siklus yang dinamis
yang dapat disesuaikan berdasarkan
perkembangan dan kemampuan
peserta didik.

D. Capaian Pembelajaran
1. Fase D (Umumnya untuk Kelas VII, VIII dan IX
SMP/MTs/Program Paket B)
Pada akhir Fase D, peserta didik memahami proses
identifikasi makhluk hidup, sifat dan karakteristik zat,
sistem organisasi kehidupan, interaksi makhluk hidup
dengan lingkungannya, upaya mitigasi perubahan iklim,
pewarisan sifat, dan bioteknologi di lingkungan sekitarnya.
Mereka juga memahami pengukuran, gerak dan gaya,
tekanan dan pesawat sederhana, konsep usaha dan energi,
pengaruh kalor dan perubahan suhu, gelombang, gejala
kemagnetan dan kelistrikan, pemanfaatan sumber energi
listrik ramah lingkungan, posisi bulan-bumi-matahari, sifat
fisika dan kimia tanah, serta penggunaan zat aditif dalam
penyelesaian masalah yang dihadapi dalam kehidupan
sehari-hari. Konsep-konsep tersebut memungkinkan peserta
didik untuk menerapkan dan mengembangkan keterampilan
inkuiri sains mereka.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman IPA Peserta didik memahami proses
identifikasi makhluk hidup sesuai
dengan karakteristiknya; sifat dan
karakteristik zat, perubahan
fisika dan kimia, serta pemisahan
campuran sederhana; sistem
organisasi kehidupan, fungsi,
serta kelainan atau gangguan
yang muncul pada sistem organ;
interaksi antar makhluk hidup
dan lingkungannya dalam
merancang upaya-upaya untuk
mencegah dan mengatasi
perubahan iklim; serta pewarisan
sifat dan penerapan bioteknologi
di lingkungan sekitarnya.
Peserta didik melakukan
pengukuran terhadap aspek fisis
yang mereka temui dan
memanfaatkan ragam gerak dan
gaya, tekanan, serta pesawat
sederhana.
Elemen Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami
hubungan konsep usaha dan
energi, pengaruh kalor dan
perpindahannya terhadap
perubahan suhu, gelombang dan
pemanfaatannya dalam
kehidupan sehari-hari, gejala
kemagnetan dan kelistrikan
untuk menyelesaikan tantangan
yang dihadapi dalam kehidupan
sehari-hari termasuk
pemanfaatan sumber energi listrik
ramah lingkungan.
Peserta didik mengelaborasikan
pemahamannya mengenai posisi
relatif bumi-bulan-matahari
dalam sistem tata surya untuk
menjelaskan fenomena alam dan
perubahan iklim. Peserta didik
memahami sifat fisika dan kimia
tanah dan menganalisis
hubungannya dengan organisme,
perubahan iklim, serta pelestarian
lingkungan.
Peserta didik memiliki keteguhan
dalam mengambil keputusan yang
tepat untuk menghindari zat aditif
dan adiktif yang membahayakan
dirinya dan lingkungan.
Keterampilan Proses ● Mengamati
Peserta didik mampu
melakukan pengamatan
terhadap fenomena dan
peristiwa di sekitarnya dan
mencatat hasil
Elemen Capaian Pembelajaran
pengamatannya dengan
memperhatikan karakteristik
objek yang diamati.
● Mempertanyakan dan
Memprediksi
Secara mandiri, peserta didik
mampu mengidentifikasi
pertanyaan yang dapat
diselidiki secara ilmiah dan
membuat prediksinya.
● Merencanakan dan Melakukan
Penyelidikan
Peserta didik mampu
merencanakan dan melakukan
langkah-langkah operasional
untuk menjawab pertanyaan.
Peserta didik menggunakan
alat bantu pengukuran untuk
mendapatkan data yang
akurat dan memahami adanya
potensi kekeliruan dalam
penyelidikan.
● Memproses, Menganalisis Data
dan Informasi
Peserta didik mampu
mengolah data dalam bentuk
tabel, grafik, dan model serta
menjelaskan hasil
pengamatan dan pola atau
hubungan pada data. Peserta
didik mengumpulkan data
dari penyelidikan yang
dilakukannya, serta
menggunakan pemahaman
sains untuk mengidentifikasi
Elemen Capaian Pembelajaran
hubungan dan menarik
kesimpulan berdasarkan
bukti.
● Mengevaluasi dan Refleksi
Peserta didik mampu
mengidentifikasi sumber
ketidakpastian dan
kemungkinan penjelasan
alternatif dalam rangka
mengevaluasi kesimpulan,
serta menjelaskan cara
spesifik untuk meningkatkan
kualitas data.
● Mengomunikasikan Hasil
Peserta didik mampu
mengomunikasikan hasil
penyelidikan secara sistematis
dan utuh yang ditunjang
dengan argumen dan bahasa
yang sesuai konteks
penyelidikan.

2. Fase E (Umumnya untuk Kelas X SMA/MA/Program Paket


C)
Pada akhir Fase E, peserta didik mengidentifikasi benda-
Pada akhir Fase E, peserta didik memiliki kemampuan
untuk memahami sistem pengukuran, energi alternatif,
ekosistem, bioteknologi, keanekaragaman hayati, struktur
atom, reaksi kimia, hukum-hukum dasar kimia, dan
perubahan iklim sehingga responsif dan dapat berperan aktif
dalam menyelesaikan masalah pada isu-isu lokal dan global.
Semua upaya tersebut diarahkan pada pencapaian tujuan
pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development
Goals/SDGs).
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman IPA Peserta didik memahami proses
klasifikasi makhluk hidup;
peranan virus, bakteri, dan jamur
dalam kehidupan; ekosistem dan
interaksi antarkomponen serta
faktor yang mempengaruhi; dan
pemanfaatan bioteknologi dalam
berbagai bidang kehidupan.
Peserta didik memahami sistem
pengukuran dalam kerja ilmiah;
energi alternatif dan
pemanfaatannya untuk mengatasi
permasalahan ketersediaan
energi.
Peserta didik memahami struktur
atom dan kaitannya dengan sifat
unsur dalam tabel periodik; serta
memahami reaksi kimia, hukum-
hukum dasar kimia, dan
perannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Peserta didik menerapkan
pemahaman IPA untuk mengatasi
permasalahan berkaitan dengan
perubahan iklim.
Keterampilan Proses ● Mengamati
Peserta didik mengamati
fenomena ilmiah dan mencatat
hasil pengamatannya dengan
memperhatikan karakteristik
dari objek yang diamati untuk
memunculkan pertanyaan yang
akan diselidiki.
● Mempertanyakan dan
Memprediksi
Elemen Capaian Pembelajaran
Peserta didik mengidentifikasi
pertanyaan dan permasalahan
yang dapat diselidiki secara
ilmiah. Peserta didik
menghubungkan pengetahuan
yang telah dimiliki dengan
pengetahuan baru untuk
membuat prediksi.
● Merencanakan dan Melakukan
Penyelidikan
Peserta didik merencanakan
penyelidikan ilmiah dan
melakukan langkah-langkah
operasional berdasarkan
referensi yang benar untuk
menjawab pertanyaan. Peserta
didik melakukan pengukuran
atau membandingkan variabel
terikat dengan menggunakan
alat yang sesuai serta
memperhatikan kaidah ilmiah.
● Memproses, Menganalisis Data
dan Informasi
Peserta didik menafsirkan
informasi yang diperoleh
dengan jujur dan bertanggung
jawab. Peserta didik
menganalisis menggunakan alat
dan metode yang tepat
berdasarkan data penyelidikan
dengan menggunakan referensi
rujukan yang sesuai, serta
menyimpulkan hasil
penyelidikan.
● Mengevaluasi dan Refleksi
Elemen Capaian Pembelajaran
Peserta didik mengidentifikasi
sumber ketidakpastian dan
kemungkinan penjelasan
alternatif dalam rangka
mengevaluasi kesimpulan serta
menjelaskan cara spesifik
untuk meningkatkan kualitas
data. Peserta didik menganalisis
validitas informasi dan
mengevaluasi pendekatan yang
digunakan untuk
menyelesaikan masalah dalam
penyelidikan.
● Mengomunikasikan Hasil
Peserta didik
mengomunikasikan hasil
penyelidikan secara sistematis
dan utuh ditunjang dengan
argumen ilmiah berdasarkan
referensi sesuai konteks
penyelidikan.

VIII. CAPAIAN PEMBELAJARAN FISIKA


A. Rasional
Fisika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam
yang mengkaji sifat-sifat materi dalam ruang dan waktu beserta
konsep-konsep gaya dan energi terkait. Fisika mengkaji fenomena
alam mulai dari skala atomik hingga jagat raya dengan
menggunakan nalar ilmiah secara objektif dan kuantitatif yang
terwujud dalam proses pengamatan, pengukuran, perancangan
model hubungan antarvariabel yang terlibat yang mencerminkan
keteraturan alam, serta penarikan kesimpulan yang terwujud
dalam suatu teori yang valid dan dapat diaplikasikan. Fisika
mendasari perkembangan khasanah bidang ilmu pengetahuan
alam lainnya serta perkembangan teknologi modern yang
memudahkan kehidupan manusia diawali dari perkembangan
mekanik dan permesinan, otomotif, komputer dan otomasi, serta
teknologi informasi dan komunikasi.
Mata pelajaran Fisika diajarkan sebagai mata pelajaran
tersendiri. Pemahaman fisika yang tepat berguna untuk
memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari dan
menjadi jembatan keberhasilan peserta didik dalam menempuh
studi lanjut di perguruan tinggi baik pada ilmu-ilmu dasar/sains
maupun ilmu-ilmu keteknikan/rekayasa dan teknologi.
Pada proses pembelajaran fisika, peserta didik dilatih untuk
melakukan penelitian sederhana mengenai fenomena alam.
Peserta didik belajar mengamati, mempertanyakan dan
memprediksi, merencanakan dan melakukan penyelidikan,
memproses serta menganalisis data dan informasi, mengevaluasi
dan refleksi, serta mengomunikasikan hasil. Peserta didik dilatih
untuk memiliki penalaran ilmiah, kemampuan berpikir kritis dan
keterampilan memecahkan masalah. Peserta didik dilatih untuk
dapat hidup selaras berdasarkan hukum alam serta mengelola
sumber daya alam dan lingkungan dengan bijak, hingga
mendukung upaya mitigasi dan pengurangan dampak bencana
alam secara optimal.
Sebagai ilmu yang mempelajari fenomena alam, fisika
mengajarkan kesadaran diri manusia sebagai bagian dari alam
yang menjadi jalan agar peserta didik dapat beriman, bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia; berinteraksi
dengan mengedepankan kebhinekaan global dan gotong royong;
serta memiliki standar perilaku yang mandiri, bernalar kritis, dan
kreatif yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila.

B. Tujuan
Dengan mempelajari ilmu fisika, peserta didik dapat
1. membentuk sikap religius melalui fisika dengan menyadari
keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan
kebesaran Tuhan Yang Maha Esa;
2. memupuk integritas dan sikap jujur, adil, bertanggung
jawab, menghormati martabat individu, kelompok, dan
komunitas, serta berkebhinekaan global;
3. memperdalam pemahaman tentang prinsip-prinsip fisis
alam semesta yang konsisten sehingga memiliki
kemampuan berpikir kritis dilengkapi dengan keterampilan
penalaran kuantitatif;
4. memiliki sikap ilmiah, mengembangkan rasa ingin tahu,
memiliki pengalaman untuk dapat merumuskan masalah
secara kreatif, mengajukan dan menguji hipotesis melalui
percobaan, merancang dan merakit instrumen percobaan,
mengumpulkan, mengolah, dan menafsirkan data, serta
mengomunikasikan hasil percobaan baik lisan maupun
tulisan secara mandiri maupun berkelompok;
5. memahami kekuatan dan keterbatasan diri untuk
mendukung pembelajaran dan pengembangan diri, memiliki
keinginan dalam mengembangkan pengalaman belajar, dan
menjadi pemelajar sepanjang hayat; serta
6. mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-
konsep fisika serta menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari.

C. Karakteristik
Mata pelajaran Fisika diorganisasikan dalam 2 (dua) elemen,
yaitu pemahaman fisika dan keterampilan proses. Pada Fase F,
cakupan materi elemen pemahaman fisika adalah mekanika,
termodinamika, gelombang, elektromagnetika, dan fisika modern.
Elemen keterampilan proses diartikan sebagai keterampilan yang
dikembangkan dan dibutuhkan peserta didik untuk mencapai
pemahaman yang lebih dalam tentang konsep sains dan
bagaimana pemikiran ilmiah diterapkan sehingga dalam proses
pembelajarannya, elemen ini merupakan satu kesatuan utuh
yang tidak diturunkan menjadi tujuan pembelajaran yang
terpisah.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Fisika adalah
sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Pemahaman Fisika Pemahaman fakta, konsep, prinsip,
hukum, teori, dan model pada materi
mekanika; fluida; gelombang;
termodinamika; kelistrikan dan
kemagnetan; dan fisika modern, yang
sesuai untuk menjelaskan dan
memprediksi fenomena serta
menerapkannya pada situasi baru.
Keterampilan Keterampilan inkuiri sains terkait
Proses dengan pemahaman peserta didik
tentang konten fisika yang
menyediakan struktur dan proses
dimana konten fisika dapat tercakup.
Keterampilan tersebut meliputi
keterampilan mengamati;
mempertanyakan dan memprediksi;
merencanakan dan melakukan
penyelidikan; memproses, menganalisis
data dan informasi; mengevaluasi dan
refleksi; serta mengomunikasikan hasil.
Keterampilan proses tidak selalu
merupakan urutan langkah, melainkan
suatu siklus yang dinamis yang dapat
disesuaikan berdasarkan
perkembangan dan kemampuan
peserta didik.

D. Capaian Pembelajaran
Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII SMA/MA/Program
Paket C)
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu memahami konsep
kinematika dan dinamika, fluida, termodinamika, gelombang,
kelistrikan dan kemagnetan, serta fisika modern. Konsep-konsep
tersebut memungkinkan peserta didik untuk menerapkan dan
mengembangkan keterampilan inkuiri sains mereka.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman Fisika Peserta didik mampu memahami
konsep gerak, yaitu hubungan gaya
dan gerak serta pemanfaatannya
untuk menjelaskan fenomena alam,
desain, atau rekayasa struktur;
penerapan hukum fluida dalam
kehidupan sehari-hari; konsep kalor
dan termodinamika serta
penerapannya untuk menganalisis
dampak perubahan iklim; gejala
gelombang dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari; rangkaian
listrik dan fenomena elektromagnetik;
teori dasar fisika modern dan
pengaruhnya terhadap perkembangan
teknologi; serta teori dasar digital dan
penggunaannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Keterampilan Proses • Mengamati
Peserta didik mengamati fenomena
ilmiah dan mencatat hasil
pengamatannya dengan
memperhatikan detail dari objek
yang diamati untuk memunculkan
pertanyaan yang akan diselidiki.
• Mempertanyakan dan Memprediksi
Peserta didik merumuskan
pertanyaan ilmiah dan hipotesis
yang dapat diselidiki secara ilmiah.
• Merencanakan dan Melakukan
Penyelidikan
Peserta didik merencanakan dan
memilih metode yang sesuai
berdasarkan referensi untuk
Elemen Capaian Pembelajaran
mengumpulkan data yang dapat
dipercaya. Peserta didik memilih
dan menggunakan alat dan bahan,
termasuk penggunaan teknologi
digital yang sesuai untuk
mengumpulkan serta mencatat data
secara sistematis dan akurat.
• Memproses, Menganalisis Data dan
Informasi
Peserta didik menafsirkan informasi
yang didapatkan dengan jujur dan
bertanggung jawab. Peserta didik
menggunakan berbagai metode
untuk menganalisis pola dan
kecenderungan pada data. Peserta
didik mendeskripsikan hubungan
antar variabel serta
mengidentifikasi inkonsistensi yang
terjadi. Peserta didik menggunakan
pengetahuan ilmiah untuk menarik
kesimpulan yang konsisten dengan
hasil penyelidikan.
• Mengevaluasi dan Refleksi
Peserta didik mengidentifikasi
sumber ketidakpastian dan
kemungkinan penjelasan alternatif
dalam rangka mengevaluasi
kesimpulan, serta menjelaskan cara
spesifik untuk meningkatkan
kualitas data. Peserta didik
menganalisis validitas informasi
dari sumber primer dan sekunder
dan mengevaluasi pendekatan yang
digunakan untuk menyelesaikan
masalah dalam penyelidikan.
Elemen Capaian Pembelajaran
• Mengomunikasikan Hasil
Peserta didik mengomunikasikan
hasil penyelidikan secara sistematis
dan utuh ditunjang dengan
argumen ilmiah dan terbuka
terhadap pendapat yang lebih
relevan.

IX. CAPAIAN PEMBELAJARAN KIMIA


A. Rasional
Kimia adalah kajian teoritis dan praktis mengenai interaksi,
struktur dan sifat berbagai macam bahan, serta perubahannya
dan energi yang menyertai perubahan tersebut. Penyelidikan dan
pengertian pada tingkat atom yang mikroskopis dapat dipelajari
dengan lebih mudah melalui simbol dan visualisasi untuk
memahami berbagai fenomena dunia nyata yang bersifat
makroskopis. Pemahaman tentang struktur dan proses kimia
digunakan untuk beradaptasi dan berinovasi guna memenuhi
kebutuhan ekonomi, lingkungan, sosial, dan perkembangan
IPTEK di dunia yang terus berkembang. Hal ini termasuk
mengatasi tantangan perubahan iklim global dan keterbatasan
energi dengan merancang proses untuk memaksimalkan
penggunaan sumber daya bumi yang terbatas secara efisien.
Kimia merupakan pembelajaran yang bersifat praktis. Peserta
didik dilatih untuk melakukan penelitian kualitatif dan
kuantitatif sederhana baik secara individu maupun kolaboratif
mengenai berbagai fenomena kehidupan dunia nyata. Peserta
didik belajar membangun pengetahuan melalui kegiatan
menemukan permasalahan, membuat hipotesis, merancang
percobaan sederhana, melakukan percobaan atau penyelidikan,
mencatat data hasil percobaan/penyelidikan, menganalisis data
dan menafsirkan data, menarik kesimpulan dan
mengomunikasikan hasil percobaan/penyelidikan baik secara
tertulis maupun lisan. Secara tidak langsung, peserta didik dapat

Anda mungkin juga menyukai