Komponen dan Prinsip Transmisi Manual
Komponen dan Prinsip Transmisi Manual
Page 1 of 52
Daftar Isi
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR PUSTAKA
Page 3 of 52
Bab INDENTIFIKASI SISTEM TRANSMISI DAN
KOMPONENNYA
1
Indikator :
1. Siswa Mampu Menyebutkan pengertian roda gigi
2. Siswa mampu menjelaskan fungsi roda gigi pada kendaraan
3. Siswa mampu menjelaskan tentang perbandingan roda gigi
4. Siswa mampu mengindentifikasikan komponen transmisi manual
Page 4 of 52
a). Roda Gigi Jenis Spur b). Roda Gigi Jenis
Bentuk giginya lurus Double Helical
sejajar dengan poros, Bentuk giginya dobel
dipergunakan untuk miring terhadap poros,
roda gigi geser atau dipergunakan untuk
yang bisa digeser roda gigi tetap atau
(Sliding mesh). yang tidak bisa digeser
(Constant mesh dan
synchro-mesh).
-
D. Komponen – Komponen Transmisi Manual
Komponen-komponen utama sistem transmisi dan fungsi-fungsinya
Transmission input saft Sebuah poros dioperasikan dengan kopling yang memutar gigi di
Poros input transmisi dalam gear box
Transmission gear
Untuk mengubah output gaya torsi yang meninggalkan transmisi
Gigi transmisi
Synchroniser Komponen yang memungkinkan pemindahan gigi pada saat mesin
Gigi penyesuai bekerja/hidup
Shift fork Batang untuk memindah gigi atau syncroniser pada porosnya
Garpu pemindah sehingga memungkinkan gigi untuk dipasang/dipindah
Shift lingkage Batang/tuas yang menghubungkan tuas persneling dengan shift
Tuas penghubung fork.
Gear shift lever
Tuas yang memungkinkan sopir memindah gigi transmisi.
Tuas pemindah presnelling
Transmission case Sebagai dudukan bearing transmisi dan poros-poros serta sebagai
Bak transmisi wadah oli/minyak transmisi
Output saft
Poros yang mentransfer torsi dari transmisi ke gigi terakhir
Poros output
Bearing Mengurangi gesekan antara permukaan benda yang berputar di
Bantalan/laker dalam sistem transmisi
Extension housing Melingkupi poros output transmisi dan menahan seal oli belakang.
Pemanjangan bak Juga menyokong poros output.
Counter Gear
Sebagai penghasil torsi dari gigi input ke gigi kecepatan
(Gigi Konter)
Speedometer Gear
Sebagai penggerak kabel mengukur rpm kecepatan kendaraan.
(gigi speedometer)
Page 6 of 52
ambar 1.3. Detail Komponen –
52
PERPINDAHAN DAYA PADA TRANSAXLE
Neutral
Input Shaft 2nd Drive Gear2nd Gear1stGear
Page 10 of 52
Fifth Gear Reverse Gear
Rumus :
Dimana :
PG = Pemindahan Gigi
n1 = putaran/Rpm Poros pada gigi Input n2
= putaran/rpm poros pada gigi output B1 =
Momen putar pada gigi input
B2 = Momen putar pada gigi output
G = Rendemen/Daya Guna
Z = Jumlah Gigi
Contoh Soal :
Suzuki Carry 1.6 Real Van mempunyai Spesifikasi sebagai berikut : Tipe transmisi 5 Kecepatan Maju 1
mundur. Putaran Poros Input (n1) : 5000 Rpm ; torque = 450 N.m
Z1 = 25 Z6 = 32 Z11 = 25
Z2 = 40 Z7 = 42 Z12 = 24
Z3 = 20 Z8 = 35 Z13 = Z idler Gear Reverse = 18
Z4 = 45 Z9 = 25 Z14 =Reverse Gear = 20
Z5 = 32 Z10 = 40
Hitunglah putaran poros masing – masing gigi ?
Penyelesaian :
Page 11 of 52
Gigi 5 (Fifth Gear) Gigi Mundur (Reverse Gear)
Contoh Soal :
Bila torque engine pada Suzuki Carry 1.6 Real Van adalah 450 N.m maka torque pada masing –masing
kecepatan adalah....
a. Torsi pada kecepatan pertama adalah : 450 N.m x 3,600 =1620 Nm
b. Torsi pada kecepatan kedua adalah : 450 N.m x 2,100 = 945 Nm
c. Torsi pada kecepatan ketiga adalah : 450 N.m x 1,556 = 700 Nm
d. Torsi pada kecepatan keempat adalah : 450 N.m x 1,000 = 450 Nm
e. Torsi pada kecepatan ke lima adalah : 450 N.m x 0,855 = 384,75 Nm
f. Torsi pada kecepatan Mundur adalah : 450 N.m x 3,789 =1705,05 Nm
1000 945
800
700
600
e
Page 12 of 52
BAB KLASSIFIKASI TRANSmiSI MANUAL
2 Indikator :
1. Siswa menyebutkan jenis – jenis transmisi
2. Siswa menjelaskan konsep kerja jenis-jenis transmisi
Page 13 of 52
Gambar 2.3. Konsruksi Unit Synchromesh
Sistem synchromesh ini yang kemudian dipergunakan pada transmisi manual sampai saat ini.
2. Tahap Pertama.
Hub sleeve mendorong bagian atas dari
insert dan insert mendorong blocker ring
sehingga blocker ring berhubungan dengan
dog gear yang menyebabkan blocker ring ikut
berputar
3. Tahap Kedua
Hub sleeve mendorong dengan kuat chamfer
dari blocker ring dan blocker ring menekan dog
gear menyebabkan kecepatan putar dari gigi
percepatan sama dengan kecepatan putar hub
sleeve.
Page 14 of 52
dapat ditentukan dengan metode berikut :
Page 17 of 52
(1) Untuk menentukan suara abnormal yang timbul dari transmisi atau bukan, hubungkan kopling
sementara mesin idling dengan kendaraan dalam posisi diam.
(2) Bila timbul suara saat kopling dihubungkan tapi tidak terdengar bila kopling dibebaskan, dapat
disimpulkan bahwa penyebab bunyi abnormal terletak pada bagian komponen luar daripada
transaxle.
(3) Suara abnormal akan terdengar bila kendaraan sedang berjalan, bila transmisi dan transaxle
mendapat beban.
Dari gejala-gejala di atas dapat dianalisis faktor penyebab, dan proses perawatan atau perbaikannya.
Hasil analisis seperti terlihat pada tabel berikut ini.
Pemeriksaan dan
Keluhan Kemungkinan Penyebab
Perbaikan
Perpindahan antar Poros persneling atau penyambung Betulkan atau di Press
gigi sulit bengkok
Kabel kopling tidak disetel baik Periksa setelannya atau ganti
Garpu persneling aus Ganti
Poros persneling aus Ganti
Roda gigi atau selongsong Sinkronizer Ganti bagian yang aus atau
macet pada poros dan pemutarnya. beri pelumasan
Cincin atau pegas penyerempak aus. Ganti bagian yang aus
Level pelumasan rendah. Isi dengan pelumas yang
sesuai.
Menggunakan pelumas yang tidak sesuai Kucurkan dan ganti dengan
pelumas yang sesuai.
Poros input atau bantalan pilot bengkok Ganti bantalan pilot atau
poros input.
Gigi eksternal aus dan mengelupas. Ganti roda gigi
Persneling macet Poros persneling atau penyambung Betulkan
pada salah satu gigi bengkok.
Penekan persneling macet Betulkan
Penyerempak macet Ganti penyerempak
Kopling tidak bebas Perbaiki
Level pelumas rendah Isi pelumas dengan yang
sesuai Spesifikasi pabrikan.
Transmisi melompat Pegas penekan lemah Ganti
antar gigi Bantalan poros input dan output aus Ganti
bantalan pilot aus Ganti
poros dan roda gigi kocak berlebihan Ganti cincin pengdorong yang
aus.
selongsong penyerempak aus. Ganti penyerempak dan roda
gigi.
Pasak poros input longgar atau patah Ganti
Rumah kopling atau transmisi longgar Kencangkan baut pengikat
Transmisi tidak sejajar Periksa kesejajaran
Transmisi gaduh Bantalan poros input aus Ganti
saat netral Roda gigi auas atau patah Ganti
Transmisi gaduh Roda gigi idle mundur atau bos poros Ganti
pada saat mundur auas atau rusak.
Roda gigi mundur pada poros utama aus Ganti
atau rusak
Roda gigi mundur pad poros utama aus Ganti
atau rusak
Roda gigi konter aus atau rusak Ganti
Mekanisme pemindah rusak Perbaiki, ganti bagian-bagian
yang rusak, setel kembali.
Tidak ada tenaga Kopling tidak menekan Perbaiki kopling
yang melewati kepala roda gigi mengelupas Ganti roda gigi
Page 18 of 52
Pemeriksaan dan
Keluhan Kemungkinan Penyebab
Perbaikan
transmisi garpu poros patah atau longgar Ganti
poros input atau output patah. Ganti
Oli transmisi bocor pelumas yang tidak tepat atau level Kuras dan isi dengan pelumas
pelumas yang terlalu tinggi sehingga yang sesuai.
membentuk busa.
Gasket bocor Ganti
Seal oli rusak Ganti
Sumbat pengisi oli longgar Ketatkan
Seal pinion spedometer bocor. Ganti
Transmission Case retak atau aus. Ganti
Page 19 of 52
b. Ukur keolengan poros output, gunakan dial indikator (limit. 0,06 mm).
c. Ukur celah oli roda gigi 1 standar 0,009 mm – 0,064, roda gigi 2 dan 3 (limit. 0,06 – 0,01).
d. Periksa ring syncromesh apakah baik kemampuan pengeremannya. Ukur celah antara ring syncromesh
dengan ujung alur roda gigi.
e. Ukur celah antara garpu pembebas dan hub sleeve.
4. Pemasangan Transmisi
a. Merakit tutup bak transmisi
1). Pasangkan lengan pemindah mundur dan pivot.
2). Pasangkan tuas pemindah dan porosnya.
Kencangkan baut pengunci.
Pasang kawat pengunci.
3) Pasangkan pegas, bola pengunci, gasket, dan pemegang bola pembatas mundur.
b. Merakit transmisi
1. Pasangkan clutch hub, pengunci pemindah.
Page 22 of 52
Pasangkan rakitan gigi 3, ring syncromesh dan hub sleeve no. 2 pada poros output.
Pasangkan snap ring.
Ukur celah dorong roda gigi 3, gunakan feeler (limit 0,10 – 0,25)
2. Pasangkan rakitan roda gigi 1, ring syncromesh, hub sleeve 1 pada poros output.
Pasang bola pengunci
Pasangkan rakitan bantalan
Page 23 of 52
A. Fungsi Dan Jenis Mekanisme Pengoperasian Transmisi
Mekanisme pengoperasian transmisi, berfungsi untuk menyediakan hubungan antara pengemudi
dengan bekerjanya transmisi.
Sehingga mekanisme pengoperasian merupakan sarana untuk mengendalikan bekerjanya
transmisi oleh pengemudi. Dengan demikian pengemudi dapat memilih gigi kecepatan yang dianggap
sesuai dengan kondisi kecepatan dan beban kendaraan.
Konstruksi mekanisme pengoperasian ada tiga macam, yaitu sistem handel langsung, sistem
handel pada kemudi, dan sistem menggunakan kabel baya elastis.
Pada prisipnya pemindahan gigi di dalam transmisi sama dengan yang telah dijelaskan di atas.
Page 24 of 52
3. Sistem pemindah Kabel Baja (Floor Shift)
Pada tipe ini tuas pemindah diletakkan di lantai dekat tempat duduk pengemudi. Sistem ini
menggunakan kabel baya elastis untuk menggerakkan garpu pembebas transmisi. Tipe ini
dipergunakan pada kendaraan sedan dengan front wheel drive dan mesin me-lintang. Sistem ini lebih
fleksibel dan mampu untuk menjangkau posisi transmisi yang sulit yang tidak memungkinkan
digunakan kedua sistem sebelumnya.
MENGGANTI OLI
1. Angkat kendaraan dengan lift
2. Periksa kebocoran oli
3. Buang oli dan isikan oli baru sesuai
dengan sfesifikasi
4. Kencangkan kembali baut tutup oli
dengan sfesifikasi 1.8 – 2.8 kg-m
5. Spesifikasi minyak lumas mesin
bensin
SAE 20 W – 50 atau SAE 40
API GL 4
Kapasitas oli 2.0 lt
6. Atau disesuaikan dengan merk yang
digunakan
Page 25 of 52
GEAR SHIFT CONTROL LEVEL
MELEPAS.
Lepas console box seperti pada gambar
Lepas shift cable dari control level
Lepas joint selec cable dari joint selec control arm dan lepaskan selec control dari selec control level d
a
n
guide (pengarah)
Lepas control level dari guide (pengarah)
MEMERIKSA
1. Bersihkan dan periksa setiap part, bila perlu lakukan penggantian,
seperti pada gambar :
Kerusakan (aus) pada control joint
Kerusakan (aus) pada setiap bush
Aus atau kelemahan pada tiap spring dan spring washer
Rakit kembali seluruh kelengkapan gear shift control.
2. Cek dan yakinkan shift (tuas pemindah) dapat bergerak dengan baik
pada setiap posisi
Page 26 of 52
5. Lepas clip kabel
6. Lepas gromet plate dan keluarkan kabel dari clamp
MEMERIKSA
3. Periksa select kabel dan ganti bila kondisinya sebagai berikut :
Kabel menyerabut
Bagian kabel tergesek
Kabel menekuk
Boots rusak
Bagian ujung aus
Rakit kembali kelengkapan gear selec control kabel .
Page 27 of 52
BAB.
5 MENGENAL TRANSMISI
OTOMATIS
Indikator :
1. Siswa mampu menyebutkan jenis dan tipe transmisi otomatis
2. Siswa mampu menjelaskan cara kerja transmisi automatis
3. Siswa mampu menjelaskan cara kerja komponen – komponen transmisi otomatis
4. Siswa mampu melaksanakan pekerjaan perawatan dan pemeriksaan padda komponen
transmisi otomatis
2. Continously Variable Transmission
CVT (Continue Variable Transmision) adalah suatu sistem penyalur tenaga secara otomatis
dengan bantuan gaya sentrifugal(gaya dorong yang disebabkan oleh putaran).
CVT ini bekerja melalui 2 buah puley (piringan pemutar v-belt). Semakin kecil diameter
puley akan membentuk jarak semakin lebar dan sebaliknya, semakin besar diameter puley akan
membentuk jarak yang [Link] dimaksud jarak yaitu jarak yang terdapat pada sela-sela puley.
Tipe ini berdasarkan bentuk penyalur tenaganya dibagi atas 3 tipe, yaitu :
1. Tipe Sabuk(Belt CVT) Pada tipe ini yang berfungsi sebagai pemindah daya pada
puli penggerak adalah sebuah sabuk
Tipe ini digunakan pada hampir seluruh mobil matik
terutama pada honda dan toyota serta sepeda motor.
2. Tipe Rantai(Chain CVT) Pada tipe ini pemindahan daya dari engine dilakukan
melalui sebuah rantai lebar tipe ini dipakai pada Audi
3. Tipe Toroidal (Toroidal CVT) Menggunakan sebuah roller untuk memindahkan momen
diantara plat input (yang terhubung ke crankshaft) dan
plat output ( yang terhubung ke poros penggerak)
Sudut perubahan roller berhubungan langsung pada poros
menghasilkan perubahan perbandingan roda gigi.
Page 30 of 52
Gambar 5.3. Bagian-bagian utama pada transmisi otomatis.
Page 31 of 52
Gambar 5.5. Susunan roda gigi planet. Gambar 5.6 Layout susunan roda gigi planet.
Gambar 5.7. Mekanisme reduksi pada susunan roda gigi Gambar 5.8 Mekanisme overdrive pada susunan roda gigi
planet. (Tri Istanto, 2007) planet. (Tri Istanto, 2007)
Page 33 of 52
teromol kopling ketika tekanan dilepaskan. Cakram-cakram gesek (friction discs) adalah plat-plat baja
yang dilekatkan dengan material gesek. Diameter dalam dari cakram diberi celah untuk memasukkan
pasak dari hub kopling.
b. Rem (Brake)
Ada 2 jenis rem, yaitu :
1. Jenis pita (brake band second coast brake) B1 pada beberapa model
transmisi.
Pita rem ditempatkan di luar sekitar dari teromol kopling
langsung (direct clucth drum). Salah satu ujung pita rem ini
diletakkan ke casing transmisi dengan sebuah pena (pin),
sedangkan ujung yang lain melekat dengan piston rem (brake
piston) dimana dioperasikan dengan tenaga hidrolik.
2. Jenis multiplat digunakan pada rem second coast brake pada beberapa model dan pada brake B2
& B3.
Mempunyai fungsi yang sama seperti pita rem dan dibuat dengan cara yang sama dengan
kopling multiplat. Rem multiplat mengunci atau menahan sebuah komponen putar dari susunan
roda gigi planet ke casing transmisi.
Kopling satu arah tipe sprag terdiri dari sebuah hub sebagai saluran dalam (inner race) dan sebuah
teromol sebagai saluran luar (outer race). Kedua saluran dipisahkan oleh sprag.
Untuk membantu sprag dalam mendesak, dipasang sebuah pegas penahan (retainer spring), dimana
menjaga sprag miring (beberapa derajat) pada setiap waktu dalam arah mengunci saluran putar.
Kopling satu arah jenis rol (one-way roller clutch) terdiri dari sebuah hub, roller (rol), dan pegas-
pegas yang dikelilingi oleh tromol bergerigi (cam cut drum). Ketika saluran dalam (inner race)
berputar searah jarum jam, roller menekan pegas dan saluran di ijinkan untuk berputar. Jika saluran
berputar dalam arah sebaliknya, gaya dari roller akan mengunci saluran.
Gambar 5.16. Kopling satu arah tipe rol (one way roller clutch).
(Tri Istanto, 2007)
Posisi roda gigi ini adalah sebuah bentuk Posisi gigi reverse mengijinkan kendaraan untuk
keamanan dimana mengunci poros output ke bergerak mundur. Dapat digunakan untuk menguji
rumah transmisi. Pengaruhnya adalah tekanan pompa oli maksimum selama tes stall.
mengunci roda-roda penggerak, mencegah Sebagai catatan mesin jangan di-start pada posisi
kendaraan bergerak maju ataupun mundur. ini.
Posisi ini seharusnya dipilih jika kendaraan tidak
berhenti sempurna. Pada posisi park (P), mesin
dapat dinyalakan dan dapat diuji unjuk
kerjanya.
Posisi gigi neutral ini mengijinkan kendaraan Posisi ini dapat dipilih pada sembarang kecepatan
untuk di-start dan beroperasi tanpa menjalankan kendaraan, ini menyebabkan secara langsung
kendaraan. Kendaraan dapat digerakkan dengan transmisi berpindah ke gigi yang lebih rendah
atau tanpa mesin berputar. Mesin dapat di-start (downshift) masuk ke gigi pertama sampai
ulang (restart) ketika kendaraan sedang mendekati kecepatan 29-39mph tergantung pada
bergerak modelnya. Jangkauan gigi ini menyediakan untuk
pengereman mesin maksimum dan mencegah
kendaraan berpindah ke gigi yang lebih tinggi
seperti gigi ketiga atau kedua.
Posisi ini dapat dipilih pada sembarang Pada posisi ini transmisi dalam keadaan otomatis
kecepatan kendaraan dan akan downshift ke gigi penuh (full automatic), yaitu perpindahan roda gigi
kedua. Dalam beberapa seri transmisi tertentu yang lebih besar (upshift) atau yang lebih kecil
dengan D-2 Downshift Timing valve, transmisi (downshift) berdasarkan pada kecepatan kendaraan
memindahkan gigi dari OverDrive (OD) ke gigi dan beban pada mesin. Kenaikan beban dirasakan
ketiga dan kemudian ke gigi kedua. Jangkauan melalui naiknya bukaan throttle, dan transmisi
roda gigi ini menyediakan pengereman mesin berpindah ke gigi yang lebih rendah ( downshift).
yang kuat dan mencegah kendaraan berpindah Dengan penurunan bukaan throttle, beban
ke gigi yang lebih tinggi ke overdrive dan gigi berkurang dan transmisi berpindah ke gigi yang
ketiga. Tetapi ada pengecualian pada seri lebih besar (upshift). Sebagai catatan mesin jangan
Page 37 of 52
transmisi tertentu, pada kecepatan yang lebih di-start pada posisi gigi ini.
tinggi, mendekati 64mph, kendaraan akan
berpindah ke gigi ketiga ketika tuas dipilih ke
manual second.
Page 39 of 52
perpindahan gigi ke yang lebih tinggi (upshift) terjadi, tetapi tetap siap digunakan secara otomatis
ketika bagian yang berputar dalam arah berlawanan jarum jam.
Tabel penggunaan kopling adalah kunci dalam diagnosis. Ketika dalam transmisi terjadi malfunction
(tidak berfungsi) dan diagnosa mengarahkan ke sebuah roda gigi tertentu berdasarkan referensi tabel
ini untuk mengidentifikasi holding device mana yang rusak.
Page 40 of 52
poros output, berputar, tetapi lebih lambat daripada roda gigi cincin, sehingga berfungsi sebagai unit
penahan.
Pada bagian belakang roda gigi planet,
carrier dikunci ke casing oleh No. 2 one
way clucth (F2). Torsi dipindahkan ke
planetary bagian belakang oleh roda
gigi matahari, dimana berputar
berlawanan arah jarum jam. Dengan
tahanan carrier, roda gigi-roda gigi
pinion belakang berputar dalam arah
searah jarum jam dan menyebabkan
roda gigi cincin bagian belakang
berputar searah jarum jam. Roda gigi
cincin bagian belakang dihubungkan ke
poros output dan memindahkan torsi ke
roda-roda penggerak.
Page 41 of 52
(F1) tidak menahan roda gigi matahari dalam arah searah jarum jam, second brake tidak mempunyai
pengaruh dalam gigi ketiga. Second brake digunakan dalam gigi ketiga karena pada proses downshift
ke gigi kedua, yang diperlukan adalah membebaskan direct clucth (C2). Roda gigi cincin menyediakan
torsi input dan roda gigi matahari dibebaskan. Carrier dihubungkan ke poros output dan penggerak
akhir sehingga poros output melambatkan carrier. Roda gigi-roda gigi pinion berputar searah jarum
jam memutar roda gigi matahari berlawanan arah jarum jam sampai dihentikan oleh No 1 one way
clucth. Carrier menyediakan output ke penggerak akhir (final drive).
Page 42 of 52
3. SETEL NETRAL START SWITCH.
Kalau mesin dapat distart pada posisi selain ”N” atau ”P”
diperlukan penyetelan.
a) Longgarkan baut netral start switch dan setel shift
selector ke posisi ”N”.
b) Luruskan grove dengan garis posisi netral.
c) Tahan netral start switch pada posisinya dan kencangkan
bautnya.
Momen: 55 kg-cm.
ON
Posisi switch
OFF
Page 43 of 52
b) Dongkrak bagian depan kendaraan dan tahan dengan
stand.
c) Ganjal roda belakang.
d) Lepaskan throttle kabel transmisi dari throttle lever.
e) Start mesin.
f) Masukkan ke posisi “D”. Sambil menjalankan roda depan
dengankecepatan 30 Km/jam, ukur tegangan ( kick Down
Pressure switch OFF: 12 V )
g) Tarik keluar kabel transmisi dan ukur tegangannya. ( Kick
Down Pressure Switch ON: 0 V )
h) Sambungkan throttle cable transmisi ke throttlr lever.
Terminal
1 3
ON
Posisi switch
OFF
Page 45 of 52
diputar ke kanan.
Tanda Ketebalan
Page 46 of 52
A 9.440 – 9.456 mm
B 9.456 – 9.474 mm
C 9.474 – 9.490 mm
Kalau roda gigi yang yang paling tebal tidak dapat membuat
clearance sesuai dengan spesifikasi, ganti oil pump sub
assembly.
Page 47 of 52
g. PEMERIKSAAN DIRECT CLUTCH
Kalau piston stroke tidak sesuai dengan spesifikasi pilih flange yang
lain.
CATATAN: ada 2 tingkat ketebalan flange.
Ketebalan flange: 3.00 mm.
3.37 mm.
Page 48 of 52
1. PERIKSA CLUTCH PISTON
a) Dengan menggoyang – goyang piston, periksa bahwa ceck ballnya
bebas.
b) Dengan memberikan udara bertekanan rendah, periksa bahwa
katup tidak bocor.
Page 49 of 52
PEMERIKSAAN KOPLING SATU ARAH NO.2
Pasang outer race dan putarkan hub. Hub harus bebas jika diputar
ke kiri dan harus terkunci bila diputar ke kanan.
Periksa apakah permukaan gesek discs, plates, dan flange aus atau
hangus, kalau perlu gantilah dengan yang baru.
Catatan:
Kalau lining dari discs terkelupas atau berubah warna,
bahkan bagian yang bernomor hilang ganti semua discs.
Sebelum memasang discs yang baru, rendamlah dengan
ATF selama paling sedikit 15 menit.
Page 50 of 52
3. PERIKSA DISCS, PLATES DAN FLANGES
Periksa apakah permukaan gesek discs, plates, dan flange aus
atau hangus, kalau perlu gantilah dengan yang baru.
Catatan:
Kalau lining dari discs terkelupas atau berubah warna,
bahkan bagian yang bernomor hilang ganti semua discs.
Sebelum memasang discs yang baru, rendamlah dengan
ATF selama paling sedikit 15 menit.
4. PERIKSA DIRECT CLUTCH BUSHING
Dengan dial indicator, ukur diameter dalam dari kedua clutch
bushing.
Diameter dalam maksimum: 22.09 mm.
Kalau diameter dalamnya lebih besar dari harga maksimum,
ganti direct clutch drum.
Page 51 of 52