0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan16 halaman

Program Supervisi SDN Tawangsari 2020/2021

Diunggah oleh

Yana Sucilaharna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan16 halaman

Program Supervisi SDN Tawangsari 2020/2021

Diunggah oleh

Yana Sucilaharna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN TASIKMALAYA

DINAS PENDIDIKAN

SD NEGERI TAWANGSARI

PROGRAM SUPERVISI
TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Dusun Sekung Desa Tawang Kecamatan Pancatengah


Kabupaten Tasikmalaya

KATA PENGANTAR
Sekolah merupakan sebuah sistem yang terdiri atas komponen-komponen penting
yang kait-mengait, berhubungan erat dan tidak mungkin terpisahkan. Komponen tersebut
meliputi seluruh ranah fisik dan non-fisik, stakeholder (pemangku kepentingan) terhadap
keberadaan sekolah yaitu siswa, guru, unsur pimpinan, karyawan, orang tua siswa/ komite
sekolah, instansi terkait, serta pihak-pihak yang secara langusung maupun tidak langsung
berkepentingan terhadap eksistensi sekolah. Semua itu dapat dikatakan sebagai komponen
sistem per-sekolah-an.
Komponen pembentuk sistem perikehidupan sekolah tersebut dapat dipisahkan
menjadi dua bagian yaitu komponen inti – yang merupakan komponen langsung terlibat dan
berada di sekolah – dan komponen luar yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap
kemajuan kehidupan sekolah.
Sebagai lembaga pendidikan, sekolah dalam hal ini SDN Tawangsari memiliki visi
dan misi yang jelas sehingga keduanya diharapkan dapat dicapai secara optimal. Pencapaian
visi, misi, dan tujuan sekolah tidak begitu saja dapat diwujudkan tanpa adanya program
sistematis dan lengkap yang meliputi perencanaan, roses serta evaluasi sehingga kegagalan
pencapaian visi, misi, dan tujuan sekolah dapat diminimalisasikan.
Salah satu faktor penting dalam rangkaian upaya pencapaian visi, misi, dan tujuan
sekolah tersebut adalah perlu disusunnya sebuah Program Supervisi untuk mencermati,
memantau, serta evaluasi melekat terhadap beberapa titik vital kehidupan sekolah anatara
lain: supervisi KBM, supervisi perpustakaan, supervisi administrasi sekolah, serta supervisi
kegiatan kesiswaan/ ekstrakurikuler.
Mengingat akan pentingya kegiatan supervisi terhadap proses kehidupan sistem
sekolah, dengan ini penulis mencoba untuk menyusun Program Supervisi SDN Tawangsari
Tahun Pelajaran 2020/2021.
Program Supervisi ini tentu saja masih terlalu jauh dari sempurna mengingat
keterbatasan berbagai aspek dari penyusun. Namun demikian harapan tetap mengedepan,
kiranya program supervisi ini dapat membantu – meski hanya sedikit – upaya pencapaian
visi, misi, dan tujuan SDN Tawangsari khusunya Tahun Pelajaran 2020/2021.
Amin.

Pancatengah, 23 Juli 2020


Kepala SDN Tawangsari

SUKIRMAN, [Link]
NIP. 19670412 199301 1 002

BAB I
PENDAHULUAN

Pendidikan pada masa desentralisasi berbeda dengan sentralisasi. Pada masa


sentralisasi segala sesuatu seperti; bangunan sekolah,kurikulum,jumlah murid,buku
pelajaran,cara mengajar dan sebagainya ditetapkan dan diselenggarakan oleh
pemerintah secara sentral. Kewajiban kepala sekolah dan guru-guru sebagian besar
hanyalah menjalankan apa yang telah ditetapkan dan diinstruksikan.
Dengan adanya desentralisasi menjadi lain;pada penyelenggaraan
pendidikan masyarakat diikutsertakan dan turut serta dalam usaha-usaha pendidikan.
Tanggung jawab kepala sekolah dan guru semakin banyak dan luas. Dahulu, kepala
sekolah telah dianggap baik dan cakap kalau sekolahnya dapat berjalan dengan teratur
tanpa menghiraukan kepentingan dan berhubungan dengan masyarakat
sekitarnya,tetapi penilaian sekarang lebih dari itu.
Tugas kepala sekolah sekarang mengatur jalannya sekolah dan dapat
bekerjasama dan berhubungan erat dengan masyarakat. Kepala sekolah wajib
membangkitkan semangat staf guru-guru dan pegawai sekolah untuk bekerja dengan
baik,membangun visi dan misi, kesejahteraan, hubungan dengan pegawai sekolah dan
murid, mengembangkan kurikulum.
Salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai pembina dan pembimbing
guru agar bekerja dengan betul dalam proses pembelajaran siswanya. Supervisi
pembelajaran mempunyai tiga prinsip yaitu:(a) supervisi pembelajaran langsung
mempengaruhi dan mengembangkan perilaku guru dalam mengelola proses belajar
mengajar;(b) perilaku supervisor dalam membantu guru mengembangkan
kemampuannya harus didesain dengan jelas;(c) tujuan supervisi pembelajaran adalah
guru makin mampu menjadi fasilitator dalam belajar bagi siswanya

A. Definisi Supervisi

Menurut keputusan Menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 0134/0/1977,


termasuk kategori supervisor dalam pendidikan adalah kepala sekolah, penilik
sekolah, dan para pengawas ditingkat kabupaten/kotamadya, serta staf di kantor
bidang yang ada di tiap provinsi.
Salah satu tugas pengawas dengan perincian sebagai berikut:
”Mengendalikan pelaksanaan kurikulum meliputi isi, metode penyajian, penggunaan
alat perlengkapan dan penilaian agar sesuai dengan ketentuan dan peraturan
perundangan yang berlaku.”
Pada rambu-rambu penilaian kinerja kepala sekolah (SD), Dirjen
Dikdasmen Tahun 2000 sebagai berikut:
1) Kemampuan menyusun program supervisi pendidikan
2) Kemampuan melaksanakan program supervisi pendidikan
3) Kemampuan memanfaatkan hasil supervise
Pada dasarnya tugas pokok kepala sekolah adalah menilai dan membina
penyelenggaraan pembelajaran di sekolah. Dengan kata lain salah satu tugas kepala
sekolah sebagai pembinaan yang dilakukan memberikan arahan, bimbingan, contoh
dalam proses pembelajaran di sekolah. Berarti bahwa kepala sekolah merupakan
supervisor yang bertugas melaksanakan supervisi pembelajaran.
Willes (1975), mengatakan di atas bertujuan untuk memelihara atau
mengadakan perubahan operasional sekolah, dengan cara mempengaruhi tenaga
pengajar secara langsung demi mempertinggi kegiatan belajar siswa. Supervisi hanya
berhubungan langsung dengan guru, tetapi berkaitan dengan siswa dalam proses
belajar.
Ross L.(1980), mendefinisikan bahwa supervisi adalah pelayanan kepada guru-guru
yang bertujuan menghasilkan perbaikan pengajaran, pembelajaran dan kurikulum.
Purwanto (1987), supervisi ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk
membantu para guru dan pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif.
Sesuai dengan rumusan di atas maka kegiatan yang dapat disimpulkan
dalam supervisi pembelajaran sebagai berikut:
1). Membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru menjalankan tugasnya
terutama
dalam pembelajaran.
2). Mengembangkan kegiatan belajar mengajar.
3). Upaya pembinaan dalam pembelajaran.

B. Prinsip Supervisi

1) Supervisi harus konstruktif.


2) Supervisi harus menolong guru agar senantiasa tumbuh sendiri tidak tergantung
pada
kepala sekolah. .
3) Supervisi harus realistis.
4) Supervisi tidak usah muluk-muluk dan didasarkan pada kenyataan yang sebenarnya
pada guru-guru.
5) Supervisi harus demokrat.
6) Hakikat pengembangan mutu sekolah adalah usaha bersama berdasarkan
musyawarah.
7) Supervisi harus obyektif.
8) Kegiatan tidak boleh diwarnai oleh prasangka kepala sekolah, diperlukan data
konkret
tentang keadaan sebenarnya dan kepala sekolah juga harus mengakui
keterbatasannya.

C. Jenis-Jenis Supervisi

Beberapa jenis supervisi antara lain observasi kelas, saling kunjung, demonstrasi
mengajar, supervisi klinis, kaji tindak (action research).

BAB II
PELAKSANAAN SUPERVISI PEMBELAJARAN

A. Observasi Kelas

Observasi kelas merupakan salah satu cara paling baik memberikan supervisi
pembelajaran karena dapat melihat kegiatan guru, murid dan masalah yang timbul.

1. Perencanaan

Kepala sekolah merencanakan dalam menyusun program dalam satu semester atau
tahunan. Program tidak terlalu kaku, tergantung dari jumlah guru yang perlu di
observasi. Ada tiga macam observasi yaitu dengan pemberitahuan, tanpa
pemberitahuan, dan atas undangan.

2. Mekanisme Observasi

a. Persiapan yang diperhatikan:

1) Guru diberi tahu kepala sekolah bahwa kepala sekolah akan mengadakan
observasi .
2) Kesepakatan kepala sekolah dan guru tolak ukur tentang apa yang diobservasi.

b. Sikap observer di dalam kelas

1) Memberi salam kepada guru yang mengajar.


2) Mencari tempat duduk yang tidak mencolok.
3) Tidak boleh menegur kesalahan guru di dalam kelas.
4) Mencatat setiap kegiatan.
5) Bila ada memakai alat elektronika: tape recorder, kamera.
6) Mempersiapakan isian berupa check list.

c. Membicarakan hasil observasi

Hasil yang dicatat dibicarakan dengan guru, ada beberapa hal yang perlu
dikemukakan:

1). Kepala sekolah mempersiapkan( bisa bertanya pada nara sumber atau
perpustakaan).
2). Waktu percakapan.
3). Tempat percakapan.
4). Sikap ramah simpatik tidak memborong percakapan.
5). Percakapan hendaknya tidak keluar dari data observasi.
6). Guru diberi kesempatan dialog dan mengeluarkan pendapat.
7). Kelemahan guru hendaknya menjadi motivasi guru dalam memperbaiki
kelemahan.
8). Saran untuk perbaikan diberikan yang mudah dan praktis.
9). Kesepakatan perbaikan disepakati bersama dengan menyenangkan.

d. Laporan percakapan

1). Hasil pembicaraan didokumenkan menurut masing-masing guru yang telah


diobservasi.
2). Isi dokumen dimulai dari tanggal, tujuan data yang diperoleh, catatan diskusi,
pemecahan masalah dan saran-saran.

B. Saling Mengunjungi

Dalam kegiatan belajar mengajar sudah ada wadah dari kegiatan untuk menambah
pengetahuan dan meningkatkan kemampuan pembelajaran guru-guru antara lain:
1. Untuk tingkat SMP dan SMA adalah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
2. Untuk tingkat Sekolah Dasar adalah Pusat Kegiatan Guru (PKG).

C. Demonstrasi Mengajar

Dalam kegiatan pembelajaran sangat sukar menentukan mana yang benar


dalam praktek mengajar karena mengajar menurut Siswoyo(1997), sebagai seni dan
filsuf. Menurut pendapat di atas mengajar dalam pekerjaan di sekolah bukan
pekerjaan yang mudah, sehingga kepala sekolah dalam demonstrasi pembelajaran
tidak perlu mengakui kelemahan dan perlu mencarikan ahli yang dapat memberikan
gambaran tentang pembelajaran yang baik.

Selain itu dapat juga menggunakan kamera yang sederhana dan hasilnya
dapat dilihat dengan TV Multi media. Yang perlu dipersiapkan:

1. Guru yang mengajar harus memberikan persiapan.


2. Kamera diletakkan di tempat strategis sehingga aktivitas guru siswa terlihat dan
tanpa
mengganggu kegiatan pembelajaran.
3. Kepala sekolah dan guru melihat proses pembelajaran.
4. Hasil rekaman dapat dilihat dengan TV Multi media dan ditonton bersama kepala
sekolah maupun guru-guru yang lain.
5. Guru-guru dan kepala sekolah memberikan komentar.
6. Hasil diskusi-diskusi tersebut untuk perbaikan mengajar guru ysng bersangkutan.

D. Supervisi Klinis

Supervisi klinis termasuk bagian dari supervisi pengajaran. Perbedaannya


dengan supervisi yang lain adalah prosedur pelaksanaannya ditekankan kepada
mencari sebab-sebab atau kelemahan yang terjadi dalam proses pembelajaran dan
kemudian langsung diusahan perbaikan kekurangan dan kelemahan tersebut.
Menurut Made Pidarta(1992),supervisi klinis diberlakukan bagi guru-guru
yang sangat lemah dalam melaksanakan tugasnya. Untuk memperbaikinya tidak
cukup dilakukan satu atau dua kali supervisi, melainkan dibutuhkan serentetan
supervisi untuk memperbaiki satu persatu kelemahannya.

Pelaksanaan supervisi klinis menurut La Sulo (1987), mengemukakan ciri-ciri


supervisi sebagai berikut:
1. Bimbingan supervisor kepada guru bersifat bantuan, bukan perintah atau
instruksi.
2. Kesepakatan antara guru dan supervisor tentang apa yang dikaji dan jenis
ketrampilan yang paling penting (diskusi guru dengan supervisor).
3. Instrumen dikembangkan dan disepakati bersama antara guru dengan supervisor.
4. Guru melakukan persiapan dengan aspek kelemahan-kelemahan yang akan
diperbaiki. Bila perlu berlatih di luar sekolah.
5. Pelaksanaannya seperti dalam teknik observasi kelas.
6. Balikan diberikan dengan segera dan bersifat obyektif.
7. Guru hendaknya dapat menganalisa penampilannya.
8. Supervisor lebih banyak bertanya dan mendengarkan daripada memerintah atau
mengarahkan.
9. Supervisor dan guru dalam keadaan suasana intim dan terbuka.
10. Supervisi dapat digunakan untuk membentuk atau peningkatan dan perbaikan
ketrampilan pembelajaran.

E. Kaji Tindak

Sebagaimana namanya, penelitian aksi atau action research, merupakan


paduan antara aksi (tindakan, action) dan penelitian (research). Aksi yang sekaligus
penelitian yang mengandung aksi. Jenis metode penelitian ini dapat dilaksanakan di
sekolah untuk memecahkan permasalahan pendidikan antara lain bagaimana siswa
rajin mengerjakan pekerjaan rumahnya.
Fokus utama kaji tindak adalah mendorong para praktisi untuk meneliti dan
terlibat dalam praktek penelitiannya sendiri. Hasil penelitiannya dipakai sendiri oleh
peneliti dan orang lain yang membutuhkan.
Kaji tindak bersifat partisipatif, karena melibatkan guru dalam penelitiannya
sendiri dan kolaborator, karena kaji tindak melibatkan orang-orang lain sebagai
bagian dari suatu penelitian dan hasilnya dapat dinikmati bersama. Sehingga peran
kepala sekolah dapat mendorong guru-guru dalam memperbaiki pembelajaran.
Menurut Sungkowo (2004), kaji tindak (action research) dapat digunakan
untuk guru-guru dalam membantu pembelajaran dan menolong membantu dalam
penulisan karya ilmiah.
Pada umumnya pelaksanaan Kaji tindak ditujukan untuk :
1. Meningkatkan kualitas, seperti kualitas pembelajaran, kualitas siswa, kualitas
kerjasama, kualitas bertanya.
2. Meningkatkan efektivitas, seperti siswa memahami apa yang diterangkan guru,
siswa
malaksanakan tugas-tugas yang telah ditetapkan.
3. Meningkatkan efisiensi guru, seperti dapat memanfaatkan metode, stategi dan
penilaian pembelajaran.
Menurut Kemmi (1995), Kaji tindak dirumuskan dalam empat tahap yaitu:
tahap perencanaan, tahap aksi atau pelaksanaan tindakan, tahap pengamatan, tahap
evaluasi dan refleksi/umpan balik.

a. Tahap Perencanaan:

Yang dimaksud tahap perencanaan adalah penelitian rencana kegiatan yang akan
dilakukan. Untuk dapat menyusun rencana tersebut, ada beberapa kegiatan yang harus
dilalui:

1). Menemukan problem.


2). Rencana pertemuan selama satu semester (32 pertemuan).
3). Kegiatan yang belum dilaksanakan sebelumnya.
4). Mengembangkan hipotesis.

Untuk menemukan dan merumuskan problem kegiatan yang perlu dilaksanakan,


antara lain :

1). Meningkatkan kemampuan siswa bertanya.


2). Meningkatkan gemar membaca.
3). Meningkatkan nilai rapor dalam pembelajaran tertentu.
4). Memanfaatkan buku-buku perpustakaan.

Kegiatan hipotesis dirumuskan antara lain :

1). Pokok bahasan yang akan dilakukan.


2). Rencana bagaimana aksi akan dilakukan ( urutan kegiatan, waktu pelaksanaan,
bahan yang diperlukan).

Syarat Kolaborator dirumuskan antara lain :

1). Teman guru-guru (kalau bisa sejenis).


2). Yang sudah memiliki pengalaman mengajar.

b. Tahap Pelaksanaan

Peneliti memulai melaksanakan apa yang direncanakan sebelumnya dan


kolabulator yang duduk di bangku belakang mengamati dan mencatat dengan sikap
netral. Hasil catatan tersebut berupa catatan lapangan dan sebaiknya dengan dokumen
tape recorder atau yang lainnya.

c. Tahap Refleksi

Hasil dari diskusi bersama kolabulator untuk mengadakan refleksi tindakan-


tindakan yang telah dilakukan guru tentang upaya kesungguhan guru atau kelemahan-
kelemahan selama pelaksanaan tindakan akan dijadikan dasar dalam membuat
perbaikan perencanaan siklus kedua. Kemungkinan siklus kedua muncul
permasalahan yang harus dipecahkan. Permasalahan pertama diperbaiki bersama
sehingga fokus penelitian akan bertambah

d. Laporan Penelitian

Agar hasil penelitian dapat dimanfaatkan oleh pihak lain baik guru, pejabat
pendidikan dan yang lain, maka hasil penelitian harus dikomunikasikan lewat
pelaporan. Laporan hasil penelitian kaji tindak terdiri dari :
1). Gagasan umum.
2). Perumusan masalah.
3). Perencanaan penelitian kaji tindak
4). Pelaksanaan penelitian kaji tindak.
5). Monitoring.
6). Evaluasi dan refleksi.
7). Saran dan rekomendasi.
BAB III

PERANGKAT DAN JADWAL SUPERVISI

A. Perangkat Supervisi

Salah satu perangkat yang digunakan dalam melaksanakan supervisi ialah


instrumen observasi pembelajaran/check list terutama untuk supervisi kelas, supervisi
klinis, dengan demikian diharapkan indikator yang diamati untuk setiap unsur yang
diamati, antara lain :

a. Persiapan dan apersepsi.


b. Relevansi materi dengan tujuan instruksional.
c. Penguasaan materi.
d. Strategi.
e. Metode.
f. Manajemen kelas.
g. Pemberian motivasi kepada siswa.
h. Nada dan suara.
i. Penggunaan bahasa.
j. Gaya dan sikap perilaku.
PEMERINTAH KABUPATEN PANCATENGAH
UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN PANCATENGAH
SEKOLAH DASAR NEGERI TAWANGSARI
Desa Tawang Kec. Pancatenagh Kabupaten Tasikmlaya

JADWAL SUPERVISI KUNJUNGAN KELAS


TAHUN PELAJARAN 2020/2021

NO NAMA KELAS TANGGAL SUPERVISOR


1 NANI SURYANI, [Link]. 6 23 November 2020 SUKIRMAN, [Link]

2 ANI HARYANI, [Link]. PJOK 23 November 2020 SUKIRMAN, [Link]

3 TURMUDI, [Link] PAI 24 November 2020 SUKIRMAN, [Link]

4 IIS MIMIN KOMARIAH, [Link] 4 24 November 2020 SUKIRMAN, [Link]

5 YENI SRI SURYANINGSAIH, 2 25 November 2020 SUKIRMAN, [Link]


[Link].

6 YANA SUCILAHARNA, [Link]. 5 25 November 2020 SUKIRMAN, [Link]

Pancatengah, 23 Juli 2020


Kepala Sekolah

AYI ISMADORO,[Link].
NIP19670412 199301 1 002

A. FORMAT OBSERVASI PENGELOLAAN KELAS


SEKOLAH : SDN TAWANGSARI
NAMA GURU :
PANGKAT, GOL/RUANG :
KELAS/SMT/TAHUN :
PELAKSANAAN :

Tdk Skor Nilai


No Jenis Administrasi ada
ada 1 2 3 4
1Agenda Harian Kelas
Program Semester Pembelajaran
2
Silabus Pembelajaran
3
4
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
5
Daftar Nilai /Kumpulan Soal (UH, UTS, UAS)
6
Kalender Pendidikan
7
Program Pengembangan Diri Kegiatan Konseling
8Program Pengembangan Diri Kegiatan Ekstrakurikuler
9
Tugas Terstruktur /Tugas Mandiri tidak Terstruktur
10
Catatan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
11
Dokumen Pemanfaatan Sumber Belajar
12
Dokumen Hasil Kegiatan PD (Tentang Alam/Sosial)
13
Dokumen Kegiatan Siswa (Pekan Bhs, Seni Budaya dsb.)
14
Tata Tertib Kelas
15
Kegiatan Siswa Satu Tahun Terakhir
16
Kegiatan Hidup Bersih
17
Kegiatan Pembiasaan Budaya Belajar
18
Peringatan Hari-hari Besar Nasional/Internasional
19
Dok. Hasil Kegiatan PD (Ketr. Menulis, Karya Tulis)
20
Catatan Hasil Karya PD (Yang dapat Penghargaan)
21
Buku Supervisi Kelas
22
Daftar Kelas
23
Catatan Mutasi Peserta didik
24
Catatan Tanda Terima Buku Laporan Pendidikan
25
Notula Rapat
26
Catatan Inventaris Kelas
27
Laporan Pencapaian Hasil Belajar
28
Hasil Analisis Belajar Peserta didik
29
Buku Penghubung Guru dan Orang Tua
30
Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan
31
Laporan Penilaian AkhlakPeserta Didik
32
Laporan Penilaian Kepribadian Peserta Didik
Skor
Skor Total/Rata-rata
B. Keterangan: 4= Sangat Baik, 3 = Baik, 2 = Cukup, 1 = kurang
C. Kesimpulan:
D. ………………………………………………………………………………………………….
Mengetahui, Pancatengah, ....................................
Kepala Sekolah Yang diobservasi Observer/supervisor

..................... ......................... ..................... ......................... ..................... .........................


NIP . ..................................... NIP . ..................................... NIP . .....................................
B. FORMAT SUPERVISI AKADEMIK PROSES PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
NAMA GURU : .................................................
NIP : .................................................
PANGKAT, GOL./RUANG : .................................................
GURU KELAS/BIDANG : .................................................
MATA ELAJARAN : .................................................
UNIT KERJA : .................................................
HARI/TANGGAL PELAKSANAAN : .................................................

NO INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI SKOR

I PRA PEMBELAJARAN

1 Mempersiapkan siswa untuk belajar 1 2 3 4 5

2 Melakukan kegiatan apersepsi. 1 2 3 4 5

II KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN

A Penguasaan materi pelajaran.

3 Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran. 1 2 3 4 5

4 Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan. 1 2 3 4 5


Menyampaikan materi dengan jelas, sesuai dengan hierarki belajar
5 1 2 3 4 5
dan karakteristik siswa.
6 Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan. 1 2 3 4 5

B Pendekatan/strategi pembelajaran
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi ( tujuan )
7 1 2 3 4 5
yang akan dicapai dan karakteristik siswa.
8 Melaksanakan pembelajaran secara runtut. 1 2 3 4 5

9 Menguasai kelas. 1 2 3 4 5

10 Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual. 1 2 3 4 5


Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya
11 1 2 3 4 5
kebiasaan positif.
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang
12 1 2 3 4 5
direncanakan.
C Pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran

13 Menggunakan media secara efektif dan efisien. 1 2 3 4 5

14 Menghasilkan pesan yang menarik. 1 2 3 4 5

15 Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media. 1 2 3 4 5


Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan
D
siswa
16 Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. 1 2 3 4 5

17 Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa. 1 2 3 4 5

18 Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar. 1 2 3 4 5

E Penilaian proses dan hasil belajar.

19 Memantau kemajuan belajar selama proses. 1 2 3 4 5

20 Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi (tujuan). 1 2 3 4 5

F Penggunaan bahasa.

21 Menggunakan bahasa lisan dan tulisan secara jelas, baik dan benar. 1 2 3 4 5

22 Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai. 1 2 3 4 5

III PENUTUP
Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan
23 1 2 3 4 5
siswa.
Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, atau
24 1 2 3 4 5
kegiatan, atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan.
Total Skor/Rata-rata
…………./………..
Petunjuk :
Berilah skor pada butir-butir perencanaan pembelajaran dengan cara melingkari angka pada kolom skor ( 1, 2, 3, 4, 5 ) sesuai dengan kriteria
sebagai berikut :

1 = sangat tidak baik, 2 = tidak baik, 3 = kurang baik, 4 = baik 5 = sangat baik
Mengetahui, Pancatengah, .................................
Kepala Sekolah Yang diobservasi ......
Observer/supervisor

................................................. .................................................
NIP . ....................................... NIP . ....................................... .................................................
NIP . .......................................
BAB IV

PENUTUP

Program Supervisi disusun sebagai alat kontrol pelaksanaan program-pragram


sekolah yang lain yaitu sebagai pengingat dan sekaligus pengarah roda pengeloalaan
administrasi di dalam sekolah.

Dengan pelaksanaan supervisi dalam segala aspek dan sektor niscaya kendala
dan hambatan dalam pengelolaan sekolah terutama yang berkaitan langsung maupun
tidak dengan peserta didik akan dapat tertangani secara baik dan lancar.

Program supervisi ini disusun sebagai acuan minimal dalam pelaksanaan


administrasi di sekolah yang menyangkut beberapa faktor inti kehidupan sekolah.

Kiranya dengan pelaknaan program supervisi ini dapat diharapkan ketertiban


dan semangat belajar siswa serta etos kerja guru/karyawan semakin menngkat.

Amin.

Pancatengah, 23 Juli 2020


Kepala SDN Tawangsari

SUKIRMAN, [Link]
NIP. 19670412 199301 1 022

Anda mungkin juga menyukai