Prosiding Seminar Nasional Teknik Tahun 2020 (SENASTIKA 2020)
Universitas Islam Kalimantan MAB
ISBN : 978-623-7583-57-8
24 Oktober 2020
Perbandingan Kuat Tekan Beton Yang Terkekang Pada Benda
Uji Kubus Dan Silinder
Fitriani Ridzeki
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Islam Kalimantan MAB Jl.
Adhyaksa No. 2 Kayu Tangi Banjarmasin
Email: fitrianiridzeki@[Link]
Abstrak
Pengujian kuat tekan beton menggunakan benda uji kubus dan silinder yang terkekang
telah dilakukan. Benda uji kubus 15 cm × 15 cm × 15 cm jarak sengkang 5 cm dan silinder
diameter 15 cm dan tinggi 30 cm yang terkekang dengan jarak sengkang 5 cm dan 10 cm.
Salah satu cara untuk mendapatkan material beton bertulang yang cukup daktail adalah
dengan memberikan pengekangan pada beton (confinement). Pengekangan merupakan
solusi yang paling efektif dalam meningkatkan daktilitas (µ) dan regangan beton (εc).
Nilai perbandingan dari kuat tekan yang didapat dari pengujian kubus dan silinder
yang terkekang adalah untuk kubus 15 cm × 15 cm × 15 cm dengan nilai 1, dan untuk
silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan nilai 0,97. Terjadi peningkatan nilai kuat
beton pada benda uji silinder. Sedangkan bentuk benda uji kubus 20 cm × 20 cm × 20
cm tidak dilakukan sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.
Kata kunci: Kuat Tekan, Terkekang, Benda Uji
Eurasia Plate, Pacifik Plate. Juga berada
di jalur yang dikenal dengan Ring of
Latar Belakang Fire disepanjang pertemuan jalur
Dunia konstruksi sekarang lempeng Australia dan Eurasia
mengalami perkembangan yang sangat menjadikan wilayah Indonesia
cepat seiring dengan era Revolusi Industri mempunyai potensi yang sangat besar
4.0. untuk memenuhi kebutuhan manusia terhadap bencana. Agar korban jiwa
akan tempat tinggal, sarana dan dapat diperkecil karena bangunan tidak
prasarana. Sehingga perancangan gedung mengalami keruntuhan. Akan tetapi
pada saat ini perlu mendapat perhatian kerusakan struktur yang sedemikian
lebih tidak hanya sebagai fungsi dan beratnya menyebabkan gedung tidak
manfaatnya tetapi juga menititikberatkan dapat diperbaiki sehingga apabila fungsi
pada life safety atau keselamatan jiwa . gedung tersebut adalah penting seperti
Hal ini disebabkan wilayah Indonesia rumah sakit, gedung pemerintahan maka
berada pada pertemuan lempeng-lempeng kegiatan dalam gedung tersebut akan
tektonik, yaitu Indo-Australia Plate, terhenti. Oleh karena itu diperlukan
sebuah desain
167
Prosiding Seminar Nasional Teknik Tahun 2020 (SENASTIKA 2020)
Universitas Islam Kalimantan MAB
ISBN : 978-623-7583-57-8
24 Oktober 2020
Bangunan yang lebih memperhatikan benda uji beton bentuk kubus dengan
tingkat kinerja bangunan yang bisa ukuran 15 cm × 15 cm × 15 cm. Untuk
diperoleh dari pengujian kuat tekan beton benda uji kubus, mutu beton dinyatakan
benda uji untuk mewakili sebuah struktur.
dengan huruf K dengan angka
Tujuan penelitian ini adalah untuk
mendapatkan perbandingan nilai kuat dibelakangnya yang menyatakan
tekan beton yang diberi pengekangan kekuatan karakteristik beton yang
(confinement). Standar benda uji yang bersangkutan dengan satuan kg/cm2.
digunakan pengujian kuat tekan adalah Pada Tabel 1. menjelaskan perbandingan
silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi antara kekuatan tekan yang didapat dari
30 cm seperti yang terlihat pada Gambar
benda uji yang telah disebutkan dimana
1.
benda uji kubus 15 cm × 15 cm × 15 cm
sebagai acuannya.
Tabel 1. Perbandingan Kuat Tekan
Beton pada Berbagai Benda Uji
Perband
Benda Uji ingan
Kuat
Tekan
Kubus 15
cm
Gambar 1. Model Benda Uji Kubus 20 1,00
Silinder cm
Silinder 15 0,95
Gambar 1 adalah pemodelan benda uji cm × 30
yang pertama yaitu beton bentuk silinder cm 0,83
diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Menurut
(sumber: PBI 1971 N.I-2)
SNI-03-2847- 2002, kuat tekan yang
dihasilkan oleh benda uji silinder dalam
perencanaan struktur beton dinyatakan
dalam satuan MPa. Selain benda uji
silinder, uji kuat tekan beton juga
menggunakan benda uji kubus 15 cm × 15
cm × 15 cm dan 20 cm × 20 cm × 20 cm
seperti yang terlihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Model Benda Uji Kubus
Gambar 2 adalah pemodelan
168
Prosiding Seminar Nasional Teknik Tahun 2020 (SENASTIKA 2020)
Universitas Islam Kalimantan MAB
ISBN : 978-623-7583-57-8
24 Oktober 2020
Tinjauan Pustaka regangan maka didapat kurva tegangan-
Kuat tekan beton diwakili regangan beton. Dari hasil pengujian, kurva
oleh tegangan tekan maksimum dapat ditetapkan model matematika yang
fc dengan satuan N/mm2 atau sangat terkemuka oleh seluruh ahli di
MPa. Kuat tekan beton normal dunia. Salah satunya penelitian model
berumur 28 hari berkisar di persegi oleh Hognestad untuk menentukan
antara 10 da 65 MPa. Struktur distribusi tegangan yang bersifat nonlinier
beton bertulang umumnya atau bagian parabola (MacGregor, 1997).
menggunakan beton dengan kuat Kuat tekan beton diukur dengan silinder
tekan berkisar di antara 17 dan beton berdiameter 150 mm dan tinggi
30 MPa, sedangkan untuk beton 300 mm atau dengan kubus beton
prategang digunakan beton berukuran 150 mm × 150 mm × 150 mm.
dengan kuat tekan yang lebih Kuat tekan beton dipengaruhi oleh:
tinggi, yaitu dari 30 sampai 45 1. Faktor air semen (water cement ratio
MPa. Untuk keadaaan dan = w/c), semakin kecil nilai
keperluan struktur khusus, beton f.a.s nya maka jumlah airnya sedikit
readymix sanggup mencapai akan dihasilkan kuat tekan beton yang
kuat tekan 62 MPa (MacGregor, besar.
1997).
Perhitungan kuat tekan
beton menggunakan
persamaan:
fc = P 2. Sifat dan jenis agregat yang
Æ
digunakan, semakin tinggi tingkat
kekerasan agregat yang digunakan
Dimana:
maka akan dihasilkan kuat tekan
fc = kuat tekan beton
beton yang tinggi.
(MPa)
3. Jenis campuran.
P = beban hancur (N)
4. Kelecakan (workability), untuk
A = luas penampang
(mm2)
Menurut Lorrain (1991), beton mutu normal mengukur tingkat kelecakan adukan
Amemiliki harga, berkisar 20 sampai dengan dilakukan dengan menggunakan
50 MPa. Dalam beberapa hal, beton mutu percobaan slump, yaitu dengan
normal memiliki kelebihan dibandingkan menggunakan cetakan kerucut terpancung
beton mutu tinggi, seperti dengan tinggi 300 mm diisi dengan beton
1. Panas hidrasi pada awal segar, beton dipadatkan selapis demi
pencampuran tidak terlalu tinggi, selapis, kemudian cetakan diangkat.
2. Susut awal yang lebih rendah, Pengukuran dilakukan terhadap
3. Rangkak awal yang lebih rendah, merosotnya adukan dari puncak beton
dan basah sebelum cetakan dibuka (disebut
4. Ketahanan terhadap fatigue yang nilai slump). Semakin kecil nilai slump,
lebih tinggi. maka beton lebih kaku dan workability
beton rendah. Slump yang baik untuk
Dari tegangan maksimum yang pengerjakan beton adalah antara 70 dan
diperoleh melalui pengujian mesin akan 80 mm. Slump >
memberikan kekuatan tarik pada beton
sehingga batas tarik beton. Proses ini
menimbulkan batas
169
Prosiding Seminar Nasional Teknik Tahun 2020 (SENASTIKA 2020)
Universitas Islam Kalimantan MAB
ISBN : 978-623-7583-57-8
24 Oktober 2020
100 mm adukan dianggap terlalu Kurva Usulan Kent-Park
encer.
5. Perawatan (curing) beton, setelah
satu jam beton dituang/dicor maka di
sekeliling beton perlu di tutup
dengan karung goni basah, agar air
dalam adukan beton tidak cepat
menguap. Apabila tidak dilakukan
perawatan ini, maka kuat tekan beton
akan turun.
Beton bertulang akan
Gambar 3. Kurva Tegangan- Regangan
meningkat kekuatannya apabila
Beton Penelitian Kent and Park (1971)
dilakukan pengekangan. Pada
umumnya pengekangan dilakukan Beton sebagai komponen struktur
menggunakan sengkang (tulangan bangunan umumnya diperkuat dengan
transversal), baik itu yang tulangan yang mampu menahan gaya
berbentuk segi empat maupun yang tarik. Ada dua jenis baja tulangan yaitu,
berbentuk spiral. Hasil pengujian baja tulangan polos dan baja tulangan
dari berbagai peneliti sebelumnya ulir (deformed). Baja tulangan ulir
telah menunjukkan bahwa berfungsi untuk menambah lekatan
pengekangan oleh tulangan antara beton dengan baja. Baja tulangan
transversal sangat mempengaruhi ulir yaitu batang tulangan yang
karakteristik atau perilaku permukaannya dikasarkan secara
tegangan-regangan beton (Park dan khusus, diberi sirip teratur dengan pola
Paulay, 1975). tertentu atau batang tulangan yang
dipilih pada produksi (Park dan Paulay,
Untuk menggambarkan hubungan 1975).
tegangan-regangan beton para ahli
telah memperhitungkan beberapa Kurva tegangan dan regangan baja
parameter pengekangan seperti menurut Park dan Paulay (1975) dapat
dilihat pada Gambar 4.
jarak sengkang, mutu baja,
diameter sengkang dan ada juga
yang telah memperhitungkan
pengaruh dari tulangan memanjang
seperti rasio tulangan memanjang,
jarak dan diameter tulangan
memanjang (Abisetyo, 2009).
Gambar 4. Kurva Tegangan- Regangan
Baja Park and Paulay (1975)
170
Prosiding Seminar Nasional Teknik Tahun 2020 (SENASTIKA 2020)
Universitas Islam Kalimantan MAB
ISBN : 978-623-7583-57-8
24 Oktober 2020
Metodologi Penelitian
Uji Eksperimental
Benda uji yang akan Pengujian Modulus Elastisitas Beton
digunakan adalah bentuk kubus
Mutu beton pada umumnya
dengan dimensi 150 mm × 150 mm
ditentukan berdasarkan kuat tekannya.
× 150 mm dan silinder dengan
Cara menguji modulus
diameter 150 mm dan tinggi 300
elastisitas beton dilakukan terhadap benda
mm. Pada penelitian ini benda uji
uji berupa bentuk silinder dengan diameter
tersebut menggunakan tulangan
150 mm dan tinggi 300 mm atau kubus
utama dengan diameter 8,73 mm
dengan sisi 150 mm setelah umur 28 hari.
dan tulangan sengkang dengan
Pengujian kuat tekan beton dilakukan
diameter 5,26 mm. Dengan kode
menggunakan mesin compression test,
keterangan SA-B atau KA-B-C,S
benda uji silinder dan dial gauge. Pengujian
adalah bentuk benda uji silinder
dilakukan setelah benda uji mencapai
dan K untuk bentuk Kubus, A
umur 28 hari. Pembebanan dilakukan
adalah tinggi benda uji, B adalah
sampai benda uji tidak kuat lagi menahan
jarak pengekangan benda uji.
tekanan dan retak atau hancur. Mencatat
Pengujian Kuat Tarik Besi regangan, khususnya untuk pengujian kuat
Tulangan tekan hingga benda uji hancur dengan
melakukan load control dari awal
Pengujian tarik besi tulangan pembebanan hingga mencapai beban
dilakukan untuk tulangan polos maksimum dan displacement control dari
dengan diameter 8,73 mm dan 5,26 pembebanan maksimal hingga benda uji
mm. Benda uji besi tulangan hancur atau tidak dapat menerima beban
dipotong sepanjang 30 cm, lalu lagi.
besi ditandai dengan jarak 10 cm
sebagai acuan pengamatan
perpanjangan, setelah dikeluarkan
dari mesin tensile test jarak 10 cm
pengamatan diukur kembali dan
didapat nilai perpanjangan tersebut
dapat dilihat pada Gambar 5.
Gambar 6. Benda Uji, Dial Gauge
dan Compression Test
Gambar 5. Pengujian Kuat Tarik Baja
Tulangan
171
Prosiding Seminar Nasional Teknik Tahun 2020 (SENASTIKA 2020)
Universitas Islam Kalimantan MAB
ISBN : 978-623-7583-57-8
24 Oktober 2020
Hasil dan Pembahasan 4
Model yang akan
dianalisis manual
menggunakan model
pendekatan dengan 2. Silinder
perhitungan matematik. S-50-1 - -
Langkah ini dilakukan agar S-50-2 42 23,78
diperoleh nilai validasi yang S-50-3 0 24,23
mendekati hasil eksperimental S-100-1 42 24,01
laboratorium. Dari hasil S-100-2 8 23,78
analisis model tersebut S-100-3 42 7,70
diperoleh data berupa nilai 4
perbandingan kuat tekan 42
beton. 0
13
Benda uji yang 6
dilakukan di laboratorium
adalah bentuk kubus 150 mm
× 150 mm × 150 mm dan
silinder dengan diameter 150
mm dan tinggi 300 mm.
Berdasarkan hasil uji
laboratorium untuk benda uji
kubus 150 mm × 150 mm ×
150 mm diperoleh beban
maksimum pada masing-
masing benda uji pada kondisi
dengan tulangan utama 4ø8,73
mm dan tulangan sengkang
pada spasi vertikal 50 mm
dengan diameter sengkang
5,26 mm seperti tercantum
pada Tabel 2.
Tabel 2. Nilai Beban
Maksimum dan Kuat Tekan
pada Benda Hasil Pengujian
Laboratorium
Beban Kuat
Benda
NO. Maksimu Tekan
Uji
m (kN) (N/mm2)
Kubus
1. Kubus
K150-1 56 24,89
K150-2 0 23,02
K150-3 51 26,84
8
60
172
Prosiding Seminar Nasional Teknik Tahun 2020 (SENASTIKA 2020)
Universitas Islam Kalimantan MAB
ISBN : 978-623-7583-57-8
24 Oktober 2020
Tabel 3. Nilai Beban Maksimum dan
Deformasi pada Benda Uji Kubus
dan Silinder Hasil Pengujian
Laboratorium
Kondisi
Model Maksimum
∆u(mm
Pu fc
)
(kN) (N/mm2)
(2) (3) (4) (5)
K-50-3 604 26,84 -
S-50-3 428 24,23 0,720
S-100-1 420 24,01 0,158
Gambar 7. Pola Keruntuhan Silinder
dengan Jarak Sengkang 50 mm
Dari Tabel 4. Nilai
Perbandingan Kuat Tekan
Beton yang Terkekang
Rasio Rasio
No Model
Lab PBI
1971
Terkekang
1. K150-50 1,00 1,00
2. K200-50 - 0,95
3. S300-50 0,97 0,83
Dari Tabel 4. dapat
dilihat rasio kuat tekan untuk
beton yang terkekang rasio
kuat tekan pada model bentuk
silinder 300 mm × 150 mm
adalah 0,97 terhadap model
bentuk kubus 150 mm × 150
mm × 150 mm. Sedangkan
model bentuk kubus 200 mm
× 200 mm × 200 belum
dilakukan.
Pola keruntuhan yang terjadi
Hasil Pengujian Laboratorium
untuk Silinder dengan
Tulangan kondisi Jarak
Sengkang 50 mm
173
Prosiding Seminar Nasional Teknik Tahun 2020 (SENASTIKA 2020)
Universitas Islam Kalimantan MAB
ISBN : 978-623-7583-57-8
24 Oktober 2020
Pola keruntuhan yang terjadi Hasil Referensi
Pengujian Laboratorium untuk Silinder
dengan Tulangan kondisi Jarak Sengkang
[1]Abisetyo, Windunoto. 2009. Studi
100 mm
Pengaruh Pengekangan pada Balok
Beton Bertulangan Rangkap dengan
Unified Theory. Institut Teknologi
Sepuluh Nopember. Surabaya.
[2]ASTM C39-94. 1996. Test Method
for Compressive Strength of
Cylindrical Concrete Specimens.
ASTM Standards: Concrete and
Aggregates, V.04.02., Philadelphia.
[3]Dipohusodo, Istimawan. 1994.
SILINDER 1 SILINDER 2 SILINDER 3
Struktur Beton Bertulang. Jakarta.
Gramedia Pustaka Utama.
[4]Hognestad, E., N.W. Hanson, dan
Gambar 8. Pola Keruntuhan
Silinder dengan Jarak Sengkang M. Henry, D.1955. Concrete Stress
Distribution in Ultimate Strength
100 mm
Design. ACI Journal V.52. No.6,
American Concrete Institute, Detroit.
Kesimpulan
[5]Kent, D.C., dan R. Park. 1971.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan
Flexural Members with Confined
pada benda uji kubus dan silinder dengan
Concrete. Journal of Structural
variasi jarak sengkang 50 mm, 100 mm
Division ASCE
dapat disimpulkan bahwa:
V.97 No. ST7.
1. Pengaruh pengekangan terhadap
[6]Park, R. dan T. Paulay. 1975.
benda uji kubus adalah jarak
Reinforced Concrete Structures. John
sengkang yang mempengaruhi
Willey & Sons. New York, US.
nilai beban maksimum, semakin
[7]SNI 03-2847-2002. Tata Cara
rapat jarak antar sengkang maka
Perhitungan Struktur Beton untuk
nilai beban maksimum semakin
Bangunan Gedung. Badan
besar, tegangan maksimum juga
semakin besar sedangan nilai Standarisasi Nasional, 2002.
[8]SNI 03-1726-2003. Tata Cara
regangan semakin kecil.
Perencanaan Ketahanan Gempa
Sedangkan pada benda uji silinder
untuk Struktur Bangunan Gedung.
jarak sengkang dengan
Badan Standarisasi Nasional, 2003.
pengekangan persegi
[9]Tavio T., I. Wimbadi, N. Kusuma,
tidak mempengaruhi nilai beban
R. Tirtajaya. 2009. Effect
maksimum, tegangan dan
Confinement on Interaction Diagrams
regangannya.
of Square Reinforced Concrete
2. Perbandingan kuat tekan benda uji
Columns. Civil Engineering
silinder 300 mm × 150 mm nilai
Dimension Volume 11 No.2
rasio kuat tekan terjadi kenaikan
sebesar 16,8% untuk untuk
terhadap rasio kuat tekan silinder
tak terkekang pada PBI 1971
untuk terhadap rasio kuat tekan
kubus tak terkekang pada PBI
1971.
174