0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan20 halaman

Pembelajaran Basa Rinengga Kelas VIII

basa rinengga

Diunggah oleh

saadatul511
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan20 halaman

Pembelajaran Basa Rinengga Kelas VIII

basa rinengga

Diunggah oleh

saadatul511
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR BAHASA JAWA

KELAS VIII

1. Informasi Umum

Nama Penyusun : Ninik Kurniawati, [Link].


Institusi : SMP Negeri 2 Sumbermanjing Wetan
Tahun : 2023/2024
Jenjang Sekolah : SMP
Kelas : VIII
Fase CP :D
Alokasi Waktu : 2 JP x 6 Pertemuan (1 JP = 40 menit)
Elemen CP yang dituju : Menulis

2. Capaian Pembelajaran
Murid mampu menulis dan mengembangkan kosakata baru dengan menggunakan basa rinengga untuk
menyajikan gagasan sesuai unggah-ungguh basa.

3. Tujuan Pembelajaran:
 Menulis dan mengembangkan kosakata baru dengan menggunakan basa rinengga
 Menggunakan dan memaknai kosakata baru yang menggunakan basa rinengga.

 Kata/Frasa Kunci
1. Basa Rinengga
2. Paribasan, bebasan, saloka.

 Pertanyaan Pemantik :
1. Pernahkan kamu mendengar di kehidupan sehari-hari ungkapan “ abang-abang lambe,
nguyahi segara”?
2. Menurutmu apa tujuan orang menggunakan ungkapan (bukan makna sebenarnya) untuk
mengungkapkan sesuatu?

 Pemahaman Bermakna:
Siswa dapat memahami isi dan menggunakan bahasa rinengga dalam kehidupan sehari- hari.

 Target dan Jumlah Murid


Perangkat ajar ini dapat digunakan oleh guru untuk mengajar murid regular/tipikal.
Kapasitas murid yang disarankan maksimal sebanyak 32 orang

4. Profil Pelajar Pancasila:


 Mandiri:
Regulasi diri: Mengidentifikasi perbedaan emosi yang dirasakannya dan situasi-situasi yang
menyebabkannya; serta mengekspresikan secara wajar
 Bergotong royong
Kolaborasi: menerima dan melaksanakan tugas serta peran yang diberikan kelompok
dalam sebuah kegiatan bersama dan memahami informasi sederhana dari orang lain
dan menyampaikan informasi sederhana kepada orang lain menggunakan kata-
katanya sendiri.
Persepsi Sosial: Mengenali berbagai reaksi orang lain di lingkungan sekitar dan
penyebabnya.
 Kreatif
Menghasilkan gagasan orisinal: Menggabungkan beberapa gagasan menjadi ide atau
gagasan
imajinatif yang bermakna untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya.
5. Sarana Prasarana:
 Sarana
LCD Projector
Komputer/laptop
Alat pengeras suara
Jaringan internet

 Prasarana
Prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran ini adalah ruang kelas.

6. Model Pembelajaran
Model pembelajaran yang digunakan dalam modul ajar ini adalah
 Tatap muka

7. Ketersediaan Materi
Pengayaan untuk murid bercapaian tinggi
 Ya

Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas untuk murid yang sulit memahami konsep
 Ya

8. Materi Ajar
Materi ajar yang perlu disiapkan oleh guru sebelum mengajar antara lain
 Buku Bahasa Jawa
 Materi lain dari internet
 Pepak Bahasa jawa
 Majalah Bahasa Jawa
9. Kegiatan Pembelajaran Utama
Pengaturan Siswa Metode
Individu Diskusi
Berpasangan Presentasi
Berkelompok (>2 orang) Demontrasi
Project
Eksperimen
Eksplorasi
Permainan
Ceramah
Kunjungan lapangan
Simulasi

10. Asesmen

Pertemuan Tujuan Jenis Penilaian

Pertm. 1 Mengenal tembang Basa Menyebutkan contoh basa


Rinengga Rinengga

Pertm. 2 Mengidentifikasi contoh kata Mampu mengeidentifikasi


basa Rinengga berdasarkan contoh kata basa Rinengga
kalimat pembentuknya. sesuai jenis kalimat
pembentuknya.
Pertm. 3 Menggunakan dalam bentuk Menggunakan kata basa
ungkapan dalam percakapan. rinengga dalam
ungkapan/kalimat percakapan.
URUTAN KEGIATAN
BELAJAR

PERTEMUAN 1.
 Apersepsi (5 menit)
1. Salam, Berdoa dan Presensi.
2. Murid disiapkan guru secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.
3. Siswa memiliki motivasi belajar secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar
dalam kehidupan sehari-hari.
4. Tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar yang akan dicapai disampaikan oleh guru.
5. Guru menyampaikan cakupan materi dan uraian kegiatan sesuai silabus.

 Kegiatan Inti (30 menit)


1. Murid mendiskripsikan Basa Riengga yang diketahui.
2. Murid menyebutkan contoh kata basa rinengga yang diketahui.

 Penutup (5 menit)
1. Murid dan guru menyimpulkan hasil pembelajaran.
2. Murid dan guru mereview hasil kegiatan pembelajaran
3. Guru memberi reward (penghargaan) kepada kelompok yang memiliki kinerja baik.

 Refleksi Guru
 Manajemen kelas:
a. Apakah semua siswa aktif berkegiatan?
b. Apakah pembagian waktunya cukup?
c. Apakah siswa yang memiliki hambatan ketika berkegiatan, dapat teratasi
dengan baik(kembali berkegiatan dan mengikuti prosesnya)
d. Apakah metode pembelajaran yang digunakan sudah tepat?
e. Adakah metode pembelajaran lain yang lebih tepat untuk kegiatan
pembelajaran ini?
f. Apakah menemukan kendala lainnya?
g. Adakah strategi lain untuk menjawab kendala yang timbul?

 Ketercapaian kompetensi:
a. Apakah semua siswa mampu mencapai kompetensi yang diharapkan?
b. Apakah semua siswa mampu mengikuti proses kegiatan belajar dengan baik?
c. Adakah perubahan sikap dan keterampilan siswa selama proses kegiatan
belajar?
 Kriteria Pengukuran Ketercapaian Tujuan Pembelajaran dan Asesmen
(AsesmenFormatif)

 Penilaian Kompetensi atau Kemampuan serta Pengetahuan;


1. Siswa mampu memberikan respon dan melakukan Tindakan terhadap materi
pelajaran.
2. Siswa mampu memberikan respon dalam menjawab pertanyaan seputar materi
pelajaran.
3. Siswa mampu memahami semua materi pelajaran yang diberikan dengan baik.
 Cara Melakukan Asesmen;
Penilaian dilakukan berdasarkan aktivitas murid dalam pembelajaran yaitu antusias murid
dalam penugasan dan peforma/praktik dalam materi Basa Rinengga.

 Kriteria Penilaian
Penilaian dilakukan secara kualitatif

 Produk Siswa
1. Mencapai tujuan pembelajaran jika hasil siswa minimal 78.
2. Belum mencapai tujuan pembelajaran jika hasil siswa di bawah 78

Instrumen Penilaian

No. Kriteria Baik sekali (4) Bai Cuku Perlu


k p
Penilaian bimbingan
(3) (2) (1)
1. Siswa Siswa mampu Siswa Siswa mampu Siswa belum mampu
mendeskripsi mendiskripsikan mesdikripsikan mendiskripsik mendiskripsikan
kan basa peruntukan basa peruntukan basa an sebagian peruntukan basa
rinennga riennga dengan rienng dengan peruntukan rienng masih perlu
benar secara arahan guru. basa rienng bimbingan guru .
mandiri dengan
bimbingan
guru .

2. Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa belum mampu


menyebutkan menyebutkan menyebutkan menyebutkan menyebutkan contoh
contoh kata basa Sebagian kata basa rinengga
contoh kata contoh kata basa riengga,secara contoh kata secara benar, sehingga
basa riengga. riengga. benar dengan basa riengga perlu bimbingan guru.
secara benar dan arahan guru. dengan
mandiri. arahan guru.

1. Penilaian kerja siswa mengindentifikasi basa rinengga

Kriteria Penilaian Y Tidak


a
Siswa mampu mendiskripkan basa rinengga
Siswa mampu memberikan contoh kata basa rinengga

2. Penilaian hasil kerja siswa menulis tembang dolanan dan daerah asal.

 Refleksi Siswa

a. Apakah kamu suka dengan kegiatan pembelajaran ini?


b. Adakah hal menarik lainnya?
c. Cara belajar yang bagaimana yang paling membantumu dalam mempratekkan
pembelajaran?
d. Kesulitan apa saja yang kamu temui dalam belajar tembang dolanan?
e. Apakah kamu menemukan kesulitan dalam memahami instruksi/perintah?
f. Bagaimana kamu dapat terus mempraktikkan keterampilan ini?

 Daftar Pustaka
1. Buku Paket Kirtya Basa VII
2. Pepak basa jawa
3. Kamus basa Jawa
4. Majalah Jaya Baya
5. Majalah Panyebar Semangat
6. Google

 Lembar Kerja Siswa 2 lembar


 Bahan Bacaan Siswa; Buku Paket Kirtya Basa VII, Majalah Jaya Baya, Majalah
Panyebar Semangat, pepak, Google.
 Bahan Bacaan Guru; Buku Paket Kirtya Basa VII, Majalah Jaya Baya, Majalah
Panyebar Semangat, pepak, Google.
 Materi Pengayaan (untuk siswa berpencapaian tinggi);
Mencari contoh kata basa rinengga yang relevan pada saat ini, dan merumuskan nilai yang
dapat dicontoh dalam kehidupan sehari-hari.
 Materi Tambahan (untuk siswa yang sulit memahami konsep);
Materi pelajaran yang lebih sederhana dan mudah dimengerti.

PERTEMUAN 2.
 Apersepsi (5 menit)
1. Salam, Berdoa dan Presensi.
2. Murid disiapkan guru secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.
3. Siswa memiliki motivasi belajar secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar
dalam kehidupan sehari-hari.
4. Tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar yang akan dicapai disampaikan oleh guru.
5. Guru menyampaikan cakupan materi dan uraian kegiatan sesuai silabus.

 Kegiatan Inti (30 menit)


3. Murid menyebutkan beberapa contoh kata basa rinennga yang telah dipelajari
sebelumnya.
4. Murid menyebutkan contoh basa rinengga berserta artinya.
5. Murid menyiapkan beberapa kartu/stiknote
6. Murid menuliskan 5 contoh kata basa rinengga.
7. Murid melipat kartu tersebut dan mengumpulkan di tempat yang telah ditentukan.
8. Peserta dibentuk 10 kelompok, masing- masing 3 murid.
9. Masing-masing kelompok maju untuk mengumpulkan kata basa rinennga sesuai dengan
jenisnya (Paribasan, bebasan, saloka) dengan Batasan waktu 2 menit.
10. Kelompok yang banyak mengumpulkan kata sesuai dengan jenisnya maka semakin banyak
point skornya.

 Penutup (5 menit)
1. Murid dan guru menyimpulkan hasil pembelajaran.
2. Murid dan guru mereview hasil kegiatan pembelajaran
3. Guru memberi reward (penghargaan) kepada kelompok yang memiliki kinerja baik.
 Refleksi Guru
 Manajemen kelas:
a. Apakah semua siswa aktif berkegiatan?
b. Apakah pembagian waktunya cukup?
c. Apakah siswa yang memiliki hambatan ketika berkegiatan, dapat teratasi
dengan baik(kembali berkegiatan dan mengikuti prosesnya)
d. Apakah metode pembelajaran yang digunakan sudah tepat?
e. Adakah metode pembelajaran lain yang lebih tepat untuk kegiatan
pembelajaran ini?
f. Apakah menemukan kendala lainnya?
g. Adakah strategi lain untuk menjawab kendala yang timbul?

 Ketercapaian kompetensi:
a. Apakah semua siswa mampu mencapai kompetensi yang diharapkan?
b. Apakah semua siswa mampu mengikuti proses kegiatan belajar dengan baik?
c. Adakah perubahan sikap dan keterampilan siswa selama proses kegiatan
belajar?

 Kriteria Pengukuran Ketercapaian Tujuan Pembelajaran dan Asesmen


(AsesmenFormatif)

 Penilaian Kompetensi atau Kemampuan serta Pengetahuan;


1. Siswa mampu memberikan respon dan melakukan Tindakan terhadap materi
pelajaran.
2. Siswa mampu memberikan respon dalam menjawab pertanyaan seputar materi
pelajaran.
3. Siswa mampu memahami semua materi pelajaran yang diberikan dengan baik.
 Cara Melakukan Asesmen;
Penilaian dilakukan berdasarkan aktivitas murid dalam pembelajaran yaitu antusias murid
dalam penugasan dan peforma/praktik dalam materi Basa Rinengga.

 Kriteria Penilaian
Penilaian dilakukan secara kualitatif

 Produk Siswa
1. Mencapai tujuan pembelajaran jika hasil siswa minimal 78.
2. Belum mencapai tujuan pembelajaran jika hasil siswa di bawah 78

Instrumen Penilaian

No. Kriteria Baik sekali (4) Bai Cuku Perlu


k p
Penilaian bimbingan
(3) (2) (1)
1. Siswa Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa belum mampu
mengidentifikasi mengidentifikasi mengidentifikasi mengidentifika mengidentifikasi
contoh kata contoh kata basa contoh kata basa si Sebagian contoh kata basa
basa rinennga rinennga sesuai rinennga sesuai contoh kata rinengga sesuai
sesuai kalimat kalimat kalimat basa rinennga kalimat
pembentuknya. pembentuknya pembentknya sesuai kalimat pembentuknya,
dengan benar dengan arahan pembentuknya masih perlu
secara mandiri guru. dengan bimbingan guru .
bimbingan
guru .

2 Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa belum mampu


mengidentifikasi mengidentifikasi mengidentifikasi mengidentifika mengidentifikasi
kata basa kata basa rinennga kata basa si kata basa kata basa rinennga
rinennga dalam dalam kalimat rinennga dalam rinennga dalam kalimat,
kalimat. dengan benar kalimat dengan dalam kalimat masih perlu
secara mandiri arahan guru. dengan bimbingan guru .
bimbingan
guru .

1. Penilaian kerja siswa mengindentifikasi basa rinengga

Kriteria Penilaian Y Tidak


a
Siswa mampu mengidentifikasi contoh kata basa rinengga sesuai
kalimat pembentuknya.
Siswa mampu mengidentifikasi kata basa rinengga dalam kalimat.

2. Penilaian hasil kerja siswa menulis tembang dolanan dan daerah asal.

 Refleksi Siswa

a. Apakah kamu suka dengan kegiatan pembelajaran ini?


b. Adakah hal menarik lainnya?
c. Cara belajar yang bagaimana yang paling membantumu dalam mempratekkan
pembelajaran?
d. Kesulitan apa saja yang kamu temui dalam belajar tembang dolanan?
e. Apakah kamu menemukan kesulitan dalam memahami instruksi/perintah?
f. Bagaimana kamu dapat terus mempraktikkan keterampilan ini?

 Daftar Pustaka
1. Buku Paket Kirtya Basa VII
2. Pepak basa jawa
3. Kamus basa Jawa
4. Majalah Jaya Baya
5. Majalah Panyebar Semangat
6. Google

 Lembar Kerja Siswa 2 lembar


 Bahan Bacaan Siswa; Buku Paket Kirtya Basa VII, Majalah Jaya Baya, Majalah
Panyebar Semangat, pepak, Google.
 Bahan Bacaan Guru; Buku Paket Kirtya Basa VII, Majalah Jaya Baya, Majalah
Panyebar Semangat, pepak, Google.
 Materi Pengayaan (untuk siswa berpencapaian tinggi);
Mencari contoh kata basa rinengga yang relevan pada saat ini, dan merumuskan nilai yang
dapat dicontoh dalam kehidupan sehari-hari.
 Materi Tambahan (untuk siswa yang sulit memahami konsep);
Materi pelajaran yang lebih sederhana dan mudah dimengerti.

PERTEMUAN 3.
 Apersepsi (5 menit)
1. Salam, Berdoa dan Presensi.
2. Murid disiapkan guru secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.
3. Siswa memiliki motivasi belajar secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar
dalam kehidupan sehari-hari.
4. Tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar yang akan dicapai disampaikan oleh guru.
5. Guru menyampaikan cakupan materi dan uraian kegiatan sesuai silabus.

 Kegiatan Inti (30 menit)


1. Murid menyebutkan kata basa rinengga dalam kalimat yang dibacakan guru.
2. Murid menyebutkan kata basa rinengga dalam kalimat berserta artinya.
3. Murid mengidentifikasi kata basa rinengga dalam kalimat sesuai jenis kalimat
pembentuknya.
4. Guru menyiapkan beberap kata basa rinengga
5. Murid memilih beberapa kata sesuai dengan kemampuan.
6. Murid membuat kalimat dengan menggunakan basa riengga yang telah dipilihnya.
7. Murid menuliskan dalam stik note kemudia ditempel di papan tulis.
8. Setelah seluruhnya selesai, murid dipersilakan mengambil pekerjaan temannya untuk
dibacakan dan dinilai kesesuaian kalimatnya.
9. Murid memberikan skor atas pekerjaan temannya.

 Penutup (5 menit)
1. Murid dan guru menyimpulkan hasil pembelajaran.
2. Murid dan guru mereview hasil kegiatan pembelajaran
3. Guru memberi reward (penghargaan) kepada kelompok yang memiliki kinerja baik.
 Refleksi Guru
 Manajemen kelas:
a. Apakah semua siswa aktif berkegiatan?
b. Apakah pembagian waktunya cukup?
c. Apakah siswa yang memiliki hambatan ketika berkegiatan, dapat teratasi
dengan baik(kembali berkegiatan dan mengikuti prosesnya)
d. Apakah metode pembelajaran yang digunakan sudah tepat?
e. Adakah metode pembelajaran lain yang lebih tepat untuk kegiatan
pembelajaran ini?
f. Apakah menemukan kendala lainnya?
g. Adakah strategi lain untuk menjawab kendala yang timbul?

 Ketercapaian kompetensi:
a. Apakah semua siswa mampu mencapai kompetensi yang diharapkan?
b. Apakah semua siswa mampu mengikuti proses kegiatan belajar dengan baik?
c. Adakah perubahan sikap dan keterampilan siswa selama proses kegiatan
belajar?

 Kriteria Pengukuran Ketercapaian Tujuan Pembelajaran dan Asesmen


(AsesmenFormatif)

 Penilaian Kompetensi atau Kemampuan serta Pengetahuan;


1. Siswa mampu memberikan respon dan melakukan Tindakan terhadap materi
pelajaran.
2. Siswa mampu memberikan respon dalam menjawab pertanyaan seputar materi
pelajaran.
3. Siswa mampu memahami semua materi pelajaran yang diberikan dengan baik.
 Cara Melakukan Asesmen;
Penilaian dilakukan berdasarkan aktivitas murid dalam pembelajaran yaitu antusias murid
dalam penugasan dan peforma/praktik dalam materi Basa Rinengga.

 Kriteria Penilaian
Penilaian dilakukan secara kualitatif

 Produk Siswa
1. Mencapai tujuan pembelajaran jika hasil siswa minimal 78.
2. Belum mencapai tujuan pembelajaran jika hasil siswa di bawah 78

Instrumen Penilaian

No. Kriteria Baik sekali (4) Bai Cuku Perlu


k p
Penilaian bimbingan
(3) (2) (1)
1. Siswa membuat Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa belum
kalimat dengan membuat kalimat membuat membuat mampu membuat
menggunakan denmgan kalimat Sebagian kalimat dengan
ungkapan basa menggunakan denmgan kalimat dengan menggunakan
riengga. ungkapan basa menggunakan menggunakan ungkapan basa
[Link] ungkapan basa ungkapan basa riengga, masih perlu
benar secara riengga, dengan riengga. bimbingan guru .
mandiri arahan guru. dengan
bimbingan
guru .

2 Siswa Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa belum mampu
mengartikan mengartikan mengartikan mengartikan mengartikan
ungkapan basa ungkapan basa ungkapan basa ungkapan basa ungkapan basa
rinengga yang rinengga yang rinengga yang rinengga yang rinengga yang
terkandung terkandung dalam terkandung terkandung terkandung dalam
dalam kalimat. kalimat. dalam kalimat. dalam kalimat. kalimat, masih perlu
bimbingan guru.
1. Penilaian kerja siswa mengindentifikasi basa rinengga

Kriteria Penilaian Y Tidak


a
Siswa mampu mengidentifikasi contoh kata basa rinengga sesuai
kalimat pembentuknya.
Siswa mampu mengidentifikasi kata basa rinengga dalam kalimat.

2. Penilaian hasil kerja siswa menulis tembang dolanan dan daerah asal.

 Refleksi Siswa

a. Apakah kamu suka dengan kegiatan pembelajaran ini?


b. Adakah hal menarik lainnya?
c. Cara belajar yang bagaimana yang paling membantumu dalam mempratekkan
pembelajaran?
d. Kesulitan apa saja yang kamu temui dalam belajar tembang dolanan?
e. Apakah kamu menemukan kesulitan dalam memahami instruksi/perintah?
f. Bagaimana kamu dapat terus mempraktikkan keterampilan ini?

 Daftar Pustaka
7. Buku Paket Kirtya Basa VII
8. Pepak basa jawa
9. Kamus basa Jawa
10. Majalah Jaya Baya
11. Majalah Panyebar Semangat
12. Google

 Lembar Kerja Siswa 2 lembar


 Bahan Bacaan Siswa; Buku Paket Kirtya Basa VII, Majalah Jaya Baya, Majalah
Panyebar Semangat, pepak, Google.
 Bahan Bacaan Guru; Buku Paket Kirtya Basa VII, Majalah Jaya Baya, Majalah
Panyebar Semangat, pepak, Google.
 Materi Pengayaan (untuk siswa berpencapaian tinggi);
Mencari contoh kata basa rinengga yang relevan pada saat ini, dan merumuskan nilai yang
dapat dicontoh dalam kehidupan sehari-hari.
 Materi Tambahan (untuk siswa yang sulit memahami konsep);
Materi pelajaran yang lebih sederhana dan mudah dimengerti.

Mengetahui, Sumbermanjing, 17 Juli 2023


Kepala SMPN 2 Sumbermanjing Wetan Guru Mata Pelajaran Bahasa Jawa

Agus Imam Syafi’i, [Link] Ninik Kurniawati, [Link].


NIP. 197108031999031005 NIP. -
Lampiran Materi.

A. Pangerten Basa Rinengga


Basa Rinenga yaiku basa kang pangrakite utawa pandhapuke sarana direngga, dipacaki, dipaesi
sarta basane digawe bregas, mesthi bae basa kang dipaesi mau banjur nuwuhake rasa edi endah sarta
ngeresepake ati. Basa Rinega biasane digawe ana ing acara pedhalangan, pranata acara (sambutan
temanten, pengetan taun anyar lsp).Utawa basa rinengga yaiku karangan kang kalebu susastra rinacik
mawa basa kang endah. Endahing karangan kasawung sarana isi kang narik kawigaten lan nyenengake,
sarta basa kang edi peni. Edi penining basa warna-warna, lan katon manawa diucapake. Racikaning
basa kang edi peni karana rinengga-rengga lan warna-warna rerengganing basa. Kajaba marga endahing
basa, karangan katon endah marga becik pangrakite, laras pangrumpakane. Iku katon ing prakara
runtut lan mathis, manis panataning tembung lan ukarane. Endahing karangan margacocog pamilihing
tembung. Upamane, bab anggone migunakake tembung camboran , dasanamaning tembung. Luwih-
luwih bab pamilihing tembung lan kridhaning swara ing sajroning ukara. Kadhang kala endahing
karangan utawa rumpakan karana mathis pamilihing busananing basa. Upamane, bab pangraciking
swara lan pangrakiting tembung. Ing istilah Jawa ana kang ingaran purwakanthi. Istilah purwakanthi
cupet banget pangertene, yaiku padha karo kang sinebut ing istilah Indonesia sajak utawa rima.

B. Ancas/tujuan Pigunane Basa Rinengga :


Kang dadi ancas (tujuan) digunakake basa rinengga yaiku kanggo nambahi kaendahaning
ukara(pepaes).

C. Jinis-jinise Basa Rinengga :


1. Tembung Saroja : Yaiku tembung loro kang padha tegese utawa meh padha tegese tegese
dienggo bebarengan duweni teges mbangetake.
Tuladhane Tembung Saroja:

No Tembung saroja No Tembung saroja

1 Lir pendah 13 Edi peni


2 Adi luhung 14 Mukti wibawa
3 Sih wilasa 15 Mudha punggung
4 Akal budi 16 Mukti wibawa
5 Papa cintraka 17 Gandes luwes
6 Kongas ngambar 18 Sumbang surung
7 Wadya bala 19 Dhedhep tidhem
8 Sayuk rukun 20 Tandang grayang
9 Teguh santosa 21 Iguh pertikel
10 Lara lapa 22 Tanem tuwuh
11 Gagah prakosa 23 Kuru aking
12 Bobot timbang 24 Suba sita
Tuladha Ing Ukara:
1. Menawi sampun terang trewaca dhawuh timbalanipun, keparenga bidhal ing dinten
sakmenika.
2. Wayang mujudake kabudayan jawa kang adi luhung.
3. Kasulistyane temanten putri kuwi lir pendah Bathari Kumaratih.
4. Kabudayan iku cinipta saka akal budine manungsa
5. Raden Werkudara iku satriya kang gagah prakosa lan sekti mandraguna

2. Tembung Entar : yaiku tembung kang tegesé ora kaya saluguné (kata kiasan).Utawa tembung kang
ora kena ditegesi sawantahe baé sinebut uga ing basa Indonesia tembang silihan (kiasan).
Tuladhane Tembung Entar:
No Tembung entar Tegese
1 Jembar segarane Sabar
2 Pikirane kethul Bodho
3 Enthengan tangan Seneng rerewang
4 Nandur kabecikan Tumindak becik
5 Adus kringet Nyambut gawe temenan
6 Atine metu wulune Duwe sedya ala
7 Cupet atine kuwatir
8 Dawa tangane Seneng nyenyolong
9 Bening atine Sumeh, nyenengake
10 Lobok atine sabar
11 Tipis lambene Criwis, seneng ngomong
12 Gedhe endhase Seneng umuk, sombong
13 Nggegem tangan Lumuh, ora gelem tandang gawe
14 Ngangsu kawruh sekolah
15 Lunyu ilate Guneme mencla-mencle
16 Nggedhekake puluk Nengenake bab pangan
17 Lara owah Stres, gendheng
18 Gilig rembuge sarujuk
19 Gatel ilate Seneng nyatur liyan
20 Kaku atine Ora manut
21 Kepancal sepur Telat, kasep
22 Mata dhuwiten Petung banget bab dhuwit
23 Rai gedheg Ora duwe isin
24 Putih atine Jujur, ora seneng ngapusi

Tuladha Ing Ukara :


1. Yen kowe amor karo aku kudu enthengan tangan
2. Tini iku lobok atine karo sapa wae gampang srawung, mulane iya akeh kancane.
3. Mbok ya prihatin aja mung nggedhekake puluk ngelingana kowe kuwi durung bisa golek dhuwit
dhewe.
4. Lasmana iku pancen bocah pikirane kethul, lima tambah lima wae ora bisa!
3. Paribasan , Bebasan lan Saloka:

 Paribasan yaiku unen-unen kang wis gumathok racikane lan mawa teges tartemtu. Dhapukaning
paribasan awujud ukara utawa kumpulaning tembung (frase), lan kalebu basa pinathok.
Racikaning tembung ora owah, surasa utawa tegese uga gumathok, lumrahe ateges entar. Tegese
tembung gumantung surasa lan karep kang kinandhut ing unen-unen. Paribasan ngemu teges:
tetandhingan, pepindhan, utawa pepiridan (saemper pasemon). Kang disemoni manungsa, ulah
kridhaning manungsa, utawa sesambunganing manungsa lan alam uripe. Mula paribasan ana sing
sinebut bebasan lan saloka, dene bedane bebasan karo saloka kaya katrangan ing ngisor iki.

 Bebasan yaiku unen – unen kang ajeg panganggone mawa teges entar dudu pepindhan. Dadi
tegese nggepok senggol sesipatan utawa kaanan kang ana sambung rapeet karo ulah kridhaning
manungsa.

 Saloka yaiku tetembungan kang ajeg panganggone nanging duweni teges pepindhan, sing
dipindhakake wong. Dadi saloka iku tegese magepokan karo sing disemoni, disanepani, utawa
dipindhakake, lumrahe nganggo tembung arane kewan.

Tuladhane Paribasan/bebasan :

No Paribasan/bebasan Tegese

1 Abang-abang lambe Samudana ; lelamisan


2 Abot anak tinimbang telak Luwih merlokake kaperluane anak tinimbang
keperluane dhewe
3 Adhang-adhang tetesing ebun Ngarep-arep paweweh sing biasa karuwan
tekane
4 Adigang , adigung, adiguna ngendelake kekuwatane,
ngendelake kaluhuran lan kapinterane,
ngendelake panguwasane
5 Akal bulus Ngapusi kurang julig, gampang dingerteni
dening wong sing arep diapusi
6 Banyu pinerang Pasulayane (tukarane) sedulur enggal rukun
maneh
7 Bisa njaring angin Pinter banget. Bisa ngrampungi pegaweyan
sing wong liya ora bisa nindakake awit saka
angele
8 Blaba wuda . Merga saka banget lomane nganti awake
dhewe kecingkrangan
9 Blilu tau pinter 16ias16g Senajan bodho nanging 16ias nindakake
nglakoni jalaran wis dadi pegaweyane.
10 Busuk ketekuk pinter keblinger Wong bodho lan wong pinter padha cilakane.
11 Cablek-cablek lemut (Pb) Ora tau nindakake pegaweyan abot nanging
penak banget uripe.
12 Cincing-cincing meksa klebus Niyate ngirit, malah ngorot, malah entek akeh
ragade
13 Desa mawa tata, negera mawa Siji-sijine panggoinan nduweni adat tatacara
cara dhewe
14 Dhalang ora kurang lakon Wong ora kurang akale
15 Dicuthat kaya cacing Ditundhung kanthi degsiya banget.

Tuladhane Bebasan/paribasan :

No Bebasan/paribasan Tegese
1 Anggenthong umos Ora 17ias nyimpen wadi
2 Asu arebut balung Regejegan perkara sepele
3 Kocak tandha lukak wong kang sugih omong pratandha biasane
akeh kawruhe.
4 Awak pendhek budi ciblek Wong asor kang uga asor budine
5 Baladewa ilang gapite Tanpa daya jalaran ilang kekuwatane
6 Bali menyang kinjeng dome Wong cilik dadi wong gedhe,wusana dadi cilik
maneh
7 Nabok nyilih tangan Nyilakani wong liya ora nganggo tangane
dhewe
8 Bathok bolu isi madu Wong asor nanging sugih kepinteran
9 Bau kapine Ora padha pangrengkuhe ; pilih kasih
10 Bebek diwuruki nglangi Wong pinter diwuruki
11 Bebisik nguwuh-uwuh Arep rempit marang wadi nanging solah
bawane ngetarani njalari kewiyak wadine.
12 Beras kutah arang mulih takere Pawarta kang wis sumebar ora bisa bali
wutuh
13 Bubuk oleh leng Duwe karep ala oleh dalan ala,saya olehe
ngangseg saka senenge.
14 Cuplak andheng-andheng yen Sedulur utawa kanca sing njalari ala prayoga
ora pernah panggonane disingkirake
15 Dibeciki mbalang tai Dibeciki malah males ala

Tuladhane Saloka :
No Saloka Tegese
1 Asu gedhe menang kerahe Wong kuwasa yen perkaran karo wong cilik
padhatan menang senajan wong kuwasa iku
kudune kalah jalaran luput.
2 Kebo kabotan sungu Wong kang uripe rekasa amarga kakehan
anak
3 Kebo nusu gudel Wong tuwa njaluk warah wong enom
4 Gajah ngidak rapah wong gedhe (agung) nrajang wewalere
dhewe
5 Kodhok nguntal gajah wong duwe trekah sing mokal kalakone
6 Semut ngadu gajah Wong cilik ngedu wong gedhe
7 Kutuk marani sunduk wong kang njarag (marani) bebaya
8 Kebo mulih ing kandhange wong sing wis suwe lelana bali nyang asale
9 Kutuk nggendhong kemiri wong kang nganggo kang sarwa aji (apik)
liwat dalan kang mbebayani.
10 Belo melu seton Wong sing bisane mung melu-melu, ora
ngerti sing dikarepake
11 Ula marani gitik wong kang njarag marang bebaya
12 Gajah elar wong kang sarwa kasembadan kekarepane
13 Bebek munsuh mliwis wong loro padha dene pintere mungsuhan,
nanging sing siji luwih pinter/trengginas
14 Pitik trondhol diumbar ing wong ora duwe dipracaya manggon ing
pedaringan papan kang mubra-mubru pangan
15 Tekek mati ulone wong kang nemoni cilaka marga saka
gunemane dhewe

Tuladha Ing Ukara:


1. Dadi manungsa iku sing lembah manah aja adigang adigung adiguna mundhak didohi karo
liyan.
2. Kowe aja ngina wong iku lho, dheweke iku bebasane bathok bolu isi madu, katone oraduwe
ananging sejatine sugih.
3. Pak Kartono iku kena diarani Kebo kabotan sungu anake akeh, mula manggone tansahpindhah-
pindhah kontrakane.
4. Anggone nggoleki anake bebasane njajah desa milangkori, jarene wis tekan ngendi-endi nanging
tetep isih durung ketemu
5. Yen kelakuwanmu isih kaya mengkono iku rak jenenge padha ksro kemladheyan ngajak sempal

4. Sanepa
 Sanepa yaiku unen-unen kang ajeg, bangsane pepindhan, angemu surasa mbangetake, nanging
nganggo tembung sing tegese kosok balen karo karepe. Sanépa iku ukara pepindhan kang
kadadéyan saka dhapukaning tembung kahanan lan tembung aran. Tuladhane : Utange arang
wulu kucing. Tembung iku dumadi saka; arang = tembung kahanan/watak. Wulu kucing =
tembung aran. Sanepa kasebut tegese utange akeh banget.

Tuladhane Sanepa:

No Sanepa Tegese
1 Ambune arum jamban : Ambune banger
2 Awake kuru semangka : Awake lemu banget
3 .Balunge aros debok: : Balunge empuk banget
4 Barange aji godhong garing : Barange ora aji banget
5 .Bobote abot kapuk : Bobote entheng banget
6 Bobote bot merang segendheng : Bobote etheng banget
7 Cahyane abang dluwang : Cahyane pucet banget
8 Dedege dhuwur kencur : Dedege cendek banget
9 Enggale suwe banyu sinaring : Wektune cepet banget
10 Eseme pahit madu : Eseme manis banget
11 Kawruhe jeru tapak meri : Kawruhe sethithik banget
12 Kulitane wuled godhong lumbu : Kulite gampang suwek
13 Lemune banjo tampah : Lemune bundher banget
14 Pemandhenge kedhep tesmak: : Pemandenge njinggleng
15 Pikirane landhep dhengkul : Pikirane bodho banget
16 Playune lonjong botor (mimis) : Playune banter banget
17 Playune rindhik asu digithik : Playune banter banget
18 Poalhe anteng kitiran : Polahe akeh banget
19 rasane legi butrawali : Rasane pait banget
20 Rembuge peret beton : Rembuge alus banget
21 Srawunge renggang gula kumepyur pulut : Srawunge raket banget
22 Tatune arang kranjang : Tatune kerep banget
23 Tembunge pait madu : Tembunge manis banget
24 Rembunge resik peceren : Tembunge rusuh banget
25 Ulate bening leri : Ulate mrengut banget
26 Suwe mijet wohing ranti : Sedhela banget
27 Wujude agal glepung : Wujude lembut banget

Tuladha Ing Ukara

1. Polahe anteng kitiran, mrana- mrene ora ana mandhege


2. Dedegmu mung dhuwur kencur, ora-orane yen kowe bisa ngranggeh tanganku
3. Ora susah ngandhar-andhar angendhukur, sanyatane kawruhmu isih jero tapak meri
4. Kamar kok resik peceren, apa ora nate kok saponi
5. Yen dak rungokake kandhamu pait juruh, ora ana gregele

5. Basa Rinengga ora mung kaya kasebut ana ing dhuwur, ana sing awujud; rura basa, yogyaswara,
purwakanthi, parikan, panyandra, wangsalan lan pepindhan. Ana uga tetembungane dilironi/diganti
tembung Kawi utawa tembung ndakik/dipaesi supaya katon bregas lan endah.

Tuladhane :

No Basa lumrah Basa Rinengga


1 Kudu Tan ora; tan kena ora
2 Teluk Asrah bongkokan
3 Sedhela banget Sapandurat, sakedheping netra
4 Begja banget Begja kemayangan
5 Salaman Jawat asta
6 Rembulan Sitaresmi, sitakara, badra, candra, sasadara
7 Lintang kartika
8 Langit Gegana, jumantara, antariksa
9 Lemah Bantala, kisma, pratiwi, pratala
10 Bapa Rama, yayah, sudarma
11 Ibu Wibi, umi, rena
12 Susah Sungkawa, rudatin,
13 Seneng Suka, rena
14 Anak Atmaja, tanaya, suta
15 srengenge Bagaskara, surya, raditya

Anda mungkin juga menyukai