Pembelajaran Basa Rinengga Kelas VIII
Pembelajaran Basa Rinengga Kelas VIII
KELAS VIII
1. Informasi Umum
2. Capaian Pembelajaran
Murid mampu menulis dan mengembangkan kosakata baru dengan menggunakan basa rinengga untuk
menyajikan gagasan sesuai unggah-ungguh basa.
3. Tujuan Pembelajaran:
Menulis dan mengembangkan kosakata baru dengan menggunakan basa rinengga
Menggunakan dan memaknai kosakata baru yang menggunakan basa rinengga.
Kata/Frasa Kunci
1. Basa Rinengga
2. Paribasan, bebasan, saloka.
Pertanyaan Pemantik :
1. Pernahkan kamu mendengar di kehidupan sehari-hari ungkapan “ abang-abang lambe,
nguyahi segara”?
2. Menurutmu apa tujuan orang menggunakan ungkapan (bukan makna sebenarnya) untuk
mengungkapkan sesuatu?
Pemahaman Bermakna:
Siswa dapat memahami isi dan menggunakan bahasa rinengga dalam kehidupan sehari- hari.
Prasarana
Prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran ini adalah ruang kelas.
6. Model Pembelajaran
Model pembelajaran yang digunakan dalam modul ajar ini adalah
Tatap muka
7. Ketersediaan Materi
Pengayaan untuk murid bercapaian tinggi
Ya
Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas untuk murid yang sulit memahami konsep
Ya
8. Materi Ajar
Materi ajar yang perlu disiapkan oleh guru sebelum mengajar antara lain
Buku Bahasa Jawa
Materi lain dari internet
Pepak Bahasa jawa
Majalah Bahasa Jawa
9. Kegiatan Pembelajaran Utama
Pengaturan Siswa Metode
Individu Diskusi
Berpasangan Presentasi
Berkelompok (>2 orang) Demontrasi
Project
Eksperimen
Eksplorasi
Permainan
Ceramah
Kunjungan lapangan
Simulasi
10. Asesmen
PERTEMUAN 1.
Apersepsi (5 menit)
1. Salam, Berdoa dan Presensi.
2. Murid disiapkan guru secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.
3. Siswa memiliki motivasi belajar secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar
dalam kehidupan sehari-hari.
4. Tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar yang akan dicapai disampaikan oleh guru.
5. Guru menyampaikan cakupan materi dan uraian kegiatan sesuai silabus.
Penutup (5 menit)
1. Murid dan guru menyimpulkan hasil pembelajaran.
2. Murid dan guru mereview hasil kegiatan pembelajaran
3. Guru memberi reward (penghargaan) kepada kelompok yang memiliki kinerja baik.
Refleksi Guru
Manajemen kelas:
a. Apakah semua siswa aktif berkegiatan?
b. Apakah pembagian waktunya cukup?
c. Apakah siswa yang memiliki hambatan ketika berkegiatan, dapat teratasi
dengan baik(kembali berkegiatan dan mengikuti prosesnya)
d. Apakah metode pembelajaran yang digunakan sudah tepat?
e. Adakah metode pembelajaran lain yang lebih tepat untuk kegiatan
pembelajaran ini?
f. Apakah menemukan kendala lainnya?
g. Adakah strategi lain untuk menjawab kendala yang timbul?
Ketercapaian kompetensi:
a. Apakah semua siswa mampu mencapai kompetensi yang diharapkan?
b. Apakah semua siswa mampu mengikuti proses kegiatan belajar dengan baik?
c. Adakah perubahan sikap dan keterampilan siswa selama proses kegiatan
belajar?
Kriteria Pengukuran Ketercapaian Tujuan Pembelajaran dan Asesmen
(AsesmenFormatif)
Kriteria Penilaian
Penilaian dilakukan secara kualitatif
Produk Siswa
1. Mencapai tujuan pembelajaran jika hasil siswa minimal 78.
2. Belum mencapai tujuan pembelajaran jika hasil siswa di bawah 78
Instrumen Penilaian
2. Penilaian hasil kerja siswa menulis tembang dolanan dan daerah asal.
Refleksi Siswa
Daftar Pustaka
1. Buku Paket Kirtya Basa VII
2. Pepak basa jawa
3. Kamus basa Jawa
4. Majalah Jaya Baya
5. Majalah Panyebar Semangat
6. Google
PERTEMUAN 2.
Apersepsi (5 menit)
1. Salam, Berdoa dan Presensi.
2. Murid disiapkan guru secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.
3. Siswa memiliki motivasi belajar secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar
dalam kehidupan sehari-hari.
4. Tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar yang akan dicapai disampaikan oleh guru.
5. Guru menyampaikan cakupan materi dan uraian kegiatan sesuai silabus.
Penutup (5 menit)
1. Murid dan guru menyimpulkan hasil pembelajaran.
2. Murid dan guru mereview hasil kegiatan pembelajaran
3. Guru memberi reward (penghargaan) kepada kelompok yang memiliki kinerja baik.
Refleksi Guru
Manajemen kelas:
a. Apakah semua siswa aktif berkegiatan?
b. Apakah pembagian waktunya cukup?
c. Apakah siswa yang memiliki hambatan ketika berkegiatan, dapat teratasi
dengan baik(kembali berkegiatan dan mengikuti prosesnya)
d. Apakah metode pembelajaran yang digunakan sudah tepat?
e. Adakah metode pembelajaran lain yang lebih tepat untuk kegiatan
pembelajaran ini?
f. Apakah menemukan kendala lainnya?
g. Adakah strategi lain untuk menjawab kendala yang timbul?
Ketercapaian kompetensi:
a. Apakah semua siswa mampu mencapai kompetensi yang diharapkan?
b. Apakah semua siswa mampu mengikuti proses kegiatan belajar dengan baik?
c. Adakah perubahan sikap dan keterampilan siswa selama proses kegiatan
belajar?
Kriteria Penilaian
Penilaian dilakukan secara kualitatif
Produk Siswa
1. Mencapai tujuan pembelajaran jika hasil siswa minimal 78.
2. Belum mencapai tujuan pembelajaran jika hasil siswa di bawah 78
Instrumen Penilaian
2. Penilaian hasil kerja siswa menulis tembang dolanan dan daerah asal.
Refleksi Siswa
Daftar Pustaka
1. Buku Paket Kirtya Basa VII
2. Pepak basa jawa
3. Kamus basa Jawa
4. Majalah Jaya Baya
5. Majalah Panyebar Semangat
6. Google
PERTEMUAN 3.
Apersepsi (5 menit)
1. Salam, Berdoa dan Presensi.
2. Murid disiapkan guru secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.
3. Siswa memiliki motivasi belajar secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar
dalam kehidupan sehari-hari.
4. Tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar yang akan dicapai disampaikan oleh guru.
5. Guru menyampaikan cakupan materi dan uraian kegiatan sesuai silabus.
Penutup (5 menit)
1. Murid dan guru menyimpulkan hasil pembelajaran.
2. Murid dan guru mereview hasil kegiatan pembelajaran
3. Guru memberi reward (penghargaan) kepada kelompok yang memiliki kinerja baik.
Refleksi Guru
Manajemen kelas:
a. Apakah semua siswa aktif berkegiatan?
b. Apakah pembagian waktunya cukup?
c. Apakah siswa yang memiliki hambatan ketika berkegiatan, dapat teratasi
dengan baik(kembali berkegiatan dan mengikuti prosesnya)
d. Apakah metode pembelajaran yang digunakan sudah tepat?
e. Adakah metode pembelajaran lain yang lebih tepat untuk kegiatan
pembelajaran ini?
f. Apakah menemukan kendala lainnya?
g. Adakah strategi lain untuk menjawab kendala yang timbul?
Ketercapaian kompetensi:
a. Apakah semua siswa mampu mencapai kompetensi yang diharapkan?
b. Apakah semua siswa mampu mengikuti proses kegiatan belajar dengan baik?
c. Adakah perubahan sikap dan keterampilan siswa selama proses kegiatan
belajar?
Kriteria Penilaian
Penilaian dilakukan secara kualitatif
Produk Siswa
1. Mencapai tujuan pembelajaran jika hasil siswa minimal 78.
2. Belum mencapai tujuan pembelajaran jika hasil siswa di bawah 78
Instrumen Penilaian
2 Siswa Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa belum mampu
mengartikan mengartikan mengartikan mengartikan mengartikan
ungkapan basa ungkapan basa ungkapan basa ungkapan basa ungkapan basa
rinengga yang rinengga yang rinengga yang rinengga yang rinengga yang
terkandung terkandung dalam terkandung terkandung terkandung dalam
dalam kalimat. kalimat. dalam kalimat. dalam kalimat. kalimat, masih perlu
bimbingan guru.
1. Penilaian kerja siswa mengindentifikasi basa rinengga
2. Penilaian hasil kerja siswa menulis tembang dolanan dan daerah asal.
Refleksi Siswa
Daftar Pustaka
7. Buku Paket Kirtya Basa VII
8. Pepak basa jawa
9. Kamus basa Jawa
10. Majalah Jaya Baya
11. Majalah Panyebar Semangat
12. Google
2. Tembung Entar : yaiku tembung kang tegesé ora kaya saluguné (kata kiasan).Utawa tembung kang
ora kena ditegesi sawantahe baé sinebut uga ing basa Indonesia tembang silihan (kiasan).
Tuladhane Tembung Entar:
No Tembung entar Tegese
1 Jembar segarane Sabar
2 Pikirane kethul Bodho
3 Enthengan tangan Seneng rerewang
4 Nandur kabecikan Tumindak becik
5 Adus kringet Nyambut gawe temenan
6 Atine metu wulune Duwe sedya ala
7 Cupet atine kuwatir
8 Dawa tangane Seneng nyenyolong
9 Bening atine Sumeh, nyenengake
10 Lobok atine sabar
11 Tipis lambene Criwis, seneng ngomong
12 Gedhe endhase Seneng umuk, sombong
13 Nggegem tangan Lumuh, ora gelem tandang gawe
14 Ngangsu kawruh sekolah
15 Lunyu ilate Guneme mencla-mencle
16 Nggedhekake puluk Nengenake bab pangan
17 Lara owah Stres, gendheng
18 Gilig rembuge sarujuk
19 Gatel ilate Seneng nyatur liyan
20 Kaku atine Ora manut
21 Kepancal sepur Telat, kasep
22 Mata dhuwiten Petung banget bab dhuwit
23 Rai gedheg Ora duwe isin
24 Putih atine Jujur, ora seneng ngapusi
Paribasan yaiku unen-unen kang wis gumathok racikane lan mawa teges tartemtu. Dhapukaning
paribasan awujud ukara utawa kumpulaning tembung (frase), lan kalebu basa pinathok.
Racikaning tembung ora owah, surasa utawa tegese uga gumathok, lumrahe ateges entar. Tegese
tembung gumantung surasa lan karep kang kinandhut ing unen-unen. Paribasan ngemu teges:
tetandhingan, pepindhan, utawa pepiridan (saemper pasemon). Kang disemoni manungsa, ulah
kridhaning manungsa, utawa sesambunganing manungsa lan alam uripe. Mula paribasan ana sing
sinebut bebasan lan saloka, dene bedane bebasan karo saloka kaya katrangan ing ngisor iki.
Bebasan yaiku unen – unen kang ajeg panganggone mawa teges entar dudu pepindhan. Dadi
tegese nggepok senggol sesipatan utawa kaanan kang ana sambung rapeet karo ulah kridhaning
manungsa.
Saloka yaiku tetembungan kang ajeg panganggone nanging duweni teges pepindhan, sing
dipindhakake wong. Dadi saloka iku tegese magepokan karo sing disemoni, disanepani, utawa
dipindhakake, lumrahe nganggo tembung arane kewan.
Tuladhane Paribasan/bebasan :
No Paribasan/bebasan Tegese
Tuladhane Bebasan/paribasan :
No Bebasan/paribasan Tegese
1 Anggenthong umos Ora 17ias nyimpen wadi
2 Asu arebut balung Regejegan perkara sepele
3 Kocak tandha lukak wong kang sugih omong pratandha biasane
akeh kawruhe.
4 Awak pendhek budi ciblek Wong asor kang uga asor budine
5 Baladewa ilang gapite Tanpa daya jalaran ilang kekuwatane
6 Bali menyang kinjeng dome Wong cilik dadi wong gedhe,wusana dadi cilik
maneh
7 Nabok nyilih tangan Nyilakani wong liya ora nganggo tangane
dhewe
8 Bathok bolu isi madu Wong asor nanging sugih kepinteran
9 Bau kapine Ora padha pangrengkuhe ; pilih kasih
10 Bebek diwuruki nglangi Wong pinter diwuruki
11 Bebisik nguwuh-uwuh Arep rempit marang wadi nanging solah
bawane ngetarani njalari kewiyak wadine.
12 Beras kutah arang mulih takere Pawarta kang wis sumebar ora bisa bali
wutuh
13 Bubuk oleh leng Duwe karep ala oleh dalan ala,saya olehe
ngangseg saka senenge.
14 Cuplak andheng-andheng yen Sedulur utawa kanca sing njalari ala prayoga
ora pernah panggonane disingkirake
15 Dibeciki mbalang tai Dibeciki malah males ala
Tuladhane Saloka :
No Saloka Tegese
1 Asu gedhe menang kerahe Wong kuwasa yen perkaran karo wong cilik
padhatan menang senajan wong kuwasa iku
kudune kalah jalaran luput.
2 Kebo kabotan sungu Wong kang uripe rekasa amarga kakehan
anak
3 Kebo nusu gudel Wong tuwa njaluk warah wong enom
4 Gajah ngidak rapah wong gedhe (agung) nrajang wewalere
dhewe
5 Kodhok nguntal gajah wong duwe trekah sing mokal kalakone
6 Semut ngadu gajah Wong cilik ngedu wong gedhe
7 Kutuk marani sunduk wong kang njarag (marani) bebaya
8 Kebo mulih ing kandhange wong sing wis suwe lelana bali nyang asale
9 Kutuk nggendhong kemiri wong kang nganggo kang sarwa aji (apik)
liwat dalan kang mbebayani.
10 Belo melu seton Wong sing bisane mung melu-melu, ora
ngerti sing dikarepake
11 Ula marani gitik wong kang njarag marang bebaya
12 Gajah elar wong kang sarwa kasembadan kekarepane
13 Bebek munsuh mliwis wong loro padha dene pintere mungsuhan,
nanging sing siji luwih pinter/trengginas
14 Pitik trondhol diumbar ing wong ora duwe dipracaya manggon ing
pedaringan papan kang mubra-mubru pangan
15 Tekek mati ulone wong kang nemoni cilaka marga saka
gunemane dhewe
4. Sanepa
Sanepa yaiku unen-unen kang ajeg, bangsane pepindhan, angemu surasa mbangetake, nanging
nganggo tembung sing tegese kosok balen karo karepe. Sanépa iku ukara pepindhan kang
kadadéyan saka dhapukaning tembung kahanan lan tembung aran. Tuladhane : Utange arang
wulu kucing. Tembung iku dumadi saka; arang = tembung kahanan/watak. Wulu kucing =
tembung aran. Sanepa kasebut tegese utange akeh banget.
Tuladhane Sanepa:
No Sanepa Tegese
1 Ambune arum jamban : Ambune banger
2 Awake kuru semangka : Awake lemu banget
3 .Balunge aros debok: : Balunge empuk banget
4 Barange aji godhong garing : Barange ora aji banget
5 .Bobote abot kapuk : Bobote entheng banget
6 Bobote bot merang segendheng : Bobote etheng banget
7 Cahyane abang dluwang : Cahyane pucet banget
8 Dedege dhuwur kencur : Dedege cendek banget
9 Enggale suwe banyu sinaring : Wektune cepet banget
10 Eseme pahit madu : Eseme manis banget
11 Kawruhe jeru tapak meri : Kawruhe sethithik banget
12 Kulitane wuled godhong lumbu : Kulite gampang suwek
13 Lemune banjo tampah : Lemune bundher banget
14 Pemandhenge kedhep tesmak: : Pemandenge njinggleng
15 Pikirane landhep dhengkul : Pikirane bodho banget
16 Playune lonjong botor (mimis) : Playune banter banget
17 Playune rindhik asu digithik : Playune banter banget
18 Poalhe anteng kitiran : Polahe akeh banget
19 rasane legi butrawali : Rasane pait banget
20 Rembuge peret beton : Rembuge alus banget
21 Srawunge renggang gula kumepyur pulut : Srawunge raket banget
22 Tatune arang kranjang : Tatune kerep banget
23 Tembunge pait madu : Tembunge manis banget
24 Rembunge resik peceren : Tembunge rusuh banget
25 Ulate bening leri : Ulate mrengut banget
26 Suwe mijet wohing ranti : Sedhela banget
27 Wujude agal glepung : Wujude lembut banget
5. Basa Rinengga ora mung kaya kasebut ana ing dhuwur, ana sing awujud; rura basa, yogyaswara,
purwakanthi, parikan, panyandra, wangsalan lan pepindhan. Ana uga tetembungane dilironi/diganti
tembung Kawi utawa tembung ndakik/dipaesi supaya katon bregas lan endah.
Tuladhane :