0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan13 halaman

Protokol dan Fungsi Application Layer

Diunggah oleh

madeyohan8
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan13 halaman

Protokol dan Fungsi Application Layer

Diunggah oleh

madeyohan8
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : I Kadek Apri Sisna Saputra

NIM : 2305551029

Kelas : JARKOM B

APPLICATION LAYER

Application layer protocol merupakan lapisan paling atas dari protokol


model Open System Interconnections (OSI), yang mana tugasnya adalah
mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pertukaran data atau informasi
antara pemakai software aplikasi maupun antara peralatan di dalam sebuah sistem.
Pada artikel kali ini, kami akan mengulas mengenai application layer protocol
mulai dari pengertian, jenis dan fungsinya yang harus ketahui.
Apa Itu Application Layer Protocol?
Application layer protocol merupakan lapisan paling atas dari OSI model
dan Transmission Control Protocol / Internet Protocol (TCP/IP). Lapisan aplikasi
dalam model TCP/IP dibuat dengan menggabungkan tiga lapisan teratas, yaitu
application layer, presentation layer, dan session layer.
Protokol lapisan aplikasi juga dapat diartikan sebagai lapisan yang
bekerja pada program tertentu, di mana application layer tersebut akan bekerja
pada komputer server atau computer client. Sederhananya, application layer
merupakan lapisan OSI layer yang menyediakan interface antar aplikasi yang
nantinya digunakan untuk melakukan komunikasi dalam jaringan.
Application layer merupakan lapisan yang terdekat dengan pengguna
komputer. Karena protokol lapisan aplikasi ini terdapat dalam sistem jaringan
komputer, maka application layer dapat menjadi lapisan awal atau terakhir,
sehingga bisa berkaitan dengan berbagai aplikasi perangkat lunak atau aplikasi
dalam komputer seperti, website browser, email client, dan lain sebagainya.
1. Jenis-Jenis Application Layer Protocol
Application layer protocol umumnya digunakan untuk membuat
komunikasi antara pengiriman dan penerima lebih cepat, lebih efisien, dan aman.
Berikut di bawah ini adalah jenis-jenis application layer protocol yang harus
ketahui.
1.1 Protokol Hypertext Transfer Protocol (HTTP)
HTTP merupakan protokol yang dipergunakan untuk dokumen atau data
transfer dalam World Wide Web (WWW). Protokol ini digunakan pada web
browser untuk membuka sebuah halaman website. HTTP berfungsi untuk
menjawab antara client dan server dan membuat hubungan TCP/IP ke port
tertentu di host yang jauh atau biasanya ada di port number 80.

1.2 Protokol Hypertext Transfer Protocol Secure (HTTPS)


Protokol ini merupakan versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari
world wide web. HTTPS mengkodekan data sesi menggunakan protokol Secure
Socket Layer (SSL) atau protokol Transport Layer Security (TSL). Pada
umumnya, port HTTPS adalah 443.
Fungsi HTTPS yaitu melakukan enkripsi informasi antara browser
dengan website server yang menerima informasi. Hal ini memberikan
perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers (penguping) dan man in
the middle attacks.

1.3 Protokol SMTP


Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) merupakan salah satu protokol
yang umum digunakan untuk mengirimkan email marketing di internet. Protokol
ini menggunakan TCP dan port 25. Protokol ini berfungsi untuk mengirimkan
email client ke mail servers, mengirimkan email ke lokal account, dan menyiarkan
ulang email antara server SMTP lainnya.
1.4 Protokol POP3
Post Office Protocol 3 (POP3) merupakan protokol yang digunakan
untuk pengelolaan email. POP3 berfungsi untuk mengambil email dari server
email menggunakan TCP port 110.

1.5 File Transfer Protocol (FTP)


FTP adalah protokol internet standar yang digunakan untuk mentransfer
berkas file komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. FTP ini
menggunakan protokol TCP port 21. FTP berfungsi untuk melakukan
pengunduhan dan pengunggahan berkas-berkas komputer antara klien FTP dan
server FTP.
Perintah-perintah dari protokol ini digunakan untuk mengubah direktori,
mengunggah berkas komputer ke server FTP, dan mengunduh berkas dari server
FTP.

1.6 Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)


DHCP merupakan protokol yang berbasis arsitektur client atau server
yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat Internet Protocol (IP)
dalam satu jaringan. DHCP bersifat stand alone, sehingga jika dalam sebuah
jaringan terdapat beberapa DHCP server, maka basis data alamat IP dalam sebuah
DHCP server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya.
Artinya, DHCP tersebut bertabrakan, karena protokol IP tidak
mengizinkan 2 host memiliki IP yang sama. Fungsi DHCP ini adalah memberikan
framework untuk disampaikan kepada client yang berisikan informasi mengenai
konfigurasi jaringan.

1.7 Telecommunication Network (TELNET)


TELNET merupakan terminal interaktif untuk mengakses sebuah remote
pada internet. Protokol ini berfungsi untuk mengakses remote host melalui
terminal yang interaktif.
1.8 Domain Name System (DNS)
DNS termasuk salah satu protokol penting dalam sebuah jaringan
komputer. DNS merupakan protokol yang berfungsi untuk memberikan sebuah
nama bagi domain-domain tertentu, yang berdasarkan IP address. Protokol ini
akan membantu mengidentifikasi IP addresses pada setiap komputer, sehingga
dapat saling terhubung.

2. Fungsi Application Layer Protocol


Fungsi dari Application Layer Protocol mencakup beberapa aspek kunci
dalam memfasilitasi pertukaran informasi dan komunikasi antara aplikasi atau
perangkat lunak yang beroperasi di dalam suatu sistem. Berikut adalah beberapa
fungsi utama dari Application Layer Protocol:
2.1 Sebagai Alat Pengumpul Informasi dan Data yang Dikirimkan
Melalui Jaringan
Fungsi pertama dari application layer protocol yaitu untuk
mengumpulkan data dari segala bentuk konten yang ditransmisikan melalui
jaringan. Fungsi ini erat kaitannya dengan application layer sebagai bagian dari
lapisan pertama dan terakhir pada jaringan komputer.
Semua data yang sudah ditransmisikan melalui jaringan komputer
kemudian akan dikumpulkan menjadi satu, sehingga konten atau informasi data
tersebut akan ditampilkan dalam bentuk aplikasi tertentu menggunakan
application layer.
Kehadiran application layer ini juga dapat melakukan semua proses
pendefinisian dan proses pentransmisian dari konten dan juga data yang ada di
dalam jaringan komputer sudah lengkap sepenuhnya.

2.2 Sebagai User Interface dalam Menampilkan Data dan Informasi


Application layer dapat menghubungkan user interface. User interface
disini adalah aplikasi-aplikasi yang digunakan pengguna untuk mengakses data
dan juga konten yang ditransmisikan melalui jaringan. Adanya application layer
juga dapat melihat dan mengakses setiap konten dan data yang diterima dengan
mudah dan cepat.
Kebanyakan user interface yang bekerja sama dengan application layer
ini adalah aplikasi ataupun program yang banyak menampilkan pesan, seperti
aplikasi email, chatting, atau website browser. Sederhananya, application layer
berfungsi sebagai lapisan penghubung antara jaringan komputer dengan pengguna
yang menggunakan jaringan komputer tersebut.

2.3 Mentransfer dan Mengakses File


Application layer mengizinkan pengguna untuk saling mengirimkan file
melalui jaringan. Transfer file dapat terjadi melalui internet antara jaringan yang
berbeda atau dalam jaringan yang sama. Application layer juga memungkinkan
pengguna mengakses file seperti dari penyimpanan berbasis cloud atau database.

2.4 Mengirimkan Email dan Terlibat dalam Jenis Komunikasi Lainnya


Application layer dapat memfasilitasi banyak alat komunikasi yang
digunakan orang. Contohnya email. Application layer memungkinkan pengguna
menerima email, mengunduh file, dan mengirimkan informasi. Sistem email juga
mengizinkan komunikasi langsung melalui obrolan atau video.

2.5 Mengakses Jaringan dan Direktori


Kemampuan untuk mengakses informasi dari website adalah contoh dari
application layer. Pengguna mengakses semua layanan jaringan dan aplikasi pada
level ini, sehingga memungkinkan mereka menemukan informasi dan data melalui
layanan direktori jaringan.

2.6 Memfasilitasi Hosting Jarak Jauh


Application layer mengizinkan hosting jarak jauh melalui internet.
Lapisan tersebut memungkinkan Anda untuk menjadi komputer sebagai terminal
dan melakukan presentasi. Sebaliknya, lapisan juga merupakan tempat pengguna
lain masuk ke hosting jarak jauh dan bergabung dalam sesi. Kemampuan untuk
meng-hosting dan bergabung dengan sesi jarak jauh merupakan contoh
application layer.

3. Perbedaan TCP/IP Model dan OSI Model


TCP/IP dan OSI Model adalah protokol jaringan komunikasi yang paling
banyak digunakan. Perbedaan utamanya adalah OSI merupakan model konseptual
yang tidak praktis digunakan untuk komunikasi. OSI mendefinisikan bagaimana
aplikasi dapat berkomunikasi melalui jaringan. Sebaliknya, TCP/IP, banyak
digunakan untuk membangun hubungan dan interaksi jaringan.
Protokol TCP/IP menetapkan standar di mana internet dibuat, sedangkan
model OSI memberikan pedoman tentang bagaimana komunikasi harus
dilakukan. Oleh karena itu, TCP/IP adalah model yang lebih praktis.
Model TCP/IP dan OSI memiliki persamaan dan perbedaan. Kesamaan
utama adalah dalam cara mereka dibangun karena keduanya menggunakan
lapisan, dimana TCP/IP hanya terdiri dari empat lapisan, sedangkan model OSI
terdiri dari tujuh lapisan. Perbedaan antara model TCP/IP dan model OSI adalah
sebagai berikut:
 TCP/IP hanya menggunakan satu lapisan (application layer) untuk
mendefinisikan fungsionalitas lapisan atas, sedangkan OSI menggunakan
tiga lapisan (application, presentation, dan session).
 TCP/IP menggunakan satu lapisan (physical layer) untuk mendefinisikan
fungsionalitas lapisan bawah, sedangkan OSI menggunakan dua lapisan
(Physicial dan Data link layer).
 Ukuran header TCP/IP adalah 20 byte, sedangkan header OSI adalah 5
byte.
 TCP/IP adalah standar berorientasi protokol, sedangkan OSI adalah model
generik berdasarkan fungsionalitas setiap lapisan.
 TCP/IP mengikuti pendekatan horizontal, sedangkan OSI mengikuti
pendekatan vertikal.
 Dalam TCP/IP, protokol dikembangkan terlebih dahulu, dan kemudian
modelnya dikembangkan. Di OSI, model dikembangkan terlebih dahulu,
dan kemudian protokol di setiap lapisan dikembangkan.
 TCP/IP membantu membangun koneksi antara berbagai jenis komputer,
sedangkan OSI membantu menstandardisasi router, switch, motherboard,
dan perangkat keras lainnya.

4. Persamaan TCP/IP Model dan OSI Model


Model OSI (Open Systems Interconnection) dan Model TCP/IP
(Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah dua model referensi
yang umum digunakan untuk memahami dan merancang arsitektur jaringan.
Meskipun keduanya memiliki perbedaan, tetapi ada beberapa persamaan antara
keduanya. Berikut adalah persamaan antara TCP/IP Model dan OSI Model:
4.1 Lapisan Teratas (Layer 7 - Application)
Lapisan Teratas (Layer 7 - Application) dalam kedua OSI Model dan
TCP/IP Model berfokus pada aspek aplikasi dan antarmuka pengguna. Di sini,
saya akan menjelaskan peran masing-masing dalam kedua model tersebut:
OSI Model:
a. Berfokus pada Layanan Aplikasi
 Lapisan Application pada OSI Model adalah lapisan teratas dan
langsung berinteraksi dengan pengguna atau aplikasi perangkat
lunak.
 Fungsi utamanya adalah menyediakan layanan yang diperlukan
oleh aplikasi pengguna. Ini termasuk berbagai layanan seperti
pengiriman email, browsing web, transfer file, dan lainnya.

b. Antarmuka Pengguna
 Fungsi utamanya adalah menyediakan layanan yang diperlukan
oleh aplikasi pengguna. Ini termasuk berbagai layanan seperti
pengiriman email, browsing web, transfer file, dan lainnya.
 Memberikan layanan seperti validasi pengguna, pengelolaan sesi,
dan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan aplikasi.

TCP/IP Model:
a. Juga Memiliki Lapisan Application
 Meskipun model ini lebih sederhana, TCP/IP juga mengakui
kebutuhan untuk lapisan yang berkaitan dengan aplikasi.
 Lapisan Application pada TCP/IP Model mencakup protokol dan
layanan yang digunakan oleh aplikasi, seperti HTTP untuk
browsing web, FTP untuk transfer file, dan SMTP untuk
pengiriman email.

b. Menyediakan Layanan Aplikasi dan Antarmuka Pengguna
 Lapisan Application pada TCP/IP menyediakan layanan-layanan
yang memungkinkan aplikasi di atasnya untuk berkomunikasi
melalui jaringan.
 Ini juga menangani antarmuka pengguna, memastikan aplikasi
dapat berinteraksi dengan pengguna atau aplikasi lainnya.
Meskipun keduanya memiliki konsep lapisan Application, perlu dicatat
bahwa TCP/IP Model sering kali lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan
teknologi jaringan. Pada dasarnya, kedua model ini memiliki tujuan yang sama
untuk memfasilitasi komunikasi aplikasi, namun, implementasinya dapat berbeda
dalam hal protokol yang digunakan dan kompleksitas struktural.

4.2 Lapisan Keenam (Layer 6 - Presentation)


Lapisan Keenam (Layer 6 - Presentation) dalam kedua Model OSI dan
TCP/IP memiliki tanggung jawab terkait pemrosesan data sebelum dikirim atau
setelah diterima. Namun, ada perbedaan pendekatan antara keduanya:
OSI Model:
Fungsi Lapisan Keenam (Presentation):
a. Penyandian (Encoding)
Mengubah format data agar dapat diinterpretasikan oleh penerima. Ini
termasuk konversi karakter dan pengkodean format data.

b. Enkripsi (Encryption)
Melibatkan penyandian data untuk keamanan, sehingga hanya penerima
yang ditujukan yang dapat membaca dan memahami informasi tersebut.

c. Kompresi (Compression)
Mengurangi ukuran data untuk menghemat bandwidth dan mempercepat
proses transmisi.

d. Contoh Aktivitas Lapisan Keenam (Presentation)


 Mengonversi teks dari format ASCII ke Unicode.
 Mengenkripsi data sebelum mengirimkannya melalui jaringan.
 Mengkompresi file sebelum mentransfernya.

TCP/IP Model:
Dalam Model TCP/IP, fungsi yang diemban oleh Lapisan Keenam
(Presentation) pada OSI Model lebih bersifat opsional dan terkadang diserap oleh
lapisan lain. Fungsinya diserap oleh lapisan Application dan Session:
a. Lapisan Application
Pada tingkat aplikasi, berbagai protokol seperti HTTP, SMTP, dan FTP
dapat melibatkan penyandian, enkripsi, atau kompresi data sesuai
kebutuhan aplikasi tertentu.
b. Lapisan Session
Beberapa kegiatan yang terkait dengan pengelolaan sesi, seperti
pengontrolan dialog dan negosiasi parameter, juga dapat melibatkan
aktivitas seperti enkripsi data sesuai kebutuhan sesi.
c. Contoh Aktivitas di Lapisan Application dan Session (TCP/IP Model):
 Penggunaan HTTPS di lapisan Application untuk koneksi web
yang aman, yang melibatkan enkripsi data.
 Penggunaan protokol FTPS (FTP Secure) di lapisan Application
untuk mentransfer file yang dienkripsi.
Dengan demikian, meskipun keduanya memiliki tanggung jawab terkait
pemrosesan data di tingkat presentasi, implementasi dan pengaturannya dapat
bervariasi berdasarkan model jaringan yang digunakan. Pada Model TCP/IP,
fungsionalitas ini sering kali diintegrasikan dengan lapisan yang lebih tinggi,
seperti Application atau Session.

4.3 Lapisan Kelima (Layer 5 - Session)


OSI Model:
Dalam model OSI, lapisan kelima, yang disebut Session Layer, berfokus
pada manajemen sesi atau dialog antara aplikasi di kedua ujung komunikasi.
Fungsi utamanya adalah membuka, memelihara, dan menutup sesi atau koneksi
antara aplikasi yang berkomunikasi. Ini mencakup pengelolaan token (tanda
pengenal) dan sinkronisasi untuk memastikan data yang dikirim dan diterima
diatur secara benar.

TCP/IP Model:
Di sisi lain, dalam model TCP/IP, fungsi yang setara dengan lapisan sesi
dalam model OSI sebagian besar diserap oleh lapisan Application. Dalam konteks
TCP/IP, lapisan Application mencakup protokol dan layanan yang mendukung
aplikasi pengguna langsung. Fungsi yang sebelumnya ditempatkan di lapisan
Session, seperti pembukaan, pemeliharaan, dan penutupan sesi, diprogram dan
diimplementasikan sebagai bagian dari aplikasi itu sendiri.
Jadi, dalam TCP/IP Model, lapisan Application menggabungkan fungsi
dari lapisan OSI Session, dan lebih dari itu, karena lapisan Application juga
berfokus pada antarmuka pengguna dan layanan aplikasi. Dengan kata lain, aspek
manajemen sesi yang mungkin diatur oleh lapisan Session dalam model OSI
terintegrasi ke dalam aplikasi langsung dalam TCP/IP Model.
Penting untuk dicatat bahwa perbedaan ini mencerminkan pendekatan
yang lebih sederhana dan praktis dari TCP/IP Model, yang lebih tepat sesuai
dengan evolusi dan kebutuhan internet saat ini. Dalam pengembangan dan
implementasi jaringan modern, TCP/IP Model lebih umum digunakan dan
diterima.

4.4 Lapisan Keempat (Layer 4 - Transport)


Lapisan Keempat (Layer 4 - Transport) dalam kedua Model OSI dan
TCP/IP memiliki tanggung jawab utama dalam mengatur dan mengelola
komunikasi antara dua perangkat atau aplikasi yang berada pada titik akhir (end-
to-end communication). Namun, ada beberapa perbedaan dalam pendekatan dan
implementasinya dalam kedua model tersebut:
OSI Model:
Tanggung Jawab:
a. Menangani pengaturan end-to-end komunikasi, yang mencakup
pengiriman data dari pengirim ke penerima.
b. Kontrol kesalahan, seperti deteksi dan perbaikan kesalahan pada lapisan
Transport.

TCP/IP Model:
Dilambangkan oleh Lapisan Transport:
a. TCP (Transmission Control Protocol):
 Menyediakan koneksi berorientasi pada data, yang berarti adanya
proses pengaturan koneksi sebelum pertukaran data dimulai.
 Menjamin pengiriman data yang andal dan dalam urutan yang
benar.
 Menangani pengaturan aliran data untuk mencegah kelebihan
beban jaringan.
b. UDP (User Datagram Protocol):
 Adalah protokol tanpa koneksi yang menyediakan pengiriman data
tanpa jaminan pengiriman yang andal atau pengaturan koneksi
sebelumnya.
 Lebih efisien untuk aplikasi yang membutuhkan latensi rendah dan
dapat menangani kehilangan paket.
Perbandingan:
 Dalam model OSI, lapisan Transport memiliki tanggung jawab umum
terhadap pengaturan komunikasi end-to-end dan pengendalian kesalahan.
 Dalam model TCP/IP, lapisan Transport mencakup protokol khusus seperti
TCP dan UDP, yang memberikan pendekatan yang lebih terperinci
terhadap jenis komunikasi yang diinginkan (koneksi berorientasi pada data
atau tanpa koneksi).
Secara keseluruhan, lapisan Transport dalam kedua model ini berperan
penting dalam menyediakan layanan pengiriman data yang andal, tetapi
implementasinya dapat berbeda tergantung pada protokol yang digunakan dan
tujuan komunikasi yang diinginkan.
[Link]
[Link]
[Link]#:~:text=Perbedaan%20antara%20model%20TCP%2FIP,%2C
%20presentation%2C%20dan%20session).

Common questions

Didukung oleh AI

Model TCP/IP mengintegrasikan fungsionalitas lapisan application, presentation, dan session OSI ke dalam lapisan application sendiri. Fungsionalitas seperti penyandian, enkripsi, dan kompresi data yang biasa ditempatkan pada lapisan presentation di OSI dilakukan di lapisan application pada TCP/IP. Manajemen sesi yang ada di lapisan session OSI diserap ke dalam aplikasi itu sendiri pada TCP/IP .

DHCP berguna untuk mengalokasikan alamat IP secara dinamis dalam jaringan, menghindari konfigurasi manual setiap perangkat . Namun, jika terdapat lebih dari satu server DHCP, bisa terjadi bentrokan karena protokol IP tidak mengizinkan dua host dengan IP yang sama, sehingga bisa mengarah pada masalah jaringan dan alokasi IP yang tidak konsisten .

DNS berfungsi untuk menerjemahkan nama domain menjadi IP address, yang memudahkan dalam identifikasi dan pengenalan perangkat dalam jaringan komputer. Dengan memberikan nama domain kepada IP address tertentu, DNS memungkinkan pengguna dan sistem untuk mengakses layanan seperti website dengan mudah .

TELNET kurang disarankan karena tidak menawarkan enkripsi dalam proses komunikasinya, membuat data rentan terhadap intersepsi dan serangan. Sebagai terminal akses interaktif jarak jauh, TELNET membuka potensi risiko keamanan yang lebih besar dibandingkan dengan protokol baru yang menawarkan enkripsi, seperti SSH .

Protokol HTTPS lebih aman dibandingkan HTTP karena menggunakan enkripsi untuk mengamankan data yang ditransfer antara browser dan server. HTTPS mengubah komunikasi menjadi rahasia dengan mengenkripsi data sesi melalui protokol Secure Socket Layer (SSL) atau Transport Layer Security (TLS). Hal ini melindungi dari serangan eavesdroppers dan man-in-the-middle attacks .

FTP memungkinkan pengunduhan dan pengunggahan file antar mesin dalam internetwork secara efisien. Dengan menggunakan protokol TCP pada port 21, FTP menyediakan cara yang distandardisasi untuk memindahkan file antar komputer, baik untuk pengelolaan direktori, mengunggah berkas, atau mengunduh dari server FTP .

Tanpa kompresi data di lapisan presentation OSI, ukuran data yang lebih besar akan membutuhkan lebih banyak bandwidth saat dikirimkan di jaringan, mengakibatkan peningkatan waktu latency dan potensi kelebihan beban jaringan .

TCP menyediakan komunikasi yang berorientasi koneksi, memastikan pengiriman data yang andal dan berurutan, serta mengatur aliran untuk mencegah kelebihan beban jaringan. Sebaliknya, UDP adalah protokol tanpa koneksi yang lebih efisien untuk aplikasi dengan latensi rendah karena tidak menjamin pengiriman yang andal atau urutan paket .

SMTP adalah protokol yang digunakan untuk mengirimkan email dari client ke server mail atau antar server SMTP. SMTP menggunakan protokol TCP pada port 25 untuk memastikan pengiriman yang andal, mengirim email dari klien ke server atau menyebarluaskannya di antara server SMTP lainnya .

TCP/IP lebih banyak digunakan dalam jaringan praktis karena lebih realistis dan disesuaikan dengan evolusi teknologi internet. TCP/IP dikembangkan dari protokol yang sudah ada, sedangkan OSI cenderung konseptual. Dengan hanya empat lapisan, TCP/IP lebih simpel dan langsung dalam penggunaannya, sementara OSI lebih teoretis dan kompleks dengan tujuh lapisan .

Anda mungkin juga menyukai