Alat Bantu Renang dan Teknik Water Rescue
Alat Bantu Renang dan Teknik Water Rescue
WATER RESCUE
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PEMBENTUKAN JABATAN FUNGSIONAL
PRANATA PENCARIAN & PERTOLONGAN
ANGKATAN IV & V
TAHUN 2023
NOVAL EKA
WAHYUDA, [Link]
PENDIDIKAN
• S1 Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Padang tahun 2017
Pendidikan
Formal
KONTRAK BELAJAR
SAFETY FIRST PROTOKOL KESEHATAN
SASARAN
• Menjelaskan pengantar water rescue
• Menyiapkan dan memelihara peralatan water rescue
• Menyiapkan motor tempel dan perahu karet
• Melakukan teknik RTRGT
• Melakukan renang dan water trapen
Gaya bebas
Gaya dada
Gaya Punggung
Water Trappen
Solas
(safety of life at sea)
• Type IV
Type I • Keterangan
Dapat membantu membalikan
• Life jacket orang yang tidak sadar di air
dari posisi muka di bawah ke
tegak , posisi muka di atas,
atau berbalik posisi telungkup
• Keterangan
Type II Dapat membantu membalikan
• Buoyant vest orang yang tidak sadar di air
dari posisi muka dibawah ke
tegak , posisi muka diatas, atau
berbalik posisi telungkup.
Buoyant kecil kemungkinannya
dari pada life jacket tipe I
Keuntungan : dapat berputar sesuai gaya beratnya sehingga
Digunakan Untuk: Bersampan muka tetap ke atas bagi orang yang tidak sadar, lebih nyaman
untuk rekreasi di perairan
dalam, Pertolongan dibutuhkan daripada type 1
dengan cepat Kerugian : tidak untuk waktu yang lama untuk di air yang
bergelombang
• Keterangan
Type III Membantu mempertahankan
• Floatation Vest bagi orang yang sadar posisi
tegak, posisi muka di atas atau
slightly tipped-back position
• Keterangan
Type IV Untuk dilempar ke korban saat
• Alat lempar: Buoyant keadaan darurat, Tidak
cushion/ring buoy digunakan seperti Life jacket
atau Vest.
Type V
• Kegunaan khusus, Hybrid • Keterangan
inflatabel PFD Digunakan sesuai petunjuk
pemakaian pada label. Hybrid
inflatable PFD harus digunakan
sesuai keperluan.
[Link]
Balai Diklat Basarnas
Water Rescue
Touchdown Test
• Untuk menguji kelayakan life jacket, ambil dan praktekkan di air yang
dangkal untuk merasakan kenyamanannya.
• Periksa pengapung life jacket dengan melemaskan tubuh anda dan
tekan kepala anda ke belakang. Life jacket akan tertahan dagu anda
saat terdorong air ke atas, memudahkan anda bernapas.
Lanjutan….
• Untuk mengetahui life jacket pas atau tidak untuk digunakan lakukan
Touchdown Test.
• Pakailah baju apung, tarik strap kuat-kuat, dan kancing serta tarik
retsliting ke atas.
• Angkat kedua lengan ke atas, kemudian tarik keatas hingga di atas
bahu.
• Jika life jacket terlalu besar, akan terangkat ke atas menutupi wajah.
Jika ukurannya pas,life jacket akan tetap di tempat.
Faktor Lingkungan
[Link]
[Link]
[Link] berbahaya
Faktor Penyelamat
[Link]
[Link] (Letih, Kram)
• Pengertian
adalah tahapan/ urutan tindakan yang
diambil petugas penyelamat ketika
menghadapi kecelakaan di air.
R>Reach,
Ada beberapa metode
memberikan pertolongan
pada kecelakaan di air.
Untuk memudahkan
ingatan kita maka metode
ini ditata secara sistematis
dari tindakan yang paling
kecil resikonya hingga
langkah pertolongan yang
penuh resiko, yaitu
Metode Pertolongan
REACH
• Pertolongan ini
dilakukan dari darat/
pinggir kolam
• Bantuan pertolongan
dengan cara menjangkau
atau meraih korban
THROW
• pertolongan
menggunakan alat
apung yang ada dengan
cara melempar ke posisi
korban dari daerah yang
aman
Ring buoy
• Bahan plastik polyurethane
• Ukuran 30 inchi
• Berat 2 kg
• Warna orange
• Tipe IV
ROW
• Row adalah tindakan yang
dilakukan jika kedua langkah
di atas sudah tidak dapat
dilakukan. Penyelamat harus
mendekati korban dengan
menggunakan kapal kecil
(perahu, kano, papan selancar,
atau perahu karet).
• Setelah dekat dengan korban
kembali gunakan metode
reach dan atau throw.
Rafting
GO
• Pilihan terakhir yang dilakukan karena tidak
tersedianya alat yang dipergunakan untuk
mendekat dan posisi korban jauh atau berada di
tempat yang tidak memungkinkan menggunakan
perahu
• Penolong berenang mendekati korban dengan
membawa alat apung untuk memberikan pertolongan.
Setelah berhasil memberikan alat apung kepada
korban, penolong dapat kembali ke posisi aman atau
menuju posisi aman bersama korban
TOW/ CARRY
• Penyelamat membawa korban ke darat,
pinggir kolam, pinggir danau, atau
dermaga
• Metode ini adalah metode yang paling
beresiko bagi penyelamat, karena penolong
harus kontak langsung dengan korban,
untuk menghindari kondisi yang buruk bagi
penyelamat, pengetahuan dan ketrampilan
defend dan release harus dikuasai
CARRY
• Adalah teknik memindahkan korban dari tempat yang berbahaya ke
tempat yang aman tanpa menggunakan alat bantu.
• Gunakan Fins agar cepat mencapai korban dan dekati korban dengan
tenang.
• Lakukan komunikasi dengan korban untuk menenangkan, tumbuhkan
rasa percaya dirinya dan bantu untuk menuju daratan.
5. Head Carry
TOWING
• Adalah teknik memindahkan korban dari tempat yang berbahaya ke
tempat yang aman menggunakan alat bantu apung.
• Gunakan Fins agar cepat mencapai korban dan dekati korban dengan
tenang.
• Berikan alat bantu apung kepada korban.
• Tarik korban menuju tempat yang aman.
Teknik towing
• Rescue tube
Rescue can
• Rescue
board
PERAHU KARET
Perahu karet atau yang sering disebut Landing Craft Rubber adalah
Air Valve
Tali Haluan
Lambung
Lunas
Deck / Geladak
Tali Pengangkut
Transom
Cincin Pengangkut
Hand Grip
Water Outlet
Buritan
PASANG BONGKAR PK
1. Memasang deck / lunas :
a. Periksa deck / lunas dan seluruh bagian perahu
b. Masukan deck / lunas bagian buritan kedalam perahu karet, jika deck terdiri dari 3 – 4
bagian pasang dua menjadi satu bagian
c. Masukan deck bagian haluan kedalam perahu (dua bagian menjadi satu )
d. Masukan alur dibagian dalam perahu pada tonjolan deck
e. Tekan perlahan kearah dalam perahu sampai ujung deck depan dan belakang berada pada
kedudukan yang tepat
f. Bila ada skrup penguad segera kencangkan
g. Tidak ada angin dalam perahu karet
OLAH GERAK PK
kondisi medan.
ABA - ABA
[Link] gerak, tujuan agar seluruh anggota penuh perhatian, semua anggota siap
[Link] mulai, tujuan mengetahui jumlah anggota, Tiap anggota menghitung
secara berurutan. (Bersyaf mulai dari kanan, berbanjar mulai dari depan)
[Link] perahu maju, tujuan anggota berbanjar dua berbajar masing –
masing banjar lurus dengan pelampung perahu karet dengan jarak ± 5 langkah.
Dibelakang dan ± 1 langkah kesamping kiri dan kanan. ( dapat sesuai ketinggian
atau nomor yaitu ganjil kanan genap kiri)
ABA - ABA
4. Luruskan, tujuan supaya tampak rapi (anggota di jajar lambung kanan lencang depan
sedangkan yang kiri menyesuaikan, bila telah lurus anggota paling belakang jajar kanan
meneriakan lurus).
5. Periksa perahu, tujuan untuk memastikan bahwa PK dalam keadaan siap atau tidak.
(anggota paling depan bagian lambung kiri dan kanan melakukan pengecekan meliputi :
kondisi PK, Dayung, pompa, tool kit. Laporkan hasilnya sesuai dengan pemeriksaan).
ABA - ABA
Pegang perahu, Seluruh anggota termasuk dan tim memegang perahu (personil
dilambung kanan berlutut tungkai kiri menyuntuh tanah sedangkan tungkai
kanan jongkok dan tangan kanan memegang bagian atas lambung, tangan kiri
bagian bawah lambung sebaliknya personil lambung kiri).
[Link] kepala angkat, tujuan agar perahu aman dari rintangan, mengangkat
perahu dengan serentak.
[Link], Tujuan perintah untuk maju menuju air, Perahu karet diatas kepala
menuju / masuk ke air, pengawas depan menyeseuaikan di tempatnya.
Balai Diklat Basarnas
Water Rescue
ABA - ABA
3. Henti, Tujuan instruksi berhenti, diakibatkan kemungkinan-
kemungkinan adanya : hambatan benda tajam, gelombang, akan
meletakkan perahu.
4. Letakan perahu, Ketika kondisi telah memungkinkan perahu
untuk diletakan di air. (masing – masing anggota meletakan di air,
tetap berpegangan pada tali pangangkut.
ABA - ABA
5. Masuk perahu, tujuan memerintahkan seluruh anggota masuk
dalam perahu. (meloncatlah ke atas perahu karet dengan badan
condong ke depan, anggota yang telah dapat masuk segera bantu
anggota lain yang belum masuk, dan komandan perahu karet masuk
paling akhir.)
6. Kayuh depan, dengan serentak seluruh anggota mendayung
kedepan.
Balai Diklat Basarnas
Water Rescue
PEMELIHARAAN PK
1. Menyimpan dengan melipat
a. Bila perahu karet habis dipergunakan, segera bersihkan cuci
PEMELIHARAAN PK
2. Menyimpan tanpa melipat
a. Buat rak pada tempat sejuk dan kering
CARA MELIPAT PK
1. Perahu karet dalam keadaan bersih, kempes
2. Lipat pelampung bagian belakang pada kedudukan mesin
3. Gulung bagian pelampung belakang dan kedudukan mesin
kearah haluan hingga habis
4. Tarik haluan dan tali haluan ikatkan memutar lipatan
PENANGANAN KEBOCORAN
a. Bersihkan dan keringkan tampat yang akan ditambal
b. Siapkan bahan penambal dengan ukuran 2,5 x keliling yang akan
ditambal
c. Yang akan ditambal dan bahan penambal harus dibersihkan dengan
amplas
d. Olesi seluruh bagian yang akan di tambal dan penambal dengan
lem yang rata, dan keringkan ± 3 menit (olesan diulang hingga tiga
lapis)
e. Tempelkan dan tekan rata seluruh bagian yang ditambal , jangan
ada udara yang tersisa.
Balai Diklat Basarnas
Water Rescue
MOTOR TEMPEL
JENIS MOPEL
Jenis mopel yang berbahan bakar :
- Gasolin
- Kerosin
Kapasitas tangki mopel 25 liter
Catt : Jika menggunakan Gasolin maka campuran antara gasolin dan
oli adalah 24 ltr : 1 ltr
PEMASANGAN MOPEL
• Pasang mopel ke transoom
PENGOPERASIAN MOPEL
• Nyalakan mopel dengan menarik tuas starter;
• Duduklah di sisi kanan mopel;
• Masukkan presneling. Ke depan untuk maju, dan ke belakang
untuk mundur;
• Manuver/belok
Untuk belok kanan arahkan gagang stir ke arah kiri;
Untuk belok kiri arahkan gagang stir ke arah kanan.
PERAWATAN
• Bersihkan dengan air tawar setelah digunakan.
• Simpan dalam keadaan bersih.
• Lakukan pemanasan minimal 3 bulan sekali.
• Buat tempat (dudukan) mesin seperti posisi saat
digunakan.
Ada pertanyaan?
---------------------------------
EVALUASI
[Link]
SASARAN
• Menjelaskan pengantar water rescue
• Menyiapkan dan memelihara peralatan water rescue
• Menyiapkan motor tempel dan perahu karet
• Melakukan teknik RTRGT
• Melakukan renang dan water trapen
TUGAS INDIVIDU
- R. A. Kartini.
THANK YOU