0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan90 halaman

Alat Bantu Renang dan Teknik Water Rescue

Diunggah oleh

Muhammad Alhadid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan90 halaman

Alat Bantu Renang dan Teknik Water Rescue

Diunggah oleh

Muhammad Alhadid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Water Rescue

WATER RESCUE
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PEMBENTUKAN JABATAN FUNGSIONAL
PRANATA PENCARIAN & PERTOLONGAN
ANGKATAN IV & V
TAHUN 2023

Balai Diklat Basarnas 1


Water Rescue

NOVAL EKA
WAHYUDA, [Link]

0831 8678 2511


[Link]@[Link]
@yuda____

Balai Pendidikan dan Pelatihan


Jl. Raya Jonggol – Cariu km. 78 Tegal Panjang

Balai Diklat Basarnas 2


Water Rescue

PENDIDIKAN
• S1 Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Padang tahun 2017
Pendidikan
Formal

• Pelatihan Dasar SAR Angkatan LXXII, BASARNAS, tahun 2019


• Pelatihan DASAR CPNS Golongan III Angkatan I, BASARNAS & LAN RI, tahun 2019
• Medical First Responder Angkatan XXIII, BASARNAS, tahun 2021
• Pelatihan Dasar Instruktur Kualifikasi Metodologi Level 3, Kemenaker RI, tahun
Pendidikan 2021
• Collapsed Structure Search and Rescue Angkatan VIII, BASARNAS, tahun 2022
Non Formal
• Water Rescue Angkatan XVI, BASARNAS, tahun 2023

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

KONTRAK BELAJAR
SAFETY FIRST PROTOKOL KESEHATAN

Memakai Masker Mencuci Tangan Menjaga Jarak

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

SASARAN
• Menjelaskan pengantar water rescue
• Menyiapkan dan memelihara peralatan water rescue
• Menyiapkan motor tempel dan perahu karet
• Melakukan teknik RTRGT
• Melakukan renang dan water trapen

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

PENGANTAR WATER RESCUE

Komponen Kemampuan Petugas


Penyelamat di Air :
1. Pengetahuan
2. Keahlian
3. Keterampilan
4. Kondisi fisik

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Penolong yang beraktifitas di Perairan


harus Mampu dan yakin dengan
kemampuan DIRI SENDIRI.
Kemampuan penyelamat di air :
1. Berenang dengan 5 Gaya
• Gaya Bebas
• Gaya Dada
• Gaya Gunting
• Gaya Punggung
• Gaya Bebas dengan kepala di atas permukaan air

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Gaya bebas

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Gaya dada

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Gaya Punggung

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Gaya Renang Kepala Diatas

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Kemampuan penyelamat di air :


2. Mengendalikan perahu karet dan motor tempel
3. Metode dan Teknik pertolongan di air
4. Medical First Responder tingkat dasar
Figure of eight
5. Memahami system penanganan keadaan darurat
6. Menguasai pembuatan simpul

Reef Knots Clove hitch Overhand Knot Bowline Fisherman Knot

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Water Trappen

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

PRINSIP PENYELAMAT DI AIR


1. Perhitungan/pertimbangan
2. Pengetahuan
3. Keterampilan
4. Kemampuan fisik

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Mengenali keadaan darurat


Korban
Sifat Berenang Berenang distress Korban tenggelam/gerak
tenggelam diam
Pernapasan Dapat tetap bernapas dan teriak Terengah-engah, tidak dapat
Pernapasan Tidak bernapas
berirama minta pertolongan teriak untuk minta pertolongan

Pergerakan yang Mengapung, mengayuh, atau Lengan ke samping bergantian


Gerakan
relatif menepak air, dapat minta bergerak ke atas dan ke bawah,
lengan dan kaki
terkoordinasi pertolongan. tidak didukung kaki.

Horizontal, vertikal, atau diagonal Muka tertelungkup,


Posisi tubuh Horizontal Vertikal
tergantung penyangga utama di dalam air

Daya gerak dari Sedikit atau tidak ada pergerakan


suatu tempat Dapat dikenal ke depan. Hilang dan tidak hanya 20 – 60 detik tenggelam
ke tempat lain adanya dorongan diri sendiri

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Menghadapi Kedaruratan di Air


• Setiap orang yang mengetahui atau mendengar adanya keadaan
darurat dan ada korban, maka segera lakukan:
a. Segera beri pertolongan jika mampu dan bawa ke tempat yang
aman
b. Pertahankan jalan napas
c. Lapor ke penanggung jawab lokasi / aparat setempat

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Hal-hal yang perlu diperhatikan di daerah / perairan antara lain :


1. Banyak orang yang bergerombol di pinggir jembatan, dermaga,
kolam, dll;
2. Orang lanjut usia dan anak kecil perlu pengawasan yang ekstra;
3. Orang terlalu gemuk;
4. Orang mabuk atau terpengaruh narkotik;
5. Orang yang belum mahir menggunakan alat-alat di air.

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Sistem Permintaan Pertolongan


Jaring kerja terhadap keadaan darurat. Sistem ini dimulai
dengan permintaan pertolongan korban atau saksi ke
manajemen pengelola / penanggung jawab lokasi rekreasi /
kolam dll.

Pengelola / penanggung jawab akan mengambil aksi dengan


memanggil / memerintahkan tim penyelamat atau orang-
orang yang terlatih untuk menangani sementara sebelum tim
profesional datang

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Pedoman Keselamatan di Air


• Pedoman di air secara umum meliputi kemampuan yang harus
dimiliki ketika beraktivitas di air, yaitu :
a. Berenang
b. Menggunakan alat bantu apung
• Kesiapsiagaan penyelamat
• Menggunakan Personal Flotation Device ( PFD)
• Menyiapkan alat apung tipe IV, dekat dengan lokasi keramaian

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Solas
(safety of life at sea)

Konvensi internasional tentang kemaritiman. SOLAS


menjadi standar keselamatan maritim yg wajib di terapkan
pada kapal berukuran tertentu dan menjadi induk bagi terbit
nya berbagai standar (code) bagi kontruksi kapal,peralatan,
dan pengoprasian. Didalam nya terdiri 14 bab.

Di bab III : alat-alat keselamatan dan penempatan nya. Dari


bab ini kemudian diberlakukan LSA code.

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Tipe Personal Flotation Device(PFD)

• Ada lima tipe PFD yang telah mendapat pengakuan lembaga


internasional, yaitu tipe I, II, III, IV, dan V yang digunakan ketika
berlayar dengan menggunakan kapal. Ketika berada di kapal, hal
pertama yang harus diketahui adalah di mana letak life jacket dan
bagaimana cara mendapatkannya saat keadaan darurat terjadi.

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

• Type 1 Offshore Life jacket

• Type II Near shore Buoyant vest

• Type III Flotation aids

• Type IV

• Type V Kegunaan khusus

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Type I • Keterangan
Dapat membantu membalikan
• Life jacket orang yang tidak sadar di air
dari posisi muka di bawah ke
tegak , posisi muka di atas,
atau berbalik posisi telungkup

Keuntungan : daya apung baik, warna


Digunakan untuk: Bersampan,
berperahu dari pantai ke laut, cerah, sering berputar
Pertolongan agak terlambat Kerugian : tebal

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

• Keterangan
Type II Dapat membantu membalikan
• Buoyant vest orang yang tidak sadar di air
dari posisi muka dibawah ke
tegak , posisi muka diatas, atau
berbalik posisi telungkup.
Buoyant kecil kemungkinannya
dari pada life jacket tipe I
Keuntungan : dapat berputar sesuai gaya beratnya sehingga
Digunakan Untuk: Bersampan muka tetap ke atas bagi orang yang tidak sadar, lebih nyaman
untuk rekreasi di perairan
dalam, Pertolongan dibutuhkan daripada type 1
dengan cepat Kerugian : tidak untuk waktu yang lama untuk di air yang
bergelombang

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

• Keterangan
Type III Membantu mempertahankan
• Floatation Vest bagi orang yang sadar posisi
tegak, posisi muka di atas atau
slightly tipped-back position

Keuntungan : lebih nya- man digunakan orang yang


Digunakan untuk: Memancing, sadar, dirancang untuk berlayar atau giat sesuai
berlayar di perairan dalam, yang di- cantumkan dilebelnya.
Pertolongan dibutuhkan cepat. Kerugian : menekan kepala dari belakang
menyebabkan kepala menunduk

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

• Keterangan
Type IV Untuk dilempar ke korban saat
• Alat lempar: Buoyant keadaan darurat, Tidak
cushion/ring buoy digunakan seperti Life jacket
atau Vest.

Perairan yang tenang, atau dalam dan kapal besar yang


Digunakan untuk: Berlayar berlayar digunakan pertolongan dari tempat yang dekat
perairan dalam dengan kapal Keuntungan: dapat dilempar ke korban, digunakan alat apung.
besar selalu diberikan untuk
Kerugian: tidak untuk orang yang tidak sadar, tidak untuk
pertolongan.
perenang dan tidak untuk lama.

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Type V
• Kegunaan khusus, Hybrid • Keterangan
inflatabel PFD Digunakan sesuai petunjuk
pemakaian pada label. Hybrid
inflatable PFD harus digunakan
sesuai keperluan.

Digunakan untuk aktifitas


khusus, seperti berlayar dan
safety di pesawat

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

BUOYANCY (DAYA APUNG)


Gaya tekan ke atas yang di
kerjakan oleh fluida yg melawan
berat dari benda yg terendam.

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Orang dewasa membutuhkan 7 – 12 pounds daya apung (untuk


menjaga kepala mereka tetap di atas air).

Berikut daftar minimum buoyancy dari setiap type:


• Type I 22 lbs (10 kg )
• Type II 15,5 lbs (7 kg )
• Type III 15,5 lbs (7 kg)
• Type IV 16,7 lbs (7,5 kg)
• Type V 22 lbs (10 kg)

[Link]
Balai Diklat Basarnas
Water Rescue

Touchdown Test

• Untuk menguji kelayakan life jacket, ambil dan praktekkan di air yang
dangkal untuk merasakan kenyamanannya.
• Periksa pengapung life jacket dengan melemaskan tubuh anda dan
tekan kepala anda ke belakang. Life jacket akan tertahan dagu anda
saat terdorong air ke atas, memudahkan anda bernapas.

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Lanjutan….

• Untuk mengetahui life jacket pas atau tidak untuk digunakan lakukan
Touchdown Test.
• Pakailah baju apung, tarik strap kuat-kuat, dan kancing serta tarik
retsliting ke atas.
• Angkat kedua lengan ke atas, kemudian tarik keatas hingga di atas
bahu.
• Jika life jacket terlalu besar, akan terangkat ke atas menutupi wajah.
Jika ukurannya pas,life jacket akan tetap di tempat.

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Bahaya di Lingkungan Air

Faktor Lingkungan
[Link]
[Link]
[Link] berbahaya

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Faktor Penyelamat
[Link]
[Link] (Letih, Kram)

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Metode Pertolongan di Air

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

• Pengertian
adalah tahapan/ urutan tindakan yang
diambil petugas penyelamat ketika
menghadapi kecelakaan di air.

Metode ini merupakan cara


penyelamatan yang paling efektif dalam
memberikan pertolongan kepada korban
yang terancam dari bahaya tenggelam

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

R>Reach,
Ada beberapa metode
memberikan pertolongan
pada kecelakaan di air.
Untuk memudahkan
ingatan kita maka metode
ini ditata secara sistematis
dari tindakan yang paling
kecil resikonya hingga
langkah pertolongan yang
penuh resiko, yaitu

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Metode Pertolongan
REACH
• Pertolongan ini
dilakukan dari darat/
pinggir kolam
• Bantuan pertolongan
dengan cara menjangkau
atau meraih korban

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

THROW
• pertolongan
menggunakan alat
apung yang ada dengan
cara melempar ke posisi
korban dari daerah yang
aman

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Ring buoy
• Bahan plastik polyurethane
• Ukuran 30 inchi
• Berat 2 kg
• Warna orange
• Tipe IV

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

ROW
• Row adalah tindakan yang
dilakukan jika kedua langkah
di atas sudah tidak dapat
dilakukan. Penyelamat harus
mendekati korban dengan
menggunakan kapal kecil
(perahu, kano, papan selancar,
atau perahu karet).
• Setelah dekat dengan korban
kembali gunakan metode
reach dan atau throw.

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Rafting

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

PWRC (Personal Water Rescue Craft)

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

GO
• Pilihan terakhir yang dilakukan karena tidak
tersedianya alat yang dipergunakan untuk
mendekat dan posisi korban jauh atau berada di
tempat yang tidak memungkinkan menggunakan
perahu
• Penolong berenang mendekati korban dengan
membawa alat apung untuk memberikan pertolongan.
Setelah berhasil memberikan alat apung kepada
korban, penolong dapat kembali ke posisi aman atau
menuju posisi aman bersama korban

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

• Bahan cell foam (busa)


• Ukuran 40 – 50 inchi
• Berat 0,5 kg

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

• Bahan plastik linear


• Ukuran standar 28 inchi
• Berat 3 lbs

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

TOW/ CARRY
• Penyelamat membawa korban ke darat,
pinggir kolam, pinggir danau, atau
dermaga
• Metode ini adalah metode yang paling
beresiko bagi penyelamat, karena penolong
harus kontak langsung dengan korban,
untuk menghindari kondisi yang buruk bagi
penyelamat, pengetahuan dan ketrampilan
defend dan release harus dikuasai

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

CARRY
• Adalah teknik memindahkan korban dari tempat yang berbahaya ke
tempat yang aman tanpa menggunakan alat bantu.
• Gunakan Fins agar cepat mencapai korban dan dekati korban dengan
tenang.
• Lakukan komunikasi dengan korban untuk menenangkan, tumbuhkan
rasa percaya dirinya dan bantu untuk menuju daratan.

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Teknik Membawa Korban Tanpa Alat


1. Wrist Tow Carry / Tarikan Lengan

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

2. Shoulder Back Carry / Tarikan Bahu

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

3. Chin Carry / Tarikan Dagu

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

4. Hip Carry / Tarikan Dada

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

5. Head Carry

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

TOWING
• Adalah teknik memindahkan korban dari tempat yang berbahaya ke
tempat yang aman menggunakan alat bantu apung.
• Gunakan Fins agar cepat mencapai korban dan dekati korban dengan
tenang.
• Berikan alat bantu apung kepada korban.
• Tarik korban menuju tempat yang aman.

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Teknik towing
• Rescue tube

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Rescue can

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

• Rescue
board

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

PERAHU KARET

Perahu karet atau yang sering disebut Landing Craft Rubber adalah

alat yang sering dipergunakan dalam pertolongan di air, Karena

fungsinya yang fleksibel maka sangat menguntungkan jika digunakan

untuk operasi SAR

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Bagian – Bagian Perahu Karet


Haluan

Air Valve

Tali Haluan
Lambung
Lunas
Deck / Geladak
Tali Pengangkut
Transom

Cincin Pengangkut

Hand Grip

Water Outlet

Buritan

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Tampak dari atas

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

PASANG BONGKAR PK
1. Memasang deck / lunas :
a. Periksa deck / lunas dan seluruh bagian perahu
b. Masukan deck / lunas bagian buritan kedalam perahu karet, jika deck terdiri dari 3 – 4
bagian pasang dua menjadi satu bagian
c. Masukan deck bagian haluan kedalam perahu (dua bagian menjadi satu )
d. Masukan alur dibagian dalam perahu pada tonjolan deck
e. Tekan perlahan kearah dalam perahu sampai ujung deck depan dan belakang berada pada
kedudukan yang tepat
f. Bila ada skrup penguad segera kencangkan
g. Tidak ada angin dalam perahu karet

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

BONGKAR DECK / LUNAS


a. Periksa deck / lunas
b. Jika ada baut penguat lepaskan terlebih dahulu
c. Angkat dack dari bagian tengah, bagian – bagian deck
akan terlepas

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

OLAH GERAK PK

Jumlah personil, sesuai dengan kapasitas perahu karet.

Komandan tim menyiapkan anggota bersyaf / berbanjar sesuai

kondisi medan.

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

ABA - ABA
[Link] gerak, tujuan agar seluruh anggota penuh perhatian, semua anggota siap
[Link] mulai, tujuan mengetahui jumlah anggota, Tiap anggota menghitung
secara berurutan. (Bersyaf mulai dari kanan, berbanjar mulai dari depan)
[Link] perahu maju, tujuan anggota berbanjar dua berbajar masing –
masing banjar lurus dengan pelampung perahu karet dengan jarak ± 5 langkah.
Dibelakang dan ± 1 langkah kesamping kiri dan kanan. ( dapat sesuai ketinggian
atau nomor yaitu ganjil kanan genap kiri)

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

ABA - ABA
4. Luruskan, tujuan supaya tampak rapi (anggota di jajar lambung kanan lencang depan

sedangkan yang kiri menyesuaikan, bila telah lurus anggota paling belakang jajar kanan

meneriakan lurus).

5. Periksa perahu, tujuan untuk memastikan bahwa PK dalam keadaan siap atau tidak.

(anggota paling depan bagian lambung kiri dan kanan melakukan pengecekan meliputi :

kondisi PK, Dayung, pompa, tool kit. Laporkan hasilnya sesuai dengan pemeriksaan).

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

ABA - ABA
Pegang perahu, Seluruh anggota termasuk dan tim memegang perahu (personil
dilambung kanan berlutut tungkai kiri menyuntuh tanah sedangkan tungkai
kanan jongkok dan tangan kanan memegang bagian atas lambung, tangan kiri
bagian bawah lambung sebaliknya personil lambung kiri).
[Link] kepala angkat, tujuan agar perahu aman dari rintangan, mengangkat
perahu dengan serentak.
[Link], Tujuan perintah untuk maju menuju air, Perahu karet diatas kepala
menuju / masuk ke air, pengawas depan menyeseuaikan di tempatnya.
Balai Diklat Basarnas
Water Rescue

ABA - ABA
3. Henti, Tujuan instruksi berhenti, diakibatkan kemungkinan-
kemungkinan adanya : hambatan benda tajam, gelombang, akan
meletakkan perahu.
4. Letakan perahu, Ketika kondisi telah memungkinkan perahu
untuk diletakan di air. (masing – masing anggota meletakan di air,
tetap berpegangan pada tali pangangkut.

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

ABA - ABA
5. Masuk perahu, tujuan memerintahkan seluruh anggota masuk
dalam perahu. (meloncatlah ke atas perahu karet dengan badan
condong ke depan, anggota yang telah dapat masuk segera bantu
anggota lain yang belum masuk, dan komandan perahu karet masuk
paling akhir.)
6. Kayuh depan, dengan serentak seluruh anggota mendayung
kedepan.
Balai Diklat Basarnas
Water Rescue

PEMELIHARAAN PK
1. Menyimpan dengan melipat
a. Bila perahu karet habis dipergunakan, segera bersihkan cuci

dengan air tawar sampai bersih

b. Periksa apakah ada yang bocor / rusak,bila ada segera diatasi

c. Keringkan dan baluri dengan talk powder

d. Simpan ditempat yang sejuk dan kering


Balai Diklat Basarnas
Water Rescue

PEMELIHARAAN PK
2. Menyimpan tanpa melipat
a. Buat rak pada tempat sejuk dan kering

b. Bersihkan dari berbagai kotorang sehabis dipergunakan


c. Biarkan angin dalamn perahu karet tersisa ± ¾ dari kapasitas
volume udara

d. Beri tutup untuk memproteksi dari debu

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

CARA MELIPAT PK
1. Perahu karet dalam keadaan bersih, kempes
2. Lipat pelampung bagian belakang pada kedudukan mesin
3. Gulung bagian pelampung belakang dan kedudukan mesin
kearah haluan hingga habis
4. Tarik haluan dan tali haluan ikatkan memutar lipatan

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

PENANGANAN KEBOCORAN
a. Bersihkan dan keringkan tampat yang akan ditambal
b. Siapkan bahan penambal dengan ukuran 2,5 x keliling yang akan
ditambal
c. Yang akan ditambal dan bahan penambal harus dibersihkan dengan
amplas
d. Olesi seluruh bagian yang akan di tambal dan penambal dengan
lem yang rata, dan keringkan ± 3 menit (olesan diulang hingga tiga
lapis)
e. Tempelkan dan tekan rata seluruh bagian yang ditambal , jangan
ada udara yang tersisa.
Balai Diklat Basarnas
Water Rescue

MOTOR TEMPEL
 JENIS MOPEL
Jenis mopel yang berbahan bakar :
- Gasolin
- Kerosin
 Kapasitas tangki mopel 25 liter
Catt : Jika menggunakan Gasolin maka campuran antara gasolin dan
oli adalah 24 ltr : 1 ltr

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

BAGIAN – BAGIAN MOTOR TEMPEL

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

 Penggerak / baling – baling :


1. Menggunakan drat langsung diputar dan
dikencangkan
2. Menggunakan penahan PIN

 Waktu pengoperasian mopel :


1. Di air berombak dapat digunakan + 2 jam
2. Di air tenang dapat digunakan + 5 jam

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

PEMASANGAN MOPEL
• Pasang mopel ke transoom

• Pasang selang bbm ke mopel dan tanki bbm

(sesuai arah panah pada pompa)

• Pasang tali pengaman pada mesin mopel dan tanki bbm di


transoom
Balai Diklat Basarnas
Water Rescue

PENGOPERASIAN MOPEL
• Nyalakan mopel dengan menarik tuas starter;
• Duduklah di sisi kanan mopel;
• Masukkan presneling. Ke depan untuk maju, dan ke belakang
untuk mundur;
• Manuver/belok
Untuk belok kanan arahkan gagang stir ke arah kiri;
Untuk belok kiri arahkan gagang stir ke arah kanan.

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

PERAWATAN
• Bersihkan dengan air tawar setelah digunakan.
• Simpan dalam keadaan bersih.
• Lakukan pemanasan minimal 3 bulan sekali.
• Buat tempat (dudukan) mesin seperti posisi saat
digunakan.

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

Ada pertanyaan?
---------------------------------

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

EVALUASI

[Link]

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

SASARAN
• Menjelaskan pengantar water rescue
• Menyiapkan dan memelihara peralatan water rescue
• Menyiapkan motor tempel dan perahu karet
• Melakukan teknik RTRGT
• Melakukan renang dan water trapen

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

TUGAS INDIVIDU

BUATLAH VIDEO LANGKAH-LANGKAH


DALAM MELAKUKAN PEMASANGAN
MOTOR TEMPEL PADA PERAHU KARET
DENGAN BAIK & BENAR !

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

- R. A. Kartini.

Balai Diklat Basarnas


Water Rescue

THANK YOU

Balai Diklat Basarnas

Anda mungkin juga menyukai