0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
87 tayangan7 halaman

Contoh Essay LPDP 2024: Kesuksesan dan Kontribusi

Diunggah oleh

skylighthags
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
87 tayangan7 halaman

Contoh Essay LPDP 2024: Kesuksesan dan Kontribusi

Diunggah oleh

skylighthags
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Contoh 1

Sukses Terbesar dalam Hidupku


Bagi saya kesuksesan seseorang itu tidak dapat diukur dari segi apapun
karena kesuksesan itu sangat bersifat kualitatif. Jika menurut saya saat ini
saya sudah mencapai kesuksesan, tetapi belum tentu sukses menurut teman-
teman atau rekan kerja saya. Kesuksesan hanyalah penilaian yang diberikan
oleh orang di sekitar kita terhadap apa yang sudah kita lakukan dan penilaian
ini biasanya bersifat subjektif.
Dari sudut pandang saya kesuksesan itu sendiri sangat berkaitan dengan
proses dan hasil akhir. Ini saya aplikasikan pada diri saya sendiri. Saya tidak
pernah menargetkan agar apa yang saya lakukan dan saya rencanakan
tersebut akan menjadi sukses, tetapi saya sangat menghargai proses. Begitu
pula dengan hasil akhir, apapun itu hasilnya bagus atau jelek, benar atau salah
menurut orang-orang disekitar, tetapi bagi saya proses dalam pengerjaan itu
yang membuat kita sadar dimana letak kesalahan ataupun kelebihan kita,
sehingga kita lebih termotivasi untuk mencoba lagi.
Sampai saat ini saya belum bisa menilai diri saya sendiri sudah cukup sukses
atau belum. Karena menurut saya biarkan orang lain yang menilai saya sudah
cukup sukses atau belum. Sejak saya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD)
hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) saya tidak pernah menargetkan diri
saya untuk menjadi seorang dokter. Yang ada dalam benak saya saat itu
hanyalah belajar dan apapun hasilnya akan saya terima.
Dari SD hingga SMA saya selalu mencari sekolah dengan kemampuan saya
sendiri dan puji syukur saya selalu diterima di sekolah favorit di Denpasar dan
saya selalu menduduki peringkat tiga besar di dalam kelas. Klimaksnya ketika
saya melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, saya diterima di Fakultas
Kedokteran Universitas Udayana melalui jalur Penelusuran Minat Dan
Kemampuan (PMDK). Saat itu keluarga saya bangga akan saya karena belum
ada satupun dokter dari keluarga kami, baik dari pihak ibu ataupun ayah saya.
Disaat itulah orang-orang disekitar saya dan keluarga terdekat saya
menganggap bahwa kedua orang tua saya sudah sukses membesarkan saya
hingga menjadi seorang mahasiswa kedokteran.
Belum selesai sampai disana, panjangnya masa studi di fakultas kedokteran
tidak membuat saya gentar. Kembali saya memegang prinsip diatas, dimana
yang diperlukan untuk menjadi seorang dokter selain ilmu, skill atau
keterampilan yang tidak kalah penting adalah proses selama menimba ilmu
dan berbagai keterampilan selama menjalani pendidikan profesi sebagai
dokter muda.
Dari proses pendidikan di fakultas kedokteran ini saya bisa melihat
kekurangan dan kelebihan saya dibidang apa. Hingga akhirnya masa studi 6
tahun itu pun saya lewati dan saya berhasil lulus dengan predikat cumlaude.
Saat itu kembali kedua orang tua saya yang mendapat pujian dari teman-
teman mereka ataupun keluarga terdekat kami karena dianggap sukses
mengantarkan anaknya menjadi dokter pertama di keluarga dan berhasil lulus
dengan predikat cumlaude.
Ujian sesungguhnya dari seorang dokter itu adalah ketika kita sudah
menyelesaikan masa studi. Disini kembali saya dihadapkan pada banyak
pilihan. Banyak teman-teman saya yang langsung melanjutkan ke jenjang
Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) namun tidak dengan saya.
Sadar akan kondisi ekonomi keluarga, saya putuskan untuk bekerja terlebih
dahulu. Sebenarnya cita-cita terbesar ayah saya adalah ingin melihat anaknya
menjadi seorang dokter spesialis, sedangkan keinginan terbesar saya adalah
ingin menjadi seorang dosen di almamater saya sendiri. Belum sempat
terpenuhi cita-cita ayah saya, Sang Pencipta sudah memanggil beliau terlebih
dahulu.
Kembali saya dihadapkan pada situasi sulit yang mengharuskan saya menjadi
tulang punggung keluarga. Saat itu saya bekerja di klinik-klinik swasta di
daerah Denpasar untuk menafkahi keluarga saya sementara cita-cita saya
untuk menjadi dosen saya tunda sementara waktu. Namun seiring
berjalannya waktu saya pun bangkit mengingat keinginan terbesar saya dan
juga tidak ingin melihat cita-cita ayah saya ikut terkubur. Saya pun bertekad
agar terus dapat melanjutkan studi saya hingga ke jenjang tertinggi. Tidak
pernah ada kata terlambat untuk belajar.
Akhirnya saya diterima menjadi salah satu staf dosen di almamater kampus
saya di bagian Mikrobiologi Klinik FK Unud. Saya sendiri adalah orang yang
senang belajar dan dengan menjadi dosen banyak terbuka kesempatan
beasiswa untuk melanjutkan studi S2 ataupun Program Pendidikan Spesialis
(PPDS) untuk saya.
Jadi ketika pertanyaan apakah sukses terbesar dalam hidup saya, saya belum
bisa menilai diri saya sukses sampai saat ini tetapi saya bangga menjadi anak
dari ibu dan almarhum ayah saya yang menurut saya mereka berdua sangat
sukses membesarkan dan mengantarkan saya sampai saat ini. Karena
menurut saya pribadi mereka berdualah kesuksesan terbesar dalam hidup
saya.
Contoh 2
Kontribusiku bagi Indonesia
Lahir sebagai salah satu putra Indonesia dengan berbagai macam
kemajemukan adat dan budaya merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi
saya. Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat kaya akan sumber
daya alam. Di samping itu, sumber daya manusia di Indonesia tidak kalah
jauh dibandingkan dengan sumber daya manusia negara lain.
Sumber daya manusia di Indonesia sangatlah beragam jika dilihat dari latar
belakang pendidikan dan keterampilan. Sumber daya manusia dalam suatu
negara sangat berkaitan erat dengan pendidikan dan keterampilan yang
nantinya sangat berperan penting dalam mata pencaharian ataupun profesi
yang digeluti.
Saya sendiri merupakan bagian dari sumber daya manusia Indonesia. Saya
seorang dokter dan juga seorang dosen. Di usia saya yang menginjak 27 tahun,
menjadi seorang dokter dan seorang dosen itu tidaklah mudah, tetapi dengan
segala kelebihan dan kekurangan masing-masing saya senang menekuni
kedua profesi saya.
Menurut masyarakat umum, profesi dokter merupakan profesi yang sangat
mulia tetapi tidak bagi saya, menurut saya semua profesi sama mulianya.
Contohnya petani, jika bukan karena petani kita tidak akan dapat menikmati
hasil panen padi yang sudah kita terima dalam bentuk beras, sedangkan kita
hanya tinggal mengolahnya menjadi nasi. Contoh lain lagi adalah guru.
Seorang dokter, seorang polisi, bahkan seorang presiden pun bisa
menyandang gelar tersebut karena jasa dan didikan dari seorang guru. Jika
dilihat lagi masing-masing profesi ataupun mata pencaharian tersebut sama-
sama memberikan jasa dan sumbangsihnya yang sangat besar untuk
Indonesia.
Menjadi seorang dokter di Indonesia adalah suatu kebanggan bagi saya.
Tetapi beban berat terpikul di pundak kami (dokter) karena masih ada daerah
di Indonesia yang masih sulit mendapatkan akses kesehatan. Tugas besar bagi
ami (dokter) agar dapat meningkatkan derajat kesehatan maupun
kesejahteraan bangsa Indonesia secara merata. Karena sampai saat ini akses
kesehatan di Indonesia masih belum tersebar merata. Semuanya hanya masih
terpusat di kota-kota besar saja.
Sebagai seorang dokter layanan primer saat ini saya bertugas di salah satu
klinik swasta di Bali. Dalam menjalankan tugas sebagai dokter layanan
primer, saya berpegang pada Five-star doctor, yakni care-provider, decision
maker, communicator, community leader, dan manager. Profil five-star doctor
ini sangat penting diaplikaskan bag seorang dokter untuk memajukan taraf
kesehatan bangsa Indonesia secara merata. Selain itu peran sebagai dokter
layanan primer adalah melakukan pencegahan dan deteksi dini penyakit.
Dalam hal ini, saya berkolaborasi dengan puskesmas setempat untuk
memberikan pelayanan baik berupa penyuluhan tentang penyakit ataupun
penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat untuk masyarakat
sekitar.
Di sisi lain saat ini saya juga seorang dosen di kampus almamater saya di
bagian Mikrobiologi Klinik, khususnya bidang bakteriologi. Satu kesempatan
besar bagi saya karena cita-cita saya menjadi seorang dosen dapat terwujud.
Sebagai seorang dosen saya berpegang pada Tri Dharma Perguruan Tinggi
yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Dalam pengamalan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk pendidikan saat
ini saya aktif ikut dilibatkan sebagai fasilitator dalam kelompok diskusi
mahasiswa. Disini saya berperan sebagai mediator yang memfasilitasi
mahasiswa berdiskusi dalam memecahkan suatu kasus. Besar harapan saya
nantinya generasi dokter penerus di Indonesia dapat bersaing dari segi
kualitas dengan dokter lulusan luar negeri.
Untuk penelitian saya berkolaborasi dengan para senior khususnya bidang
bakteriologi untuk melakukan suatu riset biomolekuler. Hasil dari riset-riset
yang telah dilakukan nantinya diharapkan bisa diaplikasikan sebagai
penunjang diagnosis molekuler di bidang mikrobiologi klinik. Saat ini kita
sering sekali terkecoh dengan ajakan kerja sama peneliti dari pihak asing yang
ingin melakukan kolaborasi riset dengan kita, mereka hanya memanfaatkan
sampel yang kita punya tetapi setelah riset selesai dan dipublikasikan nama
peneliti Indonesia tidak satupun ada yang tercantum. Dari pengalaman ini
besar harapan saya agar nantinya saya bisa menjadi leader dari suatu riset
yang akan berkolaborasi dengan pihak asing dan kecurangan dalam hal riset
seperti ini tidak pernah terjadi lagi.
Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terakhir adalah pengabdian masyarakat.
Beberapa kegiatan saya lakukan di bidang pengabdian masyarakat,
diantaranya melakukan penyuluhan dan pelayanan kesehatan untuk lansia di
salah satu daerah di Bali. Masih ada beberapa penyuluhan dan pelayanan
kesehatan yang akan saya berikan bersama teman-teman sejawat dokter
lainnya mengingat masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang
kesehatan terutama di daerah-daerah terpencil serta minimnya fasilitas
kesehatan.
Dengan apa yang saya lakukan baik sebagai dokter layanan primer maupun
sebagai dosen, saya berharap aktivitas-aktivitas saya tersebut dapat
memberikan kontribusi yang mampu meningkatkan taraf hidup dan
kesehatan masyarakat Indonesia.
Contoh 3
Kontribusiku bagi Indonesia
Saya adalah salah satu mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta. Saya
pernah melakukan penelitian di Perpustakaan Pusat Universitas Negeri
Yogyakarta. Penelitian yang pernah saya lakukan mengenai Tinjauan Interior
Perpustakaan.
Penelitian saya bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi interior
perpustakaan di Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Yogyakarta yang
meliputi sirkulasi, zoning, perabot, warna, elemen pembentuk ruang, dan tata
kondisi ruang perpustakaan. Manfaat yang bisa diambil setelah melakukan
penelitian adalah dapat memberikan sumbangan pengetahuan tentang desain
interior, khususnya pada interior perpustakaan universitas sehingga dapat
mencapai visi dan misi perpustakaan mereka di masa mendatang.
Salah satu daerah yang pernah saya kunjungi adalah Dusun Manggong,
Wukirsari, Cangkringan, Yogyakarta Gondang III yang merupakan salah satu
daerah yang terkena erupsi Merapi.
Saya dan teman-teman melakukan kegiatan Malam Binaan Takwa (Mabit) di
selter tersebut selama hampir dua hari. Kegiatan yang kami lakukan adalah
yang pertama ikut merasakan hidup bersama para warga di sekitar selter
Gondang III yang terkena erupsi merapi dan melaksanakan agenda Al-Huda.
Setelah kami sampai di Gondang III dan sempat berbincang-bincang dengan
warga sekitar yang mayoritas perempuan. Semenjak erupsi merapi menimpa
warga, bila pagi hari sampai sore hari para lelaki kembali ke rumah masing-
masing memeriksa keadaan rumah dan mengecek barang-barang yang kira-
kira masih dibutuhkan di selter, barulah para lelaki kembali ke selter bila
menjelang malam tiba.
Banyak sekali pengalaman yang bisa kami petik ketika kami singgah di selter
tersebut, banyak anak-anak yang harus libur sekolah, makan seadanya, dan
pada waktu itu mencari air lumayan susah karena abu vulkanik yang tebal
sudah menutupi rumah warga sekaligus sumur warga sehingga mereka
kekurangan air bersih. Mereka hanya bisa pasrah dan menunggu bantuan dari
para relawan. Tujuan kami datang ke daerah Gondang III adalah untuk ikut
merasakan hidup dengan para warga dan menghibur para warga terutama
anak-anak dengan mengadakan permainan.
Saya juga pernah melakukan kegiatan KKN di Desa Lungguhrejo, Turi,
Sleman. Salah satu tujuan dari KKN adalah memperoleh pengalaman belajar
yang berharga melalui keterlibatan dalam masyarakat secara langsung. Kami
sangat bersyukur dengan adanya kegiatan KKN kami bisa berkunjung ke
daerah tersebut yang mayoritas penduduknya punya kebun salak. Secara
geografis wilayah Lungguhrejo merupakan salah satu wilayah di Kelurahan
Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, yang terbagi menjadi dua
RT, yaitu RT. 05 dan 06. Wilayah ini berbatasan dengan wilayah batas timur
Dusun Keringan, batas barat Dusun Gunung Anyar, batas selatan Dusun
Gading, dan Batas utara Dusun Kenteng. Melihat kondisi geografis wilayah
Lungguhrejo warga cenderung memilih pertanian sebagai mata pencaharian
mereka, yaitu salak, yang
tentunya akan menghasilkan keuntungan yang besar jika waktu panen tiba.
Masyarakat juga mengolah hasil pertaniannya yang berupa salak menjadi
keripik salak.
Wilayah Lungguhrejo terdiri dari 40 Kepala Keluarga. Penduduk di Wilayah
Lungguhrejo memiliki berbagai macam latar belakang pendidikan dan
pekerjaan yang berbeda Masyarakat Wilayah Lungguhrejo pada umumnya
bekerja sebagai buruh meski ada yang berprofesi sebagai pengusaha,
peternak, atau yang lainnya. Komoditas ułama dari pertaniannya kebanyakan
sałak. Oleh karena iłu, perlu adanya inovasi pengolahan komoditas ułama
tersebut untuk menambah nilai jual.
Salah satu tujuan dari KKN adalah memperoleh pengalaman belajar yang
berharga melalui keterlibatan dałam masyarakat secara langsung. Program
kerja yang kami lakukan pada waktu iłu contohnya adalah kerja bakti rutłn
dilakukan setiap hari minggu pagi. Kami bekerja sama dengan pemuda
Karang Taruna beserta seluruh warga Lungguhrejo melakukan gotong royong
dan bersih desa. Sederhana sekaÎi sebenarnya kegłatan kami pada waktu itu,
tetapi melihat kerja sama dan kontribusi yang dilakukan bersama-sama
menjadi lebih berarti dan menyadarkan kepada saya bahwa hidup ternyata
banyak manfaatnya juga, terutama memberi inspirasi bagi saya sendiri dan
daerah di sekitar kita.
Saya mempunyai cita-cita menjadi seorang dosen. Seorang dosen dituntut
untuk bisa mendidik dan melakukan penelitian. Saya harap saya dapat
melanjutkan pendidikan di bidang penelitian guna meningkatkan
kemampuan pribadi saya dalam bidang penelitian. Diharapkan ke depannya
saya dapat menjadi salah satu pendidik yang dapat memberikan kontribusi
dan dapat menyumbangkan ilmu, ide serta gagasan mengenai penelitian
terutama dibidang seni dan budaya yang dapat bermanfaat bagi masyarakat
ataupun lembaga tempat saya bekerja.

Anda mungkin juga menyukai