0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan16 halaman

RPP Pembelajaran Basa Rinengga VIII

Diunggah oleh

Yoga Pamungkas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan16 halaman

RPP Pembelajaran Basa Rinengga VIII

Diunggah oleh

Yoga Pamungkas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


SMP NEGERI 2 SUMBERPUCUNG
JL. TGP NO.9, KEC. SUMBERPUCUNG, KAB. MALANG

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP )
Satuan Pendidikan : SMPN 2 Sumberpucung
Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
Kelas/Semester : VIII/Ganjil
Materi Pokok : Basa Rinengga
Alokasi Waktu : 8 JP (4 Pertemuan)

A. Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, danprosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak
mata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang
sama dalam sudut pandang/teori
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR
NO.
3.2 Memahami struktur dan unsur 3.2.1 Mengidentifikasi berbagai jenis
kebahasaan dalam teks sesuai ragam bahasa dalam teks.
ragam bahasa dan gaya 3.2.2 Mengidentifikasi berbagai jenis
berbahasa (basa rinengga gaya bahasa (basa rinengga
/lalongèt) /lalongèt) dalam teks.
3.2.3 Menganalisis struktur teks yang
memuat ragam bahasa dan gaya
bahasa (basa rinengga /lalongèt).
3.2.4 Menjelaskan makna paribasan/
parèbhȃsȃn yang terdapat dalam
teks.

4.2 Menulis berbagai bentuk 4.2.1 Membuat kalimat menggunakan


kalimat dengan menggunakan gaya bahasa (basa rinengga

RPP VIII BHS DAERAH Page 1


ragam bahasa dan gaya /lalongèt)
berbahasa (basa rinengga 4.2.2 Membuat paragraf menggunakan
/lalonget) kalimat yang memuat paribasan/
parèbhȃsȃn .
4.2.3 Membaca teks yang memuat
memuat paribasan/ parèbhȃsȃn .

C. Tujuan Pembelajaran (Harus ABCD= Audience, Behavior, Condition, Degree)


1. Sikap Spiritual (KI I)
a. Peserta didik dapat berdoa dengan bahasa daerah sesuai agama yang dianutnya dengan religius.
b. Peserta didik dapat menyapa dengan bahasa daerah setelah pendidik memberi sapaan dengan
sopan dan santun.
c. Peserta didik dapat mensyukuri keberadaan bahasa daerah sesuai dengan materi yang telah
diajarkan oleh pendidik dengan baik.
d. Peserta didik dapat bercakap-cakap dengan bahasa daerah sebagai rasa syukur pada Tuhan
Yang Maha Esa dengan benar dan baik sesuai kaidah.

2. Sikap Sosial (KI II)


a. Peserta didik dapat memiliki perilaku kreatif dalam berbahasa daerah setelah pendidik
memberikan materi dengan kreatif dan inovatif.
b. Peserta didik dapat memiliki perilaku demokratis setelah pendidik memberikan materi
pembelajaran dengan bahasa yang sopan.
c. Peserta didik dapat membiasakan perilaku santun dalam berbahasa sesuai kaidah berbahasa
dengan menggunakan bahasa sesuai tata krama.

3. Pengetahuan (KI III)


a. Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai jenis ragam bahasa dalam teks setelah diskusi
sesuai kaidah.
b. Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai jenis gaya bahasa (basa rinengga /lalongèt)
dalam teks dengan benar setelah berdiskusi.
c. Peserta didik dapat menganalisis struktur teks yang memuat ragam bahasa dan gaya bahasa
(basa rinengga /lalongèt) setelah materi yang telah diberikan sesuai kaidah.
d. Peserta didik dapat menjelaskan makna paribasan/ parèbhȃsȃn yang terdapat dalam teks
setelah diberikan contoh teks basa rinengga sesuai kaidah.

4. Keterampilan (KI IV)


a. Peserta didik dapat membuat kalimat menggunakan gaya bahasa (basa rinengga /lalongèt)
sesuai materi yang telah diberikan dengan benar.

RPP VIII BHS DAERAH Page 2


b. Peserta didik dapat membuat paragraf menggunakan kalimat yang memuat paribasan/
parèbhȃsȃn setelah diberikan contoh paribasan secara berkelompok.
c. Peserta didik dapat membaca teks yang memuat paribasan/ parèbhȃsȃn setelah berdiskusi
sesuai dengan struktur jenis gaya bahasa.

D. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I dan II

PENGORGANISASI
AN
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
PESERTA
WAKTU
DIDIK

Pendahuluan  Peserta didik berisap dan berdoa 5 menit


 Guru mengondisikan siswa belajar
 Guru melakukan apersepsi dengan mengulas KLASIKA
materi pelajaran minggu yang lalu melalui L
kegiatan bertanya jawab dan demonstrasi.
 Menyampaikan tujuan pembelajaran meliputi
aspek sikap (sikap spiritual dan sikap sosial),
pengetahuan, dan keterampilan.
 Guru menyampaikan garis besar materi dan
penilaian.

Kegiatan Inti  Peserta didik mendengarkan penjelasan dari 30 mnt


guru
 Guru melakukan metode ceramah kepada para
peserta didik
 Peserta didik mencacat beberapa bagian yang
penting
 Setelah itu, peserta didik diberikan sebuah
tugas untuk membuat powerpoint mengenai
basa rinengga
Penutup  Guru bersama peserta didik melakukan 5 menit
refleksi hasil pembelajaran
 Guru memberi tugas sebagai perbaikan dan
pengayaan
 Guru menutup pelajaran

RPP VIII BHS DAERAH Page 3


Pertemuan III dan IV
KegiatanPembelajaran

PENGORGANISASI
AN
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
PESERTA
WAKTU
DIDIK

Pendahuluan  Guru memberi salam dan mengabsen 5 menit


 Guru mengondisikan siswa belajar
 Guru melakukan apersepsi dengan mengulas KLASIKA
materi pelajaran minggu yang lalu melalui L
kegiatan bertanya jawab dan demonstrasi.
 Menyampaikan tujuan pembelajaran meliputi
aspek sikap (sikap spiritual dan sikap sosial),
pengetahuan, dan keterampilan.
 Guru membangun konteks dengan cara
membaca puisi.
Kegiatan Inti  Guru melakukan refleks sedikit pada bab yang 30 mnt
kemarin yang telah dijelaskan
 Peserta didik diambil penilaian dengan cara
melaukan game atau permainan yang diberi
nama TTS BasaRi (TTS Basa Rinengga)
 Dan diberikan tugas akhir secara individu
yaitu mencari basa rinenggadalam teks
geguritan
Penutup  Guru bersama peserta didik melakukan 5 menit
refleksi hasil pembelajaran
 Guru member tugas sebagai perbaikan dan
pengayaan
 Guru menutup pelajaran

RPP VIII BHS DAERAH Page 4


E. MATERI PEMBELAJARAN (RINCIAN DARI MATERI POKOK):

1. Materi fakta : teks yang mengandung ragam bahasa dan gaya bahasa, geguritan
“SEBAGEYAN”
2. Materi Konsep :
a. Ragam bahasa
b. Gaya bahasa (basa rinengga /lalongèt)
c. Jenis ragam bahasa
d. Jenis gaya bahasa (basa rinengga /lalongèt)
e. Makna paribasan/ parèbhȃsȃn dalam teks
3. Materi prinsip :
a. Untuk memahami ragam bahasa dalam teks, harus dapat mengidentifikasi jenis ragam bahasa
dalam teks.
b. Untuk memahami gaya bahasa (basa rinengga /lalongèt) dalam teks, harus dapat
mengidentifikasi jenis gaya bahasa(basa rinengga /lalongèt) dalam teks.
c. Untuk dapat mendeskripsikan isi suatu teks, harus dapat menjelaskan makna paribasan/
parèbhȃsȃn dalam teks.
4. Materi Prosedur:
a. Teknik membuat kalimat menggunakan gaya bahasa (basa rinengga /lalongèt)
b. Teknik membuat paragraf menggunakan kalimat yang memuat paribasan/ parèbhȃsȃn
c. Teknik membaca teks yang memuat paribasan/ parèbhȃsȃn.
F. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Saintifik/Kontekstual
2. Model : Pembelajaran Berbasis Teks
Pembelajaran Langsung
3. Sintaks Pembelajaran:
a. Sintaks pembelajaran berbasis teks:
1) Membangun konteks
2) Pemodelan teks
3) Pemecahan masalah secara bersama
4) Pemecahan masalah secara individu
b. Sintaks pembelajaran langsung:
1) Menyampaikan tujuan
2) Demonstrasi/presentasi keterampilan
3) Pendampingan
4) Umpan balik pemahaman
5) Latihan lanjutan

RPP VIII BHS DAERAH Page 5


4. Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, penugasan.
5. Teknik : Think Pair Share

G. KKM : 80
H. Alat/Media dan Sumber Pembelajaran
a. Alat/Media
1) LCD
2) Laptop
3) Tape recorder
4) Speaker
5) Papan permainan TTS
b. Sumber Belajar:
1) Kirtya Basa Kelas VIII
2) LKS
3) Mangunsuwito, S.A. [Link] Bahasa Jawa, Jawa-Indonesia. Bandung: CV.
YramaWidya.
4) Padmosoekotjo, S. 1960. Ngengrengan Kasusastran Djawi 1. Jogjakarta: Hien Hoo
Sing.
5) Majalah Jaya Baya

I. Penilaian
1. Sikap spiritual dan sosial
a. Teknik Penilaian : Observasi
b. Bentuk Instrumen : Lembar Observasi
c. Kisi-kisi:

CONTOH: LEMBAR OBSERVASI

No Sikap/Nilai Indikator Rubrik Butir


. Penilai Pertanya
an an

1 1.1 Menghargai dan  Berdoa pada awal dan 1-5 A1


mensyukuri akhir pembelajaran
keberadaan bahasa
daerah sebagai  Memberi salam pada
anugerah Tuhan awal dan akhir 1-5 A2
Yang Maha Esa pembelajaran
untuk
meningkatkan

RPP VIII BHS DAERAH Page 6


pengetahuan dan
keterampilan
berbahasa daerah,
serta untuk
melestarikandan
mengembangkan
budaya daerah
untuk
didayagunakan
sebagai upaya
pembinaan dan
pengembangan
kebudayaan
Nasional.
2 2.1 Menunjukkan  Membuat tanggapan 1-5 A3
perilaku jujur, dengan sunghuh-
tanggung jawab, sungguh
dan disiplin dalam
menggunakan  Menyelesaikan tugas
bahasa daerah tepat waktu 1-5 A4
untuk
menunjukkan
tahapan dan
langkah kegiatan
yang telah
ditentukan.

2. Pengetahuan

a. TeknikPenilaian : Tes Tulis, Tes Lisan


b. BentukInstrumen : Tes Objektif, Tes Uraian Terstruktur/ Non Struktur
c. Kisi-kisi:

CONTOH : LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN

No Indikator Rubrik Butir


Penilaian Instrumen

1 Menjelaskan pengertian ragam bahasa 1-5 1-2


2 Menjelaskan pengertian gaya bahasa 1-5 3-4
3 Menjelaskan jenis ragam bahasa 1-5 5-7
4 Menjelaskan jenis gaya bahasa 1-5 8-10

RPP VIII BHS DAERAH Page 7


3. Keterampilan
a. Teknik Penilaian : P1= Tes Produk dan P2=Tes Unjuk Kerja/ Praktik
b. Bentuk Instrumen : Lembar Penilaian
c. Kisi-kisi:

CONTOH: LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN

No. Indikator Rubrik Butir


Penilaian Instrumen

1. Membuat kalimat kalimat menggunakan gaya 1-5 P1


bahasa (basa rinengga /lalongèt)
2. Membuat paragraf menggunakan kalimat yang 1-5 P2
memuat paribasan/ parèbhȃsȃ
3. Membaca teks yang memuat paribasan/ 1-5 P3
parèbhȃsȃn

NILAI = (Skor yang didapat/Skor maks) x 100

Materi/ Bahan Ajar (Jabaran materi untuk menjawab tuntutan indikator)

Geguritan

SEBAGEYAN

Dening Jarot Setyono

Sebageyan ana sing kandha yen iki crita ngambra wara

Jagad gedhe lan jagad cilik anane mung seneng

Kamangka pasedhiyan umur kuwi winates mung tekan gorokan

Sebageyan ana sing crita menawa kulit kacang mono

Ngemu gizi kang bisa nyentosakake panguripan

Lamun bagaskara durung kesusu ngglewang

Mula ana kang mentala nrajang rumpile cadhas kanggo

Mburu anane kulit kacang

RPP VIII BHS DAERAH Page 8


Wong lanang lan wewayangan...

Kabeh kandha menawa arume semboja anane mung ing

Plataran kuburan

Kamangka sejatine arum mono anane ana telenging manah

Sepira gedhene gandarwa... isih gedhe watu gunung

Kang atos kadya rembulan

Kuwi kanggo sing nduweni kapitayan

Jambe sinigar, 21 mei 2016

Sumber: Jaya baya edhisi 33 minggu III April 2017

Pangertene Ragam Basa lan Basa Rinengga

Ragam Basa
Ragam basa gegayutan karo basa mau apa, kepriye, sapa, kapan, lan ana ngendi basa mau
digunakake manut keperluane. Mula ragam basa kuwi bisa kapilah-pilah manut dhaerah utawa
wilayahe, situasine, lan panganggone. Ragam basa Jawa, yen dideleng saka wilayahe diarani
dhialek, tuladhane ing Jawa Timur, ana dhialek, Surabayan, Malangan, Bojonegoroan, lan
sapanunggalane. Yen dideleng saka kahanane bisa kapilah basa formal lan informal. Dideleng saka
panganggone, kapilah maneh manut kanggone lan sapa sing nganggo. Manut kanggone awujud basa
lisan lan basa tulis. Basa lisan digunakake kanggo sarana komunikasi lisan ing pasrawungan saben
dinane. Basa tulis saliyane kanggo komunikasi kanthi tulis, uga ngandharake idhe, panemu,
gagasan, lan pamikiran rupa gancaran utawa karya sastra. Dideleng saka sapa sing nganggo, ragam
basa gumantung marang tataran pendhidhikan, pakaryan, lan lingkungan minangka titikane saka
undha-usuk ing basa Jawa. Pranatane undha-usuk basa Jawa uga diarani unggah ungguh basa.

Basa Rinengga
RPP VIII BHS DAERAH Page 9
Basa rinengga salah sawijine lelewaning basa (gaya bahasa) asil kaprigelan olah basa minangka
sarana olah rasa, olah jiwa, lan olah karsa. Lelewaning basa bisa katitik saka pilihan tembung,
pangrakite ukara lan wacana, sing tundhone bisa ndadekake tambah endah, nges, lan mentes. Asile
bisa wujud crita- crita lisan sing isih lestari ing satengahe masyarakat Jawa lan tinggalan naskah-
naskah karya sastra. Teks-teks sastra mau bisa rupa tembang, serat, lan teks-teks gancaran liyane, sing
isine andharan ngenani maneka warna ilmu/kawruh. Basa rinengga iku basa kang direngga, rengga
tegese paes. Basa rinengga tegese basa sing dipaesi utawa dipacaki supaya luwih apik, endah, lan
ngresepake. Basa rinengga bisa ditrapake ana ing maneka warna ragam basa, gumantung karo
kaperluane. Lumrahe basa rinengga kuwi sing kerep digunakake ana ing karya sastra, antawacana ing
upacara adat, antawacana wayang lan kethoprak, sanadyan ing pasrawungan saben dina uga kala-kala
bisa ditemoni basa rinengga. Basa rinengga sing dadi underane rembug ing wulangan iki winates
paribasan, bebasan, pepindhan, lan saloka.
Carane macak utawa majang basa rinengga kang wigati ana werna loro
1. Migunakake undha usuke basa kang baku, jangkep, kang akeh nganggo basa krama alus.
2. Milih tembung-tembung kang dirasa luwih endah, kayata:
a. Tembung baku dudu tembung pacelathon
b. Tembung basa jawa deles, dudu tembung saka basa manca.
c. Tembung sopan dudu tembung lugu.
d. Tembung andhahan kang rimbage karasa endah.
e. Migunakake tembung-tembung kawi

Katrangan ing dhuwur kena dipepantes kanthi prasaja yaiku :


1. Amarga basa rinengga migatekake undha usuk lan tembung-tembung kang baku. Ateges akeh
pambiyantune tumrap panganggone undha usuk, basa kang endah lan prayoga.
2. Amarga basane endah basa rinengga katulis utawa lesan padha disenengi wong akeh.
Sabanjure wong-wong ora mung seneng marang endahing basa nanging uga seneng marang
undha usuke basa.

1. Bebasan: unen-unen kang ajeg panganggone, duwe teges pepindhan, sing dipindhakake utawa
dibandhingake kahanan lan ulah-kridhane manungsa.
Tuladhane:
f. Nglungguhi klasa gumelar, tegese mung kari nemu penake.
RPP VIII BHS DAERAH Page 10
g. Suduk gunting tatu loro, tegese tumindak ora bener pisan, njalari kapitunan rong warna.
h. Nututi layangan pedhot, tegese mburu barang sepele sing asile ora sumbut karo rekasane.

2. Saloka: unen-unen kang ajeg panganggone, duwe teges pepindhan, sing dipindhakake utawa
dibandhingake wonge.
Tuladhane:
a. Asu belang kalung wang, tegese wong asor nanging sugih bandh donya.
b. Cebol nggayuh lintang, tegese wong sekeng/mlarat duwe gegayuhan sing mokal kasembadan.
c. Kacang ora ninggal lanjaran, tegese sipate anak ora beda adoh karo sipate wong tuwa.

3. Pepindhan: unen-unen sing duwe teges emper-emperan utawa irib-iriban, diumpamakake kanggo
mbangetake, lumrahe nganggo tembung lir, pindha, kadya, kaya, lan liya-liyane.
Tuladhane:
a. Ketiban ndaru, tegese beja banget.
b. Sumbare kaya bisa mutung wesi gligen, tegese kaya ora ana sing bisa ngalahake.
c. Srawunge kaya lenga karo banyu, tegese ora bisa rukun.

4. Paribasan: unen-unen sing ajeg panganggone, ngemu surasa wantah.


Tuladhane:
a. Kebat kliwat, gancang pincang, tegese tumindak kanthi kesusu asile ora bakal maremake.
b. Anak polah bapa kepradhah, tegese tingkah polahe anak dadi anggungjawabe wong tuwane.
c. adigang-adigung-adiguna, tegese ngendhelake kekuwatane, keluhurane, lan kepinterane.

5. Wangsalan yaiku unen-unen kang ngemu teges badhean, kayadene cangkriman utawa tebakan.
Tembung wangsalan nunggal teges karo tembung wangsulan (jawaban). Ing sajrone wangsalan
ngemu unen-unen lan unen-unen mau mbutuhake wangsulan minangka batangane. Jenise
wangsalan ana 3.
a. Wangsalan Padinan. yaiku wangsalan kang dienggo nalika guneman saben dina.
Tuladha:
wah, sajake lagi nglapa muda (Degan : Dheg-dhegan)
b. Wangsalan kang rinacik ing ukara.
Tuladha:
RPP VIII BHS DAERAH Page 11
Balung klapa, ethok-ethok ora ngerti ( Bathok)
c. Wangsalan kang dumadi saka rong gatra.
Tuladha:
carang wreksa, wreksa wilis tanpa patra.
Ora gampang, wong urip ing alam donya.
(Carang wreksa : pang, wreksa wilis tanpa patra : wit kayu urip)

6. Tembung Saroja.
Tembung Saroja yaiku tembung loro utawa luwih sing padha utawa meh padha dienggo
bebarengan kanggo mbangetake surasane.
Tuladha:
Abang mbranang (abang banget), andhap asor (sopan banget), ajur mumur (ajur banget), gagah
prakosa (gagah banget).

7. Tembung Entar/ Tembung Silihan (Kata Kiasan).


Tembung entar yaiku tembung sing tegese ora salugune (bermakna kiasan).
Tuladha:
Lunyu Ilate, Dawa tangane, Weteng karet, Adus kringet, Manis Eseme.

Alat Evaluasi (Contoh)


a. Evaluasi Sikap
CONTOH: LEMBAR PENGAMATAN SIKAP

Nama Perilaku yang diamati pada pembelajaran


No
Berdoa Memberi Membua Menyelesa Pengguna
pada awal salam t ikan tugas an bahasa
dan akhir pada tanggapa tepat yang
pembelajar awal dan n dengan waktu sopan dan
an akhir sunghuh- baik
pembelaja sungguh
ran
RPP VIII BHS DAERAH Page 12
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1 A
2 B
3 C
Skala penilaian dibuat dengan rentangan dari 1 s/d 5
Rubrik Penilaian (Penafsiran angka):
1. sangat kurang
2. kurang
3. cukup
4. baik
5. amat baik

b. Evaluasi Pengetahuan
CONTOH: LKS PENGETAHUAN
TES NON-OBJEKTIF
PENGETAHUAN RAGAM BAHASA DAN GAYA BAHASA

1. Apa pangertene ragam basa?


2. Apa wae pambagene ragam basa miturut kaperluane?
3. Apa pangertene basa rinengga?
4. Kepriye milih tembung-tembung sing dianggep endah?
5. Apa sing diarani dhialek?
6. Kepriye bedane panganggone basa formal lan informal?
7. Apa sing disebut basa tulis?
8. Apa wae jinise basa rinengga?
9. Apa bedane saloka lan pepindhan?
10. Apa wae jinise wangsalan?

Kunci Jawaban:

RPP VIII BHS DAERAH Page 13


1. Ragam basa gegayutan karo basa mau apa, kepriye, sapa, kapan, lan ana ngendi basa mau
digunakake manut keperluane.
2. Ragam basa kuwi bisa kapilah-pilah manut dhaerah utawa wilayahe, situasine, lan
panganggone.
3. Lelewaning basa bisa katitik saka pilihan tembung, pangrakite ukara lan wacana, sing
tundhone bisa ndadekake tambah endah, nges, lan mentes.
4. Milih tembung-tembung sing dianggep endah, yaiku:
a. Tembung baku dudu tembung pacelathon
b. Tembung basa jawa deles, dudu tembung saka basa manca.
c. Tembung sopan dudu tembung lugu.
d. Tembung andhahan kang rimbage karasa endah.
e. Migunakake tembung-tembung kawi
5. Dhialek yaiku ciri khas basa sing dienggo saben wilayah.
6. Basa formal yaiku basa kang dienggo nalika situasine formal utawa nganggo basa krama alus,
lan basa informal yaiku basa kang dienggo nalika situasine informal utawa nganggo basa
ngoko.
7. Basa tulis saliyane kanggo komunikasi kanthi tulis, uga ngandharake idhe, panemu, gagasan,
lan pamikiran rupa gancaran utawa karya sastra.
8. Bebasan, saloka, pepindhan, paribasan, wangsalan, saroja, lan entar.
9. Tembung saloka yaiku barang sing diupamana karo manungsa, lan tembung pepindhan
perumpaman lan nduweni titikan tembung kaya, kadya, lsp.
10. Wangsalan Padinan, wangsalan kang rinacik ing ukara, lan wangsalan kang dumadi saka rong
gatra.

b. Evalusai Keterampilan
CONTOH: LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN

1) Gawea ukara nganggo basa rinengga!


No. Nama Maca endah Butir
Soal
tembung kaendahan makna Basa P1
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

RPP VIII BHS DAERAH Page 14


2) Gawea paragraf nganggo ukara sing ngandhut paribasan!

No. Nama Meringkas isi Butir


Soal P2
ukara kaendahan
Makna
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

3) Wacanen teks sing ngandhut paribasan!

No. Nama Praktik menjadi pewara Butir


Soal P3
tembung intonasi makna
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

RPP VIII BHS DAERAH Page 15


TTS BasaRi

(Teta-teki Silang Basa Rinenga)

Cara bermain :

1. Peserta didik dibagi menjadi 2 kelompok, sesuai keinginan guru.

2. Diberikan satu lembar TTS dan juga dua lembar pertanyaan kepada setiap kelompok
yang isi dari pertanyaan TTS itu ialah mengenai Basa Rinengga.

3. Diberikan waktu kurang lebih 30 menit, atau bisa kurang.

4. Kelompok yang bisa menyelesaikan lebih cepat, mendapatkan tambahan nilai 5 poin.

5. Setiap soal diberikan poin sebesar 10 poin.

6. Kelompok yang mendapatkan poin terbanyak akan menang, dengan mendapat reward
berupa nilai yang terbaik yaitu nilai A.

Mengetahui, Sumberpucung, 13 Juli 2019

Kepala Sekolah SMPN 2 Sumberpucung Guru Mata Pelajaran

Drs. Santoso, [Link] Azizah Nur Rachma, [Link]


NIP 19631212 198403 1 007 NIP -

Novi Ika Ratnasari, M. Pd

NIP. 19841116 200902 2 007

RPP VIII BHS DAERAH Page 16

Anda mungkin juga menyukai