Efektivitas Pajak Kendaraan di Kupang
Efektivitas Pajak Kendaraan di Kupang
i
ANALISIS EFEKTIVITAS PENERIMAAN DAN PEMUNGUTAN PAJAK
KENDARAAN BERMOTOR PADA [Link] DAERAH
WILAYAH KOTA JUPANG
ii
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN PENGESAHAN................................................................................i
RINGKASAN.........................................................................................................ii
DAFTAR ISI.........................................................................................................iii
DAFTAR TABEL...................................................................................................v
DAFTAR GAMBAR.............................................................................................vi
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................1
1.1 Latar Belakang............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................4
1.3 Tujuan Penelitian........................................................................................4
1.4 Manfaat Penelitian......................................................................................4
1.5 Batasan Masalah.........................................................................................5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................6
2.1 Pendapatan Asli Daerah (PAD)......................................................................
2.1.1 Pengertian Pendapatan Asli Daerah.........................................................
.2.1.2 Sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah……………………………………..6
2.2 Konsep perpajakan .........................................................................................
2.2.1 Pengertian Pajak ........................................................82.2.2 Fungsi Pajak
...........................................................................................................................
2.2.3 Pengelompokan Pajak............................................................................10
2.2.4 Sistem Pemungutan pajak......................................................................11
2.3 Pajak Daerah..................................................................................................12
2.4 Pajak Kendaraan Bermotor..........................................................................13
2.4.1 Pengertian PPajak Kendaran Bermotor..................................................12
2.4.2 Dasar Hukum Pajak Kendaraan Bermotor.............................................13
2.4.3 Objek Pajak dan Wajib pajak Kendraan Bermotor................................13
2.4.4 Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor.......................................14
2.4.5 Tarif Pajak .............................................................................................15
2.4.6 Perhitugan Pajak Kendaraan Bermotor..................................................15
2.5 Efektivitas.......................................................................................................16
2.5.1 Evektivitas Peneriman Pajak Kendaraan Bermotor...............................16
2.5.2 Evektivitas Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor............................16
2.6 Penelitian Terdahulu......................................................................................18
iii
2.5 Kerangka Berpikir.........................................................................................21
BAB III METODE PENELITIAN.....................................................................22
3.1 Jenis Penelitian...............................................................................................22
3.2 Tempat dan Waktu.........................................................................................22
3.3 Populasi dan Sampel......................................................................................23
3.4 Jenis dan Sumber Data..................................................................................23
3.5 Teknik Pengumpulan Data............................................................................24
3.6 Analisi Data.....................................................................................................25
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................28
LAMPIRAN.........................................................................................................30
iv
DAFTAR TABEL
HALAMAN
Tabel 1.1 Target dan realisasi penerimaan pajak kendraan bermotor pada
[Link] Daerah Wilayah Kota Kupang..................................................3
Tabel 2.1 Kriteria Efektivitas.................................................................................16
Tabel 2.2 Indikator Efektivitas ..............................................................................17
Tabel 2.3 Penelitian Terdahulu..............................................................................18
Tabel 3.1 Kriteria Efektivitas ................................................................................26
Tabel 3.2 Indikator Efektivitas ..............................................................................27
v
DAFTAR GAMBAR
HALAMAN
Gambar 2.1 Kerangka Berpikir.............................................................................21
vi
BAB I
PENDAHULUAN
1
rokok. Sedangkan pajak Kabupaten/Kota terdiri dari pajak hiburan, pajak reklame, pajak
hotel, pajak parkir, pajak bumi dan bangunan.
Pajak yang cukup besar potensinya bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah pajak
kendaraan bermotor. Seiring perkembangan zaman, mobilitas masyarakat menjadi semakin
tinggi sehingga kendaraan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat, karena
kendaraan dapat memudahkan masyarakat dalam bepergian baik jarak dekat maupun jauh.
Kendaraan tidak hanya menjadi alat transportasi saja namun juga menjadi alat bagi
masyarakat untuk mencari nafkah, bahkan bagi sebagian orang kendaraan juga menjadi alat
ukur kemampuan ekonomi. Oleh karena itu, Permintaan pasar atas kendaraan bermotor
menjadi semakin tinggi sehingga daya tarik tersendiri bagi industri otomotif untuk bersaing
mendapat konsumen. Regulasi pembelian kendaraan yang semakin dipermudah sehingga
tidak diperlukan persyaratan yang berbelit- belit disertai uang muka yang rendah serta
angsuran dan bunga yang kecil membuat masyarakat semakin tertarik untuk membeli
kendaraan bermotor. Hal ini tentunya berdampak pada jumlah kendaraan yang akan
mengalami pertumbuhan tiap tahunnya.
Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor ini akan meningkatkan jumlah subyek pajak
beserta obyek pajak kendaraan bermotor, sehingga meningkatkan jumlah potensi
pemasukan pajak dari sektor kendaraan bermotor. Potensi pajak ini akan menambah
Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
khususnya Kota Kupang dari sektor pajak kendaraan bermotor.
Penagihan pajak kendaraan bermotor dilakukan oleh pemerintah daerah yang dalam
penerapannya dilaksanakan oleh Sistem Administrasi Manunggal di bawah Satu Atap
(SAMSAT). Samsat dalam menjalankan tugasnya bekerja sama dengan pihak kepolisian
(Dirlantas Polda NTT) yang mempunyai fungsi dan kewenangan di bidang registrasi dan
identifikasi kendaraan bermotor, yaitu UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Kota Kupang di
bidang Penagihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan
Bermotor (BBNKB) dan Jasa Raharja yang berwenang di bidang penyampaian sumbangan
wajib dana kecelakaan lalulintas jalan mengingat pelaksanaan sistem penagihan pajak
2
terdiri dari rangkaian kegiatan yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan satu
sama lain.
Penulis melakukan penelitian pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendapatan
Daerah Wilayah Kota Kupang dikarenakan merupakan salah satu instansi yang memiliki
sumber penerimaan yang besar dibandingkan dengan instansi lain.
Adapun target dan realisasi Pajak Kendaraan Bermotor yang terdata pada UPTD.
Pendapatan Wilayah Daerah Kota Kupang sebagai berikut:
Tabel 1.1 Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor pada UPTD.
Pendapatan Daerah Wilayah Kota Kupang tahun 2020-2023.
Tahun Target (Rp) Realisasi (Rp)
2020 [Link] [Link]
Berdasarkan data target dan realisasi pajak kendaraan bermotor pada Tabel 1.1, target
dan realisasi pajak kendaraan bermotor pada tahun 2020 meningkat secara signifikan,
sedangkan pada tahun 2021-2023 terjadi penurunan realisasi penerimaan PKB. ada
beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya penurunan penerimaan pajak kendaraan
bermotor dikota Kupang pada tahun 2021-2023 yaitu target yang ditetapkan setiap
tahunnya semakin meningkat seiring dengan jumlah pertumbuhan kendaraan bermotor di
Kota Kupang. Tetapi banyak kendaraan bemotor yang tertunggak lebih dari 10 tahun yang
masih tetap terdata sebagai target. Adapun yang menjadi masalah lain yang peneliti
temukan realisasi tidak tercapai yaitu wajib pajak yang telah berpindah tempat tinggal ke
luar daearah Kota Kupang dan kurang kesadaran dari masyarakat. Hal ini mengakibatkan
3
pencapaian target tidak terpenuhi. Faktor lainnya yaitu jumlah tunggakan kendaraan
bermotor yang semakin meningkat setiap tahunnya dikarenakan ketidak patuhan wajib
pajak dalam membayar pajak. Strategi yang dilakukan oleh UPTD. Pendapatan Daerah
Wilayah Kota Kupang menyikapi hal tersebut adalah dengan berbagai upaya diantaranya
yaitu dengan adanya program Samsat Keliling, Samsat Online, Door to Door, dan Tax
Amnesti/pemutihan.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas terkait dengan penerimaan
Pajak Kedaraan Bermotor pada UPTD. Pendapatan Daerah Wilayah Kota Kupang, maka
penulis tertarik untuk meneliti bagaimana efektivitas penerimaan dan pemungutan Pajak
Kendaraan Bermotor di Kota Kupang dengan judul“ANALISIS EFEKTIVITAS
PENERIMAAN DAN PEMUNGUTAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PADA
UPTD PENDAPATAN DAERAH WILAYAH KOTA KUPANG”
4
2. Bagi UPTD. Pendaptan Daerah Wilayah Kota Kupang, hasil penelitian
ini dapat digunakan sebagai salah satu masukan khususnya pada saat
membuat kebijakan baru terkait dengan pelayanan pembayaran pajak,
terutama dalam meningkatkan penerimaan pajak.
3. Bagi Peneliti untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam ilmu
yang diperoleh di bangku kuliah.
4. Bagi Akademik hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan
acuan bagi penelitian berikutnya yang berkaitan dengan efektivitas layanan
pemungutan pajak.
Dalam penelitian ini penulis membatasi permasalahan yang menjadi objek penelitian
adalah UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Kota Kupang dengan menggunakan laporan
penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor dari tahun 2020-2023.
5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
6
2.1.2 Sumber-Sumber Pendapatan Asli Daerah
7
a. Retribusi pelayanan kesehatan
b. Retribusi pemakaian kekayaan darah
c. Retribusi terminal
d. Retribusi tempat parkir
e. Retribusi pengujian kapal perikanan
f. Retribusi pelayanan pasar, dll
8
e. Komisi, potongan, atau bentuk lain dari penjualan dan pengadaan barang
atau jasa oleh daerah.
Selain itu, Mardiasmo (2013:1) juga menambahkan bahwa pajak adalah iuran rakyat
kepada kas Negara berdasarkan undang–undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada
mendapat jasa timbal (kontraprestasi), yang langsung dapat ditunjukkan dan yang
digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Dari pengertian tersebut, dapat
disimpulkan bahwa pajak memiliki unsur-unsur:
9
6. Digunakan untuk membiayai rumah tangga negara, yakni pengeluaran-pengeluaran
yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
10
a. Pajak Subjektif, yaitu pajak yang berpangkal atau berdasarkan pada
subjeknya, dalam arti memperhatikan keadaan diri Wajib Pajak.
Contoh: Pajak Penghasilan.
b. Pajak Objektif, yaitu pajak yang berpangkal pada objeknya, tanpa
memperhatikan keadaan diri Wajib Pajak. Contoh: Pajak
Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. \
3. Menurut pemungutnya
a. Pajak Pasar, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan
digunakan untuk membiayai rumah tangga negara. Contoh:Pajak
Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, dan Pajak Penjualan atas
Barang Mewah dan Bea Materai.
b. Pajak Daerah, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah
dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah
11
e. Memperanggung jawabkan pajak yang terutang.
Dengan demikian berhasil atau tidaknya pelaksanaan pemunggutan
pajakbanyak tergantung pada wajib pajak sendiri (peranan dominan pada wajib
pajak).
2. Official Assesment System
Suatu sistem pemungutan pajak yang memberi kewenangan aparatur
perpajakan untuk menentukan sendiri jumlah pajak yang terutang setiap tahunnya
sesuai dengan peraturan perudang-undangan perpajakan yang berlaku. Dalam
sistem ini, inisiatif serta kegiatan menghitung dan memungut pajak sepenuhnya
berada ditangan para aparatur perpajakan. Dengan demikian, berhasil
atautidaknya pelaksanaan pemunggutan pajak banyak tergantung pada aparatur
perpajakan.
3. With Holding System
Suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada pihak ketiga
yang ditunjuk untuk menentukan besarnyapajak yang terutang oleh wajib pajak
sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.
Penunjukkan pihak ketiga ini dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan
perpajakan, presiden, dan peraturan lainnya untuk memotong dan memungut pajak,
menyetor dan mempertanggung jawabkan melalui sarana perpajakan yang tersedia.
Berhasil atau tidaknya pelaksanaan pemungutan pajak banyak tergantung pada
pihak ketiga yang ditunjuk.
Pengertian pajak daerah dalam UU Nomor 28 Tahun 2009 yang merupakan perubahan
dari UU Nomor 34 Tahun 2000, bahwa pajak daerah yang selanjutnya disebut pajak adalah
kontribusi wajib kepada daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat
memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung
12
dan digunakan untuk keprluan daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dalam
UU Nomor 28 Tahun 2009 (pasal 2) pajak daerah dibagi menjadi dua jenis dan beberapa
Peraturan Pemerintah Nomor 65 tahun 2001 tentang Pajak Daerah Peraturan daerah
provinsi yang mengatur tentang PKB. Peraturan daerah ini dapat menyatu, yaitu satu
peraturan daerah untuk PKB, tetapi dapat juga dibuat secara terpisah misalnya Peraturan
Daerah tentang PKB. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 2006 tentang
13
Perhitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan
Bermotor Tahun 2006. Peraturan Gubernur yang mengatur tentang PKB sebagai aturan
pelaksanaan peraturan daerah tentang PKB pada provinsi yang dimaksud.
1. Bandara
2. Pelabuhan laut
3. Perkebunan
4. Kehutanan
5. Pertanian
6. Pertambangan
7. Industri Perdagangan
8. Sarana olah raga dan rekreasi
Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan yang memiliki kendaraan bermotor, jika
wajib pajak merupakan badan maka kewajiban perpajakannya diwakili oleh pengurus atau
kuasa hukum badan tersebut. Dengan demikian, pada PKB subjek pajak sama dengan wajib
pajak, yaitu orang pribadi atau badan yang memiliki atau menguasai kendaraan bermotor.
1. Nilai jual kendaraan bermotor Unsur nilai jual diperoleh berdasarkan harga pasaran
umum (harga rata-rata yang diperoleh dari berbagai sumber data) seperti agen
tunggal, asosiasi penjual kendaraan bermotor atas suatu kendaraan bermotor, harga
pasaran umum minggu pertama bulan desember tahun pajak sebelumnya. Jika tidak
diketahui nilai jualnya maka, ditentukan oleh faktor-faktor sebagai berikut:
14
a. Isi silinder dan atau satuan daya
b. Penggunaan
c. Jenis
d. Merek, tahun pembuatan, berat total dan banyaknya penumpang yang
diizinkan
e. Dokumen impor untuk jenis kendaraan bermotor tertentu.
2. Bobot
Unsur bobot dihitung berdasarkan hal-hal sebagai berikut:
a. Tekanan ganda yang dibedakan atas jumlah sumbu/as, roda, dan berat
kendaraan bermotor.
b. Jenis bahan bakar yang dibedakan antara lain: solar,bensin, gas, listrik, atau
tenaga surya.
c. Jenis penggunan, tahun pembuatan, dan ciri-ciri mesin yang dibedakan antar
lain jenis 2 tak, 4 tak. Dan mesin 1000 cc atau 2000 cc.
15
menjadi kendaraan roda kurang dari empat dan kendaraan roda empat atau lebih
ditetapkan sebagai berikut:
a. Kepemilikan kedua sebesar 2% (dua persen)
b. Kepemilikan ketiga sebesar 2,5% (dua koma lima persen)
c. Kepemilikan keempat dan seterusnya sebesar 3% (tiga persen)
TarifPajak × DasarPengenaanPajak
pajakTerutang=
TarifPajak ×(NJKB × Bobot )
2.5 Efektivitas
16
Rumus yang digunakan untuk mengukur efektivitas penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor
adalah sebagai berikut:
17
kendaraan bermotor apakah sudah sesuai dengan peraturan dan
sistem yang telah ditetapkan atau tidak.
3. Transparansi Transparansi dalam pengelolaan pajak kendaraan bermotor
ditandai dengan terselenggaranya koordinasi yang cukup baik
antara pihak-pihak yang terkait yaitu antara wajib pajak dengan
pihak pengelolaan pajak kendaraan bermotor.
4. Akuntabilitas Akuntabilitas didefinisikan sebagai bentuk
pertanggungjawaban atas penyelenggaraan pelayanan terhadap
wajib pajak kepada atasan dalam pengelolaan pajak kendaraan
bermotor.
5. Produktivitas Produktivitas adalah kemampuan yang dimiliki UPTD.
Pendapatan daerah wilayah kota kupang dalam menghasilkan
sesuatu yang diinginkan dengan cara memanfaatkan sumber
daya secara efektiv dan efisien.
Sumber: Masruri (2014:11)
18
menunggak. Namun, dalam yang
proses prosedur pembayaran
pajak sudah bagus karena
tidak membutuhkan waktu
yang lama dalam
pengurusan pembayaran
pajak kendaraan Bermotor
2 Leli Ardiani Pelayanan pembayaran Penelitian terdahulu
(2016) Pajak Kendaraan Bermotor meneliti
Implementasi Kualitatif melalui layanan inovasi implementasi
Layanan SAMSAT Keliling layanan inovasi
Inovasi Samsat merupakan peningkatan keliling dalam upaya
Keliling Dalam pelayanan dalam upaya
Upaya
meningkatkan
pemberian kemudahan
Meningkatkan pelayaanan
kepada Wajib Pajak.
Pelayanan Terdapat beberapa
pembayayaran pajak
Pembayaran kemudahan dalam layanan kendaraan bermotor
Pajak inovasi SAMSAT Keliling. di samsat kabupaten
Kendaraan Kemudahan tersebut yakni, tulungagung
Bermotor (Studi penyederhanaan persyaratan sedangkan penelitian
Pada Kantor pelayanan, penyederhanaan ini meneliti
Bersama prosedur pelayanan serta mengenai efektivitas
Samsat Kabupaten peningkatan waktu penerimaan PKB.
Tulungagung) pelayanan. Mayoritas Wajib Waktu penelitian
Pajak merasa puas akan berbeda.
adanya layanan inovasi
SAMSAT Keliling, karena
layanan inovasi SAMSAT
Keliling dianggap sangat
membantu dan
memudahkan Wajib Pajak.
19
masyarakat dalam Governance Dalam
Konsep Good memenuhi
Sistem Pemerintahan
kewajiban perpajakannya.
Governance Dalam
Sosialiasi pelayanan mobil sedangkan penelitian
Sistem pajak keliling harus ini mengenai
mampu
Pemerintahan efektivitas penerimaan
memberikan sasaran
Daerah) tentang dan pemungutan pajak
layanan informasi dan
komunikasi, tentang kendaraan bermotor
perpajakan kepada Waktu dan tempat
masyarakat sehingga
efektifitas penagihan pajak penelitian berbeda.
dapat meningkat. Ukuran
keberhasilan pencapaian
tujuan program layanan
mobil
pajak keliling tersebut
yang
terletak kepada seberapa
jauh
pencapaian tujuan-tujuan
organisasi yang bersifat
operasional, aktual,
realistis
dan layak dicapai
khususunya
Dinas Pendapatan Daerah
Provinsi Jawa Barat.
Solusi
untuk meningkatkan
pelayanan dan sosialisasi
dengan menggunakan
layanan
mobil pajak keliling adalah
adanaya layanan mobil
pajak
keliling yang terpadu atau
satu pintu yang dapat
memberikan jenis
pelayanan seperti Pajak
Kendaraan
Bermotor (PKB), Pajak
Bumi
dan Bangunan (PBB),
konsultasi pajak,
Infromasi-
informasi baru tentang
peraturan dan program-
program yang akan
dilaksanakan. Adanya
20
layanan
pajak terpadu tersebut
diharapkan dapat
meningkatkan efektifitas
penagihan pajak sehingga
dapat meningkatkan
jumlah
Pendapatan Asli Daerah
(PAD) Provinsi Jawa
Barat,
sehingga Jawa Barat dapat
dijadikan sebagai Provinsi
pilot project untuk
pengembangan program-
program komunikasi,
informasi, media massa
dan
pemanfaatan teknologi
informasi yang modern.
Salah satu sumber pendapatan asli yang cukup besar kontribusinya berasal dari pajak
kendaraan bermotor dimana pajak kendaraan bermotor adalah salah satu pajak daerah yang
dilaksanakan oleh kabupaten. Wajib pajak dapat membayar pajak kendaraan bermotor di
[Link] tempat pembayaran yang sudah di tetapkan oleh pemerintah daerah.
Pelayanan ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana efektivitas pelaksanaan dalam hal
ini penagihan dan pemungutan PKB di Kota Kupang. Maka dari itu kerangka berpikir
secara sederhana di gambarkan sebagai berikut:
[Link]
Daerah Wilayah
Efektivitas Efektivitas
Penerimaan Pemungutan
21
PKB
BAB III
METODE PENELITIAN
22
Data yang digunakan yaitu data target dan realisasi PKB di UPTD. Pendapatasn
Daerah Wilayah Kota Kupang. Jenis penelitian ini jika ditinjau dari tujuan dan sifatnya
adalah studi deskriptif. Studi deskriptif merupakan studi yang bertujuan untuk memberikan
kepada peneliti sebuah riwayat atau untuk menggambarkan aspek-aspek yang relevan
dengan fenomena perhatian dari persfektif seseorang, organisasi atau lainnya (Sekaran,
2010:159).
Penelitian ini akan dilaksanakan di Kantor UPTD. Pendapatan Daerah Wilayah Kota
Kupang yang berlokasi di Jln. Polisi Militer No.07, Oebobo. Adapun waktu pra penelitian
kurang lebih 1 (satu) bulan yaitu dari tanggal 22 Mei –21 juni 2024.
Populasi penelitian adalah keseluruhan dari objek penelitian yang akan diteliti.
Populasi sebagai kumpulan atau agregasi dari seluruh elemen-elemen atau individu yang
merupakan sumber informasi dalam suatu penelitian. Adapun populasi penelitian dalam
penelitian ini adalah Kantor UPTD. Pendapatan Daerah Wilayah Kota Kupang dengan
jumlah pegawai sebanyak 44 orang.
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi
tersebut”. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan metode Purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan
menggunakan kriteria tertentu, yaitu para pihak atau staf yang dianggap berkompeten
berdasarkan struktur tugas dan fungsi pada UPTD. Pendapatan daerah Wilayah Kota
Kupang dengan jumlah sampel 4 orang dan juga wajib pajak yang membayar pajak di
kantor samsat yaitu 6 Orang.
23
3.4 Jenis dan Sumber Data
Pengumpulan data pada dasarnya merupakan serangkaian proses yang dilakukan sesuai
dengan metode penelitian yang dipergunakan. Pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini antara lain:
1. Obsevasi
24
Menurut Subana, Sudjharat (2005:143), Observasi adalah pengumpulan data
berdasarkan pengamatan yang menggunakan mata atau telinga secara langsung
tanpa melalui alat bantu yang terstandar. Peneliti melakukan penelitian secara
langsung pada titik UPTD. Pendapatan Daerah Wilayah Kota Kupang.
2. Wawancara
Wawancara adalah percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung
dan antara yang diwawancara/narasumber dan pewawancara atau peneliti untuk
mendapat pemahaman akan pandangan seseorang (makna subjektif) terkait
dengan hal atau kegiatan tertentu, Suharsaputra, Uhar (2012:269). Wawancara
yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pada pegawai atau staf yang dianggap
berkompeten dalam hal ini pada UPTD. Pendapatan Daerah Wilayah Kota
Kupang.
3. Dokumen
Dokumen merupakan rekaman kejadian masa lalu yang ditulis atau dicetak
mereka dapat berupa catatan anekdot, surat, buku harian, dan dokumen-
dokumen. Dokumen yang dimaksud dalam penelitian ini adalah laporan realisasi
pendapatan PKB di UPTD. Pendapatan Daerah Wilayah Kota Kupang.
Analisis data merupakan salah satu kegiatan penelitian berupa proses penyusunan dan
pengolahan data guna menafsirkan data yang telah diperoleh. Menurut Sugiyono
(2015:206) yang dimaksud dengan analisis data adalah kegiatan setelah data dari seluruh
responden atau sumber data lain terkumpul. Analisis data kualitatif dilakukan secara
interaktif dan berlangsung terus menerus sampai tuntas. Tahapan dalam teknik analisis data
adalah data reduction, data display, dan conclusing drawing/verification. Berikut
merupakan langkah-langkah analisis data model interaktif menurut Sugiyono (2015) yaitu:
1. Data collection (Pengumpulan data)
25
Pada tahap ini, peneliti mengadakan pengumpulan data penelitian langsung ke
lingkungan penelitian dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil pengumpulan data berupa catatan atau hasil observasi, transkip wawancara
dan dokumen-dokumen dikumpulkan serta diberikan nomor halaman
berdasarkan kronologis waktu pengumpulan.
2. Data Reduction (Reduksi data)
Pada tahap ini, data yang diperoleh selama melakukan penelitian dikelompokan
berdasarkan sumber data. Peneliti mengadakan kegiatan pemusatan perhatian
pada penyederhanaan, pemilihan, dan transformasi data mentah yang muncul dari
berbagai catatan lapangan atau observasi, transkip wawancara, dan pencermatan
dokumen dirangkum serta dipilih hal-hal yang pokok untuk difokuskan pada
kesesuaian tujuan penelitian.
3. Data Display (Penyajian data)
Dalam hal ini berisi sekumpulan pokok informasi yang memungkinkan untuk
menarik kesimpulan dari data yang diperoleh peyajian data disampaikan secara
naratif. Setelah peneliti menemukan hubungan persamaan, dan hal-hal yang
sering muncul.
4. Conclution Drawing/verification (Penarikan kesimpulan)
Tahap ini merupakan proses pemaknaan terhadap temuan penelitian dan peneliti
selalu mengadakan verifikasi secara lebih mendalam.
26
Realisasi Penerimaan PKB
Efektivitas= x 100 %
Target Penerimaan PKB
27
sistem yang telah ditetapkan atau tidak.
3. Transparansi Transparansi dalam pengelolaan pajak kendaraan bermotor
ditandai dengan terselenggaranya koordinasi yang cukup baik
antara pihak-pihak yang terkait yaitu antara wajib pajak dengan
pihak pengelolaan pajak kendaraan bermotor.
4. Akuntabilitas Akuntabilitas didefinisikan sebagai bentuk
pertanggungjawaban atas penyelenggaraan pelayanan terhadap
wajib pajak kepada atasan dalam pengelolaan pajak kendaraan
bermotor.
5. Produktivitas Produktivitas adalah kemampuan yang dimiliki UPTD.
Pendapatan daerah wilayah kota kupang dalam menghasilkan
sesuatu yang diinginkan dengan cara memanfaatkan sumber
daya secara efektiv dan efisien.
Sumber: Masruri (2014:11)
DAFTAR PUSTAKA
Leli Ardiani (2016). Implemantasi Layanan Inovasi Samamsat Keliling Dalam Upaya
Meningkatkan Pelayanan Pembayaran Pajak Kendraan Bermotor(Studi Pada Kantor
Bersama Samsat Kabupaten Tulungagung).
28
Mardiasmono. (2013). Perpajakan Edisi Revisi 2011. Andi, Yokyakarta.
Prayoga Bestari (2016). Mobila Pajak Keliling Sebagai Solusi Sosialisasi Dan Upaya
Peningkatan Efektivitas Penagihan Pajak (Aplikasi KOnsep Good Governance
Dalam Sistem Pemerintahan Daerah). Skripsi
Peraturan Pemerintah No.65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah peraturan Daerah Provinsi
yang mengatur tentang Pkb.
Peraturan Mentri Dalam Negeri No. 2 Tahun 2006 tentang Perhitugan Dasar Pegenaan
Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.
Peraturan Daerah Provinsi NTT Nomor 10 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Dinas Daerah Provinsi NTT.
Resmini, Siti. (2015). Perpajaakn: Teori dan Kasus. Salemba Empat, Jakarta.
29
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,
dan R&D). Alfabeta., Bandung.
LAMPIRAN
30
31