0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan4 halaman

Pengaruh Case Based Learning pada Hasil Belajar

Diunggah oleh

Hanny Rahman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan4 halaman

Pengaruh Case Based Learning pada Hasil Belajar

Diunggah oleh

Hanny Rahman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu

Volume 1, No. 03, Juli 2022


ISSN 2829-2049 (media online)
Hal 181-184

Pengaruh Model Case Based Learning (CBL) Terhadap Hasil


Belajar Mahasiswa
Dedi Holden Simbolon
FKIP, PGSD, Universitas Quality, Medan, Indonesia
Email: dedisimbolon311@[Link]
(*: Corresponden Author)

Abstrak− Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari keterkaitan antara kemampuan dosen dalam melaksanakan
pembelajaran dan iklim pembelajaran untuk menghasilkan proses dan hasil belajar mahasiswa yang optimal
sesuai dengan tuntutan kurikulum saat ini. Case Based Learning (CBL) merupakan salah satu metode
pembelajaran untuk Student Center Learning (SCL). Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh
penerapan model CBL terhadap hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini adalah kuantitatif Quasi experiment
dengan pendekatan Pretest-Posttest Control with control group. Sampel yang diambil adalah 32 orang kelas
eksperimen dan 31 orang kelas kontrol dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa setelah diterapkan model
CBL. Model CBL menjadi salah satu metode inovatif dan efektif dalam mengembangkan pengetahuan
mahasiswa dalam belajar sehingga memperoleh hasil belajar yang lebih baik.
Kata Kunci: Case Based Learning, Hasil Belajar, Mahasiswa
Abstract−The quality of learning can be seen from the relationship between the ability of lecturers in carrying
out learning and the learning climate to produce optimal student learning processes and outcomes in
accordance with the demands of the current curriculum. Case Based Learning (CBL) is one of the learning
methods for Student Center Learning (SCL). The purpose of this study was to analyze the effect of the
application of the CBL model on student learning outcomes. This research is a quantitative Quasi experiment
with a Pretest-Posttest Control approach with a control group. The samples taken were 32 experimental class
and 31 control class using Simple Random Sampling technique. The results showed that there was a significant
effect on student learning outcomes after the CBL model was applied. The CBL model is one of the innovative
and effective methods in developing student knowledge in learning so as to obtain better learning outcomes.
Keywords: Case Based Learning, Learning Outcomes, Student

1. PENDAHULUAN
Pendidikanbmerupakan investasi utama sekaligus isu sentral bagi suatu negara yang sedang
berkembang dalam membangun bangsanya. Kesuksesan dari mekanisme pendidikan dipengaruhi
oleh proses perencanaan, implementasi dan kebijakan penunjang yang dilakukan secara
berkesinambungan. Undang - Undang Nomor 20 Tahun 2003 menjelaskan pendidikan adalah usaha
sadar dan terencana untuk menciptakan aktivias kegiatan belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik dan tenaga pendidik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kapabilitas dan keterampilan yang diperlukan baik oleh dirinya sendiri, masyarakat, dan negara.
Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran, peran tenaga pendidik sangatlah krusial sebagai
fasilitator dan pengindetifikasi berbagai keunggulan dan kelemahan dari setiap metode
pembelajaran yang akan diterapkan sehingga tercipta suatu pembelajaran yang efektif (Widiastuti,
dkk. 2022).
Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan-perubahan mutakhir di
berbagai kehidupan. Dengan perubahan tersebut, tentu berdampak pada permasalahan-permasalah
baru yang dipecahkan oleh generasi bangsa, seperti mahasiswa pembelajar di Perguruan Tinggi
(Harahap dan Yusra, 2022). Dalam meningkatkan kualitas peserta didik, maka pendidikan perlu
melakukan evolusi atau perubahan dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pembelajaran
Student Centered Learning (SCL) mendorong, memotivasi siswa untuk mengembangkan kreativitas
dan kemampuan belajar secara mandiri. Pembelajaran SCL yang dapat digunakan untuk
mengembangkan kreativitas, motivasi dan kemampuan pengetahuan mahasiswa dalam penyelesaian
masalah pasien adalah metode Case Based Learning (CBL) (Wospakrik, dkk. 2020).
Case Based Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif dan menarik. CBL
dapat melibatkan mahasiswa untuk aktif dan kreatif dalam diskusi terhadap kejadian kehidupan
nyata (kontekstual) melalui penggunaan skenario atau studi kasus guna mengembangkan penalaran

Dedi Holden Simbolon | [Link] | Page 181


BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Volume 1, No. 03, Juli 2022
ISSN 2829-2049 (media online)
Hal 181-184

dan keterampilan siswa dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi pasien (Wospakrik, dkk. 2020
; Asfar, dkk. 2018). CBL dapat membantu mengembangkan pembelajaran yang efektif, membantu
dalam mengembangkan minat memotivasi mereka
untuk berpartisipasi aktif, membuat lebih mudah belajar dan juga memperkuat pemahaman siswa
(Giacalone, 2018), hal ini membantu siswa dalam mengembangkan pemikiran logis, penalaran dan
interpretasi (Bansal & Goyal, 2018). Akhirnya CBL merupakan suatu strategi untuk memecahkan
persoalan belajar siswa dengan pembelajaran aktif yang menarik, efektif dan siswa lebih tertantang
dalam menyelesaikan soal-soal yang berbentuk kasus.
Indikator dalam pembelajaran CBL adalah, 1) konsep dasar, 2) pendefinisian masalah, 3)
pembelajaran mandiri, 4) pertukaran pengetahuan, 5) asessment. Dari beberapa indikator diatas
dalam pelaksanaan pembelajaran dilapangan haruslah menekankan pada penyelesaian kasus-kasus
faktual dan terbaru (Arianto dan Fauziah, 2020). Selain itu peran tenaga pendidik untuk menstimlus
peserta didik agar mampu lebih aktif dalam menyelesaika masalah juga sangat diperlukan agar
peserta didik lebih termotivasi dan mampu menyelesaikan berbagai masalah yang mereka hadapi.
Untuk semakin menunjang model pembelajaran Case Based Learning, peneliti menggunakan
penunjang yaitu High Order Thingking Skils (HOTS). HOTS merupakan kemampuan berpikir
tingkat tinggi. Di dalam konsep HOTS mencakup problem solving atau pemecahan masalah dan
pengambilan keputusan (Dinni, 2018). Hal itu juga sejalan dengan model pembelajaran Case Based
Learning (CBL) yang juga berbasis pada studi kasus atau masalah.
Berdasarkan uraian di atas, melalui model Case Based Learning (CBL) diharapkan dapat
membantu pemahaman mahasiswa agar dapat meningkatkan nilai hasil belajar, disamping itu proses
belajar mengajar juga berjalan dengan lancar, menyenangkan sehingga indikator dan tujuan
pembelajaran boleh tercapai dengan baik.

2. METODE PENELITIAN
Penelitian ini adalah kuantitatif Quasi experiment dengan pendekatan Pretest-Posttest
Control with control group. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester I tahun ajaran 2021/2022
ganjil dengan jumlah sampel sebanyak 63 orang, yang terdiri dari 32 orang kelas eksperimen dan 31
orang kelas kontrol dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Teknik pengumpul data
dalam penelitian ini berupa instrumen tes hasil belajar berupa soal essy test sebanyak 10 soal.
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji prasyarat (uji normalitas dan uji
homogenitas) dan uji hipotesis. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui data yang digunakan
berdistribusi normal atau tidak dengan menggunakan yaitu Uji Kolmogorov-Smirnov dengan
Lilliefors Significance Correctiona pada taraf signifikansi α = 0.05. Uji homogenitas digunakan
untuk mengetahui apakah sampel diperoleh dari populasi yang homogen dengan menggunakan uji
Fisher (F). Kriteria dalam pengujian ini adalah: jika Fhitung< Ftabel, maka kedua kelompok homogen
dengan Ftabel pada taraf signifikan 5% dkpembilang = na-1 dan dkpenyebut = nb-1. Uji hipotesis digunakan
untuk melihat pengaruh penerapan model pembelajaran menggunakan uji independent samples t-
test.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Deskripsi Hasil Penelitian
Penelitian diawali dengan melakukan pembelajaran terhadap kedua kelas yaitu kelas
eksperimen dan kelas kontrol dengan memberikan pretes tujuannya untuk mengetahui seberapa
besar tingkatan pemahaman mahasiswa terhadap materi kuliah Konsep Dasar IPA. Pada akhir
pembelajaran, kedua kelas tersebut diberikan posttes berupa soal yang sama dengan soal pretes.
Berikut disajikan data nilai pretes dan postes pada tabel 1.
Tabel 1. Nilai Hasil Belajar Konsep Dasar IPA
Nilai Pretest Nilai Posttes
Kelas Gain
Tertinggi Terendah 𝑥̅ Tertinggi Terendah 𝑥̅
0.8
Eksperimen 73 55 58.1 95 78 92.1
(Tinggi)
0.5
Kontrol 78 55 65.3 90 75 84.8
(Sedang)

Dedi Holden Simbolon | [Link] | Page 182


BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Volume 1, No. 03, Juli 2022
ISSN 2829-2049 (media online)
Hal 181-184

Berdasarkan tabel 1, dapat dilihat bahwa nilai pretes kelas eksperimen rata-rata 58.1
sedangkan kelas kontrol 65.3. Tetapi, untuk nilai tertinggi pada saat pretes kelas kontrol lebih tinggi
dibandingkan dengan eksperimen yaitu 78 (kontrol) dan 73 (eksperimen). Untuk nilai postes, kelas
eksperimen rata-rata 92.1 sedangkan kelas kontrol 84.9. Berdasarkan hasil perhitungan gain
ternormalisai diperoleh rata-rata gain ternormalisasi hasil belajar kelas ksperimen dan kontrol secara
berturut-turut adalah 0.80 (Tinggi) dan 0.54 (sedang). Hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata gain
ternormalisasi kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Maka dapat
disimpulkan peningkatan hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas
kontrol. Dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai kemampuan
awal yang sama dan juga setelah diberikan perlakuan terhadap perbedaan hasil belajar pada kelas
eksperimen yang menggunakan model CBL dengan kelas kontrol yang menggunakan model
konvensional.
Sebelum melakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan pengujian persyaratan
data, sebagai syarat untuk pengujian statistik inferensial. Uji persyaratan terdiri dari uji normalitas
data dan uji homogenitas varians pada taraf signifikansi 5% yang diukur dengan menggunakan SPSS
versi 21.
Uji normalitas data digunakan untuk melihat apakah data yang digunakan berdistribusi
normal atau tidak. Data hasil belajar mahasiswa diuji menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov
dengan Lilliefors Significance Correctiona pada taraf signifikansi α = 0.05. Dari hasil perhitungan
uji normalitas, dapat disimpulkan bahwa data nilai gain ternormalisasi berdistribusi normal. Hal ini
dibuktikan dengan hasil uji normalitas pada taraf signifikansi α = 0.05 yaitu 0.250 > 0.05
menunjukkan kelas eksperimen berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Sedangkan kelas
kontrol hasil uji normalitas pada taraf signifikansi α = 0.05 yaitu 0.200 > 0.05 menunjukkan kelas
kontrol juga berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Dari perhitungan uji homogenitas
menggunakan program SPSS versi 20 dengan menggunakan uji Lavene pada taraf signifikansi α =
0.05 bahwa nilai Signifikansi 0.037 < 0.05 artinya data kelompok sampel tidak berasal dari populasi
yang homogen. Berdasarkan hasil perhitungan dengan uji independet sample t-test pada taraf
signifikansi 5% (0.05) diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.00 < 0.05. Artinya, terdapat perbedaan
yang signifikan antara hasil belajar atau peningkatan hasil belajar mahasiswa yang diajar dengan
menggunakan model CBL dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan model
konvensional.
Pemberian metode pembelajaran yang tepat dan efektif selama proses pembelajaran
dilaksanakan, membuat mahasiswa lebih kreatif dan termotivasi untuk belajar. Penggunaan metode
pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa dan sangat efektif dapat memotivasi mahasiswa untuk
belajar dan mencapai hasil yang baik. Hal ini dapat didukung (Bansal and Goyal, 2018), bahwa
mahasiswa merasa puas karena pembelajaran CBL merupakan metode belajar yang efektif dan
berpusat pada mahasiswa, karena melibatkan dan memotivasi siswa terutama meningkatkan
pengetahuan dan kemampuan berpikir siswa dalam memecahkan masalah (Wospakrik, dkk. 2020).

4. KESIMPULAN
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar mahasiswa pada kelas
eksperimen (kelas yang diajar dengan model Case Based Learning) memiliki nilai hasil belajar yang
lebih baik dari kelas kontrol (kelas yang diajar dengan model konvensional). Secara signifikan,
terdapat pengaruh penerapan metode pembelajaran Case Based Learning terhadap hasil belajar
mahasiswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

REFERENCES
Arianto, H. dan Fauziah, H.N. 2020. Students’ Response to the Implementation of Case Based Learning (CBL)
Based on HOTS in Junior High School. Integrative Science Education and Teaching Activity Journal.
1(1), hal. 45-49
Asfar, A., Darmawati, A., dan Darmawan, D. 2018. The Effect of REACE (Relating, Exploring, Applying,
Cooperating and Evaluating) Learning Model Toward the Understanding of Mathematics Concept. In
Journal of Physics: Conference Series. 1028
Bansal, M., dan Goyal, M. 2018. To Introduce And Measure The Effectiveness Of Case Based Learning In
Physiology. International Journal of Research in Medical Sciences. 5(2), hal 437–445.

Dedi Holden Simbolon | [Link] | Page 183


BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Volume 1, No. 03, Juli 2022
ISSN 2829-2049 (media online)
Hal 181-184

Dinni, H. N. 2018. HOTS (High Order Thinking Skills) dan Kaitannya Dengan Kemampuan Literasi
Matematika. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika. 1, hal. 170–176
Giacalone, D. 2018. Enhancing Student Learning with Case-Based Teaching and Audience Response Systems
in an Interdisciplinary Food Science Course. Higher Learning Research Communications. 6(3), hal 1–
19.
Harahap, E.P., dan Yusra, H. 2022. Implementasi Pembelajaran Case Method Melalui Observasi-Investigasi
Sebagai Pengembangan Bahan Ajar Dialogika Di Forum Kelas. Jurnal Bahasa Indonesia Prima. 4(1),
hal. 26-34
Wardana, M.Y.S. dan Rivaldiyah, Y. 2019. Penerapan Model Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar
Kognitif Pemecahan Masalah Matematika. Thinking Skills and Creativity Journal. 2(1), hal. 19-26
Widiastuti, F., Amin, S., dan Hasbullah, H. 2022. Efektivitas Metode Pembelajaran Case Method Dalam Upaya
Peningkatan Partisipasi dan Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Manajemen Perubahan.
Edumaspul - Jurnal Pendidika. 6(1), hal. 728-731
Wospakrik, F., Sundari, S., dan Musharyanti, L. 2020. Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Case Based
Learning Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Mahasiswa. Journal Health of Studies. 4(1), hal 30-37

Dedi Holden Simbolon | [Link] | Page 184

Anda mungkin juga menyukai