Pengertian program linier
Menurut Hamdi A Taha (1996) sebuah alat deterministic, yang berarti
bahwa semua parameter model diasumsikan diketahui dengan pasti. Artinta
program linier merupakan sebuah alat pengambilan keputusan baik dari sudut
pandang formulasi maupun pemecahan masalah yang dihadapi dengan membuat
rencana kegiatan kegiatan untuk memperoleh hasl yang optimal Optimal artinya
mendapat nilai maksimum (untuk keuntungan, jumlah produk dan lainnya) atau
minimasi (biaya, tenaga kerja dan lainnya) .
Dalam Linier programing dikenal dua macam fungsi (Andi wijaya 2012)
a. Fungsi tujuan
Yaitu menggambarkan apa yang ingin di capai perusahaan dengan
menggunakan sumber daya yang ada, fungsi tujuan digambarkan dalam bentuk
maksimasi (misalnya untuk laba, penerimaan , produksi dan lain lain atau
minimasi ( misalnya untuk biaya) biasanya dinyatakan dalam notasi Z.
b. Fungsi Kendala
Yaitu menggambarkan kendala kendala yang dihadapi perusahaan dalam
kaitannya dengan pencapaian tujuan tersebut, misalnya mesin, tenaga kerja dan
lain lain. Untuk kasus program linier kendala yang dihadap berjumlah lebih
dari satu kendala.
1) Bentuk umum table Program linier
Tabel 1.1. Tabel data untuk model programa linier
2). Bentuk Matematis
Bentuk matematis dalam bentuk maksimum dan minimum terjadi
perbedaan pada tanda batasannya. Untuk maksimasi kendala digambarkan
pertidak samaan ≤, (kurang dari) sedangkan untuk minimasi di gambarkan
dalam bentuk
pertidaksamaan ≥ (lebih dari)
Berdasarkan pembatas:
Dan
Memformulasikan permasalahan Linier Programing dalam model
Contoh Kasus 1 Masalah Produksi Maksimum
Pada suatu pabrik akan menentukan besarnya masing-masing dari jenis
produk yang dihasilkan, dengan sumber daya yang terbatas, agar
pabik/perusahaan mendapatkan keuntungan maksimum. Dari data yang
diperoleh diketahui besarnya kebutuhan buruh dan bahan mentah serta
keuntungan yang dihasilkan adalah….
Tabel 1.1 Contoh Kasus 1 Linear Programming
Jumlah summber Daya Laba
Barang Tenaga kerja Bahan baku (Rp/Unit)
Sabun mandi 10 8 6
Sampo 4 12 10
Pasta gigi 8 6 4
Selanjutnya dibutuhkan waktu dalam proses tersebut selama 480 jam, total
bahan mentah yang tersedia sebanyak 800 Kg. Untuk itu perusahaan ingin menyusun
formulasi yang tepat dalam memproduksi yaitu berapa jumlah produk sabun mandi,
sampo dan pasta gigi harus diproduksi sehingga mendapatkan laba maksimum.
2) Variabel Keputusan
Padakasus ini terdapat tiga jenis prodik yaitu Sabun mandi, sabun dan pasta
gigi, yang harus diproduksi. Jumlang masing masing produk dapat dirumuskan :
X1 = Sabun mandi
X2= Sampo
X3 = Pasta gigi
3) Fungsi Tujuan
Funsi tujuan untuk memaksimumkan keuntungan, dimana keuntungan
adalah jumlahl keuntungan dari masing-masing produk dikali dengan
jumlah dari unit [Link] di hasilan atau yang diproduksi.. Sehingga
keuntungan total Z, dapat ditulis :
Z = 6 X1 + 10 X2 + 4X3
4) Fungsi Batasan
Pada kasus ini fungsi kendalanya yaitu keterbatasan dari jumlah
tenaga kerja dan bahan baku dimana untuk sabun mandii, waktu yang
dibutuhkan untuk produksi tiap unit adalah 10 jam dapat ditulis menjadi 10
X1 jam produk sampo proses pembuatannya 4 X2 jam tenaga kerja, dan
pasta gigi adalah 8 X3 jam, dimana persediaan waktu dari tenaga kerja 480
jam. Model matematikanya adalah:
10 X1 + 4 X2 + 8X3 =480
Fungsi kendala untuh bahan baku , yaitu untuk produk masing masing
produk berturut turut sabun mandi , sampo dan pasta gigi adalah
memerlukan 8 kg ,12 kg dan 6 kg/ unitnya. Sedangkan bahan yang tersedia
adalah jumlahnya 800 kg , dirumuskan :
8 X1 + 12 X2 + 6X3 = 800
Masing-masing variabel harus dibatasi yaitu nilai harus positif,
dimana dalam menghasilkan produk hal yang tidak mungkin dalam umlah
negatif. Fungsi kendala ini disebut kendala non negativity constraints dan di
rumuskan :
Lalu timbul suatu pertanyaan yaitu saat kendala dituliskan dengan tanda pertidak-samaan
( ≤ ), kenapa tidak persamaan ( = ).Yaitu diartikan seluruh sumber daya dihabiskan, dan
untuk pertidak samaan diartikan pemakaian kapasitas secara keseluruhan bisa juga tidak
dihabiskan. Dimana pada kasus tertentu dimana suatu solusi ada kapasitas sumber daya
yang tak dihabiskan akan memberikan solusi yang lebih baik, yang berarti keuntungan
lebih besar, dari pada penggunaan seluruh sumbe daya. Jadi, pertidaksamaan
menunjukkan keluwesan. Dari masalah diatas, formulasi LP secara lengkap dapat ditulis
Memaksimumkan Z = 6 X1 + 10 X2 + 4X3
Dengan ketentuan 10 X1 + 4 X2 + 5X3
= 480 8 X1 + 12 X2 + 6X3 = 800
Contoh 2 Kombinasi produksi
Tabel 1.3 Contoh Kasus 3 Linear Programming
Dari data diatas diketahui keuntungan produk 1 adalah 4 /unit begitu juga
untuk produk II adalah 5/ unit. Rumus dan untuk produk II diproduksi tidak
melebihi 4 unit.,rumus matematikanya adalah :
Masing masing persamaan dapat digambarkan dengan mengandaikan variabel
X atau Y = 0
Contoh
Kendala
X1 + 2 X2 = 10,
jika X1 = 0,
maka
0 + 2 X2 = 10
Sehingga X2 = 5. Titik koordinatnya adalah (0,5)
Untuk fungsi yang sama jika X2 = 0,
X1 + 2(0) = 10 maka X1 = 10. Titik koordinatnya (10,0)} lalu di gambarkan
Program Linear sebagai sebuah model dari persoalan linear yang bertujuan untuk
mendapatkan nilai optimum.
Untuk memudahkan memahami materi ini, ruang lingkupnya terbagi atas beberapa hal yaitu:
Menggambar daerah penyelesaian (DP) dari sebuah sistem pertidaksamaan
linear dua variabel (SPTLDV) atau pertidaksamaan linear dua variabel
(PTLDV)
Menentukan SPTLDV atau PTLDV dari wilayah penyelesaian
Mencari nilai optimum pada daerah penyelesaiannya
Mendapatkan optimasi dari sebuah persoalan linear
Model Matematika Program Linear
1. Metode Uji Titik Pojok
Metode pertama yang bakalan Burhan jelasin adalah metode Uji Titik Pojok. Metode ini
nggak terlalu sulit kok karena kamu cuman perlu ngebandingin titik-titik tiap pojok dari
himpunan penyelesaiannya. Kamu bisa mengikuti langkah yang Burhan jelasin di bawah nih.
Tentuin terlebih dahulu daerah penyelesaian dari pertidaksamaannya
Setelah itu, kamu bisa nentuin koordinat masing-masing pada titik pojok dari
daerah penyelesaiannya
Setelah ketemu titik-titiknya, kamu bisa masukin koordinat masing-masing
titik pada pojok dari daerah penyelesaiannya ke dalam fungsi objektif:
f(x,y) = ax + by
Lalu bandingin hasil antara tiap titik koordinat tersebut. Nilai terbesar dari
hasil perhitungan tersebut adalah nilai maksimum, sedangkan nilai terkecil
adalah nilai minimum.
2. Metode Garis Selidik
Garis selidik sebenarnya lebih rumit dibandingkan dengan metode uji titik pojok. Jadi Burhan
bakalan jelasin metode ini semudah mungkin. Seperti namanya, metode ini menggunakan
garis selidik yang didapatkan dari sebuah fungsi objektif f(x,y) = ax + by. Untuk garis selidik
bisa menggunakan rumus di bawah ini.
ax + by = Z