Kompetensi Dasar Operasional Warehouse
Kompetensi Dasar Operasional Warehouse
Operasional Gudang
HAL 3
4
What’s is Gudang ?
“Gudang gitu lho ….”
HAL 5
Kerja Di Gudang : Takdir atau Karir
Kerja di gudang
Kerja di gudang
Kerja di gudang
Kerja di gudang
Kerja di gudang
Kerja di gudang
Kerja di gudang
HAL 6
Elemen Biaya Logistik
Sumber: Dr. B.S. Sahay Dean (Research & Consultancy) Management Development Institute Gurgaon, India
HAL 7
AGENDA
1 Pengantar
2 Dasar Pergudangan
3 Operasional Pergudangan
5 Kesimpulan
Why Should Have a Warehouse ?
5 Aktifitas Logistik
HAL 11
Warehouse atau pergudangan berfungsi menyimpan barang
untuk produksi atau hasil produksi dalam jumlah dan rentang
waktu tertentu yang kemudian didistribusikan ke lokasi yang
dituju berdasarkan permintaan.
HAL 12
Warehouse itu
tidak penting & tidak perlu !
HAL 13
Jika salah satu dari ke 4 aktifitas logistik ditangani dengan TIDAK
BENAR,
HAL 14
Warehouse adalah pilihan terakhir karena:
1. Biayanya mahal
2. Penangannya kompleks
3. Sumber stock bermasalah
4. Memperpanjang proses logistik
HAL 15
Alasan menyimpan barang:
HAL 16
Source: Ronald H. Ballou, Bisuness Logistic Management.
SYARAT MENJADI GUDANG MODERN
1. Sumber Daya Manusia yang ‘mumpuni’ (mirip professional).
Salah satu syarat menjadi gudang yang modern adalah memiliki sumber daya yang
selalu bersikap dan bersiap menjadi professional. Bersikap dan bersiap disini
mencerminkan adanya pelatihan dan training yang berkesinambungan. Hanya
perusahaan yang modernlah yang memiliki semangat pelatihan dan training kepada
karyawannya, tidak semata-mata kerja dan mendapat upah semata. Dengan
training/pelatihan ini, otomatis karyawan akan diberikan pengetahuan-pengetahuan
yang update masa kini alias modern. Oleh karena itu jika memang benar
perusahaan/gudang anda sudah melakukan ini terhadap seluruh karyawannya, maka
banggalah karena anda sudah hidup disuatu pergudangan yang berpredikat
modern.
2. KPI.
Key Performa Indicator (KPI) atau bahasa gudangology adalah Indikator Angka
Pencapaian (IAP) merupakan ciri utama dari modern tidaknya suatu pergudangan.
Gudang yang hangar bingar besarnya namun saat Gudang General Managernya
ditanya berapa kapasitas harian picking dan dijawab hanya dengan kata-kata
“Pokoknya banyak sekali”. Itu adalah gudang tradisional
HAL 17
SYARAT MENJADI GUDANG MODERN
HAL 18
PENYEBAB MASALAH DI
WAREHOUSE
3MU : MUDA – MURA - MURI
HAL 22
KAIZEN : Menghilangkan 3MU
Bagaimana
44 ton
ton
Kapasitas : 4 ton
HAL 23
MUDA
Pemborosan
MUDA = Segala sesuatu/proses yang tidak diperlukan dan tidak memiliki
nilai tambah
INCIDENTIAL
WORK
HAL 25
Muda MENUNGGU
Pemborosan karena menunggu
HAL 26
Muda MENUNGGU
Dampak:
• Proses tidak berjalan lancar
• Menyebabkan bottleneck
• Lead time panjang
• Delivery tidak on time
Tips mengidentifikasi
INCIDENTIAL
WORK
Tidak menghasilkan
tapi diperlukan
Jauh amat
raknya!!
Tips mengidentifikasi
HAL 29
Muda PRODUKSI
Memproduksi terlalu cepat atau terlalu banyak dari kebutuhan
Kenapa Anda
produksi sebanyak
ini ??
HAL 30
Muda PRODUKSI BERLEBIHAN
Kenapa terjadi? Penyebab:
• Rencana kerja tidak beraturan.
Tips mengidentifikasi
HAL 31
Muda PROSES
Proses yang melebihi dari yang diperlukan konsumen.
Contoh :
Gerinda manual sudah OK
(tidak perlu presisi)
Dampak:
• Meningkatkan biaya (orang, material, peralatan)
• Leadtime proses menjadi lebih panjang
Tips mengidentifikasi
HAL 33
Muda PENGIRIMAN
Rute dan kapasitas yang disediakan tidak digunakan
1. Low Fill Rate
Vs. Hal yang harus
dipertimangkan:
Jarak pengangkutan
2. Low Frekuensi Kapasitas daya angkut
Volume pengiriman
Frekuensi pengiriman
HAL 34
Muda PENGIRIMAN
Kenapa terjadi?
Penyebab:
• Pergerakan alat transportasi • Alat angkut tidak optimal.
• Aliran pengiriman yang rumit.
yang tidak diperlukan
• Tidak ada review rute konsumen
• Metode/rute pengiriman yang
rumit Dampak:
• Produktifitas tidak optimal.
• Leadtime pengiriman menjadi panjang
Tips mengidentifikasi
HAL 35
Muda PERSEDIAAN
Persediaan yang berlebihan (melebihi kebutuhan)
Kenapa bisa
berlebihan ??
Stok barang banyak
Gudang bahan baku memperbesar MUDA (fasilitas,
kita penuh Pak.. ruang, SDM)
HAL 36
Muda PERSEDIAAN BERLEBIHAN
Persediaan melebihi apa Dampak:
• Ruang penyimpanan bertambah.
yang dibutuhkan supaya • Perlu sumberdaya & biaya pengaturan stok.
proses tetap berjalan • Kemungkinan barang rusak.
• Capital yang tertahan (Stok tidak terjual).
• Problem lain tidak tampak tertutup
Kenapa Terjadi ? banyaknya stok barang.
• Forecast tidak akurat.
HAL 37
Muda PERBAIKAN ULANG
Pekerjaan berulang yang tidak memberi nilai tambah.
RE-WORK ??
Ada kesalahan
Pak ..
HAL 38
Muda PERBAIKAN ULANG
Kenapa cacat terjadi? Penyebab:
• Proses tidak terkontrol.
• Karyawan tidak terampil.
Pekerjaan masih menerima,
• Desain tidak akurat.
membuat dan meneruskan cacat • Mesin tidak akurat.
(tidak built in quality).
Dampak:
• Schedule produksi terganggu.
• Sumber daya bertambah.
• Menurunkan motivasi karyawan.
• Menurunkan kepercayaan pelanggan.
Tips mengidentifikasi
HAL 39
MURA
Ketidakteraturan
HAL 40
MURA (ketidakteraturan)
Volume / Beban kerja tidak stabil / fluktuasi.
1 4
Dampak:
• Penggunaan Sumber daya berlebihan
karena dihitung pada pencapaian
tertinggi.
• Leadtime produksi sulit diprediksi.
• Stagnasi
Tips mengidentifikasi
HAL 43
MURI (beban berlebihan)
Beban terhadap mesin / kendaraan / karyawan melebihi
kemampuan/kapasitas.
HAL 44
MURI (beban berlebihan)
Dampak:
• Mesin/Kendaraan cepat rusak maintenance cost.
• Karyawan kecelakaan hospital cost.
• Karyawan Jenuh/lelah produktifitas rendah.
Tips mengidentifikasi
HAL 45
HAL 46
Konsep Kaizen Pergudangan
HAL 47
PERGUDANGAN
HAL 50
Intrasindo Pte Ltd's Warehouse
POTENSIAL KAIZEN
Tantangan Tantangan
Barang Boros Listrik
tercampur/ Penerangannya
Rusak
Tantangan Tantangan
Keamananya Krn Tdk Efisien
Tidak Penyimpanannya
Berseragam
Tantangan Tantangan
Kecelakaan Kaki Tidak Akurat
Terluka Tidak ada
alamatnya
HAL 51
Intrasindo Pte Ltd's Warehouse
POTENSIAL KAIZEN
HAL 52
POTENSIAL KAIZEN
HAL 53
POTENSIAL KAIZEN
Penghematan
Energi Lampu ?
Cara menumpuk
barang Tumpukanpalet
kosong
Tidur di gudang Baju Seragam
Lantai
HAL 54
GUDANG KU SAYANG #3
HAL 55
POTENSIAL KAIZEN
KESELAMATAN ?!
AKURASI ?!
HAL 56
HAL 57
POTENSIAL KAIZEN
EFISIENSI ?!
HAL 58
ADAKAH MASALAH DISANA ?
HAL 59
HAL 60
3 GROUP AKTIFITAS LOGISTIK
3. Delivery (Pengiriman)
HAL 61
AKTIFITAS DI GUDANG
Goods Receiving (Penerimaan Barang) Storage & Picking (Penyimpanan & Penyiapan) Delivery (Pengiriman)
UNLOADING LOADING
STORAGE
GOODS
RECEIPT ORDER
PICKING SORTATION
CHECKING
DELIVERY
HAL 62
AKTIFITAS DI GUDANG
HAL 63
AKTIFITAS WAREHOUSE
HAL 64
GOODS RECEIVING & PUT AWAY
Definisi Aktifitas :
“Menerima fisik barang dari pabrik,
prinsipal atau distributor yang
disesuaikan dengan dokumen
pemesanan dan pengiriman dan dalam
kondisi yang sesuai dengan
persyaratan penanganan barangnya”
persyaratan penanganan
HAL 65
GOODS RECEIVING & PUT AWAY
HAL 66
• Pengecekan acak atau
keseluruhan kondisi isi
kemasan
• Tanggal Kadaluarsa barang,
nomor batch
• Kuantitas barang VS dokumen
1. Fisik Barang • Konfirmasi system
• Prinsip penerimaan barang
adalah menerima FISIK
BARANG secara langsung.
Bukan hanya DOKUMENnya
saja.
• Secara fisik, barang dapat
dilihat, diraba atau dirasa dan
dapat dibandingkan dengan
dokumen pengantaran.
HAL 68
PENERIMAAN BARANG
2. Dokumen
• Dokumen adalah pendamping barang yang
secara fisik dapat dibaca dan dicocokan
dengan barang yang dikirimkan.
HAL 69
1. Tangani barang sesuai dengan siklus
hidupnya
• Suhu
• Kadaluarsa
• Maksimal tumpukan
2. Gunakan peralatan yang sesuai
3. Persyaratan Penanganan • Pallet
• Drum
Barang memiliki karakteristik • Forklit
tersendiri didalam 3. Pahami aturan keselamatannya
penangannya. • Kimia
• Racun
Supaya barang tetap HIDUP,
• Meledak
maka perlu diperhatikan:
HAL 70
PRINSIP
PENERIMAAN BARANG
1. Aktifitas transportasi
HAL 71
HAL 73
TAHAPAN GOODS RECEIVING
2
5
4
3 6 7
1
HAL 74
1. Masuk gudang.
• Pastikan bahwa TRUK tsb memang
menuju gudang anda dengan
melakukan pengecekan dokumen
masuk di pos pintu masuk areal
pergudangan.
• Pengecekan kelengkapan keamanan
alat transportasi
• Pengecekan kondisi box – apakah
masih terkunci atau memang sudah
terbuka, atau ada security seal dll.
• Dicatat jam berapa truk tsb masuk di
pos gudang.
• Catat siapa saja yang ada didalam
truck.
HAL 75
2. Parkir dan antri.
HAL 77
3. Bongkar muat di loading dock.
HAL 78
Mobile Loading/Unloading Bay
HAL 79
PENERIMAAN BARANG
HAL 80
5. Pengecekan barang vs dokumen.
HAL 81
6. Pemasukan data kedalam system (GRN)
HAL 82
7. Legitimasi dokumen.
HAL 83
8. Keluar gudang.
3L :
LOKASI, LOKASI, LOKASI
KUNCI SUKSES PENANGANAN BARANG DI GUDANG
HAL 85
PUT AWAY & LET DOWN
HAL 86
PUT AWAY & LET DOWN
HAL 87
OPTIMALISASI
GOODS RECEIVING
1. Pengiriman langsung ke tujuan
o Tenaga kerja yang minim, waktu yang singkat
o Mengurangi terjadinya kecelakaan/kesalahan.
o Mirip Just In Time (JIT)
2. Cross Docking
HAL 88
OPTIMALISASI
GOODS RECEIVING
3. Penerimaan terjadual
o Optimalisasi penerimaan barang berkenaan dengan
pemakaian loading, tenaga kerja, peralatan dan ruangan
penyimpanan.
o Diperlukan WMS untuk pengontrolan keseimbangan
penerimaan dan pengiriman barang
4. Penerimaan terencana
o Penjenisan pallet dan peralatannya
o Dokumen dan label yang telah tercetak dari
pabrik/distributor
o Optimalisasi penyimpanan dan rencana transportasi
HAL 89
OPTIMALISASI
GOODS RECEIVING
HAL 90
SALAH KAPRAH
GOODS RECEIVING
1. Un limited jam terima barang
2. Saksi bongkar muat barang tidak jelas
• Sopir tidur, hitunganpun hancur
• Tidak ada berita acara
• Malas melakukan pengecekan barang full pallet
3. Dokumen kurang, tetapi karena penting barangnya maka tetap
diproses
• “Beda dikit, ah cincaylah”
HAL 91
STORAGE
Definisi :
“Penyimpanan barang adalah
menempatkan barang dalam kondisi
tunggu untuk di order atau dipersiapkan
untuk diproses selanjutnya.
Penyimpanan dilakukan sesuai dengan
karakteristik barang.”
persyaratan penanganan
HAL 92
HIGH RACKING
Storage Area
Picking Area
HAL 93
STAPELLING
HAL 94
SHELVING
HAL 95
TAHAPAN STORAGE
3 4
HAL 98
3. Keberangkatan ke lokasi.
• Staff bertanggung jawab didalam
menempatkan barang dilokasi yang
benar
• Lokasi barang harus sesuai dengan
persyaratan
4. Konfirmasi lokasi.
• Sebelum barang tiba di lokasi tujuan,
lokasi tsb harus berstatus kosong
(empty).
• Konfirmasi lokasi menyatakan
bahwa barang siap di proses tahap
selanjutnya
5. Legalitas dokumentasi.
• Tanda tangan staff yang menyimpan
dan yang melakukan konfirmasi di
dalam system.
HAL 99
OPTIMALISASI
STORAGE
Mode Optimization
Berdasarkan karakteristik order dan dimensi barang
HAL
100
OPTIMALISASI
STORAGE
Space Optimization
Menempatkan barang terdekat dengan area picking
HAL
101
OPTIMALISASI
STORAGE
Location Optimization
Menempatkan barang yang sangat fast moving ketempat yang
paling mudah dicapai lokasinya
HAL
102
OPTIMALISASI
STORAGE
Lay Out Optimization
Kombinasi antara operasional warehouse (loading dock, storage
area, product type, picking style, pengisian kembali dll.)
HAL
103
OPTIMALISASI
STORAGE
Implementasi Rack/Warehouse yang benar
HAL
104
PICKING
persyaratan penanganan
HAL 105
HAL 106
PENYIAPAN BARANG
20%
50%
15%
15%
HAL 107
Source: Edward H Frazelle, Ph.D, Supply Chain Strategy.
PENYIAPAN BARANG
Lagi …
Lokasi, Lokasi, Lokasi (4L)
HAL 109
TAHAPAN PICKING
10
1 2
11
1. Prioritas picking 6. Pencarian barang yang diminta
2. Pembagian dokumen picking list. 7. Pengambilan barang.
3. Pencatatan personal dan waktu 1. Penataan barang diatas
4. Pemilihan peralatan picking pallet/trolley
5. Perjalanan menuju lokasi 2. Pengumpulan hasil picking
pengambilan barang 3. Konfirmasi picking
4. Legalitas dokumen
HAL 110
TAHAPAN PICKING
1. Prioritas picking
HAL 111
2. Pembagian dokumen picking list.
HAL 112
PENYIAPAN BARANG
3. Pencatatan personal dan waktu.
• Pencatatan diperlukan
untuk mengukur
produktifitas picking
karyawan dan juga
memantau terjadinya
kesalahan picking.
HAL 113
PENYIAPAN BARANG
5. Perjalanan menuju lokasi
pengambilan barang.
• Menentukan lokasi mana
yang harus ditempatkan
barang fast moving, slow
dan medium.
7. Pengambilan barang.
• Sesuaikan dengan:
• Lokasi
• Nama barang
• Qty
• Batch/expire date
HAL 114
PENYIAPAN BARANG
8. Penataan barang diatas pallet/trolley
HAL 115
PENYIAPAN BARANG
HAL 116
PENYIAPAN BARANG
10. Konfirmasi picking.
• Konfirmasi picking diperlukan
untuk mencetak surat jalan (DN)
• Konfirmasi dilakukan jika
seluruh picking-an sudah
selesai per tujuan atau per no
picking list.
• Konfirmasi dilakukan hanya
pada barang yang disiapkan,
jika tidak ada barangnya (atau
kurang) di konfirm sesuai
dengan fisik barang saja.
HAL 117
OPTIMALISASI
PICKING
1. Picking per pallet
• Dilakukan untuk barang-barang yang fast moving atau
order pada minimal qty per pallet.
• Menekankan pada desain pack untuk full pallet
HAL 118
OPTIMALISASI
PICKING
4. Pengumpulan order
• Mengurangi waktu tempuh per pick dengan meningkatkan
jumlah picking order selama proses picking.
5. Single order picking
• Picking dilakukan satu-satu per waktu tertentu oleh picker
khusus.
6. Batch picking
• Order digabungan untuk di pick pada waktu tertentu
7. Zone picking
• Picker melakukan pengambilan barang pada areanya saja
8. Picking berurutan
• Picking dilakukan sesuai urutan lokasi untuk mengurangi
waktu perjalanan
9. Paperless picking
• Mengurangi dokumentasi dari order ke aktifitas picking
HAL 119
Source: Edward H Frazelle, Ph.D, Supply Chain Strategy.
SALAH KAPRAH
PICKING
Picking
HAL 120
TIPS PENYIAPAN
Optimalisasi penyiapan barang
BARANG
1. Picking per pallet
• Dilakukan untuk barang-barang yang fast moving atau
order pada minimal qty per pallet.
• Menekankan pada desain pack untuk full pallet
HAL 121
TIPS PENYIAPAN
BARANG
Optimalisasi penyiapan barang
4. Pengumpulan order
• Mengurangi waktu tempuh per pick dengan meningkatkan
jumlah picking order selama proses picking.
5. Single order picking
• Picking dilakukan satu-satu per waktu tertentu oleh picker
khusus.
6. Batch picking
• Order digabungan untuk di pick pada waktu tertentu
7. Zone picking
• Picker melakukan pengambilan barang pada areanya saja
8. Picking berurutan
• Picking dilakukan sesuai urutan lokasi untuk mengurangi
waktu perjalanan
9. Paperless picking
• Mengurangi dokumentasi dari order ke aktifitas picking
HAL 122
Source: Edward H Frazelle, Ph.D, Supply Chain Strategy.
TIPS PENYIAPAN
BARANG
Picking by light
HAL 123
TIPS PENYIAPAN
BARANG
HAL 124
TANTANGAN PENYIAPAN
BARANG
1. Pengeluaran barang lambat
2. Lokasi pra delivery tidak teratur
3. Kerusakan barang
4. Urutan rencana delivery tidak tepat
5. Truck yang tidak sesuai dengan rencana
6. Partial picking
7. Dokumen tidak lengkapc
HAL 125
OPTIMALISASI PENYIAPAN
BARANG
1. Adanya alamat/label untuk per tujuan
• Mengurangi waktu pencarian dalam packaging
2. Pengelompokan antara karton, boxes atau pcs
3. Memberikan label khusus untuk packaging boxes
4. Menghitung jumlah koli
5. Mengelompokan packaging kedalam alur keberangkatan yang benar
HAL 126
Good Luck
HAL 127