PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESRTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN
MATEMATIKA PADA MATERI SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINEAR DUA
VARIABEL MELALUI IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE
LEARNING TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION
(CIRC)
( PTK Pembelajaran Matematika Kelas XI SMA N 1 MALUKU TENGGARA )
Disusun Oleh:
LA SARISI
NIP. 197607192008041001
2021
PENINGKATAN HASIL MATEMATIKA BELAJAR PESRTA DIDIK DALAM
PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI SISTEM PERTIDAKSAMAAN
LINEAR DUA VARIABEL MELALUI IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN
COOPERATIVE LEARNING TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND
COMPOSITION (CIRC)
( PTK Pembelajaran Matematika Kelas XI SMA N 1 Maluku Tenggara )
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika
peserta didik pada materi sistem pertidaksamaan linear dua variabel melalui
implementasi metode pembelajaran cooperative learning tipe Cooperative
Integrated Reading and Composition (CIRC). Jenis penelitian ini adalah PTK
(Penelitian Tindakan Kelas). Subyek penerima tindakan adalah peserta didik
kelas X1 SMA Negeri 1 Maluku Tenggara yang berjumlah 23 siswa. Metode
pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode tes, metode
dokumentasi dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah
proses analisis data, penyajian data, dan verifikasi data. Untuk menjamin
keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan
adanya peningkatan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan Sistem
Pertidaksamaan Linear Dua Variabel. Hal ini dapat dilihat dari : 1) Ketuntasan
belajar siswa sebelum adanya tindakan sebanyak 9 siswa (39,13%) dan diakhir
tindakan mencapai 19 siswa (82,61%), 2) Keberanian siswa menanyakan materi
yang belum jelas sebelum tindakan yaitu sebanyak 5 siswa (21,74%) dan di akhir
tindakan mencapai 15 siswa (65,22%), 3) Siswa yang menanggapi pendapat
siswa lain sebelum tindakan yaitu sebanyak 2 siswa (8,69%) dan di akhir
tindakan mencapai 11 siswa (47,82%), 4) Antusias siswa mengerjakan soal
sebelum tindakan yaitu sebanyak 8 siswa (34,78%) dan di akhir tindakan
mencapai 17 siswa (73,91%). Kesimpulan penelitian ini adalah dengan
implementasi metode pembelajaran cooperative learning tipe Cooperative
Integrated Reading and Composition (CIRC) dapat meningkatkan hasil belajar
matematika siswa pada pokok bahasan Sistem Pertidaksamaan Linear dua
variabel.
Kata kunci:Hasil belajar,cooperative integrated reading and composition
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang mendasar bagi kemajuan
suatu bangsa. Pendidikan bersifat mutlak dan tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan masyarakat. Salah satu masalah pendidikan yang dihadapi bangsa
Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan bagi setiap jenjang dan satuan
pendidikan. Upaya peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu fokus
di dalam pembangunan Indonesia. Untuk mencapai kemajuan harus ada upaya
yang sungguh-sungguh baik dari lembaga resmi pemerintah atau masyarakat pada
umumnya. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang mendapat prioritas
utama untuk menyelenggarakan proses belajar mengajar, mempunyai tugas dan
tanggung jawab yang besar. Pada kenyataannya, dalam melaksanakan kegiatan
belajar mengajar yang dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bukanlah
suatu hal yang mudah. Oleh karena itu diperlukan suatu strategi belajar mengajar
yang paling efektif dan efisien. Keberhasilan suatu proses belajar mengajar
dipengaruhi oleh beberapa faktor. Namun, keberhasilan tersebut lebih banyak
dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang digunakan guru, karena metode
pembelajaran merupakan suatu cara yang digunakan dalam penyampaian materi
pelajaran. Jadi metode pembelajaran inilah yang akan memberikan arahan
jalannya proses belajar mengajar, sehingga akan sangat menentukan keberhasilan
dalam mencapai tujuan pembelajaran yang dimaksud. Berdasarkan penggunaan
metode yang tepat diharapkan siswa tidak akan mengalami kesulitan untuk
memahami konsep dan akhirnya bisa menggunakan ilmu yang siswa terima
sebagai peran aktif dimasa mendatang.
Pembelajaran matematika yang berlangsung saat ini mayoritas guru masih
menggunakan metode pembelajaran konvensional yang jarang sekali mengajak
siswanya untuk mengembangkan kemampuan dirinya dalam kehidupan sehari-
hari. Akibat dari pembelajaran seperti ini siswa mengalami kesulitan dalam
menangkap konsep matematika yang diajarkan oleh guru, karena didalam
kegiatan belajar mengajar pengetahuan diberikan begitu saja tanpa dikaitkan
dengan pengalaman-pengalaman siswa sebelumnya dan tidak memperhatikan
konteks dimana siswa berada pada saat proses pembelajaran berlangsung.
Mengajar hanya merupakan transfer pengetahuan dari guru ke peserta didik.
Dengan pembelajaran matematika yang seperti ini, siswa akan belajar matematika
hanya dengan cara menghafal dan sekedar mengingat rumus. Padahal matematika
lebih bersifat abstrak, sehingga dengan pembelajaran dengan menghafal dan
mengingat sesuatu yang abstrak, menjadikan matematika akan terkesan lebih sulit
dan membosankan serta menjadikan prestasi belajar matematika siswa pada
umumnya rendah.
Untuk mengantisipasi masalah tersebut agar tidak berkelanjutan, maka
guru berusaha menyusun dan menerapkan metode pembelajaran. Salah satu
metode pembelajatan yang akan diterapkan adalah metode pembelajaran
cooperative learning tipe Cooperative Integrated Reading and Composition
(CIRC). Metode pembelajaran cooperative learning tipe CIRC atau disebut juga
kooperatif terpadu, membaca dan menulis termasuk salah satu tipe
metodepembelajaran cooperative learning. Robert E. Slavin (2011: 200) pada
awalnya model CIRC diterapkan dalam pelajaran bahasa. Dalam kelompok kecil
para siswa diberi suatu teks/bacaan, kemudian siswa latihan membaca atau saling
membaca, memahami ide pokok saling merevisi dan menulis ikhtisar atau
memberikan tanggapan. Cooperative learning tipe CIRC ini lebih menonjolkan
interaksi dalam kelompok, dengan demikian siswa dapat menerima siswa lain
yang berkemampuan dan berlatar belakang berbeda. Dengan demikian siswa tidak
hanya menerima saja materi pengajaran yang diberikan guru, melainkan siswa
dilatih untuk menggali dan mengembangkan materi dalam kelompok belajarnya.
Kompetisi antar kelompok belajar akan menumbuhkan motivasi belajar pada
siswa yang berpengaruh terhadap hasil belajar akan berkembang dan hasil belajar
siswa akan lebih baik.
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendiskripsikan proses
pembelajaran yang dilakukan oleh guru matematika melalui metode pembelajaran
cooperative learning tipe CIRC untuk meningkatkan hasil belajar matematika
siswa. Secara khusus untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam
pembelajaran matematika pada materi logaritma setealah dilakukan proses
pembelajaran dengan menerapkan metode cooperative learning tipe CIRC.
METODE PENELITIAN
Pada penelitian ini merupakan Penelitian Kualitatif dengan desain
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu penelitian yang mengkombinasikan
prosedur penelitian dengan tindakan subtantif, suatu tindakan yang dilakukan
dalam disiplin inquari, atau suatu usaha seseorang untuk memahami apa yang
sedang terjadi, sambil terlibat dalam sebuah proses perbaikan dan perubahan.
Menurut Hopkins (Sutama, 2011: 15). Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X
SMA Negeri 1 Maluku Tenggara tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 23
siswa. Penelitian dilaksanakan secara bertahap. Adapun tahapan pelaksanaan
penelitian adalah sebagai berikut:
a. Tahap Persiapan dilaksanakan pada bulan Juli 2021.
b. Tahap Pelaksanaan dilaksanakan pada bulan Agustus 2021.
c. Tahap Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Oktober 2021.
d. Laporan dilaksanakan pada bulan November 2021
Penelitian tindakan kelas bercirikan adanya perbaikan terus menerus
terhadap proses pembelajaran dimana dari perbaikan tersebut akan meningkatkan
kualitas pembelajaran di kelas. Penelitian tindakan merupakan kegiatan
pemecahan masalah yang dimulai dari: 1) dialog awal; 2) Perencanaan tindakan;
3) Pelaksanaan; 4) Pengamatan; 5) Refleksi; 6) Penyimpulan data.
Perencanaan atau langkah-langkah persiapan yang dilakukan peneliti
untuk mengadakan tindakan adalah mengidentifikasi masalah, mengidentifikasi
siswa dan perencanaan solusi masalah yang diharapkan dapat digunakan untuk
mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh siswa terutama yang berhubungan
dengan hasil belajar siswa dalam belajar matematika. Pelaksanaan tindakan
dilaksanakan berdasarkan pada perencanaan, dari perencanaan yang ada
diimplementasikan dengan menerapkan metode pembelajaran cooperative
learning tipe CIRC. Pelaksanaan tindakan dilaksanakan berdasarkan pada
perencanaan namun, tindakan tidak mutlak dikendalikan oleh [Link]
tindakan yang diputuskan mengandung resiko karena terjadi dalam situasi
[Link] karena itu rencana tindakan harus tentatif dan sementara, fleksibel, dan
siap diubah sesuai dengan keadaan yang ada sebagai usaha kearah perbaikan.
Dalam pengumpulan data-data yang dibutuhkan, peneliti melakukan
beberapa kegiatan dengan menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu : (1) Tes
dilakukan setelah materi selesai diberikan berguna untuk mengetahui tingkat
kemampuan siswa dalam memahami materiyang diajarkan, (2) observasi
digunakan untuk mengamati siswa dan guru secara langsung dalam interaksi
pelajaran matematika, (3) dokumentasi digunakan untuk memperoleh data sekolah
SMA Negeri 1 Maluku Tenggara dan identitas siswa antara lain nama siswa dan
nomor induk siswa, serta foto rekaman proses tindakan penelitian, (4) catatan
lapangan digunakan sebagai pertimbangan dalam pelaksanaan putaran selanjutnya
untuk menimalkan permasalahan dari putaran sebelumnya.
Penerapan metode pembelajaran cooperative learning tipe CIRC ini
diaplikasikan pada materi logaritma pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Maluku
Tenggara dengan melibatkan guru mata pelajaran matematika kelas XI. Pada
penelitian tindakan kelas ini, data dianalisis sejak tindakan pembelajaran
dilakukan dan dikembangkan sejak refleksi sampai proses penyusunan laporan.
Menurut Sutama (2010:100-101) analisis data dalam penelitian ini dilakukan
menggunakan metode alur yaitu meliputi : (1) Proses analisis data, merupakan
proses menyeleksi data dari beberapa sumber kemudian menentukan fokus,
meringkas, menyusun, dan mengubah bentuk data yang ada ke dalam catatan
lapangan. (2) Penyajian data, penyajian data dilakukan dalam rangka pemahaman
terhadap sekumpulan informasi yang memberi kemungkinan adanya penarikan
kesimpulan. (3) Verifikasi data, verifikasi data ini dilakukan secara bertahap
untuk memperoleh derajat kepercayaan yang tinggi. Dengan demikian langkah
analisis data dalam penelitian tindakan ini dilakukan sejak tindakan dilakukan.
Analisis hasil pada penelitian ini ditekankan hasil belajar siswa. Hasil
belajar ini dapat dilihat dari ketuntasan siswa yang mencapai KKM dengan nilai
lebih dari sama dengan 75, keaktifan bertanya kepada guru tentang materi yang
belum jelas, keberanian menanggapi pendapat siswa lain, dan antusias siswa
mengerjakan soal yang diberikan dari guru.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil kerja kolaborasi yaitu hasil pelaksanaan tindakan kelas yang
dilaksanakan oleh guru matematika kelas X1 SMA Negeri 1 Maluku Tenggara
bersama peneliti dengan menerapkan metode pembelajaran cooperative learning
tipe CIRC dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran
matematika.
Peningkatan hasil belajar siswa terlihat saat proses pembelajaran, hal ini
terbukti dari adanya peningkatan siswa yang mencapai batas tuntas dengan KKM
nilai lebih dari sama dengan 75, keaktifan bertanya kepada guru tentang materi
yang belum jelas, keberanian siswa menanggapi pendapat siswa lain dan antusias
siswa mengerjakan soal yang diberikan dari guru.
Data yang diperoleh mengenai hasil belajar siswa sebelum dilakukan
tindakan sampai putaran III secara keseluruhan ditunjukkan pada tabel sebagai
berikut:
Tabel 1.1
Data Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI
SMA Negeri 1 Maluku Tenggara
Sebelum
No Aspek Putaran I Putaran II Putaran III
Tindakan
1. Siswa yang mencapai KKM 39,13% 56,62% 73,91% 82,61%
Menanyakan materi yang
2. 21,74% 43,48% 52,17% 65,22%
belum jelas
Menanggapi pendapat siswa
3. 8,69% 17,39% 30,43% 47,82%
lain
4. Antusias mengerjakan soal 34,78% 47,83% 56,53% 73,91%
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SAMA
NEGERI 1 MALUKU TENGGARA
100
80
60
Prosentase
40
20
0
Sebelum putaran Putaran I Putaran II Putaran III
Siswa yang mencapai KKM
Menanyakan materi yang belum jelas
Menanggapi pendapat siswa lain
Antusias mengerjakan soal
Gambar 1
Grafik Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI
SMA Negeri 1 Maluku Tenggara
Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu pertama ketuntasan
belajar siswa. Ketuntasan belajar siswa ini dimaksudkan jika siswa sudah
mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan nilai lebih dari sama
dengan 75 maka siswa dikatakan tuntas dan sudah mencapai hasil belajar yang
baik. Siswa dikatakan tuntas belajar dalam setiap putaran jika mencapai KKM
dengan nilai ≥ 75 dari seluruh soal yang diberikan. Nilai siswa yang belum
mencapai KKM akan remidial dan yang sudah mencapai KKM diberikan
pengayaan.
Kedua adalah keaktifan bertanya dimana siswa aktif dalam bertanya
tentang materi yang belum dipahami kepada guru ini dimaksudkan jika keaktifan
bertanya siswa meningkat atau jumlah siswa yang bertanya meningkat maka bisa
dikatakan hasil belajar meningkat.
Ketiga adalah keberanian siswa dalam menanggapi pendapat siswa lain,
ini dimaksudkan jika siswa semakin berani saling menanggapi pendapat antar
siswa lain maka bisa dikatakan hasil belajar meningkat.
Keempat adalah antusias mengerjakan soal dari guru, ini dimaksudkan jika
siswa semakin antusias dan aktif mengerjakan soal dari guru maka hasil belajar
matematika siswapun bisa meningkat.
Pembahasan berisi tentang uraian dan penjelasan mengenai hasiltindakan
kelas. Pada pembehasan ini akan membahas penelitian yang telah dilakukan oleh
peneliti dan peneliti terdahulu. Pembahasan antar putaran mengenai peningkatan
hasil belajar siswa yaitu membandingkan apakah terjadi peningkatan dari sebelum
tindakan kelas sampai tindakan kelas Putaran III
Hasil penelitian dilakukan oleh Maria M. Famas (2007) terhadap siswa Di
SMP N 1 Kei Besar menyatakan, bahwa terdapat peningkatan kemampuan
komunikasi matematika yang signifikan pada siswa yang memperoleh
pembelajaran matematika melalui implementasi metode pembelajaran cooperative
learning tipe CIRC. Penelitian lain yang dilakukan oleh Yakoba Kostanta
Leunufna (2007), yang dilaksanakan di Kelas VIII SMP Negeri 2 Kei Besar,
bahwa kemampuan peran aktif dalam pembelajaran matematika, siswa yang
mendapat pembelajaran dengan moetode pembelajaran cooperative learning tipe
CIRC lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran dengan pendekatan
tradisional ditinjau secara keseluruhan walaupun belum mencapai taraf yang
optimal, yaitu baru mencapai taraf cukup. Hal ini juga didukung dalam penelitian
Penelitian yang dilakukan Amarenci Ngutra (2007) di kelas VII B SMP Savio
Katlarat menyimpulkan, bahwa pembelajaran matematika melalui implementasi
pembelajaran cooperative learning tipe CIRC dapat meningkatkan motivasi siswa
yang berpengaruh pada prestasi belajar siswa kelas VII SMP N Savio Katlarat
Tahun Pelajaran 2006/2007
Penerapan metode pembelajaran cooperative learning tipe CIRC dapat
meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMA 1 Maluku Tenggara pada
pelajaran matematika. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya ketuntasan belajar
siswa dengan KKM nilai lebih dari sama dengan 75, keaktifan bertanya kepada
guru tentang materi yang kurang jelas, keberanian menenggapi pendapat siswa
lain dan antusias mengerjakan soal dari guru. Sebagai dampak pembelajaran yang
aktif dan menyenangkan tersebut, sehingga hasil belajar siswa juga mengalami
peningkatan.
Peningkatan hasil belajar siswa pada setiap putaran juga dapat dilihat dari;
1) Ketuntasan belajar siswa sebelum adanya tindakan sebanyak 9 siswa (39,13%)
dan di akhir tindakan mencapai 19 siswa (82,61%), 2) Keberanian siswa
menanyakan materi yang belum jelas sebelum tindakan yaitu sebanyak 5 siswa
(21,74%) dan di akhir tindakan mencapai 15 siswa (65,22%), 3) Siswa yang
menanggapi pendapat siswa lain sebelum tindakan yaitu sebanyak 2 siswa
(8,69%) dan di akhir tindakan mencapai 11 siswa (47,82%), 4) Antusias siswa
mengerjakan soal sebelum tindakan yaitu sebanyak 8 siswa (34,78%) dan di akhir
tindakan mencapai 17 siswa (73,91%). Kesimpulan penelitian ini adalah dengan
implementasi metode pembelajaran cooperative learning tipe Cooperative
Integrated Reading and Composition (CIRC) dapat meningkatkan hasil belajar
matematika siswa pada pokok bahasan Sistem Pertidaksamaan Linear Dua
Variabel.
SIMPULAN
Hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif antara
peneliti dengan guru matenatika kelas XI SMA Negeri 1 Maluku Tenggara dalam
pembelajaran matematika melalui penerapan metode pembelajaran cooperative
learning tipe CIRC untuk meningkatkan hasil belajar matematika, dapat diambil
beberapa kesimpulan. Adapun beberapa kesimpulan yang dapat diambil
berdasarkan tindakan kelas yang telah dilakukan adalah adanya peningkatan hasil
belajar pada siswa melalui penerapan metode pembelajaran cooperative learning
tipe CIRC, hal tersebut dapat dilihat dari; 1) Ketuntasan belajar siswa sebelum
adanya tindakan sebanyak 9 siswa (39,13%) dan di akhir tindakan mencapai 19
siswa (82,61%), 2) Keberanian siswa menanyakan materi yang belum jelas
sebelum tindakan yaitu sebanyak 5 siswa (21,74%) dan di akhir tindakan
mencapai 15 siswa (65,22%), 3) Siswa yang menanggapi pendapat siswa lain
sebelum tindakan yaitu sebanyak 2 siswa (8,69%) dan di akhir tindakan mencapai
11 siswa (47,82%), 4) Antusias siswa mengerjakan soal sebelum tindakan yaitu
sebanyak 8 siswa (34,78%) dan di akhir tindakan mencapai 17 siswa (73,91%).
Kesimpulan penelitian ini adalah dengan implementasi metode pembelajaran
cooperative learning tipe Cooperative Integrated Reading and Composition
(CIRC) dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan
Logaritma.
Kesimpulan tersebut memberikan implikasi bahwa penerapan metode
pemberlajaran cooperative learning tipe CIRC merupakan salah satu alternatif
untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi Sistem Pertidaksamaan
Linear Dua Variabel. Metode pembelajaran cooperative learning tipe CIRC juga
memlikik peranan yang berarti dalam meningkatkan motivasi siswa dalam
pembelajaran matematika yang meliputi keaktifan siswa dalam bertanya pada
guru, keberanian menanggapi pekerjaaan siswa lain dan antusias siswa dalam
mengerjakan soal. Dengan menerapkan metode pembelajaran ini dapat
membangun sendiri pengetahuan siswa, terjalin hubungan yang lebih dekat antara
siswa dengan siswa lain sehingga siswa akan berpartisipasi dalam pembelajaran
sehingga hasil belajar matematika siswa meningkat. Dengan perbaikan cara
mengajar melalui metode pembelajaran cooperative learning tipe CIRC guru tidak
lagi mendominasi dalam proses pembelajaran karena siswa juga ikut berpartisipasi
aktif dalam pembelajaran sehingga guru hanya bertindak sebagi fasilitator dan
motivator.
Berdasarkanhasil penelitian ini, peneliti memberi saran kepada; (1) guru
matematika perlu menumbuh kembangkan motivasi dan semangat siswa dalam
mengerjakan soal serta memberikan pengertian kepada siswa bahwa jika soal
dikerjakan secara serius dan sungguh-sungguh hasilnya akan baik sehingga hasil
belajar matematika siswa dapat meningkat dan guru matematika perlu
mengembangkan keaktifan dan rasa berani siswa dalam bertanya dan
mengemukakan ide yaitu dengan guru memusatkan kegiatan pembelajaran kepada
siswa serta guru tidak mendominasi kegiatan pembelajaran dan hanya bersikap
sebagai fasilitator pada waktu proses belajar mengajar berlangsung, (2) siswa
hendaknya fokus dan memahami dalam proses pembelajaran dan hendaknya para
siswa menghilangkan opini yang berkembang dimasyarakat bahwa matematika
adalah pelajaran yang sulit dan menakutkan sehingga diharapkan dapat belajar
matematika dengan senang agar materi pelajaran dapat lebih mudah dipahami, (3)
peneliti selanjutnya diharapkan peneliti dapat melakukan penelitian yang serupa
dengan penelitian ini tetapi menggunakan pendekatan atau metode yang berbeda.
DAFTAR PUSTAKA
Yakoba Kostanta Leunufna. 2005. Upaya Meningkatkan Peran Aktif Siswa dalam
Pembelajaran Matematika melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
CIRC di Kelas VIII SMP Negeri 2 Depok [Link]: Skripsi
Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY.
Amarenci Ngutra. 2007. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas Vii B SMP
Savio Katlarat Tahun Pelajaran 2006/2007 Pada Materi Perbandingan
Melalui Implementasi Model Pembelajaran CIRC.
Slavin, Robert E. [Link] Learning Teori, Riset dan Praktik. Bandung:
Nusa Media.
Sutama.2010. Penelitian Tindakan teori dan praktek dalam PTK, PTS, dan PTBK.
Semarang: CV Citra Mandiri Utama.
Maria M. Famas. 2007. Implementasi Model Pembelajaran CIRC Untuk
Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Di SMP 1 Kei Besar.