Panduan Pembuatan Roti dan Kue
Panduan Pembuatan Roti dan Kue
Disusun Oleh :
TAHUN 2024
DASAR PATISERI
Patiseri merupakan salah satu pengetahuan dalam pengolahan dan penyajian makanan,
khususnya mengolah dan menyajikan berbagai jenis kue. Patiseri terbagi dua, yaitu kue-kue
oriental dan kue-kue continental. Kue-kue Indonesia (nusantara) termasuk jenis kue oriental,
sedangkan yang termasuk continental adalah Bread (roti), Cake, Cookies, Pastries, Cream,
Pudding, Frozen Dessert, Candy. Perbedaan kue continental dengan kue oriental salah
satunya terletak pada lemak yang digunakan. Kue continental umumnya menggunakan lemak
padat seperti, margarin, mentega, dan shortening. Kue oriental pada umumnya menggunakan
lemak ciar, seperti santan dan minyak.
A. Jenis-jenis Produk Patiseri
1. Bakery, termasuk bagian dari patiseri yang terdiri dari roti, cake, pastry, dan cookies.
Produk-produk bakery dibuat dengan menggunakan berbagai bahan dasar seperti: terigu,
lemak, gula, telur, garam dan cairan (dapat berupa air atau susu).
2. Breads (Roti), istilah untuk berbagai jenis roti seperti, rolls, dough-nut, quick bread dan
lain-lain. Bahan utama pembuatan roti sangat sederhana yaitu, terigu, air, garam dan ragi.
3. Cake, dalam pembuatan cake banyak menggunakan lemak dan gula sebagai pembentuk
struktur cake. Struktur cake sangat ditentukan oleh bahan yang digunakan.
4. Cookies, cookies adalah kue manis berukuran kecil-kecil terbuat dari adonan solid dan
liquid dan mempunyai sifat yang tahan lama. Karena sifatnya tahan lama, kue kering tidak
diisi dengan krim.
5. Pastry, jenis adonan lain dari pastry dikenal dengan istilah paste terbuat dari campuran
tepung terigu, cairan, dan lemak. Hidangannya adalah Puff Pastry, Danish, Croissant,
Strudel, Short Paste, dan Choux Paste.
2
a. Tepung Terigu (wheat flour)
Dibuat dari biji gandum-wheat yg dikupas dan dihaluskan, dibedakan atas kandungan
protein (gluten) nya. Gluten ini mempengaruhi hasil olahan, karena itu diperlukan jenis
tepung terigu yang sesuai untuk makanan tertentu.
Tepung Terigu Berprotein Tinggi
Kandungan proteinnya lebih dari 12,5%. Banyak dipakai untuk jenis makanan yang
dalam proses pembuatannya memakai ragi. Adonan yang dibuat akan membentuk
kerangka untuk menyimpan gas. Karena daya serap yang tinggi terhadap cairan, glutennya
akan mengembang dan membentuk adonan yang alot dan elastis. Contohnya, roti atau
donat.
Tepung jenis ini juga dipakai pada pembuatan mie (basah/kering), juga cocok untk
membuat daging sintetis/tiruan untuk vegetarian.
Contoh Tepung Protein Tinggi: merk Cakra Kembar, Kereta Kencana, Cakra Kembar
Emas (Bogasari), dan Tali Emas.
Tepung Terigu Berprotein Sedang
Tepung terigu serbaguna. Kandungan proteinnya antara 10-11% sehingga dapat
digunakan untuk segala keperluan. Biasa digunakan untuk membuat aneka makanan,
seperti cake, kue pukis, pisang goreng, martabak manis, bakwan, bolu kukus, cake dll.
Contoh : merk Segitiga Biru & Gunung Bromo (Bogasari), Beruang Biru.
Tepung Terigu Berprotein Rendah
Kandungan proteinnya sangat rendah, sekitar 8-9%. Karena tepung jenis ini menyerap
sedikit air dan gula, maka penganan yang dibuat menjadi lebih renyah. Umumnya
digunakan untuk membuat kue kering (cookies), pie, dan cake.
b. Tepung Beras (Rice Flour)
Tepung yang dibuat dari beras yang digiling/dihaluskan, warnanya putih, bila diraba
dengan jari, tepung beras akan terasa lebih lembut dan halus dibandingkan dengan tepung
ketan. Biasa digunakan untuk penganan tradisional.
c. Tepung Ketan (Glutinous Flour)
Tepung yang terbuat dari beras ketan hitam atau putih, dengan cara
digiling/ditumbuk/dihaluskan. Tepung ketan putih teksturnya mirip tepung beras, tetapi
bila diraba tepung ketan akan terasa lebih berat melekat.
d. Tepung Tapioka
Biasa juga disebut dengan aci atau tepung kanji. Dibuat dari sari pati ketela pohon
(singkong). Biasanya dipakai untuk membuat makanan tradisional.
3
e. Tepung Sagu
Dibuat dari sari pati batang pohon sagu (sejenis palm). Mirip tepung aci tapi lebih
kering. Selain dipakai sebagai pengental (karena juga bersifat agak lengket), juga sering
dipakai sebagai bahan baku cookies atau penganan lain seperti makanan khas penduduk
Indonesia Timur (Bagea dan bubur sagu.) Kualitas sagu yang terbaik dapat dijumpai
dengan nama Sagu Tani. Ada juga Tepung Sagu Obie, tepung ini khusus digunakan untuk
membuat bika ambon. Teksturnya halus berwarna putih dan dijual di pasar swalayan
dalam kemasan kotak kertas.
f. Tepung Maizena atau Corn Flour/Corn Strach
Tepung berwarna putih yang terbuat dari sari pati biji jagung. Biasanya digunakan
untuk mengentalkan sup atau membuat cookies atau makanan lain menjadi lebih lembut.
g. Tepung Hunkwe/Tepung Kacang Hijau
Warnanya putih, dibuat dari sari pati kacang hijau. Biasanya dipakai untuk membuat
kue nagasari, cente manis atau cendol. Dijual dalam kemasan kertas berbentuk silinder
2. Air
Air merupakan komponen penting dalam bahan makanan karena air dapat
mempengaruhi penampilan, tekstur, serta cita rasa makanan. Kandungan air pada produk
patiser ditentukan pada saat pengolahan dimulai yaitu saat mengadon sampai
membakar/memasak. Air juga digunakan sebagai bahan makanan olahan. Air pada
pengolahan juga dapat berfungsi sebagai penghantar panas dan pelarut.
3. Ragi
Ragi (yeast) adalah mikroorganisme hidup yang dapat ditemukan dimana-mana. Ragi
berasal dari keluarga Fungus bersel satu dan memiliki ukuran 6-8 mikro. Sebelum ragi
diproduksi secara komersial, dahulu orang yang membuat sourdough dan country breads
menggunakan ragi dari hasil fermentasi anggur atau kentang. Sejak abad 18, saat ilmuwan
Louis Pasteur melakukan penelitian maka diketahuilah keberadaan mikroorganisme ragi
yang berguna dan menguntungkan umat manusia.
Ragi ini berbentuk bulat telur, dan dilindungi oleh dinding membra yang semi berpori,
melakukan reproduksi dengan cara memberlah diri, dan dapat hidup di lingkungan tanpa
oksigen.
Ragi bertahan hidup dengan membutuhkan air, makanan, dan lingkungan yang sesuai.
Ragi mudah bekerja jika ditambah dengan gula dan kondisi suhu yang hangat. Kandungan
karbondioksida yang dihasilkan akan membuat adonan menjadi mengembang dan terbentuk
4
pori-pori. Ragi harus selalu dalam kondisi yang baik agar dapat bekerja secara efisien. Ciri-
ciri yang masih baik antara lain:
Apabila diraba terasa dingin
Berwarna krem putih, butir-butir kecil dan bersih
Berbau sedap seperti buah apel yang
masak Ciri-ciri ragi yang kondisinya kurang
baik:
Berwarna cerah
Kering
Kalau diraba terasa hangat
Berbau tidak enak
Beremah
Ciri-ciri ragi yang sudah rusak
Warnanya cokelat gelap (tua)
Butir-butirnya lembek
Agak sedikit lengket
Berbau tidak enak
Fungsi utama ragi dalam adonan adalah sebagai berikut:
Leavening agent (pengembangan adonan), ragi mengkomsi gula dan mengubahnya
menjadi gas karbondioksida (CO2), sehingga adonan mengembang
Memproses gluten (protein pada tepung) sehingga dapat membentuk jaringan yang
dapat menahan gas tersebut
Menghasilkan flavour (aroma dan rasa) pada roti karena selama fermentasi ragi juga
menghasilkan sejenis etanol yang menghasilkan aroma khusus.
Macam-macam ragi:
Ragi cair
Ragi basah
Ragi kering aktif
Ragi kering instan
Ragi beku
5
4. Gula
Fungsi utama gula adalah sebagai bahan pemanis, bahan nutrisi kamir dalam
melakukan proses fermentasi, membantu proses pembentukan krim, membantu dalam
pembentukan warna kulit roti yang baik dan menambahkan nilai gizi pada produk. Peran
gula dalam adonan adalah sebagai berikut:
Memberi makanan pada ragi selama proses peragian berlangsung
Memberi rasa dan aroma
Memberi kemampuan adonan untuk mengembang
Kulit roti menjadi bagus
Mengontrol waktu pembongkaran
Adonan yang dibuat tanpa hadir gula akan menyebabkan roti berkembang kurang
baik, dan sebaliknya kalau terlalu banyak gula dipakai, akan menyebabkan adonan
berkembang dengan lambat. Roti akan menjadi terlalu empuk dan mudah gosong, gula
yang tersisa setelah proses fermentasi disebut sisa gula yang akan memberikan warna
pada kulit roti dan rasa pada roti.
5. Garam
Garam digunakan untuk membangkitkan rasa lezat pada bahan-bahan lain yang
digunakan untuk membuat cake dan produk lainnya.
a. Garam dapat dipakai sebagai bahan pengatur manis jika cake terlalu manis
b. Menahan kelembapan cake
c. Membantu mengatur kegiatan ragi dalam adonan yang sedang difermentasi
d. Garam mencegah pembentukan dan pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan
dalam adonan ragi
e. Menguatkan adonan
f. Membantu menyimoan gas CO2 dalam adonan
Pemakaian garam dalam adonan roti mempunyai tugas sebagai berikut:
a. Menambah rasa garam dan aroma
b. Mengontrol aktivitas ragi
c. Memutihkan daging roti
d. Memperkuat jaringan zat gluten
e. Memperlambat pertumbuhan jamur pada roti
6
6. Lemak
Lemak adalah bahan yang sangat penting dalam pembuatan patiseri. Lemak dan
minyak mempunyai berat jenis yang lebih rendah dari pada air, dan setiap lemak
mempunyai sifat sendiri. Lemak tidak dapat larut dalam air. Bahkan apabila lemak
bercampur dengan air maka akan membentuk emulsi, campuran yang stabil dan tidak
dapat terurai lagi.
Fungsi lemak di dalam resep patiseri sebagai berikut:
Meningkatkan nilai gizi
Mempertinggi rasa, lebih mudah ditelan dan tidak terasa seret.
Memperkuat jaringan zat gluten
Produk tidak cepat keras
Sebagai bahan pewangi
Melembabkan adonan
Menghambat pembusukan
Jenis lemak yang digunakan dalam bakery, diantaranya:
a. Mentega (Butter)
Terbuat dari lemak hewani, mengandung 82% lemak susu dan 16% air. Ada 2 jenis
mentega, yaitu yang mengandung garam (asin) dan yang tidak mengandung garam
(tawar/unsalted butter). Mentega yang mengandung garam sebaiknya hanya digunakan
untuk adonan yang berair (batter), kenyal (dough) dan pasta (paste).
b. Margarin
Merupakan mentega sintesis, terbuat dari lemak nabati. Margarin dapat digunakan
dalam jumlah yang sama dengan mentega sepajang kadar airnya diperhatikan. Bahan
baku utama margari adalah minyak cair, minyak nabati antara lain minyak yang diambil
dari kelapa, kelapa sawit, biji kapas, jagung, kedelai, kacang, dsb.
c. Korstvet (pastry margarin)
Merupakan margarin khusus untuk menghasilkan adonan yang bisa dilipat, seperti puff
pastry dan Danish pastry. Margarin ini mengandung hamper 100% kemak yang
diperkeras, titik lelehnya di atas suhu tubuh.
d. Lemak nabati
Mengandung 100% lemak yang dibuat dari kelapa, kacang tanah, atau tumbuh-
tumbuhan lainnya. Bentuknya padat. Rasanya netral, sering digunakan untuk deep
frying (menggoreng dalam minyak banyak).
7
e. Lard
Lard adalah salah satu jenis fat (lemak) yang dapat memberikan rasa. Lard dibuat dari
hasil penyulingan lemak babi, kurang lebih 99% terdiri dari lemak yang bersifat plastis.
7. Telur
Telur merupakan salah satu bahan penting untuk dapat membuat kue-kue dan roti
yang baik. Kuning telur mengandung 30% lechitin, yang merupakan pembentuk emulsi
yang sangat berguna. Adonan manis yang mengandung beberapa telur akan lebih ringan
diangkat. Dengan campuran telur di dalam adonan maka crumb (daging roti) memiliki
bentuk sel yang sangat seragam dan tekstur yang halus.
Kegunaan telur di dalam pembuatan patiseri:
Menambah nilai gizi makanan
Menambah keharuman, memperbaiki komposisi dari kue tersebut serta kualitasnya
pada waktu dimakan
Membantu menghasilkan warna yang menari baik di bagian dalam maupun kulit luar
Bertindak sebagai bahan pengikat terhadap bermacam-macam bahan misalnya
custard
Membantu pengembangan terutama yang menggunakan putih telur
Menyokong pencampuran bahan-bahan
Menghasilkan remah kue yang lebih halus
Memperlama jangka penyimpanan
8
1. Bahan
a. Tepung terigu. Tepung terigu adalah bahan utama pembuatan roti. Jenis tepung yang
paling tepat adalah tepung terigu yang berprotein tinggi, memiliki kandungan gluten di
atas 12,5%. Kandungan glutennya yang tinggi akan membentuk jaringan elastis selama
proses pengadukan. Pada tahap fermentasi gas yang terbentuk oleh yeast (ragi) akan
tertahan oleh jaringan gluten, hasilnya adonan roti akan mengembang besar danempuk
teksturnya.
b. Air atau cairan. Selain air cairan yang dapat digunakan dalam pembuatan roti adalah
susu segar, bir, sari buah-buahan dan lain-lain. Air berfungsi sebagai pembentuk gluten,
mengontrol kepadaran adonan dan membantu penyebaran bahan-bahan lain agar dapat
tercampur rata.
c. Yeast atau ragi. Roti tidak akan mengembang tanpa menambahkan ragi ke dalam
adonan. Mikroorganisme bersel satu inilah yang bekerja selama proses fermentasi,
selama proses fermentasi ragi merubah karbohidrat dan gula menjadi gas karbondioksida
(CO2) dan alcohol dalam bentuk etanol. Zat inilah yang menjadikan adonan
mengembang, terbentuk serat-serat pada adonan dan aroma khas roti.
d. Garam. Selain mempunyai rasa asin, garam juga berfungsi sebagai bahan penetral dan
meningkatkan cita rasa. Banyak bahan apabila diberi sedikit garam dapat menjadi wangi,
gurih, dan terasa enak. Adonan tanpa garam akan mempengaruhi pemanggangan yaitu
bila dalam resep tidak ada garam maka roti yang dipanggang akan menjadi mengecil,
sehingga dapat mempengaruhi mutu roti. Dalam pembuatan roti adonan yang sama sekali
tidak ada garam proses fermentasinya lebih cepat, tetapi tidak stabil. Sehingga sering
terjadi fermentasi melampaui batas, dan adonan akan menjadi asam, oleh sebab itu garam
dapat dikatakan sebagai bahan stavbilisator fermentasi.
e. Gula. Fungsi utama adlah sebagai pemanis, sumber energy utama bagi khamir dalam
melakukan fermentasi, membantu proses pembentukan krim, membantuk dalam
pembentukan warna kulit roti yang baik dan menambahkan nilai gizi pada produk. Gula
memiliki sifat higroskopis (kemampuan menahan air), sehingga dapat memperbaiki daya
tahan roti selama penyimpanan dan menjadikan roti lebih awet. Gula yang digunakan
sebanyak 10-30% dan optimum pada kisaran 25% dari berat tepung. Pada pembuatan roti
tawar, gula yang digunakan lebih sedikit jumlahnya karena gula tersebut hanya berfungsi
sebagai bahan nutrisi bagi khamir dan tidak untuk memberikan rasa manis. Pencampuran
gula yang tidak merata dan terlalu banyak akan menyebabkan bintik-bintik hitam pada
9
kulit roti dan membentuk lubang besar atau kantung udara pada produk roti. Adapun
pengaruh gula terhadap adonan roti:
1) Daya serap air. Semakin tinggi presentase pemakai gula (roti manis) makin sedikit
air yang dapat diserap oleh tepung terigu di dalam adonan. Disamping itu waktu
pengadukan adonan pun (mixing time) menjadi lebih lama pula. Apabila hal-hal tidak
diperhatikan maka hasil roti akan mempunyai ciri-ciri: a) bervolume kecil-kecil saja;
b) daging roti menjadi agak kering, c) rasa menjadi kurang enak, d) roti tidak dapat
disimpan lama. Pemakaian gula yang berlebihan juga menghambat fermentasi. Perlu
diketahui bahwa semakin banyak gula semakin tinggi pemakaian ragi.
2) Waktu peragian adonan (fermentasi). Sejalan dengan diperlukannya waktu
pengaduk adonan yang lama, waktu peragian adonan pun (fermentation time) harus
ditambah. Dengan perkataan lain, kalau kita membuat roti manis diperlukan waktu
penyelesaian yang jauh lebih lama dari pada pembuatan roti tawar biasa.
Pengaruh gula terhadap hasil jadi yaitu warna kulit roti, aroma roti, keempukan roti,
volume dan berat roti.
f. Susu. Susu dalam pembuatan roti berfungsi untuk meningkatkan kualitas penyerapan
dalam adonan. Kasein dari susu mempertahankan sifat penahan air dari adonan. Peran
susu dalam adonan membantu pengembangan adonan, membantu proses pembentukan
krim dan memperbaiki tekstur roti. Selain itu juga susu memperbaiki warna kulit dan
rasa roti serta memperkuat gluten karena keberadaan kandungan kalsium pada susu.
g. Lemak. Lemak pada pembuatan roti memiliki peran yang sangat penting, dikarenakan
lemak akan membantu:
1) Mempertinggi rasa, dengan menggunakan lemak hasilnya akan lebih mudah untuk
ditelan sewaktu dikunyah dan tidak terasa seret. Hal ini disebabkan oleh sifat-sifat
lemak yang sanggup untuk memperpendek (to short) bentuk jaringan zat gluten
tepung. Oleh karenanya, sering lemak itu disebut juga “shortening”.
2) Memperkuat jaringan gluten tepung, zat gluten tepung akan membentuk jaringan
yang menyerupai spiral apabila ia bersinggungan dengan air. Pembentuk jaringan ini
tidak mempunyai kekuatan apa-apa terutama dalam menerima gas CO2 jika ia
bercampur bergitu saja dengan air. Jaringan zat gluten tepung yang terbentuk dalam
adonan dapat diibaratkan sebagai semacam balon karet.
3) Hasil roti tidak cepat menjadi keras atau staling. Di dalam adonan lemak dapan
menahan gas CO2 keluar dari adonan sehingga akan diperoleh volume roti
10
lebih
11
besar. Untuk mendapatkan citarasa yang lezat disarankan menggunakan mentega,
sedangkan margarin menjadikan roti beraroma lebih ringan.
h. Telur. Fungsi telur pada pembuatan roti yakni di dalam proses pembentukan krim,
meningkatkan jumlah gas yang ditangkap gluten, memberikan warna serta flavor yang
khas, menangkap air, sebagai pelunak dan memberikan kontribusi terhadap nilai gizi.
i. Bread improver. Membantu proses pembuatan roti dalam hal produksi gas dan
penahan gas. Biasanya bread improver ditambahkan pada proses pencampuran dengan
dosisi pemakaian 0,3%-1,5% dari berat tepung. Bread improver dapat memperbaiki
karakteristik adonan, sehingga adonan dapat beradaptasi terhadap peralatan. Bread
improver juga dapat mendiversifikasi produk roti dengan mempengaruhi struktur
daging roti (crumb tekstur), warna kulit roti, tampilan roti, volume, aroma, rasa, dan
umur simpannya.
12
3. Proses pembuatan roti
Metode pembuatan
roti
13
c. Proses pengembangan adonan (waktu fermentasi/peragian adonan)
14
Setelah proses pengadukan selesai, adonan diberi waktu istirahat untuk memberi
kesempatan pada ragi merekasi gula. Tempat untuk memberi waktu peragian ini harus bersih
tidak banyak angina dan sedapat mungkin cukup hangat dan lembab. Dianjurkan
menggunakan kain atau plastik supaya suhu untuk adonan stabil.
i. Pengemasan
Pengemasan roti dilakukan untuk mencegah tercemarnya roti dari mikroba ataupun
kotoran yang tidak dikehendaki. Selain itu pengemasan dapat menghindari dari penguapan
yang menyebabakan kulit roti mengeras. Perlu diperhatikan jangan mengemas roti yang
masih hangat atau panas supaya tidak cepat berjamur.
j. Penyimpanan
Roti dapat disimpan baik pada suhu ruang (berkisar 5 hari) dan suhu dingin (refrigerator)
16
mengakibatkan pertumbuhan kapang. Roti yang diiris jika tidak disimpan dalam kemasan
plastic akan sangat cepat kering. Salah satu metode yang lain adalah membungkus roti
dengan kain (khusus roti). Untuk ini serbet besar atau sepotong kain dapat digunakan.
5. Kerusakan roti
Kriteria kerusakan umumnya dapat dikategorikan menjadi:
Produk tidak dapat dikonsumsi/dimanfaatkan
Produk menjadi off-grade
Produk mengalami penurunan mutu
Kehilangan sifat-sifat yang khas diinginkan
Mengalami penurunan berat akibat penguapan
Pmebeentukan zat yang tidak diinginkan
Roti paling sering diserang bakteri rope (Bacillus mesentricus) yang membuat ramat dan
sporanya tidak mati oleh pemanggangan. Selain itu kerusakan roti juga disebabkan oleh
kapang yang mungkin tumuh selama pendinginan, pengerasan, dan pembungkusan roti.
17
SATUAN BERAT
KONVERSI CUP
Konversi Cup ke Mililiter (ml)
Susu cair/ air/ santan/ minyak/ margarin
cair
1 cup = 250 ml
½ cup = 125 ml
¼ cup = 63,5 ml
18
NAMA PRODUK : DONUT KENTANG
19
NAMA PRODUK : SOES ISI VLA
Catatan:
*Kenali karakter oven masing-masing, apapun jenis oven yang digunakan, baik oven gas,
oven listrik atau oven kompor. Jangan selalu berpatokan pada waktu pemanggangan yang
tertulis di resep karena karakter masing-masing oven berbeda.
*Biarkan sus kering benar-benar dalam keadaan dingin sebelum memasukkan ke dalam
wadah kedap udara
20
NAMA PRODUK : BOLU PELANGI
21
NAMA PRODUK : POTATO WILLIAM
22
NAMA PRODUK : ROLL CAKE
23
NAMA PRODUK : BAKPAO (ADONAN DASAR)
24
NAMA PRODUK : ISIAN BAKPAO
25
NAMA PRODUK : BROWNIES KUKUS
26
NAMA PRODUK : ROTI MANIS
27
NAMA PRODUK : ROTI SOBEK
28
NAMA PRODUK : ROTI BLUDER
29
NAMA PRODUK : ROTI TAWAR (untuk Loyang ukuran 20x10x10cm)
30
NAMA PRODUK : PIE BUAH
31
NAMA PRODUK : TEDY BEAR COOKIES
32
NAMA PRODUK : KUE TRADISIONAL - KUE KU
1. Isi: rendam kacang hijau kupas selama 2 jam, tiriskan dan cuci bersih. Kukus hingga
lunak dan haluskan. Didihkan air dengan gula pasir dan daun pandan, masukkan
kacang hijau dan vanili bubuk, masak hingga menjadi kalis, angkat dan dinginkan,
bagi menjadi 30 bagian, sisihkan.
2. Kulit : campur tepung ketan, gula pasir dan garam, tuangkan santan hangat sedikit-
sedikit dan uleni hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk, bagi dua bagian dan
beri pewarna hijau dan merah. Masin-masing dibagi menjadi 100 bagian.
3. Penyelesaian: siapkan cetakan kue ku, olesi dengan minyak goreng, ambil satu
adonan, tekan-tekan dalam cetakan, isi dengan 1 bagian isian, rekatkan, balik,
beri alas potongan daun pisang. Kukus selama 10 menit, angkat.
33
NAMA PRODUK : KASTANGELS
34
NAMA PRODUK : ROTI GORENG
35
NAMA PRODUK : ROUGUT SAYUR
36
NAMA PRODUK : CHEESE STICK SAWI
37
NAMA PRODUK : PUTU AYU
38
NAMA PRODUK : DADAR GULUNG
39
NAMA PRODUK : BOLU KUKUS
40
PISANG BOLEN
Cara membuat:
41
BAKPIA PATHOK BASAH
Bahan Isi
125 gram kacang hijau
500 ml air
25 gram gula pasir
50 gram gula merah
Garam secukupnya
1/2 sendok teh vanili bubuk
2 lembar daun pandan
2 sendok makan minyak goreng
Bahan Kulit
250 gram tepung terigu protein sedang
1/2 bungkus ragi instan
3 sendok makan gula pasir
2 sendok makan margarine
125-150 ml air hangat
1/4 sendok teh garam halus
3. Blender kacang hijau yang sudah direbus tadi sampai halus. Jika sudah, tuangkan
kacang hijau ke dalam wajan.
4. Tambahkan atau masukan gula merah, garam, gula pasir dan vanili ke dalamnya. Masak
semua bahan-baahn sampai kering dan kalis. Jika sudah seperti itu, matikan kompor.
5. Masukan 2 sendok makan minyak goreng. Aduk sampai merata. Biarkan sampai
dingin. Jika sudah dingin, bagi menjadi 30 bagian. Lalu bulatkan.
1. Dalam sebuah wadah atau baskom, masukan terigu, ragi instan dan gula pasir. Aduk
sampai merata.
2. Masukan air sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai adonan rata dan lembab.
3. Masukan margarin dan garam, uleni adonan sampai kalis atau tidak lengket di tangan.
4. Fermentasikan adonan di tempat hangat selama kurang lebih 45 menit.
5. Siapkan loyang yang sudah diolesi margarin.
6. Kempiskan adonan dan bagi adonan menjadi 30 bagian. Beri adonan dengan isi
kacang hijau. Lalu bulatkan dan pipihkan.
7. Letakan adonan yang sudah dibentuk di atas loyang. Beri jarak di antara masing-masing
adonan karena kue akan sedikit mengembang. Diamkan selama kurang lebih 15 menit.
42
8. Sementara itu, panaskan oven dengan suhu 200 derajat C. Panggang bakpia selama
kurang lebih 10 menit.
9. Setelah 10 menit, keluarkan loyang dari oven. Lalu balik kuenya. Panggang kembali
selama kurang lebih 5 menit
10. Setelah itu, angkat dan tiriskan kue.
11. Siapkan piring atau wadah saji. Lalu sajikan kue bakpia yang sudah jadi tersebut di atas
piring saji.
43
BROWNIES SINGKONG
Bahan A
200 gram singkong parut yang airnya sudah
diperas 80 gram tepung terigu
30 gram coklat bubuk
coklat 1 sdt baking
powder
1/2 sdt baking soda
Bahan B
3 butir telur
1 sdt emulsifier 150 gram gula pasir
Bahan C
100 gram margarin
100 gram coklat blok, potong kecil-
kecil 4 sdm Susu kental manis
coklat
Bahan Buttercream :
100 gr butter
margarine 60 gr gula
pasir
3 sdm susu kental manis putih
Bahan toping :
Secukupnya mesis
Secukupnya keju
parut
Cara memasak :
1. Masukkan bahan C ke dalam mangkuk lalu tim hingga meleleh, dinginkan.
2. Campur bahan A lalu ayak.
3. Mixer bahan B sampai mengembang, putih dan lembut, kurang lebih 15 menit.
4. Setelah itu turunkan kecepatan mixer ke kecepatan 1, masukkan bahan A dan C
sedikit demi sedikit secara bergantian, mixer hingga rata.
5. Panaskan kukusan. Alasi loyang ukuran 20 × 20 cm dengan kertas roti dan olesi
margarine agak tipis pada semua sisinya
6. Tuang adonan ke dalam loyang lalu hentak-hentakan beberapa kali agar adonan padat dan rata.
7. Setelah kukusan beruap banyak kecilkan api, masukan loyang lalu kukus selama 30
menit. Tes tusuk dengan tusuk sate, setelah matang angkat, keluarkan dari cetakan lalu
dinginkan.
8. Masukkan bahan buttercream ke dalam mangkuk, mixer hingga putih dan lembut.
9. Olesi bagian atas brownies dengan buttercream lalu taburi keju cheddar parut dan coklat
meses. Potong-potong lalu sajikan.
44
BROWNIES KUKUS PISANG COKLAT
Bahan-bahan:
150 gram dark cooking chocolate/coklat hitam
masak 150 gram gula-pasir (tambahkan jika
kurang manis) 3 sdm margarin
1/2 sendok teh vanili bubuk
3 buah pisang-ambon/raja, haluskan dengan
garpu 2 butir telur, kocok lepas
100 gram tepung
terigu 1/2 sdt baking-
powder 20 gram
coklat bubuk 1/2
sendok teh garam
Cara Membuat:
Letakkan mangkuk tahan panas di atas panci berisi air, lelehkan dark chocolate dengan
margarin, vanilli dan gula pasir hingga meleleh dan sisihkan.
Tuangkan coklat leleh dalam mangkuk yang sudah berisi pure pisang, aduk rata.
Tambahkan telur kocok (pastikan coklat tidak panas, agar telur tidak matang), aduk
hingga merata dan halus.
Kemudian campurkan dengan saringan secara bertahap, yaitu tepung terigu, coklat
bubuk, baking powder dan garam. Aduk rata hingga halus.
Olesi loyang dengan margarin dan lapisi dengan kertas minyak, kemudian tuang
adonan dan ratakan.
Kukus dalam api sedang selama 45 menit (lapisi tutup dandang dengan kain).
Setelah matang, cek dengan tusuk gigi apakah masih basah atau tidak.
Kemudian sajikan dengan dipotong-potong.
45
PUDING ZEBRA ROTI TAWAR
Bahan A:
- 150 gr gula pasir.
- 2 bungkus agar-agar.
- 1.000 ml air.
- 250 ml kental manis.
Bahan B:
- 8 lbr roti tawar.
- 2 btr telur.
- 300 ml susu cair.
- 250 ml air.
Bahan lain:
- 45 gr butter.
- 4 sdm cokelat bubuk.
Cara membuat:
1. Campur bahan A ke dalam panci, lalu masak hingga mendidih, aduk sesekali.
2. Blender bahan B hingga semua bahan halus dan tercampur rata.
3. Setelah bahan A mendidih, masukkan bahan B lalu aduk hingga mendidih.
Masukkan butter, aduk hingga butter meleleh dan tercampur rata.
4. Masak adonan hingga mendidih.
5. Pisahkan adonan menjadi dua bagian.
6. Campurkan sedikit adonan ke cokelat bubuk, aduk merata.
7. Lalu campurkan di sisa satu bagian adonan. Jadi terdapat dua warna adonan yaitu
hitam dan putih.
8. Tuang adonan secara bergantian di tengah loyang, sedikit bahan putih, lalu timpa di
atasnya dengan sedikit bahan cokelat, lakukan hingga adonan habis.
9. Setelah bahan habis aduk pelan adonan dengan ujung sendok agar membentuk
motif acak. Boleh juga tidak diaduk agar membentuk motif garis.
10. Hilangkan uap panas lalu masukkan kulkas.
46
STIK WORTEL
Bahan :
Cara Membuat :
47
STIK SELEDRI
Bahan-bahan dan bumbu yang dibutuhkan dalam menyiapkan Stik Keju Seledri
Bawang Putih:
1. Sediakan 270 gram terigu Kunci
2. Gunakan 120 gram tepung tapioka
3. Gunakan 1/2 sdt garam halus
4. Ambil 1/2 sdt kaldu bubuk
5. Sediakan 1 sdt bawang putih bubuk
6. Siapkan 1 sdt baking powder
7. Siapkan 2 batang seledri besar, iris2 tipis
8. Sediakan 135 gram keju parut (sy gauda mix cheddar)
9. Sediakan 1 butir telur kocok lepas
10. Ambil 100 ml air es
11. Sediakan 40 gram margarin, cairkan
12. Siapkan Secukupnya minyak untuk menggoreng
48
STIK DAUN KELOR
Caranya detailnya mengolah daun kelor menjadi bubuk Kumpulkan beberapa cabang tanaman
kelor tua yang masih segar, sortir (buang) daun-daun yang. Daun pohon kelor merupakan tipe
daun majemuk. Manfaat daun kelor cukup beragam untuk kesehatan. Daun kelor dapat
membantu menurunkan gula Daun kelor adalah sumber vitamin dan mineral yang baik untuk
tubuh.
Daun kelor memiliki ukuran yang kecil. Walau kecil ukurannya, daun kelor memiliki banyak manfaat
kesehatan, bahkan banyak ilmuan menyebutnya sebagai pohon ajaib (Miracle Tree). Daun kelor memiliki
cakupan manfaat yang sangat luas. Ekstrak daun kelor mengandung sifat yang mungkin membantu
mencegah kanker berkembang. Daun Kelor juga mengandung niazimicin, yang merupakan senyawa yang
menekan perkembangan sel.
49
CHEETOS TAHU
Bahan:
1. 1 buah tahu kotak besar (sekitar 400 gr)
2. 8 sdm tepung tapioka (bisa diganti tepung maizena)
3. 1 sdm kaldu bubuk
4. 1 sdt baking powder
Cara Membuat :
1. Hancurkan tahu dan campurkan dengan semua bahan. Aduk rata.
2. Siapkan plastik segitiga untuk membentuk adonan. Masukkan adonan ke dalamnya,
gunting ujung plastik.
3. Panaskan minyak, semprotkan adonan dengan panjang sesuai selera. Goreng
dengan api sedang cenderung kecil agar tidak cepat gosong.
4. Goreng hingga kecokelatan dan ringan, angkat. Tiriskan.
5. Cheetos tahu kekinian siap dinikmati. Jika suka, beri bumbu tabur sesuai selera
untuk menambah rasa.
50
ES TELER
Bahan :
1. 1 buah kelapa muda, keruk dagingnya
2. 1 buah avokad, keruk dagingnya
3. 10 biji nangka, iris tipis
4. 15 biji kolang-kaling manis, iris tipis
5. 500 ml sirop gula
6. Susu kental manis secukupnya
7. Es serut secukupnya
Cara Membuat :
1. Siapkan gelas. Masukkan kelapa muda, avokad, nangka, dan kolang-kaling. Tuang sirop
gula dan kucuri susu kental manis. Sajikan es teler bersama es serut.
51
ES BUAH
Bahan Sirup
15. 50 gram gula pasir
16. 5 sdt krim kental manis
17. 150 ml susu cair
18. 150 ml air putih, matang
Cara Membuat :
1. Rendam selasih dalam air bersih, jika sudah mengembang, silahkan tiriskan.
2. Kupas buah melon, buah naga, mangga, dan semangka. Kemudian, keruk buah melon
hingga berbentuk bulat. Lalu, potonglah buah lain berbentuk dadu. Sisihkan kembali.
Lalu, belah alpukat dalam dua bagian, lalu keruk daging buahnya.
3. Sementara itu, Kamu buat sirupnya dengan mencairkan gula dengan air hingga larut.
Jika sudah, tunggu sampai dingin.
4. Masuk ke tahap penyajian. Dimana Kamu bisa menata bahan-bahan berupa buah, nata
de coco, agar, serta kolang kaling.
5. Setelah itu, Kamu siramkan air gula tadi, susu cair, air putih, dan juga susu kental
manis. Masukkan juga selasih untuk mempercantik tampilannya.
6. Aduk-aduk sampai rata, lalu masukkan es batu dengan jumlah yang sesuai selera. Es
buah selasih siap disantap selagi masih dingin
52
53
54
55
56