EPIC
MODEL
Epic
model
merupakan
model
analisis
efektivitas
periklanan
yang
dikembangkan
oleh
AC
Nielsen,
salah
satu
perusahaan
peneliti
pemasaran
terkemuka
di
dunia.
Epic
Model
dan
mencakup
empat
dimensi
kritis
yaitu
empati,
persuasi,
dampak
dan
komunikasi
(Empathy,
Persuasion,
Impact
and
communications
–
EPIC)
berikut
akan
dipaparkan
dimensi
–
dimensi
dalam
Epic
model.
A.
Dimensi
Empati
Dimensi
empati
memberikan
informasi
yang
berharga
tentang
daya
tarik
suatu
merek.
Empati
merupakan
keadaan
mental
yang
membuat
seseorang
mengidentifikasikan
dirinya
atau
merasa
dirinya
pada
keadaan
perasaan
atau
fikiran
yang
sama
dengan
orang
atau
kelompok
lain,
Kamus
besar
bahasa
Indonesia,
(1988:228).
Empati
melibatkan
afeksi
dan
kognisi
konsumen,
menurut
[Link]
Peter
dan
Jerry
C
Olson
(1999),
afeksi
dan
kognisi
mengacu
pada
dua
tipe
tanggapan
internal
psikologis
yang
dimiliki
konsumen
terhadap
rangsangan
lingkungan
dan
kejadian
yang
berlangsung.
Pada
intinya
:
Kognisi
:
melibatkan
pemikiran
Afeksi
:
melibatkan
perasaan.
Variasi
tanggapan
afektif
dapat
berupa
penilaian
positif,
negatif,
menyenangkan
atau
tidak
menyenangkan,
dan
konsumen
dapat
merasakan
empat
jenis
tanggapan
afektif
yaitu
emosi,
perasaan
khusus,
suasana
hati
dan
evaluasi
yang
berbeda
dalam
tingkat
intensitas
dan
daya
improvisasinya.
B.
Dimensi
Persuasi
Dimensi
persuasi
menginformasikan
apa
yang
dapat
diberikan
suatu
iklan
untuk
peningkatan
atau
penguatan
karakter
suatu
merek,
sehingga
pemasang
iklan
memperoleh
pemahaman
tentang
dampak
iklan
terhadap
keinginan
konsumen
untuk
membeli
serta
memperoleh
kemampuan
suatu
iklan
dalam
mengembangkan
daya
tarik
suatu
merek.
Dalam
dunia
periklanan,
Persuasi
(persuasion)
adalah
perubahan
kepercayaan,
sikap,
dan
keinginan
berperilaku
yang
disebabkan
satu
komunikasi
promosi.
Komunikasi
promosi,
seperti
periklanan,
yang
dapat
mempengaruhi
konsumen
dapat
menggunakan
dua
proses
kognitif,
yaitu
:
“jalur
sentral”
dan
“Jalur
periferal”
menuju
persuasi.
Proses
persuasi
yang
akan
dipakai
ditentukan
dengan
tingkat
keterlibatan
konsumen
dalam
pesan
produk
.
(Peter
dan
Olson
1996).
Jalur
sentral
menuju
persuasi
(central
route
persuasion)
cenderung
muncul
ketika
tingkat
keterlibatan
konsumen
meningkat.
Pada
jalur
sentral,
konsumen
“memfokuskan
diri
pada
pesan
produk”
dalam
iklan.
Konsumen
menerjemahkan
pesan
produk
dalam
iklan
tersebut,
lalu
membentuk
kepercayaan
tentang
ciri-‐ciri
dan
konsekuensi
produk,
serta
mengintegrasikan
makna
tersebut
untuk
membentuk
sikap
dan
keinginan.
Jalur
peripheral
menuju
persuasi
(peripheral
route
persuasion)
cenderung
muncul
ketika
tingkat
keterlibatan
konsumen
lebih
rendah.
Dalam
jalur
periferal,
konsumen
tidak
memfokuskan
diri
pada
pesan
produk
dalam
sebuah
iklan
tetapi
pada
perangsang
“periferal”,
seperti
selebriti
atau
music
yang
popular
dan
menarik.
C.
Dimensi
Impact
Dimensi
Impact
menunjukkan,
apakah
suatu
merek
dapat
terlihat
menonjol
dibandingkan
merek
lain
pada
kategori
yang
serupa
dan
apakah
suatu
iklan
mampu
melibatkan
konsumen
dalam
pesan
yang
di
sampaikan.
Dampak
(impact)
yang
diinginkan
dari
hasil
iklan
adalah
jumlah
pengetahuan
produk
(product
knowledge)
yang
dicapai
konsumen
melalui
tingkat
keterlibatan
(involvement)
konsumen
dengan
produk
dan
atau
proses
pemilihan.
Konsumen
memiliki
tingkat
pengetahuan
produk
(levels
of
product
knowledge)
yang
berbeda-‐
beda,
yang
dapat
digunakan
untuk
menerjemahkan
informasi
baru
dan
membuat
pilihan
pembelian.
Konsumen
dapat
memiliki
empat
tingkat
pengetahuan
produk,
yaitu
:
Kelas
produk,
bentuk
produk,
merek,
dan
model.
berikut
memberikan
gambaran
dari
setiap
tingkat
pengetahuan
suatu
produk
Lebih
abstrak
-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐-‐konkret
Kelas
produk
Bentuk
produk
Brand
Name
CIri
produk
Media
cetak
dengan
Majalah
Go
girl
-‐ Ukuran
kecil
target
remaja
kelas
-‐ 100
halaman
menengah
keatas
-‐ full
colour
-‐ isu
utama
tentang
lingkungan
dan
fashion
Diadaptasi
dari
:
J.
Paul
Peter
dan
Jeery
C.
Olson.
Perilaku
Konsumen
dan
Strategi
Pemasaran.
Edisi
Keempat,
1996.
Selain
itu
konsumen
juga
dapat
memiliki
tiga
jenis
pengetahuan
produk,
yaitu
:
-‐ pengetahuan
tentang
ciri
atau
karakter
produk,
-‐ konsekuensi
atau
manfaat
positif
menggunakan
produk,
-‐ dan
nilai
yang
akan
dipuaskan
atau
dicapai
suatu
produk.
Keterlibatan
(involvement)
mengacu
pada
persepsi
konsumen
tentang
pentingnya
atau
relevansi
personal
suatu
objek,
kejadian,
atau
aktifitas.
Konsumen
yang
melihat
bahwa
suatu
produk
memiliki
konsekuensi
yang
relevan
secara
pribadi,
maka
konsumen
dikatakan
terlibat
dengan
produk
tersebut
dan
memiliki
hubungan
dengan
produk
tersebut.
Konsekuensi
dengan
suatu
produk
atau
suatu
merek
memiliki
aspek
kognitif
maupun
pengaruh.
Secara
kognitif,
yang
termasuk
dalam
keterlibatan
adalah
pengaruh,
seperti
evaluasi
prodduk.
Jika
keterlibatan
suatu
produk
tinggi,
maka
orang
akan
mengalami
tanggapan
pengaruh
yang
lebih
kuat,
seperti
emosi
dan
perasaan
yang
kuat.
Keterlibatan
dapat
berkisar
dari
tingkat
yang
rendah
–
sedikit
atau
tidak
ada
relevansinya
–
ketingkat
yang
moderat
–
ada
relevansi
yang
dirasakan
–
hingga
ke
tingkat
yang
tinggi
–
relevansinya
sangat
dirasakan.
Keterlibatan
adalah
status
motivasi
yang
menggerakkan
serta
mengarahkan
proses
kognitif
dan
perilaku
konsumen
pada
saat
mereka
membuat
keputusan.
D.
Dimensi
Komunikasi
Dimensi
komunikasi
memberikan
informasi
tentang
kemampuan
konsumen
dalam
mengingat
pesan
utama
yang
disampaikan,
pemahaman
konsumen,
serta
kekuatan
kesan
yang
ditinggalkan
pesan
tersebut.
Perspektif
pemrosesan
kognitif
adalah
inti
untuk
mengembangkan
strategi
pemasaran
yang
berhasil
yang
merupakan
permasalahan
komunikasi.
Proses
dimulai
ketika
sumber
komunikasi
promosi
menentukan
informasi
apa
yang
harus
dikomunikasikan,
kemudian
meng-‐enkoding
pesan
tersebut
dalam
bentuk
simbol-‐simbol
yang
paling
tepat
(menggunakan
kata,
gambar,
atau
tindakan).
Kemudian,
pesan
ditransmisikan
ke
sebuah
penerima
melalui
berbagai
media,
seperti
pertunjukan
televisi,
penawaran
via
pos,
billboard,
atau
majalah.
Penerima
atau
konsumen,
jika
digiring
ke
suatu
promosi,
harus
men-‐dekoding
atau
menerjemahkan
maknanya.
Kemudian,
konsumen
dapat
mengambil
tindakan,
seperti
pergi
ke
toko
atau
melakukan
pembelian.
Dua
tahapan
model
komunikasi
sangat
dibutuhkan,
khususnya
demi
keberhasilan
penerapan
strategi
promosi.
Tahapan
pertama
terjadi
ketika
pemasar
menciptakan
komunikasi
promosi
untuk
meng-‐enkoding
suatu
makna.
Tahap
kedua
adalah
pen-‐dekoding-‐an,
yaitu
konsumen
masuk
dan
memahami
informasi
dalam
komunikasi
promosi
dan
mengembangkan
interpretasi
pribadi
mereka
terhadap
makna
yang
ditangkap.
variabel
sts
ts
n
s
Sst
Detil
(kualitatif)
emphaty
bagus
Materi
Iklan
produk
1
2
3
4
5
x
bagus
untuk
dilihat
Menarik
iklan
produk
X
perhatian
menarik
perhatian
Menyukai
iklan
Saya
menyukai
iklan
produk
x
Keinginan
iklan
produk
x
melihat
iklan
membuat
anda
ingin
melihat
iklan
tersebut
lebih
dari…..
x/
berulang
kali
persuation
Ingin
tahu
lebih
setelah
meyaksikan
jauh
mengenaii
iklan
produk
x,
anda
produk
ingin
tahu
lebih
jaih
mengenai
produk
X
Ingin
iklan
produk
x
yang
menggunakan
anda
lihat
di
…(TV)
produk
menyebabkan
anda
ingin
menggunakan
prioduk
X
Impact
Iklan
produk
x
Setelah
melihat
iklan
menyebabkan
produk
x,
saya
ingin
keingintahuan
mengetahui
lebih
lebih
dalam
dalam
tentang
terhadap
produk
x
karena
produk
karena
iklan
sangat
menarik
unsure
kreatif
iklan
Iklan
produk
x
Setelah
melihat
iklan
menyebabkan
produk
x,
saya
ingin
keingintahuan
mengetahui
lebih
lebih
dalam
dalam
terhadap
tentangproduk
x
produk
karena
karena
pada
pada
dasarnya
dasaeyan
saya
belum
belum
tahu
/
terlalu
paham
mengetahui
tentang
produk
x
tentang
produk
x
communic Isi
iklan
terlihat
ation
dengan
Jelas
Mengerti
pesan
yang
disampaikan
Iklan
mampu
mengkomunikas
ikan
pesan
yang
ingin
disampaikan
Slogan
sesuai
dengan
bentuk
iklan
Analisis
tabulasi
!" P
=
persentasi
responden
yang
memilih
kategori
P
=
x
100%
!"
sederhana
terntentu
fi
=
jumlah
responden
yang
memiliki
kategori
tertentu
𝑓𝑖=
banyaknya
jumlah
responden
Skor
rata-‐rata
!" .!" X
=
rata-‐rata
bobot
X
=
!"
Fi
=
frekuensi
Wi
=
bobot
Rentang
penilaian
per
item
pertanyaan
:
Rentang
penilaian
R
(bobot
)
=
bobot
terbesar
–
bobot
terkecil
! (!"!"#) M
=
banyaknya
kategori
bobot
Rs
=
!
Misal
rentang
likert
adalah
1-‐5,
maka
skala
penilaian
:
!!!
Rs
=
=
0.8
!
1,00
1,80
2,60
3,40
4,20
5,00
Buruk
krg
baik
cukup/
baik
sangat
Netral
baik
Misal
item
pertanyaan
1
memiliki
score
rata2
2,8,
maka
menunjukkan
posisi
X
(item
1)adalah
netral