0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan13 halaman

Edukasi Keperawatan dan Manajemen Nyeri

Diunggah oleh

Jaka Pratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan13 halaman

Edukasi Keperawatan dan Manajemen Nyeri

Diunggah oleh

Jaka Pratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH EDUKASI KEPERAWATAN TENTANG MANAJEMEN

NYERI PASCA OPERASI TERHADAP TINGKAT NYERI DAN


KECEMASAN PASIEN

SKRIPSI

Disusun Oleh :
Rifayani (21010645)

PROGRAM STUDI SARJANA ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KESEHATAN TEKNOLOGI DAN SAINS
UNIVERSITAS BUMI PERSADA
2024/2025
LEMBAR PERSETUJUAN

Skripsi berjudul

PENGARUH EDUKASI KEPERAWATAN TENTANG MANAJEMEN


NYERI PASCA OPERASI TERHADAP TINGKAT NYERI DAN
KECEMASAN PASIEN

Dipersiapkan dan disusun oleh:

Nama : Rifayani

NIM : 21010645

Telah disahkan dan sisetujui oleh pembimbing :

Pembimbing I Pembimbing II

Tanggal : 30 Mei 2024 Tanggal : 30 Mei 2024

Eka Sutrisna SKM, M. Kes Merri Hariyani [Link]


NIDN. NIDN.

ii
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa

karena atas segala penyelenggaraan bantuan dan bimbinganNya, penulis dapat

menyeselsaikan skripsi ini denga berjudul “Pengaruh Edukasi Keperawatan

Tentang Manajemen Nyeri Pasca Operasi Terhadap Tingkat Nyeri Dan

Kecemasan Pasien”.

Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas akhir

bagi kelulusan mahasiswa/i Universitas Bumi Persada S1 Keperawatan dan

persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana keperawatan di Universitas Bumi

Persada.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih terdapat

kekurangan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis

mengharapkan saran dan kritik yang membangun dan yang dapat membantu

penulis untuk menyempurnakan skripsi ini.

Dalam penulisan skripsi ini penulis menyadari bahwa penulis banyak

medapatkan bantuan, pengarahan, bimbingan serta doa dan motivasi dari berbagai

pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena

itu, pada kesempatan ini, penulis secara khusus mengucapkan terima kasih

kepada:

1. Eka Sutrisna SKM, M. Kes sebagai dosen pembimbing yang telah banyak

meluangkan waktu untuk membimbing dan mengarahkan dalam penyelesaian

skripsi ini.

2. Merri Hariyani [Link] sebagai dosen pembimbing yang telah banyak

memberikan masukan, pengetahuan serta motivasi untuk menyusun skripsi ini.

iii
Pencipta memahami bahwa usulan ini jauh dari kata sempurna, oleh

karena itupencipta sangat mengharapkan analisa dan ide-ide untuk membangun

informasi dan perbaikan pencipta di kemudian hari. Meski demikian, pencipta

berusaha dengan segenap kemampuannya untuk memberikan yang terbaik.

Selanjutnya semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan

arahannya kepada semua pihak dan penulis yakin bahwa postulat ini akan

bermanfaat bagi penulis sendiri, para pembaca dan semua pihak.

Lhokseumawe, 30 Mei 2024


Peneliti

Rifayani

iv
DAFTAR ISI

v
DAFTAR TABEL

vi
BAB I

1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Operasi merupakan suatu proses penyembuhan dengan cara membuka

salah satu bagian tubuh dengan menggunakan instrumen dan menutupnya

kembali, tahapan operasi ada 3 yaitu fase pre operasi, fase intra operasi, dan

fase post operasi. Fase pre operasi merupakan tahap ketika keputusan untuk

melanjutkan dengan intervensi bedah dibuat dan berakhir dengan pemindahan

pasien dari tempat tidur ruangan ke ruang operasi. Fase yang dimulai ketika

pasien menaiki meja operasi sampai saat pelaksanaan operasi disebut fase

intra operasi. Dan yang ketiga adalah fase post operasi, fase post

operasimerupakan fase ketika pasien sudah sadar dan sudah dievaluasi lalu di

pindahkan kembali ke ruangan rawat inap untuk masa pemulihan. (Hinkle &

Cheever, 2014).

Data dari 56 negara menunjukkan bahwa pada tahun 2004 volume

operasi mayor diperkirakan 187 – 281 juta operasi telah dilakukan (WHO,

2009). Menurut Ambulatory Surgery Center Association pada tahun 2013

dalam satu tahun lebih dari 23 juta prosedur bedah di lakukan (Ignatavicius &

Workman, 2013). Diperkirakan setidaknya sekitar 11% beban penyakit

didunia berasal dari penyakit atau keadaan yang sebenarnya bisa ditanggulangi

dengan pembedahan (KEMENKES RI, 2015).

Operasi dapat memicu perubahan mental psikologi terutama pasien yang

baru pertama kali menjalani operasi. Gangguan psikologis yang sering muncul

pada pasien operasi adalah cemas. Cemas sangat berkaitan dengan perasaan

2
emosi dan pengalaman subjektif yang tidak pasti, keadaan ini tidak memiliki

objek yang spesifik. Keduanya adalah energi dan tidak dapat diamati secara

langsung.

Cemas adalah respon emosional tanpa objek tertentu (Stuart, 2016).Cemas

berbeda dengan rasa takut, karena cemas disebabkan oleh hal-hal tidak jelas

termasuk di dalamnya pasien yang akan menjalani operasi, karena mereka

tidak tahu konsekuensi pembedahan itu sendiri (Muttaqin & Sari, 2009). Saat-

saat persiapan operasi adalah hal yang sangat menegangkan. Prosedur

pembedahan akan memberikan respon emosional pada pasien.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)

Kementerian Kesehatan tahun 2013, diketahui bahwa 11,6% penduduk

Indonesia usia di atas 15 tahun mengalami masalah cemas saat mengahadapi

operasi. Salah satu tindakan agar dapat mengurangi tingkat kecemasan pada

pasien adalah mempersiapkan mental pasien tersebut. Pendidikan kesehatan

merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan mental pasien. (Rondonuwu,

Moningka, & Patani, 2014).

Persiapan yang akan diberikan juga dapat berupa intervensi untuk

mengurangi faktor penyebab cemas. Respon yang paling umum terjadi pada

pasien pre operatif adalah respon psikologis terutama kecemasan. Secara

mental penderita yang akan menghadapi pembedahan harus dipersiapkan,

karena akan selalu ada rasa khawatir terhadap penyuntikan, nyeri luka,

anesthesia, bahkan kemungkinan mengalami kecacatan atau kematian.

Menurut Montgomery Et Al (2011) di New York, USA mengenai faktor

psikologis pre operasi terhadap efek samping pasca operasi, menunjukan

3
bahwa stres pre operasi sangat berkontribusi terhadap keparahan nyeri pasien

paska operasi dan keluhan satu minggu setelah operasi.

Kecemasan yang dialami pasien pre operasi memiliki beberapa alasan

antara lain, cemas terhadap ruang operasi dan juga peralatan operasinya,

cemas menghadapi keadaan tubuh yang akan cacat setelah operasi, cemas dan

takut mati saat dibius, cemas bila gagal, dan cemas masalah biaya operasi

(Sawitri & Sudaryanto, 2008).

Faktor yang mempengaruhi kecemasan yang lain salah satunya adalah

nyeri, begitu juga sebaliknya karena nyeri dan kecemasan bersifat kompleks,

sehingga tidak dapat dipisahkan. Kecemasan meningkatkan persepsi nyeri,

tetapi rasa nyeri juga menimbulkan kecemasan. Nyeri merupakan suatu

kondisi dan perasaan yang tidak nyaman yang disebabkan oleh stimulus yang

bersifat fisik, maupun psikologi. Oleh karena itu dibutuhkan suatu

pengendalian nyeri dalam fase persiapan pasien operasi. (Apriansyah,

Romadoni, & Andrianovita, 2015).

Sesuai data dan teori diatas peneliti ingin mengetahui apakah edukasi

manajemen nyeri untuk pascaoperasi pada saat fase preoperasi berpengaruh

terhadap perubahan tingkat kecemasan pada pasien preoperasi. Karena dalam

teori, nyeri sangat berhubungan dengan kecemasan. Dilihat dari dua penelitian

terkait yang menyatakan bahwa edukasi pre operasi memiliki hubungan dan

pengaruh terhadap penurunan kecemasan pasien pre operasi, namun jenis

edukasi yang dilakukan hanya edukasi secara umum dan pada penelitian ini

akan di perdalam lagi dengan memfokuskan pada edukasi manajemen nyeri.

Hal itulah yang membuat peneliti tertarik untuk mengambil topik tentang

4
pengaruh edukasi manajemen nyeri terhadap tingkat kecemasan pada pasien

preoperasi. Harapan peneliti edukasi manajemen nyeri ini dapat mengurangi

kecemasan pada pasien pre operasi.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan kesimpulan dari latar belakang di atas dapat dilihat rasa nyeri

akibat operasi merupakan salah satu faktor penyebab cemas pada pasien pasca

operasi. Oleh karena itu rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “ada

pengaruh antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi

manajemen nyeri pada pasien pasca operasi.

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk meningkatkan kualitas hidup pasien pasca operasi melalui edukasi

keperawatan tentang manajemen nyeri pasca operasi, sehingga dapat

menurunkan tingkat nyeri dan kecemasan pasien.

2. Tujuan Khusus

a. Untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang nyeri pasca operasi

dan cara mengelolanya

b. Untuk meningkatkan keterampilan pasien dalam menerapkan teknik

manajemen nyeri pasca operasi

c. Untuk menurunkan tingkat nyeri pasien pasca operasi

d. Untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien pasca operasi

e. Untuk meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan

5
D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang didapat dari penelitian ini adalah :

1. Bagi Pasien

Hasil penelitian ini diharapkan mampu membantu pasien untuk

mengurangi tingkat kecemasannya pada saat akan melakukan tindakan

operasi.

2. Bagi Keluarga Pasien

Hasil peneltian ini diharapkan dapat membantu keluarga pasien

dalam menurunkan kecemasannya terhadap pasien pada fase pre operasi

dan membantu melakukan manajemen nyeri pasca operasi kepada pasien

3. Bagi Fakultas Kesehatan Dan Teknologi Sains

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi

bagi mahasiswa Fakultas Fakultas Kesehatan Dan Teknologi Sains

mengenai teori-teori keperawatan medikal bedah

4. Bagi peneliti

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan,

wawasan, dan pengalaman peneliti dalam bidang ilmu keperawatan

medikal bedah khususnya pada edukasi manajemen nyeri.

6
BAB II
TINJAUAN TEORITIS

A. Edukasi Keperawatan

1. Pengetian
Edukasi adalah penambahan pengetahuan dan kemampuan seseora

ng melalui teknik praktik belajar atau instruksi , dengan tujuan untuk

mengingat fakta atau kondisi nyata dengan caramemberi dodrongan

terhadap pengarahan diri, aktif memberikan informasi atau ide baru

( Cravendan Hirnie.2018).

Anda mungkin juga menyukai