Inspeksi Rig dan Sertifikasi Keselamatan
Inspeksi Rig dan Sertifikasi Keselamatan
PENDAHULUAN
1
TIPE PENGUJIAN /
2 INSPEKSI
PEMERIKSAAN
3 DOKUMEN
PEMERIKSAAN
4 VISUAL
PENDAHULUAN
REGULASI KESELAMATAN MIGAS
Perlindungan dan
Keselamatan Kerja Pengelolaan Lingkungan
Undang-undang Minyak dan Gas Bumi No. 22/2001
UU No.1/1970 Hidup No. 32/2009
Peraturan Pemerintah Peraturan Pemerintah Peraturan Pemerintah Peraturan Pemerintah Peraturan Pemerintah
MPR 1930 No. 341 No.19/1973 No.17/1974 No.11/1979 No.35/2004 No.36/2004
Keselamatan Kerja Pengaturan dan Pengawasan Pelaksanaan Keselamatan Kerja Pada Kegiatan Usaha Hulu Kegiatan Usaha Hilir
Tambang Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Pemurnian dan Minyak dan Gas Bumi Minyak dan Gas Bumi
Keselamatan Kerja di Minyak dan Gas Bumi di Pengolahan Minyak dan
Bidang Pertambangan Daerah Lepas Pantai Gas Bumi
No. 300K/1997 Keselamatan Kerja Pipa Penyalur Minyak dan Gas Bumi
Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Mengena Sistem Transportasi Cairan untuk Hydrocarbon dan Standart
No. 15/2008 Nasional Indonesia mengenai Sistem Perpipaan Transmisi dan distibusi Gas sebagai Standar Wajib
No. 31/2012 Pelaksanaan Pembakaran Gas Suar Bakar (Flaring) pada Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi
No. 32/2021 Inspeksi Teknis dan Pemeriksaan Keselamatan Instalasi dan Peralatan pada Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi
INSTALASI
yang digunakan pada:
• Kegiatan eksplorasi dan/atau eksploitasi
• Kegiatan pengolahan
• Kegiatan pengangkutan
• Kegiatan penyimpanan dan niaga
• Kegiatan penunjang yang digunakan dalam Kegiatan Usaha Minyak dan
Gas Bumi
PERALATAN
terdiri atas:
• Alat Pengaman
• Bejana Tekan termasuk tabung accumulator
• Tangki Penimbun
• Pesawat Angkat
• Peralatan Putar
• Peralatan Listrik
• Bangunan Struktur di Perairan
• Sistem Alat Ukur
• Instalasi Pemboran
Re • Pesawat Angkat
Sertifikasi • Bejana Tekan
Pengertian Inspeksi
Other Standard
Inspection Code DS-1 Vol 3 – Drill Stem Inspection
International Association of Drilling Contractor (IADC) – IADC Drilling Manual
ASME B30.5 - Mobile and Locomotive Cranes
ASME B56.6 - Safety Standard for Rough Terrain Forklift Trucks
ASME 30.26 – Rigging Hardware
AWS D1.1 – Structural Welding Code
ASNT-TC-1A - Personnel Qualification and Certification in Nondestructive Testing
ASME V - Personnel Qualifications, Procedures, Equipment, Calibrations, and Demonstration of the NDE
procedures
SISTEM TATA KERJA (STK)
PERTAMINA
TESTING
DT (Destructive Test) yang sesuai dengan NDT (Non-Destructive Test) atau bisa disebut
namanya berarti pengujian dengan merusak juga dengan pengujian tanpa merusak. Sesuai
material bertujuan untuk menguji performa dari dengan namanya, pengujian ini dilakukan dengan
material suatu benda. Kegiatan ini sangat tidak merusak material saat inspeksi terhadap
memungkinkan merusak benda yang diuji suatu benda. Pengujian ini dilakukan untuk
mengetahui kerusakan dan tetap memelihara
suatu material yang terdapat dalam benda
tersebut
TIPE PENGUJIAN / INSPEKSI
Metode Penekanan:
1. Vickers
2. Rockwell
3. Brinell
Vickers Brinell
Menggunakan kerucut intan beban yang digunakan Menggunakan bola baja / karbida
bervariasi mulai dari 10, 30,50,100 dan 120 kgf.
IMPACT TEST
Non Destructive Test (NDT) adalah suatu proses meliputi Personnel NDT Level 2 harus mempunyai pengetahuan
inspeksi, pengujian, evaluasi suatu material, komponen, teknikal yang terkualifikasi untuk melakukan set up dan
rakitan untuk menemukan diskontinuiti, properti, cacat menstandarisasikan suatu peralatan dan menginterpretasi
tanpa merusak atau mengganggu unsur material (sumber: serta mengevaluasi sesuai code, standard, spesifikasi yang
SNT-TC-1A 2020) Beberapa jenis NDT yang di gunakan di digunakan. NDT Level 2 harus mengetahui scope dan limitasi
Petrodrill sbb: pada suatu metode, dan mempunyai tanggung jawab
terhadap Personel NDT level 1. NDT Level 2 harus dapat
mengorganisasi dan membuat laporan NDT Test.
1. Magnetic Particle Test (MT)
2. Dye Penetrant Test (PT) Personil NDT level 3 harus mempunyai pengetahuan dan skill
3. Ultrasonic Test (UT) untuk dapat mengembangkan, mengkualifikasi dan
menyetujui suatu procedure, teknik, menginterpretasi suatu
code, standard, spesifikasi. NDT Level 3 mempunyai
Personil NDT Level 1 harus mempunyai pengetahuan tanggung jawab terhadap hasil inspeksi yang dilakukan
teknikal yang terkualifikasi untuk menentukan spesifik berdasar NDT prosedur yang telah disetujui. NDT Level 3
standarisasi, dan evaluasi untuk menentukan diterima harus mempunyai background pengetahuan material,
atau ditolaknya suatu diskontinuitas berdasarkan instruksi fabrikasi dan produk teknologi, NDT Level 3 dapat melakukan
tertulis. NDT Level 1 saat melakukan inspeksi harus sertifikasi untuk mengeluarkan sertifikat NDT Level 1 dan
dalam supervisi NDT Level 2. Level 2.
Peralatan
Bahan Consumable
Tools
Consumbales
1. White Contrast Paint (WCP-2)
2. Black Ink (7HF)
3. Fluorescent Ink (14HF)
MAGNETIC PARTICLE INSPECTION
Kelebihan
Kekurangan
Referensi
AWS D1.1 Latest Edition : American Welding Society for Structural Steel
MAGNETIC PARTICLE INSPECTION
Aplikasi Pengujian MT
Menara
Aplikasi Pengujian MT
MAGNETIC PARTICLE INSPECTION
Application Pengujian MT
PENETRANT TEST, Pengujian ini digunakan untuk mendeteksi diskontinuitas / cacat yang
terletak di permukaan benda uji dengan menggunakan cairan contrast. Penetran Test (PT) dapat
diaplikasikan pada benda yang memiliki sifat Ferromagnetic maupun non-ferromagnetic).
PENETRANT TEST
Kelebihan
Kekurangan
Referensi
=
ULTRASONIC TEST
Peralatan
Kelebihan
Kekurangan
Reference
ASME BPVC Section V : Latest Edition – Article 4 Ultrasonic Examination Methods for Welds
ASME BPVC Section V : Latest Edition – Article 4 Ultrasonic Examination Methods for Materials
AWS D1.1 Latest Edition : American Welding Society for Structural Steel
Kelebihan
Kekurangan
3. Videoscope
PEMERIKSAAN DOKUMEN
DOCUMENT REVIEW
Persetujuan Layak Operasi
Kalibrasi Alat Ukur
Pemeriksaan Periodik
Pesawat Angkat
Tubular Goods
Lifting Gear
PERSETUJUAN LAYAK OPERASI
PENYEDERHANAAN PERATURAN
MENTERI ESDM
Permen PE 05/P/M/PERTAMB/1977
Permen PE 06.P/0746/[Link]/1991
Keputusan Bersama Men PE &
Mendag 0233K/096/[Link]/1988
SK DJM 43.P/38/DJM/1992
SK DJM 84.K/38/DJM/1998
SK DJM 21.K/38/DJM/1999 Desain, Instalasi, Desain, Instalasi,
Permen ESDM No. 18
SK DJM 39K/38/DJM/2002 dan Peralatan tahun 2018 dan Peralatan
Instalasi dan Permen ESDM No. 38 Desain, Instalasi, Permen ESDM No. 32
Peralatan tahun 2017 tahun 2021
dan Peralatan
Untuk meminimalisir
waktu perpanjangan
PLO, maka kita dapat
mempersiapkan
terlebih dahulu
dokumen-dokumen
tersebut
PROSES PERSETUJUAN LAYAK
OPERASI (PLO)
Masa Berlaku
Masa berlaku Persetujuan Layak Operasi paling lama 4 (empat) tahun.
Instalasi yang memiliki sisa umur layan (Remaining Life) kurang dari 8 (Delapan), masa berlaku Persetujuan
Layak Operasi adalah ½ (Satu per dua) dari sisa umur layan (Remaining Life).
Instalasi yang dilakukan Pemeriksaan Keselamatan berdasarkan hasil Analisis Risiko memiliki masa berlaku
Persetujuan Layak Operasi berdasarkan hasil Analisis Risiko selama sisa umur layan (remaining life) masih
terpenuhi.
Note : Berdasarakan Sosialisasi Permen ESDM No.18 Tahun 2018 Di Jakarta, Tanggal 4 April 2018
BAGAN ALIR PENERBITAN PLO
Kepala Inspeksi
Evaluasi / TIDAK
Klarifikasi
IYA
2013 2024
KALIBRASI ALAT UKUR
ACUAN KALIBARI ALAT UKUR
Example:
Toleransi Eror 2%
Timbangan dengan range 0 – 5 Kg
Inspeksi atau pengecekan yang dilakukan oleh Inspeksi atau pengecekan yang
Inspeksi Peralatan Pemboran pihak ke 3 untuk memastikan kesesuaian dilakukan oleh Crew yang berada
merupakan proses pemeriksaan peralatan Rig dengan standar industry yang dilokasi Rig (Lokasi Pengeboran
yang dilakukan oleh kementrian
1
dijadikan referensi MIGAS)
ESDM yang memastikan dan
mengijinkan peralatan pemboran
yang digunakan layak beroperasi Kategori 3 ditambah pemeriksaan Pengamatan
lebih lanjut terhadap semua terhadap struktur
bagian kritis dari peralatan yang harus dilakukan
seperti yang dianjurkan oleh setiap hari.
pabrik pembuatnya.
2
Program pelaksanaan Inspeksi
4
OPERATIONAL
Pemboran diperlukan untuk EXCELLENCE
memastikan bahwa peralatan
yang akan digunakan masih Inspeksi atau pengecekan
layak dan aman untuk yang dilakukan dengan Inspeksi atau
dipergunakan. menggunakan alat ukur NDT pengecekan yang
(Non Destructive Test) untuk dilakukan oleh
mengukur MT (magnetic test)
& UT (ultrasonic test)
3 fungsi maintenance
Frekuensi Pemeriksaan
Category Frequency Documentation Executor
I Daily Optional
Drilling crew
II At Rig Up Optional
Standard - Procedure