0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
246 tayangan10 halaman

Program Pengelolaan Sampah Sekolah

Diunggah oleh

Arfi Kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
246 tayangan10 halaman

Program Pengelolaan Sampah Sekolah

Diunggah oleh

Arfi Kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Program YUK SALIMAH

Yuk Kelola SAmpah dan


LIMbah di Sekolah
OLEH : ARFI KURNIAWAN, [Link]
CALON GURU PENGGERAK
ANGKATAN IX TAHUN 2023
LATAR BELAKANG
Kebijakan Sekolah dalam Upaya
Kesadaran diri menjaga lingkungan sekolah Penanggulangan Sampah di sekolah :
merupakan tanggung jawab warga sekolah Membuang sampah pada tempatnya
Memisahkan sampah sesuai jenisnya
Sampah Organik Sampah Anorganik
1. diuraikan oleh dekomposer (pengurai) dalam waktu Sampah dari bahan plastik ataupun bahan anorganik lain
yang tidak lama, contohnya dedaunan atau bagian (misalnya sterofoam, bungkus permen, bungkus mie instan,
sisa dari tumbuhan/ hewan yang dapat diuraikan botol air mineral, kotak susu UHT, dlsb) membutuhkan
oleh pengurai waktu yang lama untuk terurai. Sampah dari bahan-bahan
2. Bahan-bahan organik ini dapat diolah menjadi pupuk ini juga tidak benar-benar terurai melainkan berubah
organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. bentuk menjadi mikroplastik yang mencemari tanah.
TUJUAN PROGRAM
1. Membangun kesadaran diri peserta didik untuk peduli menjaga
kebersihan lingkungan sekolah.
2. Peserta didik mampu mengelola dan mengolah sampah menjadi barang
yang berdaya guna.
3. Mengembangkan 3 (tiga) dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu
Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia,
Bernalar Kritis dan Kreatif pada diri peserta didik.
CAPAIAN LANGKAH
1. Terbentuknya kesadaran diri peserta didik untuk Peserta didik dapat mengolah sampah organik
peduli menjaga kebersihan lingkungan sekolah menjadi pupuk kompos)
membawa palstik untuk tempat sampah pribadi Peserta didik merancang kampanye pengelolaan
bertanggung jawab terhadap sampah sendiri sampah di sekolah melalui berbagai media (media
dengan membuang pada tempat pembuangan sosial, pamflet, poster, video, infografis, dlsb)
sampah yang disediakan 3. Membangun Student Agency
2. Sampah di sekolah dapat dikelola dan diolah Peserta didik menyampaikan ide pengelolaan dan
peserta didik dengan prinsip 3R (Recycle, Reuse, pengolahan sampah
Reduce) Peserta didik menentukan produk sampah yang
Peserta didik dapat memilah sampah organik dan akan diolah sesuai dengan kemampuan masing-
nonorganik masing
Peserta didik dapat mengolah sampah non Tumbuhnya rasa memiliki dan menjaga sekolah
organik menjadi barang berdaya guna (prakarya, pada diri peserta didik
media belajar)
Struktur Program
dan Mitra
01 Program ini ditujukan
bagi peserta didik kelas
02 Dilaksanakan di sekolah
dengan tujuan mengolah
03 Asset Sekolah yang
dilibatkan :
X dan XI, diharapkan sampah di sekolah, warga sekolah
terbentuk pribadi terutama masih lingkungan dan
peserta didik yaang ditemukan sampah alam
peduli terhadap plastik dan dapat kebijakan sekolah
pengolahan sampah dilanjutkan dengan finansial
baik di sekolah maupun mengolah sampah yang sosial
lingkungan sekitar ada di rumah
PERNYATAAN TENTANG KAPASITAS YANG
DIMILIKI KELAS/SEKOLAH

[Link] Manusia
Kemampuan yang dimiliki guru dalam menggerakkan warga sekolah, terutama
peserta didik untuk ikut aktif terlibat dalam program
2. Asset Lingkungan dan Alam
Sampah organik dan nonorganik yang dikumpulkan o/ peserta didik untuk
dikelola dan diolah dengan prinsip 3R (Recycle, Reuse, Reduce)
3. Asset Politik
Dukungan dari kepala sekolah misalnya tercantum dalam visi dan misi
sekolah untuk menjadikan sekolah yang hijau.
4. Asset Sosial
Kerjasama dengan masyarakat sekitar sekolah yang telah berpengalaman
mengolah sampah organik menjadi kompos
5. Asset FInansial
Penggunaan dana BOS untuk membuat media kampanye/promosi
pengelolaan sampah di sekolah dalam bentuk spanduk
RENCANA EVALUASI
01 Evaluasi meliputi :
Pelaksanaan program 02 Evaluasi dibuat dalam bentuk instrumen
asessmen ketercapaian program dengan
kriteria yang ditentukan oleh kepala sekolah
Pemahaman program
dan guru, yang akan disebarkan melalui
Kemanfaatan program
google form.
Kemungkinan Tantangan
1. Kolaborasi antar warga sekolah belum terjalin
dengan baik
Solusi : sosialisasi program diperkuat dimulai dari
kepala sekolah, guru di kelas, dan mengundang
tokoh masyarakat

2. Kontrol/ pengawasan dalam Pelaksanaan


Program
Solusi : dapat dilakukan evaluasi berkala 2x satu
bulan untuk melihat sejauh mana program sudah
dilaksanakan
Peran Kita
dalam
Mengurangi
Sampah
TERIMA KASIH
"Kita masing-masing memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan.
Mulailah dari diri sendiri!"

Common questions

Didukung oleh AI

The program's effectiveness can be gauged through evaluation processes that include assessing implementation, understanding, and benefits of the program against predefined criteria set by school leaders. These evaluations are conducted using tools like surveys and assessments distributed via digital platforms (e.g., Google Forms) to gather qualitative and quantitative data. The evaluation includes regular program reviews, monitoring progress, and analyzing feedback from participants to identify areas for improvement and ensure that program goals are being met effectively .

The YUK SALIMAH program can expand beyond schools by fostering partnerships with local communities and leveraging students' environmental campaigns to raise broader awareness. Students can act as ambassadors, sharing their knowledge and practices with family members and neighbors, thus bridging school and community efforts. The program can collaborate with local industries and environmental organizations to support internships and community clean-up events, thereby fostering a culture of sustainability that reaches beyond educational institutions. Additionally, integrating program achievements into community events and social media initiatives can amplify its impact and encourage community-wide adoption of best practices in waste management .

Human resources, particularly teachers, play a crucial role in mobilizing students to actively participate in the YUK SALIMAH program. Teachers are responsible for guiding, motivating, and fostering collaboration among students and other school stakeholders. School leadership, notably the headmaster, provides essential support by incorporating waste management and environmental sustainability into the school's vision and mission, thus providing a broader political framework that encourages participation and commitment to the program .

The YUK SALIMAH program facilitates the development of Pancasila Student Profiles by emphasizing the cultivation of faith (Beriman), piety (Bertakwa), noble character (Berakhlak Mulia), critical thinking, and creativity among students. This is achieved by involving students in hands-on waste management practices such as composting, initiating awareness campaigns, and engaging in creative media activities, all of which foster these attributes. By taking responsibility for their waste and promoting a clean environment, students enhance their sense of empathy, responsibility, and moral values in line with Pancasila principles .

Environmental and natural assets are central to the YUK SALIMAH program as they provide the materials needed for practical waste management activities, such as composting organic waste. These assets, which include both organic and non-organic waste collected by students, are utilized to illustrate sustainable waste processing. By educating students on the sustainable management of these assets, the program not only reduces waste but also transforms potential refuse into valuable resources, enhancing environmental awareness and responsibility among participants .

The YUK SALIMAH program aims to engage students in waste management by promoting the separation of organic and non-organic waste, encouraging the reuse, recycling, and reduction of waste, and fostering personal responsibility among students. It emphasizes building students' awareness and active participation through creating personal waste disposal plans and initiating waste management campaigns using various media. The program further integrates the development of Pancasila Student Profiles, promoting critical thinking and creativity while inculcating environmental responsibility. By involving students in organic waste composting and utilizing school assets like human, environmental, and political resources, the program seeks to cultivate a sense of ownership and maintenance of school cleanliness among students .

Schools may face challenges like lack of collaboration among school stakeholders, insufficient awareness, and commitment to environmental responsibility when implementing the YUK SALIMAH program. These can be addressed by strengthening communication and socialization efforts beginning from school leadership to include teachers and external community figures. Regular evaluations and feedback mechanisms, involving participatory assessments and periodic progress reviews, can help to ensure accountability and adaptively manage the program. Furthermore, integrating environmental goals into the school's broader mission and competency frameworks can align all stakeholders toward common objectives .

In the YUK SALIMAH program, the principles of Recycle, Reuse, and Reduce (3R) are applied to manage waste sustainably at schools. Students are taught to separate waste into organic and non-organic categories, allowing for recycling and reuse of materials. Organic waste is transformed into compost, thus reducing the need for chemical fertilizers and promoting soil health. The program encourages students to creatively find new uses for items that would otherwise be discarded and emphasizes reducing waste production at its source by fostering an awareness of consumption habits .

Support from school political leadership significantly influences the effectiveness of the YUK SALIMAH program by aligning the school's policies and frameworks to support waste management and sustainability initiatives. When school leaders integrate sustainability into their vision and mission, they create an enabling environment that encourages participation and legitimizes the program's objectives. This top-down endorsement ensures that resources are allocated effectively, potential barriers are minimized, and the program's impact is maximized by fostering a shared understanding and commitment among all school stakeholders .

The YUK SALIMAH program employs strategies such as empowering students through student agency, where they take the initiative in designing and implementing waste management projects and campaigns. By harnessing diverse media, such as videos and social graphics, students creatively engage with the program's objectives. The program also incentivizes participation by embedding environmental tasks within broader educational frameworks like the Pancasila Student Profile, thus encouraging critical thinking and creative problem-solving. School staff participation is bolstered through professional development and aligning program objectives with personal and institutional goals, ensuring continuity and active involvement .

Anda mungkin juga menyukai