Prosedur Izin Kerja dan Tanggung Jawab
Prosedur Izin Kerja dan Tanggung Jawab
▪ Sasaran Pelatihan
▪ Pendahuluan
▪ Sasaran Izin Kerja (Permit To Work)
▪ Ruang Lingkup
▪ Penerapan
▪ Sistem Permit To Work
– Prosedur Langkah demi langkah
– Definisi
– Peran dan Tanggung jawab
▪ Ringkasan
Sasaran
• Personil memahami kapan diperlukan
izin umum (general permit) dan/atau
izin khusus (specialized permit)
dan/atau rencana kerja (work plan)
• Personil memahami bagaimana
sebuah izin kerja disahkan dan
dikomunikasikan
• Personil harus mengetahui peran dan
tanggung jawabnya didalam Permit to
Work Procedure
• Jika diperlukan, persiapan izin kerja umum, khusus dan rencana kerja harus dilengkapi
• Dokumen Izin Kerja (Permit) dan Rencana Kerja (Work Plan) harus tersedia di tempat kerja dan disimpan setelah
pekerjaan selesai.
• Semua Izin Kerja dan Rencana Kerja yang diperlukan harus sepenuhnya dilengkapi dan disetujui oleh semua
penandatangan sebelum Permit User melaksanakan pekerjaan.
Person Managing Control of Work bertanggung jawab memastikan:
o Izin Kerja (umum dan khusus) dan/atau Rencana Kerja dibuat sesuai dengan rincian Permit to Work
Procedure,
o Kondisi Izin/Rencana Kerja dikomunikasikan,
o Pekerjaan dilakukan sesuai dengan kondisi Izin/ Rencana Kerja dan Izin/ Rencana Kerja diselesaikan.
• Permit harus disetujui oleh Permit Approver SBU yang telah ditunjuk.
• Permit mungkin memerlukan otorisasi/persetujuan oleh Subject Matter Experts (SMEs) dan Manager PHR
tingkat tinggi sebagaimana diperlukan dalam potensi bahayanya.
• Rencana kerja harus disetujui oleh SME, Manager PHR tingkat tinggi jika diperlukan.
• Job safety analysis (JSA) harus dilakukan di lapangan bersama dengan tim pekerja, sebelum pekerjaan dimulai.
Area Controller
• Memastikan pekerjaan yang sedang dilakukan sesuai dengan izin kerja dan
dokumen analisis bahaya.
• Memantau area kerja secara periodik untuk memastikan bahwa area kerjanya
selamat.
• Memberitahukan Person Managing Control of Work jika terdapat perubahan
kondisi yang dapat mempengaruhi pekerjaan yang sedang berlangsung di
daerah tugasnya.
• Memahami kapan harus menghentikan pekerjaan (SWA).
• Area Controller yang berpengalaman dapat berperan sebagai mentor.
Subject Matter Expert
• Keahlian khusus HES dan teknis terkait dengan proses atau prosedur area yang
diidentifikasi.
Siapa
Facility Manager,
Operation Manager dan
lainnya?
• Job Scoping • Entry section 1 of permit to • Monitoring the w ork • Incorporate learnings from
• Job Planning and on-line PTW Register • Ensure all four categories of post-job debrief into the
• Get Permit Number error traps understood by the planning for the next time job
Perm it Requester
Time line
crew s is performed
• Competent Personnel • Engage PMCOW and crews • Helps crew to identify
• Adequate Resources involved in w ork being Start/Stop conditions prior to
• Worksite Readiness performed beginning w ork
reference to identify
• Review PWC • Update status of permit at
safeguard and mitigation • Assign AC for Periodic Monitoring
• Verify Section 2 of permit • AC to STOP w ork w hen: on-line PTW Register
• Approved Permit, section 3 • Document retention
• Work scope changes
• Engage PR and/or • Items in SWC not verified in place
PMCOW and functioning
• Provide special • Unsafe act or condition observed
consideration, if required
SYLA, PPHA, JSA, PWC SYLA (section 2 of PTW), On-line SYLA (section 2 of PTW), SWC, PTW, HP Tools
acific Indonesia. All RightsReserved
perm it register, PTW and Plan JSA, SWA, HP Tools
Module Permit to Work 16
Izin Kerja
Langkah 1
Gunakan Table 1. Menentukan Kapan
Izin/Rencana Kerja Diperlukan
YA YA
Catatan:
1) Izin Kerja diperlukan sesuai dengan persyaratan Proses MSW
2)PR (JO) harus terlebih dahulu menentukan Risiko kerja sebelum didiskusikan dengan PA (FO) dan HES Ops
PR: Permit Requester; JO: Job Owner; PA: Permit Approver; FO; Facility Owner
Tidak Wajib Izin Kerja bukan berarti menghilangkan kebutuhan untuk menyediakan safeguard untuk memitigasi atau menghilangkan bahaya kerja yang terkait.
Langkah 2
Melakukan Planning Phase Hazard Analysis,
Jika diperlukan
Potensi
Kegiatan Persyaratan Hazard Analysis
Bahaya
• Kegiatan SIMOPs • Dokumentasi Planning Phase Hazard
• Bypassing critical protection Analysis (PPHA)
• Kegiatan Commercial Diving • Dokumentasi onsite Job Safety
• Kegiatan dalam ruang terbatas (confined space) dengan kondisi bahaya Analysis (JSA)
khusus • Individual Hazard Assessment tanpa
• Pekerjaan pada peralatan bertegangan listrik lebih dari 50 Volt dokumentasi (seperti: Think Incident
• Kegiatan penggalian yang memerlukan system pelindung (seperti: Free (TIF); Personal Safety Plan,
shoring, bracing, sloping, dll.) dan/atau tool lain didalam Human
• Open Flame Hot work dalam area Hazardous (Classified) Performance (HP) toolbox)
• Hot tapping High
• Kegiatan yang memerlukan Positive Physical Isolation (PPI).
• Complicated, complex, heavy, blind dan/atau personnel lift yang
menggunakan man riding basket.
• Setiap kegiatan yang melibatkan bahan peledak (seperti: perforating, dll.)
• Setiap kegiatan yang memerlukan persetujuan Manager PHR (seperti:
Facility Manager, Operation Manager, dll.)
Potensi
Kegiatan Persyaratan Hazard Analysis
Bahaya
• Kegiatan yang hanya memerlukan izin kerja umum dan satu • Dokumentasi onsite Job Safety
izin kerja khusus atau rencana kerja, kecuali jika aktivitas Analysis (JSA).
tersebut dianggap memiliki potensi bahaya tinggi. • Individual Hazard Assessment tanpa
• Kegiatan yang hanya memerlukan izin kerja umum/general dokumentasi (seperti: Think Incident
permit to work (seperti: pengoperasian vacuum truck, Medium Free (TIF); Personal Safety Plan,
pengujian gas dengan peralatan portabel, mendirikan, dan/atau tool lain didalam Human
memodifikasi atau membongkar perancah, kegiatan yang Performance (HP) toolbox)
memerlukan sistem pelindung jatuh personal, dll.)
• Kegiatan yang tidak memerlukan permit dan berpotensi • Onsite Job Safety Analysis (JSA) verbal
kecil menimbulkan kecelakaan serius (seperti yang (tanpa dokumentasi)
disampaikan melalui IMS IT Tool; Safety alert & Bulletin, • Individual Hazard Assessment tanpa
MIS; Incident Share, dll.) Low dokumentasi (seperti: Think Incident
Free (TIF); Personal Safety Plan,
dan/atau tool lain didalam Human
Performance (HP) toolbox)
Langkah 3
Menerbitkan General Permit To Work, jika
diperlukan
SELALU
Permit harus dalam bahasa
yang sesuai bagi tim kerja
• Lengkapi bagian 1a – 1f
BAGIAN 1: Informasi Umum
• Tentukan dan lengkapi pencegahan dibagian 2a yang terkait
dengan lingkup pekerjaan seperti: Critical/Non-Critical
Lifting & Rigging, Work at Height, Vacuum Truck Ops, dll.
• Informasi critical protection yang di-bypassed harus
didokumentasikan oleh FO di dalam BCPRegister
• PA mereview masing-masing check box yang dicentang. PA
dapat memberikan instruksi tambahan
Langkah 4
Menerbitkan Izin Kerja Khusus, Jika diperlukan
• Lengkapi bagian 1a – 1f
• 1c diisi dengan lokasi dimana penyelaman akan
BAGIAN 1: Informasi Umum dilakukan
• Centang cek box yang sesuai dengan lingkup
pekerjaan yang direncanakan
• Tentukan dan lengkapi pencegahan dibagian 2a yang
terkait dengan lingkup pekerjaan seperti: approved
procedure, diving equipment yang dipakai, rescue
plan, stand-by boat, data arus dan angin, dll.
• Tuliskan nama penyelam sesuai dengan peran yang
dijalankan
BAGIAN 3: Persetujuan & Penerimaan • Jika diperlukan, dapatkan persetujuan dari SME dan HLCM
BAGIAN 4: Revalidasi Permit & Pengujian Gas • BAGIAN 4:Jika diperlukan hasil Pengujian Gas dibuat dalam
formterpisah
BAGIAN 5: Penutupan Permit • BAGIAN 5: Penutupan Permit
BAGIAN 4: Revalidasi Permit & Pengujian Gas • BAGIAN 4: Jika diperlukan, hasil Pengujian Gas dibuat dalam
formterpisah
BAGIAN 5: Penutupan Permit • BAGIAN 5: Penutupan Permit
BAGIAN 3: Persetujuan & Penerimaan • HLCM approval diperlukan apabila Positive Physical Isolation
(PPI) tidak bisa diterapkan. Exception form bisa dipakai jika
pengecualian dilakukan lebih dari 7 hari.
BAGIAN 4: Revalidasi Permit & Pengujian Gas
• Kolom Nomor Titik Isolasi diisi dengan nomor titik isolasi termasuk apabila pekerja memasang padlock-nya pada HASP yang dipasang langsung pada titik
isolasi. Kosongkan kolom ini jika pekerja memasang padlock pada Lock Box.
• Deskripsi Titik Isolasi diisi dengan informasi titik isolasi seperti: Valve A, Breaker 27, Lock Box, dll.
• Posisi Normal diisi dengan posisi Normal dari titik isolasi, seperti: ON, OPEN.
• Posisi Isolasi dengan cara isolasi dilakukan, seperti: blinding, skillet, Valve Closed, Breaker OFF, PPI
• Nomor Pad Lock diisi dengan nomor pad lock yang dipasang pekerja, seperti: 15, A7, Jon,
• Tagged? Diberi tanda centang apabila tag dipasang bersama dengan pad lock. Jika pad lock sudah mempunyai identifikasi pemasang yang jelas,
pemasangan tag menjadi tidak diperlukan.
• Di isolasi Oleh diisi dengan waktu dan siapa yang memasang padlock pada kolom Deskripsi Titik Isolasi diawal durasi permit sebelum pekerjaan dimulai.
• Di De-isolasi Oleh diisi dengan waktu dan siapa yang melepaskan padlock pada kolom Deskripsi Titik Isolasi setelah pekerjaan selesai dan isolasi energi
tidak lagi diperlukan, atau ketika durasi IHE PERMIT sudah selesai.
• 4 Titik Isolasi dikunci oleh FO personnel dimana semua anak kuncinya dimasukan ke dalam Lock Box No. 15 dan dikunci oleh FO Personnel dengan
memasang 1 padlock pada Lock Box. Infomasi titik-titik isolasi yang dikunci oleh FO personnel didokumentasikan di dalam IHE Log Book yang dikelola oleh
FO.
• Work Team Member (3 Pekerja) memasang masing-masing padlock-nya di Lock Box No.15.
• Kolom Nomor Titik Isolasi, Posisi Normal dan Posisi Isolasi dikosongkan karena padlock pekerja dipasang pada Lock Box.
• Nomor Pad Lock; diisi nomor padlock pekerja yang dipasang pada titik isolasi.
• Kolom Tagged? dikosongkan selama padlock pekerja yang dipasang memiliki identifikasi (nama atau nomor) yang menjelasakan siapa pemilik/pemegang
padlock-nya.
• Kolom Di Isolasi Oleh; diisi dengan waktu dan siapa yang memasang padlock pada kolom Deskripsi Titik Isolasi di awal durasi permit mulai berlaku sebelum
pekerjaan dimulai.
• Kolom Di De-isolasi Oleh; diisi dengan waktu dan siapa yang melepaskan padlock pada kolom Deskripsi Titik Isolasi setelah pekerjaan selesai dan isolasi
tidak lagi diperlukan, atau ketika durasi IHE Permit sudah selesai.
• 4 Titik isolasi dikunci oleh FO personel dan didokumentasikan di dalam IHE Log Book yang dikelola oleh FO.
• Kolom No. Equipment; diisi dengan equipment yang perlu dilakukan isolasi
• Deskripsi Titik Isolasi; diisi dengan informasi titik isolasi seperti: Valve #1, Breaker #4
• Kategori Isolasi; diisi keterangan single apabila pada titik isolasi hanya dipasang 1 padlock dan multiple apabila dipasang lebih dari 1 padlock.
• Posisi Normal; diisi dengan posisi normal dari titik isolasi.
• Metode Isolasi; diisi dengan cara isolasi dilakukan, seperti: Valve Closed, Breaker OFF.
• No. Padlock; diisi dengan nomor padlock FO (padlock kuning) yang dipasang pada titik isolasi.
• Pemasang Padlock; disii informasi waktu dan siapa yang melakukan pemasangan padlock FO pada titik isolasi
• Pelepas Padlock; disii informasi waktu dan siapa yang melakukan pelepasang padlock FO pada titik isolasi
• Keterangan (jika diperlukan); diisi dengan informasi tambahan yang diperlukan.
BAGIAN 4: Revalidasi Permit & Pengecekan Harian • BAGIAN 4: Revalidasi Permit & Pengecekan Harian kondisi
BLOCK
BAGIAN 5: Penutupan Permit • BAGIAN 5: Penutupan Permit
• Diisi dengan informasi nama PIC PGT yang dihubungi PMCoW yang mewakili kru kerja. Ditulis setiap hari untuk merubah status BLOCK ketika sebelum
pekerjaan dimulai dan ketika pekerjaan selesai dilakukan.
• Permintaan BLOCK di hari berikutnya ditulis pada baris/nomor berikutnya.
• Penulisan Nama (PIC PGT), tanggal dan jam aktual permintaan BLOCK dilakukan, diisi oleh PMCoW dengan kolom tanda tangan dikosongkan. Kolom tanda
tangan nantinya akan dilengkapi oleh PIC PGT yang melakukan perubahan status BLOCK power line sebelum dan sesudah pekerjaan dilakukan.
Langkah 5
Menerbitkan Rencana Kerja (Work Plan)
• HT & ISW Plan dilakukan di fase perencanaan untuk pekerjaan Hot Tapping atau In-
Service Welding pada fasilitas hydrocarbon. Plan ini tidak berlaku jika HT atau ISW
dilakukan pada fasilitas yang berisi fresh water
• Disiapkan oleh Project, Operation atau Construction Engineer
dan dibantu oleh Equipment Inspector dan SME
• Persetujuan High Level PHR Manager untuk pekerjaan Hot Tapping atau In-Service
Welding diberikan dalam Plan ini.
• Persetujuan HLCM dalam plan ini berlaku sampai pekerjaan
yang tercakup dalam plan ini selesai dilakukan.
• Plan ini akan digunakan sebagai lampiran oleh Permit Requester untuk pengajuan
Hot Work permit (fase perizinan)
• Persetujuan di dalam Hot Work Permit untuk lingkup pekerjaan Hot Tapping
atau In-Service Welding cukup oleh PMCoW & Permit Approver. High Level
Approval sudah didapatkan dalam HT & ISW Plan ini.
• Detail petunjuk penggunaan HT & ISW Plan terdapat pada halaman belakang
HT & ISW Plan ini
Langkah 6
Persetujuan Izin Kerja dan Rencana Kerja
▪ IBU harus mendokumentasikan daftar yang berisi semua petugas yang diberi wewenang untuk menyetujui izin
Competent Person
Orang yang mampu mengidentifikasi potensi bahaya disekitarnya, atau kondisi kerja yang tidak sehat, beracun atau
membahayakan bagi pekerja; dan diberi wewenang untuk mengambil tindakan perbaikan untuk menghilangkan bahaya
▪ Jenis pekerjaan/tugas apa yang memerlukan persetujuan Manager PHR tingkat tinggi?
Langkah 7
Menerbitkan Work Pack
▪ Setelah Izin Kerja (Permit) dan/atau Rencana Kerja (Work Plan) disahkan oleh individu yang tepat, paket kerja (work
pack) diterbitkan bagi Person Managing Control of Work.
▪ Work pack, sebagaimana diperlukan dilokasi sesuai potensi bahaya tugas pekerjaan, terdiri dari:
– General/ Specialized Permits
– Hazard Analysis (PPHA/JSA)
– Pre Work Check, Start Work Check
– HES passport dan sertifikat yang diperlukan untuk kompetensi pekerja
– Dokumen izin pendukung khusus (sebagaimana berlaku) saat bekerja seperti CSE-Entrant Log, Gas testing record,
critical lift plan, rescue plan, IHE plan, gas mapping plan, bump test record.
Note: Dokumen lainnya adalah bagian dari Engineering/ Work Order Package
Langkah 8
Melakukan Job Safety Analysis (JSA)
▪ Lakukan JSA di lapangan, dengan awak kerja, segera sebelum melakukan tugas.
▪ JSA harus dilakukan sesuai dengan Hazard Analysis Procedure
▪ Jika dokumentasi JSA diperlukan, maka form standar Upstream Job safety Analysis harus digunakan.
Langkah 9
Menerapkan dan Memastikan Isolasi dan
Safeguard
Langkah 10
Melakukan Pengujian Gas
▪ Pengujian gas harus dilakukan sesuai dengan standard Portable Gas Detection
segera sebelum melakukan pekerjaan yang membutuhkan pengujian gas,
termasuk namun tidak terbatas pada:
– Hot Work
– Confined Space Entry
– Isolation of Hazardous Energy
– Excavation
– Didalam area dengan potensi atmosfer berpotensi bahaya
Langkah 11
Tinjau dan Komunikasikan JSA, Izin Kerja
dan Rencana Kerja
Langkah 12
Melakukan Pekerjaan
• Lakukan kerja sesuai dengan kondisi yang diuraikan didalam dokumen izin (permit), rencana kerja dan analisis bahaya.
• Salinan work pack harus disimpan di lokasi, termasuk namun tidak terbatas pada:
o General/ Specialized Permits
o Hazard Analysis (PPHA/JSA)
o Pre Work Check, Start Work Check
o HES passport dan sertifikat yang diperlukan untuk kompetensi pekerja
o Dokumen izin pendukung khusus (sebagaimana berlaku) saat bekerja seperti CSE-Entrant Log, Gas testing record,
critical lift plan, rescue plan, IHE plan, gas mapping plan, bump test record.
Pemantauan
• Kerja harus dimonitor untuk memastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan
selamat sesuai dengan Izin Kerja dan/atau Rencana Kerja
• Siapa yang bertanggung jawab untuk memantau?
• Person Managing Control of Work (PMCoW)
• Tim Kerja
Kapan
• PMCoW tidak berada ditempat kerja • Kondisi tempat kerja di lokasi kerja berubah
– Pekerjaan harus dihentikan sampai pengganti PMCoW - cuaca
• Di tempat kerja - housekeeping
• Izin dan rencana kerja divalidasi ulang • Terjadi cidera, insiden atau near miss di tempat
• Ditemukan kondisi tidak selamat yang sebelumnya tidak kerja
terdokumentasi
• Kekhawatiran tentang keselamatan disampaikan oleh
pekerja
• Fasilitas alarm darurat diaktifkan
• Terjadi kegiatan dari lokasi yang berdekatan yang dapat
berpotensi mempengaruhi pekerjaan Pekerjaan harus dihentikan
• PMCoW harus memvalidasi ulang kondisi
izin
➢ Dengan tanda tangan basah
• Kondisi tempat kerja harus diverifikasi
bahwa selamat untuk melanjutkan kerja
Kapan
• Tempat kerja ditinggalkan tanpa pengawasan berapapun
lamanya
• Pekerjaan melebihi masa berlaku permit (16 jam)
o Hentikan Pekerjaan
o Masa berlaku 16 jam yang baru harus dicantumkan
pada izin
o Izin harus disetujui ulang oleh PMCoW melalui tanda
tangan basah
Kapan
• Perubahan lingkup pekerjaan seperti diidentifikasi tambahan langkah kerja, peralatan yang diperlukan, SIMOPs,
• langkah-langkah berikut harus dilakukan:
– Pekerjaan harus divalidasi ulang berdasarkan Hazard Analysis Procedure
– Izin baru harus dibuat dan diterbitkan
Langkah 13
Penutupan
Setelah penyelesaian pekerjaan: ▪ Izin ditutup melalui tanda tangan basah oleh
• Apa PMCoW
– Verifikasi bahwa isolasi dan barikade sudah dipindahkan Jika diperlukan, SME
– Peralatan telah kembali bekerja Permit Approver
– Tempat kerja telah dikembalikan ke kondisi operasi
normal
• Siapa
– PMCoW
– Permit Approver
• Diskusi penutupan pekerjaan dengan team kerja
– Didokumentasikan pada JSA
• Apa yang bekerja, berjalan dengan baik?
• Apa yang dapat diperbaiki?
• Tambahan prosedur
• Tahapan pekerjaan yang terlewatkan
• Bahaya yang terlewatkan
• Pengaman yang terlewatkan
• Tandatangan dan/atau persetujuan yang terlewatkan
• Situasi stop work yang terlewatkan
• Simpan semua dokumen (yakni, PPHA, JSA, general PTW, specialized PTW dan Rencana Kerja) di ruang kontrol atau
ruang terpusat lainnya untuk memastikan kepatuhan terhadap
– Electronic (MSW PTW IT tool)
– Kebijakan penyimpanan dokumen (record retention policies)
• Izin Kerja merupakan sebuah mekanisme - Rencana Kerja • Peran penting dalam PTW
untuk mengendalikan, memberikan o Lifting and Rigging - Permit user
wewenang dan mengkomunikasikan tugas o SIMOP - Person Managing Control of Work
kerja serta: o Hop Tap & In Service - Permit Approver
– Mengelola perubahan lingkup pekerjaan Welding - Authorized Remote Permit Approver
– Merinci kapan pekerjaan harus • PTW Procedure secara jelas - Area Controller
dihentikan menunjukkan peran dan tanggung • Mengapa permit kita perlukan?
• Jenis izin yang dibutuhkan bergantung pada jawab tentang bagaimana sebuah izin:
potensi bahaya dari tugas kerja - Dipersiapkan
– Izin Kerja Umum (General Permit To - Disetujui/dikeluarkan
Work) - Dimonitor/diverifikasi
– Izin Kerja Khusus (Specialized Permit) - Ditangani untuk perubahan kondisi
• Hot work - Dilengkapi dan ditutup
• Confined Space Entry
• Excavation
• Commercial Diving
• Electrical
• Isolation of Hazardous Energy
• Working Under Power Line