100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
271 tayangan73 halaman

Prosedur Izin Kerja dan Tanggung Jawab

Diunggah oleh

ekosaputra6680
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
271 tayangan73 halaman

Prosedur Izin Kerja dan Tanggung Jawab

Diunggah oleh

ekosaputra6680
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pencegahan Kecelakaan

Serius dan Fatality


(Permit to Work Procedure)

Module Permit to Work 1


Garis Besar

▪ Sasaran Pelatihan
▪ Pendahuluan
▪ Sasaran Izin Kerja (Permit To Work)
▪ Ruang Lingkup
▪ Penerapan
▪ Sistem Permit To Work
– Prosedur Langkah demi langkah
– Definisi
– Peran dan Tanggung jawab
▪ Ringkasan

Module Permit to Work 2


Sasaran Pelatihan

Sasaran
• Personil memahami kapan diperlukan
izin umum (general permit) dan/atau
izin khusus (specialized permit)
dan/atau rencana kerja (work plan)
• Personil memahami bagaimana
sebuah izin kerja disahkan dan
dikomunikasikan
• Personil harus mengetahui peran dan
tanggung jawabnya didalam Permit to
Work Procedure

Module Permit to Work 3


Pendahuluan

Izin Kerja (PTW) Sasaran Permit to Work Procedure


• Sistem Izin Kerja (PTW) merupakan sebuah • Memberi otorisasi kepada orang-orang
mekanisme untuk mengidentifikasi, tertentu untuk melaksanakan pekerjaan
mengkomunikasikan, mengurangi dan tertentu, di lokasi tertentu, selama jangka
mengendalikan bahaya terkait pekerjaan waktu tertentu.
yang memiliki potensi dampak buruk • Memfasilitasi komunikasi tentang bagaimana
terhadap kesehatan, lingkungan dan proses kerja dikendalikan dan siapa yang
keselamatan. mengendalikan.
• Izin Kerja terdiri atas tiga kegiatan: • Mengidentifikasi ruang lingkup pekerjaan
– Izin Kerja Umum (General Permit To Work) dan mengatur parameter yang digunakan
– Izin Khusus (Specialized Permits) untuk mengelola pekerjaan (misalnya,
perubahan kondisi entri yang dapat diterima
– Rencana Kerja (Work Plans)
ruang lingkup atau pekerjaan)
• Jenis-jenis Izin Kerja dan/atau Rencana Kerja
• Merinci kapan pekerjaan harus dihentikan
yang dibutuhkan tergantung pada potensi
bahaya dari aktivitas kerja.

Module Permit to Work 4


Ruang Lingkup

Ruang Lingkup Izin Kerja termasuk:


• KaryawanPHR dan delegasinya, serta
kontraktor didalam PHR Upstream & Gas.
• Setiap pekerjaan yang diidentifikasi memiliki
potensi bahaya yang signifikan dalam analisis
bahaya dan harus dikendalikan oleh izin
herja dan/atau rencana kerja.
Perizinan sendiri (self-permitting) tidak
diperbolehkan
• Permit User dan Permit Approver tidak dapat
dilakukan oleh orang yang sama

Module Permit to Work 5


Ruang Lingkup

Ruang Lingkup Izin Kerja termasuk:


• KaryawanPHR dan delegasinya,
serta kontraktor didalam PHR
Upstream & Gas.
• Setiap pekerjaan yang diidentifikasi
memiliki potensi bahaya yang signifikan
dalam analisis bahaya dan harus
dikendalikan oleh izin kerja dan/atau
rencana kerja.

Module Permit to Work 6


Curah Pendapat (Brainstorming)

▪ Apa tujuan dari Izin Kerja?

Module Permit to Work 7


Definisi

Sistem Izin Kerja (Permit To Work)


Sebuah sistem tertulis resmi yang digunakan
untuk mengendalikan jenis pekerjaan tertentu
yang berpotensi membahayakan.

Module Permit to Work 8


Definisi

Persyaratan Izin Kerja termasuk:


• Personil yang berwewenang bertanggung jawab dalam peran izin kerja harus terlatih dan kompeten. SBU/facility
harus mendokumentasikan Permit Approver dan Area Controller yang diberikan wewenang.
• PTW Procedure secara jelas menunjukkan peran dan tanggung jawab tentang bagaimana sebuah izin:
–Dipersiapkan
–Disetujui/dikeluarkan
–Dimonitor/diverifikasi
–Ditangani terhadap perubahan kondisi yang terjadi
–Dilengkapi dan ditutup
• Analisis bahaya harus dilakukan ketika merencanakan pekerjaan yang disyaratkan dalam Hazard Analysis Procedure
dan harus mencakup identifikasi terhadap kebutuhan Permit.

Module Permit to Work 9


Persyaratan Izin Kerja

• Jika diperlukan, persiapan izin kerja umum, khusus dan rencana kerja harus dilengkapi
• Dokumen Izin Kerja (Permit) dan Rencana Kerja (Work Plan) harus tersedia di tempat kerja dan disimpan setelah
pekerjaan selesai.
• Semua Izin Kerja dan Rencana Kerja yang diperlukan harus sepenuhnya dilengkapi dan disetujui oleh semua
penandatangan sebelum Permit User melaksanakan pekerjaan.
Person Managing Control of Work bertanggung jawab memastikan:
o Izin Kerja (umum dan khusus) dan/atau Rencana Kerja dibuat sesuai dengan rincian Permit to Work
Procedure,
o Kondisi Izin/Rencana Kerja dikomunikasikan,
o Pekerjaan dilakukan sesuai dengan kondisi Izin/ Rencana Kerja dan Izin/ Rencana Kerja diselesaikan.
• Permit harus disetujui oleh Permit Approver SBU yang telah ditunjuk.
• Permit mungkin memerlukan otorisasi/persetujuan oleh Subject Matter Experts (SMEs) dan Manager PHR
tingkat tinggi sebagaimana diperlukan dalam potensi bahayanya.
• Rencana kerja harus disetujui oleh SME, Manager PHR tingkat tinggi jika diperlukan.
• Job safety analysis (JSA) harus dilakukan di lapangan bersama dengan tim pekerja, sebelum pekerjaan dimulai.

Module Permit to Work 10


Peranan dan Tanggung jawab

Permit User ▪ Meninjau dokumen Planning Phase Hazard


• Orang atau orang-orang yang melakukan pekerjaan Analysis (PPHA).
yang telah disetujui sesuai dengan lingkup dan ▪ Menerbitkan izin kerja umum dan khusus bagi
kondisi yang didokumentasikan pada permit. Persons Managing Control of Work.
• Memahami kapan harus menghentikan pekerjaan ▪ Meninjau lingkup izin kerja untuk memastikan
(SWA). aktivitas kerja yang saling bertentangan tidak
terjadi secara bersamaan.
▪ Berpartisipasi dalam kegiatan perencanaan kerja
Permit Approver (seperti pertemuan operasi harian, dll.).
• Memahami pekerjaan yang direncanakan dan ▪ Memahami kapan harus menghentikan
prosedur pemberitahuan kondisi darurat. pekerjaan (SWA).
• Meninjau semua jenis permit dan rencana kerja
sebelum diterbitkan.

Module Permit to Work 11


Peranan dan Tanggung jawab

Person Managing Control of Work


• Memahami pekerjaan yang direncanakan,
operasi/perawatan dan prosedur pemberitahuan
kondisi darurat
• Meninjau planning phase hazard analyses (PPHA)
• Memfasilitasi, mereview, dan mendokumentasikan
onsite JSA
• Membuat dan/atau membantu dalam penyusunan
izin dan rencana kerja
• Mengkomunikasikan lingkup kerja, potensi bahaya,
mitigasi, kondisi izin/rencana kerja kepada tim kerja
• Memantau tempat kerja untuk memastikan bahwa
area kerja selamat
• Memfasilitasi penutupan kerja (yakni: diskusi lessons
learn, penutupan izin kerja, dll.)
• Memahami kapan harus menghentikan pekerjaan
(SWA)

Module Permit to Work 12


Person Managing Control of Work (PMCoW)
▪ PMCoW
– Bukan peran baru, tapi terminologi standar baru.
– Sebelumnya disebut Work Team Leader, Person in Charge, Worksite
Supervisor, dll.

Module Permit to Work 13


Peranan dan Tanggung jawab

Area Controller
• Memastikan pekerjaan yang sedang dilakukan sesuai dengan izin kerja dan
dokumen analisis bahaya.
• Memantau area kerja secara periodik untuk memastikan bahwa area kerjanya
selamat.
• Memberitahukan Person Managing Control of Work jika terdapat perubahan
kondisi yang dapat mempengaruhi pekerjaan yang sedang berlangsung di
daerah tugasnya.
• Memahami kapan harus menghentikan pekerjaan (SWA).
• Area Controller yang berpengalaman dapat berperan sebagai mentor.
Subject Matter Expert
• Keahlian khusus HES dan teknis terkait dengan proses atau prosedur area yang
diidentifikasi.

Module Permit to Work 14


Peranan dan Tanggung jawab

PHR Manager Tingkat Tinggi (High Level PHR Manager)


• Menyetujui kegiatan berpotensi bahaya tinggi termasuk hot tapping, hot work
saat menyelam, penggunaan bahan peledak saat penyelaman, menyelam di
ruang tertutup/ruang terbatas, masuk kedalam inert atmosphere.
• Menyetujui pengisolasian yang mengharuskan isolasi fisik positif (positive
physical isolation) namun isolasi fisik positif tersebut tidak dapat dilakukan.
• Menyetujui pekerjaan yang tingkat bahayanya tidak dapat dimitigasi ke tingkat
kemungkinan dan keparahan bahaya sedang atau rendah sesuai dengan Table 8
dalam Hazard Analysis Procedure.
• Melakukan MSW leadership engagements.

Siapa
Facility Manager,
Operation Manager dan
lainnya?

Module Permit to Work 15


Tugas Pelaksana Izin Kerja Dalam Alur Kerja MSW proses
Planning Perm itting Im plem entation Close-Out

• Job Scoping • Entry section 1 of permit to • Monitoring the w ork • Incorporate learnings from
• Job Planning and on-line PTW Register • Ensure all four categories of post-job debrief into the
• Get Permit Number error traps understood by the planning for the next time job

Perm it Requester
Time line
crew s is performed
• Competent Personnel • Engage PMCOW and crews • Helps crew to identify
• Adequate Resources involved in w ork being Start/Stop conditions prior to
• Worksite Readiness performed beginning w ork

• Identify Required Permit • Complete Section 2 & 3 of


• Facilitate Hazard Analysis; permit
use SYLA as reference • Submit permit to PA
• Pre-Work Check (PWC)

• Be-resources during • Monitor job being • SW Verifier to Validate SWC


• Sign-off permit (permit
PPHA development performed in his/her area • Approve the crew s to start
closed)
• Ensure SYLA is used as • Manage resources the w ork
Perm it Approver

reference to identify
• Review PWC • Update status of permit at
safeguard and mitigation • Assign AC for Periodic Monitoring
• Verify Section 2 of permit • AC to STOP w ork w hen: on-line PTW Register
• Approved Permit, section 3 • Document retention
• Work scope changes
• Engage PR and/or • Items in SWC not verified in place
PMCOW and functioning
• Provide special • Unsafe act or condition observed
consideration, if required

• Update On-site JSA • Performed Post-job Review


• If required, involved, • Understand job scope • Established items in Section 2of • What safeguard w orked
as resources, in • Understand required precaution permit and SYLA • What HP tools used and
development of • Understand of permitting
PPHA process • Together w ith crew s, verify how effective
critical safeguards onSWC • What mistake made
PMCOW

• Use SYLA, as • Communicate HA and condition • Any latent condition?


reference, w hen may trigger SWA to the crew s • Drift
developing PPHA • Closed Permit
START the WORK
and JSA • Return document to PA
• Revalidate permit and SWC, if
required
TOOLS

SYLA, PPHA, JSA, PWC SYLA (section 2 of PTW), On-line SYLA (section 2 of PTW), SWC, PTW, HP Tools
acific Indonesia. All RightsReserved
perm it register, PTW and Plan JSA, SWA, HP Tools
Module Permit to Work 16
Izin Kerja

Langkah 1
Gunakan Table 1. Menentukan Kapan
Izin/Rencana Kerja Diperlukan

Module Permit to Work


Table 1. Menentukan Kapan Izin/Rencana Kerja Diperlukan
Izin/Rencana Kerja Diharuskan dalam kondisi berikut Contoh (termasuk namun tidak terbatas pada)
Pekerjaan dengan potensi signifikan untuk cedera, • Pekerjaan yang melibatkan pembobolan garis, peralatan
insiden atau loss of containment. atau bejand (vessel).
• Pekerjaan khusus (misal confined space entry, hot work,
excavation, diving, complex lifts, dll.)
Pekerjaan yang diidentifikasi mempunyai riwayat • Operasi vacuum truck melibatkan cairan yang mudah
insiden dengan potensi bahaya medium/high. menguap dan /atau mudah terbakar, material mudah
meledak
• Pekerjaan memerlukan pelindung jatuh
Transfer pekerjaan dan tanggung jawab dari satu grup • Transfer pekerjaan antar keahlian/ketrampilan
ke grup lain. • Transfer pekerjaan antar perusahaan kontraktor
• Transfer pekerjaan antar perusahaan kontraktor dan
PHR
Simultaneous operations (SIMOPs). • Kegiatan operasi dan pemeliharaan yang berlangsung di
daerah yang sama.
• Kegiatan konstruksi dan operasi yang berlangsung di
daerah yang sama.
• Operasi produksi dan drilling yang berlangsung di daerah
yang sama.

Module Permit to Work 18


Panduan kegiatan Dimana Rencana Kerja Tidak Diperlukan
• Dokumen yang berisi daftar pekerjaan dimana rencana kerja tidak diperlukan dapat dibuat berdasarkan analisa yang
dilakukan oleh FO, Job Owner (JO), dan HES.
• Dokumen ini merupakan referensi untuk menentukan ruang lingkup kegiatan kerja serupa yang tidak tercantum
dalam dokumen tersebut.
• Pengembangan dokumen ini dikelola dan didokumentasikan oleh FO & JO.
• Kegiatan/pekerjaan apa pun yang tidak memerlukan rencana kerja harus telah disetujui upaya safeguard / mitigasi
(mis. lock devices, SOP, SRP, OP, hazard analysis, BCP Register, dll.). Upaya safeguard/mitigasi ini harus dilaksanakan
dan diverifikasi di tempat dan berfungsi sebelum pekerjaan dilakukan.

Module Permit to Work 19


Daftar Referensi Kegiatan Yang Tidak Memerlukan Izin Kerja
• Kegiatan pemotongan rumput dan semak-semak/pohon kecil dilakukan oleh Kontraktor di bawah pengawasan FO,
dalam area yang tidak berbahaya.
• Assist Operator/Well Checker/Casing Release dilakukan oleh Kontraktor di bawah pengawasan FO.
• Pekerjaan survei proyek, seperti scoping, drawing, inventory.
• Pengoperasian kendaraan logistik di dalam Non-Hazardous Classified Area (NHCA).
• Kegiatan Well test/Sonolog yang dilakukan oleh Kontraktor di bawah pengawasan FO dalam Non-Hazardous
Classified Area (NHCA).
• Regreening/replanting di borrow pit atau green field.
• Penggalian dan pengangkutan tanah menggunakan dump truk di borrow pit atau green field.
• Pengelasan, pemotongan, grinding di Fab Shop/Yard yang ditentukan sebagai Non-Hazardous Classified Area (NHCA)
atau Safe Hot Work Area (SHWA).
• Ruang lingkup PGT: Pembacaan KWH Meter, Leakage current L/A, Voltage/Ampere/PF pada Relay, dll. and Download:
Relay, RTU, Disturbance Recorder.

Module Permit to Work 20


Panduan Proses Memerlukan atau Tidak Memerlukan Izin Kerja
Tentukan ruang
lingkup pekerjaan
yangdirencanakan

Ruang lingkup TIDAK PA (FO), PR (JO) TIDAK


memenuhi atau dan HES Resiko Sedang Izin Kerja tidak
terdiri dari pekerjaan atau Tinggi?
yang memerlukan menentukan diperlukan
Izin Kerja? resiko2)

YA YA

Izin Kerja (Umumatau


Khusus) dibutuhkan1)

Catatan:
1) Izin Kerja diperlukan sesuai dengan persyaratan Proses MSW
2)PR (JO) harus terlebih dahulu menentukan Risiko kerja sebelum didiskusikan dengan PA (FO) dan HES Ops
PR: Permit Requester; JO: Job Owner; PA: Permit Approver; FO; Facility Owner
Tidak Wajib Izin Kerja bukan berarti menghilangkan kebutuhan untuk menyediakan safeguard untuk memitigasi atau menghilangkan bahaya kerja yang terkait.

Module Permit to Work 21


Izin Kerja

Langkah 2
Melakukan Planning Phase Hazard Analysis,
Jika diperlukan

Module Permit to Work


Table 2. Persyaratan Analisis Bahaya

Potensi
Kegiatan Persyaratan Hazard Analysis
Bahaya
• Kegiatan SIMOPs • Dokumentasi Planning Phase Hazard
• Bypassing critical protection Analysis (PPHA)
• Kegiatan Commercial Diving • Dokumentasi onsite Job Safety
• Kegiatan dalam ruang terbatas (confined space) dengan kondisi bahaya Analysis (JSA)
khusus • Individual Hazard Assessment tanpa
• Pekerjaan pada peralatan bertegangan listrik lebih dari 50 Volt dokumentasi (seperti: Think Incident
• Kegiatan penggalian yang memerlukan system pelindung (seperti: Free (TIF); Personal Safety Plan,
shoring, bracing, sloping, dll.) dan/atau tool lain didalam Human
• Open Flame Hot work dalam area Hazardous (Classified) Performance (HP) toolbox)
• Hot tapping High
• Kegiatan yang memerlukan Positive Physical Isolation (PPI).
• Complicated, complex, heavy, blind dan/atau personnel lift yang
menggunakan man riding basket.
• Setiap kegiatan yang melibatkan bahan peledak (seperti: perforating, dll.)
• Setiap kegiatan yang memerlukan persetujuan Manager PHR (seperti:
Facility Manager, Operation Manager, dll.)

Module Permit to Work 23


Table 2. Persyaratan Hazard Analysis

Potensi
Kegiatan Persyaratan Hazard Analysis
Bahaya
• Kegiatan yang hanya memerlukan izin kerja umum dan satu • Dokumentasi onsite Job Safety
izin kerja khusus atau rencana kerja, kecuali jika aktivitas Analysis (JSA).
tersebut dianggap memiliki potensi bahaya tinggi. • Individual Hazard Assessment tanpa
• Kegiatan yang hanya memerlukan izin kerja umum/general dokumentasi (seperti: Think Incident
permit to work (seperti: pengoperasian vacuum truck, Medium Free (TIF); Personal Safety Plan,
pengujian gas dengan peralatan portabel, mendirikan, dan/atau tool lain didalam Human
memodifikasi atau membongkar perancah, kegiatan yang Performance (HP) toolbox)
memerlukan sistem pelindung jatuh personal, dll.)

• Kegiatan yang tidak memerlukan permit dan berpotensi • Onsite Job Safety Analysis (JSA) verbal
kecil menimbulkan kecelakaan serius (seperti yang (tanpa dokumentasi)
disampaikan melalui IMS IT Tool; Safety alert & Bulletin, • Individual Hazard Assessment tanpa
MIS; Incident Share, dll.) Low dokumentasi (seperti: Think Incident
Free (TIF); Personal Safety Plan,
dan/atau tool lain didalam Human
Performance (HP) toolbox)

Module Permit to Work 24


Izin Kerja

Langkah 3
Menerbitkan General Permit To Work, jika
diperlukan

Module Permit to Work


Persyaratan Izin Kerja Umum
• Dokumentasikan tugas pekerjaan yang akan dilakukan:
– Uraian singkat pekerjaan yang akan dilakukan.
– Uraian peralatan yang akan dikerjakan.
– Tanggal, jam dan lokasi kerja.
– Durasi permit
• 16 jam tanpa validasi ulang
• Periode validasi ulang
– Nomor referensi PPHA, jika diperlukan.
– Daftar operation procedure, maintenance dan/atau drilling & completion yang diperlukan, jika perlu.
– Daftar dokumentasi rencana kerja yang diperlukan.

SELALU
Permit harus dalam bahasa
yang sesuai bagi tim kerja

Module Permit to Work 26


General Permit To Work

• Lengkapi bagian 1a – 1f
BAGIAN 1: Informasi Umum
• Tentukan dan lengkapi pencegahan dibagian 2a yang terkait
dengan lingkup pekerjaan seperti: Critical/Non-Critical
Lifting & Rigging, Work at Height, Vacuum Truck Ops, dll.
• Informasi critical protection yang di-bypassed harus
didokumentasikan oleh FO di dalam BCPRegister
• PA mereview masing-masing check box yang dicentang. PA
dapat memberikan instruksi tambahan

BAGIAN 3: Persetujuan & Penerimaan


BAGIAN 3: Persetujuan & Penerimaan BAGIAN 4: Revalidasi Permit & Pengujian Gas
BAGIAN 5: Penutupan Permit
BAGIAN 4: Revalidasi Permit & Pengujian Gas

BAGIAN 5: Penutupan Permit

Module Permit to Work 27


Izin Kerja

Langkah 4
Menerbitkan Izin Kerja Khusus, Jika diperlukan

Module Permit to Work


Izin Kerja Khusus

▪ Kapan izin kerja umum diperlukan?


▪ Mengapa beberapa pekerjaan mengharuskan adanya izin kerja umum dan izin kerja khusus?
▪ Untuk pekerjaan apa saja izin kerja khusus diperlukan?
– Hot work
– Confined space entry
– Excavation
– Commercial diving
– Electrical
– Isolation of Hazardous Energy
– Working Under Power Line

Module Permit to Work 29


Persyaratan Izin Kerja Khusus

• Dokumentasikan pekerjaan khusus yang akan dilakukan


SELALU
– Uraian singkat pekerjaan yang akan dilakukan Permit harus dalam bahasa
– Uraian peralatan yang akan dikerjakan yang sesuai bagi tim kerja

– Tanggal, jam dan lokasi kerja


– Durasi izin
• 16 jam tanpa validasi ulang
• Periode validasi ulang
– Nomor referensi PPHA, jika diperlukan
• Informasi lain yang diperlukan
– Peralatan khusus (crane, alat berat bermotor) atau perkakas yang diperlukan
– Jelaskan SOP, OP, SRP, dsb yang diperlukan
– Jelaskan keperluan tambahan (seperti, SME, entry watch, rescue plan, emergency equipment, dive tender)

Module Permit to Work 30


Commercial Diving Permit

• Lengkapi bagian 1a – 1f
• 1c diisi dengan lokasi dimana penyelaman akan
BAGIAN 1: Informasi Umum dilakukan
• Centang cek box yang sesuai dengan lingkup
pekerjaan yang direncanakan
• Tentukan dan lengkapi pencegahan dibagian 2a yang
terkait dengan lingkup pekerjaan seperti: approved
procedure, diving equipment yang dipakai, rescue
plan, stand-by boat, data arus dan angin, dll.
• Tuliskan nama penyelam sesuai dengan peran yang
dijalankan

• Persetujuan SME dan HLCM diperlukan ketika


penyelaman dilakukan dengan masuk ke dalam
BAGIAN 3: Persetujuan & Penerimaan
confined space, penggunaan bahan peledak dan
melakukan hot work
BAGIAN 4: Revalidasi Permit
• BAGIAN 4: Revalidasi Permit
BAGIAN 5: Penutupan Permit • BAGIAN 5: Penutupan Permit

Module Permit to Work 31


Confined Space Entry Permit
• CSE Permit berlaku baik untuk aktivitas masuk ke dalam
Confined Space maupun Confined Space dengan Special
Hazardous Characteristics
• Masuk ke dalam CS dengan O2<16,5% hanya dapat dilakukan
setelah mendapatkan HLCM approval.
• Lengkapi IHE permit jika diperlukan IHE
• Tentukan dan lengkapi pencegahan dibagian 2a yang terkait
dengan lingkup pekerjaan, seperti: PPI harus dilakukan terkait
dengan hot work dalam confined space, continuous gas testing
ketika initial gas testing melebihi nilai ambang batas,
persetujuan HLCM sebelum masuk ke dalam inert atmosfer,
prosedur komunikasi antara Entry Watch dan Entrant, dll.
• 2c diisi dengan nama Confined Space Entry Watch dan
Confined Space Entry Supervisor.

• Persetujuan SME dan HLCM diperlukan ketika masuk ke


dalam CS dengan Inert Atmosphere

• BAGIAN 4: Hasil Pengujian Gas dan CSE-Entrant Log dibuat


dalam formterpisah
• BAGIAN 5: Penutupan Permit

Module Permit to Work 32


Energized Electrical Work Permit

• EEWP berlaku untuk Pekerjaan Listrik pada energized


electrical conductor atau part (>50V) yang tidak berada dalam
electrical safe work condition (kondisi dimana konduktor atau
bagian sirkuit listrik telah terputus dari bagian yang
BAGIAN 1: Informasi Umum berenergy, di kunci/dilabeli sesuai dengan standard yang ada,
diuji untuk memastikan ketiadaan tegangan (Volt) dan
membumikannya (grounding) jika diperlukan.

• Tentukan dan lengkapi pencegahan dibagian 2a yang terkait


dengan lingkup pekerjaan seperti: electrical work zone, PPE
sesuai arc flash hazard analysis, komunikasi antara Electrical
Person dan Electrical Standby Person, dll.
• 2c diisi dengan informasi grounding yang dipasang oleh
QEP/AEP sesuai keperluan.

BAGIAN 3: Persetujuan & Penerimaan • Jika diperlukan, dapatkan persetujuan dari SME dan HLCM

BAGIAN 4: Revalidasi Permit & Pengujian Gas • BAGIAN 4:Jika diperlukan hasil Pengujian Gas dibuat dalam
formterpisah
BAGIAN 5: Penutupan Permit • BAGIAN 5: Penutupan Permit

Module Permit to Work 33


Excavation Permit

• Excavation permit berlaku untuk pekerjaan penggalian dengan


peralatan berat, penggalian manual dengan kedalaman
≥1,2m/4ft. Tentukan dimensi galian yang akan dibuat. Permit
BAGIAN 1: Informasi Umum tidak berlaku jika penggalian dilakukan di borrow pit atau
green fieldarea
• Tentukan dan lengkapi pencegahan di bagian 2a yang terkait
dengan lingkup pekerjaan seperti: verifikasi utilitas bawah
tanah, pengoperasian alat berat di bawah/dekat power line,
rambu/barikade mencegah unauthorized access, review dan
persetujuan SME diperlukan untuk kondisi tertentu, dll.
• Tambahkan CSE permit untuk penggalian manual dan masuk
ke dalam galian parit (trench) lebih dari 1,2m/4ft.

• Jika diperlukan, dapatkan persetujuan dari SME.


BAGIAN 3: Persetujuan & Penerimaan • Tambahan persetujuan untuk utility bawah tanah sesuai
yang ditandai pada BAGIAN 2 harus selalu ada bersama
dengan persetujuan PA dan PMCoW. Electrical High Voltage
(PGT) dan Low Voltage (Non-PGT) juga harus diidentifikasi.

BAGIAN 4: Revalidasi Permit & Pengujian Gas • BAGIAN 4: Jika diperlukan, hasil Pengujian Gas dibuat dalam
formterpisah
BAGIAN 5: Penutupan Permit • BAGIAN 5: Penutupan Permit

Module Permit to Work 34


Hot Work Permit

• HWP berlaku untuk pekerjaan Open Flame atau


Non-Open Flame Hot Work, Hot Tapping, In-Service
Welding, termasuk Vacuum Truck Operation di
Hazardous Classified Area
• Lengkapi IHE permit jika diperlukan IHE
• Tentukan dan lengkapi pencegahan dibagian 2a yang
terkait dengan lingkup pekerjaan seperti: Gas
Mapping Plan, pengujian gas awal & lanjutan,
pengendalian bahan mudah terbakar dan sumber api,
vacuum truck ops di HCA, dll.
• Lengkapi Hot Tapping & In-Service Welding Plan untuk
lingkup pekerjaan Hot Tapping atau In-Service Welding
pada hydrocarbon facility.
• Jika pekerjan hot work melibatkan non-critical lifting,
cukup gunakan 1 Hot Work Permit

• BAGIAN 3: Persetujuan & Penerimaan


• BAGIAN 4: Revalidasi Permit & Pengujian Gas
• BAGIAN 5: Penutupan Permit

Module Permit to Work 35


Isolation of Hazardous Energy (IHE) Permit

• IHE Permit berlaku untuk pekerjaan yang memerlukan


dilakukannya isolasi energi berbahaya.
• Centang check box “Membutuhkan PPI” di bagian 1d jika
BAGIAN 1: Informasi Umum pekerjaan mengharuskan PPI.

• Tentukan dan lengkapi pencegahan di bagian 2a yang terkait


dengan lingkup pekerjaan seperti: isolation plan/diagram,
perangkat yang dipakai, individual lock, persetujuan HLCM
jika PPI diperlukan tapi PPI tidak dapat dilakukan, energy
berbahaya yang akan diisolasi, dll.
• 2c diisi dengan informasi titik isolasi, lock box atau hasp yang
dipasang lock oleh pekerja untuk mengisolasi energi
berbahaya saat bekerja. Lock yang dipasang FO pada poin
isolasi didokumentasikan dalam IHE Log Book.

BAGIAN 3: Persetujuan & Penerimaan • HLCM approval diperlukan apabila Positive Physical Isolation
(PPI) tidak bisa diterapkan. Exception form bisa dipakai jika
pengecualian dilakukan lebih dari 7 hari.
BAGIAN 4: Revalidasi Permit & Pengujian Gas

• BAGIAN 4: Revalidasi Permit & Pengujian Gas


BAGIAN 5: Penutupan Permit
• BAGIAN 5: Penutupan Permit
Module Permit to Work 36
Petunjuk Pengisian IHE Permit BAGIAN 2c

• Kolom Nomor Titik Isolasi diisi dengan nomor titik isolasi termasuk apabila pekerja memasang padlock-nya pada HASP yang dipasang langsung pada titik
isolasi. Kosongkan kolom ini jika pekerja memasang padlock pada Lock Box.
• Deskripsi Titik Isolasi diisi dengan informasi titik isolasi seperti: Valve A, Breaker 27, Lock Box, dll.
• Posisi Normal diisi dengan posisi Normal dari titik isolasi, seperti: ON, OPEN.
• Posisi Isolasi dengan cara isolasi dilakukan, seperti: blinding, skillet, Valve Closed, Breaker OFF, PPI
• Nomor Pad Lock diisi dengan nomor pad lock yang dipasang pekerja, seperti: 15, A7, Jon,
• Tagged? Diberi tanda centang apabila tag dipasang bersama dengan pad lock. Jika pad lock sudah mempunyai identifikasi pemasang yang jelas,
pemasangan tag menjadi tidak diperlukan.
• Di isolasi Oleh diisi dengan waktu dan siapa yang memasang padlock pada kolom Deskripsi Titik Isolasi diawal durasi permit sebelum pekerjaan dimulai.
• Di De-isolasi Oleh diisi dengan waktu dan siapa yang melepaskan padlock pada kolom Deskripsi Titik Isolasi setelah pekerjaan selesai dan isolasi energi
tidak lagi diperlukan, atau ketika durasi IHE PERMIT sudah selesai.

Module Permit to Work 37


Pengisian IHE Permit BAGIAN 2c – Oleh Pekerja Contoh

• 4 Titik Isolasi dikunci oleh FO personnel dimana semua anak kuncinya dimasukan ke dalam Lock Box No. 15 dan dikunci oleh FO Personnel dengan
memasang 1 padlock pada Lock Box. Infomasi titik-titik isolasi yang dikunci oleh FO personnel didokumentasikan di dalam IHE Log Book yang dikelola oleh
FO.
• Work Team Member (3 Pekerja) memasang masing-masing padlock-nya di Lock Box No.15.
• Kolom Nomor Titik Isolasi, Posisi Normal dan Posisi Isolasi dikosongkan karena padlock pekerja dipasang pada Lock Box.
• Nomor Pad Lock; diisi nomor padlock pekerja yang dipasang pada titik isolasi.
• Kolom Tagged? dikosongkan selama padlock pekerja yang dipasang memiliki identifikasi (nama atau nomor) yang menjelasakan siapa pemilik/pemegang
padlock-nya.
• Kolom Di Isolasi Oleh; diisi dengan waktu dan siapa yang memasang padlock pada kolom Deskripsi Titik Isolasi di awal durasi permit mulai berlaku sebelum
pekerjaan dimulai.
• Kolom Di De-isolasi Oleh; diisi dengan waktu dan siapa yang melepaskan padlock pada kolom Deskripsi Titik Isolasi setelah pekerjaan selesai dan isolasi
tidak lagi diperlukan, atau ketika durasi IHE Permit sudah selesai.

Module Permit to Work 38


Pengisian IHE Log Book – Oleh Operation Contoh

• 4 Titik isolasi dikunci oleh FO personel dan didokumentasikan di dalam IHE Log Book yang dikelola oleh FO.
• Kolom No. Equipment; diisi dengan equipment yang perlu dilakukan isolasi
• Deskripsi Titik Isolasi; diisi dengan informasi titik isolasi seperti: Valve #1, Breaker #4
• Kategori Isolasi; diisi keterangan single apabila pada titik isolasi hanya dipasang 1 padlock dan multiple apabila dipasang lebih dari 1 padlock.
• Posisi Normal; diisi dengan posisi normal dari titik isolasi.
• Metode Isolasi; diisi dengan cara isolasi dilakukan, seperti: Valve Closed, Breaker OFF.
• No. Padlock; diisi dengan nomor padlock FO (padlock kuning) yang dipasang pada titik isolasi.
• Pemasang Padlock; disii informasi waktu dan siapa yang melakukan pemasangan padlock FO pada titik isolasi
• Pelepas Padlock; disii informasi waktu dan siapa yang melakukan pelepasang padlock FO pada titik isolasi
• Keterangan (jika diperlukan); diisi dengan informasi tambahan yang diperlukan.

Module Permit to Work 39


Working Under/Near Power Line Permit

• Permit ini berlaku untuk pekerjaan yang melibatkan operasi


alat berat (spt. crane, excavator, rig) yang dilakukan di bawah
atau dekat dengan kabel listrik (overhead power line)
BAGIAN 1: Informasi Umum
• 1e diisi dengan tipe dan nomor peralatan berat yang
dioperasikan
• Tentukan dan lengkapi pencegahan di bagian 2a yang terkait
dengan lingkup pekerjaan seperti: tegangan overhead power
line & jarak minimum safe clearance, APD electrical, termasuk
dengan pernyataan bahwa pekerja yang terlibat paham dengan
kondisi BLOCK, critical/non-critical lifting & rigging
• 2c diisi dengan informasi grounding yang dipasang pada
peralatan berat ke grounding point.

• Lengkapi informasi tentang Permit Approver (berasal dari PGT


Team), PMCoW, dan PIC PGT yang melakukan BLOCK serta durasi
BAGIAN 3: Persetujuan & Penerimaan
dilakukannya BLOCK harian

BAGIAN 4: Revalidasi Permit & Pengecekan Harian • BAGIAN 4: Revalidasi Permit & Pengecekan Harian kondisi
BLOCK
BAGIAN 5: Penutupan Permit • BAGIAN 5: Penutupan Permit

Module Permit to Work 40


Working Under/Near Power Line Permit Contoh

• Diisi dengan informasi nama PIC PGT yang dihubungi PMCoW yang mewakili kru kerja. Ditulis setiap hari untuk merubah status BLOCK ketika sebelum
pekerjaan dimulai dan ketika pekerjaan selesai dilakukan.
• Permintaan BLOCK di hari berikutnya ditulis pada baris/nomor berikutnya.
• Penulisan Nama (PIC PGT), tanggal dan jam aktual permintaan BLOCK dilakukan, diisi oleh PMCoW dengan kolom tanda tangan dikosongkan. Kolom tanda
tangan nantinya akan dilengkapi oleh PIC PGT yang melakukan perubahan status BLOCK power line sebelum dan sesudah pekerjaan dilakukan.

Module Permit to Work 41


Izin Kerja

Langkah 5
Menerbitkan Rencana Kerja (Work Plan)

Module Permit to Work


Persyaratan Rencana Kerja

▪ Untuk pekerjaan apa Rencana Kerja (Work Plan) diperlukan?

Module Permit to Work 43


Persyaratan Rencana Kerja

• Dokumentasikan tugas pekerjaan yang akan dilakukan


▪ Uraian singkat pekerjaan yang akan dilakukan
▪ Tanggal dan lokasi kerja
▪ Nomor referensi Izin Kerja Umum atau Izin Kerja Khusus
▪ Uraian peralatan yang akan dikerjakan
▪ Jelaskan keperluan tambahan (seperti: SME, spotter, signalmen, standby
personnel)
▪ Jelaskan informasi persyaratan lain sesuai persyaratan MSW Standard yang
berlaku (seperti, Lifting and Rigging, Hot Tap & In-Service Welding dan
SIMOPs)

Module Permit to Work 44


Hot Tapping & In-Service Welding Plan (HT & ISW Plan)

• HT & ISW Plan dilakukan di fase perencanaan untuk pekerjaan Hot Tapping atau In-
Service Welding pada fasilitas hydrocarbon. Plan ini tidak berlaku jika HT atau ISW
dilakukan pada fasilitas yang berisi fresh water
• Disiapkan oleh Project, Operation atau Construction Engineer
dan dibantu oleh Equipment Inspector dan SME
• Persetujuan High Level PHR Manager untuk pekerjaan Hot Tapping atau In-Service
Welding diberikan dalam Plan ini.
• Persetujuan HLCM dalam plan ini berlaku sampai pekerjaan
yang tercakup dalam plan ini selesai dilakukan.
• Plan ini akan digunakan sebagai lampiran oleh Permit Requester untuk pengajuan
Hot Work permit (fase perizinan)
• Persetujuan di dalam Hot Work Permit untuk lingkup pekerjaan Hot Tapping
atau In-Service Welding cukup oleh PMCoW & Permit Approver. High Level
Approval sudah didapatkan dalam HT & ISW Plan ini.
• Detail petunjuk penggunaan HT & ISW Plan terdapat pada halaman belakang
HT & ISW Plan ini

Module Permit to Work 45


Hot Tapping & In-Service Welding Plan (bagian belakang HT & ISW Plan)

Module Permit to Work 46


Izin Kerja

Langkah 6
Persetujuan Izin Kerja dan Rencana Kerja

Module Permit to Work


Permit Approver

▪ IBU harus mendokumentasikan daftar yang berisi semua petugas yang diberi wewenang untuk menyetujui izin

Module Permit to Work 48


Persetujuan Izin Kerja dan Rencana Kerja
Rencana Kerja
– SIMOPs plan
• Diketahui oleh Person Managing Control of Work
• Diketahui oleh SIMOPs representative(s)
• Disetujui oleh SIMOPs controller
– Lift plan
• Ditanda tangani oleh Competent person
– Hot Tap & In-Service Welding
• Dilengkapi oleh Project Engineer, Operation Engineer, Construction Engineer, Equipment Inspector, SME
• Disetujui oleh Job Owner Leader / Team Manager (Construction / Maintenance)
• Disetujui oleh Facility Owner Leader(s)
• Disetujui oleh Facility Owner Manager

Competent Person
Orang yang mampu mengidentifikasi potensi bahaya disekitarnya, atau kondisi kerja yang tidak sehat, beracun atau
membahayakan bagi pekerja; dan diberi wewenang untuk mengambil tindakan perbaikan untuk menghilangkan bahaya

Module Permit to Work 49


Persetujuan Izin Kerja dan Rencana Kerja

Izin Kerja Khusus


• Disetujui dengan tandatangan basah oleh peran yang sesuai dalam urutan berikut
– Jika diperlukan, SME
– Permit Approver
– Jika diperlukan, Manager PHR tingkat tinggi
– Onsite Person Managing Control of Work

Izin Kerja Umum


• Disetujui dengan tandatangan basah oleh peran yang sesuai dalam urutan berikut:
– Permit Approver
– Onsite Person Managing Control of Work

Module Permit to Work 50


Curah Pendapat (Brainstorming)

▪ Jenis pekerjaan/tugas apa yang memerlukan persetujuan Manager PHR tingkat tinggi?

Module Permit to Work 51


Izin Kerja

Langkah 7
Menerbitkan Work Pack

Module Permit to Work


Work Pack

▪ Setelah Izin Kerja (Permit) dan/atau Rencana Kerja (Work Plan) disahkan oleh individu yang tepat, paket kerja (work
pack) diterbitkan bagi Person Managing Control of Work.
▪ Work pack, sebagaimana diperlukan dilokasi sesuai potensi bahaya tugas pekerjaan, terdiri dari:
– General/ Specialized Permits
– Hazard Analysis (PPHA/JSA)
– Pre Work Check, Start Work Check
– HES passport dan sertifikat yang diperlukan untuk kompetensi pekerja
– Dokumen izin pendukung khusus (sebagaimana berlaku) saat bekerja seperti CSE-Entrant Log, Gas testing record,
critical lift plan, rescue plan, IHE plan, gas mapping plan, bump test record.
Note: Dokumen lainnya adalah bagian dari Engineering/ Work Order Package

Module Permit to Work 53


Izin Kerja

Langkah 8
Melakukan Job Safety Analysis (JSA)

Module Permit to Work


Work Pack

▪ Lakukan JSA di lapangan, dengan awak kerja, segera sebelum melakukan tugas.
▪ JSA harus dilakukan sesuai dengan Hazard Analysis Procedure
▪ Jika dokumentasi JSA diperlukan, maka form standar Upstream Job safety Analysis harus digunakan.

Module Permit to Work 55


Izin Kerja

Langkah 9
Menerapkan dan Memastikan Isolasi dan
Safeguard

Module Permit to Work


Work Pack

▪ Laksanakan isolasi energi berbahaya sesuai dengan standard Isolation of


Hazardous Energy
– Pastikan bahwa isolasi terpasang dan efektif sebelum memulai pekerjaan
• Person Managing Control of Work bertanggung jawab untuk memeriksa
isolasi dan memastikan de-energization peralatan
▪ Pastikan semua safeguard, peringatan dan pemberitahuan berada di tempat
seperti yang ditentukan oleh MSW Standards, termasuk namun tidak terbatas
pada:
– Working at height
– Excavation
– Lifting and Rigging
– Electrical
– Hot Work

Module Permit to Work 57


Izin Kerja

Langkah 10
Melakukan Pengujian Gas

Module Permit to Work


Work Pack

▪ Pengujian gas harus dilakukan sesuai dengan standard Portable Gas Detection
segera sebelum melakukan pekerjaan yang membutuhkan pengujian gas,
termasuk namun tidak terbatas pada:
– Hot Work
– Confined Space Entry
– Isolation of Hazardous Energy
– Excavation
– Didalam area dengan potensi atmosfer berpotensi bahaya

Module Permit to Work 59


Izin Kerja

Langkah 11
Tinjau dan Komunikasikan JSA, Izin Kerja
dan Rencana Kerja

Module Permit to Work


Komunikasi

Module Permit to Work 61


Izin Kerja

Langkah 12
Melakukan Pekerjaan

Module Permit to Work


Melakukan Kerja (Tugas)

• Lakukan kerja sesuai dengan kondisi yang diuraikan didalam dokumen izin (permit), rencana kerja dan analisis bahaya.
• Salinan work pack harus disimpan di lokasi, termasuk namun tidak terbatas pada:
o General/ Specialized Permits
o Hazard Analysis (PPHA/JSA)
o Pre Work Check, Start Work Check
o HES passport dan sertifikat yang diperlukan untuk kompetensi pekerja
o Dokumen izin pendukung khusus (sebagaimana berlaku) saat bekerja seperti CSE-Entrant Log, Gas testing record,
critical lift plan, rescue plan, IHE plan, gas mapping plan, bump test record.

Pemantauan
• Kerja harus dimonitor untuk memastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan
selamat sesuai dengan Izin Kerja dan/atau Rencana Kerja
• Siapa yang bertanggung jawab untuk memantau?
• Person Managing Control of Work (PMCoW)
• Tim Kerja

Module Permit to Work 63


Validasi Ulang Izin (Revalidasi Permit)

Siapa yang memvalidasi ulang?


• PMCoW
Bagaimana validasi ulang didokumentasikan?
• Tandatangan basah
– Tandatangan basah adalah tandatangantinta.

Module Permit to Work 64


Validasi Ulang Izin (Revalidasi Permit)

Kapan
• PMCoW tidak berada ditempat kerja • Kondisi tempat kerja di lokasi kerja berubah
– Pekerjaan harus dihentikan sampai pengganti PMCoW - cuaca
• Di tempat kerja - housekeeping
• Izin dan rencana kerja divalidasi ulang • Terjadi cidera, insiden atau near miss di tempat
• Ditemukan kondisi tidak selamat yang sebelumnya tidak kerja
terdokumentasi
• Kekhawatiran tentang keselamatan disampaikan oleh
pekerja
• Fasilitas alarm darurat diaktifkan
• Terjadi kegiatan dari lokasi yang berdekatan yang dapat
berpotensi mempengaruhi pekerjaan Pekerjaan harus dihentikan
• PMCoW harus memvalidasi ulang kondisi
izin
➢ Dengan tanda tangan basah
• Kondisi tempat kerja harus diverifikasi
bahwa selamat untuk melanjutkan kerja

Module Permit to Work 65


Validasi Ulang Izin (Revalidasi Permit)

Kapan
• Tempat kerja ditinggalkan tanpa pengawasan berapapun
lamanya
• Pekerjaan melebihi masa berlaku permit (16 jam)
o Hentikan Pekerjaan
o Masa berlaku 16 jam yang baru harus dicantumkan
pada izin
o Izin harus disetujui ulang oleh PMCoW melalui tanda
tangan basah

Module Permit to Work 66


Validasi Ulang Izin (Revalidasi Permit)

Kapan
• Perubahan lingkup pekerjaan seperti diidentifikasi tambahan langkah kerja, peralatan yang diperlukan, SIMOPs,
• langkah-langkah berikut harus dilakukan:
– Pekerjaan harus divalidasi ulang berdasarkan Hazard Analysis Procedure
– Izin baru harus dibuat dan diterbitkan

Sebuah izin tidak dapat divalidasi


ulang jika terjadi perubahan kondisi
didalam izin (permit)

Module Permit to Work 67


Izin Kerja

Langkah 13
Penutupan

Module Permit to Work


Penutupan Izin Kerja

Setelah penyelesaian pekerjaan: ▪ Diskusi penutupan pekerjaan dengan team kerja


▪ Apa – Didokumentasikan pada JSA
– Verifikasi bahwa isolasi dan barikade sudah • Apa yang bekerja, berjalan dengan baik?
dipindahkan • Apa yang dapat diperbaiki?
– Peralatan telah kembali bekerja • Tambahan prosedur
– Tempat kerja telah dikembalikan ke kondisi operasi • Tahapan pekerjaan yang terlewatkan
normal • Bahaya yang terlewatkan
▪ Siapa • Pengaman yang terlewatkan
– PMCoW • Tandatangan dan/atau persetujuan yang
– Permit Approver terlewatkan
• Situasi stop work yang terlewatkan

Module Permit to Work 69


Penutupan Izin Kerja

Setelah penyelesaian pekerjaan: ▪ Izin ditutup melalui tanda tangan basah oleh
• Apa PMCoW
– Verifikasi bahwa isolasi dan barikade sudah dipindahkan Jika diperlukan, SME
– Peralatan telah kembali bekerja Permit Approver
– Tempat kerja telah dikembalikan ke kondisi operasi
normal
• Siapa
– PMCoW
– Permit Approver
• Diskusi penutupan pekerjaan dengan team kerja
– Didokumentasikan pada JSA
• Apa yang bekerja, berjalan dengan baik?
• Apa yang dapat diperbaiki?
• Tambahan prosedur
• Tahapan pekerjaan yang terlewatkan
• Bahaya yang terlewatkan
• Pengaman yang terlewatkan
• Tandatangan dan/atau persetujuan yang terlewatkan
• Situasi stop work yang terlewatkan

Module Permit to Work 70


Penyimpanan Dokumen (Document Retention)

• Simpan semua dokumen (yakni, PPHA, JSA, general PTW, specialized PTW dan Rencana Kerja) di ruang kontrol atau
ruang terpusat lainnya untuk memastikan kepatuhan terhadap
– Electronic (MSW PTW IT tool)
– Kebijakan penyimpanan dokumen (record retention policies)

Module Permit to Work 71


MSW Permit to Work Diagram Alur PTW Procedure

Module Permit to Work 72


Ringkasan

• Izin Kerja merupakan sebuah mekanisme - Rencana Kerja • Peran penting dalam PTW
untuk mengendalikan, memberikan o Lifting and Rigging - Permit user
wewenang dan mengkomunikasikan tugas o SIMOP - Person Managing Control of Work
kerja serta: o Hop Tap & In Service - Permit Approver
– Mengelola perubahan lingkup pekerjaan Welding - Authorized Remote Permit Approver
– Merinci kapan pekerjaan harus • PTW Procedure secara jelas - Area Controller
dihentikan menunjukkan peran dan tanggung • Mengapa permit kita perlukan?
• Jenis izin yang dibutuhkan bergantung pada jawab tentang bagaimana sebuah izin:
potensi bahaya dari tugas kerja - Dipersiapkan
– Izin Kerja Umum (General Permit To - Disetujui/dikeluarkan
Work) - Dimonitor/diverifikasi
– Izin Kerja Khusus (Specialized Permit) - Ditangani untuk perubahan kondisi
• Hot work - Dilengkapi dan ditutup
• Confined Space Entry
• Excavation
• Commercial Diving
• Electrical
• Isolation of Hazardous Energy
• Working Under Power Line

Module Permit to Work 73

Anda mungkin juga menyukai