Jurnal GOVERNANSI, p-ISSN 2442-3971 e-ISSN 2549-7138 11
Volume 8 Nomor 1, April 2022
IMPLEMENTASI PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA
IMPLEMENTATION OF FREEDOM TO LEARN INDEPENDENT CAMPUS
PROGRAM
Neng Virly Apriliyani1*, Denny Hernawan2, Irma Purnamasari3, Gotfridus Goris
Seran4 , Berry Sastrawan5
1,2,3,4,5 Program Studi
Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas
Djuanda, Jl. Tol Ciawi No. 1, Kotak Pos 35, Bogor, Jawa Barat 16720
*Korespondensi: Neng Virly Apriliyani. Email: [Link]@[Link]
(Diterima: 20-12-2021; Ditelaah: 24-12-2021; Disetujui: 30-12-2021)
ABSTRAK
The aim of this research is to find out the impact of implementation of Freedom to Learn Independent
Campus Program (MBKM Program) on the Study Program of Public Administration. The main aim of MBKM
Program is basically intended to give freedom for higher education institutions to be more autonomous,
independent, less bureaucratic, and innovative in producing highly qualified graduates. To achieve the main
aim, the implementation of MBKM Program includes eight learning activities, namely student exchange,
internship/work practice, teaching assistant in the education unit, research, humanitarian project,
entrepreneurship, independent study/project, and thematic field work. The Study Program of Public
Administration has implemented two learning activities, namely student exchange and internship/work
practice. Results of this research indicate that the implementation of MBKM Program impacts on some aspects,
namely improvement of experiential learning to build hard and soft skills of students, fulfilment of learning
achievement of graduate, and improvement of lecturer capacity. Moreover, this research identifies the
presence of constraints on the implementation of MBKM Program in the cases of curriculum revision, redesign
of academic information system, and fund problem for student.
Key words: Experiential Learning, Freedom to Learn Independent Campus Program, Program
Implementation, Student-Centered Learning.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak implementasi Program Merdeka Belajar Kampus
Merdeka (MBKM) terhadap Program Studi Administrasi Publik. Tujuan utama program MBKM pada dasarnya
dimaksudkan untuk memberikan kebebasan kepada perguruan tinggi agar lebih mandiri, bebas, kurang
birokratik, dan inovatif dalam rangka menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi. Untuk mencapai tujuan
utama tersebut, pelaksanaan Program MBKM mencakup delapan bentuk kegiatan pembelajaran, yaitu
pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, kampus mengajar, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan
wirausaha, studi/proyek independen, dan kuliah kerja nyata tematik. Program Studi Administrasi Publik sudah
melaksanakan dua kegiatan pembelajaran, yaitu pertukaran pelajar/mahasiswa dan magang/praktik kerja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program MBKM tersebut berdampak terhadap beberapa
hal, yaitu peningkatan pembelajaran eksperiensial untuk membentuk hard skill dan soft skill mahasiswa,
pemenuhan capaian pembelajaran lulusan, dan peningkatan kapasitas dosen. Di samping itu, penelitian ini
mengidentifikasi adanya hambatan terhadap implementasi program MBKM dalam hal penyesuaian kurikulum,
penyesuaian sistem informasi akademik, dan masalah pendanaan bagi mahasiswa.
Kata kunci: Implementasi Program, Pembelajaran Eksperiensial, Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka,
Student-Centered Learning.
Apriliyani, Neng Virly; Hernawan, Denny; Purnamasari, Irma; Seran, Gotfridus Goris & Sastrawan, Berry.
(2022). Imlementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Jurnal GOVERNANSI, 8(1): 11-18.
12 Neng Virly Apriliyani, et al. Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka
PENDAHULUAN kan kebebasan bagi mahasiswa untuk
Program Merdeka Belajar Kampus memperoleh berbagai wawasan, penge-
Merdeka (MBKM) secara resmi diluncurkan tahuan dan pengalaman sesuai dengan
pertama kali oleh Menteri Pendidikan dan bidang minat bakatnya dan siap bersaing di
Kebudayaan pada tanggal 24 Januari 2020. dunia global.
Program ini merupakan inovasi terbesar di Program Studi Administrasi Publik
dunia pendidikan dalam lingkup perguruan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
tinggi, baik negeri maupun swasta. Program Universitas Djuanda Bogor adalah salah
yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan satu program studi yang telah menjalankan
dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim program MBKM. Program yang telah
ini diharapkan dapat menjawab tantangan dijalankan adalah pertukaran pelajar/
perguruan tinggi untuk menghasilkan mahasiswa dan magang/praktik kerja.
lulusan yang sesuai dengan perkembangan Dengan dijalankannya program MBKM
zaman, tuntutan dunia usaha, dan perkem- tersebut, tentunya ada dampak bagi civitas
bangan teknologi yang semakin pesat. akademik baik mahasiswa maupun dosen.
Program utama MBKM adalah kemu- Berdasarkan latar belakang tersebut,
dahan pembukaan program studi baru, maka penelitian ini dilakukan untuk
perubahan sistem akreditasi perguruan mengetahui dampak implementasi program
tinggi, kemudahan perguruan tinggi negeri MBKM bagi Program Studi Administrasi
menjadi PTN berbadan hukum, dan hak Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
belajar tiga semester mahasiswa di luar Universitas Djuanda Bogor.
program studi. Tiga semester dimaksud
adalah berupa satu semester berkesem-
MATERI DAN METODE
patan mengambil mata kuliah di luar
program studi dan dua semester melak- Implementasi Program MBKM
sanakan aktivitas pembelajaran di luar Implementasi program dalam hal ini
perguruan tinggi. Setiap mahasiswa diberi- disamakan dengan implementasi kebijakan.
kan kebebasan untuk mengambil Satuan Implementasi kebijakan oleh Van Meter dan
Kredit Semester (SKS) di luar program Van Horn (1975) didefinisikan sebagai
studi. tindakan-tindakan yang dilakukan baik oleh
Berbagai bentuk kegiatan belajar di individu-individu atau pejabat-pejabat atau
luar perguruan tinggi, di antaranya kelompok-kelompok pemerintah atau
mengikuti pertukaran pelajar/mahasiswa, swasta yang diarahkan pada tercapainya
melakukan magang/praktik kerja di tujuan-tujuan yang telah digariskan dalam
industri atau tempat kerja lainnya, asistensi keputusan kebijakan.
mengajar di satuan pendidikan, melaksana- Kebijakan atau program dimaksud
kan proyek pengabdian kepada masyarakat adalah Merdeka Belajar Kampus Merdeka
di desa, melaksanakan penelitian, melaku- (MBKM). MBKM adalah kebijakan/program
kan kegiatan kewirausahaan, membuat Pemerintah, dalam hal ini Kementerian
studi/proyek independen, dan mengikuti Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan
program kemanusiaan. Delapan kegiatan Teknologi Republik Indonesia, yang
tersebut wajib dilakukan dengan bimbingan dilaksanakan oleh lembaga pendidikan/
dari dosen. perguruan tinggi di Indonesia.
Program MBKM pada hakikatnya Tujuan utama program MBKM adalah
menawarkan kebebasan bagi setiap maha- memberikan kebebasan kepada perguruan
siswa untuk menambah pengalamannya di tinggi agar lebih mandiri, bebas, kurang
luar program studi dengan harapan mampu birokratik, dan inovatif yang pada akhirnya
meningkatkan kualitas pembelajaran bagi menghasilkan lulusan yang berkualitas
mahasiswa. Program MBKM juga memberi- tinggi (Nizam, 2020).
Jurnal GOVERNANSI, p-ISSN 2442-3971 e-ISSN 2549-7138 13
Volume 8 Nomor 1, April 2022
Merdeka belajar memberi kebebasan bangkan inovasi, kreativitas, kapasitas,
dan otonomi kepada lembaga pendidikan, kepribadian dan kebutuhan mahasiswa, dan
dan merdeka dari birokratisasi, dosen juga menumbuhkan kebebasan dan keman-
dibebaskan dari birokrasi yang berbelit dirian dalam mencari dan menemukan
serta mahasiswa diberikan kebebasan pengetahuan baru di lapangan seperti
untuk memilih bidang yang disukai (Nadiem kualifikasi kapabilitas, permasalahan nyata,
Anwar Makarim, 2020). Program utama pengalaman sosial, kemitraan, manajemen
MBKM adalah kemudahan pembukaan diri, target dan pencapaian keberhasilan.
program studi baru, perubahan sistem Pembelajaran ini bertujuan untuk memben-
akreditasi perguruan tinggi, kemudahan tuk hard skills dan soft skills mahasiswa yang
perguruan tinggi negeri menjadi PTN sangat dipengaruhi oleh kurikulum pembe-
berbadan hukum, dan hak belajar tiga lajaran individual (individual learning curri-
semester di luar program studi. culum) yang direncanakan dan diterapkan
Tujuan program MBKM, khusus dengan baik (Lhutfi & Mardiani, 2020).
program “hak belajar tiga semester di luar Kurikulum dikategorikan sebagai
program studi,” adalah untuk meningkatkan pembelajaran eksperiensial (experiential
kompetensi lulusan, baik soft skills maupun learning), model proses pembelajaran siste-
hard skills, agar lebih siap dan relevan matik, dan model pengembangan multi-
dengan kebutuhan zaman, menyiapkan linear, yang sesuai dengan apa yang diketa-
lulusan sebagai pemimpin masa depan hui tentang bagaimana mahasiswa belajar,
bangsa yang unggul dan berkepribadian. mengadaptasi, dan meningkatkan peran
Program-program experiential learning fundamental dimana pengalaman memain-
dengan jalur yang fleksibel diharapkan kan peran kunci dalam proses pembelajaran
dapat memfasilitasi mahasiswa mengem- (Kolb, 1999). Teori Pembelajaran Ekspe-
bangkan potensinya sesuai dengan passion riensial (Experiential Learning Theory)
dan bakatnya. mendefinisikan pembelajaran sebagai
Program “hak mahasiswa untuk mekanisme dengan mana pengetahuan
belajar tiga semester di luar program studi” dihasilkan melalui transformasi pengala-
sangat menarik dalam arti untuk man, yang bersumber dari kombinasi
mendukung program ‘padu dan padan’ (link kemampuan memahami dan mentransfor-
and match) antara perguruan tinggi dan masikan pengalaman (Kolb, 1984).
penggunanya. Dalam jangka panjang,
program ini berpotensi meningkatkan
kemampuan kerja lulusan (Purwanti, 2021). Metode Penelitian
Lokasi penelitian ini dilaksanakan
Program MBKM diharapkan untuk
meningkatkan karakter dan kemampuan pada Program Studi Administrasi Publik,
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
mahasiswa yang kuat dan lebih baik.
Universitas Djuanda Bogor. Bentuk kegiatan
Dengan menjalankan program ini, maha-
siswa diharapkan mempunyai pengalaman pembelajaran dalam MBKM terdiri dari
pertukaran pelajar, magang/praktik kerja,
dan pengetahuan yang lebih luas, serta
menjadi lulusan yang lebih kompetitif. penelitian/riset, proyek kemanusiaan,
kegiatan wirausaha, studi/proyek indepen-
MBKM memberikan kesempatan lapangan
yang kontekstual yang dapat memperkuat den, membangun desa/kuliah kerja nyata
tematik, dan asistensi mengajar di satuan
kemampuan mahasiswa secara keselu-
pendidikan.
ruhan, dipersiapkan untuk kerja, atau
membangun karier baru. Dalam MBKM, Metode yang digunakan dalam pene-
proses pembelajaran menekankan student- litian ini adalah metode deskriptif. Menurut
centered learning. Pembelajaran memberi- Sugiyono (2018), metode deskriptif adalah
kan tantangan dan peluang untuk mengem- suatu metode yang berfungsi untuk
14 Neng Virly Apriliyani, et al. Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka
mendeskripsikan atau memberi gambaran Program Terdahulu Menyerupai MBKM
terhadap objek yang diteliti melalui data
120%
atau sampel yang telah terkumpul sebagai-
100%
mana adanya tanpa melakukan analisis dan 100%
membuat kesimpulan yang berlaku untuk
80% 70% 70%
umum. Data penelitian diolah untuk
menghitung persentase (%) dan dianalisis 60%
untuk diambil kesimpulannya.
40% 30%
20%
20% 10%
HASIL DAN PEMBAHASAN 0% 0%
Hasil penelitian tentang implementasi 0%
Magang/Praktik Kerja
Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka
Membangun Desa/KKN Tematik
(MBKM) pada Program Studi Administrasi
Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Penelitian
Universitas Djuanda adalah sebagai berikut: Kewirausahaan
Pertukaran Pelajar
1. Pengetahuan tentang kebijakan Proyek kemanusiaan
Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Asistensi mengajar
(MBKM).
Studi/Proyek independen
Pengetahuan MBKM
100% 90%
3. Jumlah SKS matakuliah yang diakui/
80% disetarakan dengan bentuk kegiatan
pembelajaran MBKM pada program
60%
studi.
40%
Sks yang Diakui dalam MBKM
20% 10% 80%
0% 0% 70%
0% 70%
Mengetahui secara menyeluruh
60%
Mengetahui sebagian besar
50%
Mengetahui sedikit
Belum mengetahui sama sekali 40%
30%
2. Program Studi mempunyai program 20%
10% 10% 10%
terdahulu yang sesuai dengan bentuk 10%
kegiatan Merdeka Belajar Kampus 0% 0% 0%
0%
Merdeka (MBKM). Bentuk kegiatan Kurang dari 10 sks 10-20 sks
MBKM yang sudah dimiliki sebelumnya 21-30 sks 31-40 sks
adalah sebagai berikut.
41-50 sks 51-60 sks
Tidak Tahu
4. Keterlibatan dalam kegiatan untuk
penyiapan implementasi MBKM di
program studi.
Jurnal GOVERNANSI, p-ISSN 2442-3971 e-ISSN 2549-7138 15
Volume 8 Nomor 1, April 2022
Pengalaman Membantu Prodi Menyusun CPL
Peran dalam Persiapan Implementasi dan Konversi SKS
MBKM
70% 120%
60%
60% 100%
80% 30%
50%
40%
40% 60%
30% 40%
70%
20% 20%
10%
0% 0% 0%
0%
Sudah pernah Belum
Sebagai tim untuk mempersiapkan MBKM.
Berkontribusi dalam diskusi/rapat/workshop persiapan
implementasi MBKM.
Mengetahui ada aktivitas tetapi kurang tertarik mengikuti 7. Hal yang perlu dipersiapkan oleh dosen
Tidak mengetahui ada persiapan implementasi MBKM di agar implementasi MBKM berjalan
perguruan tinggi/Prodi optimal.
Persiapan Implementasi MBKM
5. Sudah pernah menjadi dosen pembim-
92%
bing lapangan KKN atau pembimbing 90% 90%
kegiatan wirausaha mahasiswa atau 90%
pembimbing magang atau pembimbing 88%
pertukaran mahasiswa sebelum ada 86%
Program MBKM. 84%
82%
80% 80%
Pengalaman Membimbing 80%
KKN/KKL/Magang
78%
120%
76%
100% 74%
80% 40% Merancang kegiatan MBKM bersama Mitra.
Menyelaraskan CPL dengan kegiatan dan penilaian
60%
Menyiapkan proses pembimbingan.
40%
Menyiapkan matakuliah yang dapat diambil oleh
60% Prodi/PT lain
20%
0%
Sudah pernah Belum
8. Dampak program MBKM terhadap
proses pembelajaran mahasiswa.
6. Membantu Program Studi dalam
menyusun CPL atau melakukan
perhitungan/penyetaraan SKS
16 Neng Virly Apriliyani, et al. Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka
Dampak MBKM terhadap Proses Dampak MBKM terhadap Skill Mahasiswa
Pembelajaran Mahasiswa
80%
80% 70%
60% 70%
60% 60%
40% 50%
20%
20% 10% 10% 40%
0%
30%
0%
.ADN 20%
10% 10% 10%
Tidak ada peningkatan sama sekali 10%
0%
Ada peningkatan tapi kurang baik 0%
Ada peningkatan cukup baik Tidak ada peningkatan sama sekali
Ada peningkatan dengan baik Ada peningkatan tapi kurang baik
Ada peningkatan dengan sangat baik Ada peningkatan cukup baik
Ada peningkatan dengan baik
Ada peningkatan dengan sangat baik
Berdasarkan grafik di atas dapat kita
ketahui bahwa responden yang menjawab
ada peningkatan dengan baik sebanyak
10. Implementasi program MBKM ber-
60%, yang menjawab ada peningkatan
peran terhadap peningkatan kapasitas
dengan sangat baik sebanyak 10%, yang
dosen.
menjawab ada peningkatan cukup baik
sebanyak 20%, yang menjawab ada
peningkatan tapi kurang baik sebanyak
Dampak MBKM terhadap Kapasitas Dosen
10%. Dengan demikin program MBKM ini
berdampak pada proses pembelajaran 80%
70%
mahasiswa karena pembelajaran dalam 70%
program MBKM memberikan kesempatan 60%
untuk mengembangkan kreativitas, inovasi,
50%
serta mengembangkan kemandirian maha-
siswa dalam mencari dan menemukan 40%
pengetahuan baru seperti permasalahan 30%
nyata di lapangan, interaksi sosial, mana-
20%
jemen diri, serta target dan pencapaiannya. 10% 10% 10%
10%
0%
0%
9. Implementasi program MBKM mem-
berikan peningkatan terhadap hard skill Tidak ada peningkatan sama sekali
dan soft skill bagi mahasiswa. Ada peningkatan tapi kurang baik
Ada peningkatan cukup baik
Ada peningkatan dengan baik
Ada peningkatan dengan sangat baik
11. Manfaat implementasi MBKM untuk
tujuan pemenuhan capaian pembela-
jaran lulusan.
Jurnal GOVERNANSI, p-ISSN 2442-3971 e-ISSN 2549-7138 17
Volume 8 Nomor 1, April 2022
Dampak MBKM terhadap Pemenuhan CPL
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
60% Kesimpulan
50% 50%
50%
Berdasarkan hasil survei tentang
implementasi Program Merdeka Belajar
40%
Kampus Merdeka (MBKM) pada Program
30% Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu
20%
Sosial dan Ilmu Politik Universitas Djuanda
dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:
10%
0% 0% 1. Sebagian besar responden sudah
0% mengetahui sebagian besar kebijakan
Sangat Bermanfaat Cukup Bermanfaat Merdeka Belajar-Kampus Merdeka
Kurang Bermanfaat Tidak Bermanfaat (MBKM).
2. Program studi sudah mempunyai
program terdahulu yang sesuai dengan
12. Hambatan pelaksanaan. bentuk kegiatan Merdeka Belajar
Sesuai kebijakan, Program Studi bebas Kampus Merdeka (MBKM).
untuk melakukan penyesuaian kurikulum 3. Sebagian besar responden berperan,
dan memberikan mahasiswa hak belajar 3 berkontribusi dan terlibat dalam
(tiga) semester di luar program studi. kegiatan untuk penyiapan implemen-
Hambatan utama Program Studi dalam tasi MBKM di program studi.
memberikan hak tersebut ditunjukkan pada 4. Sebagian besar responden menyatakan
gambar berikut. adanya peningkatan yang baik sebagai
dampak Program MBKM terhadap
proses pembelajaran mahasiswa.
Hambatan Implementasi MBKM
5. Sebagian besar responden menyatakan
90% 80% adanya peningkatan yang baik sebagai
80%
70%
dampak implementasi program MBKM
60%
60% terhadap peningkatan kapasitas dosen.
50%
50% 6. Sebagian besar responden menyatakan
40% 30% 30% adanya manfaat implementasi MBKM
30% 20% 20%
20%
untuk tujuan pemenuhan capaian
10%
10% pembelajaran lulusan.
0% 7. Sebagian besar responden menyatakan
hambatan implementasi program
Pendanaan. MBKM terletak pada penyesuaian kuri-
Penyesuaian Kurikulum. kulum, penyesuaian sistem informasi
Penyesuaian Sistem Informasi Akademik. akademik, dan pendanaan.
Kapabilitas SDM
Penjajagan mitra Rekomendasi
Regulasi
Kurangnya informasi
Berdasarkan kesimpulan tersebut
Dukungan Pimpinan Perguruan Tinggi
dapat direkomendasikan hal-hal sebagai
berikut:
1. Adanya kontribusi, dampak positif dan
manfaat langsung yang dirasakan dari
implementasi program MBKM, maka
perlu diteruskan keberlanjutan imple-
mentasi program MBKM.
18 Neng Virly Apriliyani, et al. Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka
2. Mengingat hambatan implementasi Lhutfi, Iqbal & Mardiani, Rika. (2020).
program MBKM terletak pada penye- Merdeka Belajar-Kampus Merdeka
suaian kurikulum, penyesuaian sistem Policy: How Does It Affect the Sustain-
informasi akademik, dan pendanaan, ability on Accounting Education in
maka perlu diperhatikan untuk ditin- Indonesia? Dinamika Pendidikan,
daklanjuti. 15(2): 243-253. [Link]
15294/dp.v15i2.26071.
DAFTAR PUSTAKA Van Meter, Donald S. & Van Horn, Carl E.
(1975). The Policy Implementation
Buku Process, A Conceptual Framework.
Direktorat Pembelajaran dan Kemahasis- Administration & Society, 6(4): 445-
waan, Direktorat Jenderal Pendidikan 488. Sage Publications, Inc.
Tinggi, Kementerian Pendidikan dan [Link]
Kebudayaan Republik Indonesia. 500600404.
(2020). Panduan Program Studi Peraturan Perundang-undangan
Menerapkan Kerja Sama Kurikulum
Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebu-
dayaan Republik Indonesia Nomor 3
Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Tahun 2020 tentang Standar Nasional
Experience as the Source of Learning Pendidikan Tinggi (Berita Negara
and Development. New Jersey: Republik Indonesia Tahun 2020
Prentice-Hall. Nomor 47).
Kolb, D. A. (1999). Learning Style Inventory,
Version 3. Huntington Avenue, Boston,
MA: TRG Hay/McBer, Training
Resources Group.
Nizam. (2020). Panduan Merdeka Belajar
Kampus Merdeka. Jakarta: Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemen-
terian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi
(Mixed Methods). Bandung: Penerbit
Alfabeta.
Jurnal/Proceeding
Purwanti, Eko. (2021). Preparing the
Implementation of Merdeka Belajar-
Kampus Merdeka Policy in Higher
Education Institutions. Proceedings of
the 4th International Conference on
Sustainable Innovation 2020–Social,
Humanity, and Education (ICoSIHESS
2020). Advances in Social Science,
Education and Humanities Research,
518: 384-391, Atlantis Press SARL.
[Link]
0120.149.