LKM 3 KAPASITOR
NAMA : ILHAM ISMAIL
NIM : 2255202005
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
PRODI TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA LAMPUNG
TAHUN 2022
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kapasitor sering disebut juga dengan istilah kondensator. Kapasitor
adalah alat yang digunakan untuk menyimpan energi dan arus listrik pada jangka
waktu tertentu. Untuk dapat menyimpan energi listrik, cara kerja kapasitor yakni
perlu mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari sebuah muatan listrik.
Ketika kapasitor dihubungkan pada sumber tegangan, maka yang terjadi
kemudian adalah kepingannya akan berisi electron. Bila dari kedua kepingin
kapasitor berisi elektron, maka kedua plat tersebut akan mengandung muatan
listrik. Selanjutnya, muatan listrik ini akan terus tersimpan didalam kondensator
dalam jangka waktu tertentu.
Kapasitor merupakan komponen elektronika yang terdiri dari dua konduktor.
Dimana keduanya dipisahkan oleh dua penyekat yang disebut dengan keping.
Sederhanannya fungsi utama kapasitor adalah untuk menyimpan energi listrik,
namun masih banyak lagi fungsi-fungsi kapasitor yang harus kamu ketahui.
Adapun fungsi kapasitor adalah sebagai berikut :
Berperan sebagai isolator, dalam hal ini fungsi kapasitor adalah untuk
memperlambat arus DC (arus searah).
Kapasitor berfungsi sebagai penyaring atau filter dalam sebuah rangkaian
power supply (catu daya).
Fungsi kapasitor sebagai pembangkit frekuensi pada alat osilator.
Kapasitor berfungsi untuk menyimpan tegangan dan kuat arus pada
periode tertentu.
Pada rangkaian antena, fungsi kapasitor adalah sebagai frekuensi.
Pada lampu neon, fungsi dari kapasitor adalah sebagai penghemat daya
listrik.
Manfaat kapasitor yang lainnya yaitu berfungsi sebagai penghilang
loncatan api (bouncing) ketika memasang saklar.
Kapasitor juga berfungsi sebagai kopling, penggeser fasa dan juga
konduktor.
B. TUJUAN
Adapun tujuan penulisan dalam membahas masalah ini adalah untuk
mengetahui bagaimana :
1, Untuk mengetahui pengertian dari Kapasitor
2. Untuk memenuhi tugas mata kuliah fisika dasar
BAB II
ISI
Soal 1
Jawaban LKM bagian 3
a. Cantumkan screenshoot gambar dari hasil PhET Susunlah keping
kapasitor dengan d=5mm, A=100mm2, dengan baterai 1,5 V
b. Tuliskan hasil kapasitansi dan Kuat medan listrik diantara kedua keeping
dan lengkapi tabel
c. penjelasan hubungan kapasitansi dan bahan dielektrik sesuai dengan hasil
yang diperoleh
Jawaban :
a.
b.
c. Kapasitansi adalah jumlah elektron yang dapat disimpan dibawah tekanan
yang diberikan oleh listrik (tegangan/voltase). Sifat kapasitansi dalam elektronika
ditunjukkan oleh kapasitor. Kapasitor adalah sebuah komponen elektronik pasif
yang menyimpan energi dalam bentuk medan elektrostatik (listrik statis). Oleh
karena itu kapasitor digunakan untuk menyimpan muatan listrik. Pada dasarnya,
sebuah kapasitor terdiri atas dua pelat konduktor yang dipisahkan oleh ruang yang
berisi bahan isolator. Lapisan isolator tersebut disebut sebagai
bagian dielektrik pada kapasitor.
Dielektrik adalah suatu bahan yang memiliki daya hantar arus yang sangat
kecil atau bahkan hampir tidak ada. Bahan dielektrik ini dapat berwujud padat,
cair dan gas. Ketika bahan ini berada dalam medan listrik, muatan listrik yang
terkandung di dalamnya tidak mengalami pergerakan sehingga tidak akan timbul
arus seperti bahan konduktor ataupun semikonduktor, tetapi hanya sedikit
bergeser dari posisi setimbangnya yang mengakibatkan terciptanya pengutuban
dielektrik. Pengutuban tersebut menyebabkan muatan positif bergerak menuju
kutub negatif medan listrik, sedangkan muatan negatif bergerak pada arah
berlawanan (yaitu menuju kutub positif medan listrik). Hal ini menimbulkan
medan listrik internal (di dalam bahan dielektrik) yang menyebabkan jumlah
keseluruhan medan listrik yang melingkupi bahan dielektrik menurun. Sifat inilah
yang menyebabkan bahan dielektrik itu merupakan isolator yang baik.
Soal 2
Jawaban LKM bagian 3
a. Cantumkan screenshoot gambar dari hasil PhET Susunlah keping
kapasitor seri dan paralel
b. Tuliskan hasil kapasitansi dan tegangan dengan melengkapi tabel
c. penjelasan hubungan kapasitansi dan tegangan pada rangkaian seri dan
paralel
a.
b.
c. Rangkaian Paralel Kapasitor adalah Rangkaian yang terdiri dari 2 buah atau
lebih Kapasitor yang disusun secara berderet atau berbentuk Paralel. Dengan
menggunakan Rangkaian Paralel Kapasitor ini, kita dapat menemukan nilai
Kapasitansi pengganti yang diinginkan.
Rangkaian Seri Kapasitor adalah Rangkaian yang terdiri dari 2 buah dan lebih
Kapasitor yang disusun sejajar atau berbentuk Seri. Seperti halnya dengan
Rangkaian Paralel, Rangkaian Seri Kapasitor ini juga dapat digunakan untuk
mendapat nilai Kapasitansi Kapasitor pengganti yang diinginkan. Hanya saja,
perhitungan Rangkaian Seri untuk Kapasitor ini lebih rumit dan sulit
dibandingkan dengan Rangkaian Paralel Kapasitor.
BAB III
DESAIN
SOAL 1
1. Pengertian kapasitansi dengan bahan dielektrik
Kapasitansi atau kapasitans adalah ukuran jumlah muatan listrik yang
disimpan (atau dipisahkan) untuk sebuah potensial listrik yang telah ditentukan.
Bentuk paling umum dari peranti penyimpanan muatan adalah
sebuah kapasitor dua lempeng/pelat/keping. Jika muatan di lempeng/pelat/keping
adalah +Q dan –Q, dan V adalah tegangan listrik antar lempeng/pelat/keping.
2. screenshoot Susunlah keping kapasitor dengan d=5mm, A=100mm2
dengan baterai 1,5 V
3. Berikan contoh perhitungan kapasitansi dengan salah satu konstanta
dielektrik
'
C =κC
κ=Konstanta dielektrik
C=kapasitansi dielektrik di udara untuk keping kapasitor dengan d=5mm,
A=100mm2, dengan baterai 1,5 V adalah 0.18 x10-12
Jadi untuk κ=3
Kapasitansinya adalah
'
C =κC
' −12 −12
C =3 x 0.18 =0.53
4. Buatlah Grafik Hubungan kapasitansi dengan bahan dielektrik
SOAL 2
1. Pengertian kapasitansi yang dirangkai secara seri dan paralel
Rangkaian kapasitor seri merupakan rangkaian yang terdiri dari dua atau
lebih kapasitor yang dipasang secara sejajar atau seri atau berurutan, dimana salah
satu kaki kapasitor pertama terhubung dengan salah satu kaki kapasitor kedua,
pada kaki kapasitor kedua terhubung dengan salah satu kaki kapasitor ketiga, dan
seterusnya. Dengan rangkaian seri, maka akan didapatkan nilai kapasitansi
kapasitor pengganti yang diinginkan, dimana nilai yang dihasilkan cenderung
lebih kecil. Rangkaian kapasitor seri biasa digunakan apabila sebuah kapasitor
yang dibutuhkan ialah kapasitor dengan batas tegangan yang lebih tinggi. Pada
rangkaian kapasitor seri ini, tegangan total yang akan bekerja akan dibagi secara
rata pada masing-masing kapasitor.
Rangkaian Paralel Kapasitor merupakan rangkaian yang terdiri dari dua
atau lebih kapasitor yang disusun secara paralel atau berjajar dimana kedua kaki
masing kapasitor terhubung dengan kedua kaki kapasitor yang lain. Sesuai dengan
hukum Ohm, sebuah kapasitor yang telah dirangkai secara paralel akan memiliki
beda tegangan yang sama besar karena langsung terhubung dengan catu daya.
2. screenshoot Susunlah keping kapasitor yang dirangkai secara seri dan
parallel
3. Berikan contoh perhitungan kapasitansi dengan dirangkai secara seri dan
parallel
KESIMPULAN
Pertimbangkan dua konduktor yang memiliki beda potensial V di antara
mereka. Misalkan mereka memiliki muatan yang sama dan berlawanan, seperti
pada gambar. Kombinasi semacam itu disebut kapasitor. Beda potensial V
sebanding dengan besarnya muatan Q kapasitor (Hal ini dapat dibuktikan dengan
Hukum Coulomb atau melalui eksperimen.
Kapasitor terdiri dari dua konduktor yang diisolasi secara listrik dari satu
sama lain dan dari lingkungan mereka. Setelah kapasitor diisi, kedua konduktor
memiliki muatan yang sama tetapi berlawanan.
Kapasitor komersial biasanya diproduksi menggunakan foil diselingi
dengan lembaran tipis kertas yang diresapi parafin atau Mylar, yang berfungsi
sebagai bahan dielektrik. Lapisan foil logam dan dielektrik yang berselang-seling
ini kemudian digulung menjadi silinder untuk membentuk paket kecil.
Kapasitor tegangan tinggi biasanya terdiri dari beberapa pelat logam yang
saling mengunci yang direndam dalam minyak silikon. Kapasitor kecil sering
dibuat dari bahan keramik. Kapasitor variabel (umumnya 10 hingga 500 pF)
biasanya terdiri dari dua set pelat logam yang saling mengunci, satu tetap dan
yang lainnya bergerak, dengan udara sebagai dielektrik.
Kapasitor elektrolit sering digunakan untuk menyimpan sejumlah besar
muatan pada tegangan yang relatif rendah. Perangkat ini, yang ditunjukkan pada
gambar, terdiri dari lembaran logam yang bersentuhan dengan elektrolit, yaitu
larutan yang menghantarkan listrik berdasarkan pergerakan ion yang terkandung
dalam larutan.
Ketika tegangan diterapkan antara lembaran dan elektrolit, lapisan tipis
oksida logam (isolator) terbentuk pada lembaran dan lapisan ini berfungsi sebagai
dielektrik. Nilai kapasitansi yang sangat besar dapat diperoleh karena lapisan
dielektrik sangat tipis sehingga jarak antar pelat sangat kecil.
Saat menggunakan kapasitor elektrolit dalam rangkaian, polaritas (tanda
plus dan minus pada perangkat) harus dipasang dengan benar. Jika polaritas
tegangan yang diberikan berlawanan dengan yang dimaksudkan, lapisan oksida
dihilangkan dan kapasitor menghantarkan listrik alih-alih menyimpan muatan.