PRELIMINARY DESIGN
1. Umum
Preliminary design merupakan tahap awal perencanaan struktur gedung bertingkat,
setelah itu dilakukan perhitungan dengan menggunakan aplikasi komputer untuk
mendapatkan dimensi yang efektif dan kuat. Desain awal dimodelkan dalam program stuktur
dengan memasukkan pembebanan dan perletakan yang telah direncanakan. Jika setelah
dilakukan analisis ternyata dimensi bagian pendukung bangunan tidak dapat menahan beban
yang timbul, maka desain awal harus diubah.
Selain itu, preliminary design juga dapat memberikan hasil yang optimal dalam
menentukan kualitas material dan dimensi (volume) material yang digunakan, sehingga
secara umum preliminary design dapat meningkatkan nilai ekonomi dari harga struktur.
2. Perencanaan Dimensi Balok Induk
Menurut persyaratan SNI 2847-2019 pasal [Link] disebutkan, untuk menentukan batasan
dimensi suatu balok menggunakan acuan berikut:
1) Bentang bersih, ℓn ≥ 4 x t ngg efektif
2) Lebar penampang bw > 0,3h dan bw ≥ 250 mm,
3) Lebar proyeksi balok melintasi lebar kolom tidak boleh melebihi nilai c 2 dan 0,75 c1
yang lebih kecil pada setiap sisi kolom.
Sesuai dengan SNI 2847-2019 pasal [Link]. menggunakan rumus:
1) Untuk tinggi balok (h)
L
Dua tumpuan sederhana : h=
16
2
2) Untuk lebar balok (b) : b= ∙ h
3
Dimensi balok induk yang direncanakan, yaitu:
3. Perencanaan Dimensi Balok Anak
Dimensi balok anak yang direncanakan dengan panjang bentang ... m, yaitu:
L a
h= = =cm, maka dipakai h = cm
16 16
2 2
b= ∙ h= ∙ a=cm, maka dipakai b = cm
3 3
Jadi dimensi balok anak yang digunakan adalah b cm x h cm
4. Perencanaan Dimensi Plat
Plat yang akan direncakanan hanya menahan beban lentur dan harus memenuhi syarat
lendutan, ketebalan minimum harus memenuhi syarat SNI 2847-2019 pasal [Link]. Plat yang
direncanakan adalah plat atap dan plat lantai
4.1. Dimensi Plat Atap
Ditinjau dari perencanaan tebal plat atap
Bentang terpanjang:
ln=… m=… cm
Bentang terpendek
S n=… m=… cm
Sehingga didapat:
Ln a
β 1= = =… ≤2 (tergolong plat tulangan dua arah atau two way slab)
Sn b
Tebal plat atap karena tidak boleh kurang dari 125 mm jika 0,2 < nilai αfm < 2,0 dan tidak
boleh kurang dari 90 mm jika nilai a > 2,0. Maka, direncanakan menggunakan tebal plat atap
yaitu h = … mm.
a. Mencari nilai a dengan balok induk … cm x … cm
Menentukan lebar efektif (be):
be=bw+ 2 hb=¿
be=bw+ 2 hb=¿
Diambil be terkecil yaitu … cm
Mencari momen inersia penampang segi empat yang dimodifikasi factor k:
( )( )[ ( ) ( ) (( ) ) ( ) ]
2 3
be hf hf hf be hf
1+ −1 ∙ ∙ 4−6 ∙ +4 ∙ + −1 ∙
bw h h h bw h
k=
1+( −1) ∙ ( )
be hf
bw h
k =…
b. Balok induk bentang L = … cm
Momen inersia penampang balok:
1 3 4
Ib= ∙bw ∙ h ∙ k=…=… c m
12
Momen inersia plat:
1 3 4
Ib= ∙bw ∙ h ∙ k=…=… c m
12
Jika mutu beton (fc’) yang digunakan adalah 35 MPa
Untuk mencari modulus elastisitas beton, maka:
kg
Ecb =E cp=4700 √ f c =4700 √ 35=27805 , 6 MPa=278056
'
2
cm
Ecb Ib
α 1= =…=…> 1
Ecp Ip
c. Balok induk bentang L = … cm
Momen inersia penampang balok:
1 3 4
Ib= ∙bw ∙ h ∙ k=…=… c m
12
Momen inersia plat:
1 3 4
Ib= ∙bw ∙ h ∙ k=…=… c m
12
Jika mutu beton (fc’) yang digunakan adalah 35 MPa
Untuk mencari modulus elastisitas beton, maka:
kg
Ecb =E cp=4700 √ f c =4700 √ 35=27805 , 6 MPa=278056
'
2
cm
Ecb Ib
α 1= =…=…> 1
Ecp Ip