0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan4 halaman

Evaluasi Kinerja Pegawai 6 Bulan

Diunggah oleh

Alice
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan4 halaman

Evaluasi Kinerja Pegawai 6 Bulan

Diunggah oleh

Alice
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RAPAT EVALUASI KINERJA PEGAWAI

SELAMA 6 BULAN TERAKHIR


Sekretaris(Dila) : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Seluruh: “Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh”


Sekretaris (Dila): “Selamat pagi salam sejahtera untuk kita semua, yang
terhormat Bapak Hendra Permana, [Link] selaku direktur utama dan pimpinan
rapat pada hari ini, yang terhormat Ibu Anita Febriana selaku kepala divisi
kepegawaian, yang terhormat Ibu Diva Nurlia selaku kepala divisi produksi, dan
yang terhormat Bapak Evan Disyawal selaku kepala divisi pemasaran. Terima
kasih sudah menghadiri rapat kali ini yaitu tanggal 25 April tahun 2024 yang
dilaksanakan di Ruang Pertemuan Rapat. Pada kali ini kita akan mengadakan
rapat rutin yang diadakan 6 bulan sekali yang membahas tentang bagaimana
perkembangan kinerja para pegawai dari masing-masing divisi. Sebelum memulai
rapat pada kali ini perkenankanlah saya Nadila Artanti selaku sekretaris untuk
menyampaikan apa saja susunan acaranya. Yang pertama yaitu pembukaan,
kemudian dilanjutkan sambutan dari pimpinan rapat, selanjutnya laporan dari
Kepala Divisi Kepegawaian beserta diskusi tanggung jawab dari masing-masing
divisi, selanjutnya ada pembahasan solusi dan upaya dalam peningkatan kinerja
pegawai, lalu yang terakhir penutup. Nah itu adalah susunan acara rapat pada hari
ini. Sebelum memulai acara pada hari ini alangkah baiknya kita mulai dengan
bacaan Basmalah Bismillahirrahmanirrahim dan untuk acara selanjutnya ada
sambutan yang akan disampaikan oleh Bapak Hendra Permana selaku pimpinan
rapat kepada nya saya persilahkan”.

Direktur (Hendra): “Baik terima kasih atas waktu yang sudah diberikan.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”
Seluruh: ”Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh”

Direktur(Hendra): “Selamat pagi salam sejahtera untuk kita semua. Pertama-


tama marilah kita panjatkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT, karena
atas berkat dan rahmatnya kita semua dapat berkumpul di pagi hari ini dan terima
kasih banyak pada seluruh rekan-rekan yang sudah hadir. Pada rapat kali ini kita
akan membahas kinerja dan upaya peningkatan kerja pegawai, semoga dengan
adanya rapat kali ini bisa menambah kinerja perusahaan agar menjadi perusahaan
yang lebih baik terimakasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”.
Seluruh : “Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh”.
Sekretaris (Dila): Terima kasih banyak kepada Bapak Hendra atas sambutan
yang sudah diberikan. Acara selanjutnya yaitu laporan dari kepala divisi
kepegawaian yaitu Ibu Anita kepadanya saya persilahkan”.
Kd Kepegawaian (Anita) :“ Baik terimakasi atas kesempatannya, izinkan saya
untuk menampilkan diagram persentase kehadiran dan keterlambatan para
pegawai. Disini saya akan melaporkan hasil kinerja para pegawai selama 6 bulan
terakhir, berdasarkan data kehadiran dan keterlambatan yang telah di himpun oleh
staf kepegawaian menunjukan bahwa kinerja pegawai mengalami penurunan di
banding 6 bulan sebelumnya. Data persentase kehadiran dari seluruh divisi
menunjukkan angka 75% dimana angka ini lebih rendah 15% dari 6 bulan
sebelumnya. sedangkan untuk persentase keterlambatan berada di angka 55%
dimana angka ini lebih tinggi 15% dari 6 bulan sebelumnya. Tingkat kehadiran
yang menurun diakibatkan oleh banyaknya pegawai yang mengambil cuti di luar
hari libur, sedangkan untuk tingkat keterlambatan yang meningkat diakibatkan
oleh banyaknya pegawai yang tidak disiplin waktu. Sekian laporan dari saya
terimakasih, saya kembalikan kepada Ibu Nadila.”
Sekretaris (Dila): “Baik terima kasih kepada Ibu Anita atas laporan yang sudah
diberikan. Selanjutnya yaitu pernyataan dari rekan-rekan sekalian mengenai
laporan kinerja dari kepala divisi kepegawaian tadi, apakah ada pernyataan yang
ingin disampaikan?”
Kd Produksi (Depi): “Izin memberikan tanggapan bahwa berdasarkan laporan
dari rekan kerja divisi saya, mereka merasa tidak cukup mendapatkan hari libur
yang hanya diberikan pada hari Minggu, itu pun terkadang hari Minggu masih
kerap ada panggilan kerja ke kantor, apalagi kerja di hari Minggu ini tidak ada
tambahan nominal gaji, gajinya pun masih sama dengan hari yang biasanya.”
Kd Pemasaran (Evan): “Izin menambahkan bahwa betul sekali dengan
pernyataan dari Ibu Diva, di bagian divisi saya juga merasakan hal yang sama cuti
pegawai yang diberikan oleh perusahaan juga dirasa kurang yaitu hanya bisa cuti
sebanyak seminggu dalam setahun dan juga masalah jam masuk kantor yang
terlalu pagi dibanding kantor lain”.

Kd Produksi (Depi):“Baik saya izin menambahkan kembali, bahwa banyak


sekali pegawai yang bekerja dengan rajin dan disiplin sebelumnya. Namun karena
tidak adanya pemberian motivasi berupa reward atau sedikit kenaikan gaji, tingkat
kinerja mereka semakin menurun dari hari ke hari terima kasih”.

Sekretaris (Dila):“Baik saya rasa sepertinya sudah tidak ada yang ingin
menambahkan lagi. Terima kasih kepada kepala divisi produksi dan pemasaran
yang sudah menyampaikan pernyataan-pernyataannya. Selanjutnya kepada Bapak
Hendra apakah dari pernyataan tadi ada yang ingin bapak sampaikan?”.

Direktur (Hendra): “Baik setelah mendengarkan pernyataan tadi saya rasa itu
adalah masalah yang cukup beresiko bagi keberlangsungan perusahaan ini
kedepannya dan selama ini memang masalah tersebut terjadi karena kurang
adanya pantauan dan perhatian. Solusi dari saya sendiri mungkin kita akan
menerapkan kebijakan perusahaan yang baru mengenai kedisiplinan pegawai.
Apakah ada saran atau solusi dari masing-masing divisi?”.

Kd Produksi (Depi): “Izin menambahkan solusi pak jadi saya setuju dengan
pembentukan kebijakan baru, yang pertama mungkin pemberian kebijakan ini bisa
berupa ketegasan untuk kantor agar tidak memberikan pekerjaan di luar jam
kerja.”

Kd Pemasaran (Evan): “Iya betul sekali disini saya ingin menambahkan juga
mungkin jika memang benar-benar ada pekerjaan yang mungkin di hari libur,
pegawai bisa diberikan reward dan untuk hari cuti yang kurang bisa ditambahkan
saja pak misalnya dari satu minggu setahun menjadi satu bulan setahun”.

Kd Kepegawaian (anita): “Saya setuju apa yang dikatakan oleh Ibu Diva dan
Bapak Evan bahwa berikan juga reward bagi para pegawai reward tersebut pun
tidak harus soal uang bisa mengenai pemberian piagam sertifikat atau sebagainya
agar pegawai merasa termotivasi lalu dalam permasalahan keterlambatan agar
diberikan toleransi bagi para pegawai toleransi dapat berupa batas pegawai yang
melakukan keterlambatan adalah 3 kali dalam sebulan selebihnya keterlambatan
mereka dipotong gaji sebesar Rp50.000 saja.”

Kd Produksi (Depi): “Kita juga harus mengadakan pelatihan di kelas pegawai


yang harus rutin dilakukan agar para karyawan pemilik pribadi yang lebih tertata
dan terbentuk ke depannya latihan ini akan sangat berfungsi bagi keberlangsungan
hidup perusahaan kedepannya, serta pemberian kebijakan jam kerja pegawai
misalnya karyawan diharuskan datang pukul 06.00 padahal kerjanya ada di jam
08.00”.

Sekretaris (Dila): “Baik saya rasa sudah tidak ada lagi ya yang ingin
menambahkan solusinya. Terima kasih kepada seluruh Kepala Divisi atas solusi-
solusi yang sudah diberikan. Selanjutnya kepada Bapak Hendra apakah solusi-
solusi nya dapat terima?”.
Direktur (Hendra): “Terimakasih untuk solusi-solusi tadi sangat bagus dan dapat
saya terima. Mulai dari peniadaan kerja di hari libur, memberikan reward kepada
pegawai, hari cuti yang ditambahkan, toleransi dalam keterlambatan, pelatihan
pegawai secara rutin, serta jam kerja yang diubah. Semoga dalam pembuatan
kebijakan yang baru nanti, semua dapat terwujud dan perusahaan kita semakin
maju dan berkembang. Selanjutnya rapat sepertinya sudah bisa diakhiri untuk itu
saya kembalikan kepada Ibu Nadila”.
Sekretaris (Dila): “Baik terima kasih Bapak Hendra atas kesempatannya.
Izinkanlah saya untuk menyampaikan pokok-pokok pembahasan pada rapat hari
ini. Jadi dapat disimpulkan pokok-pokok pembahasan yang didapat adalah:

 yang pertama itu adalah peniadaan kerja di hari libur


 lalu yang kedua pemberian toleransi keterlambatan berupa batas pegawai
yang melakukan keterlambatan adalah 3 kali dalam sebulan lebihnya
keterlambatan mereka dipotong gaji sebesar 50.000 saja
 lalu yang ketiga ada perubahan masuk ke jam kerja dari pukul 06.00
menjadi pukul 08.00
 lalu yang keempat ada pelatihan pegawai secara rutin
 lau yang kelima hari cuti yang ditambahkan
 serta yang terakhir ada pemberian reward kepada para pegawai yaitu dapat
berupa piagam atau sertifikat dan sebagainya
Sekian adalah poin-poin yang diterapkan pada kebijakan baru nanti.
Selanjutnya tibalah kita pada acara penutup. Sebelum acara ini diakhiri
marilah kita tutup dengan bacaan Hamdalah Alhamdulillahirobbil alamin
dan selanjutnya saya mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh
rekan-rekan divisi PT Medical Tama yang sudah hadir pada rapat evaluasi
kinerja pegawai kali ini dan terima kasih untuk Bapak Hendra selaku
direktur utama dan pimpinan rapat pada hari ini yang sudah hadir sehingga
rapat dapat berjalan dengan semestinya. Saya akhiri, Wassalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Seluruh : “Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh”.

Common questions

Didukung oleh AI

Insufficient motivation was linked to the lack of rewards for disciplined and hardworking employees, leading to decreased satisfaction. To enhance motivation and satisfaction, it was recommended to implement policies that include issuing rewards such as certificates or increased pay for good performance, and possibly instituting a formal recognition program to encourage continued effort among employees .

The rewards discussed included monetary incentives for extra work, reward systems such as certificates or acknowledgment programs to recognize disciplined performance, and possibly a structured bonus system. These varied forms of reward aim to provide both tangible and intangible recognition to motivate, which can incentivize employees to maintain or improve performance .

Implementing a routine training program could lead to improved employee skills, increased productivity, and enhanced job satisfaction. Regular training sessions ensure that employees remain updated with the latest industry practices and technologies. This can also foster a culture of continuous learning and development, which can help improve morale and motivation, thus potentially reducing turnover and boosting overall company performance .

The report indicated that employee attendance had decreased significantly, showing a 15% drop in attendance rates from the previous six months, now standing at 75%. Additionally, the rate of tardiness had increased by 15%, reaching 55%. These changes were attributed to employees taking more leave outside of scheduled holidays and a lack of discipline regarding punctuality .

To address the performance issues, the meeting suggested several solutions: prohibiting work on designated rest days, offering rewards for good performance, increasing annual leave from one to four weeks, establishing a limit for acceptable late arrivals with penalties for excess tardiness, initiating regular employee training sessions, and amending official start times from 6:00 to 8:00 AM .

The heads of the Marketing and Production divisions felt that the current leave policy was inadequate, as employees were only allowed one week of leave annually. Additionally, there were no additional pay incentives for working on Sundays, which they sometimes had to do. They proposed extending leave to one month annually and introducing rewards or additional pay for work done during weekends .

The head of the Production Division raised concerns about the lack of motivational rewards and the insufficient number of leave days. These issues could negatively influence employee performance by lowering morale and reducing the incentive to maintain high productivity. Without adequate time off and recognition, employees may feel undervalued and overworked, leading to burnout and reduced efficiency .

If effectively implemented, the suggested policy changes are anticipated to result in improved employee morale and productivity. Employees would likely have a better work-life balance with more leave and adjusted working hours, and increased motivation from the reward system could lead to improved performance and reduced absenteeism or tardiness. Over time, these changes may enhance company culture and attract higher talent retention, thereby contributing to the organization’s success .

The proposed changes aimed to reduce working hours on weekends and extend annual leave, providing employees with more personal time. By adjusting start times to more conventional hours and prohibiting work outside designated periods, the management sought to better accommodate employees' personal schedules, thus fostering a better work-life balance. These changes are likely intended to reduce stress and increase job satisfaction, thereby improving overall performance .

The rationale for changing the start time from 6:00 AM to 8:00 AM was likely to improve job satisfaction and punctuality among employees. The early starting time may not be suitable for all employees, leading to increased tardiness. Adjusting the start hour is seen as a way to align better with employee natural routines and improve overall timeliness .

Anda mungkin juga menyukai