Jurnal Ilmiah Matematika Realistik (JI-MR)
Vol. 4, No. 1, Juni 2023, 96-101
E-ISSN: 2723-6153
Tersedia: [Link]
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED
LEARNING BERBANTUAN MEDIA YOUTUBE
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
Ni Made Ika Priyanti1, Nurhayati2
SMA YPPK Yoanes XXIII Merauke1
Universitas Musamus2
nurhayati_fkip@[Link]
Received: 1 Juni 2023 Accepted: 3 Juni 2023 Published : 23 Juni 2023
Abstract
The purpose of this study was to determine the increase in mathematics learning outcomes of students
in class XII-IPA SMA YPPK Yoanes XXIII Merauke by using a learning model Problem Based Learning
with the help of Youtube media. The research subjects were 32 students of class XII IPA. This research
was conducted in two cycles consisting of 2 meetings in cycle 1 and 2 meetings in cycle 2. Data
collection was through observing the level of student participation and administering tests at the end
of the cycle, namely meeting 3. Based on the results of the study, the average value of the results was
obtained student learning was 52.16 in cycle 1 and 87.5 in cycle 2. Classical completeness learning
outcomes reached 31.25% in cycle 1 and 88% in cycle 2. The level of participation of students in cycles
1 to cycle 2 also experienced improvement from moderately high to very high category. So it can be
concluded that the learning model Problem Based Learning by using YouTube media can improve the
mathematics learning outcomes of class XII-IPA SMA YPPK Yoanes XXIII Merauke.
Keywords: problem based learning, youtube, learning outcomes
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar matematika
peserta didik kelas XII-IPA SMA YPPK Yoanes XXIII Merauke pada materi Dimensi Tiga dengan
menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Subyek penelitian adalah peserta didik
kelas XII IPA yang berjumlah 32 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari
2 kali pertemuan pada siklus 1 dan 2 kali pertemuan pada siklus 2. Pengumpulan data melalui observasi
guru dan peserta didik dan pemberian tes di akhir siklus. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai
rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 52,16 pada siklus 1 dan 87,5 pada siklus 2. Ketuntasan
klasikal hasil belajar mencapai 31,25% pada siklus 1 dan 88% pada siklus 2. Dan hasil partisipan peserta
didik pada siklus 1 sampai dengan siklus 2 mengalami peningkatan dari cukup tinggi menjadi sangat
tinggi. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dengan menggunakan media
Youtube dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas XII-IPA SMA YPPK Yoanes
XXIII Merauke.
Kata Kunci: problem based learning, youtube, hasil belajar
Sitasi artikel ini:
Priyanti, N. M. I. & Nurhayati. (2023). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Youtube untuk
Meningkatkan Hasil Belajar. Jurnal Ilmiah Matematika Realistik, 4 (1), 96-101.
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan yang sangat penting peranannya dalam upaya
meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sebagaimana tercantum dalam Undang Undang No. 20 tahun 2003
yang menyatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memilki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan dirinya,
96
Jurnal Ilmiah Matematika Realistik (JI-MR), Vol: 4, No: 1, 96-101
masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan
siswa yang berlangsung sepanjang hayat (Zahrawati, 2020).
Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam
proses pembelajaran, anak kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran di
dalam kelas diarahkan kepada kemampuan anak untuk menghafal informasi, otak anak dipaksa untuk mengingat
dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya itu untuk
menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari (Khalda & Haq, 2022). Proses pembelajaran didalam kelas pada
hakekatnya adalah terjadinya interaksi antara guru dengan siswa maupun sebaliknya pada saat pembelajaran
berlangsung. Siswa dalam proses pembelajaran sangat dituntut untuk aktif berpartisipasi dengan melibatkan
intelektual dan kecerdasan emosionalnya serta keaktifan fisik (Harahap et al., 2022).
Matematika merupakan pelajaran yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan yang dimulai dari Taman
Kanak-kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi (PT). Hal ini menunjukkan pentingnya matematika dalam dunia
pendidikan, Matematika merupakan pelajaran yang dapat menumbuhkan cara berpikir logis, sistematis, kritis dan
rasional. Untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan siswa, guru telah melakukan berbagai upaya
dengan harapan siswa memperoleh hasil belajar yang baik. (Fikri Bunger, 2016). Hasil belajar merupakan
perubahan yang diperoleh setelah melakukan kegiatan belajar dapat berupa pengetahuan, pemahaman, sikap,
tingkah laku, dan kecakapan serta kemampuan. Hasil belajar dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu (1) kemampuan
kognitif, (2) motivasi berprestasi, dan (3) kualitas pembelajaran (Gusti Ayu Putri Sriwati, 2021).
Pembelajaran merupakan suatu proses dalam mencapai sesuatu, dimana pada proses tersebut dapat
meningkatkan kualitas siswa misalnya dari segi hasil belajar. Pembelajaran Matematika merupakan suatu ilmu
yang mempunyai aturan dan terorganisasi sebagai alat untuk memecahkan masalah (Arafat Lubis & Azizan, 2018).
Dimensi tiga merupakan salah satu materi dalam pembelajaran matematika yang diajarkan di kelas XII Sekolah
Menengah Atas (SMA). Dimensi tiga membahas tentang wacana bidang, titik serta garis yang berdiri pada ruang
dan cara bekerjasama diantara sudut dengan jarak. Namun matematika masih dianggap sebagai pelajaran yang
sulit. Matematika bagi anak-anak pada umumnya merupakan mata pelajaan yang tidak disenangi, kalau bukan
sebagai mata pelajaran yang dibenci. Kesalahan guru dalam memilih strategi pembelajaran dapat menyebabkan
siswa kurang tertarik pada pembelajaran sehingga berdampak pada berkurangnya motivasi dan keaktifan siswa
selama proses belajar mengajar, yang mengakibatkan masih rendahnya prestasi belajar siswa (Cut Eka Parasamya,
2017) . Seringkali peserta didik kesulitan untuk mengerjakan soal yang berkaitan dengan dimensi tiga apalagi jika
hanya melihat dari buku yang tampilannya hanya berupa garis dan gambar hitam putih, atau peserta didik merasa
kesulitan mengerjakan soal karena peserta didik tersebut tidak dapat mengungkapkan dan mengimajinasikan
gambar yang dimaksud. Ketercapaian tujuan pembelajaran matematika pada materi tersebut dapat dilihat dari
tingkat keberhasilan dan ketuntasan hasil belajar matematika yang diperoleh peserta didik. Namun pada
kenyataannya, masih terdapat peserta didik yang belum mampu mencapai tujuan pembelajaran matematika materi
dimensi tiga. Hal ini sesuai dengan hasil belajar peserta didik di kelas XII. Dari 32 peserta didik yang duduk di
kelas XII IPA, hanya 25% dari peserta didik kelas XII IPA yang mampu menjawab soal dengan benar. Sebagian
besar masih sangat kesulitan dalam memahami materi sehingga dibutuhkan media pembelajaran sebagai alat bantu
proses peserta didik memahami materi.
Pemilihan model pembelajaran yang tepat mampu menciptaka suasana belajar yang berbeda, salah satunya
adalah model pembelajaran problem based learning (PBL). Tujuan dari PBL untuk meningkatkan keaktifan
peserta didik dalam bernalar dan berkomukasi secara ilmiah terhadap masalah yang dipecahkan (Rerung et al.,
2017). Setiap model memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan model PBL menurut (Raharjo, 2020) antara
lain: 1) peserta didik dilatih untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah dalam keadaan nyata, 2)
mempunyai kemampuan membangun pengetahuannya sendiri melalui aktivitas belajar, 3) pembelajaran berfokus
pada masalah sehingga materi yang tidak ada hubungannya tidak perlu dipelajari oleh peserta didik. Hal ini
mengurangi beban peserta didik dengan menghafal atau menyimpan informasi, 4) terjadi aktivitas ilmiah pada
peserta didik melalui kerja kelompok, 5) peserta didik terbiasa menggunakan sumber-sumber pengetahuan, baik
dari perpustakaan, internet, wawancara, dan observasi, 6) peserta didik memiliki kemampuan menilai kemajuan
belajarnya sendiri, 7) peserta didik memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi ilmiah dalam kegiatan
diskusi atau presentasi hasil pekerjaan mereka, dan 8) kesulitan belajar peserta didik secara individual dapat diatasi
melalui kerja kelompok dalam bentuk peer teaching. Model problem based learning dengan gabungan strategi
pendekatan dalam proses pembelajaran mampu memberikan dampak positif bagi prestasi belajar dan sikap siswa
terhadap pembelajaran matematika (Sri Rahayu et al., 2018).
Youtube merupakan salah satu situs web yang bagi penggunanya dapat mengunggah, menonton dan
membagikan video. Youtube adalah jaringan media sosial yang paling banyak diminati masyarakat dewasa ini.
Beragam video yang ada di Youtube dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai media pembelajaran di kelas Menurut
(Harahap et al., 2022) dalam konteks pembelajaran, Youtube dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media ajar
dan media belajar. Youtube menyediakan berbagai konten menarik seputar dunia pendidikan. Youtube adalah
97
Jurnal Ilmiah Matematika Realistik (JI-MR), Vol: 4, No: 1, 96-101
sebuah basis data berisi konten video yang popular di media sosial serta penyedia beragam informasi yang sangat
membantu. Youtube mempunyai fungsi untuk mencari suatu informasi video atau melihat video secara langsung
(Septian et al., 2022).
Youtube menampilkan berbagai video menarik yang tidak membosankan. Untuk itulah di jaman sekarang
ini gurupun dituntut mampu memberikan pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan sehingga minat dan
motivasi belajar peserta didik dapat terus berkembang (Nugroho, 2021). Youtube dapat menyediakan berbagai
video pembelajaran dan ilmu pengetahuan yang bisa di tonton kapanpun dan dimanapun kita berada dengan cepat
dan mudah (Sugianto, 2023). Video dalam Youtube yang sudah diunggah dapat digunakan dalam belajar berulang
kali. Sebagian besar peserta didik juga tertarik dengan hal- hal yang bersifat audio visual dibanding dengan cara-
cara umum seperti misalnya penyampaian pengetahuan dengan metode konvensional sehingga dapat
meningkatkan hasil belajar peserta didik (Subqi, 2021). Pada media Youtube banyak tersedia video pembelajaran
yang dapat dimanfaat oleh guru dan siswa dan mudah diakses menggunakan jaringan internet sehingga berpotensi
memberikan kemudahan bagi pengguna dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan potensi media Youtube
sebagai media pembelajaran dan kelebihan dari model problem based learning, maka tujuan dilakukannya
penelitian ini agar dapat memberikan solusi untuk mengatasi rendahnya hasil belajar peserta didik menjadi lebih
meningkat dan sesuai dengan yang diharapkan.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengadopsi penelitian tindakan yaitu sebuah
penelitian yang berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Menurut Kemmis & Taggart
dalam (Nuarta, 2020) setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan
reflection (refleksi). Model ini merupakan model penelitian tindakan kelas yang paling umum digunakan di
Indonesia. Model penelitian tindakan kelas Kemmis & Taggart digambarkan sebagai berikut:
Gambar 1. Model PTK Kemmis & Taggart
Pada tahap perencanaan, kegiatan pokok yang dilakukan meliputi: merancang modul ajar yang digunakan
dalam melakukan tindakan di dalam kelas, menyiapkan slide presentasi tentang materi dimensi tiga yang
terhubung dengan media Youtube, menyiapkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), membuat lembar observasi
dan menyiapkan soal untuk tes di akhir siklus. Pada tahap pelaksanaan, guru melaksanakan tindakan di kelas sesuai
dengan langkah-langkah model pembelajaran problem based learning dengan penerapan media Youtube
didalamnya.
Pada tahap observasi digunakan untuk mengumpulkan data mengenai partisipasi aktif peserta didik selama
pelaksanaan tindakan dalam proses pembelajaran. Tahap ini melibatkan pengamat/observer untuk melihat
kekurangan- kekurangan dalam proses belajar mengajar serta aktivitas peserta didik dalam belajar dengan
98
Jurnal Ilmiah Matematika Realistik (JI-MR), Vol: 4, No: 1, 96-101
menggunakan lembar observasi. Tahap selanjutnya adalah refleksi, dalam tahap ini, guru bersama observer
mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan hasil yang
telah direkam dalam instrumen. Tahap refleksi dilakukan untuk mengetahui dan mengkaji kekurangan atau
keberhasilan selama dilaksanakan siklus 1. Kekurangan pada siklus 1 akan diperbaiki pada siklus 2 dan
keberhasilan di siklus 1digunakan sebagai bahan acuan dan pertimbangan dalam perencanaan siklus 2. Tahap
Refleksi dilakukan oleh guru bersama observer berdasarkan hasil pengamatan, observer dapat memberikan
tanggapannya terhadap pembelajaran yang telah dilakukan oleh guru sebagai bahan perbaikan agar peristiwa yang
kurang baik di siklus 1 tidak terjadi lagi di siklus 2 atau siklus selanjutnya.
Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023, yakni bulan Juli sampai bulan
Agustus tahun 2022. Penelitian dilakukan di SMA YPPK Yoanes XXIII Merauke yang beralamat di jalan Kimaam
Nomor 04. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas XII IPA berjumlah 32 orang.
Kegiatan penelitian setelah tahapan PTK dilakukan adalah memberikan tes kepada peserta didik untuk
mengetahui hasil belajarnya. Tes diberikan di akhir siklus setelah pertemuan pembelajaran. Tes akhir siklus terdiri
dari 5 soal uraian dengan tingkat kesulitan yang bervariasi. Data hasil penelitian yang telah diperoleh yaitu berupa
data hasil belajar dan tingkat partisipasi peserta didik diolah agar dapat memberikan informasi yang akurat terkait
ketercapian atau ketuntasan belajar peserta didik yang menjadi tujuan penelitian ini. Data hasil belajar peserta
didik diberikan skor penilaian dengan skor maksimal 100, peserta didik dengan peroleh skor lebih besar atau sama
dengan 75 dikatakan tuntas belajar, sedangkan ketuntasan klasikal digunakan untuk melihat persentase jumlah
peserta didik yang tuntas belajar. Perhitungan ketuntasan klasikal menggunakan formula sebagai berikut.
∑ 𝑝𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠 𝑏𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎𝑟
𝐾𝑒𝑡𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠𝑎𝑛 𝐾𝑙𝑎𝑠𝑖𝑘𝑎𝑙 = × 100% (1)
32
Tingkat partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran diperoleh menggunakan lembar observasi
dengan aspek penilaian: (1) Mengamati materi melalui video pembelajaran yang disajikan guru dalam media
youtube, (2) Memperhatikan penjelasan guru, (3) Melakukan kegiatan yang diinstruksikan guru pada saat mengisi
LKPD dan latihan, (4) Berdiskusi dalam kelompok masing-masing, dan (5) Berkompetisi dalam
mempresentasikan hasil dan mengerjakan soal tes. Adapun skala penilaian tingkat partisipasi peserta didik dengan
skor 4 (sangat serius), 3 (cukup serius), 2 (kurang serius) dan 1 (tidak serius). Kategori tingkat partisipasi peserta
didik disajikan pada tabel berikut:
Tabel 1. Kategori Tingkat Partisipasi
Skor Kategori
17-20 Sangat Tinggi
13-16 Tinggi
9-12 Cukup Tinggi
5-8 Kurang
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian dilakukan sebanyak dua siklus dengan masing-masing siklus dilakukan sebanyak dua pertemuan
untuk proses belajar dan satu pertemuan untuk tes akhir siklus. Proses pembelajaran dilakukan berdasarkan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun sebelumnya sesuai dengan penerapan langkah-
langkah model pembelajaran problem based learning. Media Youtube disajikan kepada peserta didik pada
kegiatan awal dan inti dengan durasi waktu kurang lebih 3-4 menit. Video di kegiatan awal bertujuan untuk
kegiatan apersepsi agar peserta didik memahami tujuan pembelajaran, sedangkan di kegiatan inti sebagai media
penyampaian materi pelajaran yang dipelaari saat itu. Peserta didik diberi kesempatan untuk menyimak tayangan
dalam video sebagai bekal untuk proses belajar selanjutnya. Setelah kegiatan pembelajaran yang dilakukan
sebanyak dua pertemuan, peseta didik diberikan tes akhir siklus dengan waktu pengerjaan tes 90 menit. Hasil tes
yang diperoleh peserta didik pada siklus 1 dan siklus 2 disajikan pada tabel 2 di bawah ini.
Tabel 2. Data Hasil Belajar
Uraian Siklus 1 Siklus 2
Nilai tertinggi 75 95
Nilai terendah 45 65
Rata-rata 52,16 85,15
Jumlah peserta didik tuntas 10 28
belajar
Jumlah subjek 32 32
Persentase ketuntasan klasikal 31,25% 87,5%
99
Jurnal Ilmiah Matematika Realistik (JI-MR), Vol: 4, No: 1, 96-101
Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik dan
ketuntasan klasikal dari siklus 1 ke siklus 2 yaitu peserta didik yang tutas belajar pada siklus 1 sebanyak 10 orang
dan meningkat di siklus 2 sebanyak 28 orang dari total 32 orang. Hal ini berdampak pula pada persentase
ketuntasan klasikal yang meningkat dari 31,25% di siklus 1 menjadi 87,25% di siklus 2.
Penerapan model pembelajaran PBL serta adanya media youtube ada saat proses pembelajaran mampu
meningkatkan partisipasi peserta didik. Hal ini terlihat pada perolehan data tingkat partisipasi yang dilakukan
melalui pengamatan langsung oleh observer pada tabel 3 berikut.
Tabel 3. Data Tingkat Partisipasi
Siklus 1 Siklus 2
Uraian
Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 1 Pertemuan 2
Skor tertinggi 2 3 3 3
Skor terendah 4 4 4 4
Skor yang diperoleh 10 15 17 19
Kategori Cukup Tinggi Sangat Sangat
tinggi tinggi tinggi
Berdasarkan data partisipasi peserta didik saat mengikuti pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus
1 ke siklus 2. Hasil pengamatan terlihat peserta didik lebih serius mengikuti pembelajaran di kelas, rasa ingin tahu
dan antusia peserta didik dalam mengikuti pembelajaran sangat sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini sejalan
dengan hasil penelitian oleh (Rahmat, 2018) bahwa penerapan model Problem Based Learning secara rinci dapat
meningkatkan minat belajar, motivasi belajar dan partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran. Siswa diajak untuk
turut serta dalam semua proses pembelajaran dengan variasi pembelajaran yang terdiri dari diskusi kelompok,
pemecahan masalah, dan presentasi membuat siswa merasakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan
materi yang disajikan dalam bentuk masalah yang harus dipecahkan menjadi lebih mudah dipahami siswa sehingga
dapat meningkatkan minat, motivasi, serta partisipasi siswa (Husnidar & Hayati, 2021). Melalui model problem
based learning, peserta didik mampu melatih diri dalam mengidentifikasi, menganalisis, memecahkan dengan
berpikir logis atas masalah yang selanjutnya menarik kesimpulan. Kegiatan-kegiatan inilah, akhirnya berdampak
pada peningkatan hasil belajar siswa.
Selama proses pembelajaran berlangsung penerapan model pembelajaran problem based learning dengan
berbantuan media youtube mampu menghadirkan suasana dan pengalaman belajar siswa yang abstrak menjadi
konkret, sebagaimana yang diungkapkan oleh (Ambarwati & Kurniasih, 2021) ketuntasan belajar tersebut juga
dipengaruhi karena adanya keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, dengan mengalami, melihat
dan mengamati obyek secara langsung dan nyata menuntut siswa untuk terlibat langsung. Penayangan video
mampu mengantarkan siswa menelaah dan berimajinasi lebih dalam untuk memahami suatu masalah dan konsep
yang baru (Afiani, 2021). Kemampuan berpikir peserta didik dalam belajar lebih terlatih dan memacu kemampuan
berpikir tingkat tinggi. Menurut (Ernawati, 2020) melalui media pembelajaran berbasis video youtube dapat
membangkitkan semangat belajar siswa. Proses pembelajaran menjadi lebih aktif karena semua siswa diminta
untuk mempersiapkan diri sebelum pelajaran dimulai sebagai bahan literasi yang mudah dipahami.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa media
pembelajaran Youtube dapat meningkatkan hasil belajar matematika dan partisipasi peserta didik. Hal tersebut
dapat dilihat dari perolehan nilai skor partisipasi peserta didik selama proses pembelajaran, nilai rata-rata kelas
serta persentase ketuntasan secara klasikal pada tiap siklus mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2.
Kombinasi model pembelajaran PBL dan media Youtube mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik
disebabkan karena suasana belajar dikemas lebih menarik dan sistematis.
100
Jurnal Ilmiah Matematika Realistik (JI-MR), Vol: 4, No: 1, 96-101
REFERENSI
Afiani, N. (2021). Upaya Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI Pada Materi Program Linier
Menggunakan Problem Based Learning dengan Media Youtube dan PPT Di Smk Muhammadiyah 2 Klaten Utara.
Educatif Journal of Education Research, 4(1), 65–72. [Link]
Ambarwati, D., & Kurniasih, M. D. (2021). Pengaruh Problem Based Learning Berbantuan Media Youtube terhadap
Kemampuan Literasi Numerasi Siswa. Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika, 5(3), 2857–2868.
[Link]
Arafat Lubis, M., & Azizan, N. (2018). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Matematika di SMP Muhammadiyah 07 Medan Perjuangan Tahun Pelajaran 2018/2019. Jurnal Logaritma, 6(2),
150–163.
Cut Eka Parasamya, A. W. (2017). Upaya Peningkatan Hasil Belajar Fisika Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran
Problem Based Learning (PBL). Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Pendidikan Fisika, 2(1), 42–49.
Ernawati, N. P. E. (2020). Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Video Youtube untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
di Kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Singaraja. Stilistika, 9(1), 92–106. [Link]
Fikri Bunger, M. (2016). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Smk. Journal of Mechanical Engineering Education, 3(1), 52. [Link]
Gusti Ayu Putri Sriwati, I. (2021). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Matematika. Indonesia Journal Oof Educational Development, 2(2), 302–313.
[Link]
Harahap, muhammad S., Ahmad, M., & Lumbantobing, S. M. (2022). Efektivitas Pembelajaran Daring Berbasis Youtube
terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika. Mathematic Education Journal)MathEdu, 5(1), 70.
Husnidar, & Hayati, R. (2021). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Matematika Siswa. ASIMETRIS: Jurnal Pendidikan Matematika Dan Sains, 02(02), 67–72.
Khalda, S., & Haq, N. (2022). Pengaruh Penggunaan Channel Youtube Privat Al Faiz terhadap Hasil Belajar Matematika. 2,
69–75.
Nuarta, I. N. (2020). Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based
Learning. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia (Indonesian Journal of Physics Education), 5(1), 37–41.
[Link]
Nugroho, W. (2021). Pendekatan Problem Based Learning Model Diskusi Kelompok Berbantuan Video YouTube untuk
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Statistika. Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus), 4(2), 211–226.
[Link]
Raharjo, S. (2020). Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning dengan
Berbantu Media Youtube. Social, Humanities, and Education Studies (SHEs): Conference Series, 4(1), 1–23.
Rahmat, E. (2018). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar
Siswa. Jurnal Penelitian Pendidikan, 18(2), 144–159. [Link]
Rerung, N., Sinon, I. L. ., & Widyaningsih, S. W. (2017). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik SMA pada Materi Usaha dan Energi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika
Al-Biruni, 6(1), 47–55. [Link]
Septian, A., Monariska, E., & Yunita, E. (2022). Penerapan Media YouTube untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman
Matematis Siswa sesuatu yang tepat untuk diingat dan kemudian dapat mengimplementasikan dalam bentuk &
Ramadanty , 2020 ). Kemampuan pemahaman matematis merupakan pengetahuan siswa sendiri ole. Union : Jurnal
Ilmiah Pendidikan Matematika, 10(3), 319–329.
Sri Rahayu, E., Palobo, M., N, N., Riyana, M., & Johanis, D. (2018). Penerapan Pendekatan Scientific dengan Model Problem
Based Learning Untuk Meningkatkan Sikap dan Prestasi Belajar Matematika Siswa SMP Negeri 9 Merauke. Jurnal
Magistra, 5(1), 15–25. [Link]
Subqi, I. (2021). Penggunaan Media Youtube dalam Meningkatkan Hasil Belajar Materi Zakat dan Hikmahnya di Madrasah
Aliyah Miftahul Ulum Weding Demak. Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian Dan Pengembangan
Pembelajaran, 6(2), 142. [Link]
Sugianto, R. (2023). Penerapan Video YouTube “ Pak Rahmad ” sebagai Sumber Belajar Matematika untuk Meningkatkan
Hasil Belajar Siswa SMA. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 01(01), 1–9.
Zahrawati, F. (2020). Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Siswa.
Indonesian Journal of History Education, 1(1), 71–79.
101