0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan5 halaman

Sejarah William Tuke dan Kesehatan Mental

Diunggah oleh

adi suklan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan5 halaman

Sejarah William Tuke dan Kesehatan Mental

Diunggah oleh

adi suklan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

 Home

 About

Jonbares Blog
Just another [Link] site
Feeds:
Posts
Comments
« Konsep sehat
Kepribadian Sehat Dari Sudut Pandang Psikologi »

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental

March 29, 2011 by jonbares

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental

Salah satu contoh orang yang berjasa dalam mengatasi dan menanggulangi orang-orang yang
terkena penyakit mental adalah Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris. Pada
masa Pinel dan Tuke ini selanjutnya dikenal dengan masa pra ilmiah karena hanya usaha dan
praksis yang mereka lakukan tanpa adanya teori-teori yang dikemukakan
Selain itu ada Dorothea Dix yang merupakan seorang pionir wanita dalam usaha-usaha
kemanusiaan berasal dari Amerika. Ia berusaha menyembuhkan dan memelihara para penderita
penyakit mental dan orang-orang gila. Sangat banyak jasanya dalam memperluas dan
memperbaiki kondisi dari 32 rumah sakit jiwa di seluruh negara Amerika bahkan sampai ke
Eropa. Atas jasa-jasa besarnya inilah Dix dapat disebut sebagai tokoh besar pada abad ke-19.
Tahapan Perkenbangannya:

v Zaman Prasejarah

Manusia purba sering mengalami gangguan mental atau fisik, seperti infeksi, artritis, dll

v Zaman peradaban awal

1. Phytagoras ( orang yang pertama memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit mental )
2. Hypocrates ( Ia berpendapat penyakit / gangguan otak adalah penyebab penyakit mental

3. Plato , menurutnya gangguan mental sebagian gangguan moral, gangguan fisik dan sebagiaan
lagi dari dewa dewa.

v Zaman Renaissesus

Pada zaman ini di beberapa negara eropa , para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran dan filsafat
mulai menyangkal anggapan bahwa pasien sakit mental tenggelam dalam dunia tahayul.

v Era Pra-Ilmiah

1. Kepercayaan Animisme

Sejak zaman dulu gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan
terhadap faham animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa.
Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa marah
kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka
mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan kurban.

2. Kepercayaan Naturalisme

Suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates
(460-367) menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia
mengatakan, “Jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang
basah, dan mencium bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau hantu yang melukai
badan anda.

Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat polotik dan sosial yang
baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia terpilih menjadi kepala Rumah Sakit
Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, pasiennya dirantai, diikat ketembok dan tempat tidur. Para
pasien yang telah di rantai selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dianggap sangat berbahaya
dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil,
mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya.

v Era Modern

Perubahan luar biasa dalam sikap dan cara pengobatan gangguan mental terjadi pada saat
berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika pada tahun 1783. Ketika itu
Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staf medis di rumah sakit Pensylvania. Di rumah
sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai lunatics (orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu
itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyebab dan cara menyembuhkan penyakit tersebut.
Akibatnya pasien-pasien dikurung dalam ruang tertutup, dan mereka sekali-kali diguyur dengan
air.
Rush melakukan suatu usaha yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita
gangguan mental tersebut melalui penulisan artikel-artikel. Secara berkesinambungan, Rush
mengadakan pengobatan kepada pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau
bekerja, rekreasi, dan mencari kesenangan.

Pada tahun 1909, gerakan mental Hygiene secara formal mulai muncul. Perkembangan gerakan
mental hygiene ini tidak lepas dari jasa Clifford Whitting Beers (1876-1943) bahkan karena
jasanya itu ia dinobatkan sebagai The Founder of the Mental Hygiene Movement dia terkenal
karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental
dengan cara yang sangat manusiawi.

Secara hukum, gerakan mental hygiene ini mendapat pengakuan pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu
ketika presiden Amerika Serikat menandatangani The National Mental Health Act., yang berisi
program jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga
masyarakat.

Bebarap tujuan yang terkandung dalam dokumen tersebut meliputi

1) Meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat Amerika Serikat, melalui


penelitian, investigasi, eksperimen, penayangan kasus-kasus, diagnosis, dan pengobatan

2) Membantu lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang melakukan kegiatan penelitian dan
meningkatkan koordinasi antara para peneliti dalam melakukan kegiatan dan mengaplikasikan
hasil-hasil penelitiannya

3) Memberikan latihan terhadap para personel tentang kesehatan mental

4) Mengembangkan dan membantu negara dalam menerapkan berbagai metode pencegahan,


diagnosis, dan pengobatan terhadap para pengidap gangguan mental.

Pada tahun 1950, organisasi mental hygiene terus bertambah, yaitu dengan berdirinya National
Association for Mental Health. Gerakan mental hygiene ini terus berkembang sehingga pada
tahun 1975 di Amerika terdapat lebih dari seribu perkumpulan kesehatan mental. Di belahan
dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui The World Federation for Mental Health dan
The World Health Organization.

v Mempelajari kesehatan pada berbagai ilmu itu pada prinsipnya bertujuan sebagai berikut:

1. Memahami makna kesehatan mental dan faktor-faktor penyebabnya.


2. Memahami pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam penanganan kesehatan mental.
3. Memiliki kemampuan dasar dalam usaha peningkatan dan pencegahan kesehatan mental
masayarakat.
4. Meningkatkan kesehatan mental masyarakat dan mengurangi timbulnya gangguan mental
masyarakat.

Sumber:
Semiun, Yustinus. 2006. Kesehatan mental 3, Pandangan umum mengenai penyesuaian diri dan
kesehatan mental serta teori-teori yang terkait; kanisius.

[Link]

Advertisements
Report this ad

Related

Pengaruh Merokok Terhadap Psikologis Manusia

Perkembangan Dalam Berbicara Pada Balita…

Psikologi Lintas Budaya

Posted in Uncategorized | Leave a Comment

Comments RSS

Leave a Reply

Advertisements

 Archives
o November 2012 (1)
o October 2012 (4)
o September 2012 (1)
o April 2012 (2)
o March 2012 (1)
o October 2011 (1)
o April 2011 (1)
o March 2011 (2)
o January 2011 (5)
o November 2010 (3)
o October 2010 (3)
o September 2010 (1)
o June 2010 (1)
o May 2010 (3)
 Categories
o Uncategorized (29)
 Pages
o About

Create a free website or blog at [Link].

WPThemes.

 Follow

Common questions

Didukung oleh AI

During the Renaissance, there was a significant shift from viewing mental illness as a result of superstition and divine punishment towards a more scientific understanding. Key figures like Pythagoras and Hippocrates advocated for natural explanations of mental illnesses, suggesting they were caused by physical and brain disorders rather than supernatural forces. This period marked a move towards rationalism and away from the mystical explanations that had dominated previous eras .

Benjamin Rush significantly impacted psychiatry in early America by integrating more humane treatments and advocating for a better understanding of mental illnesses. As a physician at Pennsylvania Hospital, he promoted work therapies, recreational activities, and moral encouragement for patients, moving away from mere containment towards rehabilitation. His writings and practices laid a foundation for future developments in the field .

Dorothea Dix was instrumental in reforming the treatment and perception of mental health disorders in the 19th century by advocating for the creation of more humane and compassionate care facilities. She was pivotal in expanding and improving the conditions of 32 mental hospitals in America and Europe, which led to increased awareness and better treatment of those with mental illnesses .

The transition from moral to biological explanations of mental illness began in ancient times, marked by the work of key figures like Hippocrates, who attributed mental disorders to imbalances of bodily fluids rather than moral failings or divine retribution. This shift was crucial in moving towards a more scientific approach and laid groundwork for later developments in psychiatry. Moral interpretations often viewed mental illness as a punishment for moral failings, while biological explanations considered them medical conditions requiring treatment .

Clifford Whitting Beers was pivotal in advancing mental health care through his advocacy and personal experiences with mental illness, which he detailed in his writings. Beers founded the Mental Hygiene Movement, which aimed to improve conditions for people with mental health disorders and promote preventative measures. His efforts led to the establishment of organizations like the National Association for Mental Health, setting a foundation for modern mental health advocacy .

Philippe Pinel played a crucial role by introducing more humane treatment approaches in mental health care. He was appointed as head of the Bicetre Hospital in Paris, where he implemented groundbreaking changes by removing chains from patients and allowing them to walk freely, which significantly improved their condition. This marked a shift away from viewing mental illness as a moral failing or divine punishment towards a more compassionate understanding and treatment .

The World Federation for Mental Health and the World Health Organization have played crucial roles in global mental health initiatives by advocating for improved mental health education, policies, and practices worldwide. They have facilitated international collaboration, supported research on mental health issues, and helped implement public health strategies that prioritize mental well-being as an integral part of overall health .

Prehistorical beliefs often attributed mental illness to supernatural causes, such as angry deities or spiritual possession. In contrast, early civilizations like those influenced by Pythagoras and Plato began offering natural explanations for mental health issues, suggesting that they stem from physical and moral origins. This indicates a gradual shift towards understanding mental health through a more rational, scientific lens, highlighting an evolution in human cognition and cultural development .

The introduction of the National Mental Health Act in 1946 significantly advanced mental health care by establishing a federal commitment to improve mental health. It aimed to enhance research, diagnosis, and treatment of mental health disorders, and facilitated the creation of the National Institute of Mental Health (NIMH), which provided funding and support for mental health initiatives and encouraged the integration of mental health knowledge into public health .

In the pre-scientific era, animism held that mental disorders were caused by spirits or deities being displeased with the individual, requiring rituals to appease them. Naturalism, as advocated by figures like Hippocrates, proposed that mental and physical disorders were results of natural causes, such as imbalances in bodily fluids, rather than supernatural forces .

Anda mungkin juga menyukai