DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
Nomor :
SOP Terbit ke :01
Dinas Kesehatan [Link] :00
Puskesmas
Kota Pekalongan [Link] :
Sokorejo
Halaman :1–2
Ditetapkan Kepala dr. Dita Rasnasuri
Puskesmas Sokorejo NIP. 19770522 201001 2 006
A. Pengertian Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh
virus Dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti &
Albopictus.
B. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah – langkah untuk
penatalaksanaan DBD
C. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Sokorejo Nomor
UKP/VII/UKP/SK/V/2016/001 tentang Tata Kelola Pelayanan
Klinis Puskesmas Sokorejo Kota Pekalongan.
D. Referensi Demam Berdarah Dengue Epidermiologi, Patogenesis, dan faktor
resiko penularan, Ayu Candra, Tahun 2010
E. Alat dan Bahan 1. Alat Tulis
2. Rekam Medis
3. Thermometer
4. Timbangan
5. Tensimeter
6. Stetoskop
7. Senter
F. Prosedur 1. Dokter melakukan anamnesa berapa hari demam dirasa, adakah
nyeri pada otot, apakah mual dan muntah, adakah ruam atau
bintik bintik merah pada kulit, adakah perdarahan spontan
(mimisan,gusi berdarah, muntah darah, berak darah) hasil
anamnesa dicatat dalam rekam medis.
2. Dokter melakukan pemeriksaan fisik apakah diadapatkan tanda
– tanda syok atau tidak dan mencatat hasil pemeriksaan fisik
pada rekam medis.
1
3. Dokter melakukan permintaan pemeriksaan laboratorium,
apabila pasien demam ≥ 3 hari atau demam disertai dengan
perdarahan aktif dengan pemeriksaan laboratorium darah rutin
hb, leukosit, ht, trombosit, bila perlu LED.
4. Dokter membaca hasil pemeriksaan darah rutin, didapatkan
kadar nilai tidak normal, peningkatan nilai hemokonsentrasi >
20% , nilai trombosit < 200.000 ribu
5. Dokter mengklasifikasikan derajat DBD
5.1 Derajat I : Demam dengan uji torniquet (+) positif.
5.2 Derajat II : Derajat I dengan perdarahan spontan dikulit
dan atau perdarahan lain
5.3 Derajat III : Kegagalan sirkulasi nadi cepat dan lemah,
akral dingin, lembab dan pasien gelisah.
5.4 Derajat IV : Syok berat dengan nadi tidak teraba dan
tekanan darah tidak dapat di ukur.
6. Dokter menegakan diagnosis berdasarkan hasil pemeriksaan
dan menulisnya dalam rekam medis.
7. Dokter melakukan rujukan ke unit pelayanan yang lebih tinggi
Puskesmas Rawat Inap (apabila tidak ada tidak ada tanda syok)
atau Rumah Sakit.
G. Unit Terkait 1. Pemeriksaan Pelayanan Umum
2. Pemeriksaan Jaringan
H. Rekaman Historis:
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl.
.