KANTOR ADVOKAT DAN BANTUAN HUKUM
Alamat : Jl. Dukuh Kupang No.68 Dukuh Kupang Kecamatan
Dukuhpakis Kota. Surabaya
“UNTUK KEADILAN”
Naskah Pembelaan (PLEDOI)
Dalam Perkara [Link]/66/PWK/X/2023 Pengadilan Negeri Surabaya
Yang mulia ketua dan anggota majelis hakim pemeriksa perkara ini.
Yang terhormat saudara jaksa/Penuntut Umum
Yang terhormat para hadirin dan pengunjung sidang
Dengan segala kerendahan hati perkenankanlah kami untuk terlebih dahulu
memanjatkan kehadirat Tuhan YME yang telah memberikan kekuatan lahir dan batin
terhadap kita seluruhnya untuk bersama-sama hadir dalam persidangan yang mulia
ini, baik hal itu dari pihak majelis hakim, Penuntut Umum maupun pihak terdakwa
beserta penasehat hukumnya
Berikutnya perkenankanlah kami dari lubuk hati yang paling dalam Rahma
Indah M S.H., M.H. dan Innaha Ratna P S.H., M.H. sebagai penasehat hukum dan
pendamping terdakwa untuk secra khusus menyampaikan ucapan terimakasih yang
tiada terhingga terhadap majelis hakim dalam perkara ini, dalam hal ucapan
terimakasih yang tidak terhingga patut disampaikan karena :
1. Majelis hakim dengan cermat memimpin pemeriksaan dalam persidangan ini
baik terhadap para saksi maupun terdakwanya
2. Majelis hakim telah berkenan menimbang, memberi arahan dan nasehat
hukum yang sangat berharga bagi terdakwa khususnya dan masyarakat
umumnya.
Bahwa selanjutnya ucapan terimakasih yang sedalam-dalamnya juga tidak
lupa kami sampaikan atas kesempatan yang diberikan oleh majelis hakim kepada
kami selaku penasehat hukum terdakwa untuk menyampaikan naskah pembelaan ini
baik kepentingan terdakwa yang awam hukum ini.
Bahwa ibaratnya kata pepatah “TIADA GADNG YANG TAK RETAK” yang
mempunayi makna dan arti bahwa kiranya wajar apabila seseorang yang namanya
sekedar manusia semata wayang ini dalam karya dan menjalankan kegiatannya
selalu ada kekurangan atau celahnya.
Bahwa pepatah diatas erat hubungannya dengan naskah pembelaan terdakwa
sekarang ini yang tiada luput dari kekurangan-kekurangan atau celanya.
Bahwa akan tetapi penuh dengan optimia kami agar kita terlibat dalam
pmeriksaan persidangan ini mendapatkan Asas Kemanfaatan Bersama sehingga
nantinya putusan yang diajtuhkan kepada terdakwa EDI SUSILO BIN RAHMAD dari
sisi penuntutnya oleh Penuntut Umum, dan ataupun utamanya bermanfaat bagi
kekuatan para terdakwa khususnya, dan masyarakat pada umumnya.
Bapak/Ibu Majelis hakim dan saudara penuntut umum yang kami hormati.
Bahwa setelah membaca dan mempelajari surat tuntutan Penuntut Umum No.
PDM/66/PWK/XI/2023, tertanggal 18 November, kami penasehat hukum terdakwa
mengajukan pembelaan ini dengan menyampaikan/ membeberkan fakta-fakta yang
sebenernya yang telah di kemukakan di persidangan :
Bahwa dalam persidangan ini sebagi terdakwa identitasnya :
Nama : Edi Susilo bin Rahmad
Umu : 62 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Kebangsaan : Indonesia
Pekerjaan : Supir
Alamat : Jalan Raya Kenjeran No. 181 RT.008 RW.009
Kelurahan Kenjeran Kecamatan Kenjeran Kota
Surabaya
Pendidikan : SMA
DAKWAAN
Dalam surat dakwaan penuntut umum dalam perkara pembunuhan terdakwa
EDI SUSILO BIN RAHMAD, terlihat jaksa penutut umum mendakwa EDI SUSILO BIN
RAHMAD dengan dakwaan Pasal 340 KUHP
Bahwa dakwaan dari surat dakwaan Penuntut Umum adalah mengenai
perbuatan yang sebagaimana diatur dalam pasal 340 KUHP mengenai pembunuhan
berencana. Bahwa pasal 340 KUHP mengenai pembunuhn berencana merumuskan
sebagai berikut :
“ Barangsiapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa
orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana dengan pidana mati atau
pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh
tahun”.
Bahwa apabila di perhatikan rumusan pasal 340 KUHP Undang-Undang
Nomor 1 Tahun 1946 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang pembunuhan
berencana maka unsur-unsur yang terdapat di dalamnya sebagai berikut
1. Barangsiapa
2. Dengan sengaja
3. Dengan rencana
4. Merampas nyawa orang lain
5. Diancam karena pembunuhan dengan rencana
Bahwa dalam uraian dakwaanya, Penuntut umum mengguraikan terdakwa EDI
SUSILO BIN RAHMAD telah melakukan pembunuhan berencana yang mengakibatkan
hilangnya nyawa seseorang atau meninggal dunia.
TUNTUTAN:
Bahwa dalam surat tuntutan Penutut Umum Nomor PDM/66/PWK/XI/2023
tertanggal (2 Januari 2024) tersebut diatas, dimana terdakwa di tuntut dengan
tuntutan pasal 340 KUHP Undang-Undang Nomer 1 Tahun 1964 sebagai berikut :
1. Menyatakan bahwa terdakwa EDI SUSILO BIN RAHMAD bersalah karena telah
melakukan pembunuhan berencana yang mengakibatkan hilangnya nyawa
seseorang karena tekanan dan psikis korban yang mengakibatkan gelap mata
sesuai dengan unsur 340 KUHP Undang-Undang Nomer 1 Tahun 1964
2. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 20 tahun dikurangi
masa tahanan
3. Menyatakan barang bukti
a. 1 (satu) buah balok kayu;
b. 1 (satu) buah golok
c. 1 (satu) buah koper besar bermerk America Tourister berwarna hitam;
d. 1 (satu) pasang sarung tangan berwarna hitam
e. 5 (lima) buah kantong plastik berwarna hitam
f. 1 (satu) buah sapu tangan bermotif kotak
4. Menetapkan agar membebankan biaya perkaraa kepada terdakwa sebesar
Rp.5000,-
TENTANG FAKTA-FAKTA PERSIDANGAN :
Bahwa yang telah terungkap di dalam persidanga dari keterangan saksi-saksi :
ANTONI SUBAGJA, DIDIT GUNAWAN, ARUM CAHYA, SETYOWATI
Yang kesemua identitas dan keterangan telah terkutip lengkap pada Surat
tuntutan dan berita acara pemeriksaan dalam perkara ini, namun dari keterangan
para saksi tersebut diatas, tidak ada satu yang mengetahui sendiri siapa pelakunya
dalam peristiwa ”PEMBUNUHAN” di rumah saksi ANTONI SUBAGJA serta alat bukti
apa saja yang di pergunakan dalam pembunuhan tersebut. Saksi pada kasus ini tidak
memenuhi syarat berdasarkan pasal 186 KUHAP yang menyatakan bahwa Keluarga
tidak dapat serta merta dijadikan sebagai saksi yang di dengar keterangannya.
Bahwa keterangan saksi DIDIT GUNAWAN tidak melihat secara jelas apakah
terdakwa benar melakukan tindakan yang diceitakan secara runtut pada surat
tuntutan karena saksi DIDIT GUNAWAN menghindap rabun jauh berdasarkan surat
dokter dan keterangan saksi. Maka sudah sepatutnya keterangan-keterangan para
saksi yang demikian itu patut di pertanyakan, yang mana dalam perkara ini,
haruslah objektif dan jelas.
KETERANGAN TERDAKWA
Bahwa pada intinya keterangan terdakwa mengakui terhadap tuduhan
penuntut umum tersebut, melakukan perbuatan timbulnya kematian atau hilangnya
nyawa seseorang di rumah saksi ANTONI SUBAGJA pada tanggal 12 Oktober 2023 di
Perumahan Bukit Ayu Jalan Sirkon Blok A3 RT.005 RW.010 Kelurahan Wonorejo
Kecamatan Rungkut Kota Surabaya, yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang
karena gelap mata yang didasarkan pada perkataan korban yang menyakiti hati
terdakwa serta menimbulkan kecemasan dan gangguan psikis. Tidak ada unsur
ataupun motif selain itu, bahkan terdakwa menyesali perbuatannya seperti pada
keterangan terdakwa dan di perkuat dengan keterangan saksi SETYOWATI yang
sering melihat terdakwa mendapatkan perlakuan buruk dari korban.
(sebagian keterangan lengkap telah terkutip didalam berita acara pemeriksaan dan
tuntutan penuntut umum tertanggal (2 Januari 2024))
HAL-HAL YANG MERINGANKAN TERDAKWA
1. Keterangan para saksi di anggap tidak sah di mata hukum berdasarkan pasal 186
KUHAP yang dimana keteragan saksi dari hubungan keluarga tidak dapat di
dengar kesaksiannya.
2. Keterangan saksi DIDIT GUNAWAN tidak dapat di dengar bahwasannya keterangan
saksi tidak melihat secara jelas dan pasti di karenakan penyakit mata
rabun jauh yang diderita.
3. Bahwa terdakwa mempunyai kredibilitas yang baik di daerahnya dan di kenal baik
oleh orang-orang disekitarnya dan bukan termasuk orang-orang yang berlatar
belakang/ mempunyai tampang kriminal.
4. Bahwa benar jika terdakwa melakukan tindak pidana tersebut karena gelap mata
sering merasakan sakit hati atas perlakuan korban buruk bahkan kasar kepada
terdakwa
5. Bahwa terdakwa tidak pernah dihukum serta mempunyai keluarga/ istri dan anak
tentunya terdakwa sebagai tumpuan bagi keluarga di masa depan.
5. Bahwa terdakwa selama di persidanga berlaku sopan serta tidak menyulitkan
pemeriksaan
ANALISIS YURIDIS
Maka berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap dipersidangan
sebagaimana tersebut di atas, menurut hemat kami Penasihat Hukum Terdakwa
berkeyakinan dan menyimpulkan dalam nota pembelaan ini sebagai berikut :
Bahwa oleh karenanya unsur dari dakwaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340
KUHPidana tidak terbukti secara sah dan meyakinkan, dengan uraian sebagai
berikut:
1. Unsur Subyektif
- Barang siapa
Tidak dapat dipungkiri, didalam setiap rumusan pasal-pasal KUHP, unsur
(bestitelen) “barang siapa” merupakan sebuah kata yang penting di dalam
melihat kesalahan dan pertanggungjawaban pidana. Sebagai sebuah kata
“barang siapa” maka memerlukan kajian yang cukup serius dalam asas
kesalahan dan pertanggungjawaban pidana dalam upaya pembuktian.
Adapun syarat-syarat pokok dari suatu delik adalah:dipenuhinya semua
unsur dari delik seperti yang terdapat di dalam rumusan delik; dapat
dipertanggungjawabkan si pelaku atas perbuatannya; tindakan dari pelaku
tersebut haruslah dilakukan dengan sengaja atau tidak disengaja; pelaku
tersebut dapat dihukum. Semua syarat tersebut disebut dengan
begeleidende omstandigheden atau keadaan-keadaan penyerta ataupun
keadaan yang menyertai sesuatu tindakan. Tindak pidana atau strafbaar
feit merupakan suatu perbuatan yang mengandung unsur “perbuatan atau
tindakan yang dapat dipidanakan” dan unsur “pertanggungjawaban pidana
kepada pelakunya”. Sehingga dalam syarat hukuman pidana terhadap
seseorang secara ringkas dapat dikatakan bahwa tidak akan ada hukuman
pidana terhadap seseorang tanpa adanya hal-hal yang secara jelas dapat
dianggap memenuhi syarat atas kedua unsur itu. Dengna demikian maka
unsur “barang siapa/setiap orang” ialah orang yang apabila orang tersebut
terbukti memenuhi unsur tindak pidana yang dituduhkan terhadap
terdakwa. Unsur “barang siapa/setiap orang” tidak dapat ditujukan kepada
diri terdakwa karena menentukan unsur ini tidak cukup dengan
menghubungkan terdakwa sebagai perseorangan sebagaimana manusia
pribadi atau subyek hukum yang diajukan sebagai terdakwa dalam perkara
ini, akan tetapi yang dimaksud setiap orang dalam undang-undang adalah
orang yang perbuatannya secara sah dan meyakinkan terbukti memenuhi
semua unsur dari tindak pidana. Jadi untuk membuktikan unsur “barang
siapa/setiap orang” harus dibuktikan dulu unsur lainnya.
Dengan demikian unsur “barangsiapa” TIDAK TERBUKTI SECARA SAH
DAN MEYAKINKAN.
- Dengan sengaja dan direncanakan terlebih dahulu
Secara teoritis, sengaja sebagai sadar kemungkinan adalah situasi dimana
pelaku pada akhirnya dianggap “menyetujui” akibat yang mungkin terjadi.
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tidak memberikan definisi tentang
apa yang maksud "dengan sengaja" namun DaIam MvT "sengaja" berarti
"Willens en weten" (menghendaki dan mengetahui), yang berarti bahwa si
pembuat menghendaki apa yang dilakukannya dan harus mengetahui apa
yang dikehendakinya. Artinya seseorang yang melakukan suatu tindakan
dengan sengaja harus menghendaki atau menginsyafi tindakan tersebut
dan / atau akibatnya. Secara umum, terdapat tiga bentuk dolus/opzet
(sengaja), yaitu sengaja sebagai maksud (opzet als oogmerk) dimana
perbuatan yang dilakukan dan akibat yang terjadi memang menjadi tujuan
pelaku;sengaja sebagai sadar kepastian/sengaja sebagai sadar keharusan
(opzet bij zekerheids-bewustzijn) dimana akibat yang terjadi bukanlah
akibat yang menjadi tujuan, tetapi untuk mencapai suatu akibat yang
benar-benar dituju, memang harus dilakukan perbuatan lain tersebut
sehingga dalam hal ini perbuatan menghasilkan 2 (dua) akibat, yaitu akibat
pertama sebagai akibat yang dikehendaki pelaku; dan akibat kedua sebagai
akibat yang tidak dikehendaki pelaku tetapi harus terjadi agar akibat
pertama (akibat yang dikehendaki) benar-benar terjadi. Sengaja sebagai
sadar kemungkinan/sengaja sebagai sadar bersyarat (dolus
eventualis/voorwadelijk opzet/opzet bij mogelijkheids bewustzijn) dimana
dengan dilakukannya suatu perbuatan, pelaku menyadari kemungkinan
terjadinya akibat lain yang sebenarnya tidak dikehendaki, namun
kesadaran tentang kemungkinan terjadinya akibat lain itu tidak membuat
pelaku membatalkan niatnya dan ternyata akibat yang tidak dituju tersebut
benar-benar terjadi. Dengan kata lain, pelaku pernah berpikir tentang
kemungkinan terjadinya akibat yang dilarang undang-undang, namun ia
mengabaikannya dan kemungkinan itu ternyata benar-benar terjadi.
Terkait konteks “dengan rencana terlebih dahulu”, maka apabila pikiran-
pikiran untuk membunuh tersebut dalam keadaan marah, tidak tenang,
waktu yang terlalu singkat, yang berakibat akan berfikir secara tergesa-
gesa, panik, dan tidak terencana, dan dalam suatu suasana kejiwaan yang
tidak memungkinkan untuk berfikir dengan tenang, maka disitu tidak ada
unsur perencanaan.
Dengan demikian, unsur “Dengan sengaja dan direncanakan terlebih
dahulu”, TIDAK TERBUKTI SECARA SAH DAN MEYAKINKAN.
2. Unsur Obyektif
- Merampas nyawa orang lain
Secara istilah pembunuhan adalah perbuatan manusia yang
mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang baik dengan sengaja atau pun
tidak sengaja, baik dengan alat yang mematikan atau pun dengan alat yang
tidak mematikan, artinya melenyapkan nyawa seseorang dengan sengaja
atau tidak sengaja, dengan menggunakan alat mematikan ataupun tidak
mematikan. Dalam perkara ini, terdakwa terbukti dalam persidangan
bahwasannya menghilangkan nyawa orang lain (korban) dengan
menggunakan barang bukti yang sudah terdakwa siapkan.
Dengan Demikian, Unsur “Menghilangkan Nyawa Orang Lain”, TERBUKTI
SECARA SAH DAN MEYAKINKAN.
PERMOHONAN
Bahwa dalam ini patut pula kami sampaikan hal-hal yang meringankan Terdakwa
yang sekiranya dapat menjadi pertimbangan Majelis Hakim Yang Mulia sebelum
memberikan putusan akhir kepada terdakwa :
Hal-hal yang meringankan :
1. Terdakwa belum pernah dihukum
2. Terdakwa Mempunyai tanggungan keluarga
3. Terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesalinya
4. Bahwa jika benar terdakwa yang melakukan, terdapat beberapa alasan dan
motif yang membuat terdakwa melakukannya.
5. Bahwa Terdakwa terkenal sebagai orang yang mempunyai karakter dan
kredibilitas yang baik didaerahnya, dan bukan orang yang latar belakang/mempunyai
tampang kriminal.
Akhirnya berdasarkan fakta-fakta yang telah terungkap dalam persidangan, serta
mempertimbangkan hal-hal tersebut diatas selanjutnya kami tim penasehat hukum
Terdakwa mohon dengan hormat kehadapan Majelis Hakim Yang Mulia, agar Para
Terdakwa:
I. DILEPASKAN DARI SEGALA TUDUHAN atau
II. SETIDAK-TIDAKNYA DILEPASKAN DARI SEGALA TUNTUTAN HUKUM (Ontslag
Van Rechta Vervolging)
III. DAN MEMULIHKAN HAK TERDAKWA DALAM KEMAMPUAN, KEDUDUKAN
DAN HARKAT SERTA MARTABATNYA.
Jika Majelis Hakim Pemeriksa Perkara berpendapat lain, mohon putusan yang
seadil-adilnya (ex aequo et bono).
Demikian Nota Pembelaan ini disampaikan pada Persidangan Pengadilan
Negeri Surabaya tanggal 27 Desember 2023, atas perkenannya disampaikan terima
kasih.
Surabaya, 24 Desember 2023
Hormat Kami
Para Penasihat Hukum Terdakwa
(Rahma Indah M S.H., M.H.) (Innaha Ratna P S.H.,M.H.)