0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
432 tayangan121 halaman

Rencana Reklamasi CV. Putra Idola

Diunggah oleh

razibio023
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
432 tayangan121 halaman

Rencana Reklamasi CV. Putra Idola

Diunggah oleh

razibio023
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

2024

DOKUMEN RENCANA REKLAMASI

CV. PUTRA IDOLA


Dokumen Rencana Reklamasi

KATA PENGANTAR

Dokumen Rencana Reklamasi merupakan salah satu kewajiban yang harus


dibuat atau disusun oleh seluruh pemegang IUP Operasi Produksi untuk semua jenis
komoditas bahan tambang. Dokumen Rencana Reklamasi ini menggambarkan kegiatan
reklamasi bagi lahan pasca tambang guna meningkatkan kualitas dan nilai terhadap
lahan yang telah selesai ditambang. Kegiatan reklamasi diharapkan dapat menjadikan
lahan kritis atau tidak produktif lagi menjadi lahan produktif kembali dan dapat
dimanfaatkan untuk kegiatan lain. CV. PUTRA IDOLA merupakan salah satu pemilik IUP
Pertambangan Komanditer, IUP Operasi Produksi bahan galian Clay yang ada di wilayah
Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang, dengan demikian seperti yang telah
dijelaskan diatas maka CV. PUTRA IDOLA wajib memiliki Dokumen Rencana Reklamasi
sebelum melaksanakan kegiatan penambangan. Dokumen Rencana Reklamasi ini
merupakan dasar dalam penempatan jaminan reklamasi oleh perusahaan.
Dokumen Rencana Reklamasi yang disusun atau dibuat oleh CV. PUTRA IDOLA
berpedoman kepada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2010 tentang Reklamasi
dan Pasca Tambang dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 10 Tahun 2008 tentang
Rencana Reklamasi dan Penutupan Tambang serta Keputusan Menteri ESDM No. 1827
K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Pertambangan Yang Baik.
Demikian Dokumen Rencana Rencana Reklamasi ini kami buat guna pedoman
bagi perusahaan dan penilai dalam melaksanakan reklamasi setelah melaksanakan
kegiatan penambangan.

Hormat Kami,

Padang, 2024
Pemrakarsa,

YARSINA DEVI
Direktur CV. PUTRA IDOLA

i
Dokumen Rencana Reklamasi

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR. i
DAFTAR ISI ii
DAFTAR TABEL iii
DAFTAR GAMBAR Iii
DAFTAR LAMPIRAN iv

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Identitas Perusahaan/Pemilik 1
1.3 Lokasi Usaha dan/atau Kegiatan 2
1.4 Perizinan 2
1.5 Status dan Kegunaan Lahan 3
1.6 Dokumen Lingkungan 3
1.7 Lokasi dan Kesampaian Daerah 3
1.8 Tata Guna Lahan 7
1.8.1 Tata Guna Lahan Sebelum Penambangan 7
1.8.2 Tata Guna Lahan Setelah Penambangan 8
BAB II RENCANA PEMBUKAAN LAHAN
2.1 Tahapan Kegiatan Pertambangan 10
2.2 Area Pertambangan 17
2.3 Fasilitas Penunjang 19
BAB III RENCANA REKLAMASI
3.1 Rencana Lokasi Reklamasi 20
3.2 Penatagunaan Lahan 20
3.3 Revegetasi 21
3.4 Pemeliharaan 22
3.5 Pengendalaian erosi dan Sedimentasi 23
BAB IV KRETERIA KEBERHASILAN
4.1 Penataan Lahan 25
4.1 Pengendalian Erosi dan Pengelolaan Tambang 26
BAB V RENCANA BIAYA REKLAMASI
5.1 Jangka Waktu Reklamasi 27
5.2 Pembiayaan Reklamasi 28
5.3 Total Biaya Reklamasi 29
DAFTAR PUSTAKA

ii
Dokumen Rencana Reklamasi

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Titik koordinat wilayah IUP OP CV. PUTRA IDOLA 5


Tabel 2.1 Rekapitulasi sumberdaya (andesit) IUP Operasi 17
Produksi CV. PUTRA IDOLA
Tabel 2.2 Rekapitulasi Cadangan
IUP Operasi Produksi (andesit) CV. PUTRA IDOLA 18
Tabel 2.3 Rencana Produksi dan Bukaan Lahan IUP Operasi
Produksi CV. PUTRA IDOLA
Tabel 5.1 Rencana Biaya Reklamasi CV. PUTRA IDOLA 28

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Lokasi dan kesampaian daerah wilayah rencana 6


IUP OP CV. PUTRA IDOLA
Gambar 2.1 Tahap Pelaksanaan Kegiatan Pertambangan 10
Gambar 2.2 Peta Sumber Daya Komoditas Andesit CV Putra 17
Idola
Gambar 2.3 Peta Cadangan Komoditas Andesit CV Putra Idola 18

iii
Dokumen Rencana Reklamasi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Peta Lokasi CV. PUTRA IDOLA


Lampiran 2 Peta Foto Udara Kondisi Tahun 2022 CV. PUTRA IDOLA
Lampiran 3 Peta Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Daerah
Lampiran 4 Peta Fungsi Kawasan Hutan Daerah Penyelidikan
Lampiran 5 Peta Geologi Regional Daerah Penyelidikan
Lampiran 6 Peta Geologi Lintasan Daerah Penyelidikan
Lampiran 7 Peta Kondisi Singkapan Nadesit Daerah Penyelidikan
Lampiran 8 Peta Topografi Regional Daerah Penyelidikan
Lampiran 9 Peta Topografi detail Daerah Penyelidikan
Lampiran 10 Peta Morfologi lereng Daerah Penyelidikan
Lampiran 11 Peta Sumber Daya Andesit Daerah Penyelidikan
Lampiran 12 Peta Cadangan Andesit Daerah Penyelidikan
Lampiran 13 Peta Rencana Bukaan Lahan kegiatan Penambangan
Lampiran 14 Peta Rencana Penambangan tahun ke 1
Lampiran 15 Peta Rencana Penambangan tahun ke 2
Lampiran 16 Peta Rencana Penambangan tahun ke 3
Lampiran 17 Peta Rencana Penambangan tahun ke 4
Lampiran 18 Peta Rencana Penambangan tahun ke 5
Lampiran 19 Peta Rencana Penambangan tahun ke 6
Lampiran 20 Peta Rencana Penambangan tahun ke 7
Lampiran 21 Peta Rencana Penambangan tahun ke 8
Lampiran 22 Peta Rencana Penambangan tahun ke 9
Lampiran 23 Peta Layout infrastruktur dan sarana penunjang
Lampiran 24 Peta Rencana Reklamasi Tahap Operasi Produksi
Lampiran 25 Peta Rencana Pascatambang Tahap akhir Tambang
Lampiran 26 Peta Rencana Penyaliran Tambang
Lampiran 27 Peta CrossSection kondisi akhir tambang kondisi geoteknik
lereng tambang

iv
Dokumen Rencana Reklamasi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perubahan lingkungan merupakan masalah yang timbul pada

wilayah bekas tambang. Dampak utama yang ditimbulkan terhadap kimia

air tanah dan air permukaan dan secara fisik terhadap perubahan

morfologi dan topografi lahan. Perubahan ini juga pada habitat biologi

berupa flora dan fauna serta penurunan produktifitas tanah dengan

akibat menjadi tandus dan gundul.

Reklamasi bertujuan untuk mencegah erosi atau mengurangi

kecepatan aliran air limpasan dan menjaga lahan agar tidak labil dan

labih produktif. Dengan reklamasi diharapkan menghasilkan nilai tambah

bagi lingkungan dan menciptakan keadaan yang jauh lebih baik

dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.

1.2 Indentitas Perusahaan / Pemilik

a. Nama Perusahaan : CV. PUTRA IDOLA


b. Direktur : YARSINA DEVI
c. Jenis Perusahaan : Komanditer
d. Alamat Kantor : Komplek Cendana Blok A/1 Alai Parak Kopi Kota
Padang, Provinsi Sumatera Barat

e. Jenis Usaha : Penambangan Mineral Bukan Logam (Clay dan


Batuan andesit)
f. Lokasi Tambang : Kelurahan Teluk Kabung Tengah dan Nagari
Siguntur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung dan
Kecamatan XI Koto Tarusan, Kota Padang dan
Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera
Barat

1
Dokumen Rencana Reklamasi

1.3 LOKASI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN


a. Lokasi Usaha

1) Jorong : Teluk Kabung Tengah

2) Nagari /Kelurahan : Teluk Kabung Tengah dan

Siguntur

3) Kecamatan : Bungus Teluk Kabung dan XI Koto

Tarusan

4) Kabupaten /Kota : Pesisir Selatan dan Kota Padang

5) Propinsi : Sumatera Barat

6) Kesampaian Daerah : Lokasi berjarak ± 23 Km dari Kota

Padang.

b. Luas Lokasi Kegiatan : 4,4 (empat koma empat) Ha

1.4 Perizinan
Proses perizinan yang dilalui oleh perusahaan dimulai dari

keluarnya Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Mineral Bukan Logam

(Clay) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Propinsi Sumatera Barat mulai

dari Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi sampai dengan peningkatan ke

Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi.

Pada awalnya untuk memperoleh Izin Usaha Pertambangan pihak

perusahaan juga mendapatkan pengesahan dokumen lingkungan

berupa Dokumen Usaha Pengelolaan dan Usaha Pemantauan Lingkungan

(UKL-UPL), dimana dokumen lingkungan tersebut dibuat untuk salah satu

persyaratan untuk diterbitkannya Izin Usaha Pertambangan Operasi

Produksi.

2
Dokumen Rencana Reklamasi

1.5 Status dan Kegunaan Lahan

Tanaman yang dibudidayakan oleh masyarakat setempat antara

Jagung, Ubi Kayu, Ubi Jalar serta sayuran lainnya, Sedangkan jenis hewan

ternak yang dipelihara oleh masyarakat setempat antara lain sapi, kerbau,

kambing, ayam dan bebek dan peliharaan lainnya adalah kucing dan

anjing.

Wilayah yang dimohonkan sebagai Izin Usaha Pertambangan

berada di wilayah Area Penggunaan Lain (APL). IUP Operasi produksi

merupakan tanah ulayat dengan tataguna lahan kritis dan hanya

sebagian kecil merupakan lahan produktif. Lahan kritis banyak dijumpai

pada daerah perbukitan dengan vegetasi penutup berupa rumput,

ilalang, perdu dan tanaman tidak produktif lainnya dan sebagian

merupakan lahan kebun masyarakat yang diusahakan secara tradisional.

Pada intinya lokasi penyelidikan berada di luar kawasan Hutan Lindung

dan kawasan peta indikatif penundaan pemberian izin baru (PIPPIB).

1.6 Dokumen Lingkungan

Dokumen lingkungan berupa dokumen Upaya Pengelolaan

Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL), dapat

menjadi pedoman dalam pengelolaan dampak negatif yang timbul dari

rancana kegiatan penambangan tanpa mengeluarkan biaya yang besar.

Rencana reklamasi berupa revegetasi pada bekas lahan tambang

dengan menanam cover crop menjadi area perumahan.

1.7 Lokasi dan Kesampaian Daerah

Teluk Bungus memiliki panjang garis pantai 21.050 meter dan

panjang teluk 5.418 meter, volume 223.255.052,2 m3, memiliki bentuk

3
Dokumen Rencana Reklamasi

permukaan yang cenderung membulat dan luas permukaannya 1383,86

Ha (Kusumah, 2008). Teluk ini termasuk dalam Kecamatan Bungus Teluk

Kabung dan merupakan salah satu kecamatan pesisir di wilayah

selatan Kota Padang dengan luas 100,78 km2 dan jumlah penduduk

23.400 jiwa (BPS,2006). Secara astronomis kecamatan ini berada pada

posisi 01001’21’’–01005’02’’ Lintang Selatan (LS) dan 100021’58’’ –

100026’36’’ Bujur Timur (BT) dan terletak di bagian barat pantai Pulau

Sumatera. Kecamatan Bungus Teluk Kabung berada pada ketinggian

rata-rata sekitar 0-5 m dpl untuk daerah pesisir, dan < 850 m untuk daerah

perbukitan. Temperatur berkisar antara 22,5C –31,5C dan curah hujan

314,47 mm/bulan. Secara geografis berbatasan langsung dengan :

sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Lubuk Begalung dan

Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, sebelah selatan berbatasan

dengan Kabupaten Pesisir Selatan, sebelah barat berbatasan dengan

Pantai Barat Sumatera atau Samudera Hindia, dan sebelah timur

berbatasan dengan Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang dan

Kabupaten Pesisir Selatan. Secara administratif Kecamatan Bungus Teluk

Kabung memiliki 6 (enam) kelurahan, yaitu: Teluk Kabung Selatan, Bungus

Selatan, Teluk Kabung Tengah, Teluk Kabung Utara, Bungus Timur dan

Bungus Barat. Sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)

Kota Padang Tahun 2004-2013 Kecamatan Bungus Teluk Kabung

merupakan daerah yang termasuk pada Sentra Pertumbuhan Selatan

Kota Padang. Kawasan yang memiliki potensi sumberdaya pesisir dan

laut ini direncanakan sebagai kawasan andalan pengembangan

industri maritim, wisata bahari, dan daerah perlindungan (Pemerintah

Kota Padang 2004). Kondisi dan jenis pantai di Indonesia secara

4
Dokumen Rencana Reklamasi

sederahana dapat dikelompokan atas pantai berpasir, pantai berlumpur,

pantai berawa dan pantai berbatu (Bemmelen, 1970). Teluk Bungus

memiliki sumberdaya alam yang sangat potensial dengan pantainya yang

landai dan berpasir putih, membujur dari utara ke selatan, posisinya sangat

strategis dekat dengan ibukota provinsi Sumatera Barat dan berada di

selatan Teluk Bayur, tepatnya di Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Teluk

Bungus merupakan wilayah yang cukup memiliki keanekaragaman

pemanfaatan laut terutama pesisirnya. Keanekaragaman itu terlihat dari

adanya kawasan pelabuhan, industri, permukiman, perkebunan, wisata

serta kawasan konservasi. Secara langsung maupun tidak langsung, jenis

kegiatan yang berada di wilayah ini telah merubah karakteristik pantainya,

disamping perubahan yang diakibatkan oleh dinamika alami

[Link] geografis wilayah yang dimohonkan berada pada koordinat

seperti pada tabel 1.1 sebagai berikut.

Tabel 1.1
Batas Koordinat Wilayah Kagiatan Eksplorasi CV. PUTRA IDOLA

=====================================================================
No. Bujur Timur Lintang Selatan
Titik -------------------------------------------------------------------------------------------
Koord. ø ' " ø ' "
======================================================================
1 100 25 38,37 1 4 21,13 LS
2 100 25 38,37 1 4 22,76 LS
3 100 25 36,76 1 4 22,76 LS
4 100 25 36,76 1 4 24,39 LS
5 100 25 35,14 1 4 24,39 LS
6 100 25 35,14 1 4 26,02 LS
7 100 25 33,52 1 4 26,02 LS
8 100 25 33,52 1 4 27,65 LS
9 100 25 31,10 1 4 27,65 LS
10 100 25 31,10 1 4 29,28 LS
11 100 25 32,72 1 4 29,28 LS
12 100 25 32,72 1 4 30,90 LS
13 100 25 34,34 1 4 30,90 LS
14 100 25 34,34 1 4 32,53 LS
15 100 25 37,57 1 4 32,52 LS
16 100 25 37,57 1 4 31,72 LS
17 100 25 38,38 1 4 31,72 LS

5
Dokumen Rencana Reklamasi

18 100 25 38,38 1 4 27,65 LS


19 100 25 39,12 1 4 27,65 LS
20 100 25 39,12 1 4 26,02 LS
21 100 25 40,00 1 4 26,02 LS
22 100 25 40,00 1 4 21,13 LS
======================================================================

Gambar 1. Lokasi dan Kesampaian Daerah IUP OP


CV. PUTRA IDOLA

6
Dokumen Rencana Reklamasi

1.8 Tataguna Lahan

1.8.1 TATA GUNA LAHAN SEBELUM PENAMBANGAN

A. Peruntukan Lahan

Berdasarkan isi dokumen Lingkungan yang telah disusun oleh

CV. PUTRA IDOLA pada pertengahan tahun 2016 yang lalu,

peruntukan lahan sebagaimana yang terdapat pada Rona

Awal Lingkungan pada lokasi penambangan peruntukan

lahan yang mengacu kepada analisis kesesuaian lahan untuk

tata ruang serta penegasan dari klarifikasi kawasan hutan ke

Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat adalah Areal

Penggunaan Lain (APL) yang dapat diperuntukan sebagai

lahan pertanian atau perkebunan.

B. Ruang Tanah dan Lahan

Jikalau memperhatikan Peta Rencana Pola Ruang Wilayah

Provinsi Sumatera Barat (2012-2031) – dapat dilihat pada

Gambar pada lampiran, maka lokasi rencana kegiatan

merupakan Kawasan Budidaya dan pada Penetapan

Wilayah Pertambangan yang telah ditetapkan oleh

Kementerian ESDM melalui Dirjen Mineral dan Batu Bara

melalui Penetapan Wilayah Pertambangan untuk Pulau

Sumatera wilayah sekitar lokasi rencana pernambangan

telah diperuntukkan sebagai pertambangan sumber daya

mineral melalui Penetapan Wilayah Pertambangan oleh

Kementerian ESDM.

7
Dokumen Rencana Reklamasi

C. Tata Guna Lahan

Tata guna lahan yang ada sebelum dilakukan

penambangan didominasi oleh semak belukar, pohon kecil

dan cenderung belum diolah oleh masyarakat atau pemilik

lahan, sedangkan sebagian kecil terdapat tanaman produktif

yaitu tanaman tahunan seperti Kemiri dan cengkeh.

D. Kepemilikan Lahan

Adapun kepemilikan lahan pada lokasi rencana

penambangan merupakan lahan milik Kaum Koto, sekarang

lahan tersebut diperuntukan/diberi kuasa kepada CV. PUTRA

IDOLA untuk mengambil material bahan galian Clay dan

Mineral lainnya (Andesit) dengan cara kerjasama sesuai

dengan surat pernayataan kesepakatan/persetujuan kaum

Suku Koto yang diwakili melalui Mamak Kepala Waris Kaum.

Setelah mendapat persetujuan dari pihak kaum lainnya maka

selanjutnya untuk mewujudkan rencana pengusahaan

potensi bahan tambang tersebut maka pihak CV. PUTRA

IDOLA segera melakukan pengurusan legalitas rencana

usaha tersebut dengan mengajukan permohonan Izin usaha

pertambangan sesuai dengan peraturan perundang-

undangan yang berlaku di sektor pertambangan mineral dan

batu bara.

1.8.2 TATA GUNA LAHAN SETELAH PENAMBANGAN

A. Tapak Bekas Penambangan

Sehubungan program in-pit back filling yang akan

diterapkan hingga pit limit dan kegiatan penghijauan yang

8
Dokumen Rencana Reklamasi

dilakukan, rencana peruntukan lahan dikemukakan

sebagai berikut :

 Bekas penambangan direncanakan menjadi lahan

untuk perumahan dan lahan produktif dengan jenis

tanaman lokal dan tanaman tahunan.

 Bekas jalan masuk, jalan utama tambang (mine haul)

dan jalan cabang dialokasikan untuk pemanfaatan lain

– dapat dimanfaatkan masyarakat setempat sebagai

aksesibilitas.

B. Fasilitas Penunjang

 Area bekas wokshop, bekas gudang dan areal terbuka

lainnya akan diperuntukkan sebagai lahan untuk

perumahan dan lahan produktif.

 Penanam tanaman lokal dan tanaman tahunan

9
Dokumen Rencana Reklamasi

BAB II
RENCANA PEMBUKAAN LAHAN

2.1 Tahapan Kegiatan Penambangan

Rencana penambangan Mineral Bukan Logam (clay) dan Mineral

lainnya (Andesit) dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :

PEMBERSIHAN LAHAN

PENGUPASAN/PENGERUKAN

PENGANGKUTAN MATERIAL

PENJUALAN DAN PEMASARAN

Gambar 2.1
Tahap-tahap Pelaksanaan Kegiatan Pertambangan

A. Pembersihan Lahan (land Clearing)

Pembersihan lahan adalah pembersihan daerah yang

akan ditambang dari semal semak, pepohonan, tanah maupun

bongkah-bongkah batu yang menghalangai pekerjaan

selanjutnya. Tanah pucuk yang subur (humus) harus ditimbun

ditempat tertentu, lalu ditanami rerumputan atau semak-semak

agar tidak tererosi, sehingga kelak dapat dipakai untuk reklamasi

Pada proses pekerjaan pembensihan lahan (land Clearing), hal

yang umum dilakukan adalah meliputi pekerjaan sebagai berikut :

10
Dokumen Rencana Reklamasi

 Undercrushing

Kegiatan yang lebih menjurus pada pembabatan pohon-

pohon yang berdiameter maksimum 30 cm, tujuannya untuk

mempermudah pelaksanaan penumbangan pohon-pohon

yang lebih besar dan akan dimanfaatkan untuk kesejahteraan

masyarakat setempat dengan cara mengeluarkan izin

pemanfaatan kayu.

 Felling/cutting

Kegiatan penumbangan pohon-pohon yang berdiameter

lebih dari 30 cm.

 Pilling

Kegiatan pengumpulan kayu-kayu yang kemudian

dikumpulkan menjadi tumpukan-tumpukan kayu pada jarak

tertentu. Perlu diperhatikan adanya jalur tumpukan yang sesuai

dengan arah angin.

Kegiatan pembersihan lahan ini selain menggunakan alat

berat juga menggunakan mesin gergaji dan alat potong lainnya.

Vegetasi hasil pembersihan dikumpulkan dan dirapikan pada

tempat yang telah ditentukan. Kegiatan pembersihan lahan

penambangan dilakukan pada lokasi-lokasi dimana tambang

akan dibuka. Bekaitan dengan tahap ini maka akan dilakukan

beberapa pekerjaan antara lain :

a. Pembabatan semak dan perdu

Pekerjaan ini dilakukan dengan menggunakan bulldozer

yang menjalankan fungsi gali dorong dengan memanfaatkan

blade dan tenaga dorong yang besar. Semak dan perdu

11
Dokumen Rencana Reklamasi

yang menutupi area penambangan didorong ke daerah tepi

penambangan.

b. Penebangan pohon dan pemotongan kayu

Sebelum dilakukan operasi pembersihan lahan

penambangan, maka perlu dilakukan penebangan pohon

dan pemotongan kayu. Penebangan pohon dilakukan

secara manual dengan alat chain saw dan potongan kayu

tersebut dibersihkan dan dikumpulkan pada suatu tempat.

Potongan kayu ini dapat digunakan untuk bahan

pembangunan sarana dan prasarana penunjang kegiatan

operasi penambangan seperti pembangunan kantor, base

camp dan sebagainya.

B. Pengupasan Tanah Pucuk dan Tanah Penutup

Operasi pengupasan lapisan top soil yang banyak

mengandung bahan-bahan organik hasil pelapukan yang

menyuburkan tanah dilakukan setelah pembersihan lahan

penambangan. Pada kegiatan ini akan dilakukan pengupasan

tanah pucuk pada lahan yang potensial untuk dilakukan

penambangan. Lapisan topsoil didorong dan dikumpulkan pada

lokasi tertentu dekat dengan daerah operasi dimuat dengan

menggunakan excavator dan diangkut ke tempat penyimpanan

tanah pucuk.

Pengupasan tanah pucuk tersebut akan menggunakan bulldozer.

Tahapan-tahapan kegiatan pengupasan tanah pucuk dan tanah

penutup dapat dijelaskan sebagai berikut :

12
Dokumen Rencana Reklamasi

a. Pengupasan Tanah Penutup

Tanah pucuk merupakan bagian dari tanah penutup

yang mengandung unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh

tumbuhan sehingga dalam penanganannya tanah pucuk ini

dilakukan tersendiri. Sedangkan tanaman diatasnya (semak

belukar, perdu dan sebagainya) akan dikelola sebagai

penutup bagian atas pasa disposal area dan area top soil

sehingga menghindari adanya erosi. Tanah pucuk dikupas

dengan batasan sampai kedalaman 0,25 m hingga 0,50 m dari

permukaan tanah merata keseluruh permukaan lokasi

tambang dan ditempatkan dekat dengan rencana bukaan

tambang hal ini dimaksudkan agar setelah bekas tambang

ditimbun kembali tanah pucuk dapat ditebarkan kelokasi yang

sudah ditimbun sebelumnya.

b. Pengupasan Tanah Pucuk (Top Soil)

Setelah dilakukan tanah pucuk selanjutnya akan

dilakukan pengupasan tanah penutup yaitu tanah yang

berada diatas lapisan galian utama. Seperti halnya pada

pekerjaan pengupasan tanah pucuk, pada kegiatan

pengupasan tanah penutup ini juga dilakukan pada lahan

potensial untuk dilakukan penambangan dengan

menggunakan bulldozer dan alat garu kemudian hasil tanah

kupasan tersebut akan dimasukkan kedalam alat angkut

dengan menggunakan bantuan excavator untuk diangkut

kelokasi penimbunan (disposal area).

13
Dokumen Rencana Reklamasi

Teknik pengupasan tanah pucuk dan tanah penutup ini

menggunakan teknik countour mining. Untuk itu perlu

dirancang suatu bukaan tambang yang dilengkapi kolam

untuk menanggulangi masalah air tang dapat mengganggu

penambangan pada loading point, air tersebut bisa berasal

dari air hujan, air tanah, maupun mata air yang berasal dari

sekitar pit. Untuk itu perlu dibuat kolam-kolam sebagai

penampung air serta sebagai pendistribusian dari satu kolam-

kolam lainnya.

Kegiatan penggalian tanah penutup berupa

overburden ini dilakukan dengan menggunakan excavator.

Untuk material lemah sampai sedang langsung dilakukan

penggalian dan pemuatan ke dump truck sebagai alat

angkut. Pemindahan material hasil penggalian lapisan

penutup ini menggunakan excavator sebagai alat muat dan

dump truck sebagai alat angkut. Lapisan penutup diangkut

dari daerah penambangan kelokasi penimbunan yang telah

direncanakan. Timbunan lapisan ibi harus ditutup dengan

lapisan subur agar dapat ditanami kembali.

Adapun cara pengelolaan tanah pucuk yang akan

dilakukan adalah sebagai berikut :

 Tempat penimbunan top soil harus stabil dengan tinggi

bench maksimal 3 meter dan kemiringan 300.

 Untuk menghindari terjadinya gully pada tempat

penimbunan dilakukan penanaman over crop.

14
Dokumen Rencana Reklamasi

 Untuk menjaga unsur hara yang terkandung pada top

soil maka dilakukan pemupukan dan penyiraman pada

saat musim kamarau.

C. Penambangan

1. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada tahap

penambangan antara lain :

 Pembersihan Lahan

Lahan yang akan dibuka untuk kegiatan

penambangan terlebih dahulu dibersihkan dari tumbuh-

tumbuhan yang ada dan yang tumbuh di atas lapisan

tanah penutup. Pekerjaan ini dilakukan dengan

pembabatan vegetasi kemidian dikumpulkan untuk

diangkut kelokasi penimbunan tanah penutup untuk

kemudian ditimbun oleh tanah penutup hasil

penggalian

 Pengupasan dan Pengamanan Tanah Pucuk

Pengupasan tanah pucuk (top soil) dilakukan pada

front tambang. Untuk pengupasan dilakukan pada

ketebalan sampai 10 s/d 50 cm dari permukaan,

kemudian ditumpuk secara terpisah dan akan

dimanfaatkan kembali untuk direklamasi. Penumpukan

tanah pucuk dilakukan secara dumping dengan

ketinggian tidak lebih dari 2 meter pada lahan seluas

0,5 Ha.

 Pembuatan sistem Drainase Terpadu

15
Dokumen Rencana Reklamasi

Sistem drainase terpadu dibuat agar air larian (run off)

dapat terkendali dan mengalir dalam satu aliran

pembuangan sebelum masuk ke perairan umum.

Dalam hal ini outlet dari sistem drainase adalah kolam

pengendapan yang sekaligus berfungsi sebagai

penampung limbah yang dihasilkan dari kegiatan

penambangan.

 Penambangan

Untuk tahap awal panambangan pola yang digunakan

adalah dengan menggali tanah penutup (over burden)

dan ditumpuk pada penumpukan (over burden

storage) yang telah ditentukan. Sedangkan

penambangan dilakukan dengan sistem back and fill.

 Reklamasi

Reklamasi merupakan kegiatan yang dilakukan secara

bertahap dan sudah akan dilakukan pada saat

kegiatan usaha pertambangan akan dilakukan, yang

berakhir pada saat purna operasi. Pada tahap

penambangan ini kegiatan reklamasi dilakukan pada

lahan bukaan yang di atasnya sudah tidak ada lagi

aktifitas penambangan. Kegiatan reklamasi meliputi

penataan lahan, pengaturan sistem drainase dan

penghijauan (revegetasi) dengan menanam berbagai

macam tanaman yang sesuai peruntukannya atau

sesuai dengan kesepakatan dengan pemilik lahan

sebelumnya.

16
Dokumen Rencana Reklamasi

2.2 Area Penambangan

Berdasarkan hasil kegiatan lapangan, wilayah yang akan menjadi

wilayah operasi produksi seluas 5 Ha dengan total cadangan dapat

dilhat pada tabel di bawah berikut :

Tabel 2.1.
Rekapitulasi sumberdaya
IUP Operasi Produksi (andesit) CV. PUTRA IDOLA

Gambar 2.2
Peta Sumber Daya Komoditas Andesit CV Putra Idola

17
Dokumen Rencana Reklamasi

Tabel 2.2
Rekapitulasi Cadangan
IUP Operasi Produksi (andesit) CV. PUTRA IDOLA

Gambar 2.3
Peta Cadangan Komoditas Andesit CV Putra Idola

18
Dokumen Rencana Reklamasi

2.3 Fasilitas Penunjang

Seluruh fasilitas penunjang kegiatan direncanakan berada dalam areal

penambangan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.3 sebagai

berikut :

Tabel 2.3.
Rencana Produksi dan Bukaan Lahan
IUP Operasi Produksi CV. PUTRA IDOLA

19
Dokumen Rencana Reklamasi

BAB III
RENCANA REKLAMASI

3.1. Rencana Lokasi Reklamasi

Rencana reklamasi harus mengacu kepada rencana kegiatan

produksi dan perkiraan umur tambang. Sebagaimana diketahui

bahwasanya umur tambang dari hasil eksplorasi dan study kelayakan

untuk IUP Operasi Produksi jenis Mineral Bukan Logam (Clay) dan Mineral

Lainnya (andesit) yang diajukan oleh CV. PUTRA IDOLA adalah 5 Tahun,

seandainya dalam jangka waktu 5 (lima) masih terdapat cadangan

sumber daya maka akan dilakukan perpanjangan IUP Operasi Produksi

karena perpanjangan IUP tersebut merupakan hak pemegang IUP dan

perpanjangan tersebut dapat dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dengan

jangka waktu telah diatur.

Namun hal tersebut diatas bukan jadi penghalang dalam

perencanaan reklamasi karena sesuai dengan peraturan perundang-

undangan yang berlaku menyebutkan bahwa rencana reklamasi

disusun sesuai dengan bukaan lahan yang akan dikerjakan dan rencana

produksi pertahun selama 5 (lima) tahun dan jaminan reklamasi

disetorkan pertahun sesuai anggaran yang telah ditetapkan melalui

bank pemerintah.

3.2. Penatagunaan Lahan

Lahan bekas pertambangan yang telah dilakukan dengsn sistem

tambang terbuka (open pit), dengan pola penambangan yang dimulai

dari puncak sampai ke level yang diinginkan maka penataan lahan baru

bisa dilakukan pada saat selesai penambangan.

20
Dokumen Rencana Reklamasi

Pengelolaan top soil, hal ini bertujuan agar dapat memisahkan

tanah pucuk (top soil) dengan lapisan tanah lainnya, karena merupakan

media tumbuh bagi tanaman dan merupakan salah satu faktor penting

untuk keberhasilan pertumbuhan tanaman pada kegiatan reklamasi.

Untuk penanaman tanaman penutup tanah (cover crop) bisa

menggunakan campuran jenis tanaman polongan dengan

menggunakan jalur atau spot pada daerah yang direvegetasi.

3.3. Revegetasi

Berdasarkan hasil eskplorasi jenis tanah yang terdapat pada

wilayah kegiatan operasi produksi adalah jenis tanah liat/lempung,

penghijauan pada bukaan lahan bekas tambang dan di luar lokasi

tambang dari kegiatan Operasi produksi Mineral Bukan Logam (Clay)

dan Mineral lainnya (Andesit) CV. PUTRA IDOLA sangat cocok dijadikan

areal perumahan dan pertanian.

Revegetasi merupakan salah satu upaya yang lazim dilakukan

dalam rangka reklamasi lahan pasca tambang, hal ini disebabkan

dengan bekas bukaan lahan akibat aktifitas pertambangan

menyebabkan hilangnya lapisan tanah subur dan akhirnya membuat

lahan bekas tambang tersebut menjadi lahan kritis dan rawan akan

longsor atau erosi. Upaya cepat dalam memperbaiki kondisi lahan

tersebut adalah dengan melakukan revegetasi atau penghijauan,

dengan harapan penghijauan yang dilakukan dapat mengembalikan

humus tanah dan lahan tersebut dapat kembali dimanfaatkan untuk

kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan bercocok tanam.

21
Dokumen Rencana Reklamasi

Untuk lokasi penambangan yang dilaksanakan oleh CV. PUTRA

IDOLA penghijauan atau revegetasi merupakan bentuk reklamasi lahan

yang akan dilaksanakan, adapun langkah awal yang akan dilaksanakan

adalah dengan menanam tanaman produktif atau tanaman tahunan

lainnya. Untuk tercapainya hasil yang memuaskan terhadap upaya

reklamasi dengan revegetasi maka akan dilakukan pembibitan terlebih

dahulu terhadap jenis-jenis tanaman yang akan ditanam, sehingga

proses perawatan dan penyesuaian tanaaman tersebut terhadap suhu

dan iklim dapat berlangsung jauh dari pelaksanaan reklamasi.

Berdasarkan rencana kemajuan tambang selama rentang waktu

2024 s/d 2029 maka pekerjaan sipil yang akan dilaksanakan adalah :

 Pemeliharaan bagian lereng setiap terdapat kemiringan sehingga

tidak terjadi potensi longsor.

 Pemeliharaan drainase guna mengatur tata air didalam lokasi

tambang dan menghindari run off serta sedimentasi.

Untuk pelaksanaan kegiatan yang dimaksud diatas dibutuhkan

alat excavator pendataran lahan bekas tambang.

3.4. Pemeliharaan

Pemeliharaan dan perawatan terhadap tanaman penghijauan

dilakukan dengan pemupukan, penyiangan serta penggantian

tanaman yang mati. Penanaman atau revegetasi sebagai langkah

untuk melakukan reklamasi harus memahami karakteristik bibit tanaman

tersebut, dimana tenaga pembibitan tanaman reklamasi harus

memahami karakteristik bibit tersebut, sehingga pemeliharaan bibit

tanaman tersebut harus bersifat intensif, berkala dan siap tanam,

22
Dokumen Rencana Reklamasi

pemeliharaan secara intensif tersebut dilakukan selama 1 (satu) tahun

masa tanam atau revegetasi. Upaya pemeliharaan tersebut meliputi :

 Pemupukan karena factor top soil yang pada saat dilakukan

reklamasi masih bersifat lepas atau mudah terbawa oleh air ketika

hujan karena top soil tersebut baru dikembalikan guna menjaga

kesuburan tanah.

 Pengaturan waktu pemupukan yang disesuaikan dengan umur

tanaman.

 Penyiangan guna tanaman yang ditanam berhasil tumbuh dengan

baik.

 Penggantian tanaman yang mati dengan yang baru, agar

pelaksanaan reklamasi dapat mencapai tujuan dan sasaran

reklamasi tersebut.

3.5. Pengendalian Erosi dan Sedimentasi

Pengendalian erosi dalam penatagunaan lahan timbunan dan

bukaan lahan tambang yang tidak direncanakan dengan baik akan

mengakibatkan kurangnya kesuburan tanah, terjadi endapan lumpur

dan sedimentasi di alur-alur sungai sehingga kualitas air permukaan dan

kualitas lahan akan mengalami penurunan.

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya erosi oleh air

yaitu curah hujan, kemiringan lereng (topografi), jenis tanah, tata guna

lahan (perlakuan terhadap tanah dan tanaman penutup tanah. Untuk

menghindari terjadinya erosi atau meminimalisir laju erosi pada saat

musim penghujan, dilakukan penenaman cover crop jenis

calopogonium mucunoides pada tanaman revegatasi.

23
Dokumen Rencana Reklamasi

Sedangkan penempatan tanah penutup di luar lokasi tambang

ditempatkan dan ditebarkan di atas timbunan overburden hasil galian

yang telah ditata dengan tinggi bench direncanakan ± 3 meter dan

lebar floor 2 meter untuk menjaga kestabilan lereng sehingga

meminimalisir terjadinya longsor.

Untuk mengendalikan air larian permukaan sehingga dapat

meminimalisir pergerakan tanah pada tumpukan overburden, dibuat

drainase pada floor bench.

24
Dokumen Rencana Reklamasi

BAB IV
KRITERIA KEBERHASILAN

Untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan kegiatan reklamasi bekas

area tambang, didasarkan pada perbandingan antara target dan realisasi

sehingga dapat diketahui standar keberhasilan sesuai dengan lampiran X

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 7 Tahun 2014 tentang

Pelaksanaan Reklamasi dan Paska Tambang Pada Kegiatan Usaha

Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan kriteria sebagai berikut

diantaranya :

4.1 Penataan Lahan


a. Pengisian Kembali Lahan bekas tambang

 Luas area yang diisi kembali (Ha), > 90% dari areal yang

seharusnya ditimbun kembali, dengan kemiringan lereng < 8%.

 Jumlah bahan/material pengisi (m3), >90% dari jumlah tanah

penutup yang digali.

b. Pengaturan permukaan lahan

 Luas areal yang diatur (ha), >90% dari luas areal yang ditimbun

kembali.

 Kemiringan lereng (%), < 8 % untuk tanaman pangan.

 Tinggi, lebar dan panjang teras (m), disesuaikan dengan bentuk

teras dan kemiringan lereng.

c. Penaburan/penempatan tanah pucuk

 Pengelolaan top soil, bertujuan mengamankan lapisan top soil

yang kaya akan unsur-unsur hara yang diperlukan bagi

pertumbuhan tanaman dan kaya dengan benih tanaman lokal,

25
Dokumen Rencana Reklamasi

sehingga terhindar dari kehilangan volume top soil saat

pengupasan dan pemindahan top soil.

 Penghamparan top soil, bertujuan untuk mengembalikan top soil

untuk media tumbuh tanaman, sehingga luas areal tercover sesuai

dengan volume top soil yang dipindahkan.

4.2 Pengendalian Erosi dan Pengelolaan Tambang

 Pengedalian erosi, bertujuan untuk meminimalkan terjadinya erosi

akibat aliran air permukaan dan menjaga kestabilan wante dump,

sehingga kondisi drainase yang baik dan stabil dapat mengurangi laju

erosi pada area yang dilalui aliran air permukaan.

 Penanaman, bertujuan untuk mencegah terjadinya erosi di area

reklamasi dan memulihkan lahan bekas operasional penambangan

dengan berbagai jenis tanaman tahunan, lokal yang mempunyai

manfaat secara ekologi dan ekonomis, sehingga permukaan lahan

tertutup dengan tanaman penutup setelah penanaman dan

menanam tanaman tahunan yang sesuai dengan kondisi lapangan

setelah kondisi lahan sesuai untuk tumbuh tanaman.

26
Dokumen Rencana Reklamasi

BAB V
RENCANA BIAYA REKLAMASI

5.1. Jangka Waktu Reklamasi

Reklamasi yang merupakan salah satu kewajiban yang harus

dilaksanakan oleh pemegang Izin Usaha Pertambangan sebelum masa

berlaku Izin Usaha Pertambangan tersebut habis. Reklamasi diharapkan

dapat memulihkan kondisi lahan yang sebelumnya telah mengalami

penurunan kualitas serta perubahan geomorfologi yang sangat ekstrim

dibandingkan dengan keadaan sebelum ditambang.

Reklamasi dapat dilakukan dengan berbagai alternative

diantaranya adalah dengan revegetasi, pematangan lahan untuk

menciptakan lahan siap bangun, pembangunan sarana atau prasarana

lain yang juga dapat meningkatkan nilai ekonomis lahan bekas

tambang tersebut seperti pembangunan sarana olah raga, menjadikan

lokasi wisata tambang serta membentuk kegiatan-kegiatan kreatif pada

lahan tersebut yang pada prinsipnya lahan tersebut dapat digunakan

dan menciptakan lapangan usaha baru bagi pemilik lahan.

Jangka waktu reklamasi dilaksanakan secara bertahap dan

disesuaikan dengan rencana kerja perusahaan pemegang izin,

reklamasi disusun per 5 (lima) tahun dan dilaksanakan secara bertahap

pertahun sesuai dengan rencana per 5 (lima) tahun tersebut. Dalam

pelaksanaan reklamasi tersebut CV. PUTRA IDOLA menempatkan

jaminan reklamasi sesuai dengan anggaran biaya reklamasi yang

terdapat pada dokumen Rencana Reklamasi, penempatan jaminan

reklamasi itu juga disesuaikan dengan periode pelaksanaan reklamasi,

27
Dokumen Rencana Reklamasi

dimana penempatan jaminan reklamasi itu pada rekening bersama

antara pemerintah dengan pemegang izin pada bank pemerintah.

Jaminan reklamasi disetorkan secara bertahap pertahunnya, yang

besarannya disesuaikan dengan hasill perhitungan yang dilakukan pada

dokumen reklamasi ini.

5.2. Pembiayaan Reklamasi

Komponen pembiayaan reklamasi meliputi segala bentuk

kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan reklamasi seperti

biaya peralatan, upah, pembelian bibit dan lain-lainnya. Sehingga

pembiayaan reklamasi ini dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu :

A. Biaya Langsung

 Biaya Pembongkaran Fasilitas Tambang

Perencanaan penempatan fasilitas pendukung

kegiatan pertambangan telah direncanakan untuk seumur

dengan kegiatan penambangan, sehingga pada rencana

biaya reklamasi tidak termasuk kegiatan pembongkaran

fasilitas dimulai pada saat perpanjangan IUP Operasi Produksi

diterbitkan oleh Pemerintah Propinsi Sumatera Barat melalui

Dinas Penamaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

 Biaya Reklamasi dan Penataan Lahan

Penataan lahan setelah penambangan dilakukan sesuai

dengan kebijakan yang telah dibuat pengusaha mapun

pemerintah. Prinsip yang digunakan adalah sedapat mungkin

topografi permukaan bentang alam lahan di lokasi bekas

penambangan menjadi rata dan tidak menimbulkan

genangan terutama waktu hujan.

28
Dokumen Rencana Reklamasi

Biaya yang digunakan untuk penetaan lahan setelah

tambang terdiri dan biaya yang digunakan untuk sewa alat

berat sebagai sarana pengkonturan kembali dan untuk

penyebaran top soil. Sedangkan biaya untuk pemindahan

material overburden serta pemindahan top soil dari lokasi awal

ke tempat penimbunan sudah dimasukkan kedalam ongkos

penambangan.

 Biaya Revegetasi

Berdasarkan hasil eksplorasi jenis tanah yang terdapat

pada wilayah kegiatan operasi produksi adalah jenis tanah

liat/lempung, penghijauan pada bukaan lahan bekas

tambang dan diluar lokasi tambang dari kegiatan operasi

produksi mineral bukan logam dan mineral lainnya (Andesit)

CV. PUTRA IDOLA yang sangat cocok dijadikan areal

perumahan dan pertanian.

B. Biaya Tidak langsung

Secara umum biaya langsung terdiri dari biaya yang

diperlukan untuk biaya mobilisasi dan demobilisasi peralatan yang

digunakan untuk reklamasi dan penataan lahan bekas tambang,

biaya perencanaan reklamasi dan biaya supervisi.

29
Dokumen Rencana Reklamasi

Tabel 5.1 Rencana Biaya Reklamasi CV. PUTRA IDOLA

TAHUN
URAIAN PEMBIAYAAN Jumlah 2024-2025 2025-2026 2026-2027 2027-2028 2028-2029 TOTAL
Rp Rp Rp Rp Rp
A. Biaya Langsung
1. Biaya Penataangunaan Lahan
a. Pengaturan Permukaan Lahan (Ha) 1,95 - - - 5.565.000,00 4.852.000,00
b. Penebaram Tanah Zona Pengakaran (Ha) 1,95 - - - 3.264.000,00 2.250.000,00
c. Pengendalian Erosi dan Pengelolaan Air 1,95 - - - 2.585.000,00 2.150.000,00
2. Biaya Revegetasi
a. Analisa Kualitas Tanah (sampel) 1,95 - - - 750.000,00 1.000.000,00
b. Pemupukan awal (Ha) 1,95 - - - 825.000,00 1.250.000,00
c. Pengadaan bibit Durian (batang) 40 - - - 3.750.000,00 -
d. Penanaman - - - 2.000.000,00 2.675.000,00
e. Pemeliharaan tanaman
- Pemupukan bulan 18 (Ha) - - - - 2.256.000,00
- Pemupukan bulan 24 (Ha) - - - - 3.252.000,00
- Pengadaan bibit durian pengganti (batang) 8 - - - - 1.000.000,00
- Pekerja (OB) - - - 1.000.000,00 1.552.000,00
3. Biaya pekerjaan sipil sesuai peruntukan lahan pasca tambang - - - 4.586.000,00 5.456.000,00
sub-jumlah - - 24.325.000,00 27.693.000,00 52.018.000,00
B. Biaya Tidak Langsung
- Biaya mobilisasi dan demobilisasi (2,5%) - - - 608.125,00 692.325,00
- Biaya perencanaan reklamasi (10%) - - - 2.432.500,00 2.769.300,00
- Biaya administrasi dan keuntungan kontraktor (14%) - - - 3.405.500,00 3.877.020,00
- Biaya Supervisi (7%) - - - 1.702.750,00 1.938.510,00
sub-jumlah - - 8.148.875,00 9.277.155,00 17.426.030,00
JUMLAH - - - 32.473.875,00 36.970.155,00 69.444.030,00
BEBAN PAJAK (PPn + PPh = 14%) - - - 4.546.342,50 5.175.821,70 9.722.164,20
TOTAL - - - 37.020.217,50 42.145.976,70 79.166.194,20
TOTAL 37.020.217,50 42.145.976,70 79.166.194,20
INFLASI 2.961.617,40 3.371.678,14 6.333.295,54
Total Keseluruhan 39.981.834,90 45.517.654,84 85.499.489,74

28
Dokumen Rencana Reklamasi

5.3. Total Biaya Reklamasi

Berdasarkan uraian di atas total biaya reklamasi periode 2024 s/d

2029 adalah sebesar Rp. 85.499.489,- (delapan puluh lima juta empat ratus

Sembilan puluh Sembilan ribu empat ratus delapan puluh sembilan rupiah),

dibulatkan menjadi Rp. 85.500.000,- (delapan puluh lima juta lima ratus ribu

rupiah).

29
Dokumen Rencana Reklamasi

DAFTAR PUSTAKA

1. Undang - Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 4


Tahun 2009 tentang Pertambangan dan Mineral Batubara;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pascatambang;
3. Peraturan Menteri ESDM RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Reklamasi dan
Pascatambang pada kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara;
4. __________,” Laporan Eksplorasi Lanjutan“ CV. PUTRA IDOLA
5. __________,” Laporan Studi Kelayakan Revisi “CV. PUTRA IDOLA

30
CV PUTRA IDOLA
MINERAL BUKAN LOGAM (CLAY)
DAN BATUAN (ANDESIT)
2024
DOKUMEN RENCANA PASCATAMBANG
KATA PENGANTAR
Penambangan merupakan salah satu penyumbang devisa negara dan

Pendapatan Asli Daerah (PAD), pertambangan juga berpotensi menimbulkan

dampak negatif terhadap lingkungan khususnya kegiatan penambangan terbuka.

Dampak lingkungan tersebut perlu dikendalikan untuk mencegah kerusakan

lingkungan lebih lanjut. Untuk menangani potensi dampak negatif dari aktifitas

penambangan, sudah semestinya dilakukukan kegiatan Pascatambang.

Kegiatan pascatambang ini merupakan salah satu kegiatan yang

direncanakan untuk dilaksanakan pada saat kegiatan operasional pertambangan

telah memasuki masa penutupan tambang untuk memulihkan setiap hal yang

terpengaruh oleh aktifitas pertambangan baik lingkungan, sosial dan ekonomi.

Oleh karenanya diperlukan perencanaan yang matang dan akurat dalam

menyusun rencana kegiatan pascatambang tersebut.

Demikian dokumen Rencana Pascatambang ini disusun, untuk dijadikan

pedoman perusahaan dan dapat dijadikan informasi bagi pengambil kebijakan

khususnya pada instansi yang membidangi pengelolaan Usaha Pertambangan.

Hormat Kami,
CV PUTRA IDOLA

YARSINA DEVI
Direktur

RPT CV PUTRA IDOLA |i


DAFTAR ISI

Hal
KATA PENGANTAR. i
DAFTAR ISI ii
DAFTAR TABEL iv
DAFTAR GAMBAR v
DAFTAR LAMPIRAN vi

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Maksud Tujuan 3
1.3 Pendekatan dan Ruang Lingkup 3
1.3.1 Pendekatan 3
1.3.2 Ruang Lingkup 4

BAB II PROFIL WILAYAH


2.1 Lokasi dan Kesampaian Daerah 6
2.1.1 Administrasi dan Geografis 6
2.1.2 Kesampaian Daerah dan Sarana Penghubung
7
Setempat
2.2 Kepemilikan dan Peruntukan Lahan 10
2.3 Rona Lingkungan Awal 11
2.4 Kegiatan lain di sekitar Tambang 11

BAB III DESKRIPSI KEGIATAN PERTAMBANGAN


3.1 Keadaan Cadangan Awal 12
3.2 Sistem dan Metode Penambangan 14
3.3 Pengolahan 18
3.4 Fasilitas Penunjang 23

BAB IV RONA LINGKUNGAN AKHIR LAHAN PASCATAMBANG


4.1 Keadaan Cadangan 25
4.2 Air Permukaan dan Air Tanah 26
4.3 Biologi Akuatik dan Terestrial 27
4.4 Sosial, Budaya dan Ekonomi 28
4.5 Peruntukan Lahan 29
4.6 Morfologi Bentang Alam 30
4.7 Air Permukaan 31

BAB V HASIL KONSULTASI DENGAN PEMANGKU KEPENTINGAN 33

BAB VI PROGRAM PASCATAMBANG


6.1 Reklamasi Tahap Operasi Produksi 35
6.2 Reklamasi pada masa Pascatambang 50

BAB VII PEMANTAUAN


7.1 Tujuan Pemantauan 51
7.2 Metode Pemantauan 52
7.3 Institusi Pemantauan 52

RPT CV PUTRA IDOLA | ii


7.4 Upaya Pemantauan Lingkungan 52

BAB VIII ORGANISASI


8.1 Organisasi 56

BAB IX KRITERIA KEBERHASILAN PASCATAMBANG


9.1 Kriteria Keberhasilan Pembongkaran 59
9.2 Kriteria Keberhasilan Remediasi Tanah 60
9.3 Kriteria Keberhasilan Reklamasi 60

BAB X RENCANA BIAYA PASCATAMBANG


10.1 Biaya Langsung 65
10.2 Biaya Tidak Langsung 66
10.3 Total Biaya 66

RPT CV PUTRA IDOLA | iii


DAFTAR TABEL

Tabel 1.2 Titik koordinat wilayah eksplorasi CV Putra Idola 7


Tabel 3.1 Jumlah Cadangan Tahun 2024 13
Tabel 3.2 Penjadwalan Produksi dan Umur Tambang 18
Tabel 3.3 Rangkuman distribusi produk hasil pengolahan batu 22
andesit
Tabel 3.4 Bukaan Lahan Fasilitas Penunjang 24
Tabel 6.1 Rencana Reklamasi Lahan Bekas Tambang 38
Tabel 6.2 Rencana Bukaan Lahan tambang dan Fasilitas 40
Penunjang
Tabel 6.3 Rencana Penggunaan Peralatan Reklamasi dan
Pascatambang 42
Tabel 6.4 Rencana Produktifitas Alat Gali Muat untuk Penataan 43
Tabel 6.5 Rencana Penataan Lahan tahap pascatambang 44
Tabel 6.6 Rencana Vegetasi 47
Tabel 6.7 Program Revegetasi 43
Tabel 8.1 Jadwal Rencana Penutupan Tambang IUP CV Putra 58
Idola
Tabel 9.1 Pedoman Penilaian Pascatambang 63
Tabel 9.2 Kriteria Keberhasilan Pascatambang 63
Tabel 10.1 Rencana Biaya Pembongkaran Fasilitas Tambang CV 65
Putra Idola
Tabel 10.2 Rencana Biaya Kegiatan Penutupan Tambang CV 67
Putra Idola
Tabel 10.3 Tata cara penempatan jaminan pascatambang CV 69
Putra Idola

RPT CV PUTRA IDOLA | iv


DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Lokasi dan kesampaian daerah wilayah rencana IUP OP 9


CV Putra Idola
Gambar 3.2 Peta Cadangan Andesit CV Putra Idola 13
Gambar 3.3 Metode Penambangan Quarry Mining-Side Hill 15
Gambar 3.4 Metode Penambangan Open Pit-Push and Haul Back 16
mining
Gambar 3.5 Skema Penambangan Andesit CV Putra Idola 17
Gambar 3.5 Lokasi Fasilitas Pengolahan Andesit CV Putra Idola 23
Gambar 6.1 Peta Rencana Bukaan Lahan CV Putra Idola 50
Gambar 8.1 Struktur organisasi rencana operasi produksi CV Putra Idola 56

RPT CV PUTRA IDOLA |v


DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Peta Lokasi CV. PUTRA IDOLA


Lampiran 2 Peta Foto Udara Kondisi Tahun 2022 CV. PUTRA IDOLA
Lampiran 3 Peta Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Daerah
Lampiran 4 Peta Fungsi Kawasan Hutan Daerah Penyelidikan
Lampiran 5 Peta Geologi Regional Daerah Penyelidikan
Lampiran 6 Peta Geologi Lintasan Daerah Penyelidikan
Lampiran 7 Peta Kondisi Singkapan Nadesit Daerah Penyelidikan
Lampiran 8 Peta Topografi Regional Daerah Penyelidikan
Lampiran 9 Peta Topografi detail Daerah Penyelidikan
Lampiran 10 Peta Morfologi lereng Daerah Penyelidikan
Lampiran 11 Peta Sumber Daya Andesit Daerah Penyelidikan
Lampiran 12 Peta Cadangan Andesit Daerah Penyelidikan
Lampiran 13 Peta Rencana Bukaan Lahan kegiatan Penambangan
Lampiran 14 Peta Rencana Penambangan tahun ke 1
Lampiran 15 Peta Rencana Penambangan tahun ke 2
Lampiran 16 Peta Rencana Penambangan tahun ke 3
Lampiran 17 Peta Rencana Penambangan tahun ke 4
Lampiran 18 Peta Rencana Penambangan tahun ke 5
Lampiran 19 Peta Rencana Penambangan tahun ke 6
Lampiran 20 Peta Rencana Penambangan tahun ke 7
Lampiran 21 Peta Rencana Penambangan tahun ke 8
Lampiran 22 Peta Rencana Penambangan tahun ke 9
Lampiran 23 Peta Layout infrastruktur dan sarana penunjang
Lampiran 24 Peta Rencana Reklamasi Tahap Operasi Produksi
Lampiran 25 Peta Rencana Pascatambang Tahap akhir Tambang
Lampiran 26 Peta Rencana Penyaliran Tambang
Lampiran 27 Peta CrossSection kondisi akhir tambang kondisi geoteknik
lereng tambang

RPT CV PUTRA IDOLA | vi


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


A. Indentitas Perusahaan / Pemilik

a. Nama Perusahaan : CV. PUTRA IDOLA


b. Direktur : YARSINA DEVI
c. Jenis Perusahaan : Komanditer
d. Alamat Kantor : Komplek Cendana Blok A/1 Alai Parak Kopi Kota
Padang, Provinsi Sumatera Barat

e. Jenis Usaha : Penambangan Mineral Bukan Logam (Clay dan


Batuan andesit)

f. Lokasi Tambang : Kelurahan Teluk Kabung Tengah dan Nagari


Siguntur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung dan
Kecamatan XI Koto Tarusan, Kota Padang dan
Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat

B. Peraturan Perundangan

Adapun yang mendasari perencanaan dan pelaksanaan

kegiatan pascatambang ini adalah sebagai berikut :

1. Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang

Pertambangan Mineral dan Batubara sebagaimana telah

diubah oleh Undang- undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang

Perubahan Undang- Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang

Pertambangan Mineral dan Batubara.

2. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2023 tentang

Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral

dan Batubara.

RPT CV PUTRA IDOLA |1


3. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2018 tentang

Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang Baik dan

Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara.

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Nomor 1827

K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik

Pertambangan yang Baik.

C. Status Perizinan

CV Putra Idola adalah Perseroan Terbatas yang bergerak dalam

penambangan komoditas Dolomit yang mendapatan Wilayah Izin

Usaha Pertambangan (WIUP) Batuan seluas 4,4 Ha di Kelurahan Teluk

Kabung Tengah dan Nagari Siguntur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung

dan Kecamatan XI Koto Tarusan, Kota Padang dan Kabupaten Pesisir

Selatan, Provinsi Sumatera Barat berdasarkan Surat Keputusan Menteri

Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor :

641/1/IUP/PMDN pada tanggal 11 April 2022.

Setiap kegiatan usaha pertambangan, pemrakarsa harus

memiliki kelengkapan perizinan yang harus dilaksanakan terlebih

dahulu sebelum memulai kegiatan usaha pertambangan dan sebagai

pedoman dalam melaksanakan kegiatan serta memenuhi kewajiban

selaku pemegang Izin Usaha Pertambangan.

RPT CV PUTRA IDOLA |2


1.2 Maksud dan Tujuan

Maksud dari penyusunan rencana pascatambang ini adalah untuk

menjadi pedoman mengenai program teknis dan rencana serta biaya

pascatambang, sehingga pelaksanaan pascatambang dapat dilakukan

dengan terencana, terarah dan terukur.

Tujuan dilakukannya penyusunan dokumen pascatambang ini adalah :

1. Melakukan identifikasi terhadap rencana kegiatan penambangan

dalam rangka penyusunan program rencana pascatambang.

2. Mengetahui aspek dominan yang menjadi dasar perencanaan dan

skenario pemanfaatan lahan pascatambang yang menunjang

pembangunan berkelanjutan.

3. Mengetahui alternatif pengganti sumber daya alam bahan tambang

untuk menjadi motor penggerak pembangun pada saat

pascatambang.

4. Menyusun tata cara pada saat dilaksanakannya kegiatan

pascatambang.

5. Menghitung biaya rencana pascatambang dan cara

penempatan biaya tersebut sebagai jaminan pascatambang.

1.3 Pendekatan dan Ruang Lingkup

1.3.1 Pendekatan

- Pendekatan Teknologi

Pendekatan teknologi, yaitu cara-cara atau teknologi yang digunakan

dalam melakukan penutpan tambang yang berhubungan dengan

prinsip-prinsip penutupan tambang.

RPT CV PUTRA IDOLA |3


- Pendekatan Sosial Ekonomi

Pendekatan sosial ekonomi, yaitu upaya-upaya yang akan dilakukan

perusahaan dalam melakukan penutupan tambang yang

berlandasan interaksi sosial, peran penduduk, dan yang termasuk

dalam pemangku kepentingan.

- Pendekatan Institusi

Pendekatan institusi, yaitu mekanisme kelembagaan yang akan

dilakukan oleh perusahaan dalam rangka pelaksanaan penutupan

tambang, meliputi koordinasi dengan instansi terkait dan

penyampaian laporan berkala.

1.3.2 Ruang Lingkup

Lingkup pekerjaan adalah penyusunan dokumen pascatambang

IUP Operasi Produksi CV Putra Idola dengan berpedoman pada

Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang

Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik pada

Lampiran V.

kebun masyarakat yang diusahakan secara tradisional. Pada

intinya lokasi penyelidikan berada di luar kawasan Hutan Lindung dan

kawasan peta indikatif penundaan pemberian izin baru (PIPPIB).

Pembahasan dalam dokumen rencana pascatambang ini meliputi

a. Profil Wilayah

b. Deskripsi kegiatan pertambangan

c. Rona Lingkungan Akhir Lahan Pascatambang

d. Program Pascatambang

RPT CV PUTRA IDOLA |4


e. Organisasi pascatambang

f. Kriteria Keberhasilan Pascatambang

g. Rencana Biaya Pascatambang.

RPT CV PUTRA IDOLA |5


BAB II
PROFIL WILAYAH

2.1 Lokasi dan Kesampaian Daerah

2.1.1 Administrasi dan Geografis

Daerah penambangan IUP CV Putra Idola yang menempati area

seluas 4,4 ha, sesuai peruntukan lahan berdasarkan Rencana Tata Ruang

Wilayah Kota Padang, Peraturan Daerah Kota Padang Padang Nomor 3

Tahun 2019 untuk periode 2010 – 2030, merupakan Kawasan

Pertambangan yang dimiliki oleh masyarakat. Sementara di sebelah

Timurnya berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Nomor

1 Tahun 2020 periode 2010 – 2030, lokasi IUP CV Putra Idola merupakan

kawasan Hortikultura.

Kelurahan Bungus Teluk Kabung berdasarkan data BPS Kota Padang

pada tahun 2020 memiliki jumlah penduduk sebanyak 27.408 jiwa, terdiri

dari 14.079 jiwa penduduk laki-laki dan 13.329 jiwa penduduk perempuan,

dengan perbandingan jumlah penduduk berdasarkan rasio jenis kelamin

105.62%.

Dari segi pekerjaan responden, terdapat berbagai jenis atau variasi

bidang pekerjaan. Pekerjaan yang paling banyak ditekuni oleh

responden adalah wiraswasta (14,0 %), bertani (38,2 %) dan berdagang

(5,6 %). Baru kemudian diikuti oleh buruh (11,1 %) dan pegawai negeri sipil

(8,4 %).

RPT CV PUTRA IDOLA |6


Secara geografis wilayah yang dimohonkan berada pada koordinat

seperti pada tabel 1.2 sebagai berikut.

Tabel 1.2
Batas Koordinat Wilayah Kagiatan CV Putra Idola

=====================================================================
No. Bujur Timur Lintang Selatan
Titik -------------------------------------------------------------------------------------------
Koord. ø ' " ø ' "
======================================================================
1 100 25 38,37 1 4 21,13 LS
2 100 25 38,37 1 4 22,76 LS
3 100 25 36,76 1 4 22,76 LS
4 100 25 36,76 1 4 24,39 LS
5 100 25 35,14 1 4 24,39 LS
6 100 25 35,14 1 4 26,02 LS
7 100 25 33,52 1 4 26,02 LS
8 100 25 33,52 1 4 27,65 LS
9 100 25 31,10 1 4 27,65 LS
10 100 25 31,10 1 4 29,28 LS
11 100 25 32,72 1 4 29,28 LS
12 100 25 32,72 1 4 30,90 LS
13 100 25 34,34 1 4 30,90 LS
14 100 25 34,34 1 4 32,53 LS
15 100 25 37,57 1 4 32,52 LS
16 100 25 37,57 1 4 31,72 LS
17 100 25 38,38 1 4 31,72 LS
18 100 25 38,38 1 4 27,65 LS
19 100 25 39,12 1 4 27,65 LS
20 100 25 39,12 1 4 26,02 LS
21 100 25 40,00 1 4 26,02 LS
22 100 25 40,00 1 4 21,13 LS
======================================================================

2.1.2 Kesampaian Daerah dan Sarana Perhubungan Setempat

Teluk Bungus memiliki panjang garis pantai 21.050 meter dan

panjang teluk 5.418 meter, volume 223.255.052,2 m3, memiliki bentuk

permukaan yang cenderung membulat dan luas permukaannya 1383,86

Ha (Kusumah, 2008). Teluk ini termasuk dalam Kecamatan Bungus Teluk

Kabung dan merupakan salah satu kecamatan pesisir di wilayah

selatan Kota Padang dengan luas 100,78 km2 dan jumlah penduduk

RPT CV PUTRA IDOLA |7


23.400 jiwa (BPS,2006). Secara astronomis kecamatan ini berada pada

posisi 01001’21’’–01005’02’’ Lintang Selatan (LS) dan 100021’58’’ –

100026’36’’ Bujur Timur (BT) dan terletak di bagian barat pantai Pulau

Sumatera. Kecamatan Bungus Teluk Kabung berada pada ketinggian

rata-rata sekitar 0-5 m dpl untuk daerah pesisir, dan < 850 m untuk daerah

perbukitan. Temperatur berkisar antara 22,5C –31,5C dan curah hujan

314,47 mm/bulan. Secara geografis berbatasan langsung dengan :

sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Lubuk Begalung dan

Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, sebelah selatan berbatasan

dengan Kabupaten Pesisir Selatan, sebelah barat berbatasan dengan

Pantai Barat Sumatera atau Samudera Hindia, dan sebelah timur

berbatasan dengan Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang dan

Kabupaten Pesisir Selatan. Secara administratif Kecamatan Bungus Teluk

Kabung memiliki 6 (enam) kelurahan, yaitu: Teluk Kabung Selatan, Bungus

Selatan, Teluk Kabung Tengah, Teluk Kabung Utara, Bungus Timur dan

Bungus Barat. Sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)

Kota Padang Tahun 2004-2013 Kecamatan Bungus Teluk Kabung

merupakan daerah yang termasuk pada Sentra Pertumbuhan Selatan

Kota Padang. Kawasan yang memiliki potensi sumberdaya pesisir dan

laut ini direncanakan sebagai kawasan andalan pengembangan

industri maritim, wisata bahari, dan daerah perlindungan (Pemerintah Kota

Padang 2004). Kondisi dan jenis pantai di Indonesia secara sederahana

dapat dikelompokan atas pantai berpasir, pantai berlumpur, pantai

berawa dan pantai berbatu (Bemmelen, 1970). Teluk Bungus memiliki

sumberdaya alam yang sangat potensial dengan pantainya yang landai

RPT CV PUTRA IDOLA |8


dan berpasir putih, membujur dari utara ke selatan, posisinya sangat

strategis dekat dengan ibukota provinsi Sumatera Barat dan berada di

selatan Teluk Bayur, tepatnya di Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Teluk

Bungus merupakan wilayah yang cukup memiliki keanekaragaman

pemanfaatan laut terutama pesisirnya. Keanekaragaman itu terlihat dari

adanya kawasan pelabuhan, industri, permukiman, perkebunan, wisata

serta kawasan konservasi.

Secara administratif lokasi kegiatan studi IUP CV Putra Idola

berlokasi di Kelurahan Teluk Kabung, Kecamatan Bungus Teluk Kabung,

Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, dengan batas-batas wilayah:

- Sebelah Utara : Kecamatan Lubuk Begalung dan Lubuk Kilangan

- Sebelah Timur : Kecamatan Kota XI Terusan (Kab. Pesisir Selatan)

- Sebelah Selatan : Kecamatan Kota XI Terusan (Kab. Pesisir Selatan)

- Sebelah Barat : Samudera Indonesia

Secara geografis, wilayah yang akan diupayakan untuk

peningkatan pada tahap operasi produksi dalam kegiatanya berada

antara 010 04’ 21’’ dan 010 04’ 32” Lintang Selatan dan 1000 25’ 31”

dan 1000 25’ 40” Bujur Timur., dengan lokasi pada Gambar 1.1. dan titik

koordinat pada Tabel 1.2.

RPT CV PUTRA IDOLA |9


Gambar 2.1
Peta Lokasi dan Kesampaian Daerah

RPT CV PUTRA IDOLA |9


2.2 Kepemilikan dan Peruntukan Lahan

Berdasarkan isi dokumen Lingkungan yang telah disusun dan telah

disetujui oleh CV Putra Idola pada awal tahun 2024 yang lalu, Daerah

penambangan IUP CV Putra Idola yang menempati area seluas 5,00

ha, sesuai peruntukan lahan berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah

Kota Padang, Peraturan Daerah Kota Padang Padang Nomor 3 Tahun

2019 untuk periode 2010 – 2030, merupakan Kawasan

Pertambangan yang dimiliki oleh masyarakat. Sementara di sebelah

Timurnya berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pesisir Selatan

Nomor 1 Tahun 2020 periode 2010 – 2030, lokasi IUP CV Putra Idola

merupakan Kawasan Hortikultura.

Adapun kepemilikan lahan pada lokasi rencana penambangan

sebahagian kecil merupakan lahan milik Ulayat, sekarang lahan tersebut

diperuntukan/diberi kuasa kepada CV Putra Idola untuk mengambil

material Clay dan Andesit dengan cara kerjasama sesuai dengan surat

pernyataan kesepakatan/persetujuan kaum yang diwakili melalui Mamak

Kepala Waris Kaum. Setelah mendapat persetujuan dari pihak kaum

lainnya maka selanjutnya untuk mewujudkan rencana pengusahaan

potensi bahan tambang tersebut maka CV Putra Idola segera melakukan

pengurusan legalitas rencana usaha tersebut dengan mengajukan

permohonan Izin usaha pertambangan sesuai dengan peraturan

perundang-undangan di sektor pertambangan mineral dan batubara.

Terdapat beberapa jenis tumbuhan liar yang ikut menyusun

vegetasi di sekitar wilayah usaha pertambangan CV Putra Idola antara

lain adalah tanaman budidaya seperti Karet (Havea brasiliensis),

RPT CV PUTRA IDOLA | 10


rambutan (Nephelium Lappaceum), kelapa (Cocos Nucifera), nangka

(Artocarpus heterophyllus), dan Jambu air (Syzygium Aqueum) serta

durian. Dimana jenis flora tersebut terdapat di sekitar wilayah kerja yang

pada awalnya difungsikan sebagai Pohon pelindung dan penyerap

polutan yang dihasilkan dari aktifitas transportasi setempat.

2.3 Rona Lingkungan Awal

Berdasarkan Peta Tata Guna Lahan, dapat diketahui bahwa

keseluruhan wilayah IUP digunakan sebagai lahan perkebunan oleh

masyarakat sekitar lokasi. Setelah dilakukan pengamatan di lapangan

saat kegiatan eksplorasi, dapat diketahui dan dilihat pada Peta Kemajuan

tambang bahwa sebagian besar dari Wilayah IUP sudah pernah dilakukan

pembukaan lahan sebelumnya, yaitu pada bagian utara Wilayah IUP.

Untuk bagian barat Wilayah IUP ditutupi oleh vegetasi berupa semak

belukar, sedangkan pada bagian timur ditutupi oleh pohon-pohon dan

ladang masyarakat.

Tata guna lahan yang ada sebelum dilakukan penambangan

didominasi oleh tanaman kulit manis dan durian yang diolah oleh

masyarakat atau pemilik lahan, sedangkan sebagian kecil terdapat

tanaman tidak produktif.

2.4 Kegiatan Lain di Sekitar Tambang

IUP CV Putra Idola berada tidak jauh dari tepi jalan nasional yang,

yang mana masyarakat sekitar ada yang bertani, berkebun serta berjualan

disepanjang tepian jalan nasional tersebut.

RPT CV PUTRA IDOLA | 11


BAB III
DESKRIPSI KEGIATAN PERTAMBANGAN

3.1. Keadaan Awal Cadangan


Untuk memenuhi kebutuhan pasar secara kuantitas wilayah prospek

rencana produksi merupakan wilayah yang dapat ditambang, karena secara

kualitas memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam berbagai kebutuhan

sektor industri terutama pemenuhan kebutuhan pembangunan jalan.

Setelah dilakukannya kegiatan eksplorasi lanjutan oleh tim CV. PUTRA

IDOLA, Jumlah volume sumberdaya cadangan pada rencana Wilayah Izin Usaha

Pertambangan (WIUP) Operasi Produksi Mineral Bukan Logam (Clay) dan Mineral

Lainnya (Andesit) CV. PUTRA IDOLA seluas 4,4 Ha sebesar sebesar 254.722,02

m3 / 509.444,05 ton untuk Clay dengan density clay sebesar 2,00 cm3/gr, dan

Andesit sebesar 604.921 M3 / 1.091.248 Ton density andesit sebesar 2,6

cm3/gr.

Selain dari itu, Andesit merupakan bahan galian yang berpotensi

dilakukan kegiatan penambangan, yang mana telah dilakukan kegiatan

eksplorasi dan juga telah dikaji kelayakan usahanya, berikut sumberdaya dan

cadangan andesit pada lokasi CV Putra Idola.. Pada prinsipnya, cadangan

yang berada pada wilayah CV Putra Idola merupakan cadangan Terkira

dan terbukti

RPT CV PUTRA IDOLA | 12


Tabel 3.1.
Jumlah Cadangan Andesit Tahun 2024

Gambar 3.2
Peta Cadangan Andesit CV Putra Idola

RPT CV PUTRA IDOLA | 13


3.2. Sistem dan Metode Penambangan
Berdasarkan hasil kajian yang telah dituangkan ke dalam

dokumen Study Kelayakan didapatkan informasi bahwa kegiatan

penambangan yang akan dilakukan oleh CV Putra Idola

menggunakan metode penambangan terbuka Open Cut dimana

nantinya kegiatan penambangan akan dimulai dari atas dengan cara

memotong/memangkas yang akan membentuk jenjang sehingga

area bekas penambangan berbentuk datar (Pendataran) dengan

elevasi sama dengan jalan nasional di dekatnya.

Operasi penambangan setiap tahunnya terdiri dari kegiatan

pembersihan lahan yang dilaksanakan terlebih dahulu, kemudian

diikuti dengan penggalian, pemuatan dan pengangkutan yang

dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan. Artinya, sementara

kegiatan pembersihan lahan terus berlangsung dan setelah luas lahan

yang dibersihkan cukup dan aman untuk area fasilitas permukaan,

maka kegiatan penambangan segera dimulai. Kegiatan ini diikuti

dengan kegiatan pemuatan dan pengangkutan, baik bahan galian

batuan maupun lapisan penutupnya.

Kegiatan tersebut diawali dengan pembersihan lahan berupa

semak belukar, pohon-pohon serta tanaman penutup lainnya,

sehingga pelaksanaan pembukaan lahan yang akan dilakukan pada

tahap berikutnya dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan ini

dilakukan dengan menggunakan excavator dibantu tenaga manusia

dengan menggunakan peralatan seperti chainsaw, kampak, parang

dll. Hasil pembukaan lahan ini nantinya berupa vegetasi penutup

RPT CV PUTRA IDOLA | 14


lahan akan ditempatkan pada lokasi tertentu agar dapat

dioptimalkan kembali apabila diperlukan lagi untuk kegiatan

pemulihan lahan setelah kegiatan penambangan selesai.

Setelah lahan telah dibersihkan dari vegetasi, selanjutnya

dilakukan kegiatan penambangan tanah dan batuan penutup

(exposing) bahan galian batuan dengan menggunakan metode gali

muat yang merupakan kombinasi alat gali dan alat muat.

Dalam perencanaan tambang CV Putra Idola memiliki 2

skenario penambangan, dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Metode Quarry Mining – Side Hill, dalam metode ini

digunakan pada tahun pertama kegiatan penambangan yang

diterapkan pada penambangan endapan bahan galian

industri di lokasi ini dengan metode pengambilan bahan galian

dilakukan pada lereng-lereng bukit dan medan kerja mengikuti

arah lereng dengan mengambil sebagian bahan endapan

dengan lereng bukit yang memanjang dengan jalan masuk

dari salah satu sisi front kerja (straight ramp) (Gambar 2.3).

Gambar 3.3 Metode Penambangan Quarry Mining-Side Hill

RPT CV PUTRA IDOLA | 15


2. Metode Pit Type Quarry – Push and Haul Back Mining, dalam

metode ini digunakan pada tahun kedua dan tahun selanjutnya

dimana scenario penambangan ini pada galian tanah penutup

dari pit akan dibuang ke luar tambang sambil membentuk

box cut. Dengan membagi desain penambangan per

tahapan lalu pada tahapan selanjutnya sampai pada batas pit

mencapai level maksimal (rencana level dasar lantai

tambang), dan pada area disposal yang telah maksimal

atau mencapai level maksimal maka pada area buangan

tanah penutup akan di reklamasi. (Gambar 2.4).

Gambar 3.4 Metode Penambangan Open Pit-Push and Haul Back mining

Dengan metode tambang terbuka ini dilakukan berdasarkan

pertimbangan faktor-faktor teknis yang mencakup model geologi,

kondisi endapan, kondisi lapisan penutup (overburden) serta

pertimbangan kemudahan pengelolaan aspek lingkungan baik

dalam proses penambangan maupun setelah aktifitas

penambangan berakhir dan juga untuk pekerjaan reklamasi

RPT CV PUTRA IDOLA | 16


dibeberapa tempat dapat dilakukan lebih cepat dan tanah pucuk

dapat langsung ditebar sehingga mengurangi pekerjaan rehandle.

Metode ini memiliki kelebihan dalam fleksibilitas dan selektivitas dalam

penambangan, antara lain seperti:

1. Perolehan (recovery) terhadap penambangan cadangan

endapan bahan galian dapat lebih besar.

2. Tingkat produksi endapan bahan galian yang lebih besar

karena area kerja yang cukup luas.

3. Alokasi penyebaran peralatan tambang yang lebih mudah

dalam pengontrolannya.

4. Pengelolaan K3LH yang lebih baik.

5. Reklamasi dapat dilakukan lebih cepat dan penanganan lahan

pasca tambang yang lebih baik.

Tata cara penambangan batu andesit CV Putra Idola dari

proses hulu sampai dengan hilir dapat di lihat pada diagram alir

berikut.

Gambar 3.5 Skema Penambangan Andesit CV Putra Idola

RPT CV PUTRA IDOLA | 17


Tabel 3.2.
Penjadwalan Produksi dan Umur Tambang

Produksi Cadangan Umur


Tahun
Tonase Recovery Total Tonase Tambang
Ke
(Ton) (%) (Ton) (Tahun)
Ekspl. 2023 ----------------- 1,091,248
1 120,000 95.0% 114,000 971,248 1
2 120,000 95.0% 114,000 851,248 2
3 120,000 95.0% 114,000 731,248 3
4 120,000 95.0% 114,000 611,248 4
5 120,000 95.0% 114,000 491,248 5
6 120,000 95.0% 114,000 371,248 6
7 120,000 95.0% 114,000 251,248 7
8 120,000 95.0% 114,000 131,248 8
9 120,000 95.0% 114,000 11,248 9

10 10
11 Rencana Pascatambang 11
12 12
Total 1,080,000 95.0% 1,026,000 11,248 12

3.3. Pengolahan
Saat ini kegiatan penambangan clay di lokasi IUP CV Putra

Idola masih berlangsung, dan setelah mendapatkan perizinan IUP batu

andesit CV Putra Idola rencananya akan menambang batu andesit

dengan produksi maksimum sekitar 45.977 M3 per tahun atau

setara dengan 120.000 ton per tahun. Hasil penambangan

berupa fragmentasi dari hasil pemecahan breaker selanjutnya harus

diolah terlebih dahulu untuk menghasilkan produk yang dapat dijual,

yaitu sebagai aggregate / split, yang diharapkan dapat memenuhi

rencana penjualan permintaan pasar yang akan digunakan

sebagai bahan konstruksi. Dengan demikian, produk yang dihasilkan

RPT CV PUTRA IDOLA | 18


akan berupa produk dengan berbagai jenis ukuran tertentu. Jumlah

produksi untuk masing-masing berdasarkan tipe dan jenis ukuran

aggregate / split akan ditentukan oleh kebutuhan permintaan

pasar. Untuk memenuhi rencana tersebut, maka perlu disiapkan

fasilitas pengolahan batu andesit berupa crushing plant dan screening

plant.

Dengan mempertimbangkan bahwa peralatan crushing

dan screening plant yang diperlukan dapat dipenuhi dari produk

lokal maka skenario desain peralatan akan dirancang berdasarkan

pabrikasi lokal oleh jasa penyedia peralatan di Kota Padang

(seperti pabrikasi bengkel Bengkel Umum). Apabila tidak tersedia di

dalam negeri bagi spesifikasi peralatan yang diperlukan maka

pengadaan peralatan akan dilakukan dari luar daerah.

Maksud dari kegiatan pengolahan adalah untuk

mendapatkan ukuran material (batuan) sesuai dengan keinginan

konsumen. Tata cara pengolahan berdasarkan pertimbangan jenis

material. Pemilihan metode pengolahan didasarkan pada perolehan

hasil sebagai produk. Beberapa faktor yang mempengaruhi metode

pengolahan, seperti:

1. Karakteristik spasial dari material meliputi ukuran, kekerasan,

dan produk yang diharapkan.

2. Kondisi eksternal meliputi ukuran permintaan pasar,

perbandingan hasil produk, parameter kualitas, dan

keseragaman.

RPT CV PUTRA IDOLA | 19


3. Kondisi ekonomi mempengaruhi investasi, aliran kas,

masa pengembalian dan keuntungan, yang meliputi

cadangan, target produksi, umur alat, produktivitas, dan

perbandingan biaya pengolahan dalam memilih metode

pengolahan yang sesuai.

4. Faktor teknologi, meliputi perolehan, dilusi, fleksibilitas

metode perubahan kondisi, modal, pekerja, dan intensitas

mekanisasi.

5. Faktor lingkungan.

6. Dari target penambangan sebesar 120.000 ton per tahun, maka

desain pengolahan atau penjualan produk aggregate / split

ditentukan sebesar 114.000 ton pertahun dengan recovery

pengolahan 95%.

Dari rencana produksi batu andesit maksimum 120.000 ton

per tahun akan diumpankan ke dalam hopper crushing plant.

Peralatan pengolah batu andesit merupakan serangakaian mesin

pengumpan, peremuk, pengangkut dan pengayak yang terintegrasi

di area crushing and screening plant yang dirancang untuk dapat

mengolah batu andesit hasil penambangan dengan ukuran boulder

kira-kira -750 mm menjadi beberapa fraksi ukuran produk yang

sesuai pasar, sehingga peralatan utama dari unit pengolah batu

andesit ini adalah mesin peremuk (crusher) dan mesin pengayak

(screen). Namun demikian, untuk mengangkut dan mengumpankan

RPT CV PUTRA IDOLA | 20


batu andesit dari satu mesin ke mesin yang lain maka diperlukan

unit feeder dan conveyor.

Dengan pertimbangan tersebut maka produk yang akan

diproduksi harus sesuai dengan spesifikasi pasar untuk jenis material

yang umum digunakan adalah sbb:

1. Produk 1 (Bolder / Bongkah ukuran>125 mm).

Material jenis ini umumnya digunakan untuk penimbunan di

daerah- daerah rawa atau bibir pantai, penahan ombak,

reklamasi pantai dan pembuatan dermaga sederhana serta

digunkan sebagai batu pondasi untuk bangunan dan tile

(penahan lereng).

2. Produk 2 (Base Course makadam ukuran -70 mm+50 mm).

Material jenis ini digunakan untuk lapisan kedua atau ketiga

dari suatu arel yang akan ditimbun dan dipadatkan

dimana tanah dasarnya sudah cukup stabil.

3. Produk 3 (Split Stone / Batu Pecah ukuran -50 mm+30 mm).

Material ini biasanya digunakan untuk dasar badan jalan

sebelum menggunakan material yang lain, penyangga

bantalan kereta api, penutup / pemberat pipa didasar laut, dsb.

4. Produk 4 (Split Stone / Batu Pecah ukuran -30 mm+ 20 mm).

Material ini banyak digunakan untuk pengecoran lantai kerja,

pengecoran / pembetonan horisontal.

RPT CV PUTRA IDOLA | 21


5. Produk 5 (Split Stone / Batu Pecah ukuran -20mm + 10mm).

Material jenis ini banyak digunakan untuk pengecoran

segala macam konstruksi mulai dari yang ringan sampai

konstruksi berat. Spt: Jalan Tol, Gedung bertingkat, Landasan

Pesawat Udara, Bantalan Kereta Api, Pelabuhan dan

Dermaga, Tiang Pancang dan Jembatan, dsb.

6. Produk 6 (Pasir Screening ukuran -10 mm + 5mm).

Material jenis ini banyak digunakan untuk campuran dalam

proses pengaspalan jalan, mulai dari jalan yang ringan

sampai jalan berkelas-1 (Aspal Mixed Plant).

7. Produk 7 (Abu Batu ukuran -5 mm).

Material jenis ini banyak dibutuhkan untuk campuran dalam

proses pengaspalan dan bisa digunakan sebagai pengganti

pasir. Material ini adalah bahan utama dari pembuatan

gorong-gorong dan Batako Press.

Tabel 3.3.
Rangkuman distribusi produk hasil pengolahan batu andesit

Produy Fraksi Ukuran TPJ Persentase


Produk 1 - 125 + 70 mm 0.00 0%
Produk 2 -70 + 50 mm 15.00 20%
Produk 3 - 50 + 30 mm 12.00 16%
Produk 4 -30 + 20 mm 18.75 25%
Produk 5 -20 + 10 mm 14.25 19%
Produk 6 -10 + 5 mm 9.75 13%
Produk 7 -5 mm 5.25 7%
Total 75.00 100%

RPT CV PUTRA IDOLA | 22


Gambar 3.5 Lokasi Fasilitas Pengolahan Andesit CV Putra Idola

3.4. Fasilitas Penunjang


Secara administratif lokasi penambangan IUP Operasi Produksi CV

Putra Idola seluas 4,4 Ha ini berada di Kelurahan Teluk Kabung Tengah

dan Nagari Siguntur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung dan Kecamatan

XI Koto Taru.

Apabila mengacu kepada Dokumen Study Kelayakan yang telah

disetujui, CV Putra Idola berencana akan melakukan pembukaan lahan

seluas 4,4 (enam) Ha dalam 9 (lisembilan) tahun sesuai umur tambang

untuk dijadikan front penambangan sedangkan sarana penunjang

kegiatan operasi produksi yang nantinya akan disesuaikan dengan

jumlah fleet penambangan yang dibutuhkan dalam rangka optimalisasi

produksi.

RPT CV PUTRA IDOLA | 23


Di samping itu dalam perencanaan kegiatan pertambangan

yang telah disusun di dalam dokumen Study Kelayakan, CV Putra

Idola juga berencana akan membangun beberapa fasilitas

penunjang yang sebagian besar akan ditempatkan di wilayah IUP dan

akan dibangun berdekatan dengan front penambangan untuk

mempermudah akses dan optimalisasi fungsional yang dibutuhkan.

Adapun beberapa fasilitas penunjang yang dibangun seperti

Kantor lapangan dan pos penjagaan serta fasilitas lain dapat dilihat

dalam Tabel berikut :

Tabel 3.4
Bukaan Lahan Fasilitas Penunjang

Dimensi
No. Jenis Fasilitas Penunjang Luas (Ha)
(m2)
1 Kantor dan Mess Karyawan 30 0,003
2 Tangki BBC 20 0,002
3 Fasilitas Pengolahan/Crusher 430 0,043
4 StockPile 410 0,041
5 Gudang dan TPS Limbah B3 90 0,009
6 Kolam Sedimen 25 0,0025
7 Pos Jaga 30 0,003
8 Jalan Tambang 924 0,924
9
Total 4800 0,4800

RPT CV PUTRA IDOLA | 24


BAB IV
GAMBARAN RONA AKHIR TAMBANG

4.1 Keadaan Cadangan


Berdasarkan peta geologi lembar Pekanbaru skala 1 : 10.000 yang

diterbitkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Bandung, maka

wilayah IUP CV Putra Idola secara geologi regional terdiri dari satuan

batuan-batuan sedimen yang berumur tersier pada cekungan dan

menghasilkan batuan intrusi tersier. Hasil erosi dari batuan intrusi terbawa

dan mengendap disekitar aliran sungai lalu menghasilkan endapan

alluvial.

Perhitungan cadangan Clay dan Andesit dilakukan dengan

metode penghitungan volume dimana dari hasil rekomendasi lingkungan

hidup didapatkan bahwa penambangan Dolomit di dalam area IUP

dilakukan setidaknya hingga batas datar dengan jalan lintas. Sehingga

apabila dilihat dari kondisi existing kegiatan penambangan masih dapat

dilakukan pada area lahan seluas 4,4 Ha sehingga dapat dihitung jumlah

tonase Clay dan Andesit yang dapat ditambang adalah sebesar

254.722,02 m3 / 509.444,05 ton untuk Clay dengan density clay sebesar 2,00

cm3/gr, dan Andesit sebesar 604.921 M3 / 1.091.248 Ton density andesit

sebesar 2,6 cm3/gr. Pada prinsipnya, cadangan yang berada pada

wilayah CV Putra Idola merupakan cadangan Terbukti.

Mengingat salah satu sistem penambangan batuan yang

digunakan oleh CV Putra Idola ini adalah tambang terbuka metode Open

Cut dimana pekerjaan akan dimulai dari atas dengan memangkas bukit

RPT CV PUTRA IDOLA | 25


hingga membentuk jenjang kerja dan pada akhir penambangan akan

berbentuk jenjang pada sekeliling batas IUP dan landau hingga datar

pada wilayah tengah IUP, penataan lahan sesuai dengan peruntukan

akan dilakukan selama proses penambangan dilakukan, maka itu biaya

yang dikeluarkan untuk rencana reklamasi itu sedikit, dikarenakan proses

penataan lahan terus dilakukan seiring dengan proses kemajuan

penambangan dilakukan.

4.2 Air Permukaan dan Air Tanah

1. Air Permukaan

Memperhatikan kemungkinan perbaikan kualitas lingkungan

hidup setempat pada tahap operasi produksi dan pemulihan selama

tahap pascatambang, maka kualitas fisika dan kimia air sungai pada

wilayah IUP Operasi Produksi CV Putra Idola diperkirakan masih akan

memenuhi baku mutu kualitas air.

Perbaikan dan pemulihan kualitas air permukaan yang paling

utama adalah terhadap nilai parameter zat padat terlarut, zat padat

tersuspensi, pH, kandungan logam seperti Mn, Fe, Cu dan H2S (asam

sulfat) yang sebelumnya selama penambangan batuan mungkin

cenderung berfluktuasi cukup besar.

2. Air tanah

Hilangnya vegetasi akibat kegiatan penambangan akan

sangat berpengaruh terhadap kondisi air tanah pada sekitar wilayah

IUP Operasi Produksi CV Putra Idola dikarenakan vegetasi mempunyai

peranan penting dalam siklus hidrologi. Vegetasi memiliki fungsi

RPT CV PUTRA IDOLA | 26


sebagai penangkap air hujan sehingga air hujan yang turun tidak

seluruhnya menjadi air limpasan (run off).

Sebagian besar akan diserap oleh tanah (infiltrasi) dan

tersimpan di aquifer. Selanjutnya, air yang tersimpan di aquifer akan

mengalir melalui celah-celah atau pori tanah yang akhirnya

terkumpul atau mengalir menjadi air tanah yang digunakan sebagai

salah satu sumber untuk berbagai keperluan Reklamasi dan

revegetasi pada lokasi bekas bukaan lahan diharapkan dapat

mengembalikan kondisi air tanah seperti keadaan semula.

4.3 Biologi Akuatik dan Terestrial

1. Biologi Akuatik

Seiring dengan perbaikan kualitas air sungai pada wilayah IUP

Operasi Produksi CV Putra Idola, akan berdampak terhadap

terjadinya pemulihan kualitas nilai parameter zat padat terlarut, zat

padat tersuspensi, pH, kandungan logam seperti Mn, Fe, Cu dan H2S

(asam sulfat) akan turut pula meningkatkan kelimpahan beberapa

jenis ikan di lingkungan perairan setempat.

2. Biologi Terestrial

Sesuai dengan perencanaan, maka tanaman revegetasi yang

akan tumbuh pada area bekas penambangan adalah tanaman

kacang kacangan dan rerumputan untuk penguatan tebing, dimana

akhir tambang lahan akan berbentuk datar yang akan digunakan

untuk pemukiman/pertanian/perkebunan dan lainnya sesuai dengan

permintaan pemilik lahan dan juga arahan dari Penataan Ruang

RPT CV PUTRA IDOLA | 27


Daerah di Kabupaten Sijunjung. Peningkatan kelimpahan satwa tidak

terlepas pula dari kualitas habitat yang makin baik seiring

pertumbuhan tanaman revegetasi sehingga kelimpahan atau skala

kehadiran satwa berpeluang terperbaiki.

4.4 Sosial, Budaya, dan Ekonomi

Keberlanjutan ekonomi di sektor pertambangan terkait dengan

jangka waktu izin usaha pertambangannya, sebab jika izin usaha

pertambangannya berakhir atau deposit bahan tambangnya habis

seringkali kegiatan ekonomi di lokasi pertambangan menurun tajam,

ketika kegiatan ekonomi menurun dan tidak ada penggerak ekonomi

lainnya maka akan menimbulkan berbagai persoalan sosial yang pada

akhirnya akan berdampak negatif terhadap lingkungan pascatambang

yang telah ditata sedemikian rupa. Oleh sebab itu perlu ada kegiatan

ekonomi lain yang dapat bergerak setelah kegiatan pertambangan

selesai, meskipun tidak sebesar ketika adanya kegiatan pertambangan.

Dalam pembangunan pascatambang, maka harus diupayakan

lahan bekas tambang dapat memberikan pendapatan yang optimal

bagi negara/daerah dan masyarakat. Dimensi sosial budaya,

menyangkut pemeliharaan kemantapan sistem sosial dan budaya

daerah pertambangan dan sekitarnya yang ditunjukkan dengan

berkurangnya angka pengangguran masyarakat, adanya

pemberdayaan masyarakat, peningkatan keterampilan masyarakat serta

terjaganya nilai-nilai budaya setempat. Keberlanjutan sosial tidak dapat

dianggap mudah , sebab jika gagal dalam penanganan aspek sosial,

RPT CV PUTRA IDOLA | 28


maka akan berdampak negatif terhadap aspek lingkungan dan ekonomi

yang dipersiapkan pasca kegiatan pertambangan.

Untuk mengantisipasi munculnya berbagai permasalahan sosial

maka dapat diterapkan pelaksanaan tanggung jawab sosial yang

dikenal dengan corporate social responsibility (CSR) yang merupakan

bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat

(PPM).

4.5 Peruntukan Lahan

Setelah operasi penambangan diharapkan penambangan Dolomit

yang dilaksanakan akan membentuk area datar berjenjang yang pada

akhirnya berguna untuk wilayah pemukiman/pertanian/perkebunan dan

peruntukan lainnya sesuai dengan keinginan dari pemilik lahan yang

mana tetap berkoordinasi dengan penataan ruang daerah, dimana

morfologi akhir daerah bekas tambang terbuka yang berlokasi di daerah

rencana kegiatan pertambangan ini nantinya permukaan tanahnya

akan menjadi landai/relative datar. Salah satu dampak dari penataan

permukaan tanah kembali adalah menurunnya tingkat kesuburan tanah,

maka perlu dilakukan penanaman kembali (revegetasi) tumbuh–

tumbuhan pelindung dan tanaman agribisnis, sehingga tidak mudah

erosi.

Dampak kegiatan penambangan terhadap sosial dan masyarakat

daerah sekitar dari segi kesehatan dan pendidikan relative tidak

terpengaruh karena lahan yang ditambang jauh dari pemukiman

penduduk. Sedangkan lahan bekas tambang dapat dimanfaatkan oleh

RPT CV PUTRA IDOLA | 29


masyarakat sebagai daerah tangkapan air dan areal

pemukiman/pertanian/perkebunan dan lainnya. Pada dasarnya, area

bekas penambangan merupakan masih dalam keadaan berbatu,

sehingga akan susah untuk ditanami, maka itu kami CV Putra Idola

berusaha untuk menjadikan area bekas penambangan sesuai dengan

peruntukan dan kebutuhan pemilik lahan.

Kami akan terus melakukan koordinasi dengan pemilik lahan terkait

apa yang akan dan harus dilakukan pada kemudian hari untuk

pengembalian fungsi lahan pasca penambangan.

4.6 Morfologi Bentang Alam

Dengan adanya kegiatan penambangan maka akan terjadi

perubahan bentang alam, dari penambangan ini akan mengakibatkan

terbentuknya area bukaan baru yang mana nantinya akan berbentuk

datar atau rata dengan jalan nasional yang nantinya akan sangat

berguna bagi masyarakat sekitar dan pemilik lahan.

Kegiatan penataan lahan serta revegetasi untuk lahan bekas

tambang dilakukan secara bertahap sesuai kemajuan tambang,

sehingga pada saat akhir tambang pekerjaan reklamasi tahap pasca

penambangan tidak terlalu berat dan keadaan morfologi yang

terganggu sebagian besar sudah siap untuk digunakan sesuai

peruntukannya. Penataan lahan dan revetasi pun akan dilakukan seiring

dengan kemajuan tambang yang dilakukan.

RPT CV PUTRA IDOLA | 30


4.7 Air Permukaan

Secara garis besar air di alam dapat di kelompokan menjadi air

permukaan dan air tanah. Berdasarkan kajian geohidrologi air tanah di

areal CV Putra Idola tidak mempengaruhi daerah penambangan

sehingga pada saat rona akhir tambang pun pengaruh terhadap air

tanah bisa dikatakan sangat minimal bahkan dapat diabaikan.

Untuk air permukaan baik berupa air sungai maupun air hujan

harus dikontrol aliran dan kualitasnya sehingga arah aliran maupun

kualitasnya dapat terkendali sesuai peraturan pemerintah. Disamping itu

karena terdapat sebuah hulu anak sungai yang nantinya akan

mengalir ke sungai utama pada lokasi rencana penambangan, maka

pada saat kegiatan penambangan dilaksanakan sungai kecil tersebut

akan bergeser sesuai elevasi final kegiatan penambangan yang

direncanakan.

Kegiatan penambangan batuan yang dilakukan secara terbuka

(Open Cut) secara jelas dan pasti tidak dapat menimbulkan fenomena

Acid mine Drainage. Air hujan yang jatuh di areal kegiatan tambang

selayaknya diisolir dan dialirkan ke tempat yang telah ditentukan untuk

dikelola agar kualitas air sebelum masuk perairan umum sudah

memenuhi baku mutu lingkungan, sehubungan sungai-sungai yang ada

di sekitar lokasi kegiatan seperti sungai-sungai yang digunakan oleh

masyarakat sebagai MCK (Mandi Cuci Kakus), mengairi persawahan

dan digunakan sebagai air minum, sehingga apabila air sungai

tercemar maka akan tercemar pula sawah-sawah penduduk sekitarnya

dan menurunkan tingkat kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya.

RPT CV PUTRA IDOLA | 31


Untuk mengetahui kualitas air sungai tersebut, maka dilakukan analisis

pada dua lokal yaitu bagian hulu dan bagian hilir berdasarkan lokasi

kegiatan untuk masing-masing.

RPT CV PUTRA IDOLA | 32


BAB V
HASIL KONSULTASI DENGAN
PEMANGKU KEPENTINGAN

Dari konsultasi singkat yang telah berulang kali dilakukan oleh CV Putra

Idola terhadap rencana Pascatambang, didapatkan kesimpulan bahwa

setelah kegiatan tambang di lokasi IUP Operasi Produksi berakhir, maka lokasi

tersebut akan dijadikan sebagai area pemukiman, perkebunan dan pertanian.

Perkebunan ini dapat dalam bentuk kebun masyarakat yang dimiliki dan

dikuasai secara pribadi perorangan, maupun dengan dikoordinasikan oleh

pemerintah setempat dan secara keseluruhan bekas area penambangan

akan berjenjang maupun relative landai.

Beberapa hal yang dihasilkan dari sosialisasi dan koordinasi yang

dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Pada dasarnya masyarakat di sekitar wilayah IUP menyambut baik

rencana penambangan yang akan dilakukan.

2. Sebelum melaksanakan kegiatan penambangan, harus memenuhi

kewajibannya berkaitan dengan pembebasan lahan.

3. Setelah berakhirnya kegiatan penambangan, harus mengembalikan

lahan sebagaimana peruntukkannya.

4. Aset bangunan yang sudah tidak digunakan lagi pada saat

berakhirnya kegiatan penambangan, agar dapat diserahkan kepada

pemerintahan nagari untuk dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat.

5. Harus melaksanakan dan menjalankan program Coorporate Social

Responsibility (CSR) karena apabila program CSR dapat berjalan dengan

RPT CV PUTRA IDOLA | 33


baik maka rencana penutupan tambang dimungkinkan akan berjalan

dengan baik pula disebabkan adanya kondisi sosial yang mendukung.

RPT CV PUTRA IDOLA | 34


BAB VI
PROGRAM PASCATAMBANG

6.1 Reklamasi Tahap Operasi Produksi

Industri pertambangan merupakan suatu industri yang menggali

dan mengolah sumber daya alam yang bersifat tidak dapat diperbaharui

(non- renewable). Pada suatu saat industri pertambangan nantinya

pasti akan berakhir atau ditutup, yang kemudian akan timbul

permasalahan- permasalahan, antara lain terganggunya fungsi

lingkungan hidup, turunnya pembangunan ekonomi, serta turunnya

kualitas sosial dan kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan

perencanaan penutupan tambang (RPT) dalam rangka berupaya

menanggulangi permasalahan- permasalahan tersebut untuk menjamin

pemanfaatan lahan di wilayah bekas kegiatan pertambangan agar

berfungsi sesuai peruntukannya.

Rencana penutupan tambang harus dilakukan secara progresif di

sepanjang siklus usia operasi, hal ini dikarenakan agar perencanaan

penutupan tambang berhasil. Manajemen CV Putra Idola harus

memastikan program ini telah terintegrasi sejak dini ke dalam

perencanaan utama dan tidak baru diperhatikan di akhir usia tambang.

Pekerjaan awal atau bahkan di tahap eksplorasi dapat berdampak pada

efektivitas dan keberhasilan perencanaan penutupan tambang.

Kemudian, penting untuk mendapatkan keterlibatan masyarakat dan

pemangku kepentingan lain di sepanjang proses perencanaan

penutupan tambang, agar mendapatkan hasil yang optimal. Kegiatan

yang dilakukan pada tahap pascatambang ialah dengan mereklamasi

RPT CV PUTRA IDOLA | 35


area yang belum direklamasi saat operasi penambangan

berlangsung, dengan kata lain reklamasi setelah umur tambang

berakhir. Area reklamasi pascatambang pada akhir tambang akan

dilakukan pada bekas area penambangan seluas 2,62 ha dari total

wilayah secara keseluruhan seluas 4,4 Ha. Dimana area 2,14 Ha akan

direklamasi pada tahap pertama 5 tahun.

Kegiatan pascatambang meliputi pembongkaran fasilitas

pengolahan dan bangunan (jika ada), dan dilakukan penataan lahan

serta revegetasi. Sementara jalan angkutan nantinya akan digunakan

untuk akses masyarakat.

A. Lahan yang akan direklamasi

Reklamasi tambang pada dasarnya adalah usaha untuk

memperbaiki kondisi lahan setelah aktivitas penambangan selesai.

Seperti yang sudah dimahfumi bahwa sifat dasar dari industri

tambang adalah destruktif karena aktivitasnya yang melakukan

penggalian dan merubah bentang lahan, perubahan iklim mikro

hingga ke kondisi fisik lingkungan. Selain itu, industri pertambangan

juga menimbulkan dampak positif sebagai sumber devisa negara,

pendapatan asli daerah, penciptaan lahan kerja, perubahan

ekonomi hingga bertindak sebagai development agen bagi

daerahnya.

Setelah aktivitas penambangan selesai, lahan harus segera

direklamasi. Tujuannya untuk menghindari kemungkinan timbulnya

potensi kerusakan lain. Potensi tersebut seperti timbulnya penurunan

daya dukung tanah bahkan terjadinya kerusakan.

RPT CV PUTRA IDOLA | 36


Rencana penutupan tambang adalah suatu proses panjang

dan kompleks. Beberapa hal bahkan sama kompleksnya dengan

proses uji kelayakan. Waktu perencanaan dalam jangka panjang.

Perencanaan harus berhadapan dengan perubahan-perubahan

sosial, ekonomi, dan lingkungan selama bertahun-tahun.

Perencanaan penutupan tambang yang sesuai kiranya adalah

sebuah perencanaan yang berkelanjutan, yaitu suatu proses

perencanaan yang meluas seiring dengan masa hidup tambang.

Program penutupan tambang di IUP CV Putra Idola disusun

berdasarkan ketentuan dalam peraturan pemerintah mengenai

penutupan tambang dan hasil konsultasi dengan pemangku

kepentingan.

1. Lahan Bekas Tambang

Setelah operasi penambangan diharapkan

penambangan Dolomit yang dilaksanakan akan membentuk

area relative datar berjenjang yang pada akhirnya berguna

untuk wilayah pemukiman/pertanian/perkebunan dan

peruntukan lainnya sesuai dengan keinginan dari pemilik

lahan yang mana tetap berkoordinasi dengan penataan

ruang daerah. dimana morfologi akhir daerah bekas

tambang terbuka yang berlokasi di daerah rencana kegiatan

pertambangan ini nantinya permukaan tanahnya akan

menjadi relative rata berjenjang. Salah satu dampak dari

penataan permukaan tanah kembali adalah menurunnya

tingkat kesuburan tanah, maka perlu dilakukan penanaman

RPT CV PUTRA IDOLA | 37


kembali (revegetasi) tumbuh – tumbuhan pelindung dan

tanaman agribisnis, sehingga tidak mudah erosi. Adapun

perencanaan kegiatan pascatambang pada lahan bekas

tambang ke depannya akan disesuaikan dengan rencana

penambangan yang telah disusun sebelumnya. Adapun

rencana pascatambang tersebut adalah sebagai berikut :

Tabel 6.1.
Rencana Reklamasi Lahan Bekas Tambang

Rencana Reklamasi
Periode Tahun Nama Blok Luas (Ha)
(kagiatan)
2024-2025 - -
2025-2026 - -
2026-2027 - -
2027-2028 Blok P-I 0,14 Penataan Lahan dan Revegetasi
2028-2029 Blok P-I 2 Penataan Lahan dan Revegetasi
Total Bukaan 2,14

2. Timbunan batuan penutup di luar bekas tambang

Dalam rencana pelaksanaan kegiatan operasional

penambangan yang akan dilakukan oleh CV Putra Idola

Tanah akan ditempatkan pada disposal area, dimana tanah

penutup nantinya akan digunakan pada kegiatan reklamasi,

rencana reklamasi barupa penataan dan revetasi wilayah

bekas penambangan yang nantinya akan dijadikan

pemukiman ataupun pertanian lahan kering, sekaitan

dengan pembicaraan yang telah dilakukan ke pemilik lahan,

lahan bekas penambangan sebahagian besar akan

digunakan untuk pemukiman atau rumah bagi pemilik lahan

RPT CV PUTRA IDOLA | 38


dan sebahagian lagi akan digunakan untuk pertanian lahan

kering ataupun perkebunan jangka panjang.

3. Jalan tambang

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa

metode penambangan yang diterapkan dalam kegiatan ini

adalah Open Cut, sehingga jalan tambang yang dibentuk

pada saat operasional penambangan akan dijadikan

sebagai akses maupun jalan untuk masyarakat dan pemilik

lahan untuk berkebun dan lainnya.

4. Sedimen Pond

Sedimen Pond biasanya dibuat dengan tujuan untuk

melakukan pengelolaan air tambang, baik air limpasan

tambang, maupun air permukaan tambang (run off), selain

itu sedimen pond juga dimanfaatkan sebagai fasilitas untuk

memonitor kualitas air sebelum dialirkan ke perairan umum

apakah sesuai dengan Baku Mutu lingkungan (BML) ataukah

belum.

Dalam perencanaan CV Putra Idola, penggunaan

Sedimen Pond hingga akhir umur tambang, dimana kegiatan

penambangan sebagian besar akan menghasilkan air larian

(run off), sedimen pond akan berguna sebagai media

pengendapan sedimen dan untuk air yang akan dialirkan

keperairan umum. Oleh karena itu dalam kegiatan pasca

tambang CV Putra Idola tidak melakukan reklamasi lahan

bekas Sedimen Pond yang mana sedimen pond tetap akan

RPT CV PUTRA IDOLA | 39


digunakan untuk pengontrol air maupun kolam kecil yang

akan dimanfaatkan oleh masyarakat, Sehingga pada

perhitungan jaminan reklamasi, variable biaya reklamasi

bekas sedimen pond tersebut tidak dihitung.

5. Fasilitas Penunjang

Kegiatan penambangan Dolomit CV Putra Idola yang

berada di Blok P-I merupakan kegiatan penambangan

dengan faslitas penunjang berjarak cukup dekat (25 m – 40

m), sehingga berakhirnya kegiatan penambangan pada blok

P-I tersebut tidak mempengaruhi lokasi fasilitas penunjang

yang ada.

Oleh karena itu, kedepannya CV Putra Idola tidak

merencanakan untuk melaksanakan reklamasi di seluruh

fasilitas penunjang dikarenakan akan digunakan oleh pemilik

lahan untuk pemukiman. Perhitungan jaminan dihitung untuk

perhitungan total biaya reklamasi dan pasca

tambangperiode 2024-2033.

Berikut rencana reklamasi bekas fasilitas penunjang ini

dapat dilihat dalam Tabel berikut.

Tabel 6.2
Rencana Bukaan Lahan tambang

RPT CV PUTRA IDOLA | 40


B. Teknik dan Peralatan

Tujuan utama dari reklamasi adalah mengembalikan

keseimbangan tanah (baik fisik, kimia maupun biologis) dan menjaga

kualitas air serta mempersiapkan lahan yang nantinya akan

dipergunakan lagi sebagai lahan yang produktif. Secara umum

usaha untuk meningkatkan kembali keseimbangan ekologis bekas

tanah bekas tambang dilakukan secara seksama sehingga pada

akhirnya dapat dicapai rona lingkungan yang mendukung flora,

fauna bahkan manusia disekitar kawasan bekas tambang.

Untuk mencapai tujuan ini disusun suatu perencanaan vegetasi

yang terpadu, mencakup tata cara pembukaan tanah untuk

tambang sehingga dapat mendukung kegiatan revegetasi. Urutan

kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

a. Permukaan lahan yang akan ditambang dibersihkan

dari pepohonan, sedangkan tumbuhan perdu dan herba

lainnya dibiarkan tumbuh dengan harapan pada saat tanah

ini ditimbun kembali, sebagian dari tumbuhan tersebut akan

tumbuh kembali dan menutupi tanah.

b. Lapisan top soil dari lahan penambangan ditempatkan pada

lokasi tertentu dan tidak bercampur dengan lapisan lainnya

sehingga pada saat dilakukan reklamasi lahan tanah ini dapat

ditebarkan diatas tanah yang akan direklamasi dan

revegetasi.

c. Overburden atau tanah penutup ditumpuk dan disebarkan

pada lokasi reklamasi dengan cara diratakan atau dibuat

RPT CV PUTRA IDOLA | 41


terasering dan kemudian ditutup dengan top soil sebelum

kegiatan revegetasi dilakukan. Adapun peralatan yang

dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan reklamasi mulai dari

penataan lahan hingga perawatan hasil reklamasi disesuaikan

dengan sequen reklamasinya, sehingga tidak mengganggu

ketersediaan peralatan untuk melakukan kegiatan lain

khususnya kegiatan penambangan. Secara garis besar

kegiatan yang membutuhkan jumlah peralatan yang cukup

besar dan banyak adalah kegiatan penataan gunaan lahan,

sedangkan untuk kegiatan lain hanya menggunakan tenaga

manusia sebagai peralatan langsungnya. Adapun kompilasi

penggunaan peralatan reklamasi yang direncanakan antara

lain adalah sebagai berikut.

Tabel 6.3
Rencana Penggunaan Peralatan Reklamasi dan pasca tambang

Dump Truck
Tahun Excavator PC 200 (Unit)
(Unit)
2024-2025 - -
2025-2026 - -
2026-2027 - -
2027-2028 1 3
2028-2029 1 2
2029-2030 - -
2030-2031 - -
2031-2032 - -
2032-2033 2 3

Faktor yang mempengaruhi pemilihan peralatan tersebut serta

kombinasi yang digunakan disesuaikan dengan tingkat kesesuaian yang telah

diperhitungkan, sesuai dengan jarak angkut yang tersedia. Adapun dasar

perhitungan pemilihan peralatan tersebut adalah sebagai berikut :

RPT CV PUTRA IDOLA | 42


Tabel 6.4
Rencana Produktivitas Alat Gali muat untuk penataan
DESKRIPSI Symbol Satuan Nilai
Jumlah alat muat nL buah 1
Jumlah alat angkut nH buah 3
Waktu edar alat muat menit 0.15
Waktu pemuatan ke dalam
bak
(6 kali pengisian) WPL menit 0.90
Waktu edar alat angkut WEH menit 2.37
Faktor Keserasian Kerja MF = (nH x WPL)/ 1.14
(nL x WEH)
Waktu tunggu alat muat WTL = ((nL x WEH) / menit (0.11)
Nh) - WPL
Kapasitas munjung bucket A m3 0.93
Efisiensi Kerja E1 0.75
Faktor pengembangan
E2 0.85
material
Faktor pengisian bucket E3 0.95
Waktu Edar Cm menit 0.04

Produksi Kombinasi Alat P = (A x 60 x E1 x E2 x E3) / Cm m3/jam 34.91

C. Penatagunaan Lahan

Kegiatan penambangan batuan CV Putra Idola dilakukan dengan

metode Open Cut dengan membuat bench pada setiap jenjang

kerjanya yang mana pada akhir penambangan lahan akan berbentuk

relative datar dan berjenjang.

Adapun rencana Penatagunaaan lahan yang akan dilakukan

antara lain adalah :

a) Penataan permukaan lahan

Seiring dengan kegiatan penambangan dilakukan, pada pit

limit akan dibuat jenjang yang mana seluruh jenjang akan ditanami

oleh cover crop seperti rumput vetiver, panataan lahan dilakukan

selama kegiatan penambangan hingga seluruh wilayah bekas

RPT CV PUTRA IDOLA | 43


penambangan berbentuk relative datar dan berjenjang. Begitu juga

dengan tahun selanjutnya hingga akhir masa produksi atau

pascatambang.

Tabel 6.5
Rencana Penataan Lahan tahap pasca tambang

Rencana Luas Rencana Luas


Tahun Tahun Ke-
Bukaan (Ha) Penataan (Ha)

2024-2025 1 1 0
2025-2026 2 0,48 0

2026-2027 3 1,14 0
2027-2028 4 0 0
2028-2029 5 0 2,14

2029-2030 6 0 0

2030-2031 7 0 0

2031-2032 8 0 0

2032-2033 9 0 0,48
Total 2,62 2,62

Rencana bukaan lahan pada tabel diatas merupakan luas bukaan

pada tahap periode 2024 s/d 2033, sedangkan rencana luas penataan

lahan merupakan akumulasi bukaan lahan antara periode sebelumnya 2024

s/d 2029 ditambahkan dengan luas bukaan lahan periode 2029-2033.

D. Revegetasi

Setelah kegiatan Penatagunaan lahan dilakukan, maka

selanjutnya akan dilakukan kegiatan revegetasi pada setiap jenjang

tebing dengan penanaman covercrop dengan tanaman kacang

kacangan lainnya. Parameter ini dihitung berdasarkan luasan area yang

akan ditanam. Adapun luas area yang akan ditanam tersebut

RPT CV PUTRA IDOLA | 44


melibatkan area hasil bekas penambangan yang telah berbentuk

tebing jenjang.

Adapun total luas area penanaman yang akan dilakukan

adalah sebesar 2,62 Ha. Kegiatan penanaman ini akan dimulai dengan

terlebih dahulu dengan menanam cover crop dengan menggunakan

kombinasi LCC jenis MC dimana keunggulan dari jenis ini adalah selain

harga yang murah, juga merupakan kacangan lokal Indonesia yang

digunakan sebagai penutup tanah tropis dan spesies pionir yang sangat

berguna untuk menahan erosi dan mengatur kesuburan tanah serta

pengendalian gulma.

Pada dasarnya kebutuhan cover crop per hektar dapat dihitung

berdasarkan jarak tanam dan tipe penebarannya. Penebaran yang

dilakukan oleh CV Putra Idola adalah dengan cara Broadcast Croping

atau yang lebih dikenal dengan system sebar, hal ini dipilih agar tidak

terjadi keterlambatan dalam penyelamatan unsure hara tanah.

Sedangkan untuk kebutuhan jumlah cover crop diperkirakan

adalah sebanyak 20 Kg/Ha dengan metode kombinasi (tanam atau

sebar) tergantung dari media tanamnya masing-masing (datar dan atau

miring). Oleh karena itu diestimasikan bahwa kebutuhan LCC sebagai

cover Crop hingga tahun ke 5 adalah masing-masing MC sebanyak 20

Kg/Ha x 2,14 Ha = 43 Kg. Bijih cover crop tersebut di tanam dengan

burden 0.6 m dan spasing 1,5 m dan kedalaman lubang tanam minimal

1.5 cm.

Selanjutnya setelah dilakukan penanaman cover crop dilakukan

penanaman tanaman Pioneer yang penanamannya juga dilakukan

RPT CV PUTRA IDOLA | 45


pada luasan area yang sama dan waktu penananaman yang sejalan

dengan penanaman cover crop. Adapun jenis tanaman umur panjang

yang digunakan adalah Pohon Durian. Tanaman ini tumbuh baik di

daerah tropis dan sub tropis, dan dapat tumbuh di dataran rendah

sampai dataran tinggi dengan kondisi tanah berbatu atau lempung.

 Kebutuhan benih

Jumlah benih = (panjang tanah : jarak tanam) x (lebar tanah :

Jarak tanam) x jumlah benih perlubang

Untuk 1 (satu) Ha lahan dibutuhkan benih =

Panjang lahan : 100

Lebar : 100

Jarak tanam : 15 x 15 meter

Setiap lubang tanam diisi satu bibit

Kebutuhan benih = (100 : 15) x (100 : 15) x 1 = 36 benih

Dengan mempertimbangkan =

Daya tumbuh kecambah : 95%

Tingkat kematian selamai persemaian : 5%

Jadi benih durian yang dibutuhkan untuk 1 (satu) Ha lahan :

((36) + (36x5%)) = 38 benih

Dari perhitungan di atas, kebutuhan benih durian untuk

revegetasi pada bukaan lahan kegiatan operasi produksi Clay dan

Andesit CV Putra Idola.

Terakhir setelah cover crop dan tanaman pioneer (yang juga

berperan sebagai tanaman sisipan) selesai, maka selanjutnya ditanam

RPT CV PUTRA IDOLA | 46


tanaman utama reklamasi yang direncanakan yaitu tanaman durian.

Pemilihan jenis tanaman ini dilakukan didasarkan kepada Dokumen

Lingkungan yang telah disetujui yaitu dipilih jenis tanaman pepohonan

sebagai penguat tanah.

Adapun kebutuhan bibit buah durian untuk luasan lahan yang

dibutuhkan hanya pada lahan yang relatif datar saja, sehingga bibit

hanya akan ditanam pada lahan seluas 2,62 Ha. Kebutuhan bibit untuk

yang biasa dilakukan adalah sebanyak 36 bibit per ha, dengan jarak

tanam 15 m dan jarak baris 15 m. Jadi kebutuhan bibit sawit selama

rencana reklamasi adalah 36 bibit/Ha x 2,14 Ha = 77 bibit. Dalam

perhitungan biayanya nantinya akan diperhitungkan berdasarkan

kebutuhan bibit per hektar sehingga dianggap kebutuhan total untuk

reklamasi dikalikan dengan rencana luasan reklamasinya nanti.

Berikut tabel rencana program revegetasi lahan seluas 2,14 Ha

(lahan yang dibuka periode 2024-2033) bekas penambangan selama 9

tahun masa penambangan.

Tabel 6.6
Rencana Biaya Program Revegetasi (2,14 Ha)

Kebutuhan Harga TOTAL


No. Komponen Biaya Satuan
Per Hektar Satuan (Rupiah)
I. Penanaman Cover Crop 2.837.500,00
1 Biji cover crop MC Kg 30 11.000,00 330.000,00
2 Pupuk dasar (Rout Phospat) Kg 20 8.000,00 160.000,00
3 Herbisida Liter 20 75.000,00 1.500.000,00
4 Pupuk Kg 15 16.500,00 247.500,00
5 Upah pemupukan Kg 15 10.000,00 150.000,00
6 Upah semprot piringan Liter 15 10.000,00 150.000,00
7 Upah tanam Kg 30 10.000,00 300.000,00

RPT CV PUTRA IDOLA | 47


II. Penanaman Pioneer 16.975.000,00
1 Pohon tanaman Durian Bibit 77 110.000,00 8.470.000,00
2 Herbisida Liter 30 75.000,00 2.250.000,00
3 Pupuk NPK Kg 80 22.000,00 1.760.000,00
4 Upah pemupukan NPK Kg 80 15.000,00 1.200.000,00
5 Upah semprot piringan Liter 30 20.000,00 600.000,00
6 Upah tanam Bibit 77 35.000,00 2.695.000,00
III. Penanaman Tanaman 1.350.000,00
1 Bibit kacang-kacangan Btg 180 2.500,00 450.000,00
2 Herbisida Liter -
4 Pupuk Kg -
5 Upah pemupukan Kg -
6 Upah semprot piringan Liter -
3 Upah tanam Btg 180 5.000,00 900.000,00
III. Analisa Tanah 1.100.000,00
Analisa sampel tanah Sampel 2 550.000,00 1.100.000,00

Total Biaya Per Hektar 22.262.500,00

Total Biaya Revegetasi (seluas 2,14 Ha) 47.641.750,00

E. Pekerjaan Sipil Sesuai Peruntukan

Kegiatan reklamasi dan pasca tambang yang direncanakan oleh

CV Putra Idola dilakukan pada periode terakhir masa penambangan

dimana pekerjaan reklamasi dan pascatambang sendiri akan mulai

dilakukan pada tahun 2032 hingga tahun 2033.

Sesuai dengan umur tambang sebagai hasil kajian kelayakan

teknis yang tertuang dalam dokumen study kelayakan yang diperkirakan

lebih dari 9 (Sembilan) tahun, maka CV Putra Idola tidak mempunyai

rencana pekerjaan sipil sesuai dengan rencana pascatambang hingga

akhir umur tambang.

RPT CV PUTRA IDOLA | 48


F. pemeliharaan

Tingkat keberhasilan dari semua metode penanaman akan

berkurang bila tidak dilakukan pemeliharaan yang baik. Pemeliharaan

tanaman dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan tanaman

sedemikian rupa sehingga dapat diwujudkan keadaan optimum bagi

pertumbuhan tanaman.

Untuk rencana pemeliharaan tanaman terhadap area reklamasi

akan dilakukan secara bertahap (sekuensial) disesuaikan dengan

kemajuan tambang. Untuk kegiatan reklamasi akan diawasi oleh

supervisor produksi dan dikontrol langsung oleh Kepala Teknik Tambang.

Setelah dilakukan revegetasi pada lahan reklamasi, tahap

selanjutnya adalah tahap pemeliharaan. Tahapan pemeliharaan

tersebut meliputi:

a. Pemupukan secara berkala dengan menggunakan Pupuk

kandang/Kompos.

b. Pembersihan gulma

c. Melakukan penyulaman terhadap bibit yang mati

d. Kegiatan pemeliharaan lain yang tidak kalah pentingnya adalah

pengendalian erosi, pengelolaan air. Pengendalian erosi

dilakukan dengan pembuatan saluran untuk mencegah

terjadinya erosi oleh aliran air hujan.

RPT CV PUTRA IDOLA | 49


Gambar 6.1
Peta Rencana Bukaan Lahan CV Putra Idola

6.2 Reklamasi Pada Masa Pascatambang

Sesuai perencanaan yang disusun di dalam rencana reklamasi

selama masa operasional penambangan tersebut di atas, tidak ada

perencanaan kegiatan reklamasi yang akan dilakukan pada masa

pascatambang. Hal ini terjadi karena telah ada perencanaan terhadap

reklamasi areal bekas lokasi penambangan pada masa operasional

penambangan dan menjadi bagian dari rencana reklamasi masa

operasional penambangan.

Namun dalam masa pascatambang nantinya akan lebih

difokuskan kepada kegiatan penutupan tajuk hasil kegiatan reklamasi

hingga ke perawatan kegiatan reklamasi masa operasional yang

berbentuk pendataran (rata) dan sebahagian direvegetasi.

RPT CV PUTRA IDOLA | 50


BAB VII
PEMANTAUAN

Interaksi komponen kegiatan yang menimbulkan dampak terhadap

komponen lingkungan, baik yang bersifat positif maupun negative, yang

membutuhkan upaya pengelolaan lingkungan.

Berdasarkan hasil identifikasi dan evaluasi dampak yang ditimbulkan

akibat kegiatan pertambangan CV Putra Idola termasuk kategori kecil, maka

upaya pengelolaan dan pemantauan yang dilakukan memerlukan

pendekatan teknologi.

7.1 Tujuan Pemantauan

 Merumuskan upaya pemantauan kegiatan pertambangan sesuai

arah dan kebijakan pemerintah baik daerah maupun pemerintah

pusat serta sesuai kemampuan manajemen CV Putra Idola.

 Merumuskan pihak-pihak yang berkepentingan dalam upaya

pemantauan lingkungan sesuai dengan kewajiban dan peran

masing-masing.

 Mengontrol kondisi dan kualitas komponen lingkungan (fisik, kimia,

dan social ekonomi) di sekitar kegiatan pertambangan batuan

CV Putra Idola.

 Untuk mengetahui dan mengevaluasi apakah program reklamasi

dan pascatambang berhasil dengan baik dan tidak mengganggu

lingkungan. Selain itu untuk mendeteksi potensi dan hal-hal buruk

yang mungkin terjadi pascatambang, yang diakibatkan oleh hal-hal

yang tidak diperkirakan saat penyusunan program pascatambang.

RPT CV PUTRA IDOLA | 51


7.2 Metode Pemantauan

Dalam pemantauan kegiatan pascatambang dilakukan secara

berkala, yaitu setiap 6 bulan dan dilakukan pada lokasi bekas IUP

Operasi Produksi dan lahan sekitas bekas tambang, termasuk kualitas air sungai

dan air tanah. Pelaksanaan pemantauan dilakukan pada lingkup wilayah IUP

OP CV Putra Idola dan radius 200 meter yang berada di sekitarnya.

7.3 Institusi Pemantauan

❖ Pelaksana Pemantauan : CV Putra Idola

❖ Pengawas Pemantauan :
- Dinas Lingkungan Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang.

- Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat.

- Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat.

- Inspektur Tambang Kementerian ESDM.

- Institusi lain berwenang.

7.4 Upaya Pemantauan Lingkungan

- Peluang dan Kesempatan Kerja

Melakukan Wawancara secara langsung terhadap

masyarakat terkena dampak sejak dari awal kegiatan

penambangan batuan CV Putra Idola. Kegiatan ini dilakukan pada

awal konstruksi hingga kegiatan pertambangan selesai dilakukan

selama umur tambang.

- Gangguan Lalu Lintas

Melakukan pengamatan terhadap adanya ruas jalan yang

mengalami perlambatan arus dikarenakan berkurangnya ruas jalan

yang dapat dilalui selama pelaksanaan kegiatan konstruksi,

RPT CV PUTRA IDOLA | 52


penambangan maupun pengangkutan dan penjualan. Kegiatan

ini dilaksanakan pada lokasi jalur transportasi mobilisasi material

dan peralatan konstruksi, di sekitar kegiatan penambangan serta

dilakukan selama masa kegiatan operasional pertambangan

dilakukan. CV Putra Idola telah melakukan kajian terhadap lalu lintas

mobilisasi kendaraan pengangkut hasil penambangan dengan

Persetujuan Standar Teknis yang mana rekomandasi hasil kajian

tersebut telah diterbitkan oleh Balai Pengelola Trasnportasi Darat

Wilayah III Provinsi Sumatera Barat Direktorat Jenderal Perhubungan

Darat Kementerian Perhubungan RI.

- Kerusakan Jalan

Melakukan pengamatan terhadap adanya ruas jalan yang

mengalami kerusakan selama pelaksanaan kegiatan konstruksi.

Kegiatan ini dilaksanakan pada lokasi jalur transportasi mobilisasi

material dan peralatan konstruksi dan dilakukan selama masa

operasional pertambangan hingga kegiatan pengangkutan dan

penjualan.

- Penurunan Kualitas Udara dan Kebisingan

Melakukan upaya pengukuran intensitas kebisingan dan

pengamatan kualitas udara di sekitar lokasi kegiatan, fasilitas

penunjang serta pemukiman penduduk di sekitar lokasi kegiatan.

Kegiatan ini dilakukan di pemukiman yang dilalui alat transportasi

mobilisasi material konstruksi. Kegiatan ini dilakukan sekali selama

masa operasional pertambangan dilakukan.

RPT CV PUTRA IDOLA | 53


- Penurunan Kualitas Air Permukaan

Melakukan pengambilan sampel efluen kolam sedimentasi

dan drainase terdekat di lingkungan kerja pertambangan batuan.

Kegiatan ini dilaksanakan di area sedimen pond dan drainase

terdekat dan dilaksanakan secara periodik 1 kali dalam 6 bulan

selama kegiatan pertambangan.

- Peningkatan Getaran

Melakukan upaya pengukuran getaran pada tapak kegiatan

dan lingkungan rumah terdekat dari kegiatan pertambangan

batuan. Kegiatan ini dilakukan secara periodik 1 kali dalam 6 bulan

selama kegiatan operasional pertambangan dilakukan.

- Penurunan Estetika Lingkungan

Melakukan pengamatan langsung terhadap kebersihan dan

kerapihan lingkungan di sekitar wilayah kerja pertambangan.

Kegiatan ini dilaksanakan secara periodik 1 kali dalam 6 bulan

selama kegiatan operasional tambang berlangsung.

- Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Melakukan pengamatan dan pendataan adanya penyakit

akibat kerja dan kecelakaan kerja selama pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan ini dilakukan di sekitar lingkungan kerja kegiatan

pertambangan dan dilakukan sekali selama kegiatan konstruksi

berlangsung.

- Hilangnya Kesempatan Kerja.

Sesuai dengan system kerja yang dilakukan, bahwa setelah

berakhirnya masa kegiatan pertambangan yang dilakukan, maka

RPT CV PUTRA IDOLA | 54


tentunya akan terjadi pemutusan hubungan kerja. Hal ini akan

dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas

kerja yang masih dibutuhkan dalam rangka pengakhiran kegiatan

operasional yang dilakukan.

Oleh karena itu perlu diinformasikan kepada seluruh pekerja

bahwa masa kerja akan berakhir dikarenakan volume pekerjaa

yang semakin berkurang. Pemantauan yang dilakukan adalah

dengan melakukan wawancara dengan tenaga kerja dan

masyarakat sekitar pada saat memasuki masa purnakerja.

- Kerusakan Lahan

Pengakhiran kegiatan pertambangan batuan tentu saja

menyisakan bukaan lahan baik karena kegiatan penambangan.

Oleh karena itu sesuai dengan peraturan yang berlaku, maka

akan dilaksanakan kegiatan reklamasi serta pascatambang

terhadap bukaan lahan yang telah ditimbulkan agar dapat

dikembalikan sesuai dengan peruntukannya.

RPT CV PUTRA IDOLA | 55


BAB VIII
ORGANISASI

8.1 Organisasi

Dalam mengimplementasikan rencana penutupan tambang

terbuka CV Putra Idola yang telah dibentuk suatu tim yang merupakan

bagian dari kegiatan produksi. Ruang lingkup dan tanggung jawab

kerja adalah sebagai berikut;

a. Menyusun kerangka dan program kegiatan pasca tambang

terbuka sebelum dan sesudah penutupan tambang terbuka, agar

terciptanya kondisi yang diharapkan serta ramah lingkungan.

b. Melakukan pemantauan lingkungan sekurang – kurangnya 5 (lima)

tahun sampai tanggung jawab atas lahan bekas penambangan

tambang terbuka diserahkan ke Pihak Pemerintah Daerah dan

Masyarakat. (seandainya tidak diperpanjang)

c. Menjembatani hubungan antara pihak perusahaan CV Putra Idola

dengan individu, kelompok dan masyarakat, yang kena dampak

akibat penutupan tambang terbuka.

d. Membantu menyelesaikan segala perjanjian atas sewa pakai

tanah terhadap kepemilikan lahan bekas penambangan

yang akan dikembalikan kepada masyarakat pemilih lahan dan

Pemerintah Daerah setelah kegiatan penambangan selesai

dilakukan.

e. Merencanakan dan melaksanakan kemitraan potensial untuk

memelihara, mengelola dan memanfaatkan beberapa tata

RPT CV PUTRA IDOLA | 56


guna lahan bekas penambangan tambang terbuka, sehingga

dapat dimanfaatkan oleh masyarakat disekitas lahan bekas

penambangan.

f. Merencanakan dan melaksanakan rehabilitasi lingkungan lahan

bekas penambangan tambang terbuka, sehingga lingkungan dan

komunitas masyarakat tidak terganggu akibat aktivitas penutupan

tambang terbuka.

g. Membentuk program konsultasi pasca tambang terbuka dengan

masyarakat dan Pemerintah Daerah atau pihak lainnya yang akan

menilai kebutuhan dan pemanfaatan lahan bekas tambang

yang akan memberikan keuntungan berkelanjutan kepada

komunitas masyarakat sekitar tambang.

h. Pelaksanaan kegiatan pascatambang tidak akan terlepas dari

personil yang akan menjadi tenaga pelaksana dalam kegiatan

tersebut mulai dari perencanaan sampai dengan tahap

pelaksanaannya. Adapun organisasi pelaksana yang ditunjuk oleh

CV Putra Idola untuk melaksanakan kegiatan pascatambang di

lapangan adalah sebagai berikut :

- Kepala Teknik Tambang

Tugas dan tanggung jawab Kepala teknik Tambang adalah :

a) Merumuskan perencanaan pascatambang.

b) Memberikan instruksi serta melakukan pengawasan

pelaksanaan kegiatan pembongkaran semua fasilitas

tambang yang sudah tidak digunakan.

RPT CV PUTRA IDOLA | 57


c) Memberikan instruksi dan melakukan pengawasan

pelaksanaan reklamasi.

d) Memberikan instruksi dan melakukan pengawasan

pemeliharaan dan perawatan area reklamasi.

e) Memberikan instruksi dan melakukan pengawasan

pelaksanaan

f) pemantauan selama tahap pascatambang.

g) Menyusun laporan kemajuan kegiatan pascatambang

serta hasil pemantauan.

- Bagian Administrasi dan Keuangan.

Bagian ini bertanggung jawab atas proses administrasi dan

keuangan untuk mendukung seluruh pelaksanaan kegiatan

pascatambang, penyediaan keuangan dan pengurusan

administrasinya baik untuk pembayaran gaji, pembelian alat,

bbm serta pendukung lainnya guna kelancaran pelaksanaan

pascatambang.

- Bagian K3 dan Lingkungan

Tugas dan tanggung jawab Bagian K3 dan Lingkungan adalah :

a. Melakukan pengawasan terhadap keselamatan dan

Kesehatan kerja selama pelaksanaan pascatambang.

b. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan

pembongkaran semua fasilitas tambang yang sudah tidak

digunakan.

c. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan reklamasi.

RPT CV PUTRA IDOLA | 58


d. Melakukan pengawasan terhadap pemeliharaan dan

perawatan tanaman penghijauan pada area reklamasi.

e. Melakukan pemantauan selama tahap pascatambang.

f. Membantu penyusunan laporan kemajuan kegiatan

pascatambang serta hasil pemantauan.

- Petugas Rehabilitasi

a. Tugas dan tanggung jawab petugas rehabilitasi adalah :

b. Membantu bagian lingkungan untuk melaksanakan

rehabilitasi dan reklamasi.

c. Membantu bagian lingkungan untuk melaksanakan

pemeliharaan dan perawatan tanaman penghijauan pada

area reklamasi.

- Petugas Pemantauan

Tugas dan tanggung jawab Petugas Pemantauan adalah

melakukan pemantauan berkaitan dengan keadaan

lingkungan selama tahap pascatambang.

- Petugas Peralatan

Tugas dan tanggung jawab Petugas Peralatan adalah

memastikan segala peralatan listrik dan mekanis yang

digunakan selama pelaksanaan pascatambang dapat

berfungsi dengan baik.

- Operator

Tugas dan tanggung jawab operator adalah

mengoperasionalkan peralatan mekanis guna penataan lahan

yang dibutuhkan selama pelaksanaan pascatambang

RPT CV PUTRA IDOLA | 59


diantaranya adalah operator excavator, operator dozer dan

operator wheelloader.

- Sopir

Tugas dan tanggung jawab sopir adalah mengoperasikan

peralatan angkut dump truck guna memindahkan tanah

penutup serta tanah pucuk yang dibutuhkan untuk reklamasi

lahan pascatambang.

Secara umum struktur organisasi pelaksana pascatambang yang

direncanakan oleh CV Putra Idola sebagaimana terlihat pada

gambar dibawah ini.

Struktur organisasi yang akan ditampilkan dalam site atau lokasi

kegiatan penambangan sebagaimana tetuang pada gambar dibawah

ini.

RPT CV PUTRA IDOLA | 60


Gambar 8.1
Struktur organisasi rencana operasi produksi CV Putra Idola

RPT CV PUTRA IDOLA | 56


Organisasi kerja dalam pelaksaan pascatambang meliputi pemegang

IUP CV Putra Idola dan instansi terkait yaitu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten

Pesisir Selatan dan Kota Padang, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera

Barat dan Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat :

A. Tanggung jawab pemegang IUP (CV Putra Idola) :

- Perencanaan penutupan tapak bekas tambang, fasilitas

penunjang, serta rona akhir tambang.

- Memberikan instruksi serta melakukan pengawasan terhadap

kegiatan penutupan tapak bekas tambang, pembongkaran fasilitas

tambang dan fasilitas penunjang.

- Menyusun laporan kemajuan pelaksanaan pascatambang, serta

hasil pemeliharaan dan pemantauan kegiatan pascatambang.

B. Tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesisir Selatan dan

Kota Padang Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat dan Dinas

ESDM Provinsi Sumatera Barat :

- Pengawasan pelaksanaan penutupan tapak batas tambang

meliputi penutupan tapak bekas tambang, fasilitas penunjang, serta

rona akhir tambang.

- Pengawasan terhadap kegiatan penutupan tapak bekas

tambang, pembongkaran fasilitas tambang dan fasilitas penunjang.

- Memeriksa laporan kemajuan pelaksanaan pascatambang, serta

hasil pemeliharaan dan pemantauan kegiatan pascatambang.

RPT CV PUTRA IDOLA | 57


Tabel 8.1
Jadwal Rencana Penutupan Tambang
IUP CV Putra Idola

JADWAL
(TRIWULAN PADA TAHUN 2033)
NO RENCANA KEGIATAN

1 2 3 4

A. Tapak bekas tambang

1. Bekas tambang

B. Fasilitas penunjang

1. Pembongkaran bangunan

C. Pemeliharaan dan perawatan

D. Pemantauan

RPT CV PUTRA IDOLA | 58


BAB IX
KRITERIA KEBERHASILAN PASCATAMBANG

Kriteria keberhasilan pascatambang dapat dilihat dari kesesuaian antara

rencana pascatambang dengan realisasi pelaksanaan pascatambang.

Secara garis besar maka kriteria keberhasilan pascatambang dapat diuraikan

sebagi berikut :

9.1 Kriteria Keberhasilan Pembongkaran

Kegiatan pembongkaran dilakukan terhadap semua fasilitas

tambang yang sudah tidak digunakan lagi baik pada tapak bekas

tambang, fasilitas pengolahan serta sarana penunjang. Kriteria

keberhasilan pembongkaran ini diantaranya adalah sebagai berikut :

a. Semua intalasi listrik, sarana air bersih serta tangki bahan bakar

telah selesai dibongkar dan material hasil pembongkaran telah

dimobilisasi ke luar wilayah IUP.

b. Semua peralatan pengolahan telah selesai dibongkar dan

material hasil pembongkaran telah dimobilisasi ke luar wilayah IUP.

c. Untuk bangunan dan jalan tambang yang dapat digunakan

dan dimanfaatkan oleh pemilik lahan serta masyarakat sekitar,

sebelum diserahkan maka terlebih dahulu akan diperbaiki dan

untuk pengelolaannya diserahkan kepada pemilik lahan.

RPT CV PUTRA IDOLA | 59


9.2 Kriteria Keberhasilan Remediasi Tanah

Remediasi dilakukan pada tanah yang terkontaminasi dengan

minyak dan pelumas, dimana pada umumnya tanah yang

terkontaminasi tersebut adalah pada area bengkel serta area

pengolahan batubara. Tujuan dilakukan remediasi adalah untuk

memulihkan kondisi tanah sehingga dapat di tumbuhi oleh tanaman

dengan baik.

Pemulihan tanah ini harus di lakukan sesuai dengan yang telah

direncanakan dimana salah satu caranya adalah dengan bioremediasi

yaitu menggunakan kapasitas kemampuan mikroorganisme seperti

jamur dan bakteri untuk mendegradasi struktur hidrokarbon yang ada

dalam tanah yang terkontaminasi menjadi mineral-mineral yang lebih

sederhana serta tidak membahayakan terhadap lingkungan.

9.3 Kriteria Keberhasilan Reklamasi

A. Penataan lahan

a) Pengaturan permukaan lahan

Luas areal yang diatur (ha), ≥ 90% dari areal yang ditimbun

kembali.

b) Tinggi, lebar dan panjang teras (m), disesuaikan dengan bentuk

teras dan kemiringan lereng.

B. Penaburan/penempatan tanah pucuk

a) Luas areal yang diatur (ha), ≥ 90% dari areal yang

seharusnya diisi.

RPT CV PUTRA IDOLA | 60


b) Jumlah tanah pucuk yang ditabur, ≥ 90% dari jumlah tanah

pucuk yang digali dan disimpan.

c) Ketebalan tanah pucuk (cm), ≥ 90% dari ketebalan tanah

pucuk semula pada areal tersebut.

d) Perbaikan kualitas tanah pada zona pengakaran melalui

pengapuran (ton/ha), sehingga pH tanah menjadi 5,0 – 7,0 dan

perbaikan struktur tanah sehingga tanah menjadi gembur.

C. Pengendalian Erosi dan Sedimentasi

a) Bangunan konservasi tanah

- Bangunan pengendalian erosi dan sedimentasi dibuat ≥ 90%

dari yang direncanakan.

b) Bangunan bermanfaat bagi usaha pengendalian erosi dan

sedimentasi.

- Penanaman Legume Cover Crop (LCC), Cover crop ditanam

(ha), ≥ 90% dari luas areal persiapan penanaman.

- Erosi dan Sedimentasi.

- Erosi yang terjadi ≤ 5% dari persentase luas areal

reklamasi.

- Tidak terjadi longsor sampai longsor sangat ringan < 5%,

dengan membandingkan presentase kejadian longsor

terhadap keseluruhan areal lahan bekas tambang.

D. Revegetasi

a) Luas areal penanaman adalah keseluruhan bukaan lahan

yang belum direklamasi atau minimal ≥ 90% dari luas areal

tersebut.

RPT CV PUTRA IDOLA | 61


b) Jenis tanaman revegetasi yang ditanam sesuai dengan

tanaman yang telah disepakati dengan pemilik lahan serta

sebagaimana yang tercantum dalam Dokumen Lingkungan.

c) Jumlah tanaman revegetasi yang ditanam sesuai dengan

kebutuhan tanaman perhektar.

d) Persentase tumbuh tanaman revegetasi minimal ≥ 90% dari

jumlah tanaman yang ditanam.

E. Pemeliharaan

a) Jenis, dosis serta frekuensi pemupukan sesuai dengan rencana

dan kebutuhan pupuk tanaman revegetasi.

b) Tanaman tumbuh subur dan minimal ≥ 90% tanaman

revegetasi bebas dari gulma, hama dan penyakit.

c) Jumlah dan jenis tanaman sulam untuk penyisipan sesuai

dengan jumlah tanaman revegetasi yang mati.

Untuk Mengukur keberhasilan pelaksanaan pascatambang, maka yang

menjadi dasar atau acuan adalah dan Keputusan Menteri Energi dan Sumber

Daya Mineral Nomor 1827 K/30/MEM/2018 Tentang Petunjuk Teknis

Pelaksanaan Kaidah Teknis Pertambangan yang Baik. Pada peraturan ini telah

ditetapkan cara evaluasi kegiatan pascatambang dengan memakai

pedoman penilaian pascatambang dan kriteria keberhasilan pascatambang.

Untuk Mengukur keberhasilan pelaksanaan pascatambang, maka yang

menjadi dasar atau acuan adalah dan Keputusan Menteri Energi dan Sumber

Daya Mineral Nomor 1827 K/30/MEM/2018 Tentang Petunjuk Teknis

Pelaksanaan Kaidah Teknis Pertambangan yang Baik. Pada peraturan ini telah

RPT CV PUTRA IDOLA | 62


ditetapkan cara evaluasi kegiatan pascatambang dengan memakai

pedoman penilaian pascatambang dan kriteria keberhasilan pascatambang.

Tabel 9.1
Pedoman Penilaian Pascatambang

NO URAIAN KEGIATAN HASIL PENILAIAN

1 Tapak Bekas Tambang


a. Pembongkaran
b. Reklamasi
c. Pengamanan Lahan Bekas Tambang
yang berpotensi bahaya

2 Fasilitas pengolahan/pemurnian
a. Pembongkaran
b. Reklamasi
c. Pemulihan tanah yang terkontaminasi
3 Fasilitas Penunjang
a. Pembongkaran
b. Reklamasi
c. Pemulihan tanah yang terkontaminasi
4 Pengembangan Sosial, Budaya, Ekonomi
5 Pemeliharaan
6 Pemantauan

Tabel 9.2
Kriteria Keberhasilan Pascatambang

KEGIATAN HASIL
NO OBYEK KEGIATAN STANDAR KEBERHASILAN
REKLAMASI EVALUASI
1 Tapak bekas a. Pembongkaran Seluruh fasilitas tambang
Tambang Fasilitas Tambang telah dibongkar

b. Reklamasi lahan lahas bekas fasilitas


bekas fasilitas tambang telah
tambang direklamasi seluruhnya
c. Pembongkaran sesuai rencana
Jalan tambang telah
dan reklamasi direklamasi seluruhnya
jalan tambang

RPT CV PUTRA IDOLA | 63


d. Reklamasi lahan Seluruh lahan bekas
Tambang tambang telah selesai di
reklamasi dengan tingkat
keberhasilan telah
memenuhi kriteria dalam
rencana pascatambang
2 Fasilitas Pembongkaran Bangunan telah
Penunjang Bangunan Kantor dibongkar
3 Pemeliharaan Dilaksanakan sesuai
dengan program yang
telah ditetapkan dalam
rencana pascatambang
4 Pemantauan a. Kualitas Air Kriteria air telah
Permukaan memenuhi kriteria
keberhasilan dalam
b. Kualitas Air dokumen Pascatambang
Kriteria air telah
Tanah memenuhi kriteria
keberhasilan dalam
dokumen Pascatambang

RPT CV PUTRA IDOLA | 64


BAB X
RENCANA BIAYA PASCATAMBANG

Komponen pembiayaan pascatambang meliputi segala bentuk

kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan tutup tambang seperti

biaya peralatan, upah, pembongkaran, pembelian bibit dan lain-lainnya.

10.1 Biaya Langsung

Adalah biaya yang timbul akibat pelaksanaan kegiatan

pascatambang itu sendiri. Adapun biaya langsung tersebut terdiri dari :

a. Biaya pada tapak bekas tambang

Adalah biaya yang timbul akibat kegiatan pascatambang yang

dilakukan pada area bekas kegiatan penambangan yaitu :

 Biaya Pembongkaran fasilitas tambang. Adapun biaya

pembongkaran fasilitas tambang dapat dilihat dalam

table berikut :

Tabel 10.1
Rencana Biaya Pembongkaran Fasilitas Tambang CV Putra Idola

BIAYA PEMBONGKARAN
NO PERUNTUKAN LAHAN LUAS (Ha)
(Rp)

1 ZONA PENAMBANGAN 21.400 M2 2,14 Ha


BLOK P-I 21.400 M2 2,14 Ha

2 SARANA DAN PRASARANA 485,00 M2 0,0485 Ha Rp 11.250.000


- POS JAGA 12,00 M2 0,0012 Ha
- PANEL LISTRIK 25,00 M2 0,0025 Ha
- PENIMBUNAN BBC 43,00 M2 0,0043 Ha
- KANTOR DAN MESS 32,00 M2 0,0032 Ha
- STOCKPILE PRODUK 41,00 M2 0,0041 Ha
- AREA PENGOLAHAN 43,00 M2 0,0043 Ha

RPT CV PUTRA IDOLA | 65


- STOCKPILE RAW MATERIAL 34,00 M2 0,0034 Ha
- SEDIMEN POND 24,00 M2 0,0024 Ha
- JALAN TAMBANG 294,00 M2 0,0294 Ha

3 DAERAH PENYANGGA 22.600,00 M2 2,26 Ha


JUMLAH 44.000,00 M2 4,40 Ha

10.2 Biaya Tidak Langsung

Adapun biaya tidak langsung dari rencana pascatambang oleh CV

Putra Idola adalah terdiri dari :

a. Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat sebesar 4% (empat persen)

dari biaya langsung atau berdasarkan perhitungan. Berdasarkan

persentasi di atas biaya mobilisasi dan demobilisasi alat untuk

keperluan pascatambang ini adalah sebesar Rp. 1.845.000,-.

b. Biaya administrasi dan keuntungan pihak ketiga sebagai pelaksana

pascatambang sebesar 3% (tiga persen) sampai dengan 14%

(empat belas persen) dari biaya langsung. Berdasarkan persentasi di

atas biaya administrasi dan keuntungan pihak ketiga untuk

keperluan pascatambang ini akan diangggarkan sesuai dengan

keperluan dan persentase perhitungan.

10.3 Total Biaya

Total biaya merupakan jumlah dari keseluruhan komponen biaya yang

dihitung dalam perencanaan kegiatan Pascatambang. Adapun total

biaya Pascatambang adalah sebagai berikut :

RPT CV PUTRA IDOLA | 66


Sesuai dengan hasil perhitungan seluruh biaya yang dibutuhkan untuk

pelaksanaan kegiatan Pascatambang adalah sebesar Rp. 63.831.440,- (enam

puluh tiga juta delapan ratus tiga puluh satu ribu empat ratus empat puluh

rupiah) yang mulai dibayarkan pada tahun ke 3 (tiga) umur tambang hingga

umur tambang tahun ke 14 (empat belas) sesuai dengan persentase

perhitungan biaya jaminan pascatambang.

Tabel 10.2
Kompilasi Rencana Biaya Kegiatan Penutupan Tambang [Link] IDOLA

Jumlah biaya
NO URAIAN PEMBIAYAAN
Rp

A BIAYA LANGSUNG

1 Biaya Penatagunaan Lahan 14.500.000,00

a Pengaturan Permukaan Lahan (Ha) 5.000.000

b Penebaran Tanah Zona Pengakaran (Ha) 5.000.000

c Pengendalian Erosi dan Pengelolaan Air 4.500.000

2 Biaya Revegatsi 32.595.000,00

a Pemupukan Awal (Ha) 1.500.000

b Pemeliharaan 3.250.000

c Pembongkaran 11.250.000

d Pemantauan 3.500.000

e Pemeliharaan Tanaman

− Pemupukan Bulan 14 (Ha) 1.845.000

− Penyiapan Bibit Tanaman 1.250.000

− Pekerja (OB) 4.500.000

3 Biaya Pekerjaan Sipil Sesuai Peruntukan Lahan Pasca Tambang 5.500.000

Sub Jumlah 47.095.000

B BIAYA TIDAK LANGSUNG

Biaya Mobilisasi dan Demobilisasi Alat 1.883.800

Biaya Perencanaan kegiatan (5%) 3.296.650

Biaya Administrasi dan Keuangan 2.500.000

Kontraktor (7%) 4.238.550


Biaya Supervisi (4%) 3.296.650

RPT CV PUTRA IDOLA | 67


Sub Jumlah 15.215.650

JUMLAH 62.310.650

BEBAN PAJAK (PPn + Pph = 14%) 8.723.491

TOTAL 71.034.141

Inflasi 10% 7.103.414

TOTAL KESELURUHAN 78.137.555

RPT CV PUTRA IDOLA | 68


Tabel 10.3
TATA CARA PENEMPATAN JAMINAN PASCATAMBANG CV PUTRA IDOLA
SESUAI DENGAN LAMPIRAN VI KEPMEN 1827 K/30/MEM/2018 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KAIDAH PERTAMBANGAN YANG BAIK

UMUR
TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN
TAMBANG TAHUN KE-2
KE-1 KE-3 KE-4 KE-5 KE-6 KE-7 KE-8 KE-9 KE-10 KE-11 KE-12 KE-13 KE-14 KE-15 KE-16 KE-17 KE-18
(TAHUN)

1 1,000
2 1,000
3 1,000
4 0,500 0,500
5 0,111 0,333 0,556
6 0,063 0,187 0,313 0,437
7 0,063 0,187 0,313 0,437
8 0,030 0,123 0,180 0,300 0,367
9 0,028 0,030 0,102 0,173 0,300 0,367
10 0,020 0,028 0,040 0,092 0,153 0,300 0,367
11 0,020 0,055 0,095 0,163 0,177 0,225 0,265
12 0,016 0,020 0,050 0,090 0,157 0,177 0,255 0,265
13 0.012 0,016 0,020 0,050 0,088 0,147 0,177 0,255 0,235
14 0,010 0,030 0,050 0,063 0,080 0,100 0,130 0,150 0,180 0,207
15 0,010 0,030 0,050 0,063 0,080 0,100 0,130 0,150 0,180 0,207
16 0,009 0,027 0,045 0,057 0,073 0,091 0,118 0,136 0,164 0,188 0,092
17 0,008 0,025 0,042 0,053 0,067 0,083 0,108 0,125 0,150 0,173 0,083 0,083
18 0,008 0,023 0,038 0,048 0,062 0,077 0,100 0,115 0,138 0,159 0,077 0,077 0,078
19 0,007 0,021 0,036 0,045 0,057 0,071 0,093 0,107 0,129 0,148 0,071 0,071 0,071 0,073
20 0,007 0,020 0,033 0,042 0,053 0,067 0,087 0,100 0,120 0,138 0,067 0,067 0,067 0,067 0,065

RPT CV PUTRA IDOLA | 69


TOTAL PEMBAYARAN JAMPASTAM Rp78.137.555
Tim Evaluasi,
PEMBAYARAN MULAI TAHUN KE
Tahun Ke % Nominal Tahun Ke
2 0,028 Rp 2.187.852
Padang, Desember 2020
3 0,030 Rp 2.344.127
Kasi. Evaluator,
4 0,102 Rp 7.970.031 Pengusahaan,

5 0,173 Rp 13.517.797
6 0,300 Rp 23.441.267
Kabib. Minerba,
7 0,367 Rp 28.676.483
Rp 78.137.555

Rp 78.137.555 ( TUJUH PULUH DELAPAN JUTA SERATUS TIGA PULUH TUJUH TIBU LIMA RATUS LIMA PULUH LIMA RUPIAH)

RPT CV PUTRA IDOLA | 70

Common questions

Didukung oleh AI

Pembangunan fasilitas penunjang di area penambangan seperti infrastruktur dan sistem pengelolaan lingkungan berkontribusi terhadap keberlanjutan operasi dengan meningkatkan efisiensi produksi, serta meminimalkan dampak lingkungan dan sosial, sehingga memastikan operasi dapat diterima di masyarakat setempat .

Reklamasi sangat penting dalam kegiatan pertambangan untuk mengembalikan fungsi lahan bekas tambang dan mencegah degradasi lingkungan seperti longsor dan erosi. CV Putra Idola melakukan reklamasi dengan langkah-langkah seperti penataan lahan, sistem drainase, dan revegetasi dengan menanam berbagai macam tanaman yang sesuai peruntukannya atau sesuai kesepakatan dengan pemilik lahan. Proses ini dilakukan dengan perencanaan yang sesuai dengan pembukaan lahan .

Sebelum kegiatan penambangan, Teluk Bungus dikenal sebagai wilayah dengan keanekaragaman pemanfaatan laut, dari pelabuhan dan industri hingga wisata dan konservasi. Setelah kegiatan penambangan, daerah ini mengalami perubahan morfologis yang signifikan. CV Putra Idola berfokus pada reklamasi untuk memulihkan area pascatambang agar bisa digunakan kembali untuk kepentingan seperti pemukiman, pertanian, atau konservasi .

Langkah-langkah reklamasi yang diambil oleh CV Putra Idola meliputi penataan lahan untuk mencegah longsor, pengaturan system drainase untuk menghindari sedimentasi dan runoff, melakukan revegetasi dengan tanaman produktif, serta memelihara tanaman melalui pemupukan dan penggantian tanaman yang mati .

Memisahkan tanah pucuk (top soil) penting dalam kegiatan reklamasi karena tanah pucuk adalah media tumbuh bagi tanaman dan sangat penting untuk keberhasilan revegetasi. CV Putra Idola menerapkan pemisahan ini dengan menempatkannya di tempat yang aman agar bisa digunakan kembali pada saat revegetasi dilakukan .

Dampak sosial dari kegiatan penambangan dapat mencakup potensi konflik dengan komunitas setempat jika tidak dikelola dengan baik. Untuk mengatasi ini, CV Putra Idola menerapkan corporate social responsibility (CSR) yang mencakup Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) untuk memastikan keterlibatan dan manfaat bagi masyarakat .

Pengelolaan aliran pembuangan di area penambangan oleh CV Putra Idola dilakukan dengan sistem drainase yang melewati kolam pengendapan, yang berfungsi sebagai penampung limbah sehingga dengan demikian mencegah dampak negatif terhadap perairan umum .

Tantangan utama dalam pengelolaan bekas lahan tambang adalah menurunnya tingkat kesuburan tanah karena sifat lahan yang berbatu, sehingga penanaman sulit dilakukan. CV Putra Idola berencana mengatasi tantangan ini dengan revegetasi tumbuhan pelindung dan tanaman agribisnis, penataan lahan kembali agar landai, serta melakukan koordinasi dengan pemilik lahan untuk peruntukan tanah .

Kecamatan Bungus Teluk Kabung di Kota Padang memiliki potensi pengembangan sebagai kawasan sentra pertumbuhan selatan yang akan diarahkan pada pengembangan industri maritim, wisata bahari, dan daerah perlindungan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Padang Tahun 2004-2013 .

Kegiatan penambangan menyebabkan perubahan morfologi bentang alam dengan terbentuknya area bukaan baru yang datar, yang nantinya akan digunakan untuk pemukiman dan infrastruktur publik. Perubahan ini diatasi dengan penataan lahan dan revegetasi yang dilakukan bertahap sesuai dengan kemajuan tambang .

Anda mungkin juga menyukai