2024
DOKUMEN RENCANA REKLAMASI
CV. PUTRA IDOLA
Dokumen Rencana Reklamasi
KATA PENGANTAR
Dokumen Rencana Reklamasi merupakan salah satu kewajiban yang harus
dibuat atau disusun oleh seluruh pemegang IUP Operasi Produksi untuk semua jenis
komoditas bahan tambang. Dokumen Rencana Reklamasi ini menggambarkan kegiatan
reklamasi bagi lahan pasca tambang guna meningkatkan kualitas dan nilai terhadap
lahan yang telah selesai ditambang. Kegiatan reklamasi diharapkan dapat menjadikan
lahan kritis atau tidak produktif lagi menjadi lahan produktif kembali dan dapat
dimanfaatkan untuk kegiatan lain. CV. PUTRA IDOLA merupakan salah satu pemilik IUP
Pertambangan Komanditer, IUP Operasi Produksi bahan galian Clay yang ada di wilayah
Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang, dengan demikian seperti yang telah
dijelaskan diatas maka CV. PUTRA IDOLA wajib memiliki Dokumen Rencana Reklamasi
sebelum melaksanakan kegiatan penambangan. Dokumen Rencana Reklamasi ini
merupakan dasar dalam penempatan jaminan reklamasi oleh perusahaan.
Dokumen Rencana Reklamasi yang disusun atau dibuat oleh CV. PUTRA IDOLA
berpedoman kepada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2010 tentang Reklamasi
dan Pasca Tambang dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 10 Tahun 2008 tentang
Rencana Reklamasi dan Penutupan Tambang serta Keputusan Menteri ESDM No. 1827
K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Pertambangan Yang Baik.
Demikian Dokumen Rencana Rencana Reklamasi ini kami buat guna pedoman
bagi perusahaan dan penilai dalam melaksanakan reklamasi setelah melaksanakan
kegiatan penambangan.
Hormat Kami,
Padang, 2024
Pemrakarsa,
YARSINA DEVI
Direktur CV. PUTRA IDOLA
i
Dokumen Rencana Reklamasi
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR. i
DAFTAR ISI ii
DAFTAR TABEL iii
DAFTAR GAMBAR Iii
DAFTAR LAMPIRAN iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Identitas Perusahaan/Pemilik 1
1.3 Lokasi Usaha dan/atau Kegiatan 2
1.4 Perizinan 2
1.5 Status dan Kegunaan Lahan 3
1.6 Dokumen Lingkungan 3
1.7 Lokasi dan Kesampaian Daerah 3
1.8 Tata Guna Lahan 7
1.8.1 Tata Guna Lahan Sebelum Penambangan 7
1.8.2 Tata Guna Lahan Setelah Penambangan 8
BAB II RENCANA PEMBUKAAN LAHAN
2.1 Tahapan Kegiatan Pertambangan 10
2.2 Area Pertambangan 17
2.3 Fasilitas Penunjang 19
BAB III RENCANA REKLAMASI
3.1 Rencana Lokasi Reklamasi 20
3.2 Penatagunaan Lahan 20
3.3 Revegetasi 21
3.4 Pemeliharaan 22
3.5 Pengendalaian erosi dan Sedimentasi 23
BAB IV KRETERIA KEBERHASILAN
4.1 Penataan Lahan 25
4.1 Pengendalian Erosi dan Pengelolaan Tambang 26
BAB V RENCANA BIAYA REKLAMASI
5.1 Jangka Waktu Reklamasi 27
5.2 Pembiayaan Reklamasi 28
5.3 Total Biaya Reklamasi 29
DAFTAR PUSTAKA
ii
Dokumen Rencana Reklamasi
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Titik koordinat wilayah IUP OP CV. PUTRA IDOLA 5
Tabel 2.1 Rekapitulasi sumberdaya (andesit) IUP Operasi 17
Produksi CV. PUTRA IDOLA
Tabel 2.2 Rekapitulasi Cadangan
IUP Operasi Produksi (andesit) CV. PUTRA IDOLA 18
Tabel 2.3 Rencana Produksi dan Bukaan Lahan IUP Operasi
Produksi CV. PUTRA IDOLA
Tabel 5.1 Rencana Biaya Reklamasi CV. PUTRA IDOLA 28
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Lokasi dan kesampaian daerah wilayah rencana 6
IUP OP CV. PUTRA IDOLA
Gambar 2.1 Tahap Pelaksanaan Kegiatan Pertambangan 10
Gambar 2.2 Peta Sumber Daya Komoditas Andesit CV Putra 17
Idola
Gambar 2.3 Peta Cadangan Komoditas Andesit CV Putra Idola 18
iii
Dokumen Rencana Reklamasi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Peta Lokasi CV. PUTRA IDOLA
Lampiran 2 Peta Foto Udara Kondisi Tahun 2022 CV. PUTRA IDOLA
Lampiran 3 Peta Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Daerah
Lampiran 4 Peta Fungsi Kawasan Hutan Daerah Penyelidikan
Lampiran 5 Peta Geologi Regional Daerah Penyelidikan
Lampiran 6 Peta Geologi Lintasan Daerah Penyelidikan
Lampiran 7 Peta Kondisi Singkapan Nadesit Daerah Penyelidikan
Lampiran 8 Peta Topografi Regional Daerah Penyelidikan
Lampiran 9 Peta Topografi detail Daerah Penyelidikan
Lampiran 10 Peta Morfologi lereng Daerah Penyelidikan
Lampiran 11 Peta Sumber Daya Andesit Daerah Penyelidikan
Lampiran 12 Peta Cadangan Andesit Daerah Penyelidikan
Lampiran 13 Peta Rencana Bukaan Lahan kegiatan Penambangan
Lampiran 14 Peta Rencana Penambangan tahun ke 1
Lampiran 15 Peta Rencana Penambangan tahun ke 2
Lampiran 16 Peta Rencana Penambangan tahun ke 3
Lampiran 17 Peta Rencana Penambangan tahun ke 4
Lampiran 18 Peta Rencana Penambangan tahun ke 5
Lampiran 19 Peta Rencana Penambangan tahun ke 6
Lampiran 20 Peta Rencana Penambangan tahun ke 7
Lampiran 21 Peta Rencana Penambangan tahun ke 8
Lampiran 22 Peta Rencana Penambangan tahun ke 9
Lampiran 23 Peta Layout infrastruktur dan sarana penunjang
Lampiran 24 Peta Rencana Reklamasi Tahap Operasi Produksi
Lampiran 25 Peta Rencana Pascatambang Tahap akhir Tambang
Lampiran 26 Peta Rencana Penyaliran Tambang
Lampiran 27 Peta CrossSection kondisi akhir tambang kondisi geoteknik
lereng tambang
iv
Dokumen Rencana Reklamasi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perubahan lingkungan merupakan masalah yang timbul pada
wilayah bekas tambang. Dampak utama yang ditimbulkan terhadap kimia
air tanah dan air permukaan dan secara fisik terhadap perubahan
morfologi dan topografi lahan. Perubahan ini juga pada habitat biologi
berupa flora dan fauna serta penurunan produktifitas tanah dengan
akibat menjadi tandus dan gundul.
Reklamasi bertujuan untuk mencegah erosi atau mengurangi
kecepatan aliran air limpasan dan menjaga lahan agar tidak labil dan
labih produktif. Dengan reklamasi diharapkan menghasilkan nilai tambah
bagi lingkungan dan menciptakan keadaan yang jauh lebih baik
dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.
1.2 Indentitas Perusahaan / Pemilik
a. Nama Perusahaan : CV. PUTRA IDOLA
b. Direktur : YARSINA DEVI
c. Jenis Perusahaan : Komanditer
d. Alamat Kantor : Komplek Cendana Blok A/1 Alai Parak Kopi Kota
Padang, Provinsi Sumatera Barat
e. Jenis Usaha : Penambangan Mineral Bukan Logam (Clay dan
Batuan andesit)
f. Lokasi Tambang : Kelurahan Teluk Kabung Tengah dan Nagari
Siguntur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung dan
Kecamatan XI Koto Tarusan, Kota Padang dan
Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera
Barat
1
Dokumen Rencana Reklamasi
1.3 LOKASI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
a. Lokasi Usaha
1) Jorong : Teluk Kabung Tengah
2) Nagari /Kelurahan : Teluk Kabung Tengah dan
Siguntur
3) Kecamatan : Bungus Teluk Kabung dan XI Koto
Tarusan
4) Kabupaten /Kota : Pesisir Selatan dan Kota Padang
5) Propinsi : Sumatera Barat
6) Kesampaian Daerah : Lokasi berjarak ± 23 Km dari Kota
Padang.
b. Luas Lokasi Kegiatan : 4,4 (empat koma empat) Ha
1.4 Perizinan
Proses perizinan yang dilalui oleh perusahaan dimulai dari
keluarnya Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Mineral Bukan Logam
(Clay) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Propinsi Sumatera Barat mulai
dari Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi sampai dengan peningkatan ke
Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi.
Pada awalnya untuk memperoleh Izin Usaha Pertambangan pihak
perusahaan juga mendapatkan pengesahan dokumen lingkungan
berupa Dokumen Usaha Pengelolaan dan Usaha Pemantauan Lingkungan
(UKL-UPL), dimana dokumen lingkungan tersebut dibuat untuk salah satu
persyaratan untuk diterbitkannya Izin Usaha Pertambangan Operasi
Produksi.
2
Dokumen Rencana Reklamasi
1.5 Status dan Kegunaan Lahan
Tanaman yang dibudidayakan oleh masyarakat setempat antara
Jagung, Ubi Kayu, Ubi Jalar serta sayuran lainnya, Sedangkan jenis hewan
ternak yang dipelihara oleh masyarakat setempat antara lain sapi, kerbau,
kambing, ayam dan bebek dan peliharaan lainnya adalah kucing dan
anjing.
Wilayah yang dimohonkan sebagai Izin Usaha Pertambangan
berada di wilayah Area Penggunaan Lain (APL). IUP Operasi produksi
merupakan tanah ulayat dengan tataguna lahan kritis dan hanya
sebagian kecil merupakan lahan produktif. Lahan kritis banyak dijumpai
pada daerah perbukitan dengan vegetasi penutup berupa rumput,
ilalang, perdu dan tanaman tidak produktif lainnya dan sebagian
merupakan lahan kebun masyarakat yang diusahakan secara tradisional.
Pada intinya lokasi penyelidikan berada di luar kawasan Hutan Lindung
dan kawasan peta indikatif penundaan pemberian izin baru (PIPPIB).
1.6 Dokumen Lingkungan
Dokumen lingkungan berupa dokumen Upaya Pengelolaan
Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL), dapat
menjadi pedoman dalam pengelolaan dampak negatif yang timbul dari
rancana kegiatan penambangan tanpa mengeluarkan biaya yang besar.
Rencana reklamasi berupa revegetasi pada bekas lahan tambang
dengan menanam cover crop menjadi area perumahan.
1.7 Lokasi dan Kesampaian Daerah
Teluk Bungus memiliki panjang garis pantai 21.050 meter dan
panjang teluk 5.418 meter, volume 223.255.052,2 m3, memiliki bentuk
3
Dokumen Rencana Reklamasi
permukaan yang cenderung membulat dan luas permukaannya 1383,86
Ha (Kusumah, 2008). Teluk ini termasuk dalam Kecamatan Bungus Teluk
Kabung dan merupakan salah satu kecamatan pesisir di wilayah
selatan Kota Padang dengan luas 100,78 km2 dan jumlah penduduk
23.400 jiwa (BPS,2006). Secara astronomis kecamatan ini berada pada
posisi 01001’21’’–01005’02’’ Lintang Selatan (LS) dan 100021’58’’ –
100026’36’’ Bujur Timur (BT) dan terletak di bagian barat pantai Pulau
Sumatera. Kecamatan Bungus Teluk Kabung berada pada ketinggian
rata-rata sekitar 0-5 m dpl untuk daerah pesisir, dan < 850 m untuk daerah
perbukitan. Temperatur berkisar antara 22,5C –31,5C dan curah hujan
314,47 mm/bulan. Secara geografis berbatasan langsung dengan :
sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Lubuk Begalung dan
Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, sebelah selatan berbatasan
dengan Kabupaten Pesisir Selatan, sebelah barat berbatasan dengan
Pantai Barat Sumatera atau Samudera Hindia, dan sebelah timur
berbatasan dengan Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang dan
Kabupaten Pesisir Selatan. Secara administratif Kecamatan Bungus Teluk
Kabung memiliki 6 (enam) kelurahan, yaitu: Teluk Kabung Selatan, Bungus
Selatan, Teluk Kabung Tengah, Teluk Kabung Utara, Bungus Timur dan
Bungus Barat. Sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Kota Padang Tahun 2004-2013 Kecamatan Bungus Teluk Kabung
merupakan daerah yang termasuk pada Sentra Pertumbuhan Selatan
Kota Padang. Kawasan yang memiliki potensi sumberdaya pesisir dan
laut ini direncanakan sebagai kawasan andalan pengembangan
industri maritim, wisata bahari, dan daerah perlindungan (Pemerintah
Kota Padang 2004). Kondisi dan jenis pantai di Indonesia secara
4
Dokumen Rencana Reklamasi
sederahana dapat dikelompokan atas pantai berpasir, pantai berlumpur,
pantai berawa dan pantai berbatu (Bemmelen, 1970). Teluk Bungus
memiliki sumberdaya alam yang sangat potensial dengan pantainya yang
landai dan berpasir putih, membujur dari utara ke selatan, posisinya sangat
strategis dekat dengan ibukota provinsi Sumatera Barat dan berada di
selatan Teluk Bayur, tepatnya di Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Teluk
Bungus merupakan wilayah yang cukup memiliki keanekaragaman
pemanfaatan laut terutama pesisirnya. Keanekaragaman itu terlihat dari
adanya kawasan pelabuhan, industri, permukiman, perkebunan, wisata
serta kawasan konservasi. Secara langsung maupun tidak langsung, jenis
kegiatan yang berada di wilayah ini telah merubah karakteristik pantainya,
disamping perubahan yang diakibatkan oleh dinamika alami
[Link] geografis wilayah yang dimohonkan berada pada koordinat
seperti pada tabel 1.1 sebagai berikut.
Tabel 1.1
Batas Koordinat Wilayah Kagiatan Eksplorasi CV. PUTRA IDOLA
=====================================================================
No. Bujur Timur Lintang Selatan
Titik -------------------------------------------------------------------------------------------
Koord. ø ' " ø ' "
======================================================================
1 100 25 38,37 1 4 21,13 LS
2 100 25 38,37 1 4 22,76 LS
3 100 25 36,76 1 4 22,76 LS
4 100 25 36,76 1 4 24,39 LS
5 100 25 35,14 1 4 24,39 LS
6 100 25 35,14 1 4 26,02 LS
7 100 25 33,52 1 4 26,02 LS
8 100 25 33,52 1 4 27,65 LS
9 100 25 31,10 1 4 27,65 LS
10 100 25 31,10 1 4 29,28 LS
11 100 25 32,72 1 4 29,28 LS
12 100 25 32,72 1 4 30,90 LS
13 100 25 34,34 1 4 30,90 LS
14 100 25 34,34 1 4 32,53 LS
15 100 25 37,57 1 4 32,52 LS
16 100 25 37,57 1 4 31,72 LS
17 100 25 38,38 1 4 31,72 LS
5
Dokumen Rencana Reklamasi
18 100 25 38,38 1 4 27,65 LS
19 100 25 39,12 1 4 27,65 LS
20 100 25 39,12 1 4 26,02 LS
21 100 25 40,00 1 4 26,02 LS
22 100 25 40,00 1 4 21,13 LS
======================================================================
Gambar 1. Lokasi dan Kesampaian Daerah IUP OP
CV. PUTRA IDOLA
6
Dokumen Rencana Reklamasi
1.8 Tataguna Lahan
1.8.1 TATA GUNA LAHAN SEBELUM PENAMBANGAN
A. Peruntukan Lahan
Berdasarkan isi dokumen Lingkungan yang telah disusun oleh
CV. PUTRA IDOLA pada pertengahan tahun 2016 yang lalu,
peruntukan lahan sebagaimana yang terdapat pada Rona
Awal Lingkungan pada lokasi penambangan peruntukan
lahan yang mengacu kepada analisis kesesuaian lahan untuk
tata ruang serta penegasan dari klarifikasi kawasan hutan ke
Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat adalah Areal
Penggunaan Lain (APL) yang dapat diperuntukan sebagai
lahan pertanian atau perkebunan.
B. Ruang Tanah dan Lahan
Jikalau memperhatikan Peta Rencana Pola Ruang Wilayah
Provinsi Sumatera Barat (2012-2031) – dapat dilihat pada
Gambar pada lampiran, maka lokasi rencana kegiatan
merupakan Kawasan Budidaya dan pada Penetapan
Wilayah Pertambangan yang telah ditetapkan oleh
Kementerian ESDM melalui Dirjen Mineral dan Batu Bara
melalui Penetapan Wilayah Pertambangan untuk Pulau
Sumatera wilayah sekitar lokasi rencana pernambangan
telah diperuntukkan sebagai pertambangan sumber daya
mineral melalui Penetapan Wilayah Pertambangan oleh
Kementerian ESDM.
7
Dokumen Rencana Reklamasi
C. Tata Guna Lahan
Tata guna lahan yang ada sebelum dilakukan
penambangan didominasi oleh semak belukar, pohon kecil
dan cenderung belum diolah oleh masyarakat atau pemilik
lahan, sedangkan sebagian kecil terdapat tanaman produktif
yaitu tanaman tahunan seperti Kemiri dan cengkeh.
D. Kepemilikan Lahan
Adapun kepemilikan lahan pada lokasi rencana
penambangan merupakan lahan milik Kaum Koto, sekarang
lahan tersebut diperuntukan/diberi kuasa kepada CV. PUTRA
IDOLA untuk mengambil material bahan galian Clay dan
Mineral lainnya (Andesit) dengan cara kerjasama sesuai
dengan surat pernayataan kesepakatan/persetujuan kaum
Suku Koto yang diwakili melalui Mamak Kepala Waris Kaum.
Setelah mendapat persetujuan dari pihak kaum lainnya maka
selanjutnya untuk mewujudkan rencana pengusahaan
potensi bahan tambang tersebut maka pihak CV. PUTRA
IDOLA segera melakukan pengurusan legalitas rencana
usaha tersebut dengan mengajukan permohonan Izin usaha
pertambangan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku di sektor pertambangan mineral dan
batu bara.
1.8.2 TATA GUNA LAHAN SETELAH PENAMBANGAN
A. Tapak Bekas Penambangan
Sehubungan program in-pit back filling yang akan
diterapkan hingga pit limit dan kegiatan penghijauan yang
8
Dokumen Rencana Reklamasi
dilakukan, rencana peruntukan lahan dikemukakan
sebagai berikut :
Bekas penambangan direncanakan menjadi lahan
untuk perumahan dan lahan produktif dengan jenis
tanaman lokal dan tanaman tahunan.
Bekas jalan masuk, jalan utama tambang (mine haul)
dan jalan cabang dialokasikan untuk pemanfaatan lain
– dapat dimanfaatkan masyarakat setempat sebagai
aksesibilitas.
B. Fasilitas Penunjang
Area bekas wokshop, bekas gudang dan areal terbuka
lainnya akan diperuntukkan sebagai lahan untuk
perumahan dan lahan produktif.
Penanam tanaman lokal dan tanaman tahunan
9
Dokumen Rencana Reklamasi
BAB II
RENCANA PEMBUKAAN LAHAN
2.1 Tahapan Kegiatan Penambangan
Rencana penambangan Mineral Bukan Logam (clay) dan Mineral
lainnya (Andesit) dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
PEMBERSIHAN LAHAN
PENGUPASAN/PENGERUKAN
PENGANGKUTAN MATERIAL
PENJUALAN DAN PEMASARAN
Gambar 2.1
Tahap-tahap Pelaksanaan Kegiatan Pertambangan
A. Pembersihan Lahan (land Clearing)
Pembersihan lahan adalah pembersihan daerah yang
akan ditambang dari semal semak, pepohonan, tanah maupun
bongkah-bongkah batu yang menghalangai pekerjaan
selanjutnya. Tanah pucuk yang subur (humus) harus ditimbun
ditempat tertentu, lalu ditanami rerumputan atau semak-semak
agar tidak tererosi, sehingga kelak dapat dipakai untuk reklamasi
Pada proses pekerjaan pembensihan lahan (land Clearing), hal
yang umum dilakukan adalah meliputi pekerjaan sebagai berikut :
10
Dokumen Rencana Reklamasi
Undercrushing
Kegiatan yang lebih menjurus pada pembabatan pohon-
pohon yang berdiameter maksimum 30 cm, tujuannya untuk
mempermudah pelaksanaan penumbangan pohon-pohon
yang lebih besar dan akan dimanfaatkan untuk kesejahteraan
masyarakat setempat dengan cara mengeluarkan izin
pemanfaatan kayu.
Felling/cutting
Kegiatan penumbangan pohon-pohon yang berdiameter
lebih dari 30 cm.
Pilling
Kegiatan pengumpulan kayu-kayu yang kemudian
dikumpulkan menjadi tumpukan-tumpukan kayu pada jarak
tertentu. Perlu diperhatikan adanya jalur tumpukan yang sesuai
dengan arah angin.
Kegiatan pembersihan lahan ini selain menggunakan alat
berat juga menggunakan mesin gergaji dan alat potong lainnya.
Vegetasi hasil pembersihan dikumpulkan dan dirapikan pada
tempat yang telah ditentukan. Kegiatan pembersihan lahan
penambangan dilakukan pada lokasi-lokasi dimana tambang
akan dibuka. Bekaitan dengan tahap ini maka akan dilakukan
beberapa pekerjaan antara lain :
a. Pembabatan semak dan perdu
Pekerjaan ini dilakukan dengan menggunakan bulldozer
yang menjalankan fungsi gali dorong dengan memanfaatkan
blade dan tenaga dorong yang besar. Semak dan perdu
11
Dokumen Rencana Reklamasi
yang menutupi area penambangan didorong ke daerah tepi
penambangan.
b. Penebangan pohon dan pemotongan kayu
Sebelum dilakukan operasi pembersihan lahan
penambangan, maka perlu dilakukan penebangan pohon
dan pemotongan kayu. Penebangan pohon dilakukan
secara manual dengan alat chain saw dan potongan kayu
tersebut dibersihkan dan dikumpulkan pada suatu tempat.
Potongan kayu ini dapat digunakan untuk bahan
pembangunan sarana dan prasarana penunjang kegiatan
operasi penambangan seperti pembangunan kantor, base
camp dan sebagainya.
B. Pengupasan Tanah Pucuk dan Tanah Penutup
Operasi pengupasan lapisan top soil yang banyak
mengandung bahan-bahan organik hasil pelapukan yang
menyuburkan tanah dilakukan setelah pembersihan lahan
penambangan. Pada kegiatan ini akan dilakukan pengupasan
tanah pucuk pada lahan yang potensial untuk dilakukan
penambangan. Lapisan topsoil didorong dan dikumpulkan pada
lokasi tertentu dekat dengan daerah operasi dimuat dengan
menggunakan excavator dan diangkut ke tempat penyimpanan
tanah pucuk.
Pengupasan tanah pucuk tersebut akan menggunakan bulldozer.
Tahapan-tahapan kegiatan pengupasan tanah pucuk dan tanah
penutup dapat dijelaskan sebagai berikut :
12
Dokumen Rencana Reklamasi
a. Pengupasan Tanah Penutup
Tanah pucuk merupakan bagian dari tanah penutup
yang mengandung unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh
tumbuhan sehingga dalam penanganannya tanah pucuk ini
dilakukan tersendiri. Sedangkan tanaman diatasnya (semak
belukar, perdu dan sebagainya) akan dikelola sebagai
penutup bagian atas pasa disposal area dan area top soil
sehingga menghindari adanya erosi. Tanah pucuk dikupas
dengan batasan sampai kedalaman 0,25 m hingga 0,50 m dari
permukaan tanah merata keseluruh permukaan lokasi
tambang dan ditempatkan dekat dengan rencana bukaan
tambang hal ini dimaksudkan agar setelah bekas tambang
ditimbun kembali tanah pucuk dapat ditebarkan kelokasi yang
sudah ditimbun sebelumnya.
b. Pengupasan Tanah Pucuk (Top Soil)
Setelah dilakukan tanah pucuk selanjutnya akan
dilakukan pengupasan tanah penutup yaitu tanah yang
berada diatas lapisan galian utama. Seperti halnya pada
pekerjaan pengupasan tanah pucuk, pada kegiatan
pengupasan tanah penutup ini juga dilakukan pada lahan
potensial untuk dilakukan penambangan dengan
menggunakan bulldozer dan alat garu kemudian hasil tanah
kupasan tersebut akan dimasukkan kedalam alat angkut
dengan menggunakan bantuan excavator untuk diangkut
kelokasi penimbunan (disposal area).
13
Dokumen Rencana Reklamasi
Teknik pengupasan tanah pucuk dan tanah penutup ini
menggunakan teknik countour mining. Untuk itu perlu
dirancang suatu bukaan tambang yang dilengkapi kolam
untuk menanggulangi masalah air tang dapat mengganggu
penambangan pada loading point, air tersebut bisa berasal
dari air hujan, air tanah, maupun mata air yang berasal dari
sekitar pit. Untuk itu perlu dibuat kolam-kolam sebagai
penampung air serta sebagai pendistribusian dari satu kolam-
kolam lainnya.
Kegiatan penggalian tanah penutup berupa
overburden ini dilakukan dengan menggunakan excavator.
Untuk material lemah sampai sedang langsung dilakukan
penggalian dan pemuatan ke dump truck sebagai alat
angkut. Pemindahan material hasil penggalian lapisan
penutup ini menggunakan excavator sebagai alat muat dan
dump truck sebagai alat angkut. Lapisan penutup diangkut
dari daerah penambangan kelokasi penimbunan yang telah
direncanakan. Timbunan lapisan ibi harus ditutup dengan
lapisan subur agar dapat ditanami kembali.
Adapun cara pengelolaan tanah pucuk yang akan
dilakukan adalah sebagai berikut :
Tempat penimbunan top soil harus stabil dengan tinggi
bench maksimal 3 meter dan kemiringan 300.
Untuk menghindari terjadinya gully pada tempat
penimbunan dilakukan penanaman over crop.
14
Dokumen Rencana Reklamasi
Untuk menjaga unsur hara yang terkandung pada top
soil maka dilakukan pemupukan dan penyiraman pada
saat musim kamarau.
C. Penambangan
1. Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada tahap
penambangan antara lain :
Pembersihan Lahan
Lahan yang akan dibuka untuk kegiatan
penambangan terlebih dahulu dibersihkan dari tumbuh-
tumbuhan yang ada dan yang tumbuh di atas lapisan
tanah penutup. Pekerjaan ini dilakukan dengan
pembabatan vegetasi kemidian dikumpulkan untuk
diangkut kelokasi penimbunan tanah penutup untuk
kemudian ditimbun oleh tanah penutup hasil
penggalian
Pengupasan dan Pengamanan Tanah Pucuk
Pengupasan tanah pucuk (top soil) dilakukan pada
front tambang. Untuk pengupasan dilakukan pada
ketebalan sampai 10 s/d 50 cm dari permukaan,
kemudian ditumpuk secara terpisah dan akan
dimanfaatkan kembali untuk direklamasi. Penumpukan
tanah pucuk dilakukan secara dumping dengan
ketinggian tidak lebih dari 2 meter pada lahan seluas
0,5 Ha.
Pembuatan sistem Drainase Terpadu
15
Dokumen Rencana Reklamasi
Sistem drainase terpadu dibuat agar air larian (run off)
dapat terkendali dan mengalir dalam satu aliran
pembuangan sebelum masuk ke perairan umum.
Dalam hal ini outlet dari sistem drainase adalah kolam
pengendapan yang sekaligus berfungsi sebagai
penampung limbah yang dihasilkan dari kegiatan
penambangan.
Penambangan
Untuk tahap awal panambangan pola yang digunakan
adalah dengan menggali tanah penutup (over burden)
dan ditumpuk pada penumpukan (over burden
storage) yang telah ditentukan. Sedangkan
penambangan dilakukan dengan sistem back and fill.
Reklamasi
Reklamasi merupakan kegiatan yang dilakukan secara
bertahap dan sudah akan dilakukan pada saat
kegiatan usaha pertambangan akan dilakukan, yang
berakhir pada saat purna operasi. Pada tahap
penambangan ini kegiatan reklamasi dilakukan pada
lahan bukaan yang di atasnya sudah tidak ada lagi
aktifitas penambangan. Kegiatan reklamasi meliputi
penataan lahan, pengaturan sistem drainase dan
penghijauan (revegetasi) dengan menanam berbagai
macam tanaman yang sesuai peruntukannya atau
sesuai dengan kesepakatan dengan pemilik lahan
sebelumnya.
16
Dokumen Rencana Reklamasi
2.2 Area Penambangan
Berdasarkan hasil kegiatan lapangan, wilayah yang akan menjadi
wilayah operasi produksi seluas 5 Ha dengan total cadangan dapat
dilhat pada tabel di bawah berikut :
Tabel 2.1.
Rekapitulasi sumberdaya
IUP Operasi Produksi (andesit) CV. PUTRA IDOLA
Gambar 2.2
Peta Sumber Daya Komoditas Andesit CV Putra Idola
17
Dokumen Rencana Reklamasi
Tabel 2.2
Rekapitulasi Cadangan
IUP Operasi Produksi (andesit) CV. PUTRA IDOLA
Gambar 2.3
Peta Cadangan Komoditas Andesit CV Putra Idola
18
Dokumen Rencana Reklamasi
2.3 Fasilitas Penunjang
Seluruh fasilitas penunjang kegiatan direncanakan berada dalam areal
penambangan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.3 sebagai
berikut :
Tabel 2.3.
Rencana Produksi dan Bukaan Lahan
IUP Operasi Produksi CV. PUTRA IDOLA
19
Dokumen Rencana Reklamasi
BAB III
RENCANA REKLAMASI
3.1. Rencana Lokasi Reklamasi
Rencana reklamasi harus mengacu kepada rencana kegiatan
produksi dan perkiraan umur tambang. Sebagaimana diketahui
bahwasanya umur tambang dari hasil eksplorasi dan study kelayakan
untuk IUP Operasi Produksi jenis Mineral Bukan Logam (Clay) dan Mineral
Lainnya (andesit) yang diajukan oleh CV. PUTRA IDOLA adalah 5 Tahun,
seandainya dalam jangka waktu 5 (lima) masih terdapat cadangan
sumber daya maka akan dilakukan perpanjangan IUP Operasi Produksi
karena perpanjangan IUP tersebut merupakan hak pemegang IUP dan
perpanjangan tersebut dapat dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dengan
jangka waktu telah diatur.
Namun hal tersebut diatas bukan jadi penghalang dalam
perencanaan reklamasi karena sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku menyebutkan bahwa rencana reklamasi
disusun sesuai dengan bukaan lahan yang akan dikerjakan dan rencana
produksi pertahun selama 5 (lima) tahun dan jaminan reklamasi
disetorkan pertahun sesuai anggaran yang telah ditetapkan melalui
bank pemerintah.
3.2. Penatagunaan Lahan
Lahan bekas pertambangan yang telah dilakukan dengsn sistem
tambang terbuka (open pit), dengan pola penambangan yang dimulai
dari puncak sampai ke level yang diinginkan maka penataan lahan baru
bisa dilakukan pada saat selesai penambangan.
20
Dokumen Rencana Reklamasi
Pengelolaan top soil, hal ini bertujuan agar dapat memisahkan
tanah pucuk (top soil) dengan lapisan tanah lainnya, karena merupakan
media tumbuh bagi tanaman dan merupakan salah satu faktor penting
untuk keberhasilan pertumbuhan tanaman pada kegiatan reklamasi.
Untuk penanaman tanaman penutup tanah (cover crop) bisa
menggunakan campuran jenis tanaman polongan dengan
menggunakan jalur atau spot pada daerah yang direvegetasi.
3.3. Revegetasi
Berdasarkan hasil eskplorasi jenis tanah yang terdapat pada
wilayah kegiatan operasi produksi adalah jenis tanah liat/lempung,
penghijauan pada bukaan lahan bekas tambang dan di luar lokasi
tambang dari kegiatan Operasi produksi Mineral Bukan Logam (Clay)
dan Mineral lainnya (Andesit) CV. PUTRA IDOLA sangat cocok dijadikan
areal perumahan dan pertanian.
Revegetasi merupakan salah satu upaya yang lazim dilakukan
dalam rangka reklamasi lahan pasca tambang, hal ini disebabkan
dengan bekas bukaan lahan akibat aktifitas pertambangan
menyebabkan hilangnya lapisan tanah subur dan akhirnya membuat
lahan bekas tambang tersebut menjadi lahan kritis dan rawan akan
longsor atau erosi. Upaya cepat dalam memperbaiki kondisi lahan
tersebut adalah dengan melakukan revegetasi atau penghijauan,
dengan harapan penghijauan yang dilakukan dapat mengembalikan
humus tanah dan lahan tersebut dapat kembali dimanfaatkan untuk
kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan bercocok tanam.
21
Dokumen Rencana Reklamasi
Untuk lokasi penambangan yang dilaksanakan oleh CV. PUTRA
IDOLA penghijauan atau revegetasi merupakan bentuk reklamasi lahan
yang akan dilaksanakan, adapun langkah awal yang akan dilaksanakan
adalah dengan menanam tanaman produktif atau tanaman tahunan
lainnya. Untuk tercapainya hasil yang memuaskan terhadap upaya
reklamasi dengan revegetasi maka akan dilakukan pembibitan terlebih
dahulu terhadap jenis-jenis tanaman yang akan ditanam, sehingga
proses perawatan dan penyesuaian tanaaman tersebut terhadap suhu
dan iklim dapat berlangsung jauh dari pelaksanaan reklamasi.
Berdasarkan rencana kemajuan tambang selama rentang waktu
2024 s/d 2029 maka pekerjaan sipil yang akan dilaksanakan adalah :
Pemeliharaan bagian lereng setiap terdapat kemiringan sehingga
tidak terjadi potensi longsor.
Pemeliharaan drainase guna mengatur tata air didalam lokasi
tambang dan menghindari run off serta sedimentasi.
Untuk pelaksanaan kegiatan yang dimaksud diatas dibutuhkan
alat excavator pendataran lahan bekas tambang.
3.4. Pemeliharaan
Pemeliharaan dan perawatan terhadap tanaman penghijauan
dilakukan dengan pemupukan, penyiangan serta penggantian
tanaman yang mati. Penanaman atau revegetasi sebagai langkah
untuk melakukan reklamasi harus memahami karakteristik bibit tanaman
tersebut, dimana tenaga pembibitan tanaman reklamasi harus
memahami karakteristik bibit tersebut, sehingga pemeliharaan bibit
tanaman tersebut harus bersifat intensif, berkala dan siap tanam,
22
Dokumen Rencana Reklamasi
pemeliharaan secara intensif tersebut dilakukan selama 1 (satu) tahun
masa tanam atau revegetasi. Upaya pemeliharaan tersebut meliputi :
Pemupukan karena factor top soil yang pada saat dilakukan
reklamasi masih bersifat lepas atau mudah terbawa oleh air ketika
hujan karena top soil tersebut baru dikembalikan guna menjaga
kesuburan tanah.
Pengaturan waktu pemupukan yang disesuaikan dengan umur
tanaman.
Penyiangan guna tanaman yang ditanam berhasil tumbuh dengan
baik.
Penggantian tanaman yang mati dengan yang baru, agar
pelaksanaan reklamasi dapat mencapai tujuan dan sasaran
reklamasi tersebut.
3.5. Pengendalian Erosi dan Sedimentasi
Pengendalian erosi dalam penatagunaan lahan timbunan dan
bukaan lahan tambang yang tidak direncanakan dengan baik akan
mengakibatkan kurangnya kesuburan tanah, terjadi endapan lumpur
dan sedimentasi di alur-alur sungai sehingga kualitas air permukaan dan
kualitas lahan akan mengalami penurunan.
Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya erosi oleh air
yaitu curah hujan, kemiringan lereng (topografi), jenis tanah, tata guna
lahan (perlakuan terhadap tanah dan tanaman penutup tanah. Untuk
menghindari terjadinya erosi atau meminimalisir laju erosi pada saat
musim penghujan, dilakukan penenaman cover crop jenis
calopogonium mucunoides pada tanaman revegatasi.
23
Dokumen Rencana Reklamasi
Sedangkan penempatan tanah penutup di luar lokasi tambang
ditempatkan dan ditebarkan di atas timbunan overburden hasil galian
yang telah ditata dengan tinggi bench direncanakan ± 3 meter dan
lebar floor 2 meter untuk menjaga kestabilan lereng sehingga
meminimalisir terjadinya longsor.
Untuk mengendalikan air larian permukaan sehingga dapat
meminimalisir pergerakan tanah pada tumpukan overburden, dibuat
drainase pada floor bench.
24
Dokumen Rencana Reklamasi
BAB IV
KRITERIA KEBERHASILAN
Untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan kegiatan reklamasi bekas
area tambang, didasarkan pada perbandingan antara target dan realisasi
sehingga dapat diketahui standar keberhasilan sesuai dengan lampiran X
Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 7 Tahun 2014 tentang
Pelaksanaan Reklamasi dan Paska Tambang Pada Kegiatan Usaha
Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan kriteria sebagai berikut
diantaranya :
4.1 Penataan Lahan
a. Pengisian Kembali Lahan bekas tambang
Luas area yang diisi kembali (Ha), > 90% dari areal yang
seharusnya ditimbun kembali, dengan kemiringan lereng < 8%.
Jumlah bahan/material pengisi (m3), >90% dari jumlah tanah
penutup yang digali.
b. Pengaturan permukaan lahan
Luas areal yang diatur (ha), >90% dari luas areal yang ditimbun
kembali.
Kemiringan lereng (%), < 8 % untuk tanaman pangan.
Tinggi, lebar dan panjang teras (m), disesuaikan dengan bentuk
teras dan kemiringan lereng.
c. Penaburan/penempatan tanah pucuk
Pengelolaan top soil, bertujuan mengamankan lapisan top soil
yang kaya akan unsur-unsur hara yang diperlukan bagi
pertumbuhan tanaman dan kaya dengan benih tanaman lokal,
25
Dokumen Rencana Reklamasi
sehingga terhindar dari kehilangan volume top soil saat
pengupasan dan pemindahan top soil.
Penghamparan top soil, bertujuan untuk mengembalikan top soil
untuk media tumbuh tanaman, sehingga luas areal tercover sesuai
dengan volume top soil yang dipindahkan.
4.2 Pengendalian Erosi dan Pengelolaan Tambang
Pengedalian erosi, bertujuan untuk meminimalkan terjadinya erosi
akibat aliran air permukaan dan menjaga kestabilan wante dump,
sehingga kondisi drainase yang baik dan stabil dapat mengurangi laju
erosi pada area yang dilalui aliran air permukaan.
Penanaman, bertujuan untuk mencegah terjadinya erosi di area
reklamasi dan memulihkan lahan bekas operasional penambangan
dengan berbagai jenis tanaman tahunan, lokal yang mempunyai
manfaat secara ekologi dan ekonomis, sehingga permukaan lahan
tertutup dengan tanaman penutup setelah penanaman dan
menanam tanaman tahunan yang sesuai dengan kondisi lapangan
setelah kondisi lahan sesuai untuk tumbuh tanaman.
26
Dokumen Rencana Reklamasi
BAB V
RENCANA BIAYA REKLAMASI
5.1. Jangka Waktu Reklamasi
Reklamasi yang merupakan salah satu kewajiban yang harus
dilaksanakan oleh pemegang Izin Usaha Pertambangan sebelum masa
berlaku Izin Usaha Pertambangan tersebut habis. Reklamasi diharapkan
dapat memulihkan kondisi lahan yang sebelumnya telah mengalami
penurunan kualitas serta perubahan geomorfologi yang sangat ekstrim
dibandingkan dengan keadaan sebelum ditambang.
Reklamasi dapat dilakukan dengan berbagai alternative
diantaranya adalah dengan revegetasi, pematangan lahan untuk
menciptakan lahan siap bangun, pembangunan sarana atau prasarana
lain yang juga dapat meningkatkan nilai ekonomis lahan bekas
tambang tersebut seperti pembangunan sarana olah raga, menjadikan
lokasi wisata tambang serta membentuk kegiatan-kegiatan kreatif pada
lahan tersebut yang pada prinsipnya lahan tersebut dapat digunakan
dan menciptakan lapangan usaha baru bagi pemilik lahan.
Jangka waktu reklamasi dilaksanakan secara bertahap dan
disesuaikan dengan rencana kerja perusahaan pemegang izin,
reklamasi disusun per 5 (lima) tahun dan dilaksanakan secara bertahap
pertahun sesuai dengan rencana per 5 (lima) tahun tersebut. Dalam
pelaksanaan reklamasi tersebut CV. PUTRA IDOLA menempatkan
jaminan reklamasi sesuai dengan anggaran biaya reklamasi yang
terdapat pada dokumen Rencana Reklamasi, penempatan jaminan
reklamasi itu juga disesuaikan dengan periode pelaksanaan reklamasi,
27
Dokumen Rencana Reklamasi
dimana penempatan jaminan reklamasi itu pada rekening bersama
antara pemerintah dengan pemegang izin pada bank pemerintah.
Jaminan reklamasi disetorkan secara bertahap pertahunnya, yang
besarannya disesuaikan dengan hasill perhitungan yang dilakukan pada
dokumen reklamasi ini.
5.2. Pembiayaan Reklamasi
Komponen pembiayaan reklamasi meliputi segala bentuk
kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan reklamasi seperti
biaya peralatan, upah, pembelian bibit dan lain-lainnya. Sehingga
pembiayaan reklamasi ini dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu :
A. Biaya Langsung
Biaya Pembongkaran Fasilitas Tambang
Perencanaan penempatan fasilitas pendukung
kegiatan pertambangan telah direncanakan untuk seumur
dengan kegiatan penambangan, sehingga pada rencana
biaya reklamasi tidak termasuk kegiatan pembongkaran
fasilitas dimulai pada saat perpanjangan IUP Operasi Produksi
diterbitkan oleh Pemerintah Propinsi Sumatera Barat melalui
Dinas Penamaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Biaya Reklamasi dan Penataan Lahan
Penataan lahan setelah penambangan dilakukan sesuai
dengan kebijakan yang telah dibuat pengusaha mapun
pemerintah. Prinsip yang digunakan adalah sedapat mungkin
topografi permukaan bentang alam lahan di lokasi bekas
penambangan menjadi rata dan tidak menimbulkan
genangan terutama waktu hujan.
28
Dokumen Rencana Reklamasi
Biaya yang digunakan untuk penetaan lahan setelah
tambang terdiri dan biaya yang digunakan untuk sewa alat
berat sebagai sarana pengkonturan kembali dan untuk
penyebaran top soil. Sedangkan biaya untuk pemindahan
material overburden serta pemindahan top soil dari lokasi awal
ke tempat penimbunan sudah dimasukkan kedalam ongkos
penambangan.
Biaya Revegetasi
Berdasarkan hasil eksplorasi jenis tanah yang terdapat
pada wilayah kegiatan operasi produksi adalah jenis tanah
liat/lempung, penghijauan pada bukaan lahan bekas
tambang dan diluar lokasi tambang dari kegiatan operasi
produksi mineral bukan logam dan mineral lainnya (Andesit)
CV. PUTRA IDOLA yang sangat cocok dijadikan areal
perumahan dan pertanian.
B. Biaya Tidak langsung
Secara umum biaya langsung terdiri dari biaya yang
diperlukan untuk biaya mobilisasi dan demobilisasi peralatan yang
digunakan untuk reklamasi dan penataan lahan bekas tambang,
biaya perencanaan reklamasi dan biaya supervisi.
29
Dokumen Rencana Reklamasi
Tabel 5.1 Rencana Biaya Reklamasi CV. PUTRA IDOLA
TAHUN
URAIAN PEMBIAYAAN Jumlah 2024-2025 2025-2026 2026-2027 2027-2028 2028-2029 TOTAL
Rp Rp Rp Rp Rp
A. Biaya Langsung
1. Biaya Penataangunaan Lahan
a. Pengaturan Permukaan Lahan (Ha) 1,95 - - - 5.565.000,00 4.852.000,00
b. Penebaram Tanah Zona Pengakaran (Ha) 1,95 - - - 3.264.000,00 2.250.000,00
c. Pengendalian Erosi dan Pengelolaan Air 1,95 - - - 2.585.000,00 2.150.000,00
2. Biaya Revegetasi
a. Analisa Kualitas Tanah (sampel) 1,95 - - - 750.000,00 1.000.000,00
b. Pemupukan awal (Ha) 1,95 - - - 825.000,00 1.250.000,00
c. Pengadaan bibit Durian (batang) 40 - - - 3.750.000,00 -
d. Penanaman - - - 2.000.000,00 2.675.000,00
e. Pemeliharaan tanaman
- Pemupukan bulan 18 (Ha) - - - - 2.256.000,00
- Pemupukan bulan 24 (Ha) - - - - 3.252.000,00
- Pengadaan bibit durian pengganti (batang) 8 - - - - 1.000.000,00
- Pekerja (OB) - - - 1.000.000,00 1.552.000,00
3. Biaya pekerjaan sipil sesuai peruntukan lahan pasca tambang - - - 4.586.000,00 5.456.000,00
sub-jumlah - - 24.325.000,00 27.693.000,00 52.018.000,00
B. Biaya Tidak Langsung
- Biaya mobilisasi dan demobilisasi (2,5%) - - - 608.125,00 692.325,00
- Biaya perencanaan reklamasi (10%) - - - 2.432.500,00 2.769.300,00
- Biaya administrasi dan keuntungan kontraktor (14%) - - - 3.405.500,00 3.877.020,00
- Biaya Supervisi (7%) - - - 1.702.750,00 1.938.510,00
sub-jumlah - - 8.148.875,00 9.277.155,00 17.426.030,00
JUMLAH - - - 32.473.875,00 36.970.155,00 69.444.030,00
BEBAN PAJAK (PPn + PPh = 14%) - - - 4.546.342,50 5.175.821,70 9.722.164,20
TOTAL - - - 37.020.217,50 42.145.976,70 79.166.194,20
TOTAL 37.020.217,50 42.145.976,70 79.166.194,20
INFLASI 2.961.617,40 3.371.678,14 6.333.295,54
Total Keseluruhan 39.981.834,90 45.517.654,84 85.499.489,74
28
Dokumen Rencana Reklamasi
5.3. Total Biaya Reklamasi
Berdasarkan uraian di atas total biaya reklamasi periode 2024 s/d
2029 adalah sebesar Rp. 85.499.489,- (delapan puluh lima juta empat ratus
Sembilan puluh Sembilan ribu empat ratus delapan puluh sembilan rupiah),
dibulatkan menjadi Rp. 85.500.000,- (delapan puluh lima juta lima ratus ribu
rupiah).
29
Dokumen Rencana Reklamasi
DAFTAR PUSTAKA
1. Undang - Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 4
Tahun 2009 tentang Pertambangan dan Mineral Batubara;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pascatambang;
3. Peraturan Menteri ESDM RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Reklamasi dan
Pascatambang pada kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara;
4. __________,” Laporan Eksplorasi Lanjutan“ CV. PUTRA IDOLA
5. __________,” Laporan Studi Kelayakan Revisi “CV. PUTRA IDOLA
30
CV PUTRA IDOLA
MINERAL BUKAN LOGAM (CLAY)
DAN BATUAN (ANDESIT)
2024
DOKUMEN RENCANA PASCATAMBANG
KATA PENGANTAR
Penambangan merupakan salah satu penyumbang devisa negara dan
Pendapatan Asli Daerah (PAD), pertambangan juga berpotensi menimbulkan
dampak negatif terhadap lingkungan khususnya kegiatan penambangan terbuka.
Dampak lingkungan tersebut perlu dikendalikan untuk mencegah kerusakan
lingkungan lebih lanjut. Untuk menangani potensi dampak negatif dari aktifitas
penambangan, sudah semestinya dilakukukan kegiatan Pascatambang.
Kegiatan pascatambang ini merupakan salah satu kegiatan yang
direncanakan untuk dilaksanakan pada saat kegiatan operasional pertambangan
telah memasuki masa penutupan tambang untuk memulihkan setiap hal yang
terpengaruh oleh aktifitas pertambangan baik lingkungan, sosial dan ekonomi.
Oleh karenanya diperlukan perencanaan yang matang dan akurat dalam
menyusun rencana kegiatan pascatambang tersebut.
Demikian dokumen Rencana Pascatambang ini disusun, untuk dijadikan
pedoman perusahaan dan dapat dijadikan informasi bagi pengambil kebijakan
khususnya pada instansi yang membidangi pengelolaan Usaha Pertambangan.
Hormat Kami,
CV PUTRA IDOLA
YARSINA DEVI
Direktur
RPT CV PUTRA IDOLA |i
DAFTAR ISI
Hal
KATA PENGANTAR. i
DAFTAR ISI ii
DAFTAR TABEL iv
DAFTAR GAMBAR v
DAFTAR LAMPIRAN vi
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Maksud Tujuan 3
1.3 Pendekatan dan Ruang Lingkup 3
1.3.1 Pendekatan 3
1.3.2 Ruang Lingkup 4
BAB II PROFIL WILAYAH
2.1 Lokasi dan Kesampaian Daerah 6
2.1.1 Administrasi dan Geografis 6
2.1.2 Kesampaian Daerah dan Sarana Penghubung
7
Setempat
2.2 Kepemilikan dan Peruntukan Lahan 10
2.3 Rona Lingkungan Awal 11
2.4 Kegiatan lain di sekitar Tambang 11
BAB III DESKRIPSI KEGIATAN PERTAMBANGAN
3.1 Keadaan Cadangan Awal 12
3.2 Sistem dan Metode Penambangan 14
3.3 Pengolahan 18
3.4 Fasilitas Penunjang 23
BAB IV RONA LINGKUNGAN AKHIR LAHAN PASCATAMBANG
4.1 Keadaan Cadangan 25
4.2 Air Permukaan dan Air Tanah 26
4.3 Biologi Akuatik dan Terestrial 27
4.4 Sosial, Budaya dan Ekonomi 28
4.5 Peruntukan Lahan 29
4.6 Morfologi Bentang Alam 30
4.7 Air Permukaan 31
BAB V HASIL KONSULTASI DENGAN PEMANGKU KEPENTINGAN 33
BAB VI PROGRAM PASCATAMBANG
6.1 Reklamasi Tahap Operasi Produksi 35
6.2 Reklamasi pada masa Pascatambang 50
BAB VII PEMANTAUAN
7.1 Tujuan Pemantauan 51
7.2 Metode Pemantauan 52
7.3 Institusi Pemantauan 52
RPT CV PUTRA IDOLA | ii
7.4 Upaya Pemantauan Lingkungan 52
BAB VIII ORGANISASI
8.1 Organisasi 56
BAB IX KRITERIA KEBERHASILAN PASCATAMBANG
9.1 Kriteria Keberhasilan Pembongkaran 59
9.2 Kriteria Keberhasilan Remediasi Tanah 60
9.3 Kriteria Keberhasilan Reklamasi 60
BAB X RENCANA BIAYA PASCATAMBANG
10.1 Biaya Langsung 65
10.2 Biaya Tidak Langsung 66
10.3 Total Biaya 66
RPT CV PUTRA IDOLA | iii
DAFTAR TABEL
Tabel 1.2 Titik koordinat wilayah eksplorasi CV Putra Idola 7
Tabel 3.1 Jumlah Cadangan Tahun 2024 13
Tabel 3.2 Penjadwalan Produksi dan Umur Tambang 18
Tabel 3.3 Rangkuman distribusi produk hasil pengolahan batu 22
andesit
Tabel 3.4 Bukaan Lahan Fasilitas Penunjang 24
Tabel 6.1 Rencana Reklamasi Lahan Bekas Tambang 38
Tabel 6.2 Rencana Bukaan Lahan tambang dan Fasilitas 40
Penunjang
Tabel 6.3 Rencana Penggunaan Peralatan Reklamasi dan
Pascatambang 42
Tabel 6.4 Rencana Produktifitas Alat Gali Muat untuk Penataan 43
Tabel 6.5 Rencana Penataan Lahan tahap pascatambang 44
Tabel 6.6 Rencana Vegetasi 47
Tabel 6.7 Program Revegetasi 43
Tabel 8.1 Jadwal Rencana Penutupan Tambang IUP CV Putra 58
Idola
Tabel 9.1 Pedoman Penilaian Pascatambang 63
Tabel 9.2 Kriteria Keberhasilan Pascatambang 63
Tabel 10.1 Rencana Biaya Pembongkaran Fasilitas Tambang CV 65
Putra Idola
Tabel 10.2 Rencana Biaya Kegiatan Penutupan Tambang CV 67
Putra Idola
Tabel 10.3 Tata cara penempatan jaminan pascatambang CV 69
Putra Idola
RPT CV PUTRA IDOLA | iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Lokasi dan kesampaian daerah wilayah rencana IUP OP 9
CV Putra Idola
Gambar 3.2 Peta Cadangan Andesit CV Putra Idola 13
Gambar 3.3 Metode Penambangan Quarry Mining-Side Hill 15
Gambar 3.4 Metode Penambangan Open Pit-Push and Haul Back 16
mining
Gambar 3.5 Skema Penambangan Andesit CV Putra Idola 17
Gambar 3.5 Lokasi Fasilitas Pengolahan Andesit CV Putra Idola 23
Gambar 6.1 Peta Rencana Bukaan Lahan CV Putra Idola 50
Gambar 8.1 Struktur organisasi rencana operasi produksi CV Putra Idola 56
RPT CV PUTRA IDOLA |v
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Peta Lokasi CV. PUTRA IDOLA
Lampiran 2 Peta Foto Udara Kondisi Tahun 2022 CV. PUTRA IDOLA
Lampiran 3 Peta Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Daerah
Lampiran 4 Peta Fungsi Kawasan Hutan Daerah Penyelidikan
Lampiran 5 Peta Geologi Regional Daerah Penyelidikan
Lampiran 6 Peta Geologi Lintasan Daerah Penyelidikan
Lampiran 7 Peta Kondisi Singkapan Nadesit Daerah Penyelidikan
Lampiran 8 Peta Topografi Regional Daerah Penyelidikan
Lampiran 9 Peta Topografi detail Daerah Penyelidikan
Lampiran 10 Peta Morfologi lereng Daerah Penyelidikan
Lampiran 11 Peta Sumber Daya Andesit Daerah Penyelidikan
Lampiran 12 Peta Cadangan Andesit Daerah Penyelidikan
Lampiran 13 Peta Rencana Bukaan Lahan kegiatan Penambangan
Lampiran 14 Peta Rencana Penambangan tahun ke 1
Lampiran 15 Peta Rencana Penambangan tahun ke 2
Lampiran 16 Peta Rencana Penambangan tahun ke 3
Lampiran 17 Peta Rencana Penambangan tahun ke 4
Lampiran 18 Peta Rencana Penambangan tahun ke 5
Lampiran 19 Peta Rencana Penambangan tahun ke 6
Lampiran 20 Peta Rencana Penambangan tahun ke 7
Lampiran 21 Peta Rencana Penambangan tahun ke 8
Lampiran 22 Peta Rencana Penambangan tahun ke 9
Lampiran 23 Peta Layout infrastruktur dan sarana penunjang
Lampiran 24 Peta Rencana Reklamasi Tahap Operasi Produksi
Lampiran 25 Peta Rencana Pascatambang Tahap akhir Tambang
Lampiran 26 Peta Rencana Penyaliran Tambang
Lampiran 27 Peta CrossSection kondisi akhir tambang kondisi geoteknik
lereng tambang
RPT CV PUTRA IDOLA | vi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
A. Indentitas Perusahaan / Pemilik
a. Nama Perusahaan : CV. PUTRA IDOLA
b. Direktur : YARSINA DEVI
c. Jenis Perusahaan : Komanditer
d. Alamat Kantor : Komplek Cendana Blok A/1 Alai Parak Kopi Kota
Padang, Provinsi Sumatera Barat
e. Jenis Usaha : Penambangan Mineral Bukan Logam (Clay dan
Batuan andesit)
f. Lokasi Tambang : Kelurahan Teluk Kabung Tengah dan Nagari
Siguntur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung dan
Kecamatan XI Koto Tarusan, Kota Padang dan
Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat
B. Peraturan Perundangan
Adapun yang mendasari perencanaan dan pelaksanaan
kegiatan pascatambang ini adalah sebagai berikut :
1. Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang
Pertambangan Mineral dan Batubara sebagaimana telah
diubah oleh Undang- undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang
Perubahan Undang- Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang
Pertambangan Mineral dan Batubara.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2023 tentang
Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral
dan Batubara.
RPT CV PUTRA IDOLA |1
3. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2018 tentang
Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang Baik dan
Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara.
4. Keputusan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Nomor 1827
K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik
Pertambangan yang Baik.
C. Status Perizinan
CV Putra Idola adalah Perseroan Terbatas yang bergerak dalam
penambangan komoditas Dolomit yang mendapatan Wilayah Izin
Usaha Pertambangan (WIUP) Batuan seluas 4,4 Ha di Kelurahan Teluk
Kabung Tengah dan Nagari Siguntur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung
dan Kecamatan XI Koto Tarusan, Kota Padang dan Kabupaten Pesisir
Selatan, Provinsi Sumatera Barat berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor :
641/1/IUP/PMDN pada tanggal 11 April 2022.
Setiap kegiatan usaha pertambangan, pemrakarsa harus
memiliki kelengkapan perizinan yang harus dilaksanakan terlebih
dahulu sebelum memulai kegiatan usaha pertambangan dan sebagai
pedoman dalam melaksanakan kegiatan serta memenuhi kewajiban
selaku pemegang Izin Usaha Pertambangan.
RPT CV PUTRA IDOLA |2
1.2 Maksud dan Tujuan
Maksud dari penyusunan rencana pascatambang ini adalah untuk
menjadi pedoman mengenai program teknis dan rencana serta biaya
pascatambang, sehingga pelaksanaan pascatambang dapat dilakukan
dengan terencana, terarah dan terukur.
Tujuan dilakukannya penyusunan dokumen pascatambang ini adalah :
1. Melakukan identifikasi terhadap rencana kegiatan penambangan
dalam rangka penyusunan program rencana pascatambang.
2. Mengetahui aspek dominan yang menjadi dasar perencanaan dan
skenario pemanfaatan lahan pascatambang yang menunjang
pembangunan berkelanjutan.
3. Mengetahui alternatif pengganti sumber daya alam bahan tambang
untuk menjadi motor penggerak pembangun pada saat
pascatambang.
4. Menyusun tata cara pada saat dilaksanakannya kegiatan
pascatambang.
5. Menghitung biaya rencana pascatambang dan cara
penempatan biaya tersebut sebagai jaminan pascatambang.
1.3 Pendekatan dan Ruang Lingkup
1.3.1 Pendekatan
- Pendekatan Teknologi
Pendekatan teknologi, yaitu cara-cara atau teknologi yang digunakan
dalam melakukan penutpan tambang yang berhubungan dengan
prinsip-prinsip penutupan tambang.
RPT CV PUTRA IDOLA |3
- Pendekatan Sosial Ekonomi
Pendekatan sosial ekonomi, yaitu upaya-upaya yang akan dilakukan
perusahaan dalam melakukan penutupan tambang yang
berlandasan interaksi sosial, peran penduduk, dan yang termasuk
dalam pemangku kepentingan.
- Pendekatan Institusi
Pendekatan institusi, yaitu mekanisme kelembagaan yang akan
dilakukan oleh perusahaan dalam rangka pelaksanaan penutupan
tambang, meliputi koordinasi dengan instansi terkait dan
penyampaian laporan berkala.
1.3.2 Ruang Lingkup
Lingkup pekerjaan adalah penyusunan dokumen pascatambang
IUP Operasi Produksi CV Putra Idola dengan berpedoman pada
Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang
Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik pada
Lampiran V.
kebun masyarakat yang diusahakan secara tradisional. Pada
intinya lokasi penyelidikan berada di luar kawasan Hutan Lindung dan
kawasan peta indikatif penundaan pemberian izin baru (PIPPIB).
Pembahasan dalam dokumen rencana pascatambang ini meliputi
a. Profil Wilayah
b. Deskripsi kegiatan pertambangan
c. Rona Lingkungan Akhir Lahan Pascatambang
d. Program Pascatambang
RPT CV PUTRA IDOLA |4
e. Organisasi pascatambang
f. Kriteria Keberhasilan Pascatambang
g. Rencana Biaya Pascatambang.
RPT CV PUTRA IDOLA |5
BAB II
PROFIL WILAYAH
2.1 Lokasi dan Kesampaian Daerah
2.1.1 Administrasi dan Geografis
Daerah penambangan IUP CV Putra Idola yang menempati area
seluas 4,4 ha, sesuai peruntukan lahan berdasarkan Rencana Tata Ruang
Wilayah Kota Padang, Peraturan Daerah Kota Padang Padang Nomor 3
Tahun 2019 untuk periode 2010 – 2030, merupakan Kawasan
Pertambangan yang dimiliki oleh masyarakat. Sementara di sebelah
Timurnya berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Nomor
1 Tahun 2020 periode 2010 – 2030, lokasi IUP CV Putra Idola merupakan
kawasan Hortikultura.
Kelurahan Bungus Teluk Kabung berdasarkan data BPS Kota Padang
pada tahun 2020 memiliki jumlah penduduk sebanyak 27.408 jiwa, terdiri
dari 14.079 jiwa penduduk laki-laki dan 13.329 jiwa penduduk perempuan,
dengan perbandingan jumlah penduduk berdasarkan rasio jenis kelamin
105.62%.
Dari segi pekerjaan responden, terdapat berbagai jenis atau variasi
bidang pekerjaan. Pekerjaan yang paling banyak ditekuni oleh
responden adalah wiraswasta (14,0 %), bertani (38,2 %) dan berdagang
(5,6 %). Baru kemudian diikuti oleh buruh (11,1 %) dan pegawai negeri sipil
(8,4 %).
RPT CV PUTRA IDOLA |6
Secara geografis wilayah yang dimohonkan berada pada koordinat
seperti pada tabel 1.2 sebagai berikut.
Tabel 1.2
Batas Koordinat Wilayah Kagiatan CV Putra Idola
=====================================================================
No. Bujur Timur Lintang Selatan
Titik -------------------------------------------------------------------------------------------
Koord. ø ' " ø ' "
======================================================================
1 100 25 38,37 1 4 21,13 LS
2 100 25 38,37 1 4 22,76 LS
3 100 25 36,76 1 4 22,76 LS
4 100 25 36,76 1 4 24,39 LS
5 100 25 35,14 1 4 24,39 LS
6 100 25 35,14 1 4 26,02 LS
7 100 25 33,52 1 4 26,02 LS
8 100 25 33,52 1 4 27,65 LS
9 100 25 31,10 1 4 27,65 LS
10 100 25 31,10 1 4 29,28 LS
11 100 25 32,72 1 4 29,28 LS
12 100 25 32,72 1 4 30,90 LS
13 100 25 34,34 1 4 30,90 LS
14 100 25 34,34 1 4 32,53 LS
15 100 25 37,57 1 4 32,52 LS
16 100 25 37,57 1 4 31,72 LS
17 100 25 38,38 1 4 31,72 LS
18 100 25 38,38 1 4 27,65 LS
19 100 25 39,12 1 4 27,65 LS
20 100 25 39,12 1 4 26,02 LS
21 100 25 40,00 1 4 26,02 LS
22 100 25 40,00 1 4 21,13 LS
======================================================================
2.1.2 Kesampaian Daerah dan Sarana Perhubungan Setempat
Teluk Bungus memiliki panjang garis pantai 21.050 meter dan
panjang teluk 5.418 meter, volume 223.255.052,2 m3, memiliki bentuk
permukaan yang cenderung membulat dan luas permukaannya 1383,86
Ha (Kusumah, 2008). Teluk ini termasuk dalam Kecamatan Bungus Teluk
Kabung dan merupakan salah satu kecamatan pesisir di wilayah
selatan Kota Padang dengan luas 100,78 km2 dan jumlah penduduk
RPT CV PUTRA IDOLA |7
23.400 jiwa (BPS,2006). Secara astronomis kecamatan ini berada pada
posisi 01001’21’’–01005’02’’ Lintang Selatan (LS) dan 100021’58’’ –
100026’36’’ Bujur Timur (BT) dan terletak di bagian barat pantai Pulau
Sumatera. Kecamatan Bungus Teluk Kabung berada pada ketinggian
rata-rata sekitar 0-5 m dpl untuk daerah pesisir, dan < 850 m untuk daerah
perbukitan. Temperatur berkisar antara 22,5C –31,5C dan curah hujan
314,47 mm/bulan. Secara geografis berbatasan langsung dengan :
sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Lubuk Begalung dan
Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, sebelah selatan berbatasan
dengan Kabupaten Pesisir Selatan, sebelah barat berbatasan dengan
Pantai Barat Sumatera atau Samudera Hindia, dan sebelah timur
berbatasan dengan Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang dan
Kabupaten Pesisir Selatan. Secara administratif Kecamatan Bungus Teluk
Kabung memiliki 6 (enam) kelurahan, yaitu: Teluk Kabung Selatan, Bungus
Selatan, Teluk Kabung Tengah, Teluk Kabung Utara, Bungus Timur dan
Bungus Barat. Sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Kota Padang Tahun 2004-2013 Kecamatan Bungus Teluk Kabung
merupakan daerah yang termasuk pada Sentra Pertumbuhan Selatan
Kota Padang. Kawasan yang memiliki potensi sumberdaya pesisir dan
laut ini direncanakan sebagai kawasan andalan pengembangan
industri maritim, wisata bahari, dan daerah perlindungan (Pemerintah Kota
Padang 2004). Kondisi dan jenis pantai di Indonesia secara sederahana
dapat dikelompokan atas pantai berpasir, pantai berlumpur, pantai
berawa dan pantai berbatu (Bemmelen, 1970). Teluk Bungus memiliki
sumberdaya alam yang sangat potensial dengan pantainya yang landai
RPT CV PUTRA IDOLA |8
dan berpasir putih, membujur dari utara ke selatan, posisinya sangat
strategis dekat dengan ibukota provinsi Sumatera Barat dan berada di
selatan Teluk Bayur, tepatnya di Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Teluk
Bungus merupakan wilayah yang cukup memiliki keanekaragaman
pemanfaatan laut terutama pesisirnya. Keanekaragaman itu terlihat dari
adanya kawasan pelabuhan, industri, permukiman, perkebunan, wisata
serta kawasan konservasi.
Secara administratif lokasi kegiatan studi IUP CV Putra Idola
berlokasi di Kelurahan Teluk Kabung, Kecamatan Bungus Teluk Kabung,
Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, dengan batas-batas wilayah:
- Sebelah Utara : Kecamatan Lubuk Begalung dan Lubuk Kilangan
- Sebelah Timur : Kecamatan Kota XI Terusan (Kab. Pesisir Selatan)
- Sebelah Selatan : Kecamatan Kota XI Terusan (Kab. Pesisir Selatan)
- Sebelah Barat : Samudera Indonesia
Secara geografis, wilayah yang akan diupayakan untuk
peningkatan pada tahap operasi produksi dalam kegiatanya berada
antara 010 04’ 21’’ dan 010 04’ 32” Lintang Selatan dan 1000 25’ 31”
dan 1000 25’ 40” Bujur Timur., dengan lokasi pada Gambar 1.1. dan titik
koordinat pada Tabel 1.2.
RPT CV PUTRA IDOLA |9
Gambar 2.1
Peta Lokasi dan Kesampaian Daerah
RPT CV PUTRA IDOLA |9
2.2 Kepemilikan dan Peruntukan Lahan
Berdasarkan isi dokumen Lingkungan yang telah disusun dan telah
disetujui oleh CV Putra Idola pada awal tahun 2024 yang lalu, Daerah
penambangan IUP CV Putra Idola yang menempati area seluas 5,00
ha, sesuai peruntukan lahan berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah
Kota Padang, Peraturan Daerah Kota Padang Padang Nomor 3 Tahun
2019 untuk periode 2010 – 2030, merupakan Kawasan
Pertambangan yang dimiliki oleh masyarakat. Sementara di sebelah
Timurnya berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pesisir Selatan
Nomor 1 Tahun 2020 periode 2010 – 2030, lokasi IUP CV Putra Idola
merupakan Kawasan Hortikultura.
Adapun kepemilikan lahan pada lokasi rencana penambangan
sebahagian kecil merupakan lahan milik Ulayat, sekarang lahan tersebut
diperuntukan/diberi kuasa kepada CV Putra Idola untuk mengambil
material Clay dan Andesit dengan cara kerjasama sesuai dengan surat
pernyataan kesepakatan/persetujuan kaum yang diwakili melalui Mamak
Kepala Waris Kaum. Setelah mendapat persetujuan dari pihak kaum
lainnya maka selanjutnya untuk mewujudkan rencana pengusahaan
potensi bahan tambang tersebut maka CV Putra Idola segera melakukan
pengurusan legalitas rencana usaha tersebut dengan mengajukan
permohonan Izin usaha pertambangan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan di sektor pertambangan mineral dan batubara.
Terdapat beberapa jenis tumbuhan liar yang ikut menyusun
vegetasi di sekitar wilayah usaha pertambangan CV Putra Idola antara
lain adalah tanaman budidaya seperti Karet (Havea brasiliensis),
RPT CV PUTRA IDOLA | 10
rambutan (Nephelium Lappaceum), kelapa (Cocos Nucifera), nangka
(Artocarpus heterophyllus), dan Jambu air (Syzygium Aqueum) serta
durian. Dimana jenis flora tersebut terdapat di sekitar wilayah kerja yang
pada awalnya difungsikan sebagai Pohon pelindung dan penyerap
polutan yang dihasilkan dari aktifitas transportasi setempat.
2.3 Rona Lingkungan Awal
Berdasarkan Peta Tata Guna Lahan, dapat diketahui bahwa
keseluruhan wilayah IUP digunakan sebagai lahan perkebunan oleh
masyarakat sekitar lokasi. Setelah dilakukan pengamatan di lapangan
saat kegiatan eksplorasi, dapat diketahui dan dilihat pada Peta Kemajuan
tambang bahwa sebagian besar dari Wilayah IUP sudah pernah dilakukan
pembukaan lahan sebelumnya, yaitu pada bagian utara Wilayah IUP.
Untuk bagian barat Wilayah IUP ditutupi oleh vegetasi berupa semak
belukar, sedangkan pada bagian timur ditutupi oleh pohon-pohon dan
ladang masyarakat.
Tata guna lahan yang ada sebelum dilakukan penambangan
didominasi oleh tanaman kulit manis dan durian yang diolah oleh
masyarakat atau pemilik lahan, sedangkan sebagian kecil terdapat
tanaman tidak produktif.
2.4 Kegiatan Lain di Sekitar Tambang
IUP CV Putra Idola berada tidak jauh dari tepi jalan nasional yang,
yang mana masyarakat sekitar ada yang bertani, berkebun serta berjualan
disepanjang tepian jalan nasional tersebut.
RPT CV PUTRA IDOLA | 11
BAB III
DESKRIPSI KEGIATAN PERTAMBANGAN
3.1. Keadaan Awal Cadangan
Untuk memenuhi kebutuhan pasar secara kuantitas wilayah prospek
rencana produksi merupakan wilayah yang dapat ditambang, karena secara
kualitas memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam berbagai kebutuhan
sektor industri terutama pemenuhan kebutuhan pembangunan jalan.
Setelah dilakukannya kegiatan eksplorasi lanjutan oleh tim CV. PUTRA
IDOLA, Jumlah volume sumberdaya cadangan pada rencana Wilayah Izin Usaha
Pertambangan (WIUP) Operasi Produksi Mineral Bukan Logam (Clay) dan Mineral
Lainnya (Andesit) CV. PUTRA IDOLA seluas 4,4 Ha sebesar sebesar 254.722,02
m3 / 509.444,05 ton untuk Clay dengan density clay sebesar 2,00 cm3/gr, dan
Andesit sebesar 604.921 M3 / 1.091.248 Ton density andesit sebesar 2,6
cm3/gr.
Selain dari itu, Andesit merupakan bahan galian yang berpotensi
dilakukan kegiatan penambangan, yang mana telah dilakukan kegiatan
eksplorasi dan juga telah dikaji kelayakan usahanya, berikut sumberdaya dan
cadangan andesit pada lokasi CV Putra Idola.. Pada prinsipnya, cadangan
yang berada pada wilayah CV Putra Idola merupakan cadangan Terkira
dan terbukti
RPT CV PUTRA IDOLA | 12
Tabel 3.1.
Jumlah Cadangan Andesit Tahun 2024
Gambar 3.2
Peta Cadangan Andesit CV Putra Idola
RPT CV PUTRA IDOLA | 13
3.2. Sistem dan Metode Penambangan
Berdasarkan hasil kajian yang telah dituangkan ke dalam
dokumen Study Kelayakan didapatkan informasi bahwa kegiatan
penambangan yang akan dilakukan oleh CV Putra Idola
menggunakan metode penambangan terbuka Open Cut dimana
nantinya kegiatan penambangan akan dimulai dari atas dengan cara
memotong/memangkas yang akan membentuk jenjang sehingga
area bekas penambangan berbentuk datar (Pendataran) dengan
elevasi sama dengan jalan nasional di dekatnya.
Operasi penambangan setiap tahunnya terdiri dari kegiatan
pembersihan lahan yang dilaksanakan terlebih dahulu, kemudian
diikuti dengan penggalian, pemuatan dan pengangkutan yang
dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan. Artinya, sementara
kegiatan pembersihan lahan terus berlangsung dan setelah luas lahan
yang dibersihkan cukup dan aman untuk area fasilitas permukaan,
maka kegiatan penambangan segera dimulai. Kegiatan ini diikuti
dengan kegiatan pemuatan dan pengangkutan, baik bahan galian
batuan maupun lapisan penutupnya.
Kegiatan tersebut diawali dengan pembersihan lahan berupa
semak belukar, pohon-pohon serta tanaman penutup lainnya,
sehingga pelaksanaan pembukaan lahan yang akan dilakukan pada
tahap berikutnya dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan ini
dilakukan dengan menggunakan excavator dibantu tenaga manusia
dengan menggunakan peralatan seperti chainsaw, kampak, parang
dll. Hasil pembukaan lahan ini nantinya berupa vegetasi penutup
RPT CV PUTRA IDOLA | 14
lahan akan ditempatkan pada lokasi tertentu agar dapat
dioptimalkan kembali apabila diperlukan lagi untuk kegiatan
pemulihan lahan setelah kegiatan penambangan selesai.
Setelah lahan telah dibersihkan dari vegetasi, selanjutnya
dilakukan kegiatan penambangan tanah dan batuan penutup
(exposing) bahan galian batuan dengan menggunakan metode gali
muat yang merupakan kombinasi alat gali dan alat muat.
Dalam perencanaan tambang CV Putra Idola memiliki 2
skenario penambangan, dengan penjelasan sebagai berikut:
1. Metode Quarry Mining – Side Hill, dalam metode ini
digunakan pada tahun pertama kegiatan penambangan yang
diterapkan pada penambangan endapan bahan galian
industri di lokasi ini dengan metode pengambilan bahan galian
dilakukan pada lereng-lereng bukit dan medan kerja mengikuti
arah lereng dengan mengambil sebagian bahan endapan
dengan lereng bukit yang memanjang dengan jalan masuk
dari salah satu sisi front kerja (straight ramp) (Gambar 2.3).
Gambar 3.3 Metode Penambangan Quarry Mining-Side Hill
RPT CV PUTRA IDOLA | 15
2. Metode Pit Type Quarry – Push and Haul Back Mining, dalam
metode ini digunakan pada tahun kedua dan tahun selanjutnya
dimana scenario penambangan ini pada galian tanah penutup
dari pit akan dibuang ke luar tambang sambil membentuk
box cut. Dengan membagi desain penambangan per
tahapan lalu pada tahapan selanjutnya sampai pada batas pit
mencapai level maksimal (rencana level dasar lantai
tambang), dan pada area disposal yang telah maksimal
atau mencapai level maksimal maka pada area buangan
tanah penutup akan di reklamasi. (Gambar 2.4).
Gambar 3.4 Metode Penambangan Open Pit-Push and Haul Back mining
Dengan metode tambang terbuka ini dilakukan berdasarkan
pertimbangan faktor-faktor teknis yang mencakup model geologi,
kondisi endapan, kondisi lapisan penutup (overburden) serta
pertimbangan kemudahan pengelolaan aspek lingkungan baik
dalam proses penambangan maupun setelah aktifitas
penambangan berakhir dan juga untuk pekerjaan reklamasi
RPT CV PUTRA IDOLA | 16
dibeberapa tempat dapat dilakukan lebih cepat dan tanah pucuk
dapat langsung ditebar sehingga mengurangi pekerjaan rehandle.
Metode ini memiliki kelebihan dalam fleksibilitas dan selektivitas dalam
penambangan, antara lain seperti:
1. Perolehan (recovery) terhadap penambangan cadangan
endapan bahan galian dapat lebih besar.
2. Tingkat produksi endapan bahan galian yang lebih besar
karena area kerja yang cukup luas.
3. Alokasi penyebaran peralatan tambang yang lebih mudah
dalam pengontrolannya.
4. Pengelolaan K3LH yang lebih baik.
5. Reklamasi dapat dilakukan lebih cepat dan penanganan lahan
pasca tambang yang lebih baik.
Tata cara penambangan batu andesit CV Putra Idola dari
proses hulu sampai dengan hilir dapat di lihat pada diagram alir
berikut.
Gambar 3.5 Skema Penambangan Andesit CV Putra Idola
RPT CV PUTRA IDOLA | 17
Tabel 3.2.
Penjadwalan Produksi dan Umur Tambang
Produksi Cadangan Umur
Tahun
Tonase Recovery Total Tonase Tambang
Ke
(Ton) (%) (Ton) (Tahun)
Ekspl. 2023 ----------------- 1,091,248
1 120,000 95.0% 114,000 971,248 1
2 120,000 95.0% 114,000 851,248 2
3 120,000 95.0% 114,000 731,248 3
4 120,000 95.0% 114,000 611,248 4
5 120,000 95.0% 114,000 491,248 5
6 120,000 95.0% 114,000 371,248 6
7 120,000 95.0% 114,000 251,248 7
8 120,000 95.0% 114,000 131,248 8
9 120,000 95.0% 114,000 11,248 9
10 10
11 Rencana Pascatambang 11
12 12
Total 1,080,000 95.0% 1,026,000 11,248 12
3.3. Pengolahan
Saat ini kegiatan penambangan clay di lokasi IUP CV Putra
Idola masih berlangsung, dan setelah mendapatkan perizinan IUP batu
andesit CV Putra Idola rencananya akan menambang batu andesit
dengan produksi maksimum sekitar 45.977 M3 per tahun atau
setara dengan 120.000 ton per tahun. Hasil penambangan
berupa fragmentasi dari hasil pemecahan breaker selanjutnya harus
diolah terlebih dahulu untuk menghasilkan produk yang dapat dijual,
yaitu sebagai aggregate / split, yang diharapkan dapat memenuhi
rencana penjualan permintaan pasar yang akan digunakan
sebagai bahan konstruksi. Dengan demikian, produk yang dihasilkan
RPT CV PUTRA IDOLA | 18
akan berupa produk dengan berbagai jenis ukuran tertentu. Jumlah
produksi untuk masing-masing berdasarkan tipe dan jenis ukuran
aggregate / split akan ditentukan oleh kebutuhan permintaan
pasar. Untuk memenuhi rencana tersebut, maka perlu disiapkan
fasilitas pengolahan batu andesit berupa crushing plant dan screening
plant.
Dengan mempertimbangkan bahwa peralatan crushing
dan screening plant yang diperlukan dapat dipenuhi dari produk
lokal maka skenario desain peralatan akan dirancang berdasarkan
pabrikasi lokal oleh jasa penyedia peralatan di Kota Padang
(seperti pabrikasi bengkel Bengkel Umum). Apabila tidak tersedia di
dalam negeri bagi spesifikasi peralatan yang diperlukan maka
pengadaan peralatan akan dilakukan dari luar daerah.
Maksud dari kegiatan pengolahan adalah untuk
mendapatkan ukuran material (batuan) sesuai dengan keinginan
konsumen. Tata cara pengolahan berdasarkan pertimbangan jenis
material. Pemilihan metode pengolahan didasarkan pada perolehan
hasil sebagai produk. Beberapa faktor yang mempengaruhi metode
pengolahan, seperti:
1. Karakteristik spasial dari material meliputi ukuran, kekerasan,
dan produk yang diharapkan.
2. Kondisi eksternal meliputi ukuran permintaan pasar,
perbandingan hasil produk, parameter kualitas, dan
keseragaman.
RPT CV PUTRA IDOLA | 19
3. Kondisi ekonomi mempengaruhi investasi, aliran kas,
masa pengembalian dan keuntungan, yang meliputi
cadangan, target produksi, umur alat, produktivitas, dan
perbandingan biaya pengolahan dalam memilih metode
pengolahan yang sesuai.
4. Faktor teknologi, meliputi perolehan, dilusi, fleksibilitas
metode perubahan kondisi, modal, pekerja, dan intensitas
mekanisasi.
5. Faktor lingkungan.
6. Dari target penambangan sebesar 120.000 ton per tahun, maka
desain pengolahan atau penjualan produk aggregate / split
ditentukan sebesar 114.000 ton pertahun dengan recovery
pengolahan 95%.
Dari rencana produksi batu andesit maksimum 120.000 ton
per tahun akan diumpankan ke dalam hopper crushing plant.
Peralatan pengolah batu andesit merupakan serangakaian mesin
pengumpan, peremuk, pengangkut dan pengayak yang terintegrasi
di area crushing and screening plant yang dirancang untuk dapat
mengolah batu andesit hasil penambangan dengan ukuran boulder
kira-kira -750 mm menjadi beberapa fraksi ukuran produk yang
sesuai pasar, sehingga peralatan utama dari unit pengolah batu
andesit ini adalah mesin peremuk (crusher) dan mesin pengayak
(screen). Namun demikian, untuk mengangkut dan mengumpankan
RPT CV PUTRA IDOLA | 20
batu andesit dari satu mesin ke mesin yang lain maka diperlukan
unit feeder dan conveyor.
Dengan pertimbangan tersebut maka produk yang akan
diproduksi harus sesuai dengan spesifikasi pasar untuk jenis material
yang umum digunakan adalah sbb:
1. Produk 1 (Bolder / Bongkah ukuran>125 mm).
Material jenis ini umumnya digunakan untuk penimbunan di
daerah- daerah rawa atau bibir pantai, penahan ombak,
reklamasi pantai dan pembuatan dermaga sederhana serta
digunkan sebagai batu pondasi untuk bangunan dan tile
(penahan lereng).
2. Produk 2 (Base Course makadam ukuran -70 mm+50 mm).
Material jenis ini digunakan untuk lapisan kedua atau ketiga
dari suatu arel yang akan ditimbun dan dipadatkan
dimana tanah dasarnya sudah cukup stabil.
3. Produk 3 (Split Stone / Batu Pecah ukuran -50 mm+30 mm).
Material ini biasanya digunakan untuk dasar badan jalan
sebelum menggunakan material yang lain, penyangga
bantalan kereta api, penutup / pemberat pipa didasar laut, dsb.
4. Produk 4 (Split Stone / Batu Pecah ukuran -30 mm+ 20 mm).
Material ini banyak digunakan untuk pengecoran lantai kerja,
pengecoran / pembetonan horisontal.
RPT CV PUTRA IDOLA | 21
5. Produk 5 (Split Stone / Batu Pecah ukuran -20mm + 10mm).
Material jenis ini banyak digunakan untuk pengecoran
segala macam konstruksi mulai dari yang ringan sampai
konstruksi berat. Spt: Jalan Tol, Gedung bertingkat, Landasan
Pesawat Udara, Bantalan Kereta Api, Pelabuhan dan
Dermaga, Tiang Pancang dan Jembatan, dsb.
6. Produk 6 (Pasir Screening ukuran -10 mm + 5mm).
Material jenis ini banyak digunakan untuk campuran dalam
proses pengaspalan jalan, mulai dari jalan yang ringan
sampai jalan berkelas-1 (Aspal Mixed Plant).
7. Produk 7 (Abu Batu ukuran -5 mm).
Material jenis ini banyak dibutuhkan untuk campuran dalam
proses pengaspalan dan bisa digunakan sebagai pengganti
pasir. Material ini adalah bahan utama dari pembuatan
gorong-gorong dan Batako Press.
Tabel 3.3.
Rangkuman distribusi produk hasil pengolahan batu andesit
Produy Fraksi Ukuran TPJ Persentase
Produk 1 - 125 + 70 mm 0.00 0%
Produk 2 -70 + 50 mm 15.00 20%
Produk 3 - 50 + 30 mm 12.00 16%
Produk 4 -30 + 20 mm 18.75 25%
Produk 5 -20 + 10 mm 14.25 19%
Produk 6 -10 + 5 mm 9.75 13%
Produk 7 -5 mm 5.25 7%
Total 75.00 100%
RPT CV PUTRA IDOLA | 22
Gambar 3.5 Lokasi Fasilitas Pengolahan Andesit CV Putra Idola
3.4. Fasilitas Penunjang
Secara administratif lokasi penambangan IUP Operasi Produksi CV
Putra Idola seluas 4,4 Ha ini berada di Kelurahan Teluk Kabung Tengah
dan Nagari Siguntur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung dan Kecamatan
XI Koto Taru.
Apabila mengacu kepada Dokumen Study Kelayakan yang telah
disetujui, CV Putra Idola berencana akan melakukan pembukaan lahan
seluas 4,4 (enam) Ha dalam 9 (lisembilan) tahun sesuai umur tambang
untuk dijadikan front penambangan sedangkan sarana penunjang
kegiatan operasi produksi yang nantinya akan disesuaikan dengan
jumlah fleet penambangan yang dibutuhkan dalam rangka optimalisasi
produksi.
RPT CV PUTRA IDOLA | 23
Di samping itu dalam perencanaan kegiatan pertambangan
yang telah disusun di dalam dokumen Study Kelayakan, CV Putra
Idola juga berencana akan membangun beberapa fasilitas
penunjang yang sebagian besar akan ditempatkan di wilayah IUP dan
akan dibangun berdekatan dengan front penambangan untuk
mempermudah akses dan optimalisasi fungsional yang dibutuhkan.
Adapun beberapa fasilitas penunjang yang dibangun seperti
Kantor lapangan dan pos penjagaan serta fasilitas lain dapat dilihat
dalam Tabel berikut :
Tabel 3.4
Bukaan Lahan Fasilitas Penunjang
Dimensi
No. Jenis Fasilitas Penunjang Luas (Ha)
(m2)
1 Kantor dan Mess Karyawan 30 0,003
2 Tangki BBC 20 0,002
3 Fasilitas Pengolahan/Crusher 430 0,043
4 StockPile 410 0,041
5 Gudang dan TPS Limbah B3 90 0,009
6 Kolam Sedimen 25 0,0025
7 Pos Jaga 30 0,003
8 Jalan Tambang 924 0,924
9
Total 4800 0,4800
RPT CV PUTRA IDOLA | 24
BAB IV
GAMBARAN RONA AKHIR TAMBANG
4.1 Keadaan Cadangan
Berdasarkan peta geologi lembar Pekanbaru skala 1 : 10.000 yang
diterbitkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Bandung, maka
wilayah IUP CV Putra Idola secara geologi regional terdiri dari satuan
batuan-batuan sedimen yang berumur tersier pada cekungan dan
menghasilkan batuan intrusi tersier. Hasil erosi dari batuan intrusi terbawa
dan mengendap disekitar aliran sungai lalu menghasilkan endapan
alluvial.
Perhitungan cadangan Clay dan Andesit dilakukan dengan
metode penghitungan volume dimana dari hasil rekomendasi lingkungan
hidup didapatkan bahwa penambangan Dolomit di dalam area IUP
dilakukan setidaknya hingga batas datar dengan jalan lintas. Sehingga
apabila dilihat dari kondisi existing kegiatan penambangan masih dapat
dilakukan pada area lahan seluas 4,4 Ha sehingga dapat dihitung jumlah
tonase Clay dan Andesit yang dapat ditambang adalah sebesar
254.722,02 m3 / 509.444,05 ton untuk Clay dengan density clay sebesar 2,00
cm3/gr, dan Andesit sebesar 604.921 M3 / 1.091.248 Ton density andesit
sebesar 2,6 cm3/gr. Pada prinsipnya, cadangan yang berada pada
wilayah CV Putra Idola merupakan cadangan Terbukti.
Mengingat salah satu sistem penambangan batuan yang
digunakan oleh CV Putra Idola ini adalah tambang terbuka metode Open
Cut dimana pekerjaan akan dimulai dari atas dengan memangkas bukit
RPT CV PUTRA IDOLA | 25
hingga membentuk jenjang kerja dan pada akhir penambangan akan
berbentuk jenjang pada sekeliling batas IUP dan landau hingga datar
pada wilayah tengah IUP, penataan lahan sesuai dengan peruntukan
akan dilakukan selama proses penambangan dilakukan, maka itu biaya
yang dikeluarkan untuk rencana reklamasi itu sedikit, dikarenakan proses
penataan lahan terus dilakukan seiring dengan proses kemajuan
penambangan dilakukan.
4.2 Air Permukaan dan Air Tanah
1. Air Permukaan
Memperhatikan kemungkinan perbaikan kualitas lingkungan
hidup setempat pada tahap operasi produksi dan pemulihan selama
tahap pascatambang, maka kualitas fisika dan kimia air sungai pada
wilayah IUP Operasi Produksi CV Putra Idola diperkirakan masih akan
memenuhi baku mutu kualitas air.
Perbaikan dan pemulihan kualitas air permukaan yang paling
utama adalah terhadap nilai parameter zat padat terlarut, zat padat
tersuspensi, pH, kandungan logam seperti Mn, Fe, Cu dan H2S (asam
sulfat) yang sebelumnya selama penambangan batuan mungkin
cenderung berfluktuasi cukup besar.
2. Air tanah
Hilangnya vegetasi akibat kegiatan penambangan akan
sangat berpengaruh terhadap kondisi air tanah pada sekitar wilayah
IUP Operasi Produksi CV Putra Idola dikarenakan vegetasi mempunyai
peranan penting dalam siklus hidrologi. Vegetasi memiliki fungsi
RPT CV PUTRA IDOLA | 26
sebagai penangkap air hujan sehingga air hujan yang turun tidak
seluruhnya menjadi air limpasan (run off).
Sebagian besar akan diserap oleh tanah (infiltrasi) dan
tersimpan di aquifer. Selanjutnya, air yang tersimpan di aquifer akan
mengalir melalui celah-celah atau pori tanah yang akhirnya
terkumpul atau mengalir menjadi air tanah yang digunakan sebagai
salah satu sumber untuk berbagai keperluan Reklamasi dan
revegetasi pada lokasi bekas bukaan lahan diharapkan dapat
mengembalikan kondisi air tanah seperti keadaan semula.
4.3 Biologi Akuatik dan Terestrial
1. Biologi Akuatik
Seiring dengan perbaikan kualitas air sungai pada wilayah IUP
Operasi Produksi CV Putra Idola, akan berdampak terhadap
terjadinya pemulihan kualitas nilai parameter zat padat terlarut, zat
padat tersuspensi, pH, kandungan logam seperti Mn, Fe, Cu dan H2S
(asam sulfat) akan turut pula meningkatkan kelimpahan beberapa
jenis ikan di lingkungan perairan setempat.
2. Biologi Terestrial
Sesuai dengan perencanaan, maka tanaman revegetasi yang
akan tumbuh pada area bekas penambangan adalah tanaman
kacang kacangan dan rerumputan untuk penguatan tebing, dimana
akhir tambang lahan akan berbentuk datar yang akan digunakan
untuk pemukiman/pertanian/perkebunan dan lainnya sesuai dengan
permintaan pemilik lahan dan juga arahan dari Penataan Ruang
RPT CV PUTRA IDOLA | 27
Daerah di Kabupaten Sijunjung. Peningkatan kelimpahan satwa tidak
terlepas pula dari kualitas habitat yang makin baik seiring
pertumbuhan tanaman revegetasi sehingga kelimpahan atau skala
kehadiran satwa berpeluang terperbaiki.
4.4 Sosial, Budaya, dan Ekonomi
Keberlanjutan ekonomi di sektor pertambangan terkait dengan
jangka waktu izin usaha pertambangannya, sebab jika izin usaha
pertambangannya berakhir atau deposit bahan tambangnya habis
seringkali kegiatan ekonomi di lokasi pertambangan menurun tajam,
ketika kegiatan ekonomi menurun dan tidak ada penggerak ekonomi
lainnya maka akan menimbulkan berbagai persoalan sosial yang pada
akhirnya akan berdampak negatif terhadap lingkungan pascatambang
yang telah ditata sedemikian rupa. Oleh sebab itu perlu ada kegiatan
ekonomi lain yang dapat bergerak setelah kegiatan pertambangan
selesai, meskipun tidak sebesar ketika adanya kegiatan pertambangan.
Dalam pembangunan pascatambang, maka harus diupayakan
lahan bekas tambang dapat memberikan pendapatan yang optimal
bagi negara/daerah dan masyarakat. Dimensi sosial budaya,
menyangkut pemeliharaan kemantapan sistem sosial dan budaya
daerah pertambangan dan sekitarnya yang ditunjukkan dengan
berkurangnya angka pengangguran masyarakat, adanya
pemberdayaan masyarakat, peningkatan keterampilan masyarakat serta
terjaganya nilai-nilai budaya setempat. Keberlanjutan sosial tidak dapat
dianggap mudah , sebab jika gagal dalam penanganan aspek sosial,
RPT CV PUTRA IDOLA | 28
maka akan berdampak negatif terhadap aspek lingkungan dan ekonomi
yang dipersiapkan pasca kegiatan pertambangan.
Untuk mengantisipasi munculnya berbagai permasalahan sosial
maka dapat diterapkan pelaksanaan tanggung jawab sosial yang
dikenal dengan corporate social responsibility (CSR) yang merupakan
bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat
(PPM).
4.5 Peruntukan Lahan
Setelah operasi penambangan diharapkan penambangan Dolomit
yang dilaksanakan akan membentuk area datar berjenjang yang pada
akhirnya berguna untuk wilayah pemukiman/pertanian/perkebunan dan
peruntukan lainnya sesuai dengan keinginan dari pemilik lahan yang
mana tetap berkoordinasi dengan penataan ruang daerah, dimana
morfologi akhir daerah bekas tambang terbuka yang berlokasi di daerah
rencana kegiatan pertambangan ini nantinya permukaan tanahnya
akan menjadi landai/relative datar. Salah satu dampak dari penataan
permukaan tanah kembali adalah menurunnya tingkat kesuburan tanah,
maka perlu dilakukan penanaman kembali (revegetasi) tumbuh–
tumbuhan pelindung dan tanaman agribisnis, sehingga tidak mudah
erosi.
Dampak kegiatan penambangan terhadap sosial dan masyarakat
daerah sekitar dari segi kesehatan dan pendidikan relative tidak
terpengaruh karena lahan yang ditambang jauh dari pemukiman
penduduk. Sedangkan lahan bekas tambang dapat dimanfaatkan oleh
RPT CV PUTRA IDOLA | 29
masyarakat sebagai daerah tangkapan air dan areal
pemukiman/pertanian/perkebunan dan lainnya. Pada dasarnya, area
bekas penambangan merupakan masih dalam keadaan berbatu,
sehingga akan susah untuk ditanami, maka itu kami CV Putra Idola
berusaha untuk menjadikan area bekas penambangan sesuai dengan
peruntukan dan kebutuhan pemilik lahan.
Kami akan terus melakukan koordinasi dengan pemilik lahan terkait
apa yang akan dan harus dilakukan pada kemudian hari untuk
pengembalian fungsi lahan pasca penambangan.
4.6 Morfologi Bentang Alam
Dengan adanya kegiatan penambangan maka akan terjadi
perubahan bentang alam, dari penambangan ini akan mengakibatkan
terbentuknya area bukaan baru yang mana nantinya akan berbentuk
datar atau rata dengan jalan nasional yang nantinya akan sangat
berguna bagi masyarakat sekitar dan pemilik lahan.
Kegiatan penataan lahan serta revegetasi untuk lahan bekas
tambang dilakukan secara bertahap sesuai kemajuan tambang,
sehingga pada saat akhir tambang pekerjaan reklamasi tahap pasca
penambangan tidak terlalu berat dan keadaan morfologi yang
terganggu sebagian besar sudah siap untuk digunakan sesuai
peruntukannya. Penataan lahan dan revetasi pun akan dilakukan seiring
dengan kemajuan tambang yang dilakukan.
RPT CV PUTRA IDOLA | 30
4.7 Air Permukaan
Secara garis besar air di alam dapat di kelompokan menjadi air
permukaan dan air tanah. Berdasarkan kajian geohidrologi air tanah di
areal CV Putra Idola tidak mempengaruhi daerah penambangan
sehingga pada saat rona akhir tambang pun pengaruh terhadap air
tanah bisa dikatakan sangat minimal bahkan dapat diabaikan.
Untuk air permukaan baik berupa air sungai maupun air hujan
harus dikontrol aliran dan kualitasnya sehingga arah aliran maupun
kualitasnya dapat terkendali sesuai peraturan pemerintah. Disamping itu
karena terdapat sebuah hulu anak sungai yang nantinya akan
mengalir ke sungai utama pada lokasi rencana penambangan, maka
pada saat kegiatan penambangan dilaksanakan sungai kecil tersebut
akan bergeser sesuai elevasi final kegiatan penambangan yang
direncanakan.
Kegiatan penambangan batuan yang dilakukan secara terbuka
(Open Cut) secara jelas dan pasti tidak dapat menimbulkan fenomena
Acid mine Drainage. Air hujan yang jatuh di areal kegiatan tambang
selayaknya diisolir dan dialirkan ke tempat yang telah ditentukan untuk
dikelola agar kualitas air sebelum masuk perairan umum sudah
memenuhi baku mutu lingkungan, sehubungan sungai-sungai yang ada
di sekitar lokasi kegiatan seperti sungai-sungai yang digunakan oleh
masyarakat sebagai MCK (Mandi Cuci Kakus), mengairi persawahan
dan digunakan sebagai air minum, sehingga apabila air sungai
tercemar maka akan tercemar pula sawah-sawah penduduk sekitarnya
dan menurunkan tingkat kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya.
RPT CV PUTRA IDOLA | 31
Untuk mengetahui kualitas air sungai tersebut, maka dilakukan analisis
pada dua lokal yaitu bagian hulu dan bagian hilir berdasarkan lokasi
kegiatan untuk masing-masing.
RPT CV PUTRA IDOLA | 32
BAB V
HASIL KONSULTASI DENGAN
PEMANGKU KEPENTINGAN
Dari konsultasi singkat yang telah berulang kali dilakukan oleh CV Putra
Idola terhadap rencana Pascatambang, didapatkan kesimpulan bahwa
setelah kegiatan tambang di lokasi IUP Operasi Produksi berakhir, maka lokasi
tersebut akan dijadikan sebagai area pemukiman, perkebunan dan pertanian.
Perkebunan ini dapat dalam bentuk kebun masyarakat yang dimiliki dan
dikuasai secara pribadi perorangan, maupun dengan dikoordinasikan oleh
pemerintah setempat dan secara keseluruhan bekas area penambangan
akan berjenjang maupun relative landai.
Beberapa hal yang dihasilkan dari sosialisasi dan koordinasi yang
dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Pada dasarnya masyarakat di sekitar wilayah IUP menyambut baik
rencana penambangan yang akan dilakukan.
2. Sebelum melaksanakan kegiatan penambangan, harus memenuhi
kewajibannya berkaitan dengan pembebasan lahan.
3. Setelah berakhirnya kegiatan penambangan, harus mengembalikan
lahan sebagaimana peruntukkannya.
4. Aset bangunan yang sudah tidak digunakan lagi pada saat
berakhirnya kegiatan penambangan, agar dapat diserahkan kepada
pemerintahan nagari untuk dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat.
5. Harus melaksanakan dan menjalankan program Coorporate Social
Responsibility (CSR) karena apabila program CSR dapat berjalan dengan
RPT CV PUTRA IDOLA | 33
baik maka rencana penutupan tambang dimungkinkan akan berjalan
dengan baik pula disebabkan adanya kondisi sosial yang mendukung.
RPT CV PUTRA IDOLA | 34
BAB VI
PROGRAM PASCATAMBANG
6.1 Reklamasi Tahap Operasi Produksi
Industri pertambangan merupakan suatu industri yang menggali
dan mengolah sumber daya alam yang bersifat tidak dapat diperbaharui
(non- renewable). Pada suatu saat industri pertambangan nantinya
pasti akan berakhir atau ditutup, yang kemudian akan timbul
permasalahan- permasalahan, antara lain terganggunya fungsi
lingkungan hidup, turunnya pembangunan ekonomi, serta turunnya
kualitas sosial dan kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan
perencanaan penutupan tambang (RPT) dalam rangka berupaya
menanggulangi permasalahan- permasalahan tersebut untuk menjamin
pemanfaatan lahan di wilayah bekas kegiatan pertambangan agar
berfungsi sesuai peruntukannya.
Rencana penutupan tambang harus dilakukan secara progresif di
sepanjang siklus usia operasi, hal ini dikarenakan agar perencanaan
penutupan tambang berhasil. Manajemen CV Putra Idola harus
memastikan program ini telah terintegrasi sejak dini ke dalam
perencanaan utama dan tidak baru diperhatikan di akhir usia tambang.
Pekerjaan awal atau bahkan di tahap eksplorasi dapat berdampak pada
efektivitas dan keberhasilan perencanaan penutupan tambang.
Kemudian, penting untuk mendapatkan keterlibatan masyarakat dan
pemangku kepentingan lain di sepanjang proses perencanaan
penutupan tambang, agar mendapatkan hasil yang optimal. Kegiatan
yang dilakukan pada tahap pascatambang ialah dengan mereklamasi
RPT CV PUTRA IDOLA | 35
area yang belum direklamasi saat operasi penambangan
berlangsung, dengan kata lain reklamasi setelah umur tambang
berakhir. Area reklamasi pascatambang pada akhir tambang akan
dilakukan pada bekas area penambangan seluas 2,62 ha dari total
wilayah secara keseluruhan seluas 4,4 Ha. Dimana area 2,14 Ha akan
direklamasi pada tahap pertama 5 tahun.
Kegiatan pascatambang meliputi pembongkaran fasilitas
pengolahan dan bangunan (jika ada), dan dilakukan penataan lahan
serta revegetasi. Sementara jalan angkutan nantinya akan digunakan
untuk akses masyarakat.
A. Lahan yang akan direklamasi
Reklamasi tambang pada dasarnya adalah usaha untuk
memperbaiki kondisi lahan setelah aktivitas penambangan selesai.
Seperti yang sudah dimahfumi bahwa sifat dasar dari industri
tambang adalah destruktif karena aktivitasnya yang melakukan
penggalian dan merubah bentang lahan, perubahan iklim mikro
hingga ke kondisi fisik lingkungan. Selain itu, industri pertambangan
juga menimbulkan dampak positif sebagai sumber devisa negara,
pendapatan asli daerah, penciptaan lahan kerja, perubahan
ekonomi hingga bertindak sebagai development agen bagi
daerahnya.
Setelah aktivitas penambangan selesai, lahan harus segera
direklamasi. Tujuannya untuk menghindari kemungkinan timbulnya
potensi kerusakan lain. Potensi tersebut seperti timbulnya penurunan
daya dukung tanah bahkan terjadinya kerusakan.
RPT CV PUTRA IDOLA | 36
Rencana penutupan tambang adalah suatu proses panjang
dan kompleks. Beberapa hal bahkan sama kompleksnya dengan
proses uji kelayakan. Waktu perencanaan dalam jangka panjang.
Perencanaan harus berhadapan dengan perubahan-perubahan
sosial, ekonomi, dan lingkungan selama bertahun-tahun.
Perencanaan penutupan tambang yang sesuai kiranya adalah
sebuah perencanaan yang berkelanjutan, yaitu suatu proses
perencanaan yang meluas seiring dengan masa hidup tambang.
Program penutupan tambang di IUP CV Putra Idola disusun
berdasarkan ketentuan dalam peraturan pemerintah mengenai
penutupan tambang dan hasil konsultasi dengan pemangku
kepentingan.
1. Lahan Bekas Tambang
Setelah operasi penambangan diharapkan
penambangan Dolomit yang dilaksanakan akan membentuk
area relative datar berjenjang yang pada akhirnya berguna
untuk wilayah pemukiman/pertanian/perkebunan dan
peruntukan lainnya sesuai dengan keinginan dari pemilik
lahan yang mana tetap berkoordinasi dengan penataan
ruang daerah. dimana morfologi akhir daerah bekas
tambang terbuka yang berlokasi di daerah rencana kegiatan
pertambangan ini nantinya permukaan tanahnya akan
menjadi relative rata berjenjang. Salah satu dampak dari
penataan permukaan tanah kembali adalah menurunnya
tingkat kesuburan tanah, maka perlu dilakukan penanaman
RPT CV PUTRA IDOLA | 37
kembali (revegetasi) tumbuh – tumbuhan pelindung dan
tanaman agribisnis, sehingga tidak mudah erosi. Adapun
perencanaan kegiatan pascatambang pada lahan bekas
tambang ke depannya akan disesuaikan dengan rencana
penambangan yang telah disusun sebelumnya. Adapun
rencana pascatambang tersebut adalah sebagai berikut :
Tabel 6.1.
Rencana Reklamasi Lahan Bekas Tambang
Rencana Reklamasi
Periode Tahun Nama Blok Luas (Ha)
(kagiatan)
2024-2025 - -
2025-2026 - -
2026-2027 - -
2027-2028 Blok P-I 0,14 Penataan Lahan dan Revegetasi
2028-2029 Blok P-I 2 Penataan Lahan dan Revegetasi
Total Bukaan 2,14
2. Timbunan batuan penutup di luar bekas tambang
Dalam rencana pelaksanaan kegiatan operasional
penambangan yang akan dilakukan oleh CV Putra Idola
Tanah akan ditempatkan pada disposal area, dimana tanah
penutup nantinya akan digunakan pada kegiatan reklamasi,
rencana reklamasi barupa penataan dan revetasi wilayah
bekas penambangan yang nantinya akan dijadikan
pemukiman ataupun pertanian lahan kering, sekaitan
dengan pembicaraan yang telah dilakukan ke pemilik lahan,
lahan bekas penambangan sebahagian besar akan
digunakan untuk pemukiman atau rumah bagi pemilik lahan
RPT CV PUTRA IDOLA | 38
dan sebahagian lagi akan digunakan untuk pertanian lahan
kering ataupun perkebunan jangka panjang.
3. Jalan tambang
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa
metode penambangan yang diterapkan dalam kegiatan ini
adalah Open Cut, sehingga jalan tambang yang dibentuk
pada saat operasional penambangan akan dijadikan
sebagai akses maupun jalan untuk masyarakat dan pemilik
lahan untuk berkebun dan lainnya.
4. Sedimen Pond
Sedimen Pond biasanya dibuat dengan tujuan untuk
melakukan pengelolaan air tambang, baik air limpasan
tambang, maupun air permukaan tambang (run off), selain
itu sedimen pond juga dimanfaatkan sebagai fasilitas untuk
memonitor kualitas air sebelum dialirkan ke perairan umum
apakah sesuai dengan Baku Mutu lingkungan (BML) ataukah
belum.
Dalam perencanaan CV Putra Idola, penggunaan
Sedimen Pond hingga akhir umur tambang, dimana kegiatan
penambangan sebagian besar akan menghasilkan air larian
(run off), sedimen pond akan berguna sebagai media
pengendapan sedimen dan untuk air yang akan dialirkan
keperairan umum. Oleh karena itu dalam kegiatan pasca
tambang CV Putra Idola tidak melakukan reklamasi lahan
bekas Sedimen Pond yang mana sedimen pond tetap akan
RPT CV PUTRA IDOLA | 39
digunakan untuk pengontrol air maupun kolam kecil yang
akan dimanfaatkan oleh masyarakat, Sehingga pada
perhitungan jaminan reklamasi, variable biaya reklamasi
bekas sedimen pond tersebut tidak dihitung.
5. Fasilitas Penunjang
Kegiatan penambangan Dolomit CV Putra Idola yang
berada di Blok P-I merupakan kegiatan penambangan
dengan faslitas penunjang berjarak cukup dekat (25 m – 40
m), sehingga berakhirnya kegiatan penambangan pada blok
P-I tersebut tidak mempengaruhi lokasi fasilitas penunjang
yang ada.
Oleh karena itu, kedepannya CV Putra Idola tidak
merencanakan untuk melaksanakan reklamasi di seluruh
fasilitas penunjang dikarenakan akan digunakan oleh pemilik
lahan untuk pemukiman. Perhitungan jaminan dihitung untuk
perhitungan total biaya reklamasi dan pasca
tambangperiode 2024-2033.
Berikut rencana reklamasi bekas fasilitas penunjang ini
dapat dilihat dalam Tabel berikut.
Tabel 6.2
Rencana Bukaan Lahan tambang
RPT CV PUTRA IDOLA | 40
B. Teknik dan Peralatan
Tujuan utama dari reklamasi adalah mengembalikan
keseimbangan tanah (baik fisik, kimia maupun biologis) dan menjaga
kualitas air serta mempersiapkan lahan yang nantinya akan
dipergunakan lagi sebagai lahan yang produktif. Secara umum
usaha untuk meningkatkan kembali keseimbangan ekologis bekas
tanah bekas tambang dilakukan secara seksama sehingga pada
akhirnya dapat dicapai rona lingkungan yang mendukung flora,
fauna bahkan manusia disekitar kawasan bekas tambang.
Untuk mencapai tujuan ini disusun suatu perencanaan vegetasi
yang terpadu, mencakup tata cara pembukaan tanah untuk
tambang sehingga dapat mendukung kegiatan revegetasi. Urutan
kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
a. Permukaan lahan yang akan ditambang dibersihkan
dari pepohonan, sedangkan tumbuhan perdu dan herba
lainnya dibiarkan tumbuh dengan harapan pada saat tanah
ini ditimbun kembali, sebagian dari tumbuhan tersebut akan
tumbuh kembali dan menutupi tanah.
b. Lapisan top soil dari lahan penambangan ditempatkan pada
lokasi tertentu dan tidak bercampur dengan lapisan lainnya
sehingga pada saat dilakukan reklamasi lahan tanah ini dapat
ditebarkan diatas tanah yang akan direklamasi dan
revegetasi.
c. Overburden atau tanah penutup ditumpuk dan disebarkan
pada lokasi reklamasi dengan cara diratakan atau dibuat
RPT CV PUTRA IDOLA | 41
terasering dan kemudian ditutup dengan top soil sebelum
kegiatan revegetasi dilakukan. Adapun peralatan yang
dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan reklamasi mulai dari
penataan lahan hingga perawatan hasil reklamasi disesuaikan
dengan sequen reklamasinya, sehingga tidak mengganggu
ketersediaan peralatan untuk melakukan kegiatan lain
khususnya kegiatan penambangan. Secara garis besar
kegiatan yang membutuhkan jumlah peralatan yang cukup
besar dan banyak adalah kegiatan penataan gunaan lahan,
sedangkan untuk kegiatan lain hanya menggunakan tenaga
manusia sebagai peralatan langsungnya. Adapun kompilasi
penggunaan peralatan reklamasi yang direncanakan antara
lain adalah sebagai berikut.
Tabel 6.3
Rencana Penggunaan Peralatan Reklamasi dan pasca tambang
Dump Truck
Tahun Excavator PC 200 (Unit)
(Unit)
2024-2025 - -
2025-2026 - -
2026-2027 - -
2027-2028 1 3
2028-2029 1 2
2029-2030 - -
2030-2031 - -
2031-2032 - -
2032-2033 2 3
Faktor yang mempengaruhi pemilihan peralatan tersebut serta
kombinasi yang digunakan disesuaikan dengan tingkat kesesuaian yang telah
diperhitungkan, sesuai dengan jarak angkut yang tersedia. Adapun dasar
perhitungan pemilihan peralatan tersebut adalah sebagai berikut :
RPT CV PUTRA IDOLA | 42
Tabel 6.4
Rencana Produktivitas Alat Gali muat untuk penataan
DESKRIPSI Symbol Satuan Nilai
Jumlah alat muat nL buah 1
Jumlah alat angkut nH buah 3
Waktu edar alat muat menit 0.15
Waktu pemuatan ke dalam
bak
(6 kali pengisian) WPL menit 0.90
Waktu edar alat angkut WEH menit 2.37
Faktor Keserasian Kerja MF = (nH x WPL)/ 1.14
(nL x WEH)
Waktu tunggu alat muat WTL = ((nL x WEH) / menit (0.11)
Nh) - WPL
Kapasitas munjung bucket A m3 0.93
Efisiensi Kerja E1 0.75
Faktor pengembangan
E2 0.85
material
Faktor pengisian bucket E3 0.95
Waktu Edar Cm menit 0.04
Produksi Kombinasi Alat P = (A x 60 x E1 x E2 x E3) / Cm m3/jam 34.91
C. Penatagunaan Lahan
Kegiatan penambangan batuan CV Putra Idola dilakukan dengan
metode Open Cut dengan membuat bench pada setiap jenjang
kerjanya yang mana pada akhir penambangan lahan akan berbentuk
relative datar dan berjenjang.
Adapun rencana Penatagunaaan lahan yang akan dilakukan
antara lain adalah :
a) Penataan permukaan lahan
Seiring dengan kegiatan penambangan dilakukan, pada pit
limit akan dibuat jenjang yang mana seluruh jenjang akan ditanami
oleh cover crop seperti rumput vetiver, panataan lahan dilakukan
selama kegiatan penambangan hingga seluruh wilayah bekas
RPT CV PUTRA IDOLA | 43
penambangan berbentuk relative datar dan berjenjang. Begitu juga
dengan tahun selanjutnya hingga akhir masa produksi atau
pascatambang.
Tabel 6.5
Rencana Penataan Lahan tahap pasca tambang
Rencana Luas Rencana Luas
Tahun Tahun Ke-
Bukaan (Ha) Penataan (Ha)
2024-2025 1 1 0
2025-2026 2 0,48 0
2026-2027 3 1,14 0
2027-2028 4 0 0
2028-2029 5 0 2,14
2029-2030 6 0 0
2030-2031 7 0 0
2031-2032 8 0 0
2032-2033 9 0 0,48
Total 2,62 2,62
Rencana bukaan lahan pada tabel diatas merupakan luas bukaan
pada tahap periode 2024 s/d 2033, sedangkan rencana luas penataan
lahan merupakan akumulasi bukaan lahan antara periode sebelumnya 2024
s/d 2029 ditambahkan dengan luas bukaan lahan periode 2029-2033.
D. Revegetasi
Setelah kegiatan Penatagunaan lahan dilakukan, maka
selanjutnya akan dilakukan kegiatan revegetasi pada setiap jenjang
tebing dengan penanaman covercrop dengan tanaman kacang
kacangan lainnya. Parameter ini dihitung berdasarkan luasan area yang
akan ditanam. Adapun luas area yang akan ditanam tersebut
RPT CV PUTRA IDOLA | 44
melibatkan area hasil bekas penambangan yang telah berbentuk
tebing jenjang.
Adapun total luas area penanaman yang akan dilakukan
adalah sebesar 2,62 Ha. Kegiatan penanaman ini akan dimulai dengan
terlebih dahulu dengan menanam cover crop dengan menggunakan
kombinasi LCC jenis MC dimana keunggulan dari jenis ini adalah selain
harga yang murah, juga merupakan kacangan lokal Indonesia yang
digunakan sebagai penutup tanah tropis dan spesies pionir yang sangat
berguna untuk menahan erosi dan mengatur kesuburan tanah serta
pengendalian gulma.
Pada dasarnya kebutuhan cover crop per hektar dapat dihitung
berdasarkan jarak tanam dan tipe penebarannya. Penebaran yang
dilakukan oleh CV Putra Idola adalah dengan cara Broadcast Croping
atau yang lebih dikenal dengan system sebar, hal ini dipilih agar tidak
terjadi keterlambatan dalam penyelamatan unsure hara tanah.
Sedangkan untuk kebutuhan jumlah cover crop diperkirakan
adalah sebanyak 20 Kg/Ha dengan metode kombinasi (tanam atau
sebar) tergantung dari media tanamnya masing-masing (datar dan atau
miring). Oleh karena itu diestimasikan bahwa kebutuhan LCC sebagai
cover Crop hingga tahun ke 5 adalah masing-masing MC sebanyak 20
Kg/Ha x 2,14 Ha = 43 Kg. Bijih cover crop tersebut di tanam dengan
burden 0.6 m dan spasing 1,5 m dan kedalaman lubang tanam minimal
1.5 cm.
Selanjutnya setelah dilakukan penanaman cover crop dilakukan
penanaman tanaman Pioneer yang penanamannya juga dilakukan
RPT CV PUTRA IDOLA | 45
pada luasan area yang sama dan waktu penananaman yang sejalan
dengan penanaman cover crop. Adapun jenis tanaman umur panjang
yang digunakan adalah Pohon Durian. Tanaman ini tumbuh baik di
daerah tropis dan sub tropis, dan dapat tumbuh di dataran rendah
sampai dataran tinggi dengan kondisi tanah berbatu atau lempung.
Kebutuhan benih
Jumlah benih = (panjang tanah : jarak tanam) x (lebar tanah :
Jarak tanam) x jumlah benih perlubang
Untuk 1 (satu) Ha lahan dibutuhkan benih =
Panjang lahan : 100
Lebar : 100
Jarak tanam : 15 x 15 meter
Setiap lubang tanam diisi satu bibit
Kebutuhan benih = (100 : 15) x (100 : 15) x 1 = 36 benih
Dengan mempertimbangkan =
Daya tumbuh kecambah : 95%
Tingkat kematian selamai persemaian : 5%
Jadi benih durian yang dibutuhkan untuk 1 (satu) Ha lahan :
((36) + (36x5%)) = 38 benih
Dari perhitungan di atas, kebutuhan benih durian untuk
revegetasi pada bukaan lahan kegiatan operasi produksi Clay dan
Andesit CV Putra Idola.
Terakhir setelah cover crop dan tanaman pioneer (yang juga
berperan sebagai tanaman sisipan) selesai, maka selanjutnya ditanam
RPT CV PUTRA IDOLA | 46
tanaman utama reklamasi yang direncanakan yaitu tanaman durian.
Pemilihan jenis tanaman ini dilakukan didasarkan kepada Dokumen
Lingkungan yang telah disetujui yaitu dipilih jenis tanaman pepohonan
sebagai penguat tanah.
Adapun kebutuhan bibit buah durian untuk luasan lahan yang
dibutuhkan hanya pada lahan yang relatif datar saja, sehingga bibit
hanya akan ditanam pada lahan seluas 2,62 Ha. Kebutuhan bibit untuk
yang biasa dilakukan adalah sebanyak 36 bibit per ha, dengan jarak
tanam 15 m dan jarak baris 15 m. Jadi kebutuhan bibit sawit selama
rencana reklamasi adalah 36 bibit/Ha x 2,14 Ha = 77 bibit. Dalam
perhitungan biayanya nantinya akan diperhitungkan berdasarkan
kebutuhan bibit per hektar sehingga dianggap kebutuhan total untuk
reklamasi dikalikan dengan rencana luasan reklamasinya nanti.
Berikut tabel rencana program revegetasi lahan seluas 2,14 Ha
(lahan yang dibuka periode 2024-2033) bekas penambangan selama 9
tahun masa penambangan.
Tabel 6.6
Rencana Biaya Program Revegetasi (2,14 Ha)
Kebutuhan Harga TOTAL
No. Komponen Biaya Satuan
Per Hektar Satuan (Rupiah)
I. Penanaman Cover Crop 2.837.500,00
1 Biji cover crop MC Kg 30 11.000,00 330.000,00
2 Pupuk dasar (Rout Phospat) Kg 20 8.000,00 160.000,00
3 Herbisida Liter 20 75.000,00 1.500.000,00
4 Pupuk Kg 15 16.500,00 247.500,00
5 Upah pemupukan Kg 15 10.000,00 150.000,00
6 Upah semprot piringan Liter 15 10.000,00 150.000,00
7 Upah tanam Kg 30 10.000,00 300.000,00
RPT CV PUTRA IDOLA | 47
II. Penanaman Pioneer 16.975.000,00
1 Pohon tanaman Durian Bibit 77 110.000,00 8.470.000,00
2 Herbisida Liter 30 75.000,00 2.250.000,00
3 Pupuk NPK Kg 80 22.000,00 1.760.000,00
4 Upah pemupukan NPK Kg 80 15.000,00 1.200.000,00
5 Upah semprot piringan Liter 30 20.000,00 600.000,00
6 Upah tanam Bibit 77 35.000,00 2.695.000,00
III. Penanaman Tanaman 1.350.000,00
1 Bibit kacang-kacangan Btg 180 2.500,00 450.000,00
2 Herbisida Liter -
4 Pupuk Kg -
5 Upah pemupukan Kg -
6 Upah semprot piringan Liter -
3 Upah tanam Btg 180 5.000,00 900.000,00
III. Analisa Tanah 1.100.000,00
Analisa sampel tanah Sampel 2 550.000,00 1.100.000,00
Total Biaya Per Hektar 22.262.500,00
Total Biaya Revegetasi (seluas 2,14 Ha) 47.641.750,00
E. Pekerjaan Sipil Sesuai Peruntukan
Kegiatan reklamasi dan pasca tambang yang direncanakan oleh
CV Putra Idola dilakukan pada periode terakhir masa penambangan
dimana pekerjaan reklamasi dan pascatambang sendiri akan mulai
dilakukan pada tahun 2032 hingga tahun 2033.
Sesuai dengan umur tambang sebagai hasil kajian kelayakan
teknis yang tertuang dalam dokumen study kelayakan yang diperkirakan
lebih dari 9 (Sembilan) tahun, maka CV Putra Idola tidak mempunyai
rencana pekerjaan sipil sesuai dengan rencana pascatambang hingga
akhir umur tambang.
RPT CV PUTRA IDOLA | 48
F. pemeliharaan
Tingkat keberhasilan dari semua metode penanaman akan
berkurang bila tidak dilakukan pemeliharaan yang baik. Pemeliharaan
tanaman dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan tanaman
sedemikian rupa sehingga dapat diwujudkan keadaan optimum bagi
pertumbuhan tanaman.
Untuk rencana pemeliharaan tanaman terhadap area reklamasi
akan dilakukan secara bertahap (sekuensial) disesuaikan dengan
kemajuan tambang. Untuk kegiatan reklamasi akan diawasi oleh
supervisor produksi dan dikontrol langsung oleh Kepala Teknik Tambang.
Setelah dilakukan revegetasi pada lahan reklamasi, tahap
selanjutnya adalah tahap pemeliharaan. Tahapan pemeliharaan
tersebut meliputi:
a. Pemupukan secara berkala dengan menggunakan Pupuk
kandang/Kompos.
b. Pembersihan gulma
c. Melakukan penyulaman terhadap bibit yang mati
d. Kegiatan pemeliharaan lain yang tidak kalah pentingnya adalah
pengendalian erosi, pengelolaan air. Pengendalian erosi
dilakukan dengan pembuatan saluran untuk mencegah
terjadinya erosi oleh aliran air hujan.
RPT CV PUTRA IDOLA | 49
Gambar 6.1
Peta Rencana Bukaan Lahan CV Putra Idola
6.2 Reklamasi Pada Masa Pascatambang
Sesuai perencanaan yang disusun di dalam rencana reklamasi
selama masa operasional penambangan tersebut di atas, tidak ada
perencanaan kegiatan reklamasi yang akan dilakukan pada masa
pascatambang. Hal ini terjadi karena telah ada perencanaan terhadap
reklamasi areal bekas lokasi penambangan pada masa operasional
penambangan dan menjadi bagian dari rencana reklamasi masa
operasional penambangan.
Namun dalam masa pascatambang nantinya akan lebih
difokuskan kepada kegiatan penutupan tajuk hasil kegiatan reklamasi
hingga ke perawatan kegiatan reklamasi masa operasional yang
berbentuk pendataran (rata) dan sebahagian direvegetasi.
RPT CV PUTRA IDOLA | 50
BAB VII
PEMANTAUAN
Interaksi komponen kegiatan yang menimbulkan dampak terhadap
komponen lingkungan, baik yang bersifat positif maupun negative, yang
membutuhkan upaya pengelolaan lingkungan.
Berdasarkan hasil identifikasi dan evaluasi dampak yang ditimbulkan
akibat kegiatan pertambangan CV Putra Idola termasuk kategori kecil, maka
upaya pengelolaan dan pemantauan yang dilakukan memerlukan
pendekatan teknologi.
7.1 Tujuan Pemantauan
Merumuskan upaya pemantauan kegiatan pertambangan sesuai
arah dan kebijakan pemerintah baik daerah maupun pemerintah
pusat serta sesuai kemampuan manajemen CV Putra Idola.
Merumuskan pihak-pihak yang berkepentingan dalam upaya
pemantauan lingkungan sesuai dengan kewajiban dan peran
masing-masing.
Mengontrol kondisi dan kualitas komponen lingkungan (fisik, kimia,
dan social ekonomi) di sekitar kegiatan pertambangan batuan
CV Putra Idola.
Untuk mengetahui dan mengevaluasi apakah program reklamasi
dan pascatambang berhasil dengan baik dan tidak mengganggu
lingkungan. Selain itu untuk mendeteksi potensi dan hal-hal buruk
yang mungkin terjadi pascatambang, yang diakibatkan oleh hal-hal
yang tidak diperkirakan saat penyusunan program pascatambang.
RPT CV PUTRA IDOLA | 51
7.2 Metode Pemantauan
Dalam pemantauan kegiatan pascatambang dilakukan secara
berkala, yaitu setiap 6 bulan dan dilakukan pada lokasi bekas IUP
Operasi Produksi dan lahan sekitas bekas tambang, termasuk kualitas air sungai
dan air tanah. Pelaksanaan pemantauan dilakukan pada lingkup wilayah IUP
OP CV Putra Idola dan radius 200 meter yang berada di sekitarnya.
7.3 Institusi Pemantauan
❖ Pelaksana Pemantauan : CV Putra Idola
❖ Pengawas Pemantauan :
- Dinas Lingkungan Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang.
- Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat.
- Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat.
- Inspektur Tambang Kementerian ESDM.
- Institusi lain berwenang.
7.4 Upaya Pemantauan Lingkungan
- Peluang dan Kesempatan Kerja
Melakukan Wawancara secara langsung terhadap
masyarakat terkena dampak sejak dari awal kegiatan
penambangan batuan CV Putra Idola. Kegiatan ini dilakukan pada
awal konstruksi hingga kegiatan pertambangan selesai dilakukan
selama umur tambang.
- Gangguan Lalu Lintas
Melakukan pengamatan terhadap adanya ruas jalan yang
mengalami perlambatan arus dikarenakan berkurangnya ruas jalan
yang dapat dilalui selama pelaksanaan kegiatan konstruksi,
RPT CV PUTRA IDOLA | 52
penambangan maupun pengangkutan dan penjualan. Kegiatan
ini dilaksanakan pada lokasi jalur transportasi mobilisasi material
dan peralatan konstruksi, di sekitar kegiatan penambangan serta
dilakukan selama masa kegiatan operasional pertambangan
dilakukan. CV Putra Idola telah melakukan kajian terhadap lalu lintas
mobilisasi kendaraan pengangkut hasil penambangan dengan
Persetujuan Standar Teknis yang mana rekomandasi hasil kajian
tersebut telah diterbitkan oleh Balai Pengelola Trasnportasi Darat
Wilayah III Provinsi Sumatera Barat Direktorat Jenderal Perhubungan
Darat Kementerian Perhubungan RI.
- Kerusakan Jalan
Melakukan pengamatan terhadap adanya ruas jalan yang
mengalami kerusakan selama pelaksanaan kegiatan konstruksi.
Kegiatan ini dilaksanakan pada lokasi jalur transportasi mobilisasi
material dan peralatan konstruksi dan dilakukan selama masa
operasional pertambangan hingga kegiatan pengangkutan dan
penjualan.
- Penurunan Kualitas Udara dan Kebisingan
Melakukan upaya pengukuran intensitas kebisingan dan
pengamatan kualitas udara di sekitar lokasi kegiatan, fasilitas
penunjang serta pemukiman penduduk di sekitar lokasi kegiatan.
Kegiatan ini dilakukan di pemukiman yang dilalui alat transportasi
mobilisasi material konstruksi. Kegiatan ini dilakukan sekali selama
masa operasional pertambangan dilakukan.
RPT CV PUTRA IDOLA | 53
- Penurunan Kualitas Air Permukaan
Melakukan pengambilan sampel efluen kolam sedimentasi
dan drainase terdekat di lingkungan kerja pertambangan batuan.
Kegiatan ini dilaksanakan di area sedimen pond dan drainase
terdekat dan dilaksanakan secara periodik 1 kali dalam 6 bulan
selama kegiatan pertambangan.
- Peningkatan Getaran
Melakukan upaya pengukuran getaran pada tapak kegiatan
dan lingkungan rumah terdekat dari kegiatan pertambangan
batuan. Kegiatan ini dilakukan secara periodik 1 kali dalam 6 bulan
selama kegiatan operasional pertambangan dilakukan.
- Penurunan Estetika Lingkungan
Melakukan pengamatan langsung terhadap kebersihan dan
kerapihan lingkungan di sekitar wilayah kerja pertambangan.
Kegiatan ini dilaksanakan secara periodik 1 kali dalam 6 bulan
selama kegiatan operasional tambang berlangsung.
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Melakukan pengamatan dan pendataan adanya penyakit
akibat kerja dan kecelakaan kerja selama pelaksanaan kegiatan.
Kegiatan ini dilakukan di sekitar lingkungan kerja kegiatan
pertambangan dan dilakukan sekali selama kegiatan konstruksi
berlangsung.
- Hilangnya Kesempatan Kerja.
Sesuai dengan system kerja yang dilakukan, bahwa setelah
berakhirnya masa kegiatan pertambangan yang dilakukan, maka
RPT CV PUTRA IDOLA | 54
tentunya akan terjadi pemutusan hubungan kerja. Hal ini akan
dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas
kerja yang masih dibutuhkan dalam rangka pengakhiran kegiatan
operasional yang dilakukan.
Oleh karena itu perlu diinformasikan kepada seluruh pekerja
bahwa masa kerja akan berakhir dikarenakan volume pekerjaa
yang semakin berkurang. Pemantauan yang dilakukan adalah
dengan melakukan wawancara dengan tenaga kerja dan
masyarakat sekitar pada saat memasuki masa purnakerja.
- Kerusakan Lahan
Pengakhiran kegiatan pertambangan batuan tentu saja
menyisakan bukaan lahan baik karena kegiatan penambangan.
Oleh karena itu sesuai dengan peraturan yang berlaku, maka
akan dilaksanakan kegiatan reklamasi serta pascatambang
terhadap bukaan lahan yang telah ditimbulkan agar dapat
dikembalikan sesuai dengan peruntukannya.
RPT CV PUTRA IDOLA | 55
BAB VIII
ORGANISASI
8.1 Organisasi
Dalam mengimplementasikan rencana penutupan tambang
terbuka CV Putra Idola yang telah dibentuk suatu tim yang merupakan
bagian dari kegiatan produksi. Ruang lingkup dan tanggung jawab
kerja adalah sebagai berikut;
a. Menyusun kerangka dan program kegiatan pasca tambang
terbuka sebelum dan sesudah penutupan tambang terbuka, agar
terciptanya kondisi yang diharapkan serta ramah lingkungan.
b. Melakukan pemantauan lingkungan sekurang – kurangnya 5 (lima)
tahun sampai tanggung jawab atas lahan bekas penambangan
tambang terbuka diserahkan ke Pihak Pemerintah Daerah dan
Masyarakat. (seandainya tidak diperpanjang)
c. Menjembatani hubungan antara pihak perusahaan CV Putra Idola
dengan individu, kelompok dan masyarakat, yang kena dampak
akibat penutupan tambang terbuka.
d. Membantu menyelesaikan segala perjanjian atas sewa pakai
tanah terhadap kepemilikan lahan bekas penambangan
yang akan dikembalikan kepada masyarakat pemilih lahan dan
Pemerintah Daerah setelah kegiatan penambangan selesai
dilakukan.
e. Merencanakan dan melaksanakan kemitraan potensial untuk
memelihara, mengelola dan memanfaatkan beberapa tata
RPT CV PUTRA IDOLA | 56
guna lahan bekas penambangan tambang terbuka, sehingga
dapat dimanfaatkan oleh masyarakat disekitas lahan bekas
penambangan.
f. Merencanakan dan melaksanakan rehabilitasi lingkungan lahan
bekas penambangan tambang terbuka, sehingga lingkungan dan
komunitas masyarakat tidak terganggu akibat aktivitas penutupan
tambang terbuka.
g. Membentuk program konsultasi pasca tambang terbuka dengan
masyarakat dan Pemerintah Daerah atau pihak lainnya yang akan
menilai kebutuhan dan pemanfaatan lahan bekas tambang
yang akan memberikan keuntungan berkelanjutan kepada
komunitas masyarakat sekitar tambang.
h. Pelaksanaan kegiatan pascatambang tidak akan terlepas dari
personil yang akan menjadi tenaga pelaksana dalam kegiatan
tersebut mulai dari perencanaan sampai dengan tahap
pelaksanaannya. Adapun organisasi pelaksana yang ditunjuk oleh
CV Putra Idola untuk melaksanakan kegiatan pascatambang di
lapangan adalah sebagai berikut :
- Kepala Teknik Tambang
Tugas dan tanggung jawab Kepala teknik Tambang adalah :
a) Merumuskan perencanaan pascatambang.
b) Memberikan instruksi serta melakukan pengawasan
pelaksanaan kegiatan pembongkaran semua fasilitas
tambang yang sudah tidak digunakan.
RPT CV PUTRA IDOLA | 57
c) Memberikan instruksi dan melakukan pengawasan
pelaksanaan reklamasi.
d) Memberikan instruksi dan melakukan pengawasan
pemeliharaan dan perawatan area reklamasi.
e) Memberikan instruksi dan melakukan pengawasan
pelaksanaan
f) pemantauan selama tahap pascatambang.
g) Menyusun laporan kemajuan kegiatan pascatambang
serta hasil pemantauan.
- Bagian Administrasi dan Keuangan.
Bagian ini bertanggung jawab atas proses administrasi dan
keuangan untuk mendukung seluruh pelaksanaan kegiatan
pascatambang, penyediaan keuangan dan pengurusan
administrasinya baik untuk pembayaran gaji, pembelian alat,
bbm serta pendukung lainnya guna kelancaran pelaksanaan
pascatambang.
- Bagian K3 dan Lingkungan
Tugas dan tanggung jawab Bagian K3 dan Lingkungan adalah :
a. Melakukan pengawasan terhadap keselamatan dan
Kesehatan kerja selama pelaksanaan pascatambang.
b. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan
pembongkaran semua fasilitas tambang yang sudah tidak
digunakan.
c. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan reklamasi.
RPT CV PUTRA IDOLA | 58
d. Melakukan pengawasan terhadap pemeliharaan dan
perawatan tanaman penghijauan pada area reklamasi.
e. Melakukan pemantauan selama tahap pascatambang.
f. Membantu penyusunan laporan kemajuan kegiatan
pascatambang serta hasil pemantauan.
- Petugas Rehabilitasi
a. Tugas dan tanggung jawab petugas rehabilitasi adalah :
b. Membantu bagian lingkungan untuk melaksanakan
rehabilitasi dan reklamasi.
c. Membantu bagian lingkungan untuk melaksanakan
pemeliharaan dan perawatan tanaman penghijauan pada
area reklamasi.
- Petugas Pemantauan
Tugas dan tanggung jawab Petugas Pemantauan adalah
melakukan pemantauan berkaitan dengan keadaan
lingkungan selama tahap pascatambang.
- Petugas Peralatan
Tugas dan tanggung jawab Petugas Peralatan adalah
memastikan segala peralatan listrik dan mekanis yang
digunakan selama pelaksanaan pascatambang dapat
berfungsi dengan baik.
- Operator
Tugas dan tanggung jawab operator adalah
mengoperasionalkan peralatan mekanis guna penataan lahan
yang dibutuhkan selama pelaksanaan pascatambang
RPT CV PUTRA IDOLA | 59
diantaranya adalah operator excavator, operator dozer dan
operator wheelloader.
- Sopir
Tugas dan tanggung jawab sopir adalah mengoperasikan
peralatan angkut dump truck guna memindahkan tanah
penutup serta tanah pucuk yang dibutuhkan untuk reklamasi
lahan pascatambang.
Secara umum struktur organisasi pelaksana pascatambang yang
direncanakan oleh CV Putra Idola sebagaimana terlihat pada
gambar dibawah ini.
Struktur organisasi yang akan ditampilkan dalam site atau lokasi
kegiatan penambangan sebagaimana tetuang pada gambar dibawah
ini.
RPT CV PUTRA IDOLA | 60
Gambar 8.1
Struktur organisasi rencana operasi produksi CV Putra Idola
RPT CV PUTRA IDOLA | 56
Organisasi kerja dalam pelaksaan pascatambang meliputi pemegang
IUP CV Putra Idola dan instansi terkait yaitu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten
Pesisir Selatan dan Kota Padang, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera
Barat dan Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat :
A. Tanggung jawab pemegang IUP (CV Putra Idola) :
- Perencanaan penutupan tapak bekas tambang, fasilitas
penunjang, serta rona akhir tambang.
- Memberikan instruksi serta melakukan pengawasan terhadap
kegiatan penutupan tapak bekas tambang, pembongkaran fasilitas
tambang dan fasilitas penunjang.
- Menyusun laporan kemajuan pelaksanaan pascatambang, serta
hasil pemeliharaan dan pemantauan kegiatan pascatambang.
B. Tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesisir Selatan dan
Kota Padang Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat dan Dinas
ESDM Provinsi Sumatera Barat :
- Pengawasan pelaksanaan penutupan tapak batas tambang
meliputi penutupan tapak bekas tambang, fasilitas penunjang, serta
rona akhir tambang.
- Pengawasan terhadap kegiatan penutupan tapak bekas
tambang, pembongkaran fasilitas tambang dan fasilitas penunjang.
- Memeriksa laporan kemajuan pelaksanaan pascatambang, serta
hasil pemeliharaan dan pemantauan kegiatan pascatambang.
RPT CV PUTRA IDOLA | 57
Tabel 8.1
Jadwal Rencana Penutupan Tambang
IUP CV Putra Idola
JADWAL
(TRIWULAN PADA TAHUN 2033)
NO RENCANA KEGIATAN
1 2 3 4
A. Tapak bekas tambang
1. Bekas tambang
B. Fasilitas penunjang
1. Pembongkaran bangunan
C. Pemeliharaan dan perawatan
D. Pemantauan
RPT CV PUTRA IDOLA | 58
BAB IX
KRITERIA KEBERHASILAN PASCATAMBANG
Kriteria keberhasilan pascatambang dapat dilihat dari kesesuaian antara
rencana pascatambang dengan realisasi pelaksanaan pascatambang.
Secara garis besar maka kriteria keberhasilan pascatambang dapat diuraikan
sebagi berikut :
9.1 Kriteria Keberhasilan Pembongkaran
Kegiatan pembongkaran dilakukan terhadap semua fasilitas
tambang yang sudah tidak digunakan lagi baik pada tapak bekas
tambang, fasilitas pengolahan serta sarana penunjang. Kriteria
keberhasilan pembongkaran ini diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Semua intalasi listrik, sarana air bersih serta tangki bahan bakar
telah selesai dibongkar dan material hasil pembongkaran telah
dimobilisasi ke luar wilayah IUP.
b. Semua peralatan pengolahan telah selesai dibongkar dan
material hasil pembongkaran telah dimobilisasi ke luar wilayah IUP.
c. Untuk bangunan dan jalan tambang yang dapat digunakan
dan dimanfaatkan oleh pemilik lahan serta masyarakat sekitar,
sebelum diserahkan maka terlebih dahulu akan diperbaiki dan
untuk pengelolaannya diserahkan kepada pemilik lahan.
RPT CV PUTRA IDOLA | 59
9.2 Kriteria Keberhasilan Remediasi Tanah
Remediasi dilakukan pada tanah yang terkontaminasi dengan
minyak dan pelumas, dimana pada umumnya tanah yang
terkontaminasi tersebut adalah pada area bengkel serta area
pengolahan batubara. Tujuan dilakukan remediasi adalah untuk
memulihkan kondisi tanah sehingga dapat di tumbuhi oleh tanaman
dengan baik.
Pemulihan tanah ini harus di lakukan sesuai dengan yang telah
direncanakan dimana salah satu caranya adalah dengan bioremediasi
yaitu menggunakan kapasitas kemampuan mikroorganisme seperti
jamur dan bakteri untuk mendegradasi struktur hidrokarbon yang ada
dalam tanah yang terkontaminasi menjadi mineral-mineral yang lebih
sederhana serta tidak membahayakan terhadap lingkungan.
9.3 Kriteria Keberhasilan Reklamasi
A. Penataan lahan
a) Pengaturan permukaan lahan
Luas areal yang diatur (ha), ≥ 90% dari areal yang ditimbun
kembali.
b) Tinggi, lebar dan panjang teras (m), disesuaikan dengan bentuk
teras dan kemiringan lereng.
B. Penaburan/penempatan tanah pucuk
a) Luas areal yang diatur (ha), ≥ 90% dari areal yang
seharusnya diisi.
RPT CV PUTRA IDOLA | 60
b) Jumlah tanah pucuk yang ditabur, ≥ 90% dari jumlah tanah
pucuk yang digali dan disimpan.
c) Ketebalan tanah pucuk (cm), ≥ 90% dari ketebalan tanah
pucuk semula pada areal tersebut.
d) Perbaikan kualitas tanah pada zona pengakaran melalui
pengapuran (ton/ha), sehingga pH tanah menjadi 5,0 – 7,0 dan
perbaikan struktur tanah sehingga tanah menjadi gembur.
C. Pengendalian Erosi dan Sedimentasi
a) Bangunan konservasi tanah
- Bangunan pengendalian erosi dan sedimentasi dibuat ≥ 90%
dari yang direncanakan.
b) Bangunan bermanfaat bagi usaha pengendalian erosi dan
sedimentasi.
- Penanaman Legume Cover Crop (LCC), Cover crop ditanam
(ha), ≥ 90% dari luas areal persiapan penanaman.
- Erosi dan Sedimentasi.
- Erosi yang terjadi ≤ 5% dari persentase luas areal
reklamasi.
- Tidak terjadi longsor sampai longsor sangat ringan < 5%,
dengan membandingkan presentase kejadian longsor
terhadap keseluruhan areal lahan bekas tambang.
D. Revegetasi
a) Luas areal penanaman adalah keseluruhan bukaan lahan
yang belum direklamasi atau minimal ≥ 90% dari luas areal
tersebut.
RPT CV PUTRA IDOLA | 61
b) Jenis tanaman revegetasi yang ditanam sesuai dengan
tanaman yang telah disepakati dengan pemilik lahan serta
sebagaimana yang tercantum dalam Dokumen Lingkungan.
c) Jumlah tanaman revegetasi yang ditanam sesuai dengan
kebutuhan tanaman perhektar.
d) Persentase tumbuh tanaman revegetasi minimal ≥ 90% dari
jumlah tanaman yang ditanam.
E. Pemeliharaan
a) Jenis, dosis serta frekuensi pemupukan sesuai dengan rencana
dan kebutuhan pupuk tanaman revegetasi.
b) Tanaman tumbuh subur dan minimal ≥ 90% tanaman
revegetasi bebas dari gulma, hama dan penyakit.
c) Jumlah dan jenis tanaman sulam untuk penyisipan sesuai
dengan jumlah tanaman revegetasi yang mati.
Untuk Mengukur keberhasilan pelaksanaan pascatambang, maka yang
menjadi dasar atau acuan adalah dan Keputusan Menteri Energi dan Sumber
Daya Mineral Nomor 1827 K/30/MEM/2018 Tentang Petunjuk Teknis
Pelaksanaan Kaidah Teknis Pertambangan yang Baik. Pada peraturan ini telah
ditetapkan cara evaluasi kegiatan pascatambang dengan memakai
pedoman penilaian pascatambang dan kriteria keberhasilan pascatambang.
Untuk Mengukur keberhasilan pelaksanaan pascatambang, maka yang
menjadi dasar atau acuan adalah dan Keputusan Menteri Energi dan Sumber
Daya Mineral Nomor 1827 K/30/MEM/2018 Tentang Petunjuk Teknis
Pelaksanaan Kaidah Teknis Pertambangan yang Baik. Pada peraturan ini telah
RPT CV PUTRA IDOLA | 62
ditetapkan cara evaluasi kegiatan pascatambang dengan memakai
pedoman penilaian pascatambang dan kriteria keberhasilan pascatambang.
Tabel 9.1
Pedoman Penilaian Pascatambang
NO URAIAN KEGIATAN HASIL PENILAIAN
1 Tapak Bekas Tambang
a. Pembongkaran
b. Reklamasi
c. Pengamanan Lahan Bekas Tambang
yang berpotensi bahaya
2 Fasilitas pengolahan/pemurnian
a. Pembongkaran
b. Reklamasi
c. Pemulihan tanah yang terkontaminasi
3 Fasilitas Penunjang
a. Pembongkaran
b. Reklamasi
c. Pemulihan tanah yang terkontaminasi
4 Pengembangan Sosial, Budaya, Ekonomi
5 Pemeliharaan
6 Pemantauan
Tabel 9.2
Kriteria Keberhasilan Pascatambang
KEGIATAN HASIL
NO OBYEK KEGIATAN STANDAR KEBERHASILAN
REKLAMASI EVALUASI
1 Tapak bekas a. Pembongkaran Seluruh fasilitas tambang
Tambang Fasilitas Tambang telah dibongkar
b. Reklamasi lahan lahas bekas fasilitas
bekas fasilitas tambang telah
tambang direklamasi seluruhnya
c. Pembongkaran sesuai rencana
Jalan tambang telah
dan reklamasi direklamasi seluruhnya
jalan tambang
RPT CV PUTRA IDOLA | 63
d. Reklamasi lahan Seluruh lahan bekas
Tambang tambang telah selesai di
reklamasi dengan tingkat
keberhasilan telah
memenuhi kriteria dalam
rencana pascatambang
2 Fasilitas Pembongkaran Bangunan telah
Penunjang Bangunan Kantor dibongkar
3 Pemeliharaan Dilaksanakan sesuai
dengan program yang
telah ditetapkan dalam
rencana pascatambang
4 Pemantauan a. Kualitas Air Kriteria air telah
Permukaan memenuhi kriteria
keberhasilan dalam
b. Kualitas Air dokumen Pascatambang
Kriteria air telah
Tanah memenuhi kriteria
keberhasilan dalam
dokumen Pascatambang
RPT CV PUTRA IDOLA | 64
BAB X
RENCANA BIAYA PASCATAMBANG
Komponen pembiayaan pascatambang meliputi segala bentuk
kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan tutup tambang seperti
biaya peralatan, upah, pembongkaran, pembelian bibit dan lain-lainnya.
10.1 Biaya Langsung
Adalah biaya yang timbul akibat pelaksanaan kegiatan
pascatambang itu sendiri. Adapun biaya langsung tersebut terdiri dari :
a. Biaya pada tapak bekas tambang
Adalah biaya yang timbul akibat kegiatan pascatambang yang
dilakukan pada area bekas kegiatan penambangan yaitu :
Biaya Pembongkaran fasilitas tambang. Adapun biaya
pembongkaran fasilitas tambang dapat dilihat dalam
table berikut :
Tabel 10.1
Rencana Biaya Pembongkaran Fasilitas Tambang CV Putra Idola
BIAYA PEMBONGKARAN
NO PERUNTUKAN LAHAN LUAS (Ha)
(Rp)
1 ZONA PENAMBANGAN 21.400 M2 2,14 Ha
BLOK P-I 21.400 M2 2,14 Ha
2 SARANA DAN PRASARANA 485,00 M2 0,0485 Ha Rp 11.250.000
- POS JAGA 12,00 M2 0,0012 Ha
- PANEL LISTRIK 25,00 M2 0,0025 Ha
- PENIMBUNAN BBC 43,00 M2 0,0043 Ha
- KANTOR DAN MESS 32,00 M2 0,0032 Ha
- STOCKPILE PRODUK 41,00 M2 0,0041 Ha
- AREA PENGOLAHAN 43,00 M2 0,0043 Ha
RPT CV PUTRA IDOLA | 65
- STOCKPILE RAW MATERIAL 34,00 M2 0,0034 Ha
- SEDIMEN POND 24,00 M2 0,0024 Ha
- JALAN TAMBANG 294,00 M2 0,0294 Ha
3 DAERAH PENYANGGA 22.600,00 M2 2,26 Ha
JUMLAH 44.000,00 M2 4,40 Ha
10.2 Biaya Tidak Langsung
Adapun biaya tidak langsung dari rencana pascatambang oleh CV
Putra Idola adalah terdiri dari :
a. Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat sebesar 4% (empat persen)
dari biaya langsung atau berdasarkan perhitungan. Berdasarkan
persentasi di atas biaya mobilisasi dan demobilisasi alat untuk
keperluan pascatambang ini adalah sebesar Rp. 1.845.000,-.
b. Biaya administrasi dan keuntungan pihak ketiga sebagai pelaksana
pascatambang sebesar 3% (tiga persen) sampai dengan 14%
(empat belas persen) dari biaya langsung. Berdasarkan persentasi di
atas biaya administrasi dan keuntungan pihak ketiga untuk
keperluan pascatambang ini akan diangggarkan sesuai dengan
keperluan dan persentase perhitungan.
10.3 Total Biaya
Total biaya merupakan jumlah dari keseluruhan komponen biaya yang
dihitung dalam perencanaan kegiatan Pascatambang. Adapun total
biaya Pascatambang adalah sebagai berikut :
RPT CV PUTRA IDOLA | 66
Sesuai dengan hasil perhitungan seluruh biaya yang dibutuhkan untuk
pelaksanaan kegiatan Pascatambang adalah sebesar Rp. 63.831.440,- (enam
puluh tiga juta delapan ratus tiga puluh satu ribu empat ratus empat puluh
rupiah) yang mulai dibayarkan pada tahun ke 3 (tiga) umur tambang hingga
umur tambang tahun ke 14 (empat belas) sesuai dengan persentase
perhitungan biaya jaminan pascatambang.
Tabel 10.2
Kompilasi Rencana Biaya Kegiatan Penutupan Tambang [Link] IDOLA
Jumlah biaya
NO URAIAN PEMBIAYAAN
Rp
A BIAYA LANGSUNG
1 Biaya Penatagunaan Lahan 14.500.000,00
a Pengaturan Permukaan Lahan (Ha) 5.000.000
b Penebaran Tanah Zona Pengakaran (Ha) 5.000.000
c Pengendalian Erosi dan Pengelolaan Air 4.500.000
2 Biaya Revegatsi 32.595.000,00
a Pemupukan Awal (Ha) 1.500.000
b Pemeliharaan 3.250.000
c Pembongkaran 11.250.000
d Pemantauan 3.500.000
e Pemeliharaan Tanaman
− Pemupukan Bulan 14 (Ha) 1.845.000
− Penyiapan Bibit Tanaman 1.250.000
− Pekerja (OB) 4.500.000
3 Biaya Pekerjaan Sipil Sesuai Peruntukan Lahan Pasca Tambang 5.500.000
Sub Jumlah 47.095.000
B BIAYA TIDAK LANGSUNG
Biaya Mobilisasi dan Demobilisasi Alat 1.883.800
Biaya Perencanaan kegiatan (5%) 3.296.650
Biaya Administrasi dan Keuangan 2.500.000
Kontraktor (7%) 4.238.550
Biaya Supervisi (4%) 3.296.650
RPT CV PUTRA IDOLA | 67
Sub Jumlah 15.215.650
JUMLAH 62.310.650
BEBAN PAJAK (PPn + Pph = 14%) 8.723.491
TOTAL 71.034.141
Inflasi 10% 7.103.414
TOTAL KESELURUHAN 78.137.555
RPT CV PUTRA IDOLA | 68
Tabel 10.3
TATA CARA PENEMPATAN JAMINAN PASCATAMBANG CV PUTRA IDOLA
SESUAI DENGAN LAMPIRAN VI KEPMEN 1827 K/30/MEM/2018 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KAIDAH PERTAMBANGAN YANG BAIK
UMUR
TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN
TAMBANG TAHUN KE-2
KE-1 KE-3 KE-4 KE-5 KE-6 KE-7 KE-8 KE-9 KE-10 KE-11 KE-12 KE-13 KE-14 KE-15 KE-16 KE-17 KE-18
(TAHUN)
1 1,000
2 1,000
3 1,000
4 0,500 0,500
5 0,111 0,333 0,556
6 0,063 0,187 0,313 0,437
7 0,063 0,187 0,313 0,437
8 0,030 0,123 0,180 0,300 0,367
9 0,028 0,030 0,102 0,173 0,300 0,367
10 0,020 0,028 0,040 0,092 0,153 0,300 0,367
11 0,020 0,055 0,095 0,163 0,177 0,225 0,265
12 0,016 0,020 0,050 0,090 0,157 0,177 0,255 0,265
13 0.012 0,016 0,020 0,050 0,088 0,147 0,177 0,255 0,235
14 0,010 0,030 0,050 0,063 0,080 0,100 0,130 0,150 0,180 0,207
15 0,010 0,030 0,050 0,063 0,080 0,100 0,130 0,150 0,180 0,207
16 0,009 0,027 0,045 0,057 0,073 0,091 0,118 0,136 0,164 0,188 0,092
17 0,008 0,025 0,042 0,053 0,067 0,083 0,108 0,125 0,150 0,173 0,083 0,083
18 0,008 0,023 0,038 0,048 0,062 0,077 0,100 0,115 0,138 0,159 0,077 0,077 0,078
19 0,007 0,021 0,036 0,045 0,057 0,071 0,093 0,107 0,129 0,148 0,071 0,071 0,071 0,073
20 0,007 0,020 0,033 0,042 0,053 0,067 0,087 0,100 0,120 0,138 0,067 0,067 0,067 0,067 0,065
RPT CV PUTRA IDOLA | 69
TOTAL PEMBAYARAN JAMPASTAM Rp78.137.555
Tim Evaluasi,
PEMBAYARAN MULAI TAHUN KE
Tahun Ke % Nominal Tahun Ke
2 0,028 Rp 2.187.852
Padang, Desember 2020
3 0,030 Rp 2.344.127
Kasi. Evaluator,
4 0,102 Rp 7.970.031 Pengusahaan,
5 0,173 Rp 13.517.797
6 0,300 Rp 23.441.267
Kabib. Minerba,
7 0,367 Rp 28.676.483
Rp 78.137.555
Rp 78.137.555 ( TUJUH PULUH DELAPAN JUTA SERATUS TIGA PULUH TUJUH TIBU LIMA RATUS LIMA PULUH LIMA RUPIAH)
RPT CV PUTRA IDOLA | 70