ANALISIS VEGETASI POHON DI SMA NEGERI 2 MEDAN
KELURAHAN SUKA DAMAI KECAMATAN MEDAN
POLONIA KOTA MEDAN
SKRIPSI
OLEH
RUDOLF MEINRAD NAINGGOLAN
0025156106/XII MIPA 1
SEKOLAH MENENGAH ATAS
SMA NEGERI 2
MEDAN
2020
ABSTRAK
Penelitian ini dilaksanakan di SMA NEGERI 2 MEDAN desa suka damai
kecamatan medan polonia Kota Medan pada bulan Juli 2019 lokasi penlitian
dilakukan dengan menggunakan metoode “Metode kuadrat” Sampling Technique”
dan Metode Garis Berpetak” pada lima jalur pengamatan dengan cara Plot
Kata Kunci: Vegetasi, SMAN 2 MEDAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala Rahmat dan
Berkat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang merupakan tugas
akhir dalam menempuh izajah di SMA Negeri 2 Medan
Skripsi ini berjudul Analisis Vegetasi Tumbuhan dan luas tanah pada pohon di
SMA Negeri 2 Medan
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih sebesar
besarnya kepada:
1. Bapak Drs. Buang Agus [Link] sebagai Kepala Sekolah SMA
Negeri 2 Medan
2. Bapak Bakri [Link] yang telah mengajar dan membantu
menyelesaikan penelitian ini
3. Ibu Afri Amelia [Link] yang telah membimbing Peneliti
4. Kepada Teman –teman sekelas maupun kelompok XII MIPA 1
tahun ajaran 2019/2020, SMA Negeri 2 Medan
Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan maupun penyajian dalam
skripsi ini masih jauh dari kata kesempurnaan. Oleh karena itu dengan segala
kerendahan hati peneliti akan menerima kritik dan saran yang membangun dari
semua pihak.
Semoga karya ini bermanfaat bagi kehidupan serta perkembangan ilmu
pengetahuan . Akhir kata Penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga
dan bersyukur kepada Tuhan Yang Mah Esa atas Rahmat yang telah diberikan-
Nya Amin.
Medan,........... 2019
RIWAYAT HIDUP
Rudolf lahir di Medan, tanggal 6 Mei 2002 dari seseorang ibu bernama
Donda P Ompusunggu [Link], dan ayah bernama (+)Toga Pandapotan Nainggolan,
alamat Jalan Menteng VII Gang Madrasah 3 Medan. Jenis kelamin laki-laki.
Beragama Kristen Protestan. Kewarganegaraan Indonesia
Lulus Sekolah Dasar SD Negeri 060810 Medan pada tahun 2013, lulus
SMP Negeri 3 Medan pada tahun 2016 dan sedang melanjutkan pendidikan di
SMA Negeri 2 Medan
Demikian riwayat hidup saya buat dengan sebenarnya untuk dapat
dipergunakan sebagaimana mestinya.
DAFTAR ISI
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
RIWAYAT HIDUP
DAFTAR ISI
DARTAR TABEL
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan
1.4. Manfaat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Cuaca dan Iklim
2.2. Pohon
2.3. Vegetasi
2.4. Analisis Vegetasi
BAB III BAHAN DAN METODE
3.1. Letak dan Luas
3.2. Metode
3.3. Tempat dan Waktu Penelitian
3.4. Metode Penelitian
3.5. Bahan dan Alat
3.6. Pelaksanaan Penelitian
3.6.1. Di Lapangan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Kekayaan Jenis Pohon
4.2. Kerapatan Pohon Terhadap Wilayah
4.3. Pengaruh Suhu Pada Pohon
BAB V KESIMPULAN
5.1. Kesimpulan
5.2. Saran
BAB VI DAFTAR PUSTAKA
DARTAR TABEL
Tabel 1. 1 Jumlah Individu Plot A
Tabel 1. 2 Jumlah Individu Plot B
Tabel 1. 3 Jumlah Individu Plot C
Tabel 1. 4 Jumlah Individu Plot D
Tabel 1. 5 Jumlah Individu Plot E
Tabel 1. 6 Jumlah Individu Plot F
Tabel 1. 7 Jumlah Individu Plot G
Tabel 1. 8 Jumlah Individu Plot H
Tabel 1. 9 Jumlah Individu Plot I
Tabel 1. 10 Jumlah Individu Plot J
Tabel 1. 11 Jumlah Individu Plot K
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Analisis vegetasi adalah suatu cara mempelajari susunan dan
komposisi vegetasi secara sturuktur vegetasi tumbuh tumbuhan. Untuk
keperluan analisis vegetasi diperlukan data- data jenis, diameter, dan tinggi
untuk menentukan indeks nilai penting dari penyusun komunitas hutan
tersebut. Dengan analisis vegetasi dapat diperoleh informasi kuantitatif
tentang struktur dan komposisi suatu komunitas tumbuhan (Greig-Smith,
1983).
Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan, biasanya terdiri
dari beberapa jenis yang hidup bersama sama pada suatu tempat. Dalam
mekanisme kehidupan bersama tersebut terdapat interaksi yang erat, baik
diantara sesama individu penyusun vegetasi itu sendiri maupun dengan
organisme lainnya sehingga merupakan suatu sistem yang hidup dan
tumbuh serta dinamis.
Vegetasi tanah dan iklim berhubungan erat dan pada tiap-tiap
tempat mempunyai keseimbangan yang spesifik. Vegetasi di suatu tempat
akan lingkungannya. Vegetasi hutan merupakan sesuatu sistem yang
dinamis, selalu berkembang seusai dengan keadaan habitatnya
(Dedy,2010).
Secara teknis dalam budidaya tanaman, hampir semua unsur iklim
berpengaruh terhadap produksi dan pengelolahan tanaman. Namun
masing-masing mempunyai pengaruh dan peran yang berbeda terhadap
berbagai aspek dalam budidaya tanaman. Unsur iklim terhadap hasil
tanaman mempunyai pengaruh terhadap besarnya jumlah produksi
tanaman. Elektivitas dan efesiensi pestisida untuk pengendalian hama dan
penyakit pada tanaman juga sangat ditentukan oleh curah hujan, suhu
udara dan kelembapan. Pengendalian hama terpadu (PHT) dengan
menggunakan musuh alami yang dimungkinkan atas dasar pengetahuan
tentang iklim dan cuaca. Faktor cuaca, suhu, curah hujan, kelembapan dan
faktor cuaca lainnya dapat mempengaruhi cara dan keberhasilan
pengendalian hama penyakit, baik yang dilakukan dengan cara kimiawi,
hayati maupun kultur teknis (Irmawati,2014)
Untuk mempelajari komposisi vegetasi dapat dilakukan dengan
Metode Berpetak (Teknik samping kuadrat: petak tunggal atau ganda,
Metode Jalur, Metode Garis Berpetak) dan Metode Tanpa Petak (Metode
berpasangan acak, titik pusat kwadran, metode titik sentuh, metode
bitterlich) (Kusuma, 1997)
Pada komunitas dianalisis dengan metode ordinasi yang menurut
Mueller (Dombois dan Ellenberg(1974) pengambilan sampel plotdapat
dilakukan dengan random, sistematik atau secara subjektif atau faktor
gradien lingkungan tertentu. Untuk mempeloreh informasi vegetasi secara
objektif digunakan metode ordinasi dengan menderetkan contoh contoh
(releve) berdasarkan koefisien ketidaksamaan. Variasi dalam releve
merupakan dasar untuk mencari pola vegetasinya. Dengan ordinasi
diperoleh releve vegetasi dalam bentuk model geometric yang sedemekian
rupa sehingga releve yang paling serupa berdasarkan komposisi spesies
beserta kelimpahannya akan mempunyai posisi yang berdekatan
sedangkan releve yang berbeda akan saling berjauhan. Ordinasi dapat pula
digunakan untuk menghubungkan pola sebaran sejenis dengan perubahan
faktor lingkungan. Analisis vegetasi adalah suatu cara mempelajari
susunan dan atau komposisi vegetasi secara bentuk dan (struktur) Vegetasi
dari masyarakat tumbuh tumbuhan. Unsur struktur vegetasi adalah bentuk
pertumbuhan, strafikasi, dan penutupam tajuk. Untuk keperluan analisis
vegetasi diperlukan data data jenis, diameter dan tinggi untuk menentukan
indek nilai penting dari penyusun komunitas hutan tersebut.
Dengan analisis vegetasi dapat diperoleh informasi kuantatif
tentang struktur dan komposisi suatu komunitas tumbuhan. Berdasarkan
tujuan pendugaan kuantitatif komunitas vegetasi dikelompokkan vegetasi,
iklim dan tanah berhubungan erat dan pada tiap tiap tempat mempunyai
keseimbangan yang spesifik. Dalam ilmu vegetasi telah dikembangkan
berbagai metode untuk menganalisis suatu vegetasi yang sangat membantu
dalam mendeskripsikan suatu vegetasi seusai dengan tujuannya. Dalam hal
ini, suatu metodologi sangan berkembang dengan pesat seirimg dengan
kemajuan dalam bidang bidang pengetahuan lainnya, tetapi tetap harus
diperhidungkan berbagai kendala yang ada (Anonim, 2009)
` SMA NEGERI 2 MEDAN Desa Suka Damai Kecamatan Medan
Polonia Kabupaten Kota Medan. Dengan ini, kiranya kami melakukan
penelitian analisis vegetasi pohon di SMAN 2 Medan untuk mengetahui
jumlah pohon, jenis pohon, dan famili pohon. Pohon memegang peranan
yang sangat penting dalam komunitas hutan dan berfungsi sebagai
penyangga kehidupan, baik dalam mencegah erosi, menjaga stabilitas
iklim global.
Pohon pohon di pegunungan memiliki kondisi yang khas di mana
pohon akan bertambah rendah atau kecil seiring dengan naiknya
ketinggian dan memilikk keanekaragaman jenis yang bervariasi.
Berdasarkan pengamatan pohon SMA NEGERI 2 Medan Desa
Suka Damai Kecamatan Medan Polonia kabupaten kota medan merupakan
salah satu sekolah yang memiliki jumlah pohon yang sangat banyak.
Namun sejauh ini belum pernah dilakukan penelitian untuk mendapatkan
informasi dan data mengenai keadaan vegetasi dan jenis jenis pohon yang
ada di kawasan SMA tersebut.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana keadaan vegetasi pohon di SMA Negeri 2 Medan?
2. Ada berapa banyak jenis pohon di SMA Negeri 2 Medan?
3. Apa saja Family pohon yang terdapat di SMA Negeri 2 Medan?
1.3 TUJUAN
1. Untuk mengetahui keadaan vegetasi pohon di SMA Negeri 2 Medan
2. Untuk mengetahui banyak jenis pohon di SMA Negeri 2 Medan
3. Untuk mengetahui family pohon di SMA Negeri 2 Medan
1.4 MANFAAT
Agar para pembaca mengetahui tentang keadaan vegetasi pohon, serta
jenis dan family pohon yang terdapat di SMA Negeri 2 Medan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 POHON
Pohon dikatakan sehat atau normal ketika pohon tersebut masih dapat
menjalankan fungsi fisiologinya. Sebaliknya, dikatakan tidak sehat apabila pohon
yang secara struktural mengalami kerusakan baik secara keseluruhan maupun
sebagian pohon. Penyebab utama penyakit tumbuhan dapat berupa organisme hidup
patogenik ataupun faktor lingkungan fisik (Karlinasari,2010). Dalam Metode FHM,
kondisi kesehatan hutan didasarkan pada penilaian terhadap indikator indikator
terukur yang dapat menggambarkan kondisi tegakan secara komprehensif. Indikator
indikator adalah pertumbuhan, kondisi tajuk, kerusakan dan moralitas, indikator
biologis tingkat polusi udara, kimia tanaman, dendrokronologi, kondisi perakaran,
tingkat radiasi yang digunakan dalam fotosintesis, struktur vegetasi, habitat hidup
liar, dan lichen (Cline,1995 dalam Putra,2004)
Keberadaan pepohonan yang dikelolah dengan baik diperkantoran dapat
bermanfaat menstabilkan kondisi lingkungan perkotaan dari polusi. Peranan pohon
di lingkungan perkotaan menurut (Nowak,2004) antara lain:
a) Meningkatkan kualitas udara
Pencemaran lingkungan hidup kota sangat tinggi, baik oleh kendaraaan
bermotor maupun aktivitas industri. Polusi yang tersuspensi pada lapisan
biosfer bumi akan dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui proses
jerapan dan serapan. Partikel di udara sebagian akan terjerap(menempel)
pada permukaan daun, khususnya daun yang berbulu dan yang mempunyai
permukaan kasar dan sebagian lagi terserap masuk kedalam ruang stomata
misalnya pada pohon tanjung dan mahoni. Selain itu, adanya pepohonan
dapat juga membantu menciptakan iklim mikro yang sejuk dan nyaman bagi
masyarakat sekitarnya.
b) Peredam Kebisingan
Pohon dapat meredam suara dengan cara mengabsorpsi gelombang
suara oleh daun, cabang dan ranting. Dedaunan dapat menyerap kebisingan
sampai 95%. Jenis tumbuhan yang paling efektif untuk meredam kebisingan
ialah yang mempunyai tajuk yang tebal dengan daun yang rindang (Dahlan,
1992)
c) Menurunkan suhu kota
Keadaan dibawah tegakan pohon pada siang hari suhunya lebih rendah
jika dibandingkan dengan di luar tegakan pohon, karena sinar matahari
diarbsopsi oleh tajuk pohon, sebaliknya pada malam hari di dalam tegakan
pohon lebih tinggi suhunya dibandingkan dengan di luar tegakan pohon
karena radiasi sinar matahari ditahan oleh tajuk pohon (Dahlan,1992)
d) Memperindah kota
Dengan penataan yang baik, desain vegetasi pohon dalam jajaran jalur
hijau jalan dapat secara efektif mengatasi permasalahan lingkungan dihadapi
dengan keindahan yang bersifat alami. Berkaitan dengan fungsi estetikanya,
pohon ornamental akan menambah nilai kota dan menjadi obyek refreshing
bagi masyarakat kota untuk menikmati keindahan kota. Pohon dapat
memberikan nilai estetika tertentu yang terkesan alamiah dari garis, bentuk,
warna, dan tekstur yang ada dari tajuk, daun, batang, kulit batang, akar,
bunga, buah maupun aroma yang ditimbulkan dari daun, bunga maupun
buahnya (Irwan, 1994)
e) Pelestarian tanah
Pada daerah hulu yang berfungsi sebagai reapan air, hendaknya
ditanami dengan perpohonan yang mempunyai daya evapotranspirasi tinggi.
Di samping itu sistem perakaran dan serasahnya dapat memperbesar
perioritas tanah sehingga air hujan banyak yang masuk kedalam taanah
sehingga air hujan banyak yang masuk ke dalam tanah sebagai air infiltrasi
dan hanya sedikit yang menjadi air limpasan, serta mengurangi erosi tanah
lapisan atas (surface run-off). Di daerah perkotaan erosi air hujan hampir
mencapai 100%. Hal ini dikarenakan sedikitnya area tanah yang terbuka
antara pinggiran jalan dengan trotoar dimana tanaman pinggir jalan
menyerap air dengan tidak optimal (hartman et al, 2000)
Di dalam undang undang No. 26 Tahun 2007 tentang penataan Ruang,
perencanaan tat ruang wilayah kota harus memuat rencana penyedian dan
pemanfaatan ruang terbuka hijau yang luas minimalya sebesar 30% dari luas
wilayah kota. Proporsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada wilayah perkotaan
adalah sebesar minimal 30% yang terdiri dari 20% ruang terbuka hijau
publik dan 10% terdiri dari ruang terbuka hijau privat. Proporsi 30%
merupakan ukuran minimal untuk menjamin keseimbangan ekosistem kota,
baik keseimbangan sistem hidrologi dan keseimbangan mikrolimat, maupun
sistem ekologis lain yang dapat meningkatkan ketersediaan udara bersih
yang diperlukan masyarakat, serta sekaligus dapat meningkatkan nilai
estetika kota (Lussetyowati, 2011)
Dengan demikian, kawasan perkotaan harus memiliki hutan atau
vegetasi sebagai sistem pengendalian iklim. Keberadaan hutan kota atau
vegetasi pohon mutlak dibutuhkan oleh warga kota yang menginginkan
lingkungan kerja dan hunian yang nyaman. Sudah saatnya memperkaya
pandangan mengenai fungsi vegetasi pohon. Sebelumnya vegetasi
dibutuhkan karena fungsi estetik atau sebagai komponen arsitektur. Namun
sekarang lebih penting ditekankan pada fungsi ekologisnya. Jika
sebelumnya merupakan kebutuhan yang bersifat sekunder, kini sifatnya
menjadi kebutuhan primer. Artinya, keberadaan vegetasi pohon di perkotaan
sudah menjadi kebutuhan mutlak kualitas lingkungan, termasuk iklim mikro
sudah merupakan kebutuhan pokok masyarakat kota (Tauhid, 2008).
Usaha usaha penanaman pohon di ruas jalan harus dilaksanakan
terutama untuk daerah yang sangat minim pepohonan. Suksesnya
penanaman phon di pinggir jalan dan penghijauan dalam kota tidak terlepas
dari semua elemen masyarakat. Masalah lingkungan membuktikan sinergi
semua pihak. Dengan sendirinya, lingkungan akan menyediakan
kenyamanan bagi kehidupan (Wildensyah,2010)
Pohon Pelindung jalan juga banyak mendapat gangguan manusia.
Berbagai perlakuan manusia terdapat pohon seperti menggores dan melukai
kulit pohon, menempelkan papan petunjuk dan tutup botol minuman,
mengumpulkan sampah dan kotoran di sekitarnya yang menyebabkan
timbulnya pelapukan dan pembusukan, membakar sampah dekat pohon,
memotong bagian pohon secara tidak teratur sehingga menyebabkan tingkat
kesehatan pohon menjadi buruk. Keadaan ini dapat dilihat dari adanya luka,
lubang, bagian pohon yang mati akibat serangan hama penyakit (Koneri,
1999).
2.2 IKLIM DAN CUACA
Cuaca adalah keadaan atmosfer di suatu tempat dalam waktu tertentu. Cuaca
biasanya terjadi pada daerah yang sempit dan waktunya relatif cepat. Iklim adalah
keadaan rata rata cuaca pada suatu wilayah yang relatif luas dan pada waktu yang
relatif lama. Unsur utama cuaca ialah suhu, tekanan udara, kelembapan udara,
angin, dan curah [Link] itu, unsur cuaca yang lain seperti, intensitas cahaya,
keadaan awan, embun dan petir.
a. Tumbuhan, hewan, dan masnusia hidup dalam lapisan atmosfer.
Penerapan pengetahuan tentang mikrometeorologi sangat berguna
dalam bidang pertanian, hidrologi, kehutanan, dan kesehatan umum
b. Perubahan-perubahan yang sering terjadi pada amosfer adalah
lapisan terendah, misalnya hari hari hari tidak berawan dan radiasi
surya melalui atmosfer mengalami sedikit pengurangan kekuatan.
Radiasi ini hanya diubah ke dalam panas ketika menyentuh
permukaan bumi.
Iklim merupakan kelanjutan hasil pencacatan unsur cuaca dari hari ke hari
dalam waktu yang lama sehingga merupakan rata rata dari unsur kaca. Unsur
unsur iklim sama dengan unsur unsur cuaca, yaitu suhu udara, radiasi, tekanan
udara, kelembapan udara, angin, curah hujan, intensitas cahaya, keadaan awan,
embun dan petir. Unsur unsur iklim adalah unsur cuaca yang selalu berubah.
Berubahnya iklim berlangsung dalam periode yang lama dan meliputi areal yang
sangat luas bahkan seluruh permukaan bumi (Sulistono dan Aryani, 2008)
2.3 VEGETASI
Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh tumbuhan, biasanya terdiri dari
beberapa jenis yang hidup bersama sama pada suatu tempat. Dalam mekanisme
kehidupan bersama tersebut terdapat interaksi yang erat, baik diantara sesam
individu penyusun vegetasi itu sendiri maupun organisme lainnya sehingga
merupakan suatu sistem yang hidup dan tumbuh serta dinamis (Marsono,1991).
2.4 ANALISIS VEGETASI
Analisis vegetasi dapat dilakukan dengan dua macam metode yaitu metode
dengan petak dan tanpa petak. Parameter parameter vegetasi dalam metode petak
kuadrat antara lain kerapatan jenis, frekuesni jenis, dominasi sel dan INP.
Keanekaragaman vegetasi di areal hutan dapat dihitung dengan menggunakan
indeks keragaman simpon’s dan indek shannon Wienner. Adanya kegiatan
analisis vegetasi, kita dapat mengetahui komposisi jenis dan struktur tegakan
hutan alam (Latifah,2005)
BAB III
BAHAN DAN METODE
3.1 LETAK DAN LUAS
SMA Negeri 2 Medan kelurahan Suka Damai Kecamatan Medan Polonia
Kota Medan Provinsi Sumatera Utara. Sebelah timur berbatasn dengan Sungai
Deli, Sebelah Barat berbatasan dengan Perumahan Angkatan Udara, Sebelah
Utara berbatasan dengan Rel Kereta Api. Dan mempunya luas 1,8 Ha
3.2 METODE
Berdasarkan pengamatan di sekitar areal penlitian vegetasi yang umum
ditemukan yaitu dari Famili, Annacardiace, Combetaceae, Lauraceae, Meliaceae,
Myrtaceae, Protoceaceae, Poaceae, Clusuaceae, Rosaceae, Fabaceae, Cannaceae,
Apocyhaceae, Casuariinaceae, Psilophyta.
3.3 TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Medan Kelurahan Suka Damai
Kecamatan Medan Polonia Kota Medan Provinsi Sumatera Utara.
3.4 METODE PENELITIAN
Penentuan areal lokasi penelitian dilakkan dengan menggunakan metode
plot. Metode ini merupakan metode penentuan lokasi penelitian
3.5 BAHAN DAN ALAT
Bahan bahan yang digunakan dalam penelitian adalah:
1. Kayu
2. HVS
3. Gunting
4. Lem
5. Hekter
6. Meteran
7. Plastik kecil
8. Sempel nomor
9. Benang
10. Pemotong kertas
3.6 PELAKSANAAN TUGAS
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Medan Kelurahan Suka Damai
Kecamatan Medan Polonia Kota Medan Provinsi Sumatera Utara
3.7 DI LAPANGAN
Penelitian ini dilakukan mulai dari tembok perumahan malibu sampai
belakang sungai deli. Lokasi penelitian ditentukan secara menyeluruh dengan
memperhatikan faktor topografi dan kemiringan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1Hasil
4.1.1 Kekayaan Jenis Pohon
Hasil penelitian yang dilakukan di kawasan SMA Negeri 2 Medan ditemukan
71 jenis pohon yang termasuk ke dalam 15 famili dengan jumlah individu
sebanyak individu. 2 Ha penelitian membagi wilayah penelitian 11 plot
Tabel 1.1 Plot A
NAMA NAMA LATIN FAMILY JUMLAH
Pucuk Merah Oleina Syzygium 2
Bambu Bambuseae Poaceae 10
Pinang Areca catechu Areaceae 2
Mahoni Switenia mahagoni Meliaceae 10
Melinjo Gnetum gnemon Gnetaceae 4
Kenari
Bunga Kertas Bougenvillea 2
Rambutan Nephelium Sapindaceae 1
lappaceum
Asam Jawa
Belimbing
Sayur
TOTAL